A/N: Fuuuh~!! Romance… Gila! Gue syok!! Tapi, tak apa! Akan ku tunjukkan bagaimana kisah cinta yang mungkin berbeda dengan sinetron dan ku harap lebih bagus dari sinetron murahan yang selalu gue benci itu… KHEKHEKHEKHE!!! BWAHAHAHAHAHA!!! Oh ya, buat DiLLa-SaGi, acara bales-bales review masih ada, tapi di bawah… Trus, sorry banget ya readers… Fanfic gue satu ini nggak menerima lowongan OC! Soalnya seluruh peran udah terpenuhi, jadi nggak perlu OC. Summimasen!!
Pairing (s): Multi pairing… Banyak banget pairing disini! Jadi jangan asal tebak dulu…
Disclaimer: Gue bukan pemilik Bleach… Hiks… Om Tite, wariskan Bleach padaku yaaa??? PLEASE!!! (ditonjok readers)
= Chapter 2 =
The Kaichou
"Irassaimase…," sapa seorang pelayan cewek sambil membungkuk hormat. Tapi begitu dia berdiri tegak kembali entah mengapa pelayan itu terkejut. Wajah memerah.
"Ah? Ada apa?" tanya Renji.
"Uuh, ti, tidak ada apa-apa… Si, silakan duduk di meja sebelah sana…," pinta pelayan tersebut. 4 cowok itu pun duduk di bangku yang di tunjuk si pelayan kecil. Beberapa saat kemudian pelayan itu datang lagi dan menyerahkan daftar menu.
"Ka, kalau sudah selesai, silakan panggil saya…," kata pelayan itu dengan malu. Dia segera berbalik.
"Eh, tunggu!" Ichigo menahan pelayan itu.
"E, eh… hai?" pelayan itu menoleh. Muka udah kayak tomat.
"Mmm, apa rasanya aku pernah bertemu denganmu?" tanya Ichigo.
DEG!!
Entah mengapa pelayan bertubuh mungil itu terlonjak. Keringat dingin mengucur dari dahinya. "Uuuh… kurasa anda salah orang… P, permisi…," katanya yang lalu berlari pergi.
Begitu pelayan itu menghilang di balik dapur, Renji menyodok Ichigo. "Emang kamu kenal dia?"
Ichigo menggeleng. "Nggak, cuman heran aja… Perasaan kita ketemu banyak orang berambut putih, deh, tadi…," terang Ichigo.
"Hah? Oh iya juga… Shiro berambut putih… Ukitake-sensei juga… Nah, trus orang itu juga…," kata Kusaka sambil menunjuk seseorang berambut silver lurus cepak.
"Elo buta ya? Itu namanya silver, mas!" ralat Byakuya.
"Ngomong-ngomong pelayan tadi lumayan juga…," kata Renji.
"Lumayan gimana?" tanya Ichigo sambil mengeluarkan HP-nya.
"Badannya emang kecil, tapi wajah ma bodinya itu, lho, yang nggak nguatin!" kata Renji yang emang terkenal paling mesum di antara mereka. (author ditimpuk Renji)
Kusaka melirik ke arah pelayan yang sedang sibuk melayani tamu yang lain itu. "Hmm, iya juga… Kulitnya putih… Rambut putihnya kelihatan halus sekali…," komennya.
Ichigo melototi pelayan itu. "Oh, benar…,"
Pelayan berambut putih itu merasa kalau dirinya sedang dilihatin. Dia melirik ke arah Ichigo, dkk. Mata hijaunya itu terfokus pada Ichigo yang sedang memelototinya. Pipinya kembali memerah. Begitu tamu dihadapannya itu pergi, dia segera berlari masuk dapur lagi.
"Yah, jadi masuk, tuh, dia!" kata Renji. "Elo, sih, kalo melototin nggak ngira-ngira!"
Ichigo tak berkutik. Dia masih terpukau dengan pelayan berambut putih itu…
Pelayan itu masuk ke dapur dengan muka merah padam. Nafasnya ngos-ngosan. Seorang perempuan menghampirinya. Dia punya 'itu' yang besar dan berambut orange bergelombang panjang.
"Ada apa, Toshiro?" tanya perempuan berambut orange yang bernama Matsumoto Rangiku itu. Dialah sang pemilik kafe, seorang artis.
"I, itu mereka, Rangiku!!" kata pelayan berambut putih yang tak lain adalah Hitsugaya Toshiro itu. "Nyaris aku ketahuan!"
"Ketahuan?" Rangiku mengangkat alisnya dan mempelototi penampilan sahabat kecilnya itu.
Saat ini Toshiro sedang menggunakan seragam maid berwarna biru tua. Model seragam maidnya kayak yang di pakai Ichigo, Minto, dkk. dalam anime/manga Tokyo Mew Mew. Rambut putihnya jabrik-jabriknya yang kini lurus karena di beri gel rambut itu dikuncir 2 dan ada sebagian yang masih tergerai sampai bahunya. Dia juga pakai sebuah bando agar rambutnya tetap bisa bertahan lurus.
Toshiro sengaja menyamar sebagai perempuan. Dulu dia pernah bekerja di suatu tempat tanpa penyamaran. Tapi, setelah beberapa hari dia ia bekerja, anak-anak Karakura tahu dan langsung menghancurkan tempat kerja Toshiro itu. Makanya dia menyamar...
Soal suara, Toshiro emang sudah pandai meniru suara perempuan. Matsumoto mengamatinya sekali lagi.
1 kesimpulan…
Toshiro memang sangat manis dengan seragam maid itu.
"Ketahuan gimana? Kamu udah jadi manis banget kayak cewek dan terlihat berbeda 180 derajat!" kata Matsumoto.
"T, tapi… Mmm, gimana ya… Aku kan malu…!!" kata Toshiro panik.
"Ya, ampun… Mereka pasti mempelototimu bukan karena kenal denganmu… Mungkin mereka malah terpesona denganmu!" jelas Matsumoto. "Sumpah, deh! Kamu keliatan manis sekali! Masa iya mereka bisa mengira kalau kamu cowok?"
"Mungkin aja bisa!" kata Toshiro.
"Lewat apa?" tanya Matsumoto.
"L, lewat… mmm…," muka Toshiro merah banget. "Le, lewat ukuran…??"
"Ukuran? Hei, cewek kan emang wajar kalo lebih pendek dari cowok?"
"Bukan ukuran tinggi badan! Tapi ukuran…… mmm, 'itu'!" kata Toshiro sambil nunjuk 'itu'nya Matsumoto. Muka kayak baru kena saus tomat.
Matsumoto melirik 'itu'nya. "Eh? Iya ya? Hmm, gampang! Kasih aja suntikan KB! Pasti ntar tumbuh!"
"RANGIKU!! GUE KAN COWOK?!!! APA KATA DUNIA KALO GUE PUNYA 'ITU'?!!!" protes Toshiro.
"Nyaaa~!! Kan malah lebih hot?" kata Matsumoto sambil tersenyum jahil.
"Lebih HOT, pala lu peyang!!" bentak Toshiro. Muka cemberut.
Dia nggak bisa ngebayangin kalau ntar dia pas ke department store harus nyelonong ke stand pakaian dalam wanita… Buat beli… (udah tau kan?) Wuah, apa kata dunia?!!
"Shiro-chan, rambutmu ada yang mau jabrik dikit, tuh!" kata Matsumoto.
"HAH?!! Mana?!!" Toshiro segera bercermin. Benar saja, ada beberapa yang mau balik ke bentuk aslinya. Toshiro langsung panik. "Gimana, nih?!"
"Nih, kebetulan gue baru aja beli gel rambut… Ini tahan lama, lho!" kata Matsumoto sambil menyodorkan sebuah gel.
"Ah, thanks!" Toshiro segera membenahi rambutnya.
"Udah, cepet ke sana! Mereka udah memanggilmu, tuh!" kata Matsumoto sambil nunjuk Kusaka yang melambaikan tangan ke arahnya.
"Eh, iya…," Toshiro segera berlari ke arah meja 4 cowok itu. "Pesan apa? Sudah di tulis?"
"Sudah, ini," Kusaka menyerahkan secarik kertas yang sudah mereka tulisi dengan pesanan mereka.
"Terima kasih, biar saya cek dulu," Toshiro segera membaca pesanan mereka. "Eh, maaf, udang asam manisnya habis,"
"Siapa yang pesen udang asam manis?" tanya Kusaka pada sobat-sobatnya itu.
Byakuya menggeleng. "Bukan aku,"
"Elo, Ren?" tanya Kusaka ke Renji.
"Nggak, Ichigo tuh yang pesen!" kata Renji.
"Ichigo! Pesenan elo nggak ada, tuh! Kamu mau pesan yang apa?" Kusaka bertanya pada Ichigo. Tapi Ichigo tak bergeming. "HEH! Ichigo!!"
Ichigo tetap tidak merespon. Dia seperti orang cengo. Matanya menatap ke arah Hitsugaya dengan mulut terbuka. Matanya telah terhipnotis dengan bibir merah muda yang bergerak-gerak dengan lembut itu.
Bisa nggak ya gue mendapat yang kayak begini…??
"ICHIGO!!!" Renji mementung Ichigo dengan kotak pensilnya.
"AAAAAAW~!!!" Ichigo mengaduh. "APA-APAAN, SIH?!!"
"Nglamun terus! Itu, tuh, elo mau pesen apa?" tanya Renji ketus.
"Udang asam manis," jawab Ichigo.
Renji nyaris menjotos Ichigo kalo Toshiro tidak cepat-cepat menyela. "M, ma, maaf, menu itu sudah habis. Mau pesan yang lain?" tanya Toshiro dengan muka merah.
Entah kesambet setan apa… Ichigo menjawab," pesan kamu aja, deh…,"
"…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Kusaka, Renji, ma Byakuya langsung syok. Toshiro melotot. Rasanya pengen banget gampar Ichigo. Tapi ya nggak mungkin. Dia kan pelanggan sekaligus temen dia, iya, nggak?
"E, eh…??" Toshiro cengo sendiri. Ichigo langsung dapet sikutan maut dari Kusaka.
"Ah, maksudku, miso ramen aja!" kata Ichigo pada akhirnya dengan muka merah. Malu dengan apa yang tadi dia omongin.
"Uh, baiklah," kata Toshiro sambil mencatat pesanan Ichigo. "Ada yang lain?"
Renji ingin angkat bicara. "A-,"
"Sepertinya tidak… Cukup segitu saja dulu," Byakuya segera memotong perkataan Renji yang ingin mesen lagi.
"Apaan, sih?!" kata Renji kesel.
"Elo niat bikin gue bangkrut ya?!! Elo tuh udah pesen banyak banget, tau!" protes Byakuya nggak kalah kesel. Mata angker.
"Habis… gue laper berat…," keluh Renji.
Toshiro pun hanya menawarkan senyum ramah yang lagi menahan geli. "Baiklah, tunggu sebentar ya,"
Renji pun klepek-klepek…
"Eh, sebentar," kata Ichigo.
"Hai?" tanya Toshiro.
"Mmm, apakah ada orang yang pernah mengatakan padamu tentang…… betapa manisnya dirimu itu?"
"Eh…??" blushing time for Toshiro. Gila!! Gue kan cowok?!! Tapi, kenapa gue blushing gini?!! AAAAAAAAAAARGH~!!! "A, aku… nggg…,"
Gileeeeeee~!! Ni anak makin manis aja kalo blushing!! Batin Ichigo.
"Ehem… jadi makan, nggak?" tanya Kusaka.
"Ah, maaf, saya permisi dulu!" Toshiro segera menghilang di balik dapur. Ichigo tetap terpukau di tempat.
"Oi, Ichigo! Nyadar, whoi!!" kata Renji.
"Apaan, sih? Suka-suka gue, donk?!" sahut Ichigo.
"Heh, kalo kesambet sama dia, mau elo apain si Rukia, hah?" tanya Renji.
Yaah, Rukia adalah adik Byakuya. Kabarnya, sekarang, sih, mereka pacaran… Sebenernya, Byakuya nggak setuju. Dia ingin protes kepada ayahnya yang udah menjodohkan Rukia dengan Ichigo itu. Tapi, melihat Rukia yang keliatannya sangat senang bisa pacaran dengan Ichigo, dia jadi nggak tega.
"Hhh, jujur… sebenernya, gue nggak nganggep dia sebagai orang yang special… Dia seperti adik bagiku…," kata Ichigo.
"Tapi, Rukia bener-bener cinta padamu, Kurosaki," kata Byakuya. "Tapi, kalau kau memang tidak suka, aku bisa meminta ayah untuk membatalkan perjodohan itu,"
"Uwaah!! Emangnya kapan gue bilang kalo gue benci Rukia? Dia, tuh, fine-fine aja, kok… Ya cuman itu tadi… Gue nggak ngerasa begitu cinta dia seperti seorang pacar… She is just my friend," kata Ichigo.
"Cieelah… Maksud elo, elo nggak ngerasain getar-getar cinta gitu ke Rukia?" tanya Renji. "Uehehehe… Buat gue aja, donk, Rukia-nya…," disambut death glare dari Byakuya.
"Hmm, jujur juga, nih… Gue juga nggak begitu falling in love ma Orihime… Gue udah menyelidikinya… Sebenernya dia suka sama elo, Ichigo!" kata Kusaka yang emang dijodohin ma Inoue Orihime, seorang putri bangsawan juga.
"WHAT?? Kenapa, sih, seluruh cewek tu falling in love-nya ma Ichigo?!! Kok, nggak ada yang ke gue?!! Hei, gue kan juga F4!!" protes Renji. Yaah, di antara mereka emang Renji yang nggak begitu laku… (-di lempari meja-)
"Tenang, cinta sejati nggak bakal pergi kemana-mana, kok," pesan Byakuya bijak. "Trus, kalo elo nggak falling in love ma Rukia. Kenapa elo mau menerima perjodohan itu?"
"Mmm, soalnya gue ngerasa udah pernah ketemu dia… Dulu sekali… saat aku belum pindah ke Karakura ini setelah kematian ibuku…," ujar Ichigo.
"Oh, maksudmu soal 'cinta pertama' yang pernah kau ceritain itu?" tebak Kusaka.
Ichigo menggeleng. "Bu, bukan!! Aku merasa pernah melihat Rukia bersama sosok 'cinta pertama'ku itu… Dia sekitar 15 tahunan dulu pas gue SD,"
"Hah?! Elonya salah orang kali! Rukia ya masih SD-lah pas itu!! Nggak mungkin umurnya udah segitu!" bantah Byakuya.
Ichigo garuk-garuk kepala. "Iya, sih… Tapi, ini terlalu mirip! Sumpah!! Gue masih inget banget, kok!"
Renji menghela nafas. "Kalau elo masih inget bagaimana wajah teman dari 'cinta pertama'mu… Trus, kenapa elo sendirinya malah lupa gimana tampang sang 'cinta pertama'mu itu? Parah banget, sih, elo?!"
Kusaka mengiyakan," Iya! Namanya pun tak ingat! Parah!"
"Gue hanya ingat kalo dulu gue slalu manggil dia 'hime'! Lainnya gue udah blank!!" terang Ichigo. "Eh, bentar! Gue ke toilet dulu!"
Kusaka mengangguk," cepetan ya! Ntar lagi kita, kan, mau syuting!"
Ichigo melangkah ke toilet cowok dengan santai. Dia jadi kepikiran sama masa lalunya. Dimana dulu dia pernah bertemu dengan sesosok 'cinta pertama'nya. Yang dia ingat hanyalah nama 'hime'.
Begitu masuk dan selesai buang hajat. Dia sangat terkejut melihat sesosok pelayan keluar dari bilik WC.
Yah, pelayan berambut putih itu…
Toshiro…
"LHO?!!" jerit 2 orang itu bersamaan.
Toshiro yang masih nyamar jadi pelayan cewek itu melotot syok. Ichigo juga.
Ma, masa', sih, gue salah masuk ke toilet cewek??? Pikir Ichigo panik. Dia segera keluar dan melihat ke arah plang yang ada di pintu masuk.
LHO?? Tulisannya 'MALE', tuh?! Tapi, kok… dia…
Toshiro tetep syok. Dia nggak nyangka bakal kayak gini jadinya. Huaaa!!! Betapa gobloknya gue!! Udah tau kalo gue lagi nyamar jadi cewek, eh… tetep aja masuk ke toilet cowok!! MAMPUS!!!
"Eh, mmm, ini toilet cowok, kan?" tanya Ichigo dengan muka merah.
"Ah, eh… anu… se, sepertinya saya salah masuk…??" jawab Toshiro sekenanya. "Ma, maaf…,"
"Eh… nggak apa-apa… Ngomong-ngomong… boleh aku tahu namamu?" Ichigo melancarkan jurus PDKT-nya.
DEG!!
Pertanyaan itu bagaikan sebuah petir menyambar ke arah Toshiro. Keringat dingin mulai menetes. "Mmm, namaku??"
"Iya, namamu," jelas Ichigo.
"N, namaku…," Toshiro berpikir keras. Ayo, Toshiro!! Pikirkan sebuah nama samaran yang mudah!!! "Mmm…," Toshiro tetep bingung. Huwaaaa?!! IQ gue kan jenius?? Tapi, kenapa susah banget, sih, untuk ngarang sebuah nama??? Ayolah, otak!!!
"Hei…?? Masa kau tidak punya nama?" tanya Ichigo heran.
"Ah, eh!! Pu, punya, kok!!" Toshiro segera menjawab dengan gugup. Oke, nama ini saja!! "Na, namaku… namaku Osana Hanashiro!!" jawab Toshiro ngasal.
"Osana… Hanashiro…???" ulang Ichigo. "Nama yang aneh…??"
"Ehehehehe…," Toshiro hanya bisa nyengir.
Sore mulai mencumbu Karakura. Bagi Toshiro ini sudah waktunya dia pulang kerja. Matsumoto selalu menyuruhnya pulang jam segitu. Padahal café tersebut buka sampai malam. Ketika Toshiro protes, Matsumoto selalu bilang.
"Malam hari itu bahaya buat anak semanis, Shiro-chan!!" begitu katanya.
Toshiro beranjak ke kamar mandi pegawai untuk mandi dan melepas penyamarannya. Begitu selesai memakai seragam sekolah SMU Karakura-nya kembali, dia keluar dari kamar mandi dengan rambut agak lurus tapi masih rada jabrik. (A/N : bayangin aja rambut Toshiro pas dia masih di sekolah shinigami! Rada mirip-lah, walau agak panjangan dikit)
Dia segera berpamitan dengan Matsumoto yang lagi jaga kasir.
"Rangiku-san, aku pulang dulu!" katanya.
"Oh, hati-hati di jalan ya, Shiro-chan!!" pesan Matsumoto. Toshiro hanya cemberut mendengar nama panggilan kesayangan Matsumoto itu. Dia ingin protes tapi nggak jadi. Dia ingin segera pergi ke pasar untuk beli bahan makanan dan pulang ke apartemennya.
"Lho? Kurosaki?" Toshiro kaget melihat ada Ichigo yang tengah mejeng di dekat tiang listrik yang ada di depan café.
"Eh, Toshiro!" Ichigo menoleh ke arah teman kecilnya itu.
"Kenapa kamu disini?" tanya mereka bersamaan. Itu membuat mereka berdua memerah bersamaan.
"Eh, mmm, aku ke sini mau nungguin Hanashiro," kata Ichigo.
DEG!!
Toshiro jadi bingung. Waduh, waduh… Gimana, nih?!!
"Mmm, kamu sendiri kenapa di sini, Toshiro?" Ichigo balik nanya.
Toshiro segera memerintah otak jeniusnya untuk membuat alasan yang perfect. "Ah, mmm, a, aku kenal sama pemilik café ini! Aku sering ke sini setelah pulang sekolah… Ehehehehe…,"
"Lho? Emang orang tuamu nggak khawatir kalo kamu nggak pulang-pulang?" tanya Ichigo.
"Eh, mmm, orang tuaku sudah meninggal…," jawab Toshiro dengan muka sedih.
"Ah, ma, maaf… aku nggak bermaksud gitu, kok…!!" Ichigo panik ngelihat Toshiro berekspresi seperti itu.
"Nggak apa-apa, kok… Kurosaki bukannya ada syuting?" tanya Toshiro.
"Sutradaranya lagi sakit! Jadi syutingnya libur dulu…," terang Ichigo.
"Maaf, Kurosaki… Tapi, Hanashiro udah pulang…," kata Toshiro memulai aksi penyembunyian identitasnya.
"Eh?! Udah pulang?!!" Ichigo kaget. Matanya melotot syok. Bola matanya seakan-akan ingin keluar dari tempatnya.
"Ah, eh, iya… Dia pulang lewat pintu belakang," kata Toshiro tergagap karena kaget ngelihat reaksi Ichigo yang terlalu over itu.
"Yaaah… Ah, sudahlah… Ayo, Toshiro! Gue antar pulang!" ajak Ichigo.
"E, eeh…??? Nggak apa-apa, nih?" tanya Toshiro malu.
Ichigo lama-lama jadi makin gemes sama anak satu ini. "Nggak apa-apa! Kita kan teman! Ayo!"
"Tapi aku mau ke pasar dulu…,"
"Ke pasar?"
"Iya, aku mau beli bahan makanan. Aku kan tinggal sendirian di apartemen," terang Toshiro sambil memeluk tasnya. Pipinya merah karena malu. "Jadi, harus masak makanan sendiri…,"
"Wow! Elo bisa masak?! Keren!!" celetuk Ichigo.
"I, iya," jawab Toshiro.
"Kapan-kapan boleh, nggak, gue sama yang lain nyicipin masakanmu? Jadi penasaran, nih!" kata Ichigo dengan senyum lebarnya.
"Bo, boleh, kok,"
"Hmm, pasti enak seperti yang orang bikin ya?" goda Ichigo.
"E, e, eeh…," Toshiro makin memerah. "Nggak begitu enak, kok! Kurosaki jahat, aku di samain sama makanan!"
"Ehehehehe… enak di pandang maksudku…," ujar Ichigo sambil mengelus-elus rambut Toshiro yang masih agak turun itu. Toshiro rasanya ingin pingsan saat mendengar kalimat itu.
"Ku, Kurosaki…!! Aku malu!!!" kata Toshiro sambil memukul kaki Ichigo pelan dengan mukanya yang udah kayak tomat. Ichigo hanya tertawa.
Lalu mereka berdua berjalan beriringan ke pasar.
Ichigo memejamkan matanya.
Dia teringat kenangan masa lalunya…
Pertemuan pertamanya dengan cinta pertamanya...
Saat itu, Ichigo sedang ikut ibunya ke sebuah pasar yang ramai. Ibunya dengan sabar terus menawar barang-barang yang ingin di belinya. Ichigo yang saat itu masih berumur 6 tahun merasa bosan.
"Ibu, aku mau keliling-keliling ya? Disini bosan!" keluh Ichigo sambil menarik-narik baju ibunya.
Masaki, ibu Ichigo, menoleh ke anaknya itu. "Tapi, disini ramai… Nanti kamu tersesat,"
"Tapi, aku bosan!"
Masaki tersenyum melihat tingkah anaknya yang pasang tampang cemberut itu. "Ya sudah, kamu boleh main, tapi jangan jauh-jauh!"
Ichigo dengan riang mengangguk lalu berlari meninggalkan ibunya.
Dia menjelajahi seluruh sudut pasar. Mulai dari penjual ikan, sayur, mainan, baju, sampai penjual hewan dia datangi. Sehingga dia lupa waktu. Begitu dia merasa lelah, dia sadar kalau matahari mulai terbenam dan langit sudah berwarna seperti rambutnya… orange… Pasar pun mulai agak sepi. Tidak seramai tadi.
"I, ibu…??" Ichigo celingak-celinguk mencari ibunya. Dia bertanya pada seseorang. Dia adalah seorang penjual buah.
"Maaf, apa bapak melihat ibuku?" tanya Ichigo. Orang itu menoleh ke Ichigo.
"Bagaimana ciri-ciri ibumu?"
"Mmm, berambut orange sepertiku… Rambutnya panjang dan bergelombang," terang Ichigo. Bapak penjual buah itu mengingat-ingat.
"Tidak, seperti bapak nggak lihat tadi…," jawabnya. "Kamu tersesat?"
"Kalau saya tidak tersesat, saya ya tidak mungkin tanya, dong, Pak!" kata Ichigo dengan 'pintar'nya. Ichigo pun kembali melangkah.
Ichigo sudah berkeliling tapi tetap saja dia tidak bertemu ibunya. Dia juga tidak ingat jalan pulang. Ichigo hanya bisa berjongkok di dekat sebuah kios. Dia ingin menangis. Dia ingin pulang…
"K, kamu tersesat?" tanya seseorang.
Ichigo mendongak.
Dia kaget saat melihat sesosok anak kecil seumurannya. Anak itu menenteng belanjaan yang cukup banyak. Mukanya semu merah, tanda kalau dia adalah seorang pemalu.
"I, iya," jawab Ichigo.
Anak itu mendekati Ichigo. Tapi seseorang memanggil anak itu.
"Hei! Kamu mau kemana?" tanya sesosok perempuan yang mirip Rukia kepada anak itu. Umurnya sekitar 15 tahun. "Sudah kubilang kan… kamu jangan keluyuran,"
"Tapi, dia tersesat, Kak," jawab anak itu kepada kakaknya.
Kakak itu menatap Ichigo. "Kamu tersesat? Dimana rumahmu?" tanyanya.
Ichigo pun menyebutkan alamat rumahnya lalu menangis. Dia ingin segera pulang dan memeluk ibunya.
"Ah, jangan menangis… Kami akan antar kamu pulang, kok!" kata anak itu sambil memeluknya. Tangis Ichigo pun mereda. Dia merasa nyaman di pelukan anak itu. "Bagaimana, Kak?" anak itu bertanya kepada kakaknya lagi.
Kakaknya itu berpikir. "Mmm, sepertinya aku kenal alamat anak ini… Apa kamu anak dari Kurosaki Masaki?" tanyanya.
"Ah, itu nama ibuku!" sahut Ichigo senang.
"Wah, dia guruku! Aku tahu rumahnya… Itu nggak jauh dari rumah kami. Ayo, kami antar kamu pulang!" kata si kakak.
"Ayo," si adik menggenggam tangan Ichigo. Tangan begitu kecil dan halus. Ichigo pun tersenyum. Dia mengakui kalau kakak-beradik ini memang sama-sama manis, apalagi adiknya.
Begitu sampai rumah, Ichigo langsung di peluk ibunya. Lalu ibunya mengucapkan terima kasih kepada si kakak. Si adik yang kelihatannya sangat pemalu itu, bersembunyi di belakang rok kakaknya saat Isshin menghampirinya. Tapi si adik langsung tersenyum begitu Isshin menyodorkan sebatang cokelat. Si kakak tertawa dan mengelus rambut adiknya itu.
Setelah mengobrol sebentar. Si kakak minta izin pulang, dia menggandeng tangan adiknya. Ichigo segera mengejarnya.
"Tunggu, boleh aku tahu siapa nama kalian?" tanya Ichigo pada kakak-beradik itu. Si kakak tersenyum manis.
"Namaku Hisana," katanya.
"Kalau kamu?" Ichigo menoleh ke arah si adik yang selalu menatapnya dengan malu itu.
"Namaku…,"
"Kurosaki??" Toshiro mengibas-ngibaskan tangannya di depan muka Ichigo. Ichigo segera sadar dari lamunannya. Dia nyaris terlonjak.
"Toshiro! Gue nyaris jantungan, tahu!!" kata Ichigo.
"Kamu itu jangan melamun terus. Nanti kesambet, lho!" terang Toshiro.
"Belanjanya udah selesai?" tanya Ichigo.
Toshiro mengangkat belanjaannya yang cukup banyak itu. "Udah, kok!"
"Ya, sudah. Ayo, pulang!" kata Ichigo. "Sini, kubawakan belanjaanmu,"
"Eh, tidak usah, aku pulang sendirian saja," tolak Toshiro.
"Hah? Nggak apa-apa?? Udah sore, lho! Bahaya kalo elo jalan sendirian!" tanya Ichigo khawatir.
Akhir-akhir ini memang sedang ramai dengan kasus penculikan dan pemerkosaan.
"Kurosaki! Mana ada, sih, orang yang mau menculik dan memperkosa cowok miskin juga jelek kayak aku?" protes Toshiro sambil berkacak pinggang.
"Ada!" celetuk Ichigo.
"Siapa?" tanya Toshiro.
"Aku…," ucap Ichigo sambil tersenyum. Dia dengan lembut memeluk pinggang Toshiro dan mengangkat dagunya yang mungil. Toshiro semakin blushing.
"A, apa-apaan, sih…??" kata Toshiro dengan gugup. Mukanya yang memerah makin terlihat manis. "Aku kan bukan anak kecil,"
Ichigo tersenyum lebar," ya, kau memang bukan anak kecil. Tapi kamu putri kami. Putri cantik lugu yang harus di lindungi dari sentuhan tangan kotor sang penyihir jahat…,"
"Kurosaki~!!" Toshiro menonjok lengan Ichigo. Ichigo kembali tertawa.
"Hah! Kamu emang lucu, Toshiro!" kata Ichigo sambil mengacak-acak rambut Toshiro yang emang dari sononya udah acak-acakan. "Ya, sudah… Hati-hati pulangnya, ya, Putri! Nanti aku telepon! Dan jangan makan apel yang ditawarin orang asing berjubah hitam!"
"Kurosaki! Emangnya aku Snow White?!" protes Toshiro.
"Kind of…," Ichigo kembali mendapat tonjokan. Dia pun tertawa," iya, iya… Bercanda, kok! Sampai jumpa besok ya!" kata Ichigo yang lalu berlari menuju ke jalan raya untuk mencari angkutan umum.
Toshiro mengangguk. "Iya,"
Toshiro berjalan pelan di gang yang cukup gelap itu. Kini matahari telah benar-benar tenggelam. Seharusnya dia sudah sampai di rumah saat ini kalau tadi dia tidak kesulitan dalam membawa belanjaannya.
"Huuf… Beratnya…," Toshiro meletakkan belanjaannya sebentar untuk menyeka keringat. Hari itu belanjaannya lebih berat karena tadi dia beli sebuah semangka juga. Dia sedang kangen dengan buah kesukaannya itu. Dan kebetulan sekarang sedang musim panen semangka. Tentu dia tak mau melewatkan kesempatan itu.
Toshiro kembali melangkah. Tiba-tiba perasaannya tak enak. Dia melihat sekeliling. Tidak ada siapa-siapa… Dia semakin ketakutan saat mendengar lolongan anjing.
Mungkin lebih baik kalau aku segera pulang! Toshiro segera berlari menelusuri gang itu. Begitu dia menemui jalan raya kembali, dia bernafas lega sejenak. Setidaknya, kalau sudah berada dekat jalan raya, situasi pastinya lebih aman.
Dia kembali berjalan melewati toko-toko malam yang pada mau buka. Toshiro bersiul kecil dengan riang. Bulan tampak sedang berdiri gagah menggantikan matahari. Toshiro sangat menyukai bulan. Dia jadi ingin lebih cepat pulang, segera memasak dan memakan makan malam, lalu melihat bulan dari atap apartemennya.
Tapi langkahnya langsung terhenti saat ada seseorang menghadang jalannya.
Orang itu bertubuh lebih besar darinya dengan senyum menyeringai penuh nafsu.
"Hello, lama tidak jumpa… Toshiro-kun," sapanya.
Toshiro mendongak untuk melihat wajah orang itu. Dia langsung terkejut dan pelan-pelan mundur dengan muka penuh ketakutan juga kemarahan.
"K, kau…,"
= TO BE CONTINUE =
Ichigo + Kusaka + Byakuya + Renji:" HAH?!! MAU KAU APAKAN TOSHIRO?!!!"
4869fans-nikazemaru:" Sedikit untuk memanaskan suasana… Ohohohohoho… Ini pasti seru…!!"
Hi-chan:" Oh my, elo langsung ngeluarin si peran antagonis di chapter 2? Gila… Biasanya kan peran antagonis di keluarin di chapter 3 atau lebih ke atas lagi?"
4869fans-nikazemaru:" Soalnya, nanggung… Ni fanfic bisa panjang banget kalo si tokoh antagonis gue keluarin rada belakang… Wuah?!! Lagi-lagi gue bikin fanfic dengan chapter yang banyak!!! OH NO!!!" (semaput)
Hitsugaya: (menyiram 4869fans-nikazemaru dengan minyak tanah)
4869fans-nikazemaru: (langsung sadar) "KHEKHEKHEKHEKHEKHE!!! BWAHAHAHAHAHA!! Akhirnya terwujud juga keinginanku bikin fanfic genre romance dengan pairing favorit gue… HITSU = UKE!!!"
Hitsugaya:" Sialan elo!! Beraninya elo bikin gue kayak gitu! Jadi kayak anak cewek super lemah?!!"
4869fans-nikazemaru:" Ufufufufu… salah sendiri elo manis… Mari kita menjawab review seperti biasa!" (ngecek review-review) "Lho? Gue pikir nggak bakalan ada yang review karena pairing-nya yaoi… Thanks!! ARIGATO GOZAIMATSU, READERS!!! Thanks udah review!! Hiks…,"
Ichigo:" Mari kita tinggalkan author stress ini… First of all, pe-review paling pertama… himmecchama! I, IchiHitsu??" (blushing)
4869fans-nikazemaru:" Aha! Fanfic ini multi-pairing… Pairing-nya sumpah banyak banget sampe gue bingung sendiri! Yang jelas ada yaoi-nya and of course, ICHIHITSU salah satu unsur fanfic ini!!"
Hi-chan:" Hieeeeee~!! Byakuya is mine!!"
4869fans-nikazemaru:" Lha, trus Hichigo ma Gin mau elo apain?"
Hi-chan:" They all mine~!!!"
4869fans-nikazemaru:" Dasar rakus! Pilih salah satu kenapa?"
Hi-chan: (cemberut)
4869fans-nikazemaru:" Oke, dari Mizuhashi Azumi -Uchiha-! Female Hitsu? Hwaaa… Belum kepikiran! Tapi, menurut gue lebih cocok tetep begini… Lebih cute menurut gue… SHIRO-CHAN KAWAII~!!!"
Hitsugaya:" Terima kasih sudah mengasihaniku… Hiks, ilang, deh, image cool gue di fanfic ini…,"
Byakuya:" Dari kuro lunatic. Yah, terima kasih karena telah menerima tingkah para tokoh yang pada OOC ini… Pairing-nya emang banyak… Judul fanfic ini emang diambil dari 2 buah judul komik terbitan M&C yaitu 'My Sweet Kaichou' dan 'My Dear, Banchou!' trus digabung jadi 'My Dear Kaichou'!"
4869fans-nikazemaru:" Tapi, ceritanya jelas nggak nyontoh tu komik! Gue anti sama komik begituan!! Sumpaaaah~!! Gue tau judulnya, doank! Si Afif pas di persewaan sering lupa ma judul komik favoritnya. Jadi gue yang hafalin. Termasuk nomer anggota kami di persewaan… Judulnya bagus dan cocok buat fanfic ini! Ya gue pake, deh…,"
Renji:" Dari Aqua van wolf. Yah, author kan maniak humor… Maklumin aja… Lagian kalo romance terus bikin ngantuk!"
Hi-chan:" Yup, 'mas'ku ini pernah sampe ketiduran saat membaca sebuah fanfic juga komik ber-genre romance! SUMPAH!! INI BENERAN!!! Sampe-sampe GPRS HP dia biarin terus nyala dan begitu bangun tidur pulsanya dah amblas!"
4869fans-nikazemaru:" Hiks, nggak lagi, deh, baca romance yang nggak ada humornya… My pulsa… Yup, semua nama hewan gue ambil dari nama-nama di Bleach. Para kucing namanya kan Hyourinmaru, Dai, dan Ren! Itu diambil dari kalimat 'Daiguren Hyourinmaru'! Trus nama anjing juga… Benar, Koma diambil dari nama 'Komamura'! GYAHAHAHAHAHA!!!" (ditendang sama Sajin)
Kusaka:" Black-Cat-Yoruichi. Sialan! Elo kira gue jelangkung?!! Iya, juga… emang Renji keren?"
Renji:" HOWL, ZABIMARU!!!" (Kusaka di telen Zabimaru)
Hitsugaya:" Gue nggak imut! Iya, ya… Yoruichi juga bisa jadi kucing… Author sialan! Kenapa Hyourinmaru elo jadiin kucing?!!"
4869fans-nikazemaru:" Kan imut??" (pasang tampang innocent)
Hi-chan:" Trus DiLLa-SaGi! Gomennasai! Nggak ada lowongan OC di sini! Semua pemeran sudah terisi! Acara bales-bales review tentunya masih ada… Nih, buktinya,"
4869fans-nikazemaru:" KagetsukiGo! Yup, emang mirip Sena… Tapi dari sifatnya jelas nggak mirip… Btw, Eyeshield 21 edisi 24 udah terbit belum ya…??? Penasaran, nih! Kalo hanya baca yang versi English kurang puas rasanya… Yeeey!! Devil Bats menang pas VS Shinryuji Naga!!! Rasakan itu Abon!! Eh, AGON!!"
Hi-chan:" hany! Aneh? Ya, seluruh fanfic 'mas'ku emang aneh… harap maklum! Kalo mau tau dari mana dia dapat inspirasi… Dia selalu dapat inspirasi di kamar mandi dan WC…," (ditonjok 4869fans-nikazemaru)
4869fans-nikazemaru:" Inspirasi selalu datang begitu saja… Gue nggak tau juga… Biasanya langsung datang begitu gue melamun. Sama-sama, hany juga berusaha ya? Pasti bisa bikin yang lebih bagus! Makasih dah mau baca seluruh fanfic-ku!"
Ichigo:" Yuuzu-Chan… Ya nggak apa-apa… Hm? Hyourinmaru yang keras kepala begitu imut?" (di telen Hyourinmaru)
4869fans-nikazemaru:" acherrylime! Hueeee, kan bukan salah gue kalo semua pada ketularan virus IchiHitsu! HWOOOOOOOOOOAAA~!!! I LOVE ICHIHITSU SO MUCH!!! Romance-nya bagus? Beneran?? Makasih, tapi gue beneran nggak bisa, lho, bikin romance! Dulu selalu diejekin temen-temen! Sekarang mungkin udah mending. Sekali lagi, maaf, tidak ada lowongan OC… Hiks…,"
Byakuya:" Selanjutnya Yumemiru rei-,"
4869fans-nikazemaru: (memotong omongan Byakuya) "Yumemiru reirin?? Bukannya dia maniak IchiRuki?!!" (mbaca dengan teliti) "Oooh… gitu, toh… Makasih, semoga kalian suka dengan sajian romance di fanfic ini…,"
Renji:" Queen of the Seven Seas! Iya, ya… mungkin begitu. Ke-cool-an taichou ma Hitsugaya-taichou jelas saja di colong author sialan ini!!"
4869fans-nikazemaru:" Umm, yeah… Udah gue colong! OHOHOHOHO!!!"
Ichigo:" Orange Brush!! Yaah… Toshiro emang jadi terlalu 'sweet' di fanfic ini… Terima kasih, author senang kalau para readers juga senang,"
Kusaka:" Sekian dari kami…,"
4869fans-nikazemaru:" Seperti biasa…,"
All:" PLEASE REVIEW!!!"
