CHAPTER 2
~~~~~~~~~~~~~ Rumah Sakura ~~~~~~~~~~~
Matahari muncul dari persembunyiannya, menunjukkan waktu sudah pagi. Burung-burung berkicauan dengan merdunya, yang siap mengawali hari baru ini. Ayam jag berkokok, yang siap membangunkan mahluk ciptaan tuhan yang siap mengawali hari baru ini.
Serang makhluk ciptaan tuhan yang diberi akal dan pikiran, yang kita sebut manusia. Sedang malas membuka matanya, gadis berambut pink itu masih terlelap dalam alam bawah sadarnya! Meskipun pagi sudah menjelang.
"Woey…! Jidat bangun…..dasar pemalas." teriak Ino pakek TOA. Gadis yang dibangunin Ino itu-pun tak bergeming.
"Gimana nie No! Kok Sakura nya gak bangun-bangun." Kata Tenten.
"Pa-padahal kan ki-kita sudah bangunin berkali-kali." Ujar Hinata.
"Ahaaa…..aku puny aide nie. He…he…." Temari ketawa jahil.
"Emang ide kau apa? Kayaknya brilliant banget." cerocos Ino.
"Hemmm….liyat aja entar, pasti nanti ide-ku berhasil."
"Sok yakin!"
"Woy Sak, bangun….! Kamu dijemput my hubby new tuh! Katanya mau diajak married!" teriak Temari, dengan suara ber-lume megabazzz.
"Mamna-mana! Haduh…..aku belum mandi, belum dandan, belum milih pakaian, adu gimana nie!" Sakura refleks bangun dengan gelagapan.
"Hahaha…..haa…..haha….makanya udah pagi tu jangan molor terus. Dasar! Kalau jadi cewek tuh harus rajin tau!" sindir Temari. Diirigi tawa kemenangannya, sambil memegangi perut nya. Karena kebanyakan tertawa.
"Ya….udah cepet mandi sana, kita-kita mau ke Mall." In mengibaskan tangannya ke arah Sakura. "Ya…..ya…..ya…..ternyata kalian bhngin aku, nyebelin…." Kesal sakura.
Dengan malas Sakura pun berajak dari kamar tidurnya, menuju kamr mandi. Sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.
20 menit kemudian, Sakura sudah siap pergi ke Mall, dengan ke-4 sahabatnya! Dengan memakai mobil Honda jazz warna merah, milik Ino
08.30
Akhirnya ke-5 sahabat ini, sudah sampai di Mall.
Minggu yang cerah di kta Jakarta, kta yang rawan macet. Keadaan Mall saat ini, sangat ramai! Karena hari libur.
"Hey! Guys kita kesana yuks!" Ino menunjuk dengan jari telunjuknya, ke sebuah tk yang menjual pin-pin dan accesoris lainnya, mereka ber-5 berjalan ke sana.
"Wah lihat ada pin nya SHINEE. I keren-keren deh!" Teriak tenten, membuat pengunjung Mall di sana memperhatikannya.
"Ten, ngomong kamu jangan keras-keras dong! Dilihat pengunjung tau!" Sakura menasehati.
"Wah Ta-Taemin lucu banget." Hinata mengambil 1 pin dengan waja ber binar-binar.
"Eh….temen-temen, aku ke tilet dulu ya! Salnya aku kebelet nie!" izin Sakura.
"Mau ditemeni Jidat?" Tawar Ino . seraya bercanda!
"Gak usah deh! Kamu kira aku anak kecil─aku kan pemberani." Tlak Sakura.
"Iya….. dah! Sana-sana!" Ino berlagak mengusir. "Tapi hati-hati nanti ada mbak kunti, kepala buntung, lordvaldemort, mummy, hehehe…." In tertawa garing.
Sakura's POV
Aku berjalan menuju ke tilet wanita, lalu aku langsung masuk, setelah selesai aku langsung masuk, setelah selesai aku langsung keluar ke toilet. Aku berjalan menuju keteman-teman ku. Ku langkahkan kakiku tiba-tiba aku melihat orang yang familiar bagiku. Aku berjalan mendekat kea rah orang itu, tidak jau karma dia berada kira-kira 2 meter dari tempatku.
"Kak Karin!" sapaku padanya, aku sebenarnya takut menyapanya, karma dia selalu jahat denganku dan selalu menyalahkan ku, tapi aku harus baik sama dia. Karena suatu alas an. Dia memutar tubuhnya berhadapan denganku.
"Oh kamu….. anak pembawa sial." Bentaknya. Aku diam tak bergeming sedikit pun. Rasanya hatikun seperti ditusuk jarum.
"Dasar kau anak pembawa sial, kenapa kau tidak mati saja! Kau itu tidak pantas idup di dunia ini, pantasnya kau iti di neraka!" bagai tersambar petir. Tak bias ku tahan lagi air mata yang siap mengalir ini, cairan hangat ini sudah tumpah dengan sukses nya mengalir dipipi ku.
"Makhluk ktr spertimu tidak mendapatkan kebahagiaan, aku akan merebut apapun yang kau punya, dan orang-orang yang sayang padamu! Karena kau tidak pantas mendapatkannya." Lanjutnya dengan emosi yang meluap-luap, lalu dia mendorong tubuhku menabrak tembok, dan kepalaku terbentuk tembk. Sungguh sadis.
"Ku ingatkan jangan pernah memanggilku selah-lah aku adalah kakakmu atau saudaramu! Karena itu tak mungkin, karena kau anak pembawa sial! Ha…haaaahaaaa…. Amkan itu!" ancamnya diiringi tawa kemenagan.
End Sakura's POV
Sakura terduduk lemah ditembk tidak ada yang melihat kejadian itu, mungkin karena tempat itu sepi! Tetes demi tetes air mata yang tidak bias dibendung lagi. Dia merasakan sakit di hati dan pikirannya, tak dia iraukan bau anyir, darah yang mengalir ari kepalanya dan lengannya. Tak peduli sakit yang didera difisik. Melainkan sakit yang lebih dari sakit fisik, rasa sesak didada menandakan sudah berapa lama dia menyimpan masalanya, dan besarnya masalahnya. Harus kah dia menanggung semua ini. Padaal semua ini bukan salahnya, atau kah hidup memang tak adil, atau kah Tuan memberinya cbaan untuk setiap umatnya, tapi dia tidak menyalah kan Tuhan, dia juga juga tidak bias merubah takdir dari tuhan. Yang bias Sakura lakukan hanya memhn kepada Tuhan supaya diberi kebahagiaan suatu saat nanti, membuat orang yang benci kepadanya bias meliat ketulusan hatinya dan dan dia akan berusaha membuat semuanya berakhir bahagia, bukan untuk dia saja tapi untuk setiap makluk yang ia sayangi. Tidak memandang rang itu jahat dengan dia, atau baik, karena dia yakin setiap rang bias berubah, itulah prinsipnya. Dia tidak berenti berharap, berdo'a, berusaha. 'MANUSIA BISA BERUSAHA DAN TUHAN LAH YANG MENETUKAN' Sakura merasakan pandangannya mengabur, dan semuanya menjadi gelap.
"Ya Tuhan….. Sakura!"
