Hai Minna….
Saya kembali menggantikan Ry-chan untuk mempublish lanjutan cerita 'My Story'.
Dan ini merupakan Last Chapter.
Kepada yang yang sudah mereview part 1 saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya.
Oke let's start the story
"My Story"
Disclaimer: Saya bukan pemilik Naruto, Naruto masih jadi milik 'Masashi Kishimoto'.
Rated: kayaknya T dech.
Pairing: Sasu-Saku
Genre: Karena nggak bisa bikin Hurt/comfort jadi genrennya Cuma 'Romance'
Warning: OOC, AU, Miss Typo(s), abal, gaje.
Part 2:
Sasuke sedang berdiri dibelakang panggung dengan wajah yang belum pernah diperlihatkan kepada siapapun. Gugup, itu lah yang dirasakan oleh Uchiha Sasuke, bungsu dari keluarga Uchiha ini. Sasuke berusaha untuk menutupi gugupnya itu, tapi tetap saja hal itu tidak mudah apalagi bagi Uchiha sepertinya yang jarang sekali gugup. Kalau bukan untuk meminta maaf kepada kekasih yang paling dicintainya, Haruno Sakura yang sudah disakitinya kemarin. Pasti saat ini Sasuke lebih memilih membaca buku-buku tebal tentang fisika yang isinya rumus-rumus yang memusingkan kepala dari pada berada di pesta ulang tahun Hyuuga Neji, sahabatnya.
Sudah dari sore Sasuke berada dirumah Neji untuk persiapan meminta maafnya. Kalian pasti berpikir kenapa Sasuke tidak meminta maaf pada Sakura disekolah, tentu saja alasannya adalah karena seorang Uchiha paling anti mengeluarkan kata 'Maaf'kepada siapapun. Selain itu Sakura juga menghindari Sasuke dari pagi tadi, tidak ada sapaan dan senyuman selamat pagi yang selalu diberikan Sakura kepada Sasuke. Berbagai cara sudah dilakukan Sasuke untuk membuat Sakura tersenyum kembali kepadanya dari mengajaknya berbicara sampai mengajaknya kekantin untuk makan siang, tapi tetap saja Sakura hanya diam dan menganggap Sasuke tidak ada. Hal itu membuat sang Uchiha bungsu ini menjadi frustasi.
Hingga pulang sekolah Sakura tetap menjauhi Sasuke. Sasuke sekarang benar-benar frustasi dibuat oleh Sakura hingga akhirnya Sasuke memutuskan untuk menelepon rival sekaligus sahabatnya, Uzumaki Naruto untuk meminta saran (segitu cintanya sama Sakura) ketika dia sampai dirumah. Dan masih segar di ingatannya pembicaraannya dengan Naruto melalui telepon tadi.
Flashback ON
"Jadi, aku harus bagaimana?" Tanya Sasuke kesal karena Naruto Cuma diam.
"Sebaiknya kau minta maaf, teme." Kata Naruto singkat.
"Kalau aku bisa mengucapkan kata itu dengan mudah sudah aku ember dari tadi, dobe." Kata Sasuke kesal.
"Huh… Apa kau tidak bisa membuang harga dirimu yang kelewat tinggi itu sebentar, teme?" Kata Naruto yang juga kesal dengan sifat sahabatnya yang terlalu menjaga harga dirinya itu.
"Tidak." Jawab Sasuke singkat.
Kalau Sasuke sekarang bersama Naruto, Sasuke akan bisa melihat ekspresi Naruto yang sedang geleng-geleng kepala mendengar jawabanya itu.
"Dasar teme, aku bingung bagaimana Sakura bisa tahan berlama-lama didekat orang sepertimu. Kalau dengan sifatmu yang begini aku tidak heran Sakura salah paham denganmu." Kata Naruto.
"Apa maksud kata-katamu, dobe?" Tanya Sasuke yang mulai kesal.
"Kau memang bodoh atau pura-pura bodoh, teme. Tentu saja Sakura salah paham kepadamu, kau yang diketahuinya bersifat dingin dan jarang peduli dengan orang lain. Tiba-tiba kau berbicara tentang orang lain mana kau menyebutkan nama orang itu dengan embel-embel Chan dan bilang kalau ada orang itu sangat berarti bagimu dan lebih parahnya kau bilang Sakura tidak berarti apa-apa bagimu. Tentu saja Sakura akan berpikir selama ini kau hanya pura-pura mencintainya dan mempermainkan perasaannya. Kau benar-benar kejam, teme." Kata Naruto panjang lebar yang berhasil membuat Sasuke terdiam diujung sana.
"Masa dia berpikir begitu?" Kata Sasuke tidak percaya.
"Teme, cobalah kau lebih menyadari perasaan Sakura. Aku benar-benar kasihan padanya sekarang. Kalau dia minta putus, aku tidak akan kaget." Kata Naruto.
"Putus?" Kata Sasuke dengan ekspresi yang tidak terdefinisikan.
"Ya, putus." Kata Naruto santai.
"Dobe, apa yang harus aku lakukan supaya itu tidak terjadi?" Tanya Sasuke dengan nada yang menyiratkan kekesalan.
"Kan sudah aku bilang kau harus minta maaf, teme." Kata Naruto
"Kalau itu aku tidak bisa, apa tidak ada cara lain?"
"Kalau begitu kau menyanyi saja untuknya, kalau tidak salah kau bisa mengucapkan kata 'maaf' dengan mudah saat kau menyanyi dan bukannya lyric lagu baru ciptaanmu sesuai dengan masalah yang kau hadapi. Bagaimana teme?" Tanya Naruto dengan idenya.
"Hn." Jawab Sasuke singkat.
"Kalau begitu kau nyanyikan lagu itu nanti malam di ulang tahun Neji. Nanti aku juga akan pergi kesana untuk membantumu. Jadi, sampai ketemu nanti malam, teme." Kata Naruto mengakhiri pembeciraan itu tanpa mendengar jawaban dari Sasuke.
Sasuke hanya bisa diam mendengar kata-kata Naruto itu( yah kalau bicara juga yang menjawab Cuma suara telepon saja), jadi tanpa aba-aba Sasuke segera mandi dan berganti baju dan pergi ke rumah Neji dan meminta izin kepada yang punya acara. Dan beruntungnya Neji mengizinkan Sasuke.
Flashback OFF
Dan disini lah Uchiha Sasuke sekarang, berdiri dengan gugup menanti acara dimulai. Naruto dan teman-temannya yang akan membantu Sasuke sudah mempersiakan semuanya dari dekorasi panggung, pencahayaan, sampai buket bunga mawar putih dan merah (yang entah didapat Naruto darimana). Waktu menunjukkan jam 8 malam waktu pesta itu dimulai. Para undangan sudah berkumpul di dekat panggung yang sudah disediakan disitu. Terlihat juga Sakura yang sedang berdiri bersama teman-temannya, Ino, Hinata, Tenten, dan Temari. Sakura memakai gaun malam berwarna hitam yang yang panjangnya sampai mata kaki dan dirambutnya bertengger dengan manis bando berwarna hitam yang menambah cantik wajahnya (menurut Sasuke yang terus memperhatikan Sakura dari belakang panggung dengan wajah gugup). Sakura terlihat tidak menikmati suasana pesta tersebut karena dapat dilihat Sakura hanya diam ketika keempat temannya tertawa.
"Terima kasih kepada teman-teman yang sudah hadir pada acara ulang tahunku yang ke 18 ini." Kata Neji yang sedang memegang mike diatas panggung dan membuka acara ulang tahunnya.
"Dan pada ulang tahunnku ini, aku mendapat permintaan dari salah satu sahabatku. Dan kalian tahu apa yang dia minta…" Kata Neji terdiam sejenak membuat seluruh tamu penasaran kecuali beberapa orang yang sudah tahu.
"Orang itu memintaku mengizinkan dia untuk bernyanyi disini untuk meminta maaf kepada kekasihnya yang sangat dicintainya. Mari lah kita sambut Uchiha Sasuke." Kata Neji mempersilahkan Sasuke.
Semua tamu apalagi yang fans sama Sasuke terkejut bukan main begitu juga Sakura yang langsung menunjukkan raut terkejutannya ketika nama Sasuke terdengar olehnya. Sasuke tidak peduli dengat tatapan itu, yang ada dipikirannya sekarang adalah meminta maaf pada orang yang dicintainya, Sakura.
Sasuke sudah bersiap ditengah panggung dengan gitarnya, tiba-tiba lampu meredup dan pencahayaan hanya terfokus pada Sasuke. Sasuke mulai memetik gitar dan menyanyikan lagu ciptaannya yang berjudul "Penyesalan".
Kini ku sadari
Salahku yang tinggalkan kamu
Kini ku menangis
Saat ku tahu kau tak bersamaku lagi
Kembalilah kau padaku
Seperti waktu kita bersama dahulu
Tak kan ku lepaskan
Dirimu untuk kedua kalinya
Mata Sasuke menatap mata Sakura. Sakura ingin mengalihkan pandangannya dari Sasuke, tapi entah kenapa Sakura merasa mata emeraldnya telah terperangngkap oleh Onyx Sasuke. Sakura dapat merasakan pandangan itu menyiratkan kerinduan dan penyesalan. Sekarang Sakura mendengar tiap lyric lagu yang dinyanyikan oleh Sasuke.
Maafkan aku yang t'lah meninggalkanmu
Tak ada maksudku tuk sakitimu
Aku hanya ingin tahu benarkah kau mencintaiku
Ku tahu aku yang salah
Aku telah menyakiti hatimu
Dan kini dihadapanmu
Ku memohon…
Maafkanlah aku kasihku^
Saat lagu itu selesai Sasuke berjalan kearah Sakura dan memegang kedua tangannya. Lampu masih meredup dan sorot lampu masih terfokus kepada Sasuke yang memegang pergelangan tangan Sakura.
"Sakura." Panggil Sasuke lembut
"Sasuke." Jawab Sakura sambil menatap Sasuke dengan lembut.
"Aku minta ma… ma…" Kata Sasuke tidak selesai karena mulutnya masih tidak bisa mengucapkan kata 'maaf' yang menurut orang lain sangat mudah diucapkan tapi tidak oleh 'Uchiha' sepertinya.
"Aku sudah memaafkanmu Sasuke, dan lagu itu sudah mewakili seluruh perkataan maafmu untukku." Kata Sakura dengan senyum lembut terukir dibibirnya.
Melihat hal itu Sasuke langsung memeluk Sakura dengan erat. Setelah puas memeluk kekasih hatinya Sasuke sedikit mengendurkan pelukkannya agar matanya dapat memandang mata indah Sakura.
"Aku cinta padamu, Sakura. Cuma kau yang ada dihatiku tidak ada yang lain dapat menggantikanmu dan kau bukannya tidak berarti tapi kau sangat berarti bagiku." Kata Sasuke sambil menyinggungkan senyum lembut special untuk Sakura seorang.
"Aku juga mencintaimu, Sasuke." Senyum bahagia terukir di wajah cantik Sakura.
Sasuke mendekatkan wajahnya ke Sakura dan mengeliminasi jarak diantara mereka, hingga bibir Sasuke menempel dibibir Sakura. Para tamu yang menonton drama gratis itu ada yang bertepuk tangan dan memberi selamat kepada dua orang yang baru berbaikkan itu, sedangkan fans Sasuke kembali patah hati karena melihat Sasuke berbaikkan dengan Sakura. Teman-teman Sasuke juga bertepuk tangan melihat dua pasangan itu berbaikkan kemabali. Sedangkan Neji sedikit iri karena di pesta ulang tahunnya bukan dia yang menjadi bintang utama, untung ada kekasihnya, Tenten yang menghiburnya sehingga Neji tetap bergembira.
THE END
^ "Penyesalan" lagu buatan Hatsune Arya dalam waktu kurang dari sehari dengan judul dan lyric yang saya ubah sedikit.
Oke dengan ini selesai fic rated T yang gaje ini.
Tidak bosan-bosannya kami minta para Authors/ Readers untuk mereview.
Review Please
