Okay~ chapter 3~!
Maaf updatenya lama!
Saya sekarang merencanakan satu chapter fic akan di publish 1 atau 2 minggu sekali. Berhubung saya punya fic multi chapter lain, jadi, akan agak lama untuk update fic ini.. di tambah project-project gambar saya yang menumpuk.. *soksibuk*
Sekali lagi kepada para pembaca, saya mengajukan sebuah pertanyaan~ kuroshitsuji gakuen ini mau lebih dari 5 chapter atau enggak? Tulis di review ya~
(bagi yang baca fic saya yang multi chapter di fandom persona series, ini berarti updatenya juga bakal lama)
Dan ayolah~ untuk para readers~ review fic saya ini~! Apa susahnya log in? Cuma tinggal isi username, dan password… selesaikan? Tidak sulit~!
Kita lanjut, ya~
Disclaimer: kalau anda tidak tahu siapa yang buat kuroshitsuji, sebaikanya buka di website manga online, atau segera pergi ke toko buku terdekat~ oh, ya, dan OC nya milik saya dan teman-teman~
Original Character:
Aria Phantomhive (c) Shi no Aria
Chibi ichigo (c) Nonohana Kizure
Diesty Sutcliff (c) Diesty Sutcliff
Lucielle Michaelis (c) Lucielle Michaelis
Miki T. Spears (c) Miki
Let's start~ hope you enjoy my fic~
Kuroshitsuji gakuen
Chapter 3
Third day, Wednesday
Pagi, itu, di kelas phantomhive, terlihat seorang anak duduk dengan tenang di tempat duduknya, chibi ichigo, anak terajin di kelas. Tiba-tiba, pintu kelas terbuka. (ini adalah pemandangan jarang) lucielle berdiri di ambang pintu
"Giliran dateng pagi, belom ada yang dateng..." keluh Lucielle
"Emangnya kenapa?" tanya Chibi ichigo
"AKU MAU NYALIN PR!!!" teriak Lucielle
"PR APA?!" Chibi ichigo kaget
"PR bahasa jepang! Kemaren ada soalnya di papan tulis!!!" Lucielle membongkar tasnya, dan mengeluarkan sebuah buku tulis.
"Yang ini lho!!" Lucielle membuka buku tulis tersebut, dan menunjukan sebuah cacatan, yang saya aja ga ngerti
"Oh, S**t!!! kemaren ga ku catet!!!!" Chibi ichigo dengan paniknya ngobrak-abrik isi tasnya. Dan mengeluarkan sebuah buku
Mereka berdua pun sibuk mengerjakan pr itu. Padahal menurut saya juga ga bakal di apa-apain sama tanaka walaupun ga ngerjain.
Saya melihat sekitar untuk mencari tanaka. Saya kemudian mendapati Tanak sedang duduk dengan real mode on plus lagi minum teh. Tinggal tiga menit lagi, si tanaka bakal kempes...
3 menit berlalu...
6 menit berlalu...
10 menit berlalu....
30 menit berlalu...
WTF???!!!! Ini real Tanaka yang benar-benar 'real'(?)!!!!!!!!!!
Ternyata, pas saya ngeliat kelas phantomhive lagi, mereka udah bersantai-santai ria. Ternyata si aria, udah ngerjain pr nya, dan dengan kilat, mereka nyalin tu pr. Ga tau isinya bener atau enggak. Yang penting ngerjain
"Hari ini pelajarannya apa aja?" tanya diesty
"Ng... sebentar... pelajaran pertama bahasa jepang, kedua agama, ketiga IPA, keempat tata busana" Aria membacakan jadwal pelajaran
"Hari ini bisa selamat ga, ya?" keluh Lucielle
"Semoga saja..." kata Aria pelan
"Eh, kayaknya kita ga perlu ngerjain PR bahasa jepang deh. Kataku sih ga bakal di periksa" kata Diesty
"Iya juga sih.. tapi ga ada salahnya kan? Kali aja ntar ada unexpected event. Aku pernah liat tanaka banting orang lho..." kata Lucielle sambil menutup buku pelajarannya
".... aku baru tahu..." kata Diesty sambil bersweatdrop ria
"Masutaa... masuta.. kono ie no VOCALOID no hitotsu dato... ima boku ni wa rikai deki masen... masuta...."bel masuk berbunyi
"Kita lagi kedatangan tamu dari vocaloid, ya?" tanya aria
"Enggak tau. Mungkin karena authornya lagi suka sama vocaloid. Lagu di folder hp nya aja paling banyak vocaloid. ALI project udah kalah" kata Lucielle
Mereka langsung ngelirik ke saya yang lagi nyanyi lagu vocaloid dengan gajhe nya
"Tuh, kan. Dia sekarang lebih sering nyanyi vocaloid" kata Lucielle
"Back to topic!! Jadi, kamu ngerjain ga?" tanya Chibi ichigo yang pr nya belum selesai kepada Diesty (yang belom ngerjain pr sama sekali)
"Udah deh. Ga usah... kalau kamu ga ngerjain pr, kamu udah jadi pahlawan lho" kata Diesty
"Pahlawan apaan?" tanya Chibi ichigo
"The late riser! Jadi kamu menyelamatkan ku dari rasa malu karena ga ngerjain pr sendiri kalau nanti di hukum! Hebat kan?" kata Diesty
"Emang yang lain udah selesai?" tanya aria
"Si Soma berusaha ngerjain pr dengan sekuat tenaga nya, supaya dia ga dikeluarin. Ciel, minta di kerjain pr nya sama soma dengan alasan soma itu 'kakak' yang baik dan bisa di andalkan. Jadi, pr nya ciel udah di kerjain soma. Elizabeth udah ngerjain. Dia kan anak rajin. Sedangkan miki belum datang" jelas Lucielle
"Jangan-jangan miki ga masuk lagi..." kata Diesty
"Mungkin saja... eh, hei, itu Tanaka.." kata Aria sambil menunjuk ke arah pintu
"Selamat pagi anak-anak sekalian. Apakah kalian sudah mengerjakan pr?" tanya Tanaka. Ga kayak biasanya
"Eh?! Dia nanya pr?!" kata Diesty setengah berbisik
"Untung sudah selesai..." Lucielle menghela nafas
"Ada apaan nih? Kok Tanaka tiba-tiba tanya pr?" bisik Chibi ichigo pada aria
"Tiga menit lagi...." Aria memperhatikan jam dinding
"Tiga.." Chibi icgigo menghintung mundur
"Dua..." Diesty melanjutkan hitungan mundurnya
"Satu..." Lajut Lucielle
Tidak seperti dugaan saya, Tanak kali ini kempes....
"Ho... Ho.... Ho..." chibi Tanaka ini sekarang udah megang teh jepang
Sementara itu, mari kita berpindah ke kelas Circus
"Yak~~ semuanya~! Sekarang kita akan melakukan sebuah game!" Lau mengeluarkan sebuah pistol
"Uwaa! Apa yang mau kau lakukan?!" tanya Dagger
"Kita akan bermain Russian Roulette! Kalian sudah tahu kan?" tanya Lau
"Iya... tapi, apa tidak terlalu berbahaya?" tanya Doll
"Pakai peluru karet kok. Dipinjamkan sama sang author~" kata Lau
"Oh.." Balas Jumbo
"Mari kita mulai.." kata Lau sambil mengangakat pistol itu
Karena ternyata saya ngasih pistol yang salah... (yang isinya peluru beneran)
Jadi, demi kebaikan para reader, mari kita pindah ke kelas phantomhive...
"Ho... Ho... Ho..." Tanaka sedang mengajarkan murid-murid kelas phantomhive melipat origami pesawat terbang
"Lihat! Lihat! Punya ku terbangnya mulus!" kata Elizabeth dengan bangganya
"Berisik..." kata Miki yang ternyata sudah datang ini
Sedangkan si bocah phantomhive udah stress bikin origaminya.
"Akh!!! Untuk apa kita kayak gini??!!!" dia ngelempar kertas origami yang udah dia jadiin bola
Tiba-tiba, mereka mendengar suara tembakan...
DOR!!
Hening sesaat....
"KYAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!"tiba-tiba ada yang berteriak
"Suara apa itu?" tanya Lucielle
"Ayo kita ke sumber suara..." Aria beranjak dari kursinya. Semua murid kelas phantomhive pun pergi ke sumber suara yang ternyata adalah kelas circus
Di TKP, anak-anak kelas circus, udah ngelilingin mayat a.k.a. Lau. Ternyata dia dapet tembakan yang ada pelurunya
Dan ternyata, Lau ga nembakin ke kepalanya. Lau belom mati. Tapi udah sekarat
"Joker! Lagian tadi kamu nembakin dia!" Beast agak panik
"Kan ku kira ga ada pelurunya! Lagi pula tadi kan dia bilang pelurunya dari karet!" Joker membela diri
"Tch... ga bisa di jadiin contoh gore scene..." keluh Aria
"Ada apa ini?" Sebastian sudah ada di belakang mereka
"Eto... sepertinya ada korban jatuh di kelas ini..." kata Chibi ichigo
"Ini... tadi, Pak guru(?) Lau ngajak kita main russian roulette. Terus, tadi waktu Joker mau ngasih ke Pak guru Lau, dia narik pelatuk pistolnya" Jelas Doll
Sebastian melancarkan death glare ke Joker
"Tapi tadi dia bilang pelurunya dari karet!!!!" Joker membela diri
"Berarti yang salah di sini...." Semuanya melirik ke arah saya
KOK SAYA YANG DI SALAHIN!!! Padahal kalau fanfic ini ga di bikin, kalian ga bakal ada disini!!!!!
"Kayaknya kita juga tetep bahagia kalau lo ga buat fanfic ini!!! Kita bisa lebih bahagia!!!! Lagi pula kan nge buat kita itu Yana Toboso!!" kata Joker
Tch.... ya sudah... yang mau keluar, silahkan taruh leher kalian disini terlebih dahulu..... saya sudah menyiapkan guillotine khusus buat kalian!!!
"Silahkan, siapa duluan? Buat contoh gore scene nih..." kata Aria
"Kanojo wa kouitta 'Ara, oyatsu no jikan dawa'...."
Bel pergantian pelajaran sudah berbunyi
"Sebaiknya kalian masuk ke kelas masing-masing untuk melanjutkan pelajaran berikutnya" kata Sebastian
"Saya akan menggantikan Lau dalam pelajaran bahasa mandarin ini.." lanjut Sebastian
"Dan soal 'mayat' nya.... Mungkin akan jadi salah satu koleksi kepala sekolah..." Sebastian mengevakuasi (baca: nyeret Lau yang sekarat) ke tempat aman...
Anak-anak kelas Phantomhive pun berjalan ke kelasnya yang tidak terlalu dekat dari situ. Melewati ruangan-ruangan berisi media untuk belajar... dan akhirnya, sebelum memasuki kelas mereka, salah satu dari mereka menyadari..
"Tunggu sebentar... Sekarang pelajaran agama, kan??!!!" tanya Ciel
"Iya jug--- Akh!!! Kabur! Jangan buka pintunya!!!!" kata Lucielle setenngah berbisik(?)
Tapi sayangnya, si Soma udah ngebuka pintunya...
"Baka!!!!" Teriak Aria
"Bagaimana dia tidak menyadari kalau kita semua berteriak?" tanya Elizabeth
"Ternyata kalian disana... Ayo, pelajaran sudah mau di mulai.." kata si Angela, guru agama sesat sambil mendekati mereka
"LARI!!!!" teriak Chibi ichigo
Mereka semua berlari dari depan kelas Phantomhive
"Wah... Wah... kalian tidak boleh meninggalkan pelajaran..." kata Angela sambil tersenyum dan mengeluarkan whip nya
"Hyah!!! Ke kantin!" kata Lucielle
"Kasihan Soma..." kata Miki pelan
"Ada apa?" tanya Diesty
"Dia tertangkap...." jawab Ciel
Semuanya sweatdrop
"Ya... ya... untung saja meja kantin ada taplak mejanya, dan taplak mejanya panjang.. sampai lantai~" kata Lucielle sambil berlari ke meja di tengah kantin dan bersembunyi di bawahnya. Diikuti Diesty dan Miki
"Ada apa ini?" tanya Bard yang kebetulan ada di kantin
"Kalau kau mencoba memberitahu angel *piip* itu, kau akan tamat..." kata Aria sambil mengancungkan tongkat coklatnya yang bisa mengeluarkan pisau itu
"Kenapa selalu begini kalau pelajaran agama?" keluh Bard
"Kami tidak mau mendengar agama sesat ajaran angel itu!" kata Chibi ichigo yang ada di sebelah Aria
"Kau juga..." kata Aria sambil menatap tajam penjaga kantin
"Untung saja tidak terkunci..." Elizabeth memasuki ruangan penyimpanan alat-alat janitor
"Aku ke sana saja.." Ciel berjalan menuju dapur, menemui butlernya
"Meja paling ujung!" kata Aria sambil berlari meninggalkan Bard dan bersembunyi di bawahnya di ikuti Chibi ichigo. Kantin menjadi sepi. Tak lama kemudian, Angela muncul. Ia memperhatikan kantin yang sepi.
Hanya ada Bard dan penjaga kantin yang namanya ga perlu di sebutin
"Apakah kau melihat anak-anak kelas Phantomhive?" tanya Angela
"Um... tidak..." jawab Bard
"Aku tidak percaya..." Angela berjalan menuju ruang janitor... dan menemukan Elizabeth di sana
"Satu di temukan~" kata Angela
"Kyaaa!!!!" Teriak Elizabeth
Tiba-tiba Miki keluar dari persembunyian dan menyerang Angela dengan senjatanya, tongkat persis seperti punya William
"Elizabeth, lari!" teriak Miki
"Bukankah tidak boleh mengeluarkan senjata di sekolah, t. Spears???" Angela melancarkan death glare. Ia mengangkat whip nya dan menyerang miki
CROOT!!
"Kalau begitu, untuk apa ada pelajaran jumat pagi itu?" kata Diesty yang menyerang Angela sebelum Angela melukai Miki dengan dozuki nya
"Tch.." saat Angela melihat ke belakangnya, Elizabeth sudah tidak ada di sana
"Agh!!!" Angela marah dan menyerang tanpa arah. Secara singkat, ngancurin kantin.
"Woah!" Bard menghindari serangan whip Angela
"Sepertinya ada pesta disini~" Aria keluar dari persembunyiannya sambil menyiapkan senjatanya.
"Ini bukan pesta..." Lucielle yang dari tadi sembunyi akhirnya keluar juga dengan senjata kesayangannya, dual gun
"Should we start??" kami berlima sudah mengepung Angela
"Wah.. wah.. ada apa ini?" Ciel berjalan keluar dari dapur
"Bukankah senjata hanya khusus hari jumat?" Sebastian mengikuti Ciel dari belakang
"Oh, s**t!!" Aria menyembunyikan senjatanya
"Tapi kita kan juga perlu latihan!" Chibi ichigo membela diri
Sebastian hanya membalasnyanya dengan death glare
"Ugh... kabur!!!!" kata Miki
Mereka berlima menyimpan senjatanya mereka dan berlari
Sebastian, Ciel dan Angela terdiam sesaat
"Hei, kau, kembali ke kelas!" kata Angela sambil mengeluarkan dark aura
"Tch..." Ciel berlari ke arah Aria dkk.
" Tunggu!" Angela mengejar Ciel
"Yah.. Sekolah ini memang kurang waras..." Sebastian kembali ke dapur
Aria dkk (yang sekarang di tambah Ciel dan Elizbeth) berlari menuju ruang kepala sekolah dan masuk kedalamnya
"Kakak!!! Biarkan kami bersembunyi disini!!!" pinta Chibi ichigo
"Eh?? Baiklah... Silahkan bersembunyi disana~" Undertaker menunjuk ke arah 7 peti mati kosong yang terbuka
"Aku tak yakin aman..." kata Lucielle sambil bersweatdrop ria
"Ya sudah kalau begitu.." Undertaker tersenyum
"Mau kah kau memberikan kami termpat persembunyian aman dan tidak mencurigakan kalau kami bisa membuat kau tertawa?" tanya Ciel
"Hm? Baiklah..." Undertaker tersenyum lagi
Baru saja Ciel bersiap-siap, pintu ruangan terbuka
"Oh... disini rupanya kalian.... Saatnya kembali ke kelas~!" Angela tersenyum
"GYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" semua anak di sana lansung berteriak...
Mari kita lihat Kelas Circus...
"Tangkap pesawatnya, Peter!" Wendy melemparkan paper plane buatannya
"Hup!" Peter mengambil paper plane Wendy yang sedang mengudara
"Susah sekali..." keluh Jumbo yang belum berhasil membuat satu pun paper plane
"Aku sudah bosan..." keluh Doll yang baru saja menyelesaikan paper planenya yang ke 50 dan melemparnya ke tumpukan kertas di depannya
"Ho.. Ho... Ho..." Tanaka hanya duduk di kursinya sambil minum teh
"Kimi wa oujo bokuwa meshitsukai. Unmei wakatsu aware no futago.." bel sekolah berbunyi
"Akhirnya..." kata Doll pelan
"Istirahat!!!" teriak Dagger
" Habis ini...." Joker tidak melanjutkan kata-katanya
"Agama.... si Angela....." jawab Beast singkat
"Yah.... nanti kita mau kabur kemana lagi?" tanya Joker
"Urus nanti saja! Ayo, kita ke kantin!" kata Dagger dengan semangat
(seperti biasa, Lunch time di lewat...)
Jam pelajaran ketiga
Kelas Phantomhive
"pelajaran selanjutnya...... IPA...." kata Lucielle pelan
"Kenapa?" tanya Diesty
"Aku takutnya kayak kemarin... si Aria....." Lucielle berhenti berbicara
"Oh, ya... aku mengerti..." Diesty sweatdrop
Madam Red memasuki kelas
"Yak~ anak-anak sekalian! Hari ini kita akan melakukann praktek lagi! Mengobservasi organ dalam manusia!!!" kata Madam red dengan semangat
"Yeah! Organ dalam!" Aria terdengar bersemangat
"Saya sudah menyiapkan dua mayat... Masih segar..." kata Madam red
"Pembagian kelompoknya, Aria, Chibi ichigo, Diesty dan Lucielle. Kelompok dua Miki, Ciel, Soma dan Elizabeth. Ayo kita ke laboratorium..." Madam red berjalan keluar kelas diikuti yang lainnya
Laboratorium
"Yak... silahkan pilih~" kata Madam red sambil tersenyum
Kelompok Aria memilih laki-laki berambut hitam pendek. Laki-laki itu masih memakai seragam sekolahnya
"Eto... ini... benar-benar udah mati?" tanya Lucielle
"Yup. Tadi saya sudah menyuruh Grell untuk mendapatkan dua orang untuk praktek... Sepertinya mereka lewat di depan sekolah tadi..." jawab Madam red yang diikuti sweatdrop semua anak (kecuali Aria)
"Baiklah... mari kita mulai~ silahkan meneliti organ dalamnya sesuka hati~ Siapkan selembar kertas untuk mencatat hal-hal penting tentang bagian dalam tubuh nya! Utama kan jantung~" kata Madam red
"Baiklah~" kata Aria mengambil pisau bedah
"Oh... tidak..." kata Diesty pelan
CROT!!!
Hening....
CROOOTT!!!!!!!
Tak ada yang berbicara
CROT! CROT! CROT! CROT! CROT! CROT! CROT! CROT! CROT!!!!!!
Aria menggila
HOEEKK!!!!
Ciel dengan suksesnya muntah
"HYAHAHA!!!" Aria memegang jantung orang itu dan menariknya
"Er... Aria... sudah, hentikan..." Chibi ichigo mencoba menenangkan Aria
"Tapi ini menyenangkan!" Kata Aria
"Lari!!!" seseorang berteriak di koridor
"Ada apa?" Miki melihat ke koridor
Anak-anak kelas circus berlarian menghindar dari Angela
"Kalian! Kembali ke kelas!" Angela berlari mengejar mereka dan membawa whip
"Dia selalu begitu..." kata Miki pelan
"Eh, sebaiknya kita observasi dulu organ dalamnya. Nanti keburu Di ancurin Aria" kata Lucielle
"Ah... iya, benar..." kata Diesty
"Tapi jantungnya...." Lucielle tidak melanjutkan kata-katanya
"Er... udah di bejek-bejek tuh... Jadi.. nilai kita mungkin akan berkurang...." kata Diesty. Dia memperhatikan Aria yang lagi sibuk nginjek-nginjek jatung orang itu....
"Ya.... kita pasrah saja..." kata Lucielle dengan lesu
Lucielle dan Diesty sibuk mencatat
"Siapa yang mau membedah mayatnya?" tanya Elizabeth yang terlihat ketakutan
"Jangan aku!" Soma langsung menolak
"Bagaimana kalau Miki? Berhubung Ciel lagi pingsan..." kata Elizabeth
"Oh... baiklah..." kata Miki
Miki mengambil pisau bedah yang di sediakan untuk membedah mayat itu
Layaknya dokter bedah (hyah..) Miki membedah mayat itu dengan baik
"Uwa... keren..." Elizabeth terkagum-kagum
"Yah... ini hasil dari main trauma center..." Miki tersenyum
"Keren..." kata Soma pelan
"Sip! Ayo kita teliti~" kata Miki dengan semangat
Kelompok 2 dengan semangatnya(kecuali Ciel) mengerjakan tugas dengan baik
Sedangkan kelompok 1....
"Boleh aku potong pergelangan tangannya?" tanya Aria
"tidak" jawab Chibi ichigo singkat
"Boleh aku potong kaki kanan nya?" tanya Aria lagi
"Tentu saja tidak" jawab Diesty
"Boleh aku potong kepalanya?" tanya Aria
"TIDAK" jawab Lucielle
"Yaaahh..." keluh Aria
"Kalau kau tak kerja, kau tidak dapat nilai, lho~" kata Chibi ichigo
"Aku kan hanya ingin melihat gore scene..."keluh Aria lagi
"Huwaaa!!!!!" seseorang menerobos pintu masuk laboratorium
"Heh? Ngapain anak kelas circus?" tanya Diesty
"Kabur dari kejaran Angela..." jawab Chibi ichigo pelan
"Tolong aku!!! Yang lainnya bersembunyi di perpustakaan, tapi aku di tinggal! Perpustakaannya mereka kunci!" kata anak yang ternyata Dagger itu.
"Oh... jadi mereka di perpustakaan, ya?" Angela masuk ke dalam laboratorium
"Kami sedang ada pelajaran!" teriak Madam red kepada Angela
"Hanya sebentar kok..." balas Angela
"Mau apasih itu angel..." kata Miki pelan
"Dia kan angel ga bener..." tambah Ciel
"Yak~ saat nya kembali ke kelas.." Angela mendekati Dagger
"Shinjita mo no wa tsugou no ii mousou kurikaeshi utsushidasu kagami...." bel tanda pergantian pelajaran berbunyi
"Tch... sudah selesai..." kata Angela pelan
"Yak~ kumpulkan tugas kalian!" kata Madam Red
"Sudah selesai, kan? Kalau begitu kopotong-potong boleh?" tanya Aria
"Terserahlah..." kata Lucielle yang udah pasrah
"Yes!!!" Aria dengan bahagianya ngebelek mayat itu dengan pisau bedah
Madam red hanya bisa geleng-geleng kepala...
Pelajaran ke empat
Kelas Phantomhive
"Pelajaran apa habis ini?" tanya Diesty
"Er... kalau ga salah tata busana..." jawab Miki
"Tata busana~" tambah Elizabeth yang sebenarnya ga perlu
"Pelayan bodoh itu.." kata Ciel pelan
"Tapi setidaknya dia melindungi mansion mu saat kau di circus..." kata Aria
"*nod*" balas Ciel
"Ya semua--- kyaa!!!" Guru tata busana, Maylene, terjatuh di depan pintu kelas. Barang bawaannya jadi jatuh semua
"Maylene-sensei tidak apa-apa?" tanya Miki
"Tidak apa-apa kok..." Maylene mengumpulkan alat-alat menjahitnya yang jatuh
"Nah semuanya~! Sekarang, keluarkan alat kahit kalian! Kita akan melanjutkan menjahit celana santai~!" kata Maylene mengeluarkan sebuah kain
"Hm... ini?" tanya Ciel menunjukan sebuah celana pendek yang sudah di jahit rapi
"Itu... Bocchan yang jahit?" tanya Maylene
"......... bukan..." jawab Ciel
"Bocchan harus buat sendiri! Kalau tidak, tidak akan saya nilai!" kata Maylene
"Tch...." Ciel menyimpan celana santainya lagi
"Sensei! Bagian mana lagi yang harus di jahit?" Elizabeth berjalan menuju meja guru sambil membawa kain jahitan nya
"Eto... bagian ini.... Biar saya contoh kan..." Maylene mengambil sebuah jarum dan siap untuk menjahit...
"Pertama...." Maylene mulai menjahit
"Kuharap kali ini ada gore scene lagi...." kata pelan
"Ouch!" tangan Maylene tertusuk jarum
"Sensei tak apa?" tanya Elizabeth
"Ya.. ya.. tidak apa-apa...." Maylene melanjutkan menjahit
"Sensei! Bantu aku!" kali ini, Soma yang meminta bantuan
"Aku duluan!" kata Elizabeth
"Iya... iya...." balas Soma
"Kamu ga jahit?" tanya Lucielle
"Enggak bawa..." Jawab Diesty
"Oh..."
"Kyaaaaa!!!!!" teriak Maylene
"Eh? Ada apa?" tanya Elizabeth.
"Jari ku!!!" Maylene memegangi jarinya yang ke jahit(?)
"Kok bisa??" tanya Soma
"Tarik aja... Nanti kan di ujung benangnya lepas...." kata Lucielle dengan tenang
"O-oke..." Maylene menarik benang yang sudah di masukkan ke jarum itu. Dan ternyata, ujung benangnya sudah di ikat mati
"Uwaaaaaaaa!!! JADI TAMBAH NYANGKUT!!!!" teriak Maylene
"Pakai gunting aja sih........"kata Ciel yang dari tadi merasa istirahatnya (baca: tidur) terganggu
"Oke... gunting...." Maylene mencari gunting di tasnya
"Gunting... gunt--- akh!!" Maylene berhasil menemukan guntingnya. Tapi, jari tertusuk jarum pentul
"Eto... Eto... gunting benang nya.." Maylene mendekatkan jarinya ke wajahnya
CROT!
Dengan bodohnya, Maylene salah potong.... dan (sayangnya /plak/) jarinya tidak seluruhnya terpotong. Hanya pinggirannya saja....
"Kyaaaaaaaa!!!!!!!!" Maylene berlari keluar... mencari pertolongan pastinya....
Saat berlari ke pintu..
CROT!
Kaki Maylene tertusuk paku payung yang di jatuhkannya saat masuk tadi
"Woah!" tampaknya Maylene menabrak seseorang di luar.
PRANG! DUK! CROT! MEONG(?)!
"Maylene-sensei!" teriak Miki.
Mereka semua berlari ke luar kelas. Maylene ternyata menabrak Bard yang membawa barang-barang bekas praktek IPA tadi
"Maylene! Maaf!" Bard berdiri sambil memegang nampan yang membawa alat-alat praktek termasuk pisau bedah. Karena guncangan tiba-tiba, kedua pisau bedah itu jatuh dan mengenaik Maylene yang masih tiduran di lantai..
CROT! CROT!!
Maylene pingsan
"Kurang..." Aria kecewa
"Huwaaaa!!! Sensei!!!!" teriak Elizabeth
Sementara itu, mari kita lihat kelas circus...
"Hmm... eskrim yang rasa negi kurang enak...." komentar Joker
"Tidak juga... kalau menurut saya, rasanya lumayan.." kata Ash
"Kalau menurutku, rasa sake yang kurang enak... bukan kurang lagi... tapi, GA ENAK..." kata Beast
"Dan kalau menurutku yang paling enak itu rasa pisang...." tambah Beast
"Pisang, ya? Aku sukanya jeruk..." balas Doll
"Terong paling enak..." kata Jumbo
"Rasa Cherry dong!" kata Peter dan Wendy bersamaan
"Yang jelas, aku berterima kasih karena kalian mau mendengar saya bercerita..." kata Ash sambil tersenyum
"Lain kali jangan yang Vocaloid series dong..." kata Beast sambil memakan es krim rasa pisangnya itu
"Tapi saya tidak bisa menemukan es krim unik lain selain vocaloid series ini..." kata Ash
"Hmm... ternnyata yang rasa terong lumayan juga....." kata Dagger sambil memakan es krim rasa terongnya yang berwarna ungu tersebut
"Ohh..." Doll masih menikmati es krimnya berwarna orange dengan rasa jeruk yang ia pegang
Karena pembicaraan kelas ini jadi pembicaraan es krim (sebenarnya sih karena berbahaya bagi alarm fujoshinya author), ayo kita kembali ke kelas phantomhive.... eh? Kelasnya kosong... kayaknya mereka ke UKS....
UKS
"Maylene sensei tidak apa-apa?" tanya Miki
"Saya tidak apa-apa kok...." jawab Maylene pelan
"Istirahat yang cukup, dan lukanya akan sembuh~" Madam red tersenyum.
"Ngapain sih kita ikut ke sini?" kata Ciel yang agak kesal
"Setidaknya kita tidak belajar...." kata Lucielle pelan
"Iya, sih... ngomong-ngomong, bel pulangnya kapan?" tanya Diesty
"futari no yume wa samenai mama, fushigi no kuni o samayotta.." bel pulang berbunyi
"Speak of the devil~" Aria tersenyum kecil
"Akhirnya pulang.... Miki, Elizabeth! Kalian mau disini dulu, atau langsung pulang?" tanya Chibi ichigo
"Tampaknya aku mau mengawasi maylene-sensei terlebih dahulu" kata Miki
"Iya!!" sambung Elizabeth
"Baiklah kalau begitu..." mereka semua meninggalkan Miki dan Elizabeth beserta Maylene.
~ to be continued~
Selesai....
Saya rasa fanfic abal ini udah lama ga di update......
Ya.... saya tidak tahu harus menaruh apa lagi di ending, nya...
Sebelum di tutup....
Klik tombol di bawah ini~!
\/
\/
\/
