A/N: Uaah… update-nya lama ya? Gomenasai~!! Lagi sibuk! ^^ Bentar lagi kan ujian kenaikan kelas 9… Jadi maaf, kalo ntar update-nya lama lagi! Untuk informasi, gue ulangannya tanggal 8 Juni, jadi ya sorry kalo ntar semua fanfic-ku telat update semua… Ok, here your third chapter!
Warning: YAOI, shounen-ai… Shiro-chan jadi bi-shounen ma OOC di sini… Yeah, hidup Toshiro = uke!!! Pairing belum di tentukan!! Tapi, yang jelas very-multi pairings~!!
Chapter 3 :
I hate you!
"K, kau…," Toshiro terbelalak.
"Lama tak jumpa, Toshiro-kun… Kau sudah besar rupanya," laki-laki besar berambut cokelat itu tersenyum. "Ini sudah berapa tahun ya dari kasus pembobolan rekeningku?"
Toshiro ingat sekali siapa orang itu. Dia adalah bangsawan yang dulu pernah merawatnya dan hampir memperkosanya. (A/N : selamat kuro lunatic, tebakanmu benar!)
"Apa maumu, Aizen?!" gertak Toshiro pada bangsawan itu. Dia mencoba untuk tidak takut. Gue nggak boleh takut… Kalau gue takut, dia pasti akan semakin kurang ajar!
Aizen hanya tersenyum. "Wah, kemana perginya sopan santunmu, Toshiro-kun?"
"Jangan harap aku mau mengakuimu sebagai 'Aizen-sama' lagi!" kata Toshiro. "Sekarang pergi kau dari hadapanku!"
Aizen tertawa. Dia maju ke depan lalu mengangkat dagu Toshiro. Toshiro ingin segera lari. Tapi entah mengapa rasanya kakinya tak mau menurut. Dia ketakutan. Kakinya mulai gemetaran.
"Hmm, tak kusangka kau sudah tumbuh sampai semanis ini, Toshiro-kun…," Aizen mengelus pipi Toshiro. "Kulitmu tetap mulus seperti dulu…,"
PLAAAAAAAAK~!!!
Toshiro segera menampar Aizen yang akan mendaratkan bibir nistanya ke miliknya. Begitu Aizen mengerang kesakitan, Toshiro dengan segenap jiwa raga berlari kabur sambil memegangi belanjaannya.
Tapi, tiba-tiba sebuah mobil limousine memotong jalannya untuk lari. Seseorang berambut hijau dan bermata biru yang belakangan diketahui bernama Grimmjaw, menyeretnya masuk. Aizen tampak tersenyum di belakangnya.
"Kau pikir kau bisa kabur, Toshiro-kun?" katanya.
Toshiro meronta-ronta dari cengkraman Aizen dan Grimmjaw. Dia ingin berteriak sekeras-keras (dan kalau bisa) sampai kedengeran ke rumah Ichigo, Kusaka, Byakuya, dan Renji. Tapi, Aizen sudah membekap mulutnya.
Dia menunggu sampai Toshiro tidak kuat melawan lagi…
SOMEONE, PLEASE HELP ME!!!
"Tralalala…," Renji dengan riang gembira berjalan menelusuri trotoar dekat pertokoan. Apartemen Renji memang yang paling dekat dari pusat kota. Malam itu, dia berniat untuk cari angin sedikit sekalian cuci mata.
Dia berhenti di depan mesin penjual minuman otomatis. Di masukkan sekeping koin demi sekaleng kopi. Begitu sekaleng kopi keluar, dia segera membuka dan meminumnya sambil bersandar di dekat mesin itu.
"Hhh… Malam ini lumayan juga…… Ng?" Renji menangkap sesosok orang yang sangat dia kenal. Ya, sesosok orang yang baru saja dia kenal di SMU Karakura pada jam istirahat… "TOSHIRO!!"
Renji kaget melihat kawan kecilnya itu sedang dipaksa masuk ke sebuah limousine oleh 2 orang berwajah kriminal. 1 kata melintas di otaknya yang ber-IQ di bawah rata-rata itu… (-author segera menghindari serangan Zabimaru)
PENCULIKAN!!!
"Saatnya berubah jadi pahlawan!" kata Renji.
Dia langsung masuk ke sebuah tempat bernama toko baju. Tak berapa lama dia langsung berdiri gagah di hadapan Toshiro dan 2 orang kriminal itu. Dagu terangkat ke atas, tangan berkacak pinggang, dan kaki pasang kuda-kuda.
"Tenang, tuan putri! Aku, si macho Abarai Renji, akan menyelamatkanmu dari 2 cengunguk ini!" kata Renji lantang dengan angkuhnya.
Toshiro mangap ngelihat tingkah teman sekelasnya yang baru itu. Aizen dan Grimmjaw kini tampak lagi masang tampang 'WTF?'.
Ya gimana nggak mangap? Orang Renji kini berdiri dihadapan mereka dengan menggunakan kostum Superman!!
Toshiro yang semulanya ketakutan setengah mati, kini malah jadi berhasrat untuk merekam tingkah narsis Renji buat dikirim ke www(dot)narsis(dot)com. Aizen jadi eneg ngelihat tokoh kartun favoritnya sekarang lagi di cosplayin Renji secara nggak beradab. Grimmjaw langsung berinisiatif untuk segera kabur dengan limousine.
TUK, TUK, TUK!!
Seseorang mengetuk bahu Renji. Renji menoleh dan mendapati sesosok SPG ada di dekatnya. Dia bawa sebuah buku.
"Oh, mau minta tanda tangan?" tanya Renji GR setengah mampus.
"Anu, mas… Bajunya belum dibayar…," kata SPG itu.
GEDUBRAAAAAAAAAAK~!!!
Toshiro rasanya pengen segera ngelemparin semangka ke kepala Renji tapi nggak jadi karena sayang semangkanya. Aizen dan Grimmjaw langsung ngakak. Melihat kesempatannya, Toshiro segera menendang 'itu' Aizen dan Grimmjaw lalu berlindung di balik Renji yang tampak udah beres ngebayar kostumnya ke SPG tersebut.
"Tuan putri, nggak apa-apa?" tanya Renji.
"HEH! Panggil gue itu lagi, gue tendang juga 'itu' elo sampe putus!" kata Toshiro. Please, deeeeeeeeh!! Semanis apapun gue, gue kan tetep cowok!!!
"Nggak, deh, makasih… Gue masih pengen punya anak!" Renji kini menatap tajam ke 2 kriminal yang ada dihadapannya. "Lalu, siapa kalian?"
"Bukan urusanmu, monyet berkepala nanas!" kata Grimmjaw.
"APAAAAAAAAAAA?!!!" kepala Renji meletus saking keselnya.
"Te, tenang, Abarai-san," kata Toshiro.
"Huh, kali ini kau bisa bebas, Toshiro-kun…," kata Aizen sambil menunjuk Toshiro. "Kelihatannya, sekarang kau punya teman ya?"
Toshiro mengirim death glare ke Aizen. Genggamannya ke jubah Renji makin erat. Renji ikutan ngasih death glare.
"Iya! Jangan harap kau bisa menyentuh tuan putri kami lagi, brengsek!" geram Renji. Aizen menyeringai.
"Ooh… benarkah?" kata Aizen sinis. "Mari kita bertaruh, Toshiro-kun!"
"Bertaruh?" Renji dan Toshiro mengangkat alis bersamaan.
Aizen membuka pintu limousine-nya. "Yang jelas, akan ku pastikan kau jadi milikku begitu kau sendirian kembali…," dia melirik ke Toshiro. "Aku tahu apa kelemahan terbesarmu… sayang…,"
Limousine itu pun pergi.
"Toshiro, siapa dia?" tanya Renji pada Toshiro.
"Dia dulu… orangtua angkatku…," jawab Toshiro. "Seorang bangsawan yang sangat jahat…… egois… Namanya Aizen Sousuke,"
"Eh? Orang tua angkatmu? Tapi, kenapa dia… mengincarmu begitu?"
"Entahlah… terakhir ku ingat sebelum kabur dari rumahnya adalah dia hampir memperkosaku…," terang Toshiro dengan muka semu merah.
"APAAAAAAAAAAAAAAAA?!!!" Renji langsung teriak karena kaget. "Tenang, tuan putri! Kami pasti akan melindungimu dari paman mesum itu!!"
"Ta, tapi, Abarai-san… Dia adalah pemimpin dari seluruh geng mafia dan preman handal juga pembunuh bayaran. Dia pun punya gudang senjata…," terang Toshiro gemetaran. "Nanti kalian bisa terbunuh…,"
"Hei, tenanglah! Yang penting, sekarang… Ayo, ku antar pulang!" kata Renji. Toshiro mengangguk dan segera memunguti belanjaannya.
"Kau mau masak apa?" tanya Renji saat melirik isi tas belanjaan Toshiro. "Banyak sekali…,"
"Eh, maunya, sih, bikin kare…," jawab Toshiro.
"Kare, kan, lama bikinnya. Yuk, kita makan malam ke rumah Ichigo! Kebetulan aku mau makan malam disana!" kata Renji sambil nyengir. "Yuzu pinter masak, lho!"
"Hah? Nggak apa-apa, nih?" tanya Toshiro. Dia nggak pernah main ke rumah teman malam-malam sebelumnya. "A, aku, kan… nggak bisa…,"
"Ayolah! Yuzu selalu masak masakannya berlebih, kok! Aku tiap hari numpang makan malam disana!" kata Renji jujur.
Toshiro sweatdrop. Ni anak…
TING! TONG!!
"Yo, Ichigo!!" Renji langsung membuka pintu rumah itu tanpa menunggu dibukakan dari dalam.
Isshin, ayah Ichigo, langsung menyambut.
"Hwoooo!! Hai, Renji-kuuuuuuun!!!" Isshin langsung menendang Renji. Dengan sigap Renji menghindar dan balik menendang. Toshiro sweatdrop. Ichigo langsung muncul dari sebuah ruangan.
"Oh, Renji, toh! Dan… WUAH!! TOSHIRO!!!" wajah Ichigo langsung cerah melihat kawan kecil yang baru dia kenal itu.
"Ah… selamat sore, Kurosaki-san… maaf, mengganggu…," Toshiro membungkuk dengan hormat dan sopan.
"Hei, nggak usah begitu, Toshiro!" celetuk Ichigo.
Isshin langsung bangkit. "HEYAA!!! Teman Ichigo yang lainnya!! Selamat dataaaaang!!!!" seru Isshin seraya melayangkan sebuah tendangan ke Toshiro.
"Aaaaa~!!!" Toshiro berusaha melindungi diri karena dia nggak bisa karate. Maka dengan segera Ichigo dan Renji menonjok wajah Isshin bersamaan untuk menjauhkannya dari Toshiro.
"Hei, ayah! Menjauh dari Toshiro!!" kata Ichigo.
"Kenapa? Anak cowok harusnya bisa bela diri, kan?! HAHAHAHAHA!!!" celetuk Isshin. Ichigo menjitaknya.
Toshiro maju ke Isshin dengan malu. "M, maaf, saya tidak bisa karate, Tuan Kurosaki…," katanya sambil membungkuk hormat. "Perkenalkan… Nama saya Hitsugaya Toshiro… Maaf, sudah mengganggu malam-malam begini…,"
Isshin mengamati Toshiro dari bawah ke atas. Toshiro jadi salah tingkah, mukanya memerah.
"Hmm, Hitsugaya Toshiro, ya?" gumam Isshin.
"Eh, i, iya…," jawab Toshiro.
Tak ada dalam hitungan detik, Isshin melayang ke arah Toshiro sambil merentangkan tangannya. "OOOOOOOOOOOOOH~!!!! TAK KUSANGKA ADA ANAK COWOK SEMANIS INIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII~!!!!"
Isshin pun memeluk Toshiro.
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~!!!!" dengan segenap refleknya, Toshiro meninju Isshin.
Yuzu dan Karin, adik Ichigo, langsung keluar dari dapur.
"Ah, ayah!!" Yuzu segera membantu ayahnya berdiri.
"Hei, Yuzu, nggak usah di tolong! Toh, itu kesalahannya sendiri," kata Ichigo cool.
"Eh, yang salah aku, kok…," bantah Toshiro dengan muka merah. "Aku nggak sengaja memukul beliau… Maaf,"
"Oh, teman Ichi-nii ya?" tanya Karin. Toshiro mengangguk.
"Iya, tapi baru kenal tadi pas di sekolah…," jawab Toshiro.
"Wah, perkenalkan!! Namaku Yuzu!" kata Yuzu sambil menjabat tangan Toshiro.
"Dan aku Karin," kata Karin dengan cool.
"Ehm, aku Hitsugaya Toshiro…,"
"Mau dipanggil Hitsugaya-san apa Toshiro-kun?" tanya Yuzu.
"T, terserah, Yuzu saja…," kata Toshiro gugup.
"Oke, aku panggil Toshiro-kun ya!" celetuk Yuzu ceria.
"Oi, Yuzu! Kecil-kecil begitu, dia kan lebih tua darimu! Panggil yang sopan, donk!" Ichigo memperingatkan adiknya.
Toshiro menggeleng," nggak apa-apa, kok,"
"Yakin?" tanya Renji.
"Toh, lebih bagus dari sebutan 'putri'," sindir Toshiro pada Ichigo dan Renji. 2 cowok tersebut langsung melotot.
"Bukan salah kami, kan, kalo elo manis……… putri?" Ichigo balas nyindir.
Toshiro cemberut.
"Eh? Jadi Toshiro-kun di panggil 'putri'?!! Hwaaaaaaaaaah!!! Kawaii~!!!" komen Yuzu dengan riang gembira sambil loncat-loncat. "Boleh, aku manggil Toshiro-kun dengan sebutan 'putri' juga?"
"Nggak, nggak boleh… Aku kan cowok," larang Toshiro. "Harusnya 'pangeran', kan?"
"Toshiro, elo terlalu pendek buat seorang pangeran, tau!" kata Renji.
Toshiro's death glares. Renji langsung mohon ampun. "Ampun! Bercanda, Tuan Putri!!"
"Toshiro-kun sudah makan, belum? Aku masak spaghetti, lho!! Makan malam bareng, yuk~!!" ajak Yuzu. Sebelum sempat menjawab, Toshiro udah di seret Yuzu ke ruang makan. Renji, Ichigo, dan Karin berjalan di belakang mereka. Sedang Isshin tetap terdampar di depan tangga akibat pukulan Toshiro…
Isshin tiba-tiba bangkit sambil melompat gembira.
"YEAH, SEKARANG SAATNYA!!!" dia langsung masuk ke sebuah kamar dengan jas putihnya.
Toshiro memandangnya dari ruang makan dengan heran.
"Mmm, pekerjaan ayah Kurosaki-san apa?" tanya Toshiro. "Kok, pakai jas putih? Dokter ya?"
"Emm, iya… Dia dokter umum di rumah sakit dekat sini," jawab Ichigo. Renji tampak sudah menghabiskan sepiring spaghetti lalu nambah.
"Nyam, nyam, nyam… Emang pasiennya nggak apa-apa, tuh, dirawat ayahmu? Nyam, nyam, nyam, ntuh pasien jadi nambah, donk, beban mentalnya gara-gara… nyam, nyam, dokternya gila gitu…," kata Renji sambil terus mengunyah.
"Abarai-san, lebih baik ditelan dulu baru bicara…," kata Toshiro.
"Ku harap, sih, nggak…," terang Ichigo. "Ngomong-ngomong, kenapa elo ke sini, Toshiro?"
Toshiro menunduk. "Mmm, anu… aku di ajak Abarai-san kesini…,"
"Eh? Emang elo tadi ke rumah Toshiro?" tanya Ichigo ke Renji.
Renji menggeleng. "Nggak, kok… Tadi kebetulan ketemu… terus…,"
Renji pun menceritakan kejadian tentang Aizen dan Grimmjaw tadi.
"EEEEEEEEEH?!!!! KOK, BISA?!!!" jerit Ichigo kaget.
"Itulah masalahnya… Padahal aku sudah berusaha untuk tidak meninggalkan jejak… Tapi, ternyata dia masih bisa menemukanku…," ujar Toshiro pelan. "Kalau begini terus… cepat atau lambat… aku harus segera kabur ke kota lain…,"
"APA?!! Jangan!! Jangan pindah, Toshiro!!" kata Renji. "Kita bakal ngelindungimu, kok!!"
"Tapi…," Toshiro muram.
"Nggak ada tapi-tapian!! Begini-begini, kami semua jago bela diri! Byakuya punya pengawal polisi, Soujiro sangat pintar menyusun strategi, Renji bisa segala macam bela diri, dan gue juga lumayan… Pasti bisa! Yakin, deh!" kata Ichigo.
"Eh, mmm… terima kasih…," jawab Toshiro.
"Tapi, langsung pergilah dari sini kalau kami mulai…," Ichigo menggaruk kepalanya. "Mengkhianati atau meninggalkanmu… Tapi, ku harap… kami bisa terus menemanimu juga menjagamu…,"
"Iya…," jawab Toshiro sambil tersenyum. "Terima kasih…,"
Keesokan harinya, Toshiro sudah bangun dari pagi dan membuat sarapan di kamar apartemennya. Jam menunjukkan pukul 6 pagi dan sekolah akan dimulai jam 7. Terdengar suara ketukan pintu.
TOK! TOK!! TOK!!!
"Eh, iya…," Toshiro segera membukakan pintu. "Ah, selamat pagi, Abarai-san, Kusaka-san, Kuchiki-san, dan Kurosaki-san…,"
"Yoo!! Toshiro!!" sapa Ichigo.
"Pagi, Putri," kata Renji, Kusaka, dan Byakuya.
"Kalian datang pagi sekali… Ayo, masuk," Toshiro mempersilakan 4 tamunya masuk. "Maaf, ya, apartemennya sempit…,"
"Nggak, kok…," kata Kusaka.
"Wuaah… apartemenmu rapi sekali, Toshiro!" puji Ichigo.
"Terima kasih," jawab Toshiro.
"Uwaaa, nyaman banget!" Renji tampak merebahkan diri di lantai. "Hmmm, wangi~!!"
"Iya, nggak kayak apartemenmu yang ancur-ancuran kan, Renji?" sindir Kusaka.
"Nggak! Apartemenku nggak ancur-ancuran!! Cuman berantakan dikit, kok!" protes Renji.
"Kita aja sampe kesulitan buat masuk kamar… Harus nyingkirin kardus-kardus dan barang-barang lainnya yang menghalangi jalan… Trus itu masih kamu bilang 'sedikit berantakan'?!" terang Byakuya. Dia ingat saat dulu mereka ber-3 ke tempat Renji. Woaaah… Begitu masuk, gunungan barang berserakan nggak karuan dimana-mana! Ajib gileeee… Mereka berasa lagi berenang di lautan sampah! (A/N : kalo kalian mau tahu, kamar Renji sama berantakannya dengan kamar Nodame di komik Nodame Cantabile)
"Ehehehehehe…," Renji nyengir ayam.
"Udah, udah… ayo, berangkat," kata Toshiro melerai. Mereka ber-5 pun keluar apartemen dan berjalan menuju sekolah.
"Oya, Toshiro! Elo tau nggak gimana reaksi Kusaka pas kita kasih tau kalo elo kemarin mau di 'gitu'in?" tanya Renji.
"Eh? Emang kayak gimana reaksinya Kusaka-san?" Toshiro jadi penasaran.
"RENJI! Awas elo berani bilang-bilang! Gue sunat lagi elo!" ancam Kusaka dengan muka merah.
Renji terkekeh kayak kakek-kakek. Ichigo ngakak. Byakuya hanya tersenyum simpul untuk menahan tawanya yang mau meledak. Jaga image geto looh…
"Kurosaki-san kan nggak di ancam, ceritain, donk!" pinta Toshiro pada Ichigo.
Kusaka mengirim death glare ke strawberry berjalan itu. Ichigo hanya nyengir.
"Ehehehe… Gini, pas kita tadi ke rumah dia, dia kan lagi sarapan… Nah, trus dia…," Ichigo langsung di banting Kusaka ke bak sampah sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya.
"Uwah! Kurosaki-san!!" Toshiro mendelik lalu tertawa ngelihat Ichigo keluar dari bak sampah dengan ember menutupi kepalanya dan di atasnya ada sarang burung plus burungnya. "Ehehehehehe… Kurosaki-san… ehehehe… k, kepalamu…," Toshiro pun ngakak bareng anggota F4 lainnya.
Ichigo melepas ember yang ada di kepalanya. "Huaah!! Sialan kalian! Yaiks, gue jadi bau lagi~!!! Oh no!!"
"Ah, maaf, Kurosaki-san… Mau aku pinjami handuk dan parfumku? Eh, ada yang berdarah, tuh, di pipimu," Toshiro membedah tasnya. "Sebentar aku obati… Kalo nggak salah, gue tiap hari bawa kotak P3K yang kecil…,"
Selagi Kusaka dan Renji ngakak guling-guling lalu Toshiro mengobati luka Ichigo. Byakuya melanjutkan kalimat Ichigo yang keputus tadi.
"Kusaka langsung syok pas ngedengernya. Dia langsung jerit-jerit kayak orang gila sambil lari-lari mengelilingi meja makan! Begitu selesai lari 10 putaran, dia masuk ke dapur lalu keluar dengan kepala memakai panci, wajan di dada sebagai pelindung, tangan kanan bawa pisau dapur, dan tangan kiri bawa telenan! Dia pake kostum itu sambil teriak 'SIAP PERANG MELINDUNGI PUTRI'!" terang Byakuya sambil menahan tawanya yang udah ngepol. Huaaaaaah!! Jaga image elo, Byakuya!! kata Byakuya pada dirinya sendiri.
Toshiro pun ketawa ngebayanginnya. Kegiatannya dalam ngobatin Ichigo jadi keganggu banget. Betadine yang harusnya netes di luka malah jadi netes ke mata Ichigo.
"HUWAAAAAAAAAAAAA!!!! TOSHIRO!!!! HUWAAAAAAAAA!!!!!" Ichigo menjerit-jerit kesakitan. Toshiro langsung mengambil air untuk membersihkan betadine yang masuk ke mata Ichigo.
"GYAHAHAHAHAHAHA!!!! BARU TAHU GUE KALO BETADINE BISA BERGUNA BUAT OBAT MATA JUGA! UAHAHAHAHAHA!!!!" Kusaka ngakak sambil megang perutnya. "Adoooh~!! Gue mules, neh!! HUWAHAHAHAHA!!!!"
"Summimasen! Summimasen~!!!" kata Toshiro sambil terus membungkuk minta maaf.
"Ng, nggak apa-apa, kok…," ucap Ichigo.
"Eh, kita harus cepetan, nih! Udah jam setengah tujuh!! Pelajaran pertama nanti IPA, kan? Kurotsuchi-sensei galak, lho!" kata Toshiro.
"WHAT?! Ayo, kita lari! Kita harus bisa ngejar bus ntuh!!" komando Renji sambil nunjuk bus yang mau jalan tersebut.
"WAAAH!!! TUNGGU, PAK KONDEKTUR~!!!"
"Gilaaa~!! Tadi IPA-nya nyeremin banget!" keluh Kusaka. "Ngebedah katak! Yaiks, gue nggak tega!"
"Mana tadi juga di suruh ngeluarin seluruh organnya…," imbuh Byakuya.
"Kurotsuchi-sensei emang suka ngadain pratikum," jelas Toshiro pada F4 itu. Saat itu mereka sedang berjalan beriringan untuk pulang.
"Gue, sih, lebih ngeri lagi sama si guru olah raga! Siapa tadi namanya…??" Ichigo berpikir keras. "Oh ya, Zaraki-sensei!"
Renji langsung protes," Ngeri gimana?! Asyik, kok!" cetusnya.
"Asyik, mbah-mu?! Gue dari tadi di suruh maju duluan tahu!" balas Ichigo.
"Toshiro, tak kusangka kau pandai sepak bola!" kata Byakuya. "Tadi itu gesit sekali!"
"Terima kasih, tapi karena aku pendek… Jadinya rada susah mau ngerebut operan bola tinggi. Pemain lain juga nggak ada yang mau ngoper, jadi aku harus bisa merebut bola sendiri…," terang Toshiro.
"Sebaliknya tadi… Soujiro malah kena bola terus… HUAHAHAHAHAHA!!!" Renji ngakak. Kusaka langsung ngelempar tempat sampah terdekat ke arah Renji.
"Heh, Soujiro! Otak jenius elo nggak kenapa-napa, kan?" sindir Ichigo.
"Heh, strawberry! Jangan harap elo bisa menang dalam pertandingan kendo ngelawan gue!" kata Kusaka. Yaah, dia kan jago kendo dan seorang pesulap. "Juga tentang sulap! Siapa, seeh, yang bisa nandingin gue?"
"Ah, jangan sombong elo…," ujar Byakuya.
"Nggak percaya lagi! Emang elo bisa begini?" Kusaka ngambil kain putih besar lalu menyambarkannya ke Toshiro. "Taraaaaaaa~!!!"
Toshiro kaget ngelihat seragam sekolahnya sekarang berubah jadi kostum maid. "Kusaka-san!! Balikin~!!!" Kenapa selalu gue yang jadi korban sulap?!! NGGAK ADIL~!!!
"Dan lebih bagus kalo gini…," Kusaka dengan senyum menyeringai bersiap menjentikkan jari sambil terus melototi rok Toshiro.
"EEEH?!!! KUSAKA-SAN~!!!! JANGAN, DONK!!!" Toshiro langsung memegangi roknya. "Kan malu!!"
CTAK~!!
Kusaka menjentikkan jarinya. Toshiro dengan muka merona merah memejamkan matanya sambil memegangi roknya. Renji udah ngiler duluan. Byakuya bersikap cool. Padahal, dibalik punggungnya, dia megang kamera. Ichigo udah blush plus ngiler juga.
Tapi…
"Meoong~!!"
Seekor kucing keluar dari bagian dalam baju maid tersebut. Makhluk kecil lucu berbulu itu merangkak-rangkak keluar dari lubang untuk kepala.
"Meooong~!!" kucing itu mengendusi leher Toshiro.
Toshiro, si pecinta hewan, tentu saja langsung bereaksi…
"HUAAAAAAAAAAH~!!! LUCUUUUUUUUUUUUUUUUU~!!!!" Toshiro langsung mengeluarkan kucing yang lagi duduk di dadanya itu. Di peluknya erat-erat. "Iiih~!! Kamu lucu sekali~!!"
"Hiks, jadi ngiri sama kucing…," keluh Renji. "Enak ya, bisa nyusup-nyusup ke dalam baju begitu…,"
"Oya, Toshiro!" Ichigo ingat sesuatu. "Setelah ini, kan, kita bakalan terus nganterin elo pulang-pergi… Jadi boleh, nggak, kita minta nomer HP-mu?"
"Eeeh… maaf, aku belum punya HP… Nggak begitu butuh, sih…," kata Toshiro sambil terus mengelus bulu-bulu lembut kucing tersebut bareng Kusaka.
"EH?!! NGGAK PUNYA?!! Kita kalo mau mastiin keadaan elo gimana, donk?" tanya Renji. Muka syok setengah mampus.
Toshiro gelagapan. "Mmm, anu… akhir-akhir ini biaya hidup kan lagi mahal… J, jadi aku harus hemat…,"
"Kita paham, kok!" kata Byakuya. "Elo, kan, emang hidup sendiri… Kalau gitu, ayo kita ke mal buat ngebeliin elo sebuah HP plus kartu perdananya!"
"Wah, iya! Ayo!!" Kusaka menyeret tangan Toshiro.
"E, eeh… bajuku kembaliin dulu…,"
Setelah mengembalikan baju Toshiro dan memulangkan kucing itu, mereka ber-5 menuju ke sebuah pusat perbelanjaan. Mereka segera masuk ke bagian penjualan HP beserta aksesorisnya.
"Oke, elo mau HP yang gimana, Toshiro?" tanya Ichigo pada Toshiro.
Toshiro berpikir sebentar. "Eh, mm… nggak usah yang bagus-bagus, deh… yang second aja…,"
"Nggak bisa! Kita nggak bisa beliin elo HP kayak begitu, Putri!" kata Kusaka.
"Eeeeeh… tapi…," Toshiro bingung. "Aku nggak ingin ngerepotin kalian…,"
"Sudahlah, uang, sih, tak masalah bagiku… yang penting kamu senang," terang Byakuya.
Renji berdehem. Ehem, ehem… Inilah enaknya orang kaya… Ngiri ya, Mas Renji?
"Aah… mau beli HP yang seperti apa?" tanya sang penjaga counter dengan muka merah. Dia nggak nyangka bisa ketemu F4 di counter-nya. Dia tampak lagi senyum-senyum sambil nyuruh temen-temennya buat ngambil foto diam-diam juga kertas dan pulpen buat minta tanda tangan…
"Ayo, Toshiro! Mau yang apa?" Ichigo menanyai Toshiro lagi. "Mau yang ada 3G-nya atau sekalian aja yang blackberry?"
Toshiro merona merah. "Mmm, terserah HP yang apa… Asal HP-nya GSM dan bermodel lipat… Mmm, fiturnya apa ya…?? GPRS rasanya udah cukup, deh…,"
"Hmm, HP yang begitu, sih, lumayan banyak… Elo mau fitur apa lagi?" tanya Byakuya.
"Bo, boleh minta yang akses GPRS-nya paling cepat? A, aku suka main internet soalnya…," pinta Toshiro. Byakuya mengangguk.
"Oke, trus… elo suka musik, nggak?" tanya Byakuya.
Toshiro mengangguk. "Iya, agak suka…,"
"Suka ngedengernya pakai headset apa langsung dari speaker?"
"Mmm, headset…,"
Byakuya langsung menoleh ke penjaga counter yang udah terpana itu. "Baiklah, saya minta HP yang bermodel lipat, GSM, GPRS-nya paling cepat, lalu music edition dengan kualitas musik terbaik disertai earphone-nya! Kapasitas memory lebih dari 1 GB! Kalau nggak ada, saya sekalian aja pesan yang blackberry!"
Sang penjaga langsung mengangguk dan mencari HP yang termasuk dalam pesanan Byakuya. "Mmm, adanya merek ini…," dia memberikan beberapa HP model. "Trus, kalo yang blackberry begini…,"
Renji mangap liat tu HP. "Byakuya, gue beliin sekalian ya!"
"Ogah, elo kan bisa beli HP sendiri!" kata Byakuya.
Kusaka memandangi HP tersebut. "Bagus juga, elo mau yang mana, Toshiro?"
"Mmm, terserah Kuchiki-san saja, deh… Asal warnanya hitam…," pinta Toshiro lagi.
"OKE! Gue beliin yang blackberry!" seru Byakuya sambil nunjuk HP blackberry itu.
"Eh!! Blackberry kan mahal, Kuchiki-san!!" protes Toshiro. "Yang biasa aja!"
"Ehehehehehe… Tenang, nggak apa-apa, kok! Ini kan tanda kalo kita sayang kamu!" terang Byakuya sambil mengeluarkan kartu kreditnya. "Oya, Renji ma Soujiro, tolong cari gantungan HP yang cocok sama ni HP… Trus Ichigo, elo anter putri buat beli kartu perdana! Biar gue yang urus ini!"
"Siaaaaap~!!!" jawab Ichigo, Renji, dan Kusaka. Toshiro yang ingin protes segera di seret Ichigo.
"Hei, liat, nih!" Renji mendekati Toshiro dan Ichigo dengan senyum. Tangannya memegang sesuatu. "Taraaaaaaaaaaa~!!"
Toshiro langsung seneng ngelihat model gantungan HP itu. "Wah, kucing! Ada butiran saljunya lagi!"
"Soujiro, lho, yang milih!" kata Renji.
"Terima kasih, Kusaka-san!" Toshiro menerima gantungan HP itu dengan senyum termanisnya. Kusaka langsung merasakan kalau dirinya mau pingsan ditempat.
"Aku dan Toshiro juga udah dapet kartunya! Kita samperin Byakuya, yuk!" ajak Ichigo.
Tiba-tiba sesosok perempuan berambut hitam melompat memeluk Ichigo. "Ichigo!!"
"Eh?! Rukia! Kenapa kamu disini?!" tanya Ichigo pada cewek yang tingginya hanya berjarak beberapa cm dari Toshiro itu. Cewek itu tersenyum.
"Uuh, halo, Kusaka-kun… Kurosaki-kun…," sapa sesosok cewek berambut orange panjang dengan 'itu' yang cukup besar. Toshiro jadi inget Matsumoto.
"Oh, hai, Orihime," balas Kusaka sambil tersenyum ramah.
Melihat seragam 2 cewek itu sama, Toshiro memutuskan 2 cewek itu berasal dari sekolah yang sama. Tapi, Toshiro langsung kaget melihat seragam itu.
Itu seragam SMU Seireitei!!
SMU yang penghuninya adalah anak-anak bangsawan. Sebuah sekolah yang sangat elite! Toshiro terbelalak. Jadi, mereka ini anak bangsawan ya…??
Byakuya muncul di belakang mereka dengan menenteng sebuah tas. "Toshiro, ini HP-nya,"
"Ah, terimakasih…," Toshiro menerima tas HP itu sekalian memasukkan kartu perdana dan gantungannya ke tas. "M, maaf, merepotkan…,"
"Huh? Ichigo, ini temanmu?" tanya Rukia yang masih memeluk lengan Ichigo itu.
"Uuuh… iya… Toshiro, kenalin ini Rukia!" kata Ichigo.
"Hai, perkenalkan! Namaku Kuchiki Rukia! Putri dari bangsawan Kuchiki sekaligus adiknya Kuchiki Byakuya dari F4~!!!" kata Rukia. Dia kembali memeluk Ichigo. Tapi, kali ini lebih erat. "Sekaligus pacarnya Ichigo~!!!"
"P, pa, pacar?" Toshiro kaget. Rukia mengangguk tegas.
"Iya! Siapa namamu?"
Toshiro tetap menunduk. Dia syok. J, jadi, Kurosaki-san udah punya pacar… Berarti setelah ini… aku… harus…
"A, aku… namaku… Hitsugaya Toshiro…," kata Toshiro pelan. "Salam kenal… Uuuh…," Toshiro bingung mau manggil gimana.
"Panggil aja Rukia!" kata Rukia.
"I, iya… Rukia-san…," jawab Toshiro sambil membungkuk.
"Hei, nggak usah membungkuk begitu!" protes Rukia.
"Lalu ini Inoue Orihime…," Kusaka memperkenalkan Orihime. "Orihime, ini Toshiro…,"
"Hai, Toshiro-kun…," sapa Orihime. "Salam kenal!"
"Uuuh, hai, Inoue-san…," Toshiro kembali membungkuk hormat.
"Eh, Ichigo! Kita ke situ, yuk!! Makanannya enak-enak, lho!!" ajak Rukia sambil menunjuk sebuah restoran mewah. "Ayo, Ichigo~!!!"
Renji tersenyum," kebetulan sekali gue juga laper…,"
"Alaaah~!! Dasar!" celetuk Rukia sambil mencubit pipi Renji. Renji mengaduh. Tapi, dalem ati dia seneng bisa di cubitin Rukia, cewek yang lagi dia taksir.
"Baiklah, ayo kesana!" kata Byakuya.
Rukia berjalan sambil memeluk lengan Ichigo dan bercanda tawa dengannya. Orihime pun dengan malu-malu bergandengan tangan dengan Kusaka. Toshiro merasa agak kesepian.
Masa, sih, ini yang namanya cemburu…?? pikir Toshiro. Hahahaha… yang benar saja…?? Memangnya aku ini siapanya Kurosaki dan Kusaka? Baru kenal kemaren juga… Abarai dan Kuchiki juga begitu…Tapi, nggak tau kenapa… Aku…… rasanya ingin nangis…
"Hei, Toshiro! Ayo!" Ichigo membuyarkan lamunan Toshiro.
"M, maaf… aku harus pulang… aku masih harus kerja part time," kata Toshiro. "Sa, sampai jumpa besok…!!" Toshiro langsung berlari pergi.
"E, eeh… Toshiro!" Ichigo ingin mengejar tapi Toshiro udah jauh.
"Waduh! Gimana kalo ntar dia ketemu Aizen?!" kata Kusaka panik.
"Aku tadi sudah mencatat nomor HP-nya… Setidaknya nanti kita bisa nelpon dia trus menjemputnya dan mengantarkan pulang…," terang Ichigo.
Mereka pun masuk ke restoran itu. Ichigo merasakan hatinya sangat gelisah tak karuan…
Aku suka sekali pergi ke taman.
Bukan untuk bermain tentunya.
Memangnya siapa yang mau bermain denganku?
Di taman, aku hanya bisa duduk di bawah pohon yang rindang. Menatap segerombolan anak-anak seusiaku bermain dengan riang di tempat bermain… Melihatnya saja aku sudah senang…
Aku iri…
Aku juga ingin ikut…
Tapi, mereka selalu tidak mau menerimaku untuk ikut bermain bersama. Yang aku dapat paling hanya makian. Kadang pun, aku diusir dengan batu…
Jadi, setiap senggang, aku selalu duduk disana dengan buku-buku pelajaranku. Kalau sudah agak jenuh mempelajari buku itu, aku selalu mengalihkan perhatianku kepada anak-anak itu lagi.
Mereka tertawa dan berlarian dengan senang. Main petak umpet, ayunan, dan semuanya. Aku senang memperhatikan mereka. Yah, walau kadang mereka melempari batu ke arahku kalau ketahuan aku sedang menonton mereka…
Aku baru bisa bermain saat semua anak sudah pulang dan hari mulai gelap. Aku senang bermain di bak pasir juga bermain ayunan. Itupun tidak lama sampai kakak menjemputku dan menyuruhku pulang.
Hari-hariku makin sulit saat muncul sesosok anak berambut orange jabrik. Dia yang paling kuat di antara mereka. Dia yang paling sering mengejekku bersama yang lainnya. Dimanapun ada kesempatan, mereka selalu suka menjahiliku. Paling sering, mereka menjambak rambutku yang katanya mengerikan ini… Bahkan anak itu pernah sengaja menendangkan bola ke arah wajahku sampai hidungku berdarah.
Rasanya sakit sekali… Aku selalu sampai menangis… Untung ada kakak yang sering melindungiku. Tapi, itu pun hanya sampai kakak akhirnya dilarang keluar dari panti karena penyakitnya… Aku pun sendiri lagi dan seluruh siksaan semakin menjadi-jadi…
Musim yang paling aku sukai musim dingin. Dimana salju perlahan-lahan turun dan membuat seluruh tanah berwarna putih bersih.
Di musim itu, taman selalu kosong. Anak-anak tersebut tampaknya sangat tidak menyukai salju… Mereka selalu mengomel di sekolah. Bagaimana mereka harus memakai banyak pakaian tebal yang merepotkan… Juga bagaimana malasnya mereka untuk mandi atau bangun tidur. Padahal, rasanya enak sekali…
Jadi, jangan heran kalau kau selalu melihatku menyelinap kabur dari panti asuhanku tiap malam pada musim dingin lalu pergi ke taman untuk bermain seorang diri. Aku senang sekali membuat boneka salju atau kadang-kadang hanya merebahkan diri di hamparan karpet putih itu sambil menikmati turunnya butiran salju yang indah itu.
Saking asyiknya, aku sampai tak sadar ada seseorang mendekatiku.
"Hei, kenapa kau disini?!!" teriak orang itu marah.
Aku hanya bisa meringkuk ketakutan mengetahui siapa orang itu…
Dan di suatu tempat…
Seseorang tampak sedang menyeringai senang dengan sebuah jarum suntik yang ada di tangannya.
"Hehehehehe… Aku tak sabar untuk menunggu tanggal mainnya… Enaknya siapa dulu ya…??" dia menyuntikkan seluruh isi dari jarum suntik itu ke seekor kelinci. Kelinci itu langsung menggelepar. "Hmm, lihat saja… akan ku buat kalian menyesal karena sudah menganggap enteng diriku…,"
4869fans-nikazemaru:" Huaaaaaaaaaaa~!!! Bentar lagi ulangan!! NO~!!! Harus latihan lari!!"
Hi-chan:" Apa hubungannya lari sama ulangan?"
4869fans-nikazemaru:" Jelas ada, donk!! Masa' elo lupa, sih, sama kebiasaannya ortu kita?!!"
Hitsugaya:" Kebiasaan gimana?"
4869fans-nikazemaru:" Bapak gue tu mantan pemain sepak bola! Tiap nilai gue jelek, kaki yang melayang! Gue udah pernah jadi korban 5 kali! Makanya kudu latihan lari!"
Hi-chan:" Ibu kita juga sama aja… Yaah, tapi itu kan demi kita juga?"
4869fans-nikazemaru:" Iya, sih… Tapi, jangan samain gue dengan otak elo Hi-chan!!"
Rukia:" Yay, gue muncul juga akhirnya!!"
Orihime:" Aaah… a, aku dengan Kusaka-kun?"
Ichigo:" Yah, sudahlah! Ayo, cepat!"
4869fans-nikazemaru:" Mm, maaf, ya readers! Kali ini kami nggak sempet buat ngerespon review-review kalian!! MAAF!!! Lagi buru-buru! Jadi sorry, kalo chapter kali ini jelek!"
Byakuya:" Sekian dari kami…,"
All:" PLEASE REVIEW!!!"
