Going on with the fic, baby. 60 themes left.

Tolong R&R yah~


31. Flowers
Aku duduk di sofa setengah telanjang dengan handuk melingkar di leherku. Rambutku sudah agak mengering.

"Mello! Ini makan malamnya!" Seru Matt, mengundangku berjalan ke meja makan.

"Ya, ya. Tunggu sebentar!" Aku berjalan keluar dari kamar dan duduk di dekat meja makan, melihat Matt dengan apron. "M-Matt... kenapa kau pakai benda itu?"

"He? Ini?" Matt memegang dua sisi apron miliknya dan meng-observasi benda hitam tersebut. "Aku jarang masak karena ketika aku masak pasti dapur hancur lebur dan bajuku jadi korban..."

Ya, apron yang dikenakan olehnya memang sangat kotor.

Matt berjalan lagi ke dapur untuk mengambil makanan sementara aku melihat kucing yang telah dipungut olehnya menggigiti bunga di meja.

"Kau dan aku... memang sama." Bisikku pelan. Si kucing melihatku dengan tanda tanya terukir di ekspresinya. "Matt memungut kita dari pinggir jalan dan membawa kita ke tempat yang aman..."

"Nya..." Kucing berbulu putih itu kembali menggigiti bunga yang ia duduki.

"Hanya saja ia memungutku dari jurang hatiku..." Aku tersenyum ketika melihat Matt datang dengan dua piring makanan.

32. Night
"Mello, kau yakin kau tidak apa-apa tidur seranjang denganku...?" Matt bertanya.

"Kenapa memangnya? Kau tidak mau tidur denganku?"

"Bukan itu!"

"Well... what's the problem, then..." Aku memandangnya. "...honey?"

"H-honey?" Wajah Matt berubah menjadi semerah rambutnya.

"Ayo, Matt. Aku tahu kau mau..."

"Mello! Ja-jangan menggodaku begitu!" Katanya, setengah berteriak.

"Habisnya kau asik digoda..."

"Mellooo!"

33. Expectations
Aku membuka kedua mataku dan melihat Matt yang masih ada di dekapanku, tertidur pulas, seperti seorang anak bayi di pelukan ibunya. Aku melarikan tanganku melalu rambut merahnya yang halus.

Pertama kali aku bertemu dengannya, rambut Matt itu hijau kecoklatan. Dia mengecat rambutnya? Oh well... merah membuat ia terlihat makin seksi...

"Umn..." Matt membalikan tubuhnya ketika aku berusaha menarik tanganku dari bawah kepalanya. Aku tidak membangunkannya kan? Sepertinya tidak. Aku duduk di kasur itu dan meraih pakaianku di dekat meja kecil. Lalu, aku berdiri dan mulai mengenakan celana kulitku.

Sebelum berjalan keluar kamar, aku memandang Matt yang masih tertidur di bawah selimut dan aku tersenyum.

34. Stars
Hujan telah berhenti, yang tersisa hanyalah genangan-genangan air. Aku duduk di kursi teras dan memandang bintang yang bersinar terang, berkelap-kelip.

Suara kunang-kunang sangat menenangkanku, membawaku masuk kedalam lamunan panjang.

Kapan ya pertama kali aku menyadari bahwa aku adalah seorang homo? Homo dalam arti kata gay, bukan manusia. Seingatku, pertama kali aku menyadari hal tersebut, aku sama sekali tak berusaha menolak teori bahwa aku gay.

Oh well, apa yang sudah lalu, berlalu saja.

Aku menyeret kursi teras yang agak basah itu ke dekat pembatas balkon dan kembali memandang bintang-bintang.

35. Hold My Hand
"The stars are so pretty tonight, aren't they?" Seseorang berbisik di telingaku sambil melingkarkan tangannya ke sekeliling leherku. Aku tersenyum dan menciumi lengan yang indah milik orang yang paling aku sayangi itu.

"Mm." Aku mengangguk. Matt meletakkan bibirnya di pipi kananku dan menggesekannya perlahan. "Hey... kau itu benar-benar membuatku gemas."

"Gemas bagaimana?" Tanyanya jahil.

"Kau tahu jawabannya, idiot. Beruntunglah kau karena aku baik. Jadinya, aku tidak memaksamu melakukan seks lagi."

"Nice my ass." Candanya.

Selama beberapa menit, kami berdua terdiam memandang langit. Sesekali, aku mendaratkan ciuman ringan ke pipi Matt yang kepalanya sedang beristirahat di leherku.

"Mello..." Matt memanggil. "Apa kau sayang padaku?"

"Untuk sekali lagi, kau sudah tahu jawabannya." Aku tersenyum dan mengecup bibir Matt.

"Tapi aku mau mendengarnya lagi... Tidak adil rasanya kalau aku terus yang mengatakannya."

"Well, itu salahmu. Kau terlalu berisik ketika kita melakukan hubungan." Aku menyeringai.

Matt tertawa sedikit sebelum ia menciumi bibirku dengan liar.

"Mmnh... Nnh..." Aku melembut dibawah ciuman Matt. Sesekali tidak apa-apa... Tangannya menggenggam tanganku erat, seakan tidak mau berpisah.

36. Fairy Tale
"Mello, kau lihat rokokku?"

"Mana kutahu?" Aku menjawab sambil terus berkonsentrasi membaca koran di hadapanku. "Aaah... mas Kira beraksi lagi."

"Oh." Ia terdiam sebentar, seakan meminta perhatianku.

"Ada apa, sayang?"

"S-sayang?" Ia merona.

"Sudah. Ada apa?"

"Baru tadi... aku menerima telepon dari Near." Cukup dengan satu nama tersebut, aku langsung meremas koran di tanganku dan berdiri, menghampiri Matt. "...Ia meminta kamu datang ke gedung SPK dan mengambil fotomu."

"Diterima." Aku berkata, tegas. "Dimana?"

"I-ini alamatnya..." Ia menyerahkan selembar kertas dan aku langsung menyabet benda tersebut tanpa basa-basi. Setelah membaca tulisan yang ada di atas kertas itu, aku berjalan menuju pintu. Lalu terdiam. Aku menengok kembali ke belakang, melihat Matt masih ada di sana, mematung.

Aku tersenyum, berjalan ke arahnya dan megecup bibirnya lembut. "Thanks." kataku sebelum aku berbalik untuk keluar.

37. Eyes
Aku berjalan melewati koridor gelap yang panjang. Di belokan ke tiga, aku berputar dan pintu terbuka.

"... Welcome, Mello."

"Cih, langsung ke pokok pembicaraan kita saja. Aku tidak sudi berlama-lama disini." Dampratku langsung.

"Baik." Near memainkan rambutnya seperti biasa. "Tentang fotomu."

"Cepat, aku tidak punya banyak waktu."

"...dan tentang Matt."

Aku tersentak ketika mendengar nama tersebut keluar dari mulut bocah albino itu. "Apa tentangnya?"

"Apa kau menyukai Matt?" Tanyanya dengan nada yang dingin seperti biasa.

"Seandainya aku menyukai anak itu, semua tidak ada urusannya denganmu." aku dapat melihat Near tersenyum. Agak menyeramkan, sebenarnya.

"Aku mengerti."

38. Abandoned
Aku membanting pintu depan dengan keras dan menghempaskan tubuhku ke atas sofa. Aku dapat mendengar tapak kaki dibelakangku, satu helaan napas dan suara angin berhembus.

"Jadi?"

"Jadi?" Aku balik bertanya. "Well... lancar."

"Lantas kenapa kau kesal begitu?" Matt memeluk tubuhku dari belakang dan mengecup leherku.

"Melihat wajahnya saja aku sudah kesal. Bila ia buat ulah, aku tidak tahu akan jadi sekesal apakah aku." Aku menjawab, dibalas dengan tawa kecil dari Matt.

"Ya... ya." Ia tersenyum. "Namun, dari dulu... Near itu selalu sendirian kan? Terkadang aku merasa kasihan juga kepadanya. Maksudku, sendirian itu tidak enak."

Aku terdiam sejenak dan aku dapat merasakan sedikit rasa persetujuan di dalam hatiku. Namun, perasaan itu segera kubuang jauh-jauh.

39. Water
Kami berdua terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian, air hujan turun dari langit pagi yang menggelap. Aku menutup kedua mataku, rasanya air hujan itu mendetingkan sebuah melodi yang sangat menenangkan hati. Matt tersenyum. "Irama yang indah."

Aku mengangguk, menyetujui perkataan Matt. Pikiranku terbawa ke masa lalu, saat dimana kami berdua duduk di dalam kamar, menonton air hujan yang berjatuhan di taman rumput Wammy's. "Matt... setelah semuanya selesai, aku mau kembali ke Wammy's House..."

Matt tersentak mendengar pernyataanku. "Y-ya." Ia tersenyum. "Aku juga mau kembali. Aku benar-benar rindu dengan semuanya."

"Bahkan Linda?"

"Bahkan Linda." Kami berdua tertawa, ditemani dengan irama air hujan.

40. Rated
Aku mengeringkan rambutku yang basah dengan handuk lalu duduk di sofa, menyalakan televisi, menonton siaran berita sementara Matt ada di kamar, memainkan game online favoritnya.

"Lima orang kriminal dinyatakan tewas karena sakit jantung. Kepolisian telah memutuskan bahwa Kira adalah orang di balik semua ini."

Aku menggertakan gigiku dengan geram. Curse you, Kira.

Bukan hanya mengambil L dari anak-anak Wammy's, kau menghancurkan wajahku dan kau merenggut kedamaian dari hidupku. Cepat atau lambat, aku akan mendapatkan semua bukti bahwa kau adalah Kira, Light Yagami.

You sick psychopathic bastard.


Haha, maaf saya lama banget update-nya.. saya udah pindah sih dari fandom Death Note... Abis baca novel Darren Shan - Cirque Du Freak, saya langsung minggat xD apalagi pas tau ada manga ny... saya lgsg kaget bgt dan memutuskan pindah hati sepenuhnya! :D