part 5...

~SELAMAT MEMBACA~

Esoknya Syaoran kembali bersekolah. yang paling takterduga adalah….

"KYAAAAA SYAORAN LI!" teriak para cewek sekolah berlari centil dan mengerumuni Syaoran.

Baru saja 3 hari bersekolah Syaoran sudah di cap 'salah satu cowo cool disekolah'. Yap, Syaoran sudah populer di sekolah terutama dikalangan cewe cewe, apalagi dia mengikuti club karate. Itu membuat para cewe makin tergila-gila dengannya! walau cewe cewe sedang mengerubuninya, mata Syaoran malah menatap keluar jendela, tepatnya dia melihat Sakura jalan dengan seorang cowo SMA yang berkacamata dan Sakura terlihat sangat gembira.

Karena penasaran, dia keluar dari kerumunan para cewe dan menuju ke lantai dasar.

Tap tap tap… Syaoran menuruni tangga begitu cepat. Dilihat Sakura sudah berada didepan lockernya sendiri dan berbincang-bincang dengan Tomoyo.

"…..dia itu cowo yang terbaik dan termanis yang pernah aku temui" kata Sakura dengan mata berbinar-binar.

BRAK! Syaoran membuka pintu lockernya yang hanya 2 locker dari locker dengan sangat keras.

"hey bisakah sedikit pelan?" kata Sakura protes.

Syaoran tidak menjawab dan mengambil sesuatu dari lockernya.

"halloo…aku berbicara denganmu Syaoran Li" kata Sakura sambil bertolak pinggang.

Syaoran melewati Sakura dan tidak berkata apa-apa dan terus berjalan lurus.

"APA KAU TIDAK MENDENGARKU MENYEBALKAN" teriak Sakura yang sudah emosi.

Syaoran memberhentikan langkahnya dan menengok kearah Sakura."bisakah kau tidak teriak-teriak? Cewe tidak punya perasaan!" kata Syaoran menatap tajam kearah Sakura.

"TIDAK PUNYA PERASAAN KATAMU?AKAN KU HAJAR KAU" kata Sakura yang sangat emosi.

"tenang Sakura-Chan, tenang" kata Tomoyo yang berusaha menenangkan Sakura.

"kenapa kau menghalangi aku Tomoyo! Dia jadi sudah pergi!" kata Sakura memarahi Tomoyo.

"maafkan aku, tapi mungkin ada penyebabnya Syaoran berkata seperti itu" kata Tomoyo.

"apa? aku tidak menyindirnya tuh" kata Sakura yakin.

"…."

Di kelas Syaoran hanya duduk dan menatap kebawah. "dia itu cowo yang terbaik dan termanis yang pernah aku temui" kata-kata Sakura masih terbayang di kepala Syaoran. "cih…" kata Syaoran menggenggam pulpennya dengan keras.

Waktu pulang akhirnya tiba. Sakura dan Tomoyo berjalan bersama-sama menuju gerbang sekolah.

"hey Tomoyo, emang aku pernah menyindir Syaoran ya?" tanya Sakura.

"emm….mungkin secara tidak langsung" jawab Tomoyo.

"hem? Apa ya?" pikir Sakura.

"jangan jangan kata katamu yang tadi" kata Tomoyo.

"yang mana?" tanya Sakura bingung.

"yang 'dia itu cowo yang terbaik dan termanis yang pernah aku temui' mungkin saja" kata Tomoyo.

"hah? Apa hubungannya? Itu kan hanya tentang kak Yukito." Kata Sakura heran.

"hihihi, mungkin Syaoran Li kira kau menyukainya" kata Tomoyo sambil tersenyum misterius.

"hahaha tentu saja tidak, aku menyukai kak Yukito karena dia baik. Cuma itu" jelas Sakura.

"berarti…." Kata Tomoyo dengan senyum seperti setan (bagi Sakura)

"b-berarti apa?" tanya Sakura yang setengah ketakutan.

"ohohoho tidak apa-apa…ayo kita pulang" kata Tomoyo sambil mendorong Sakura. "ah, Tomoyo" kata Sakura yang kaget karena di dorong Tomoyo.

Sesampai dirumah…

"aku pulang" sapa Sakura sambil melepas sepatunya.

KRIIIINGGG….(suara telepon berdering).

"Sakura, tolong angkat telponnya" kata ayah Sakura yang berada di dapur.

"iyaaa" sahut Sakura."halo, ini Sakura Kinomoto." kata Sakura mengangkat telepon.

"……"

"hallo? Dengan siapa ini?" kata Sakura jengkel.

"umm…" NOT NOT NOT NOT

"hah? Mati? Mungkin salah sambung" kata Sakura menutup telepon.

Diseberang telepon….

"hummm….kenapa tidak bisa?" kata Syaoran menghela napas. "rencana yang rumit, padahal aku harus mengatakan yang sebenarnya" pikir Syaoran sambil menjatuhkan tubuhnya di tempat tidurnya. "apa besok saja ya?" kata Syaoran.

TO BE CONTINUE...

REVIEW PLEASE :)