~`You are My Rescue'~
Disclaimer : Aoyama Gosho
Rated : T
Genre : Friendship,
WARNING : typo, OOC, POV suka-suka Author, kadang alur gak jelas, ceritanya gak berkualitas, gak terlalu romantis menurut aku (maklum Author gak pinter soal cinta)

Summary : Shiho tak menyangka sebelumnya setelah ditinggal ibunya maka ia harus berpisah dengan ayahnya. Ditengah siksaan batin karena pamannya Gin, ia bertemu orang-orang yang akan menjadi penyelamat hidupnya. Dalam kehidupan itu ia sekarang menggunakan nama Ai Haibara sampai akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan ayahnya.

unknow : "hei kau tak apa-apa?"

Seseorang mengguncangkan bahuku dengan kasar. Apa ia tau itu sakit? Aku kesulitan untuk bergerak. Ada sesuatu yang lewat melalui kakiku. Apa itu? Kenapa disini dingin? Apa yang terjadi? Ibu, tolong bantu aku!

unknow : "hei, ayo sadarlah. Kau masih hidup kan?"

Shiho : "aku kenapa?"

unknow : "kau tadi hanyut di sungai ini"

Shiho : "siapa kau?"

Unknow / Conan : "aku Conan Edogawa. kau?"

Shiho : "aku-"

Dari jauh : "Conan! Cepat kembali!"

Conan (payah nulis unknow) : "ah, profesor sudah memanggilku. Sebaiknya aku kembali. Ayo ikut." Conan mengulurkan tangan pada orang yang baru saja ditolongnya. Shiho balas menyambut tangan Conan. Ia kemudian dipapah oleh Conan menuju rumah tempat suara memanggil nama Conan terdengar.

Di rumah profesor yang megah, berdiri kokoh, dan super canggih itu Shiho berjalan tertatih-tatih. Conan mendudukkan Shiho di sofa yang didepannya terdapat berbagai buah. Mungkinkah mereka sebenarnya mau makan malam? Kalau benar demikian harusnya aku tidak disini.

Conan : "Profesor, maaf ya! Aku keluar agak lama!" sambil tersenyum kecut.

Agasa : "kan sudah kubilang kalau malam jangan terlalu lama di luar. Ini makana- hei siapa gadis yang kau bawa itu?" sangking terkejutnya sampai-sampai makanan Shinichi tumpah berserakan dilantai.

Conan : "di-… kau siapa?" menoleh pada Shiho

Shiho : "aku, aku, aku lupa dengan itu"

Agasa : "APAAA?" Conan tutup telinga

Conan : "profesor teriaknya pelan-pelan saja!" (perasaan teriak memang sulit pelan deh)

Agasa : "tadi kau bilang kau lupa namamu?"

Shiho : "…."

Agasa : "Conan! Bagaimana ini?"

Conan : "bagaimana apanya?"

Agasa : "bagaimana kita bisa mengembalikan ia pada tempat tinggalnya kalau nama saja ia lupa? Hiks~hiks~tidak!" nangis mode on

Conan : "bagaimana ya? Hei, kau punya kenalan disini?" bertanya pada Shiho

Shiho : menggeleng

Conan : "ya sudahlah. Kau sebaiknya menginap dulu di rumah ini."

Agasa : melongo keheranan

Dan akhirnya Conan mengantar Shiho ke kamarnya. Shiho yang kelelahan langsung menuju kasur dan berbaring. Conan mendekati lalu menyelimuti Shiho kemudian pergi keluar.

Esok paginya

Agasa : "Conan, tolong bangunkan anak kemarin."

Conan : "baiklah profesor." Kemudian "Hei! Bangunlah! Kau bisa mendengarku kan?

Shiho : "kau bisa kan jangan menggangguku. Kalau ada perlu bilang saja"

Conan : mendobrak pintu "HEI!" sudah naik darah

Shiho : "ada apa?" masih meringkuk di tempat tidur

Agasa : "Conan, ayo makan dulu. Ajak juga gadis itu ya."

Shiho : "kau dengar tadi kan? Kau disuruh makan." Masih tetap meringkuk

Conan : "kau juga disuruh kan?" masih naik darah

Shiho : "aku akan makan sendiri kok."

Karena Conan merasa kalah dalam perdebatan pertamanya dengan gadis yang telah ditolongnya Conan meninggalkan Shiho yang teteap meringkuk di kamarnya. Kemudian Conan sarapan lalu pergi sekolah.

Sepulang sekolah. Conan masuk ke kamarnya dan mengganti pakaiannya. Kemudian dengan langkah perlahan ia lewat dikamar Shiho. 'Lho, kok orangnya tidak ada. Kemana?' batin Conan. Dengan tidak peduli, Conan langsung ke dapur lalu mencari makanan dan makan deh. Selesai makan inilah yang terjadi:

Agasa : "Conan, aku pergi dulu ya! Tolong kau jaga rumah!" keluar dari rumah

Conan : "iya Profesor!" jawaban yang terlambat karena Profesor sudah pergi ketika Conan mengucapkannya.

Shiho : "hei, tolong katakan pada profesor aku pinjam komputernya, ya" tiba-tiba muncul dan bicara.

Conan : "jangan! Kau bisa merusaknya" marah-marah.

Shiho : "kau pikir aku bodoh?" menatap dingin aura pembunuh.

Conan : "kau ini ternyata keras kepala ya" balas menatap sadis.

Shiho : "aku memang keras kepala" dengan cuek dan meninggalkan Conan beberapa langkah.

Conan : "kau!" darah tinggi kambuh.

Shiho : "oh iya. Apa kau menemukan tasku?" aura pembunuh hilang.

Conan : "tasmu?" darah tinggi hilang "maksudmu tas ini?"

Shiho : "ah, itu tasku?" tak percaya

Conan : "kalau bukan akan ku buang."

Shiho : "hei jangan!" dengan panik

Conan : tersenyum sambil memberikan tas Shiho.

Shiho yang telah mendapatkan tasnya merasa senang karena dengan begitu ia dapat menghubungi ayahnya. Meski tas itu agak lusuh dan basah ia tetap bersyukur. Setidaknya barang-barang di dalamnya tidak basah. Sementara itu Conan masih senyum-senyum sendiri karena merasa puas. Gadis yang selama ini hanya memberikan reaksi dingin dan acuh, padanya akhirnya menunjukkan senyumnya yang mungkin hanya beberapa orang yang melihatnya.

Saat profesor pulang dari . . . . (aduh dari mana ya? Aku nggak mikirin dia pergi kemana)

Agasa : "Conan, aku pulang! lho kenapa kamu senyum-senyum begitu Conan?"

Conan : "eh, aku tersenyum ya?"

Agasa : "kau ini tak sadar ya? Apa kau mulai stress? Jangan-jangan kau-"

Conan : "aku tak apa-apa profesor. Oh iya, sudah saatnya makan malam kan?"

Agasa : "oh iya. Aku akan ke kamarnya dulu ya."

Conan : "ya. Aku akan menunggu"

Lalu

Agasa : "Hei, ayo makan."

Shiho : "aku tau." Duduk di tempat tidurnya.

Agasa : "aku tadi melihat Conan senyum-senyum. Ada apa memangnya?"

Shiho : "entahlah. Aku tidak terlalu memperhatikannya"

Agasa : "oh begitu"

Di ruang makan

Hening

Agasa : "eh" risih "apa masakanku rasanya enak?"

Conan : "ya lumayan"

Agasa : "emm"

Conan : "ada apa profesor?"

Agasa : "begini, sebenarnya aku telah memikirkan nama untukmu" melirik ke Shiho "namun, jangan tertawa ya, aku ingin memberimu nama Ai Haibara"

Chapter 2 selesai!

Setelah ini aku mau membahas review:

Airin Aizawa, kalau kelas 3 SMP umurnya berapa? Nah, itulah umur Shiho (maaf Author suka bikin jawaban yang gak jelas). Sebenarnya aku bikin fic ini gak mikirin tema lho. Tiba-tiba aja aku kepikiran yang kaya' gini.

Enji86, duh kalau aku buat cerita memang selalu ada yang aneh ya. Aku bikin nama mereka tetap gitu soalnya aku merasa nama mereka gak bagus kalau diganti jadi Akemi Akai atau Shiho Akai, dan kalau seandainya Shuichi kuganti jadi Shuichi Miyano aku jadi geli sendiri ketika membacanya. Mau bagaimana lagi, kalau diganti aku jadi ilfill bikin fic ini

Pertanyaan terakhir gak aku jawab ya. Coz, aku mau menampilakan jawaban itu nanti pas chapter . . . . (tunggu aja deh)

oh iya, mau tanya nih. Enji salah satu penggemar 'Shiho' ya? Kok pas aku perhatikan rata-rata fic yang dibuat dan direview tentang Shiho semua? Maaf, aku memang punya sifat ingin tau yang super tinggi jadi aku teliti deh. Kalau iya berarti bukan Cuma aku yang suka dengan Shiho.