part 4....
~SELAMAT MEMBACA~
"emm aku…aku ingin mengantarkan catatan hari ini kepada Syaoran." Kata Sakura gugup. "siapa sih cewe ini?" Tanya Sakura pada dirinya sendiri.
"baiklah, ayo masuk" kata Meilin mempersilahkan Sakura masuk dan mengantarkan Sakura ke ruang tamu. "silahkan duduk, aku akan membuatkan teh untukmu" kata Meilin.
"terima kasih banyak" kata Sakura sambil tersenyum. Sakura masih penasaran tentang siapa Meilin.
"ini, silahkan diminum, Sakura-Chan" Meilin menyodorkan secangkir teh untuk Sakura. "terima kasih, maaf merepotkan" kata Sakura sambil meminum tehnya.
"ah malah kami yang merepotkan, terima kasih ya mau mengantarkan catatan untuk Syaoran-ku" kata Meilin yang duduk di samping Sakura.
"oiya, kalau aku boleh tau, kau ini siapa Syaoran?" Tanya Sakura penasaran.
Meilin melihat wajah Sakura yang sangat penasaran,"OHAHAHAHAHAHA" tawa Meilin keras."ehem, aku ini bisa dibilang kekasih Syaoran-ku." Kata Meilin dengan mata yang menatap kearah Sakura. Sambil tersenyum.
"WHHHHAAAATTTTTTT? Kau ini k-kau…." Kata Sakura kaget.
"hahahaha tidak aku cuma becanda, aku ini sepupu Syaoran hahahaha kau itu tadi lucu sekali HAHAHAHAHA" ledek Meilin.
"ohehehehe aku kira beneran, tapi kok kamu sebut nama Syaoran 'Syaoran-ku'?" Tanya Sakura yang masih saja penasaran.
"emmm memang dari kecil aku sudah memanggilnya begitu, lagi pula Syaoran-ku itu tidak keberatan." Kata Meilin menjelaskan. "oiya apa kau mau melihat keadaan Syaoran-ku?" Tanya Meilin.
"ya ampun aku sampai lupa! Baiklah, sekalian menaruh catatanya. Memangnya dia sakit apa?" kata Sakura sambil menenteng tasnya dan beranjak dari sofa.
"dia mendadak pingsan, mungkin karena kecapean. Mari ku antar" jawab Meilin ramah.
"ugghhh…kenapa tiba-tiba aku di taman? Kok sepi sih? Kemana orang-orang?" Tanya Syaoran kebingungan. Tiba-tiba ada seorang anak perempuan yang masih kecil muncul di hadapan Syaoran. Wajahnya tidak jelas dan anak itu menangis dan hanya berkata "jangan tinggalkan aku! Aku kesepian disini" kata anak itu sambil menangis tersedu-sedu. Syaoran sangat iba kepada anak itu tapi dia juga bingung kenapa dia ada di tempat seperti ini. Lalu, anak kecil semakin mendekat dan…..anak kecil itu berubah menjadi Sakura yang duduk di samping tempat tidur Syaoran. "mengapa berubah menjadi Kinomoto?" Tanya Syaoran dalam hati. Syaoran melihat keadaan sekitar, ternyata dia sudah sadar dan yang tadi cuma mimpi.
"aih Syaoran-ku akhirnya sudah sadar" kata Meilin senang.
"hey jangan panggil aku 'Syaoran-ku'!" kata Syaoran yang segera duduk dan kelihatan jengkel.
"kau ini, mentang mentang ada Sakura-Chan jadi malu malu seperti itu" kata Meilin cemberut.
"ada Kinomoto?" tanya Syaoran.
"hai Syaoran" sapa Sakura yang berada di samping Meilin.
"sedang apa kau kemari?" tanya Syaoran dengan muka yang menyebalkan untuk dilihat.
"aku disuruh pak guru untuk membawakan catatan ini untukmu, nih." kata Sakura memberikan buku catatan ke Syaoran.
"oh thanks" kata Syaoran singkat. "maaf merepotkanmu" lanjut Syaoran.
"tidak apa apa kok, terima kasih yak au sudah menyelamatkan gelangku kemarin" kata Sakura tersenyum sambil memegang gelangnya.
"hemm, iya sama sama" kata Syaoran singkat dengan wajah tak peduli.
"……"
"oh ya ampun, aku harus segera pergi, terima kasih atas semuanya" kata Sakura pamit.
"biar aku antar" kata Meilin.
"terima kasih, aku bisa sendiri, lagi pula kau harus menjaga Syaoran." Kata Sakura yang sudah didepan pintu kamar."sampai jumpa" BRAK Sakura menutup pintu.
"hem….Sakura-Chan itu manis juga ya, sepertinya dia sangat memperhatikanmu Syaoran-ku" kata Meilin sambil mengedipkan matanya.
"terserah kau saja" kata Syaoran merebahkan badannya sambil menatap langit-langit kamarnya.
"huh kau ini, aku akan buatkan teh untukmu" kata Meilin keluar kamar Syaoran.
BRAK..(pintu kamar Syaoran ditutup oleh Meilin)
"Kinomoto? manis? Perhatian?" pikir Syaoran dalam hati."whatever" kata Syaoran sambil membalikan tubuhnya.
TO BE CONTINUE...
ayo kita review ^^
