HAI!

Namaku Kaori Nagisa.

Entah kenapa, namaku mirip kayak Kaworu Nagisa dari Evangelion!

Karena narrator-nya unreliable banget, jadi sekarang ini Point of View-ku! Imut, kan?

Aku adalah…anak gembala…suka..meriang…serta menggila…

Eh salah ya? Oke. Aku adalah stalker—ralat—pacar Minato Arisato! Dia pergi dari Tokyo setelah dia naik kelas dua SMA, karena dia mau masuk boarding school SMA Gekkoukan ini! Dasaar, jangan tinggalin aku doong! Teganya dirimu teganya teganya teganya dirimu—PUWAH! Meninggalkan daku, kekasihmu yang cantik dan rupawati (rupawan kan buat cowok, rupawati buat cewek) ini?

Makanya, hari ini, aku mau pergi ke Tatsumi Port Island untuk menjenguk Minato-kun; kebetulan sekolah lagi libur, ada rapat besar-besaran guru!

Maka dari itu, langkah pertama adalah—

SMA GEKKOUKAN!

Jangan-jangan, dia udah selingkuh (CHECK!), ngerayain Valentine (CHECK!) , trus pergi ke festival musim panas (CHECK!) ama cewek lain selain akyu! Makanya, aku mau nanya dia to-the-point dan ngelabrak si cewek brengsek itu!

Dan ini udah speech pembukanya! Si Seli lagi pergi! Baca sana!


"Hmmm….2-F…"Itu nama tempatnya oke? Oh ya…

Evening….

Dengan langkah seperti Sherlock Holmes lagi kena flu berat, Kaori melangkah ke arah pintu berwarna putih dan langsing seperti aku (-ditampar-) DAN—

"Eh wig gue copot—COPOT BENERAN!" Itu Ryoji, ya.

Dan melihat Sadakooo! Banzai, banzaiii.

Seketika Kaori pun pingsan dan klejotan di lante saking takutnya sama hantu, karena….

Malam itu, Kaori seperti biasa menyisiri rambutnya yang merah dan serem—ehm dengan tekun, taat, dan bersahaja. Waw, lebay.

Karena lampunya remang-remang, idungnya pernah kecolok hairpin sekali…dan miraculous banget—bulu idungnya copot!

Namun yang lebih serem dari itu adalah—

"Eh Kaori punya hair gel gak lo?"

Seketika, hujan di malam yang mendung itu pun turun (gak nyambung. I know), gak ada oujyek, beycyek, petir kayak meincret, dan tampaklah wajah Minato yang super emo DAN GAK ADA MUKANYA.

Malam itu, suasana keluarga Nagisa pun dapat dianggap—ehm, thriller.

Ryoji pun cuma bisa sweatdrop ngeliatin dia epilepsi di lante…

"Heei? Heei." HALOO? HALOOO Ryoji!

"Haloo? Haloo!" HAAI! HAII!

HALO!

HAI!

HAI HAI HALO HALO HAI HALO HAI!

HALO HALO HAI HAI HALO HAI HALO!

hai!

halo!

….oooo….

Aii…

Ah, OK, lupa. Let's move on, shall we.


Gekkoukan High School, Halllway

Entah mengapa tiba-tiba Minato ngerasa gak enak—

Napa ya? Mens kali? Dia 'kan man, makanya Mens. Lho gak nyambung.

Iya siih, rasanya Limo el ama dingiin, banget sampe dia bersin dan ingusnya muncrat 1 milimeter.

Kok gue ada firasat bakalan terjadi hal yang buruk—

"HYAAAA! MII-NAA-TOOO!"

..bener! Pasti si Minato keturunan mama Fortuna—hah?

Minato agak merinding juga sih ngeliatin si Ryoji lari-lari dengan wig yang belum ditata itu…Kayak si Buta dari Gua Hantu kali ya?

"sialan lu Sal—KYAA!" (WHAT THE F—KAAK! KAAK!)

…ups! Kayaknya gue BARU SAJA bikin dia tersandung…Au 'ah, gue mau pergi ke female headquarter di 2-E dulu. Digantiin sama Sally-sama, yah.

Dan, wanita itu pun tertarik oleh sang Gravitasi, dan refleksnya sangat lambat untuk bangkit kembali.

Namun, sang Romeo, yang setia menolongnya demi cinta, langsung…

MENGHINDAR. Allooo, Sally balik lagii!

Maka, jatuhlah Ryoji ke lante dengan dramatis.

"ADUH!"

"Nape lu?"

Dengan mukanya yang udah rata (MASYA ALLAH!), Ryoji pun ngomong dengan suara serek bahwa…

Ya ampyuun, si Kaori diculik ama female headquarter!

Thanks, Ryoji. Nih cepek buat beli permen!

"Permen?...Aku gak suka permen! Aku maunya balon!"

Jangan, nanti phobia saya kambuh.

"Mampus, dong!"

Ella-ella-E-e-e-….Apa?

"Nggak."


2-E

Di dalem dua e A.K.A 2-E, si Kaori anak yang tak bersalah taat pada aturan agama dan berbakti kepada ortu dan guru dan berguna untuk nusa dan bangsa fuuh….hhaaaa…haaa…di….doo….dorong ama Natsuki da' Kebo (bully 'kan?) ke kursi orang….

"Eh, nemu relawan nih." Katanya. "Ya gak Fuuka? Ya gak ya gak ya gak ya gak?" Akhirnya Natsuki mulai nari ala orang Bali, nari Kecak saking 'ya gak'nya itu banyak banget...lho?

"Uhmm….Dia bukan anak dari sekolah ini 'kan? Nggak apa-apa?" Tanya Fuuka sopan. Sumpe de, ni anak adalah orang terwaras yang ada di Universe fic ini.

"Tak apa. Aku sudah tahu tujuannya kemari." Wauw, Mitsuru paranormal!

"eh, apa?" Tanya Yukari gak sabar.

"….menjenguk Arisato." Dalem hati, dia bilang "Uuuh, sebeell! 'kan seksian akyu daripada dia…Dia 'kan cuma C cup…"

"SALAH SALLY! EXECUTION!"

OKE! SAYA SALAH! Oopsie Daisie!

Yukari langsung gloomy lagi mengetahui cewek ini tahu soal Minato…Iya, Yukari itu stalker sejatinya, 'kan?

"BUKAN SIIH! GARUDYNE!"

AAAAAH! SAYA DITERBANGKAN KE SURGAA! Eh, ada Oma…Assalamu'alaikum, Oma…

"IYA! DIA BISA KITA PAKE SEBAGE RELAWAN KITA! Ayo, pakein dia baju sadako! CEPET!" Waauw, napsumu bagus, Yukari.

"NAPSU LU! Dasar cewek jelek kayak bebek pantatnya robek!" Teriak seorang cewek berbaju ala bangsawan nyentrik bernama Cornell Deacon, barengan ama saiah.

"Udah mulai ajah!" Sally-sama, split persona saya yang sangat lembut, halus, dan feminin, langsung nolongin Yukari dari dampratan Cornell Deacon yang pedes….

Maka, mulailah orang-orang dari geng Yukari makein si Kaori baju Sadako, yang cuma daster putih panjang terus si Kaori dikasih wig…Ehh disiram.

"KOK GUE DISIRAM?"

"K-kamu 'kan Sadako…?" Ujar Fuuka sambil senyum-senyum manis ala si Maissy.

"Iya, elu Sadako. Sama-sama jadi hantu kalo mati, basah lagi matinya." Kritik Cornell pedes sepedes sambel di Rumah Makan Soto Kudus ama Balsem Otot Geliga (tau apa maksudnya kaan, Cornell? Balseem?).

Saya gak tau darimana pedesnya, cuma si Kaori mukanya shock banget gitu.

Kaori pun menggerutu dikit ke cewek berkacamata itu, sambil ngelap air di mukanya…

"BAH! CUIH! K-kita ini…Pengen ngapain si'?"

Para cewek senyum sambil ngeliatin jam dan Kaori, sejenak.

Sekarang udah jam Enem sore.

"OKE! KITA MULAI!"

Dan Cornell—sepertinya sang eksekutor nanti—nyeret-nyeret Kaori dengan napsunya.


Gekkoukan High School, 2nd Floor, Hallway

Para cewek, baris di kanan sampe mentok ke belakang…Ada yang kejeduk, mas.

Para cowok, baris di kiri sampe mentok ke idem….Yaah, kejeduk lagi dah. Kejeduknya bareng lagi.

Para cewek lagi gak sabar pengen tawuran ama cowok, sementara para cowok Ponari Sweat-drop karena Mitsuru berpartisipasi! AAAAAH!

Dia pake baju seksi banget- Cosplaynya Catwoman tanpa topeng untuk sementara, dan dia bawa cambuk asli.

Aduuh…Kok gue nulis aja gak enak ya?

Akihiko, yang merasa kayak pemulung persus anaknya Kaisar Jepang langsung dingin fangirl yang ngeliatin dia dari tadi langsung ambil sapu tangan dan ngelap keringetnya. Beberapa ngejilat keringet Akihiko yang asem dan bau—najis banget 'kan? GUE AJA YANG NGEJILAT!—lho?

"Anjrit, liat tuh Akihiko-san….Mitsuru-san hot banget ya-AWH! MYAAW!" (wha-?)kata Junpei, mengucapkan surat wasiatnya sebelum ditinju Akihiko di muka.

"TOLOL! Kalo kita di eksekusi ama dia gimanaa, tolool?"DOBEL TOLOL! OOSEM!

"Ha, eksekusi?"

"…nggak tau sih lo."

"OKE, SEMUA! Pertama mari kita applause ke Mitsuru-kun dulu, yang telah membuat kita refreshing dengan acara asik ini, yang SAMA SEKALI TIDAK dimonitor guru!" Teriak Hidetoshi napsu, sampe diliatin anggota OSIS lainnya."KARENA HANYA DUA BULAN SEBELUM UJIAN, kita refreshing dulu! Namun ingat, sebagai seorang murid, kita—"

"Oke, karena dia goblok, gue aja yang ngomong."Potong Minato sambil ngambil mic-nya. "Okay, are you ready to roll, everyone?"

Karena Crowning Moment of Awesome-nya Minato yang bisa bahasa inggris tanpa noda gelap dan flek hitam lalu bekas jerawat itu, para regu tepuk tangan penuh niat untuk menang. Minato cuma ngangguk pelan cuma dalem ati dia senyum-senyum genit.

"Oke, semua udah tau apa yang bakal terjadi hari ini?" Lu juga baru dikasi tau beberapa detik yang lalu. "KITA BAKALAN ADA KOMPETISI TRICK OR TREAT YANG DISELENGGARAKAN HARI INI!" Penonton pun teriak-teriak cheering, "Jadi, yang paling banyak meminta warga Tatsumi Port Island manisan dan kue, bakalan mendapat hadiah!"

Penonton pun pada gemuruh nanyain hadiahnya apaan, Minato juga cuma bisa cengo' bayangin hadiah yang bakal dikasih. Setelah si Chihiro darling ngasi tau hadiahnya apaan Minato pun tereak napsu, "LIBURAN KE HOTEL KYOTO BUAT DARMAWISATA NANTIII!" Dan….tereak lagi….ah cape' gua nulisnya.

"Namun gak semudah itu, karena sang pemberi hadiah alias Marylene-sama bakalan menunggu kalian di ATAP SEKOLAH!" Dan Ryoji pun bersin di atap karena diomongin…Kenceng lagi…"Tak lupa, kami akan memberi kalian uji nyali paling mengerikan setelah DIKEJAR KUCHISAKE ONNA! LALU….LALUUUU!"

"HEH NAPSU!" Seru anak bangsawan di belakangnya, langsung nusuk punggung Minato pake rapier Joyeuse punya suaminya…

Karena tiba-tiba Minato pingsan karena capek teriak-teriak dan ditusuk kaya' sate, si Hidetoshi pun ngomong lagi, "Batas waktunya adalah jam tujuh sampai JAM DUA BELAS! Dan ketentuannya akan dibacakan Chihiro-san…"

Si Chihiro pun maju dan dengan malu-malu bacain aturan mainnya. Adalah…

- Nggak boleh balik setelah langkah terakhir tangga ke lantai 2. Yang melanggar dieksekusi Mitsuru.

- Ada dua rute; cewe' lewat tangga sebelah kiri; cowo' sebelah kanan. Jadi, nggak bakalan terjadi kecelakaan orang benyek kayak Big Mac dipenyet pantat.

- Manisan yang udah jatoh gak bisa diambil lagi. Yang melanggar dieksekusi Mitsuru.

- Ada caranya bawa permennya! Cewek: ditaro di kepala kayak tukang sayur Indonesia bawa sayuran jaman dulu. Cowok: digendong di punggung kaya' laki-laki tangguh bawa-bawa nenek-nenek 90 tahunan tidur. Jatoh gagal!

- INI ADU KECEPATAN! Jadi bawanya jangan lenggak-lenggok kayak penari tradisional(aah…masa kecilku..)

- INI JUGA BATTLE ROYALE! Jadi mau pake Cleave, Fatal End, Sonic Punch, Kill Rush, Swift Strike, Heat Wave, Akasha Arts, Vorpal Blade, Brave Blade, de el el, Agidyne, Bufudyne, Ziodyne, Garudyne, Hamaon, Mudoon…Die for me…Samsara… Thunder Reign…Niflheim…Phanta Rhei..Ragnarok…Ardhanari…Armageddon…TERUS Sap, Poisona, Blindna, Sleep, atau malah Quickening buat benyekin orang sampe jadi daging buat Hamburger ama Bakso Pak Broto SILAHKAN! Cuma be realistic; gak boleh pake Dia, Media, Diarama, Mediarama, apalagi MEDIARAHAN! Yang melanggar dieksekusi Mitsuru. PS: Pake Midsummer Night's Dream boleh kalo pengen judi antar nasib. TARUHANNYA HIDUP.

- Yang dapat nyampe ke atap duluan dan tidak kabur lagi menang!

"Yak, ada yang keberatan?" Teriak Hidetoshi.

Nggak ada. Mereka takut dieksekusi Mitsuru, dan tambahannya…

Sally Michaelisse dan Cornell Deacon, dua bocah ingusan pindahan yang menjadi anggota OSIS dalam waktu singkat.

Digosipkan suka menyiksa orang, lho. Apalagi Sally; motonya, "Lebih bagus matinya lambat dan berdarah daripada cepat dan bersih!" Kalo masuk TV Tropes dia ini pasti bakal masuk kategori "Diabolus Ex Machina" atau "Moral Event Horizon" atau "Creepy Child".

Apalagi Cornell: "pake tangan pun sakit, gimana pake Rapier?"

Dan, oh dan, dimanakah kedua cewek itu berada? Dibelakang Hidetoshi yang lagi asik-asiknya ngomong (baca: kesurupan) dan Minato yang lagi asma dan bolong punggungnya, lagi ngobrolin soal cara menyiksa orang yang baik dan seru.

"Naah, karena masih ada satu jam lagi untuk dimulai lombanya, para regu silahkan menyusun taktik perang yang baik di headquarternya masing-masing!"

OH! Oh oh Ohppareul saranghae—tunggu. Salah. Itu mah 'Oh!'nya Girls' Generation yang lagi gue nyanyiin.

Oh ternyata oh ternyata….BIG BATTLENYA BAKAL DIMULAI SEBENTAR LAGI, SODARA SEBANGSA SETANAH AER SATU NUSA SATU BANGSA…Dari….Sabang…sampe…hh…Merauke…Apa yang dua regu ini akan rencanakan? Mari kita lihat!


Girl's Headquarter A.K.A 2-E

"JADI!" Dengan galaknya Cornell ngebanting kertas taktiknya ke meja sampe si Yukari keselek aer minum, "Ada yang punya usulan buat malem ini?"

Fuuka sibuk melakukan pertolongan pertama pada Yukari…

Mitsuru lagi mikir…

Sally juga mikir; karena dia telmi, ini bakalan jadi SEJAM.

Aigis JUGA mikir…

Yukari lagi seru nih; dengan indahnya mengeluarkan air mancur dari idungnya…

Hm, mana si Kaori? Kabur kah?

Mikir semua deh akhirnya. Cornell pun menghela napas panjang, kecewa.

Orang-orang ini….Gumamnya kecewa. Gue juga ikutan bisik-bisik nih!

"Cornell-chan aku punya—"

Oh, siapa ya yang teriak tadi?

"Sally…Masih mikir lu?"Katanya nepokin pundak Sally. "Udah, lu gak usah, nanti kita gagal." Katanya sambil senyum semanis stroberi—tunggu, sekecut stroberi—" gue udah bawa kertas taktik sekardus tuh; liat."

"Tapi aku—"

Najis serem abis miris gue gak punya ikan asin (-lho? maksa-) siapa sih yang ngomong?

Pas jari Cornell nunjuk ke arah luar, dimana seorang pengantar malang kewalahan membawa kertas taktik Cornell yang sebanyak dua kardus, Sally langsung mangap sampe ludahnya menghujani tangan Cornell (HIII!).

"he-he-hei! Ini 'kan cuma perang biasa! Lu kira mau ngelawan Vayne Cadas Solidor?"Seru Sally panik. Iya, saya gak suka yang lebay lebay…Saya 'kan rendah diri, taat pada aturan agama, pintar, tidak rajin belajar dan setia kepada Ortu, guru dan teman-teman…hahh…aaaah….hauuss….

"Makanya-!"

Hmm….Kok suaranya mirip suaranya Marina Inoue…

"eeh, tapi ini bagus lhoo…"Kata Cornell, sambil main bisik-bisik sama Sally soal taktiknya.

Apakah itu?

Bisikbisikbisikbisik….

Jadii….Taktiknya adalah…

"YESS! BAGUS! BAGUSS!" Sally tiba-tiba teriak sambil tos-tosan ama si Cornell ampe tangannya panas.

IYA, TAKTIKNYA ITU YESS! BAGUS! BAGUSS!

"DI KUDA BISIK!"

Lalu, seluruh anggota regu cewek pun main kuda bisik, dan hasilnya…

"SETUJU! GANBARIMASU!"

Apakah taktik cewek-cewek? Kita tunggu saja!

"Sally..san…"

Aduh, siapa sih? Serem nih gue!

"INI KAORI! GOBLOK LU!"

Hah? Dari tadi itu si Kaori toh? Ooh…Pantes suaranya kok suaranya Marina Inoue makanya….


Male Headquarter A.K.A 2-F

Eh, intip anak cowok yuk—Hm?

Para cowok kok malah mengheningkan cipta?

Sunyi senyap, kecuali suara si Bebe ngedandanin si Ryoji! Itu pun gak diitung.

"Hei…"Sahut Akihiko mencabut kesunyian (-cailaah, jadi Sally-sama mode nih-). "…Serius gak ada yang punya ide? Sumpe lo? Sumpe lo? Sumpe lo sumpe lo sumpe lo—"Saking frustasinya, si Akihiko ngucapin mantra sampemulut si Akihiko dibekep Junpei pake peci—eh peci—topi kostumnya.

"Gue punya ide," Ujar Minato, sang leader S.E.E.S yang asma+berpunggung bolong langsung berlagak keren. "Gimana kalo…Sini, senpai."

HYAW! Mau nge-yaoi—"berisik lu Sal."

Jaa dii….

Bisikbisikbisikbisik…

"AH! I GET IT NOW!" Seru Akihiko, beranjak dari sofanya.

Iya, jadi idenya itu "AH! I GET IT NOW!"

"Pasangin Kuda Bisik! Cepet!" Perintah Akihiko.

Jadi, anak-anak cowo' mainin kuda bisik dulu sampe akhirnya, kesimpulannya:

"SEDAAP! OKE! DOOZOO!"

Lalu, mereka pun langsung celebration pake lagu Piala Dunia 2010…Gimana dapetnya? Jangan tanya saya!

Lalu…

"—tunggu. Arisato, kamu 'kan katanya…"

Mendengar pernyataan Akihiko yang menyadarkan para cowok itu membuatnya kesal setengah mati…Kok bahasanya baku lagi sih. SALLY-SAMAAA!

"Oh, ya, Minato, ganti sana bajunya. Bebeee! Ada orderan, nih!" Teriak Keisuke, sampe mau ditampol ama Minato. Dia 'kan rencananya pengen pilih dan pake baju sendiri!

"Oh, yaa! Tunggu, eike ambilin dulu bajunya ya saayy…"Oh my got si Bebe ini banci beneran ya?

Maka, dipakeinlah Minato pake kuping kelinci, topi gede, ama Monocle DAN buntut kelinci, lalu dikasih pocket watch-nya si Shinjiro LALU celananya dipelorotin (HII BEBE LIAR!) dan diganti rok berenda-renda plus dikasih payung. Oh, mirip Nana Kitade…

Oh, pocket watch itu yang ngasih Akihiko soalnya…

"Eh, Shinji!"

"Ape?"

"Pinjem jam lu dong!"

"HAH buat apaan? Ini mahal tauk! Nih hasil santapan—maap, hasil kerja sambilan gue selama sebulan!"

"Gak bakal dirusak juga sih…"

"…ga'."Dan Shinjiro pun melengos pergi…Dan Akihiko gak mau. Dia langsung ninju si Shinjiro dengan….BUKU MASAK! Oh tidaak, aibnya udah kebukaaa….Dan lobang idungnya udah ketutup! Satu lagi korban asma berjatuhan…

"HMMPH! HHMMMH!"Shinjiro pun megap-megap sebentar gara-gara sesek napas."I-ini 'kan!"

"Yap, sayang."IH NAJIS!...Akihiko…Abnormal…"Ini adalah buku masak limited edition, ato collector's edition yang lu sangat ingin koleksi! Lengkap dengan tips masak yang baik, seru dan professional dari Chef-chef ternama kelas dunia!"

"TUKER AMA JAM GUAH!"Seru Shinjiro, langsung napsu kayak cowok nonton video porno….

"…Jangan dirusak, ya." Ujar Akihiko. Lalu, dia pun balik seneng-seneng ama cowok-cowok lain…dan melupakan Minato dan Ryoji…Sialan banget gak tuh? Jadi ibu kok gak becus!

"Bah, asem." Gerutu Minato.

"Haah, coba kalo aku juga bisa ikut.."Gumam Ryoji sambil manyun. Masa' dia ditinggalin ama si banci salon dari Perancis ini…

"Hmm, apa, say?" Tanya Bebe dengan logat banci+Prancisnya itu.

"Nggak…Terusin ajah." Jawab Ryoji, keringet dingin.

Nah, sekarang sudah jam 06.45, dan waktu terus berjalan! Apakah yang akan terjadi di antara duel seru ini? Kita lihat saja nanti! Saya makan siang dulu, terus solat, terus mandi, terus makan sore, terus buka FB, terus solat, terus donlot musik, terus solat, terus tidur dulu! Matta ashita, minna!


Disclaimer:

Chapter 1: Kuroshitsuji (Yana Toboso-Square-Enix), Phantom of Inferno (Nitro+), Crystal Knights' Adventure (CKA Authors: Sharfina Gassani, Shafa Salsabila, Nur Afifa Prasanti, Nabila Rahmasaputri), Frankenstein (saya gak tau creatornya-maaf, pokoknya saya gak punya), D'masiv (ya D'masiv), Spiderman (MARVEL COMICS)

Sherlock Holmes (Arthur Conan Doyle), Sadako (pokoknya ada yang punya di Jepang), Kuchisake Onna (poko'e ada yang punya di Jepang), Final Fantasy XII (Square-Enix), Catwoman (Marvel ato D.C. comics…gue gak tau poko'e ora punya, Oh! (Girls' Generation A.K.A So-Nyeo-Shi-Dae) TV Tropes (ya TV Tropes)

Credit to CornellDeacon karena mau menjadi protagonis Haroiin Paatii

Everything's not mine.


Info, about the Author:

Sally Michaelisse:

Yang nulis "Haroiin Paatii"!. Orangnya sangat urakan, lebay, kalo ngomong gak pake disaring dan suka menggondoki dirinya sendiri. Dia gak bisa nulis baku dan bisanya nulis pake campuran bahasa Jawa dan Sunda yang ngaco dan dibumbuin bahasa Jepang yang sama kaconya. Jadi beware, kalo anda menemukan sisipan gak perlu di cerita Bestowed Punishment chapter 2, marain dia.

Sally-sama A.K.A Sally Klinton:

Penulis Bestowed Punishment, yang sudah mendapat julukan "berbahasa keren".

Persona lainnya Sally; dia sangat pemalu, feminin, agak berlebihan, dan bermartabat tinggi. Dia tidak bisa menulis dengan bahasa gaul dan jika ia menulis memakai sekumpulan kata mutiara, misalnya dari Shakespeare, pantun ato puisi; semuanya asli Indonesia ato Inggris. Di ceritanya Bestowed Punishment, dimana para cast-nya boleh curhat atas peran masing-masing, dia selalu disalahkan karena semua idenya tidak berdasarkan logika.

Author ini sudah terkontaminasi oleh When They Cry series dan TV Tropes yang katanya, bisa bikin orang gila.