part 3....
~SELAMAT MEMBACA~
"hem….baiklah aku akan merebutnya dari mu" ketus cowo itu.
"coba saja" kata Syaoran dengan yakinnya. Dengan mudahnya Syaoran mengalahkan dua cowo iseng itu sekaligus merebut gelang Sakura.
"sial, awas kau ya!" kata salah satu cowo itu, "ayo kita pergi" kata teman cowo itu.
"ini gelangmu" kata Syaoran sambil mengembalikan gelang milik Sakura."soal tadi aku bilang aku pacarmu itu hanya untuk mengelabui mereka, jangan GR ya!" jelas Syaoran meninggalkan Sakura. Karena kesal, Sakura mengambil gelangnya dengan kasar. "siapa yang GR! Huh!"
"aku pulang……" kata Sakura sambil menuju kamarnya. "fiuhhh hari yang melelahkan" Kata Sakura menjatuhkan dirinya di tempat tidurnya. Lalu, Sakura membuka jendelanya dan memandang matahari senja yang indah. "indahnya suasana sore" kagum Sakura, tiba-tiba ia memandangi gelangnya."seandainya aku bisa kembali pada masa 8 tahun yang lalu dan bertemu denganmu hiks…" Sakura menangis."tapi itu tidak mungkin kan? Hihihi" kata Sakura menghapus air matanya dan mencoba tersenyum.
Dari perjalanan pulang sehabis membantu Sakura sampai rumah, kepala Syaoran terus menerus terbayang-bayang gelang milik Sakura. Seperti ada yang mengganjal di hati Syaoran pada gelang itu.
"arggghh…apa sih! Kepikiran mulu!" kata Syaoran bingung."hem….sepertinya gelang itu dan Sakura Kinomoto itu…"
"AAAAAAAAAAAAAAA" Syaoran menjerit kesakitan, kepalanya seperti kesetrum dan akhirnya dia pingsan.
Mendengar teriakkan Syaoran, mama Syaoran langsung berjalan ke kamar Syaoran. Dilihat anaknya tergeletak di samping tempat tidur dengan muka sedikit pucat.
"Syaoran, Syaoran kamu kenapa nak?" Tanya mama Syaoran khawatir dan terus menerus seperti itu dan tetap saja Syaoran tidak siuman. Esoknya Syaoran tidak masuk sekolah karena sampai saat ini dia masih belum sadarkan diri.
"mana Syaoran? Belum muncul muncul?" Tanya Sakura dalam hati sambil celingak celinguk.
"Syaoran tidak masuk Sakura-Chan, aku dengar dia sakit" kata Tomoyo yang tiba tiba muncul dan mengagetkan Sakura.
"si-siapa yang tanya? Masa bodo dia mau masuk atau tidak! Lagi pula aku lebih senang jika dia tidak masuk HAHAHAHA" Sakura mencoba meyakinkan Tomoyo." Kenapa dia tidak masuk ya?"Tanya Sakura dalam hati.
"hihi lucu kau Sakura-Chan" kata Tomoyo tertawa kecil.
DING DONG DING DONG (bel masuk berbunyi)
"selamat pagi anak-anak" sapa Pak guru.
"selamat pagi pak" seru murid murid dengan kompak.
"baiklah anak-anak ada pemberitahuan bahwa teman baru kita Syaoran Li tidak bisa hadir hari ini karena sakit, mari kita doakan agar dia sembuh secepatnya dan bisa berkumpul dengan kita semua" kata pak guru menjelaskan. "sekarang ayo kita mulai pelajarannya"
"oh ternyata Tomoyo benar, Syaoran sakit." Kata Sakura dalam hati dan memandang langit dari jendela. "dia sakit apa ya?" Tanya Sakura penasaran.
"apa jangan-jangan gara gara kemarin waktu dia membelaku?" Sakura masih saja bertanya-tanya…"ADUUUUUHHHHH KENAPA JADI KEPIKIRAN SIH!" ucap Sakura keceplosan dengan sangat sangat keras sampai semua mata memandangi Sakura."ups.." bisik Sakura malu.
"HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA" semua murid tertawa terbahak bahak setelah melihat Sakura berteriak-teriak sendiri seperti orang gila.
"ehemhem tenang semuanya…Kinomoto? ada apa denganmu? Ada masalah?" kata pak guru sambil menenangkan kelas.
"t-tidak ada apa apa pak, maaf saya telah mengganggu jam pelajaran, sekali lagi saya minta maaf" kata Sakura memohon mohon.
"baiklah, tapi jangan diulangi lagi ya. Baiklah anak kita lanjutkan membahas pelajaran dan jangan berisik." Kata pak guru melanjutkan pelajaran.
Selama pelajaran berlangsung, Sakura selalu saja melamun, memandangi langit, atau mengutak atik pulpen. Dia tidak bersemangat hari ini.
KRIIIIINNGG… (bel pulang berbunyi)
"oke anak-anak pelajaran bapak sampai disini, selamat siang" kata pak guru.
"YEEEEEE" sebagian anak bersorak, tapi juga ada yang masa bodo.
"ehem..Kinomoto" panggil pak guru kepada Sakura.
"iya pak? Ada yang bisa saya Bantu?" Sakura menghampiri meja pak guru.
"bisa kau mengantarkan catatan ini ke Syaoran Li?" Tanya pak guru
"t-tapi saya tidak tau rumahnya?" jawab Sakura.
"loh? Kata Daidoji hanya kau yang tau rumah Li." Tanya pak guru heran.
"Tomoyo bilang begitu?" Sakura terheran heran."TOMOYOOOOO AWAS KAU!" seru Sakura yang jengkel dalam hati.
"ya sudah, ini buku catatannya, kau antar ya." Kata pak guru memberi kertas catatan. "t-tapi pak….loh mana pak guru?" kata Sakura bingung melihat pak guru sudah pergi. "ya sudahlah apa boleh buat, tapi….rumah Syaoran dimana ya?" pikir Sakura.
"ini alamat rumah Syaoran Li, Sakura-Chan." Tiba tiba Tomoyo muncul dan memberi lembaran kertas berisi alamat rumah Syaoran.
"t-terima kasih, Tomoyo. Eh bagaimana kau tau?" Tanya Sakura penasaran.
"ah sudahlah itu tidak penting, cepat sana kau pergi ke rumah Syaoran Li." Kata Tomoyo sambil mendorong Sakura menuju ke gerbang sekolah.
Sesampai didepan rumah Syaoran..
"oh ini ya rumahnya, dekat sekali dengan taman bermain" kata Sakura yang agak deg degan.
TING TONG….Sakura membunyikan bel rumah Syaoran. KREEK pintu rumah Syaoran terbuka, dan muncul perempuan sebayanya.
"selamat siang, apakah benar ini rumah Syaoran Li? Aku Sakura Kinomoto teman sekelasnya" sapa Sakura sopan.
"selamat siang, iya benar ini rumahnya, kau ini teman Syaoran-ku ya? Aku Meilin, ada urusan apa kau dengan Syaoran-ku?." Kata Meilin sedikit curiga.
TO BE CONTINUE...
haduhhh author suka hemat kata-kata deh... -_- ehem ehem
REVIEW~
