A/N : Hai, semua!! Maaf, karena semua fanfic gue telat update!! Maaf banget!! Gomenasai~!!!
Disclaimer : Haduuuh, 1 disclaimer di awal nggak bisa ngewakili seluruh chapter di sebuah fanfic ya? . Oke… BLEACH BUKAN PUNYA GUE!!! TAPI PUNYA KUBO-SENSEI!! *matiin caps lock*
Warning (s) : AU, OOC, shounen-ai, dan perubahan gen. Mungkin warning bakalan nambah seiring berjalannya cerita. Intinya kalo nggak suka jangan baca!!
= Animal or Human? =
= Chapter 6 : Go!! =
"Gen anjing betina!" kata Isshin sambil menyerahkan kertas hasil laboratorium ke Matsumoto yang masih asyik menjilat tulang. "Selamat! Kau tergabung dengan pasukan pelindung Karakura!"
"Hmph~!! Kenapa harus anjing?? Aku inginnya kucing~!!" keluh Matsumoto sambil cemberut.
Yup, setelah Toshiro memergoki Matsumoto menjilati tulang di kantor kemarin, dia segera membawa Matsumoto ke Isshin, Yoruichi, dan Urahara hari ini sepulang sekolah. Tentu saja F4, Orihime, dan Rukia ada di situ juga. Untungnya Karin dan Yuzu sedang main ke rumah temannya, jadinya mereka bisa leluasa berdiskusi di dalam laboratorium rahasianya Isshin.
"Ini namanya takdir, Rangiku-san!" kata Ichigo kepada Matsumoto yang tetep bercemberut ria.
"Iya juga! Hmmm, lagi pula anjing juga lumayan cute!!" komentar Matsumoto kemudian. "Oh ya, kita belum kenalan, nih!! Aku Matsumoto Rangiku, sekolah di SMU khusus model! Salam kenal~!!"
"Ah, pantas rasanya pernah lihat! Ternyata Matsumoto yang itu!" celetuk Rukia. "Aku Kuchiki Rukia dari SMU Seireitei! Genku kelinci!"
"Oh, adiknya Byakuya ya?! Kamu yang pernah muncul di TV itu, kan?!" tebak Matsumoto. "Katanya kamu juga mau jadi model?"
"Yup, kalau bisa, sih… Tapi seseorang nggak ikhlas, nih…" kata Rukia sambil melirik kakaknya, Byakuya, yang lagi membaca majalah.
"Hmm, sudah cukup aku saja yang di kejar wartawan, Rukia," ujar Byakuya cool.
"Kalau aku Inoue Orihime! Dari SMU Seireitei juga! Genku kupu-kupu. Salam kenal, Rangiku-san!" kata Orihime dengan riang seperti biasa.
"Oh, halo!! Kau dari bangsawan Inoue itu kan?!!" seru Matsumoto.
"A-aaah, kok, bisa tahu?" tanya Orihime kaget.
"Soalnya yang bisa masuk SMU Seireitei cuma anak keluarga konglomerat atau bangsawan!!" celetuk Matsumoto. "Jadi sudah pasti kamu bangsawan!!"
"Huuuu~!! Itu, sih, semua orang tau!" kata Renji.
"Hah! Diam kau, monkey!" kata Rukia sambil melempari Renji dengan bantal sofa. Renji dengan gesit menghindar dan bergelantungan di atas rak.
"Fuaaaah~!!" Kusaka menguap lebar. "Kurasa insting kelelawarku mulai muncul! Akhir-akhir ini aku susah tidur malam dan selalu mengantuk pas siang hari! Gue juga jadi suka kegelapan dan… lihat ini!"
Kusaka berdiri dan melangkah mendekati tembok. Dia terus berjalan di tembok dengan kemiringan 90 derajat itu. Pada akhirnya kaki Kusaka mencapai langit-langit dan kepalanya ada di bawah. Kusaka jadi mirip kelelawar yang tidur terbalik!
"Wow!!" kagum semuanya. Isshin manggut-manggut bareng Yoruichi dan Urahara.
"Hmm, sebentar lagi Karin sama Yuzu pulang!" kata Ichigo. "Gimana, nih?"
"Tenang! Kita latihannya di rumahku, kok!" ucap Urahara. "Mumpung kalian semua nganggur, jadwal kita hari ini adalah berlatih kidou. Khususnya untuk Toshiro-kun dan Byakuya-kun yang belum diketahui memiliki gen hewan atau tidak tapi sejak awal sudah punya reiatsu besar."
"Eh? Reiatsu-ku besar?" heran Toshiro.
"Benar, orang bereiatsu besarlah yang paling di incar hollow! Minimal kita harus bisa kidou untuk melawan hollow," terang Yoruichi. "Yah, setidaknya bisa digunakan untuk mengulur waktu sampai bantuan datang."
"Hmm…" Toshiro berpikir sejenak.
"Yaaak!! Ayo kita ke rumahku! Nggak jauh, kok!!" kata Urahara.
"Yes, Sir!!" sahut semuanya kecuali Toshiro, Byakuya, dan Yoruichi.
Ternyata benar, rumah Urahara tidak begitu jauh dari rumah Ichigo. Yang membuat semua kaget adalah kenyataan bahwa ada sebuah ruangan super-extra-luas melebihi lapangan untuk marathon di ruang bawah tanah toko. Mereka di perkenalkan dengan Tessai, asisten setia Urahara.
"Nah, perkenalkan semuanya! Ini Tessai, sang master kidou kita!!" kata Urahara.
"……!!" semuanya cengo melihat penampakan Tessai yang 'OMG gede banget!' itu. Toshiro sampai menggigil.
"Ayo, ayo!! Jangan melamun saja kalian! Anak perempuan ikut denganku!" kata Yoruichi sambil melangkah pergi. Rukia, Orihime, dan Matsumoto bergegas mengikutinya.
"Ufufufu, yang cowok tentu denganku! Akan kuajari kalian teknik-teknik lain!" kata Urahara. "Oh ya, kecuali bagi Byakuya dan Toshiro-kun, kalian ikut Tessai untuk dilatih kidou ya!!"
"Baik," jawab Toshiro. Byakuya hanya mengangguk dengan cool. Lalu semuanya mengikuti sensei mereka masing-masing.
"Mae, Sode No Shirayuki! Some no mai!" Rukia mengarahkan zanpakuto putihnya itu ke Matsumoto. "Tsukishiro!"
Sebuah lingkaran putih muncul dari bawah kaki Matsumoto. Dengan gesit Matsumoto melompat ke samping. "Unare, Haineko!!" Kali ini Matsumoto mengarahkan serangan ke Orihime.
"Hinagiku! Baigon! Lily!!" teriak Orihime. 3 cahaya keluar dari jepit rambutnya. "Santen kesshun!! Aku tolak!!"
Sebuah perisai orange berbentuk segitiga menahan serangan Haineko-nya Matsumoto. Orihime mengepakkan sayap kupu-kupunya dan terbang ke atas. "Tsubaki! Koten zanshun!! Aku tolak!!"
Cahaya itu melesat ke arah Rukia. Rukia yang ber-gen kelinci sudah jelas dengan mudah menghindarinya.
"Tsugi no mai! Hakuren!" teriak Rukia.
"Ah!" Orihime langsung terbang menghindar. Matsumoto melompat ke belakang Rukia dan melancarkan serangan dadakan.
"Unare, Haineko!!" kata Matsumoto.
Telinga kelinci Rukia bergerak. Dia mendengar arah datangnya serangan Matsumoto. Dia tidak berbalik dan hanya menggeser tubuhnya sedikit.
Yoruichi bertepuk tangan. "Bagus!! Kalian sudah bisa menguasai dengan baik senjata kalian! Selamat! Kalian pun sudah pandai memanfaatkan gen hewan yang ada di tubuh kalian! Hebat!"
"Yey!!!" sorak Matsumoto, Rukia, dan Orihime sambil berpelukan bahagia. Mereka tadi memang sedang berlatih dengan saling bertarung satu sama lain. By the way, Matsumoto tentu sudah berubah ke wujud manusia-hewannya. Matsumoto memakai baju terbuka dengan bawahan celana balon. Sebuah kalung yang biasa di pakai anjing melingkar di leher Matsumoto. Ada sepasang telinga berwarna orange di kepalanya. Tidak lupa dengan ekor orange-nya di belakang.
"Sekarang kembalikan zanpakuto kalian dalam wujud tersegel dan kita menuju ke tempat Tessai! Sekarang giliran kalian belajar kidou!" kata Yoruichi.
"Eh? Kami juga harus belajar kidou?" tanya Matsumoto.
"Tentu saja. Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan zanpakutou kalian! Lagi pula kidou terbagi menjadi 3. Hadou, bakudou, dan kidou penyembuhan," terang Yoruichi. "Hadou untuk menyerang dan bakudou untuk bertahan/mengikat lawan."
"Kalau kidou penyembuhan berarti seperti punya Orihime?" tanya Rukia.
"Bukan, tapi prinsipnya sama. Untuk menyembuhkan luka." Yoruichi tiba-tiba cemberut. "Uh, untuk Inoue, kemarin kami sudah meneliti sampel darahmu. Entah mengapa reiatsu-mu tidak cocok untuk melakukan kidou."
"E-eh?? K-kenapa?" heran Orihime.
"Tenanglah, Orihime. Tanpa kidou pun kamu sudah kuat, kok!" hibur Rukia.
Yoruichi tersenyum. "Itu benar. Seandainya kau bisa mengeluarkan shun shun rikka tanpa menyebut namanya terlebih dulu, pasti kau lebih kuat."
"Umh!! Aku akan berusaha!" kata Orihime. "Aku akan berlatih di sini, kalian pergi saja ke tempat Toshiro-kun dan Kuchiki-san! Nanti aku menyusul!"
"Baiklah kalau begitu, ayo!" ucap Yoruichi kepada Rukia dan Matsumoto. "Kita ke tempat Tessai."
"Duluan ya, Orihime!" seru Matsumoto sambil melambaikan tangannya ke Orihime.
"Good luck!!" kata Rukia.
Orihime tersenyum. "Ya!!" Orihime mendongak ke atas. Ya, pasti aku bisa…
"Hadou ke-31, shakkaho!!" teriak Toshiro.
BLAR!!
"Oh, bagus, Hitsugaya-san! Lagi-lagi tepat pada sasaran!" puji Tessai. "Anda benar-benar jenius! Belum lama latihan sudah bisa mengeluarkan kidou sampai yang berlevel tinggi. Tanpa mengucap mantera pula!"
"Ah, uh, terima kasih," kata Toshiro.
"Wah? Tepat sasaran lagi?!" teriak Ichigo kaget. "Hebat kau, Toshiro!! Predikat jeniusmu memang bukan main-main!! Mungkin elo lebih pinter dari Soujiro!"
"Ichigo, kalo mau ngomongin orang jangan disamping orangnya, donk!" gerutu Kusaka. Oya, Ichigo, Kusaka, dan Renji memang sudah selesai latihan dengan Urahara dari tadi. Jadi, sekarang mereka bergabung dengan Toshiro dan Byakuya yang sedang dilatih kidou. "Tapi, iya, sih… Toshiro 'kan selalu dapet beasiswa dari SD sampai sekarang."
"Apa boleh buat, kalau tidak begitu aku tidak bisa sekolah," kata Toshiro. "Yah, walaupun itu tidak perlu saat dulu tinggal di rumah Aizen. Tapi, itu perlu karena pantiku tidak punya cukup uang untuk menyekolahkan kami. Sekarang juga."
"Ah, tapi sekarang nggak usah khawatir! Nggak ada beasiswa pun, elo bakal tetep bisa sekolah. Kita yang bayarin, deh!" kata Renji. "Iya, kan, Byakuya?"
"Elo gimana, sih! Nawarin sesuatu tapi yang menanggung semuanya malah orang lain!" gerutu Byakuya. "Eh, tapi akan kami bayarkan betulan, kok!"
"T-terima kasih…" jawab Toshiro sambil tersipu-sipu.
"Hai, hai, guys!!" seru Matsumoto riang. "Latihan kidou, nih?"
"Yup! Tapi, sejauh ini yang berhasil hanya Toshiro, Soujiro, dan Byakuya. Renji bisa tapi sasarannya nggak pernah tepat. Sedang gue… Hhh…" Ichigo menghela nafas. "Gue nggak bisa sama sekali."
"Hmm, itu karena kamu tidak bisa mengontrol reiatsumu! Begitu kau bisa mengontrolnya dengan baik, baru kau bisa!!" terang Yoruichi. "Mana Urahara?"
"Tadi, sih, katanya ke toilet," jawab Renji.
"Hah, si bodoh itu!" geram Yoruichi. "Ya, sudah! Tessai, tolong ajarkan kidou ke Rangiku dan Rukia!"
"Hai, Yoruichi-dono!" jawab Tessai.
"Lho? Inoue-san mana?" tanya Toshiro.
"Oh, Orihime sedang melatih Shun Shun Rikka-nya," kata Rukia.
Setelah itu Tessai mengajari Rukia dan Matsumoto kidou. Sementara itu Toshiro, Byakuya, dan Kusaka terus mencoba berlatih. Renji juga berlatih untuk mengonsentrasikan reiatsunya agar tidak meleset atau meledak lagi. Ichigo tetap berusaha untuk mengeluarkan kidou tapi nggak bisa-bisa. Di tempat lain, Orihime masih berlatih agar bisa menggunakan Shun Shun Rikka tanpa perlu menyebut namanya.
Mereka terus berlatih hingga Urahara muncul dan menyuruh mereka berkumpul. Hasilnya, Toshiro, Byakuya, Rukia, Matsumoto, Kusaka, dan Renji berhasil menguasai kidou. Orihime hampir berhasil mengeluarkan Shun Shun Rikka tanpa menyebut namanya. Sedang Ichigo… masih tidak berhasil mengeluarkan kidou satu pun.
"Nah, bagaimana latihan kalian? Menyenangkan? Seru?" tanya Urahara dengan santai sambil kipas-kipas.
"Seru, sih… Tapi, capek~!!" keluh Kusaka.
Urahara nyengir. "Ya, memang begitu. Setiap kalian menggunakan reiatsu, kalian akan merasa lelah. Ah!! Aku ingat sekarang. Ada masalah penting yang harus kita diskusikan!"
"Eh? Masalah apa?" celetuk Orihime.
"Tentang tempat kita berkumpul seterusnya. Bukankah akan mencolok kalau kita selalu ke rumah Kurosaki? Lagipula, bisa saja ada Karin dan Yuzu disana."
"Iya juga…" pikir Kusaka.
"Ada usul?" tanya Yoruichi.
"Umm, bagaimana kalau disini saja?" usul Rukia.
"Jangan, donk!! Tempat ini jauh banget sama tempatku!" kata Matsumoto.
Yoruichi mendukung Matsumoto. "Benar. Selain itu, juga akan terlihat aneh kalau ada sekelompok anak remaja keluar-masuk rumah ini."
"Aduh… Nggak ada ide, nih!!" gerutu Ichigo sambil mengacak-acak rambutnya.
"Oh!! Gue dapet ide!!!" seru Matsumoto.
"Hah?! Yang bener?!!" teriak Renji.
"Apa idenya, Matsumoto-san?" tanya Toshiro.
"………" Byakuya tetap cool.
"Kebetulan gue punya café di tengah kota. Bagaimana kalau disana saja?" usul Matsumoto. "Karena udah lumayan terkenal, café ini tiap hari ramai banget hingga gue sibuk banget. Kan lumayan buat sekalian ngisi waktu pas kalian nggak ada syuting atau pemotretan."
"Usul bagus!!" seru Rukia. "Ih, dari dulu gue pengen banget pake baju maid yang cute abis, ntuh!! Kebetulan beberapa minggu ke depan gue nggak ada acara pemotretan! Iya, kan, Orihime?"
"Uh, iya!! A-aku setuju, Rangiku-san!" kata Orihime.
"Mmm, boleh juga…" gumam Ichigo. Yes!! Ini kesempatan emas buat PDKT ke Hanashiro-ku yang cute, imut, manis, dan seksi itu!!
"Setuju!!" sorak Renji.
"Ufufu, lumayan juga. Gue bisa sekalian menghibur pelanggan dengan sulap gue yang hebat ini…" kata Kusaka.
"Hebat apanya? Malapraktek mulu gitu!" ejek Renji.
"Eh, enak aja! Gue udah latihan lebih sering sekarang!!"
"Aku setuju saja…" kata Byakuya cool.
Urahara membuka kipasnya dan mengipasi dirinya. "Ufufufu, jadi kita sepakat untuk berkumpul di café milik Matsumoto-san tiap pulang sekolah sambil sekalian mengisi waktu luang dengan kerja disana?"
"YEAH!!!" seru semuanya kecuali Byakuya yang cool dan Toshiro yang shock. Gila. Toshiro 'kan si Hanashiro, ntuh!! Bagaimana pula caranya biar dia bisa jadi 2 orang sekaligus?!! Dia 'kan bukan Uzumaki Naruto~!!
"Nasib kita, kok, jadi mirip yang di Tokyo Mew Mew beneran ya? Kerja di café gitu…" komentar Ichigo.
"Betul juga. Tapi, siapa peduli? Toh, kita nggak kayak mereka beneran," terang Kusaka cuek.
"Eh, sebentar ya! Aku mau ngomong sama Matsumoto-san!" kata Toshiro sambil menarik tangan Matsumoto. Dia menarik Matsumoto hingga ke tempat yang cukup jauh dari geng F4 itu. Setelah yakin tempatnya aman, Toshiro langsung buka mulut. "Matsumoto-san, yang benar saja! Kok, di café, sih?!! Aku gimana, donk?!!"
"Habisnya… Lagipula, kan, mudah. Tinggal kamu pas jadi Hanashiro pura-pura minta berhenti kerja dengan alasan bla bla bla… Trus tamat, deh, peranmu sebagai Hanashiro. Jadi, setelah itu elo bisa kerja di café dengan menjadi dirimu sendiri!" terang Matsumoto.
Toshiro berpikir sejenak. "Benar juga, tumben kau jenius."
"Nah!! Nah!!! Jadi, gimana, nih?!"
"Oke, aku setuju."
"Nah, gitu, dong~!!"
Lalu mereka berdua kembali ke geng F4 itu. Uraha, Yoruichi, dan Tessai tampak sedang membagikan sesuatu. Bentuknya seperti memory card.
"Apa itu?" tanya Toshiro.
"Ah, ini adalah alat pelacak keberadaan hollow yang sudah disatukan dengan memory card. Jadi, selain bisa jadi memory card, bisa buat melacak hollow," jelas Yoruichi.
"Ufufufufu, itu adalah hasil kerja keras otak jeniusku ini… Aku membuatnya dalam semalam, lho~!!" pamer Urahara. "Yang jelas jangan lupa untuk memasangnya di handphone kalian!!"
"Oke, oke!!" kata Renji sambil membuka chasing handphonenya. Semuanya melakukan hal yang sama.
"Baiklah, sekarang kalian boleh pulang!" perintah Yoruichi.
"Irasshaimase~!!"
Seluruh pelanggan café Matsumoto kaget karena kehadiran para pekerja dadakan itu. Para cewek langsung tepar melihat anggota F4 memakai seragam ala butler dan menjadi pelayan mereka. Para cowok merasa seperti di surga karena kehadiran bidadari-bidadari cantik berpakaian maid.
"Lho?!! Kok, ada F4?!!"
"Kyaaaaa~!! Itu kan Ichigo dari F4?!!"
"Wah, ada Byakuya juga!! Kereeeeen~!!"
"OMG!! Soujiro juga ada!! Keren, bo'!!"
"Renji macho~!!"
"Itu Rukia yang adiknya Byakuya, kan?!!"
"Wow~!! Gila!! Seksi banget tu cewek! Kalau nggak salah dia yang jadi foto model itu, kan?!!"
"Kyaaaaaaaa~!!"
Café jadi makin ramai. Ichigo tetap berusaha bekerja walau dalam hati dia agak sedih karena kata Matsumoto Hanashiro berhenti bekerja. Ah, tak apalah!! Kan gue punya nomer hape dia! Kapan-kapan bisa gue ajak kencan…
Kusaka tampak beberapa kali menampilkan sulap terbaiknya. Seperti yang satu ini…
"Silakan, Nona. Jus jeruk dan strawberry crepe-nya," kata Kusaka sambil menghidangkan pesanan seorang pelanggan wanita.
"Eh? Saya 'kan pesannya ice cream strawberry kiss?" komentar wanita itu kaget.
"Oh, maaf. Sebentar."
Kusaka mengeluarkan sapu tangan putihnya dan menutupinya. Tak ada sedetik kemudian, Kusaka membukanya. BET!! Ajaib! Jus jeruk itu berubah jadi ice cream strawberry kiss!!
"Silakan…"
"Kyaaaaaaaa~!! Keren~!!" Wanita itu tepar.
"Lho?! Non?! Non?!! Lha, kok, malah tepar, sih?"
"Elo juga aneh-aneh, sih, Soujiro…" komentar Ichigo sambil sweatdrop.
Byakuya melayani pelanggan tanpa ada senyum sedikit pun. Yah, tanpa senyum pun dia memang udah keren, kok! Jadi, no problem… Renji melayani pelanggan dengan penuh semangat. Dia bisa melayani 5 pelanggan sekaligus. Bahkan dia bisa membawa 10 piring sekaligus di tangannya. Wow~!!
Walau agak canggung, Orihime berusaha untuk terlihat seperti seorang professional. Dia sempat menjatuhkan nampan yang dia bawa. Tapi, thanks berat untuk Renji yang dengan lihainya menangkap nampan tersebut. Wow, gen monyetnya memang sangat berguna pada saat seperti ini. Mungkin dia lebih baik ikutan sirkus dari pada jadi pelayan begini…
Rukia dan Matsumoto melayani dengan riang gembira dan bersemangat. Toshiro yang sudah terbiasa tentu juga tidak ada masalah. Eh, ralat. Ada masalahnya rupanya. Ternyata dia dipaksa untuk memakai pakaian maid!! Wah, padahal dia sedang nggak nyamar jadi Hanashiro. Jadi, agak canggung juga. Dia melayani dengan agak ragu karena takut ada anak SMU Karakura yang datang ke café. Kalau ketahuan bisa gawat! Bisa-bisa café ini kena terror dan hancur.
"Wuah~!! Ternyata asyik banget jadi pelayan café begini!" celetuk Rukia. "Gue suka banget sama seragamku ini~!!" lanjutnya sambil berputar sehingga roknya mengembang. Seragam maid Rukia berwarna biru tua dan bando warna senada. Warna itu cocok sekali dengan rambutnya. Tak lupa celemek putih yang wajib dipakai seluruh maid.
"Siapa dulu, dong, desaigner-nya??" bangga Matsumoto yang memakai seragam maid warna kuning.
"Uuh, kenapa aku harus berpakaian begini…" keluh Toshiro sambil mengangkat sedikit roknya. Toshiro memakai seragam maid warna hitam. Wow, black and white!
"Toshiro-kun imut, kok, pakai itu!" puji Orihime yang memakai seragam maid warna orange.
"Iya, lho, Toshiro!" kata Kusaka sambil ngacungin jempolnya.
"Yup! Gue setuju!" ucap Ichigo sambil mengendurkan dasinya. "Walau keliatan black and white… Kayak panda…"
Toshiro cemberut dengan muka merah. "Kurosaki-san…!!"
Renji mencomot pisang yang ada dimeja. "Nyam, nyam, nyam!! Enyaaak~!!"
"Huh! Dasar, monkey!" ejek Rukia.
"……………" Byakuya tetap hening.
"Eh, udah sore, nih! Yuk, kita ganti baju trus pulang!" ajak Matsumoto.
"Lho? Bukannya café ini buka sampe malam?" tanya Kusaka.
"Oh, tak masalah… Gue udah punya karyawan terpercaya untuk menjaga café ini! Bisa dibilang karyawan dari ortu gue…" terang Matsumoto. "Yah, mereka bisa gue percaya, sih… Tapi, nggak enak kalau punya karyawan yang nggak gue pilih sendiri."
"Good luck ya!" kata Renji sambil mengupas sesisir pisang lagi.
"Eh! Udah!! Elo udah ngabisin 10 buah pisang tahu!" gertak Rukia.
"Oke! Sampe besok ya!" kata Ichigo sambil mengambil tasnya.
"Eeeh? Kurosaki-kun nggak ganti baju dulu?" tanya Orihime.
Ichigo menggeleng. "Nggak usah! Gantinya di rumah!"
"Ichigo, gue ikut!!!" teriak Renji.
"Kalau gitu kami duluan juga. Sudah dijemput," kata Byakuya. "Ayo, Rukia!"
"Eh, iya! See you tomorrow ya!!!" seru Rukia. 2 orang keluarga Kuchiki itu lalu tampak keluar dari café dan masuk ke sebuah mobil sedan mewah.
"Lho?! Lho?!! Kok, gue jadi cowok sendiri gini?!!" teriak Kusaka.
"EHEM!! Kusaka-san…!!" kata Toshiro dengan muka masam.
"Eh, sorry. Gue lupa…" kata Kusaka. "Elo manis banget, sih. Jadi, lupa kalo elo itu cowok… Ya, udah. Ayo, kita ganti baju terus pulang! Rangiku-san, dimana kamar gantinya?"
"Oh, untuk cowok disitu!" Matsumoto menunjukkan sebuah arah.
"Oke, yuk, Toshiro!"
"Iya."
"Orihime, yuk, kita ganti juga!"
"Uh, iya!"
Selesai makan malam dan mandi, Toshiro merebahkan diri di kasur. PR sudah selesai… Toshiro akhirnya mengambil remote dan menyalakan televisi. Lumayan, ada sebuah film yang kelihatannya menarik. Dia berjalan menuju dapur untuk mengambil camilan dari lemari dapur dan segelas teh gandum dari kulkas. Lalu kembali ke depan televisi. Dia menonton televisi sambil sesekali tangannya meraup camilan dan menyeruput teh gandumnya.
"Meooooong~!!!"
Toshiro langsung blushing mendengar nada SMS HP-nya. Huh, mengganggu saja… Padahal lagi seru-serunya… Toshiro menyambar HP-nya dan membaca SMS itu tanpa lihat pengirimnya. Dia hanya membaca kalimat terakhir di SMS itu. Tertulis 'mau nggak?'. Dengan cuek Toshiro mengetikkan 'iya' dan meletakkan kembali HP-nya. Dia tidak mau buang-buang SMS untuk membalas bujukan dan rayuan yang pasti akan datang kalau dia jawab 'tidak'.
Tak lama kemudian. HP-nya bunyi lagi. Uh, siapa lagi, sih?!!
Ok. Kita ketemu disana jam 10 ya, Hanashiro? See u!
Have nice dream,
Ichigo
Toshiro langsung syok. Dia baru sadar kalau HP yang sekarang (dan tadi) dia pegang adalah HP lamanya yang dia jadikan HP Hanashiro. HP yang dia pakai sekarang adalah BlackBerry yang dibelikan Byakuya. Waduh! Gawat ini!! Dengan panik segera dia buka SMS dari Ichigo sebelumnya. Toshiro makin syok membacanya.
Hei, Hanashiro. Lama g ketemu. Gmn kbrnya? Oya, bsk Minggu kita jln ke Taman Hiburan SMILE yuk! Q byrin, kok! Mau g?
(A/N : Karena ini isi SMS jadi aku tulis pakai bahasa SMS. Boleh, nggak? Kalo nggak boleh ya besok aku ganti… Tapi, perasaan di zaman sekarang semuanya disingkat, deh.)
"NOOOOOOOOOOOOO~!!! APA YANG KU LAKUKAN?!!"
= TO BE CONTINUE =
4869fans-nikazemaru : "Libur telah tiba! Hore! Hore! Horeee~!!"
Hi-chan : "Iya, sih… Tapi, kan elo kelas 9, harusnya belajar, dong!"
4869fans-nikazemaru : "Iya, iya… Elo sendiri juga belajar, dong!! Nilai rapor elo jatuh di matematika, kan? Gila, masa semuanya dapet 90 ke atas tapi tiba-tiba nilai matematikanya 73?!"
Hi-chan : "Urusai! Mas sendiri jatuh di IPA, kan?!"
4869fans-nikazemaru : "Setidaknya walaupun jatuh, nilai IPA-nya 79! Lainnya oke-oke aja! Nggak ada yang 7 lagi!"
Hi-chan : "Bagusan gue!"
4869fans-nikazemaru : "Gue!!!"
Hi-chan + 4869fans-nikazemaru : (berantem)
Hitsugaya : (sweatdrop) "Gila…"
Ichigo : "Wueh? Berarti besok ceritanya gue kencan sama Hanashiro? Yuhuuy~!!"
Hitsugaya : (blush) "U-uuuh…"
Kusaka : "Wuah!! Sulap gue keren~!!"
Matsumoto : "Yaaah~!! Kok, gue anjing?!"
4869fans-nikazemaru : "Udah, deh… Terima nasib aja! Elo mau gue kasih gen lalat?"
Byakuya : "…… Gen gue apaan?"
Hi-chan : "Bakal terungkap besok, kok!"
Byakuya : "Oh." (mata berkilau karena senang)
Rukia : "Wah, jadi penasaran, nih!"
4869fans-nikazemaru : "Ok!! See you on the next chapter, guys!! Oya, gambar-gambarnya udah di post ke blog!! Link-nya ada di profilku!!"
All : "AND DON'T FORGET TO REVIEW!!!"
Bales-bales review, yuk~!!
MikidCAT : Ehehehe, gambarnya bisa di lihat di FB-ku. Di blog juga udah ada. Linknya ada di profilku! ^o^
Dina_hitsugaya : Penasaran? Baca aja terus~!! *promosi ni ceritanya*
DiLLa-SaGi : Mmm, ByakuRen ya? Yaah, lihat aja nanti… Soal binatang apa yang di tubuh Hitsu masih rahasia~!!
Pretty Cute-Hime : Eh? Makasih. Emang mirip, kok! Soalnya lagi kangen sama Tokyo Mew Mew. Gambarnya dah selesai, kok! Lihat di FB atau di blog. Link-nya ada di profil.
Anezaki-Ai09 : Iya, idenya dari Tokyo Mew Mew! ^o^ Eh, nggak, kok!! Gue bahkan nggak pernah nonton BBF!! O.o Kalo F4, mah, pas kecil dulu pernah nonton *inget banget karena pas itu gue ngefans sama Vic Zou* Oh, soal gennya semua udah gue tetapin dan patenkan jauh-jauh hari. Nggak bisa di ubah lagi, gomen~!! Jadi, lihat aja nanti. Oya, gambarnya udah ada di FB dan blog!
Chubby Chu : Uuuh, gambarnya udah jadi 'n di taruh FB dan blog. Tapi, aku nggak tau FB-mu… Udah liat belum? Kalo belum, minta nama FB-nya, ntar aku tag. Romance-nya menyusul! Tunggu ya??
Black-Cat-Yoruichi : Ehe, dah tau 'kan Matsu jadi apaan? Oh, itu masih rahasia perusahaan~!!
Kurai : Oh, untung, deh, nggak pingsan beneran! Kan nggak elite banget pingsan di depan laptop/komputer/HP gara-gara baca fanfic… *dihajar* Ehe, emang kapan, sih, ide gue nggak sableng? *perasaan sableng mulu, deh!*
Yumemiru Reirin : Um, sebenernya, sih, sejak awal alurnya udah di rencanain kayak begini… Tapi, setelah di pikir-pikir, di timbang, di ukur, di cincang, dan di giling *lho? Itu, mah, daging!* ternyata alurnya nggak sesuai sama judulnya! Jadi diganti… Oya, tetep ada kaichou-nya, tapi dikit ^.^
KuroShiro6yh : Penasaran? Baca terus 'Animal or Human?'!! *dibantai karena promosi*
Hana Yazawa : Oh ya, emang… Di sini, kan, multi-pairing ^o^ Jadi pair-nya banyak.
ShiNomori naOmi : Judul diganti karena menurutku nggak pas sama isinya… Ehehe, alasan kenapa di rahasiakan pelan-pelan bakal terungkap, kok! Sabar ya! Oh ya, silakan…
shiiro. no. akuma : Oya, makasih! Ehehehe, udah lihat ndiri, kan, Matsu jadi apa? ^.^
KakyouAkuno : Hehehe, iya. Soal Hitsu, sih, rahasia~!! *grin* Ohoho, emang! Dia ku kasih gen amoeba gara-gara aku pengen Hichigo muncul.
1629227-9127027 : Busyet!! Quinsi-san, aku pusing ngetik pen-name-mu!! Ajib gile rumit banget! O.O *otak langsung error* Terpaksa dinamain begitu. Pertamanya mau dikasih nama 1234, tapi, kok, kayak orang berhitung. Kalo 9999 rasanya, kok, malah jadi kayak percobaan terkutuk… ^_^ Eh… Ichigo jenis amoeba apa ya…?? *orang yang paling lemah sama IPA* Ah, nggak tau!! . Ohoho, Kusaka dapet fans! Hmm, mungkin iya juga… Hah? Apa?? Penurunan sifat? *buka buku fisika, begitu ketemu halamannya otak langsung error dan berkeringat dingin* N-nggak, kok!! Pelajaranku belum sampe situ! Eh? Oh? Gitu ya?! Gomen, soalnya itu udah kebiasaan! ^_^
Kanon : Masa, sih, mirip? *nggak nyangka* Kebetulan kalo begitu ^.^ Makasih dah baca fanficku~!!
Fuuki Inchou Ange : Ehehehe, satu lagi orang aku tulari virus IchiHitsu ^.^ Makasih udah di fave!!
