A/N: Hueh~!! Once again, gue telat update!! *nangis-nangis di pojok ruangan* Eh iya, gue ganti judul fanfic ini dari 'My Dear Kaichou' ke 'Animal or Human?'.
Warning (s): AU, shounen-ai, kalo nggak suka sama yang begituan mending nggak usah baca... Banyak tokoh yang OOC. Juga ada warning baru yang bakalan keluar lagi setelah chapter ini selesai!
Pairing (s): IchiHitsu, IchiRuki, KusaHitsu, RenRuki, dll, dsb. banyak banget pokoknya!
Animal or Human?
Chapter 5: The Explosion
Ichigo sedang asyik-asyik tidur sambil memeluk guling. Dia lagi mimpi indah bermesraan dengan Hanashiro sampai mengigau.
"U-uuuuh, Hanashiro…" gumam Ichigo dalam mimpinya. Dia makin memeluk gulingnya. "Aaah, rambutmu wangi sekali…"
Dia pun mulai memonyong-monyongkan bibirnya hingga…
BLAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAR~!!!!
Sebuah ledakan besar terjadi. Ichigo langsung bangun dan terlonjak kaget. "Astaga, lagi ngapain, sih, tu orang tua?!!" geramnya. "Hiks, padahal tinggal dikit lagi bisa mimpi nyium Hanashiro…."
Ada sebuah rahasia besar yang disembunyikan Ichigo. Ya, rahasia besar itu adalah tentang pekerjaan ayahnya. Ayah Ichigo memang seorang dokter, tapi dia juga seorang peneliti/ilmuwan. Ichigo sering di kenalkan dengan ilmuwan-ilmuwan yang merupakan teman-teman ayahnya. Mereka adalah sepasang kekasih bernama Urahara Kisuke dan Shihounin Yoruichi.
Menurut Ichigo, yang Urahara itu orangnya agak gila seperti ayahnya sedang yang Yoruichi… Hmm, lumayan waraslah kalo dibandingin sama Urahara dan Isshin. Rekan ayah yang paling dia benci adalah Kurotsuchi Mayuri. Tampangnya itu, lho! Hiih, tiap ketemu Ichigo rasanya pengen nonjok tu wajah.
Yaaah, walau asistennya yang bernama Kurotsuchi Nemu itu cantik… Tapi, nggak, deh. Walau cantik, dia kagak punya ekspresi! Ichigo mending sama Hanashiro daripada sama tu anak.
Back to present time, Ichigo berlari ke laboratorium rahasia milik ayahnya. Laboratorium ini rahasia banget. Yuzu dan Karin pun sampai nggak tahu kalau di rumah mereka ada laboratorium. Ngomong-ngomong 2 anak itu juga masih belum tahu soal ayah mereka yang ilmuwan itu. Mereka cuma tahu ayahnya itu seorang dokter, titik!
"Waduh!! Apaan, tuh, yang meledak!" teriak Ichigo saat melihat ruangan laboratorium milik ayahnya itu dipenuhi asap. "OI, ORANG TUA!! NGAPAIN LOE?!"
Isshin muncul di belakang Ichigo. "Itu tadi ada ledakan apa, Ichigo??"
"Lha, gimana, sih?? Kan elo yang punya lab ini! Masa malah nanya ke gue?!"
"Hmm, perasaan gue nggak lagi ngadain pratikum tentang bahan yang mudah meledak, deh…" gumam Isshin. "Suer! Gue nggak salah! Dari tadi ayah ada di kamar!"
"Trus, kok, bisa meledak?! Eh, ada orang!" kata Ichigo sambil menunjuk ke arah sekelebat bayangan. "Oi, sapa elo?!!"
Sosok itu menoleh. Asap di sekitar 3 orang itu mulai menghilang. Ichigo syok ngelihat orang yang berdiri di hadapannya itu.
"Astaganaga!! Sekarang rambut putih tu lagi nge-trend apa gimana?? Kok, gue sekarang jadi sering lihat orang berambut putih…???" gumam Ichigo syok ngelihat sosok yang ternyata berambut putih jabrik-jabrik itu.
"Eh, tunggu… Ichigo…" Isshin narik-narik baju anaknya.
"Apa?!"
"Kok, kayaknya wajah orang ini mirip elo?"
"HAH?!!" Ichigo syok. Dia kembali mengamati sosok di hadapannya. Kalo dilihat-lihat, emang bener kata Isshin. Sosok berkimono putih-hitam itu berambut dan berwajah mirip Ichigo. Tapi, warnanya semua putih sampai ke kulit-kulitnya. Putih kayak tembok! Matanya hitam dengan bola mata kuning. "SIAPA ELO?!!" gertak Ichigo.
Sosok itu menyeringai. "Aku Kurosaki Ichigo…."
"Enak aja!! Gue ini yang Ichigo!! Siapa elo?!!" bentak Ichigo lagi.
"Sudah ku bilang… Aku Kurosaki Ichigo…" jawab sosok itu lagi.
"… kau…!!!" Ichigo mencengkram kerah kimono orang itu. "JANGAN MAIN-MAIN!!!"
"Gue nggak main-main!" teriak orang itu. "Gue ini bagian darimu! Kita ini sama!! Kita tu partner!! Gue wujud lain darimu! Gue bayanganmu! Nama gue Shirosaki Hichigo!!"
"Wujud lain…?? Shirosaki Hichigo…??" Ichigo bingung. "Apa maksudnya ini?!!"
Isshin mengamari sosok yang mengaku bernama Hichigo itu. "Hmm, Hichigo ya… Jangan-jangan kau efek dari ledakan itu… Sialan!"
"Eh? Efek dari ledakan??" Ichigo cengo. "Maksudnya kita lagi berhalusinasi gitu?"
"Nggak, ini nyata… Sebentar…" Isshin mengecek lemari sumber ledakan itu. "Sudah ku duga… Ada yang meledakkan 'itu'!"
"Apa maksudmu dengan 'itu'?" tanya Ichigo.
Isshin membuka laci dokumennya. "Dulu aku, Urahara, Yoruichi, dan Mayuri melakukan percobaan bernama percobaan nomor 4869… Percobaan tentang menyatukan gen hewan dengan manusia…"
"Hewan dengan manusia…??"
"Ya… kami mengambil gen dari banyak hewan dan menelitinya agar gen itu bisa di terima oleh gen manusia hidup… Kami sudah menulis daftar siapa saja yang akan di suntiki cairan itu. Kau tentu salah satunya…"
"GUE?!!"
Isshin mengangguk. "Gen atau cairan itu ternyata hanya mau bersatu dengan orang yang sesuai. Orang yang mereka pilih sendiri… Jadi, gen itu bisa pergi sendiri sesuka hatinya untuk mencari 1 orang yang tepat. Entah itu hingga Amerika, Indonesia, dan seluruh dunia… aku tak tahu… Yang jelas harus sampai ketemu."
"Mengerikan dan… aneh," komen Ichigo. Dia lagi ngebayangin sebuah suntik berjalan-jalan sendiri di udara dan menyuntik seseorang tanpa permisi. "Yaaah… sangat mengerikan…"
"Ah, imajinasi yang bagus anakku! Tapi, tidak semua orang yang di rasuki gen itu bisa beradaptasi. Bila tidak, maka gen itu tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa… Oya, dan efek yang paling bikin syok dari gen itu adalah jenis kelaminnya!"
"Jangan bilang kalau…"
"Ya!! Orang yang tersuntik gen itu akan menjadi seperti jenis kelamin gen hewan itu! Kalau gen hewan itu betina dan yang tersuntik cowok, maka yang tersuntik akan berkembang seperti cewek!!" kata Isshin. "Tapi tenang saja, yang berubah hanya beberapa… Organ bawahnya tetep cowok, hanya mungkin ntar dia bisa hamil seperti cewek dan dadanya membesar kayak cewek!"
"INI TERLALU MENGERIKAN!!" teriak Ichigo syok. "GEN YANG KENA KE GUE BUKAN BETINA 'KAN?!! KALO BETINA, GUE BUNUH ELO!!"
"Tenang aja, Ichigo… Kau hanya di suntiki gen amoeba… Kau bisa membelah diri. Dan Hichigo inilah belahanmu yang lain itu…" kata Isshin.
"AMOEBA?!!" Ichigo syok. "Apa nggak ada yang lebih bagus?!!"
"Oya, dan ada beberapa gen yang khusus… Gen itu bisa membuat orang yang tersuntik memiliki kekuatan super layaknya gen hewan yang di suntikkan padanya."
"Semacam yang kayak di Tokyo Mew Mew itu?!!" tanya Ichigo.
"Benar!! Kau jenius, nak!!" teriak Isshin. "Dan tentunya mereka yang tersuntik bakal bisa berubah kayak mereka… Bisa ngeluarin ekor atau telinga hewan atau bahkan sayap!"
"Berarti cukup gampang nemuin siapa aja yang kena suntikan gen hewan itu… Pokoknya ada orang yang mengaku tingkah lakunya jadi mirip hewan gitu, kan?"
Isshin mengangguk. "Ini daftarnya! Nyaris semua hewan ada di situ. Tapi kemungkinan yang cocok hanya sedikit."
"Hmm, baiklah… Akan ku cari!" di dalem ati, Ichigo ngebayangin Hanashiro kena gen kucing yang imut-imut ntuh trus pake pakaian seksi kayak yang di film Tokyo Mew Mew. Waduuh… Seandainya bener… Pasti cute…
Toshiro mengerjap-ngerjapkan matanya. "Huh? Ledakan apa itu tadi?" Dia duduk. Betapa syoknya dia pas ngelihat Kusaka udah terdampar di lantai. "Kusaka!!"
Kusaka terbangun. "Eh? Toshiro?? Tadi aku kenapa?"
"Tadi ada suara ledakan! Tapi anehnya, kok, nggak ada bekas-bekas tanda ledakan ya?"
"Entahlah… Tapi, kok…" Kusaka menggaruk lehernya. "Gue ngerasa aneh ya?"
"Eh? Aneh gimana?" tanya Toshiro.
"Rasanya gue bisa ngetahui apa aja yang terjadi di luar… Gue merasa tahu kalau di ruang tengah sekarang ortu gue lagi nonton sinetron," gumam Kusaka.
"EGH?!!" Toshiro melotot.
"Dan gue… rasanya ada yang ganjil di mulut gue…"
Toshiro mengamati mulut Kusaka. Dan…
TRING!!
Sepasang taring memanjang!
"WUAH!! TARINGMU PANJANG BANGET! KAYAK DRAKULA!!" teriak Toshiro. "Eh, sebentar… di punggungmu ada sesuatu! Sayap!!"
"APAAAAAAA?!!!" Kusaka syok. Kusaka kini mengamati pakaiannya. Dia sekarang memakai pakaian jubah ala drakula!! "WUAAAAAAAAH!! APA-APAAN BAJU INI?!!!" Dia menatap Toshiro yang gemetaran. "Toshiro??"
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!! DRAKULA!! ADA DRAKULA!!!" teriak Toshiro panik. "TIDAK!! KUSAKA-SAN JADI DRAKULA!!"
"To-Toshiro!! Jangan panik gitu, donk!! Sssst~!!!" Kusaka mencoba nenangin Toshiro yang udah menggila.
"ADA DRAKULA!! DRAKULAAAAAAAA~!!!" teriak Toshiro sambil lari-lari keliling kamar.
"To-Toshiro~!!" Kusaka mencoba mendekati Toshiro.
"Aaaaaaah!!! Jangan mendekat!! Darah gue nggak enak!! Jangan mendekaaat~!!!" Toshiro mundur-mundur.
"E, eeeh, tapi gue…"
"HUWAAAAAAAAA~!!! TOLONG ADA DRAKU—MMPH~!!"
Seseorang sudah membekap mulut Toshiro dari belakang.
"Hai, kalian! Berisik amat!" Ichigo tiba-tiba nongol masuk lewat jendela.
"Ichigo!" jerit Kusaka senang.
"Mmph~!!" Toshiro pengen manggil Ichigo tapi nggak bisa.
"Uuh, Hichigo, elo udah bisa buka bekapan elo di mulut Toshiro," kata Ichigo pada sosok di belakang Toshiro.
"Sip, partner!" jawab Hichigo yang lalu melepaskan bekapan tangannya dari mulut Toshiro.
"Ah, akhirnya bisa nafas…" gumam Toshiro. Dia menoleh ke arah Hichigo dan melotot syok. "Lho… kok…"
"Kenapa?" tanya Ichigo.
"AAAAAAAAAH!!! KUROSAKI-SAN JADI 2!!!" Toshiro nunjuk ke arah Hichigo dan Ichigo secara bergantian.
"Uuuh, tenang dulu, Toshiro… Biar ntar gue jelasin," kata Ichigo. "Oya, Soujiro… Kayaknya elo kemasukan gen kelelawar!" Ichigo nunjukin berkas pemberian ayahnya.
"KELELAWAR?!!" Kusaka rasanya pengen pingsan.
"Masih lebih baik dari gue yang amoeba…" Ichigo menghela nafas. "Dan Hichigo… JANGAN PEGANG-PEGANG TOSHIRO!!"
Hichigo menoleh. Dia dari tadi emang lagi pegang-pegang Toshiro. "Eh? Tapi anak ini lezat sekali… Gue jadi pengen megang terus!"
"Tapi, elo nakutin dia tau!"
"Uuh, kalau Kurosaki dapet gen amoeba… Berarti kamu belahan tubuhnya Kurosaki?" tanya Toshiro pada Hichigo.
"Wah, anak yang jenius rupanya… Langsung tanggap sama situasi! Walau tadi sempet histeris begitu." Hichigo nyengir lebar. "Iya, gue Shirosaki Hichigo!"
"Tapi gue tetep bingung… KENAPA KOSTUM GUE KAYAK DRAKULA BEGINI?!! KALO ADA ORANG YANG LIHAT, BISA-BISA GUE DI KIRA LAGI NGERAYAIN HALLOWEN, DONK!!" teriak Kusaka yang tetep panik setengah mampus.
"Lebih baik dari gue yang wujudnya kalo pas berubah jadi pake kimono hitam begini!" cetus Ichigo kesel. "Ya, udah! Ayo sekarang kita ke rumah gue! Yang lain udah pada ngumpul!"
Di rumah kediaman Kurosaki
"ADA APA DENGAN GUE?!!" teriak Renji yang sekarang jadi punya ekor panjang dan berbulu.
"Jadi, bagaimana, Isshin-san?" tanya Toshiro kepada Isshin yang lagi meneliti sampel darah Ichigo, Kusaka, Renji, Toshiro, Renji, Byakuya, Rukia, dan Orihime.
"Hasilnya udah keluar…" kata Isshin. "Yang sudah positif adalah Kusaka yang mendapat gen kelelawar jantan, Abarai gen monyet jantan, dan Ichigo gen amoeba… yang lainnya belum kelihatan! Harus tes DNA atau menunggu sampai efek sampingnya muncul!"
"Efek samping?" semuanya cengo.
"Iya! Contohnya, nih… Pemilik gen ikan biasanya bakal jadi pengen mandi melulu. Trus gampang haus… Tiap kena panas pingsan… Pokoknya jadi aneh-aneh!" terang Ichigo.
"Heee???" semuanya terbelalak.
"Itu artinya setelah ini gue jadi suka pisang sama manjat pohon?!!" teriak Renji syok.
"Ya iyalah! Namanya juga monkey!!" tuduh Rukia. "Masa monkey mau minum jus jengkol!"
"Jus jengkol, mah, yang minum Ichigo…" kata Renji sambil nunjuk Ichigo.
"APA?!! SINI ELO!! GINI-GINI GUE BISA MEMBELAH DIRI! ELO MAU GUE KEROYOK?!!" teriak Ichigo.
Toshiro mencoba melerai. "Eh, udah! Nggak usah bertengkar! Semuanya punya keahlian sendiri-sendiri, kok!"
"Ah, ngomong-ngomong soal keahlian…" kata Isshin tiba-tiba. "Semua orang yang cocok dengan hewan tersebut akan bertugas membasmi roh jahat! Dan masing-masing sudah di bekali keahlian dan senjata!"
"Roh jahat?" Byakuya mengangkat alisnya heran.
Isshin mengambil nafas. "Ya, sebenernya ini percobaan gue sama 2 temen gue itu… Akhir-akhir ini banyak roh jahat berkeliaran dan kadang roh itu menyusup ke tubuh hewan. Makanya kami iseng-iseng membuat percobaan ini!"
Kusaka mengacungkan tangan. "By the way, gimana cara kita balik ke penampakan manusia?"
"Gampang! Pikirkan bahwa dirimu manusia! Seketika gen hewan kalian akan kembali masuk dan gen manusia kembali menguasai tubuh kalian!" terang Isshin. "Gen hewan ini bakal langsung menguasai kalian lagi kalau kalian berpikir sebaliknya. Bagian-bagian tubuh hewan juga bisa muncul kalau kalian menemui hal kesukaan gen hewan kalian! Tetapi, soal insting… itu tetap!"
"Umm, jadi rada bingung juga…" gumam Orihime. "Kira-kira aku kena juga nggak ya?"
Isshin menghela nafas. "Hal ini emang susah di jelasinnya! Tapi lama kelamaan kalian pasti terbiasa! Sekarang lebih baik kalian pulang! Kita lanjutin diskusinya besok!"
SMU Karakura
"Abarai-san~!!" panggil Toshiro saat makan siang bersama anggota F4 itu. Mereka ber-5 lagi duduk di taman tempat Toshiro biasa pergi saat jam makan siang.
Renji menoleh. "Apa?"
"Nih, pisang!" Toshiro ngacungin pisang. Insting gen monyet Renji langsung muncul.
"Nguuuuk!!" Renji kontan menyambar pisang itu dan memakannya.
"Wah, benar kata, Isshin-san!" kata Toshiro. "Tapi kalo Kusaka-san apa ya?"
Kusaka berpikir. "Kelelawar ya…?? Nggak tau juga, nih!"
"Oya! Aku belum ngasih makan Hyou-chan dan lainnya!" celetuk Toshiro.
"Hah? Sapa, tuh, Hyou-chan?" tanya Ichigo heran.
"Liat aja!" Toshiro mengambil nafas lalu bersiul.
Tiba-tiba semak-semak di dekat mereka bergerak dan muncul seekor kucing putih lucu dari sana. Kucing itu langsung melompat ke arah Toshiro lalu mengeong. Toshiro menggendongnya.
"Nah, ini Hyou-chan! Nama lengkapnya Hyourinmaru!" terang Hitsugaya. Sambil meletakkan Hyourinmaru ke tanah.
"Oh! Kucing, toh!" komen Renji sambil mengamati Hyourinmaru dari dekat. Karena belum pernah melihat Renji, dkk. Hyourinmaru menggeram. Bulu-bulunya berdiri. Cakarnya keluar. Renji kaget dan langsung terlempar ke belakang lalu manjat ke pohon terdekat sementara Hyourinmaru mengejarnya.
"Ehehehe, ternyata monyet takut sama kucing!" ejek Ichigo sambil diam-diam mencomot taiyaki yang ada di kotak bekal makan siang Renji.
"Ahaha!! Betapa memalukan~!!" imbuh Kusaka sambil ikutan nyolong taiyaki-nya Renji.
"…………" Byakuya ternyata diam-diam udah mengambil 2 taiyaki-nya Renji.
"Ah, urusai!!" geram Renji yang udah turun dari pohon. Hyourinmaru udah balik ke Toshiro. "Oya! Tadi gue bawa bekal taiyaki! Sebentar!" Renji membuka tasnya. "Lho?!! Taiyaki gue mana?!!! Kok, ngilang sendiri gini?!!"
Kusaka, Ichigo, dan Byakuya ngakak dalam hati. Toshiro yang sebenernya tahu kemana taiyaki itu cuma diam. Dia tadi juga di kasih 1 sama Byakuya buat upah tutup mulut, sih! Ehehehe…
"Mungkin tadi secara nggak sadar udah Abarai makan sendiri?" tebak Toshiro dengan muka innocent. Diam-diam Ichigo dan Kusaka memuji akting Toshiro.
"Hmm, mungkin…" gumam Renji.
"Oya, Toshiro! Gue mau tanya!" kata Ichigo. "Elo kemarin ngapain di rumah Soujiro?"
Toshiro nyaris tersedak. "Mmm, hanya ingin main, kok! Iya 'kan, Kusaka-san?"
Kusaka mengangguk. "Yup!"
Byakuya meletakkan sandwich yang sedang dia makan. "Jangan bohong… Kalian berdua informan, kan?"
Toshiro dan Kusaka melotot. Renji bingung. Ichigo cengo. "I-informan…??" tanya Ichigo.
"Informan adalah orang yang bekerja sebagai penyedia berbagai informasi. Sesama informan biasanya saling bertukar informasi. Identitas informan di zaman modern atau sekarang biasanya di rahasiakan dan melakukan penyelidikan juga bertukar informasi di dunia maya. Tak jarang kasus korupsi dan lainnya bisa di ungkap karena seorang informan yang merangkap sebagai hacker," terang Byakuya.
Kusaka menghela nafas. "Elo bener, Byakuya! Gue dan Toshiro ini informan. Kemarin Toshiro ke rumah gue untuk saling menukar informasi."
"Jadi, kalian udah lama kenal?" tanya Renji.
"Nggak, kok!" jawab Toshiro. "Aku baru tahu kalau Kusaka seorang informan beberapa jam setelah kalian masuk ke SMU Karakura."
"Tapi, jadi informan lumayan, lho! Kalau bisa membongkar kasus, pasti di beri imbalan sama pemerintah!" kata Kusaka. "Gue pernah ngungkap 1 kali!"
"Wow!" puji Ichigo. "Kalo elo, Toshiro?"
Toshiro berpikir. "Kalau tidak salah sudah ada 10…"
"Uwaw…!!" Renji terpukau.
"Oh ya!! Sejak kapan elo jadi budak di sini?" tanya Kusaka.
"Mmm, sejak SD…" jawab Toshiro.
"Lho?!! Elo nggak minta ketua OSIS untuk minta perlindungan?!!" tanya Ichigo. "Harusnya elo minta, donk!!"
"Ehm… H-ha-habisnya… aku…" Toshiro salah tingkah.
"Bagaimana, sih, ketua OSIS ntuh?!! Ayo, Toshiro!! Antar kami ke ketua OSIS itu!! Biar kami hajar dia!" kata Renji. Kusaka ikut bangkit dengan wajah marah. Byakuya juga.
"Aah!! Eh~!! Tunggu!!" Toshiro menarik lengan Ichigo.
"Toshiro, ini nggak bisa di biarin!! Kita harus lapor si ketua OSIS sialan, ntuh!!" kata Ichigo.
Tapi, tiba-tiba Toshiro bermuka serius. "Bodoh! Kalian tidak tahu ya rumor tentang sekolah ini?!"
"Eh?" Renji kaget. "Rumor?"
Toshiro mengangguk. "Benar, di sekolah ini, OSIS adalah yang paling berkuasa. Anggotanya selalu di rahasiakan dan kedudukan mereka bahkan lebih tinggi dari kepala sekolah sendiri! Kalau ingin merekrut anggota OSIS baru, yang mengangkat haruslah anggota OSIS sendiri! Guru tak boleh ikut campur!"
"Astaga, sebegitukah?" Kusaka tertegun.
Toshiro mengangguk. "Iya."
"Tapi…" kata Byakuya. "Kenapa kau bisa tahu sedetail itu?"
"Itu karena…" Toshiro mengambil nafas. "Akulah ketua OSIS-nya… Aku kaichou di sini."
Hening…
"APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA?!!!"
Toshiro tertawa. "Kaget?"
"Banget!!" sahut Renji. "Astaga!! Jadi kau kaichounya?!!"
"Sst~!! Ini rahasia!! Hanya kepada kalian aku memberitahukan hal ini!" kata Toshiro. "Tapi, kalau kalian ingin mengetahui anggota lain dari OSIS, kalian tinggal cari orang yang memakai tanda yang sama dengan punyaku!"
"Hah?! Apa itu?" tanya Ichigo.
"Itu…"
SRAAAAAAAAAAAAK~!!!
Tiba-tiba seseorang muncul dari semak-semak. Semua cowok itu langsung berbalik dan memasang kuda-kuda. Ichigo terbelalak melihat siapa orang itu.
"Yoruichi-san?!! Urahara-san?!!" teriak Ichigo.
"Eh? Kau kenal mereka, Ichigo?" tanya Kusaka.
Ichigo mengangguk. "Ya iyalah!! Mereka ini rekan kerja ayahku!! Ilmuwan juga!! Merekalah yang ikut berperan dalam percobaan penyatuan gen hewan ke tubuh manusia itu!"
"Ah, ternyata masih ingat denganku~!! Aku tersanjung, nih~!!" kata cowok berambut pirang dan memakai topi itu. "Seperti kata Kurosaki-san tadi, aku Urahara Kisuke! Salam kenal semuanya~!!"
"Aku Shihounin Yoruichi!!" kata seorang cewek berkulit gelap dengan rambut ungu tua di ikat ke belakang.
"Mau apa kalian ke sini?!" tanya Ichigo.
Urahara mengipas-ngipasi dirinya. "Aah, kami hanya ingin melatih kalian untuk membersihkan roh jahat atau hollow! Sebelumnya tolong sebutkan nama kalian juga gen hewan apa yang ada di tubuh kalian!"
"Hah!! Kau sudah tahu namaku 'kan? Aku Kurosaki Ichigo, gen amoeba!" kata Ichigo cuek.
"Kusaka Soujiro, gen kelelawar!" ucap Kusaka.
"Kuchiki Byakuya, gen belum di ketahui…" kata Byakuya.
"Abarai Renji, gen kera," kata Renji dengan nggak PD.
Toshiro membungkuk hormat. "Hitsugaya Toshiro, gen belum di ketahui."
"Hmm, kalau aku gen kucing!" kata Yoruichi. "Sedang Urahara juga belum terdeteksi gen apa yang masuk. Sekarang coba kalian berubah menjadi manusia-hewan!"
"Hah?!! Di tempat seperti ini?!!" teriak Renji. "Pakaian kita 'kan bakal jadi mencolok?!!"
"Tenang, kalau kalian berubah menjadi manusia-hewan kalian tidak bisa di lihat orang awam karena kalian saat itu berwujud roh! Hanya orang tertentu yang bisa melihat," terang Urahara. "Orang yang mempunyai reiatsu besar."
"Reiatsu?" tanya Byakuya.
"Semacam kemampuan untuk merasakan hal-hal halus. Semakin besar reiatsunya, semakin besar juga kemungkinan di serang hollow atau roh jahat!" jelas Urahara.
"Hmm…" Hitsugaya segera memproses ucapan Urahara ke otaknya. Byakuya juga. Sedang Renji, Ichigo, dan Kusaka berubah menjadi wujud manusia-hewan mereka.
"Oke!! Kami udah berubah… terus?" tanya Ichigo.
Urahara menutup kipasnya. "Ah, pertama-tama… dengarkan penjelasanku dulu!"
"Egh?!! Penjelasan lagi?!!" gerutu Renji kesel.
"Ssst!! Diem!!" kata Kusaka.
"Lanjutkan!" perintah Byakuya.
"Terima kasih, Kuchiki-san! Kusaka-san! Ehem… Begini, setiap orang yang mendapatkan gen hewan hasil penelitianku dan Isshin, ada yang cocok lalu memiliki kekuatan… Ada yang tidak cocok dan tidak ada pengaruh apa-apa… Tapi, ternyata ada satu lagi efek… Kalian tahu apa itu?" terang Urahara.
Hitsugaya mencoba menebak. "Umm, tidak cocok tapi mempunyai kekuatan?"
Urahara menjentikkan jarinya. "Tepat sekali!!"
"Hmm, pintar juga anak satu ini!" puji Yoruichi.
"Toshiro gitu loh!!" imbuh Renji.
"Ehem!! Seperti tebakan Hitsugaya-san tadi, ada juga yang tidak cocok tapi mempunyai kekuatan… Setiap orang yang cocok dengan gen akan mempunyai kekuatan berupa reiatsu, kemampuan hewan tersebut, dan kemungkinan senjata untuk mengalahkan roh jahat!" jelas Urahara panjang lebar.
Otak Renji udah berputar-putar karena nggak mudeng sama sekali. Byakuya, Kusaka, dan Hitsugaya mencoba mencerna maksud kata-kata Urahara. Ichigo cengo bareng Renji.
"Sepertinya mereka tidak paham Urahara," kata Yoruichi. "Sudah ku bilang 'kan? Harusnya langsung di praktekin aja!"
"Eh? Apa maksudmu?" tanya Kusaka.
Yoruichi menghela nafas. "Apa kalian semalam memimpikan sesuatu? Ada sesuatu yang memanggil-manggil nama kalian lalu menyebutkan namanya berulang-ulang, kan?"
Kusaka berpikir. "Iya juga. Kalau nggak salah ada…"
"Sekarang, sebut nama mereka!" kata Yoruichi. "Merekalah senjata kalian untuk melawan para hollow! Cepat ingat-ingat, karena hollow itu akan muncul beberapa saat lagi."
"Kapan?" tanya Byakuya.
Urahara mengambil sejenis HP dari pakaiannya. "Hmm, 15 menit lagi. Jadi cepatlah!!"
"Hai!!"
25 menit kemudian
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!" jerit Ichigo, Kusaka, Renji, Hitsugaya, dan (bahkan) Byakuya yang lagi di kejar-kejar hollow berukuran besar. Yoruichi dan Urahara malah enak-enakan duduk di bawah pohon sakura sambil minum teh.
"Hei!! Apa gunanya kalian punya zanpakutou kalau bukan untuk melawan hollow?!" teriak Yoruichi. "Pakai strategi dan gunakan kekuatan kalian!"
Kusaka langsung berbalik. Dia menelan ludah. "So-soten ni zase, Hyourinmaru!"
ZRAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAZH!!!
"Huah!! Meleset!!" teriak Renji. "Oke, kalo gitu… Hoero, Zabimaru!!"
Sang hollow langsung menangkap Zabimaru dan memutar-mutarnya ke angkasa. Membuat Renji juga ikut terseret dan berputar-putar lalu terlempar.
"Sial! Zangetsu!!" teriak Ichigo.
Segumpal reiatsu melesat ke arah hollow itu. Semuanya menunggu dengan berdebar.
ZRAAAAAAAAAAZH!!!
"Sial!! Hanya kena sedikit!!" umpat Ichigo kesal melihat serangannya hanya dapat melukai bahu sang hollow. Padahal untuk menenangkannya, harus topengnya yang hancur.
"Ah!! Toshiro!!" teriak Kusaka saat melihat si Hollow bersiap menghantamkan tangannya ke arah Toshiro. Ichigo kaget, dia langsung berteriak.
"HICHIGO!!!"
Ichigo langsung membelah dirinya, Hichigo muncul dan berlari ke arah Toshiro untuk menyelamatkannya. Dengan Zangetsu lainnya di tangan Hichigo, dia menahan kepalan tangan raksasa yang nyaris akan menggepengkan Toshiro. Yoruichi salut dengan reflek Ichigo untuk melindungi teman-temannya.
"Ah, terima kasih, Shirosaki-san!" kata Toshiro yang berlindung di belakang Hichigo.
Hichigo menyeringai. "Huh! Ini, sih, bukan masalah! Dan cukup panggil gue Hichigo, hime!"
"Eh…?? Ooh…" Toshiro lalu terbelalak. "Hah? Tadi kamu manggil aku apa? Kau ketularan mereka? Pakai panggil 'hime' segala!"
"Yah, terserahlah! Ups, Tensa Zangetsu!" Hichigo sukses membelah topeng hollow itu menjadi 2.
"Wow!! One down!! Kerja bagus!" kata Urahara.
"Hueeeh, capek~!!" keluh Kusaka.
"Puciiiiiiing~!!" keluh Renji yang matanya berputar-putar.
Yoruichi langsung mendekat. "Memang begitu, kalau menggunakan reiatsu, kalian akan merasa kelelahan. Tapi lama-lama juga terbiasa."
"Ah, Yoruichi-san!" panggil Toshiro. "Bagaimana kalau aku atau Kuchiki bertemu hollow saat Ichigo dan lainnya tidak ada? Kami 'kan tidak punya kekuatan."
"Itulah yang mau ku ajarkan pada kalian!" kata Urahara. "Namanya kidou. Kidou itu hasil penelitian temanku, kalau ingin belajar itu harus kepada dia. Tapi orangnya lagi nggak ada sekarang! Jadi besok aja!"
"Hmm, kidou ya," gumam Byakuya. "Baiklah."
Yoruichi melihat jamnya. "Ups, lebih baik sekarang kalian cepat-cepat. Pelajaran terakhir mau mulai tuh! O iya, jangan lupa buat berkumpul di rumah Isshin nanti sepulang sekolah!"
"Siap!!" sahut semua kompak.
SMU Seireitei
Rukia sedang termangu menyaksikan gurunya yang asyik menerangkan tentang basket. Rukia benci banget basket. Dengan postur tubuhnya yang tergolong mini itu, pasti susah banget buat masukin bola ke ring. Rukia langsung tersentak saat mendengar namanya di sebut untuk bertanding basket.
"Baiklah, yang di sebut namanya, kumpul di tengah lapangan!" perintah sang guru. Begitu semua sudah tertata, 2 orang di suruh maju ke tengah untuk memperebutkan bola yang di lempar ke udara. Rukia setim dengan Orihime dan Tatsuki.
Priiiiiiiiit!!
Dengan cekatan Tatsuki merebut bola yang di lempar ke atas itu. Orihime menangkap bola tersebut dan mendribblenya. Saat dia di hadang, di opernya bola ke Rukia. "Kuchiki-san!!" panggilnya.
Rukia menangkap bola itu. Dia lihat di dekat ring sudah ada Tatsuki. Huff!! Kalau mendribble sampai sana, sih, gue bisa! Shooting-nya gue kasih ke Arisawa! Rukia langsung mendribble dengan cepat dan gesit. Rukia kaget. Eh? Memang lari gue secepat ini ya? Wuih, asyik, nggak ada yang bisa ngejar gue!!
"Arisawa!!" Rukia berniat mengoper ke Tatsuki. Tapi tiba-tiba seorang cewek berbadan gempal menghalanginya. Waduh! Mampus!! Ngoper kemana gue?!! Orihime juga jauh!!
"Kuchiki!! Shoot!!" perintah Tatsuki.
"…!!!" Apa?!! Shoot?!! Lu gila apa?!! Gue nggak nyampe!! umpat Rukia dalam hati.
"Kuchiki-san!! Nggak masuk nggak apa-apa, kok!!" kata Orihime.
Hueh, dari pada out, gue shoot aja, deh!! Rukia bersiap untuk melakukan shooting. "Hup!!" Rukia melompat.
Tapi…
Siuuuuuuuuuuuuuuuut~!!
PLUNG!!
"K-Kuchiki-san?!!!"
"Hah?!" Rukia syok mengetahui dirinya ternyata telah melompat sangat tinggi hingga dirinya dan bola yang dia lempar masuk ke ring basket. Yah, bolanya masuk, tapi Rukia tersangkut di ring.
W-WHAT…?? Rukia melotot.
Orihime sedang berjalan di taman sekolah bersama Tatsuki. Dia agak heran melihat Rukia yang hari ini dengan ganasnya melahap wortel di menu makan siang sekolah. Padahal dia sangat tahu kalau Rukia tidak suka wortel, makanya dia memelihara kelinci di rumah. Kalau di menu makannya ada wortel, sudah pasti wortelnya di kasih ke kelinci. Nah, nggak mubazir, kan?
"Hei, lihat, Orihime! Bunganya bagus!" kata Tatsuki.
"Uwah! Iya!! Cantiknya~!! Ku petik satu, ah!" Orihime langsung mengambil beberapa kuntum bunga. Tapi tiba-tiba dia terdiam dan mengamati bunga yang dia pegang itu. Lama sekali…
"O-Orihime?" tanya Tatsuki. "Ada apa? Kamu sakit?"
Entah kesambet setan apa, Orihime langsung mengisap nectar/madu bunga tersebut. Tatsuki melotot. Orihime juga melotot begitu sadar baru aja melakukan apa.
A-aku kenapa…?? pikir Orihime.
Café Mew Mew a.k.a café milik Matsumoto
"Hmm…" gumam Matsumoto yang baru pulang dari sekolah modeling-nya. "Aneh."
Matsumoto masuk ke ruangannya dan duduk. Dia merasa sangat aneh hari ini. Tadi di sekolah, dia entah mengapa bisa menebak dengan tepat seluruh parfum yang di gunakan temannya. Paling aneh lagi, waktu ada temannya yang ingin mengagetkannya, dia langsung tahu tanpa harus menoleh!!
"Aneh!" gumam Matsumoto lagi. Tiba-tiba dia mencium bau gosong. "A-apa ini?!!" Matsumoto langsung berlari ke arah dapur. "Hei! Apa-apaan bau gosong ini?" tanyanya kepada para koki yang ada di dapur.
"Eh? Gosong apanya?" tanya salah seorang dari mereka. "Nggak ada yang gosong, kok!"
"Hah?" ganti Matsumoto yang bingung. Dia lalu keluar dari cafénya untuk mencari angina segar. Waduh… Gue kenapa, sih? Eh? Lho? Bau gosongnya, kok, makin kuat? Hmm, asalnya… Matsumoto langsung mengendus-endus mengikuti bau itu. Begitu sampai dia melihat di dalam sebuah toko kue, ada beberapa karyawan yang sibuk karena ada kue yang gosong. "Ooh! Dari sini, toh!"
Matsumoto lalu berbalik untuk kembali ke café. Tapi dia langsung terperanjat dan nyaris menjerit histeris melihat jarak antara cafenya dan toko kue itu. Jaraknya ada lebih dari 50 meter!! Matsumoto rasanya mau pingsan. Dia segera kembali ke cafenya untuk menenangkan diri.
Toshiro baru pulang dari rumah Ichigo. Dia menghela nafas. Di rumah Ichigo tadi, Rukia dan Orihime di vonis mempunyai gen hewan di tubuh mereka. Rukia dapat gen kelinci betina dan Orihime dapat gen kupu-kupu betina. Saat mereka berdua berubah menjadi wujud manusia-hewan, pakaian mereka sangat berbeda dengan punya Ichigo dan lainnya.
Pakaian mereka terlihat… Mmm, seksi mungkin? Rukia berpakaian putih yang menampakkan bahu juga kakinya, sebuah kalung berbulu putih dengan bandul berbentuk hati di lehernya, sepasang telinga kelinci di kepalanya, dan ekor kelinci. Zanpakutou Rukia bernama Sode No Shirayuki. Zanpakutou itu sangat indah. Toshiro nyaris tak bisa berkedip melihatnya. Warnanya putih… Pokoknya indah, deh!
Orihime juga. Pakaian dia long-dress putih, ada sepasang antenna di kepala, dan sepasang sayap kupu-kupu di punggungnya. Menurut Toshiro, Orihime menjadi terlihat seperti malaikat. Senjata dia juga benar-benar hebat. Berbentuk jepit rambut bunga yang dapat berubah menjadi 6 kupu-kupu. Kalau tidak salah nama mereka tadi Shun-Shun Rikka.
Toshiro tersenyum. Hmm, kira-kira aku dapat tidak ya??
Cring…
Toshiro membuka pintu café tempatnya bekerja. Dia langsung melangkah menuju ruangan Matsumoto.
"Konnichi wa, Matsumo…" Toshiro melotot. "M-Matsumoto?"
"Mmm…??" Matsumoto menoleh. Sebuah tulang besar tampak dia jilat-jilati dan kadang dia gigiti. "Ada apa, Shiro-chan??"
"HUWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!" jerit Toshiro saat melihat sepasang taring menyembul dari mulut Matsumoto.
TO BE CONTINUE
4869fans-nikazemaru: "Mmm… Udah berapa lama gue nggak update?"
Readers: "Lama banget!!!" (ngacungin golok)
4869fans-nikazemaru: "Ampun!! Gue sibuk banget, nih, ngurusin pergelaran seni! Mana jadi sekretaris! Ulangan pun juga lagi gencar-gencarnya dilakukan!" (nangis-nangis) "Udah kelas 9, sih… Jadi sorry banget~!!"
Rukia: "Yay!! Gue kelinci!! Chappy~!!"
Renji: "Gu-gue… monyet?!!!"
Ichigo: "GUE AMOEBA?!! NGGAK ADA YANG LEBIH KEREN LAGI APA?!!"
Kusaka: "Gue kelelawar! NYAHAHAHAHAHA!!! EDWARD CULLEN!!"
Hi-chan: "PD banget…"
Byakuya: "……."
Orihime: "A-aku kupu-kupu??"
4869fans-nikazemaru: "Oh ya!! Yang penasaran bagaimana wujud mereka semua pas jadi manusia-hewan, bisa lihat gambarnya di blog atau FB atau bahkan di DeviantArt gue~!! Gambarnya gue post sesegera mungkin di sana begitu selesai. Sekarang gambarnya belum selesai, sih… Mungkin minggu depan baru gue post! Tunggu ya!"
Hi-chan: "Halah! Paling molor lagi!"
4869fans-nikazemaru: "Urusai!! Review kali ini nggak bisa di bales karena terburu-buru… Gomen… See you on the next chapter ya!!"
