DISCLAIMER : Kingdom Heart Series by Shiro Amano, Square Enix & Disney
World Cup 2010 South Africa by FIFA
Inspiration of this fic by Reyn-kun Walker
Hai hai! Acchan Lawliet balik lagi!
Maaf yang nunggu lama apdetan fic aku. Karena sudah ku apdet dan tanpa mengurangi permohonan maafku, silahkan baca lanjutan fic aku yang gaje ini!
Special Thanks to Reyn-kun Walker, Ventus Hikari, RoalicARIA, tantanium, ESA 'Yaoi Incest Pedofil', CornellDeacon dan merlin
Please, enjoy this fic (^^)
Kingdom Team – Menit Istirahat
Mereka langsung meminum air mineral dengan ganasnya dan mengelap keringat mereka masing-masing. Hanya Cloud dan Sephiroth yang kegiatannya sedikit berbeda -mengobati luka-luka hasil pertempuran mereka tadi. Benar, mereka terus bertempur hingga menit terakhir babak pertama. Yang anehnya, hal-hal tersebut tidak dijadikan sebagai pelanggaran oleh wasit.
(Baka!Yang milih Jack Sparrow jadi wasit siapa!)
*Author di lempar pake panci*
Kemudian, King Mickey -pelatih Kingdom Team- datang dengan menenteng Gold Keyblade di tangan kanannya. Tanpa ba bi bu be bo, dia menjitak -dengan gold keybladenya- kepala Sephiroth dan Cloud.
(what the..? Sephiroth di jitak!)
"Okey teman-teman, pertandingan baru saja di mulai!" ujar King Mickey dengan logat Disney-nya.
'Pale lo baru di mulai!Liat nih gue udah babak belur!' batin Cloud dan Sephiroth berbarengan sambil menatap wajah pelatihnya yang mirip tikus.
(Lah, emang si King Mickey ntu tikus!)
"Pelatih, ijinkan saya bicara!" ujar Cloud sambil mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.
"Ya, Cloud..?" sahut King Mickey.
"Tolong keluarkan kakek ini (menunjuk Sephiroth) dari formasi. Kurasa dia tidak berguna!"
"Sialan lu ngatain gue kakek-kakek! Nantang berantem lagi lo!" tukas Sephiroth dengan urat-urat wajah yang sudah keluar.
"Siapa takut!" sahut Cloud menjawab tantangan Sephiroth.
"Sudah-sudah kalian berdua," ujar King Mickey sambil menjitak (lagi!) kepala mereka berdua. "Tidak ada yang dikeluarkan dan formasi tetap seperti ini."
Semuanya bertepuk tangan. Ada yang bersiul-siul jahil. Tapi tidak bagi Cloud dan Sepirouth. Bermuka masam.
xxXxx
Organization XIII – Menit Istirahat
Demyx masih saja bergenjreng ria dengan Sticth dan menyanyikan lagunya Bang Rhoma –Begadang- dan me-remixnya dengan lagu Yolanda milik kangen Band dengan semangatnya. Sementara itu, Xion, manager Organization XIII sedang sibuk membagikan handuk kepada yang lain.
Saix yang sedang asyik dengan lamunannya di sadarkan oleh Luxord yang mengajaknya bermain kartu.
"Oi, kita main kartu yuk!Daripada bengong gitu kayak sapi ompong!"
"Dasar gambler!Tidak, lain kali saja. Aku sedang memikirkan sesuatu." tolak Saix.
"Hm, memangnya apa yang kau pikirkan?"
"Cara berpikir Xemnas.."
"Memangnya kenapa dengan dia..? Ada yang aneh..?"
"Ini masalah Xigbar. Kenapa dia …" Saix tidak menyelesaikan perkataannya karena disela oleh Vexen.
"Jadi cheerleader gitu?"
Saix hanya mengangguk pelan.
"Haahh.." Vexen menghela nafasnya. "Bahkan kaki tangannya Xemnas pun mempertanyakan hal itu!"
"Sudahlah jangan dipikirkan hal itu!" sahut Axel sambil membakar handuk yang dibagikan Xion tadi.
(dasar! mentang-mentang berelemen api!)
"Ya, betul juga apa yang dikatakannya. Mungkin sudah panggilan dari hatinya Xigbar ingin berpenampilan seperti itu," timpal Zexion sekenanya.
Lexaeus yang sedari tadi sibuk dengan rubiknya tertawa keras dan tanpa di sadari dia membuat bumi bergonjang-ganjing.
"Oi Oi, biasa aja dong kalo ketawa!" Protes Axel.
xxXxx
Pertandingan Kedua
Pluit pun di bunyikan oleh mas Jack Sparrow dan bola berada di pihak Organization XIII. Kali ini Axel yang menggiring bola ke arah lawan setelah menerima operan dari Roxas. Begitu juga dengan Saix, Larxene, Lexeaus, dan Zexion yang ikut menerobos daerah lawan.
Dengan gece-nya Riku menghadang Axel, namun Axel sudah mengoper bola tersebut ke arah Larxene. Sebenarnya dia mau saja menerima tantangan Riku (lagi!). Namun dia sudah di peringatkan Marluxia, bahwa kekerasan tidak menyelesaikan apa-apa.
"Good pass, Axel!" ucap Larxene.
"Kenapa wanita di perbolehkan ikut?" protes Riku yang baru sadar bahwa Larxene ikut pertandingan. (selama ini kemana aja mas?)
"Tidak ada peraturan wanita tidak di perbolehkan ikut, 'kan -seenggaknya dalam cerita ini!" jawab Axel. Dan Axel pun melengos pergi, meninggalkan Riku dengan pertanyaannya yang belum terjawab.
"Zexion!Gunakan ilusi mu untuk mengelabui bebek sialan ini!" ujar Larxene.
Tanpa basha-bishi (?) lagi, Zexion segera menggunakan kekuatannya sebagai master ilusi untuk mengelabui Donald.
Yak! Master ilusi vs Penyihir kerajaan dimulai!
Namun Donald sedikit lengah karena pikirannya terbagi dua -melawan Zexion dan berusaha merebut bola dari Larxene- sehingga dia sukses terkena ilusi yang diluncurkan oleh Zexion. Alhasil, Donald bertingkah aneh dan nggak karuan.
Larxene yang senang akhirnya terbebas dari bebek sialan (baginya) itu langsung tancap gas. Melihat hal itu Cid mencoba mengejarnya dan menghimpit Larxene dari arah kanan sehingga Larxene 'sedikit' terpental. Bola pun direbut oleh Cid dan langsung mengopernya ke Leon.
"Kau…" ucap Larxene. "Beraninya kau menyakiti wanita!"
Tiba-tiba Larxene menyerang Cid menggunakan senjatanya dengan brutal. Dan mereka pun tidak bisa menghindari pertempuran.
Leon dengan gesitnya membawa bola dan melewati Lexeaus. Untuk jaga-jaga dia menggiring bola sambil menggenggam pedangnya -takut diserang tiba-tiba seperti Cid.
Marluxia yang kebetulan di posisi wing bek langsung menghadang laju Leon. Langsung di oper nya jambulanang tersebut oleh Leon ke arah Auron yang tidak jauh darinya. Namun hal tersebut dapat dipatahkan oleh Marluxia dengan menyambit jambulanang menggunakan senjatanya. Dan dengan sukses bola tersebut berbalik arah, menuju daerah Kingdom Team.
"Gila lo! Bolanya disambit tapi kagak kebelah dua!" ujar Leon tidak percaya.
"Terima kasih atas pujiannya," ucap Marluxia. Dia berjalan mendekati Leon dan memberinya setangkai bunga mawar.
"Untukmu yang telah memuji keahlianku."
Namun Leon menolaknya.
"No!Aku patah hati!Padahal aku menyukaimu, Squall Leonhart!" rintih Marluxia.
(Wait! Kenapa ada yaoi nya!)
*Author sukses di gebukin massa*
Author : iye lah, nak saya ganti ceritanye (dengan logatnya si mail)
*mari kita back adegan tadi*
"Untukmu yang telah memuji keahlianku."
Namun Leon menolaknya.
"Hh! Kau tak mengerti indahnya bunga ini…" ucapnya lesu.
'Sarap lo! Sempet-sempetnya lo bawa-bawa tuh mawar!' batin Leon tak habis pikir.
Lexeaus menerima bola tersebut.
"Sekarang saatnya gue unjuk gigi!" ucapnya. Dan benar saja, dia langsung membuat bumi bergonjang-ganjing. Seluruh isi stadion rusuh dibuatnya. Tanpa membuang-buang waktu dia berlari menggiring bola dan langsung menembakkan jambulanang ke arah gawang lawan.
Bola yang dikiranya akan menjadi gol pertama pada pertandingan ini malah membentur tiang gawang. Saat bola keluar lapangan, bumi yang gonjang-ganjing tadi berhenti. Kingdom Team dapat bernafas lega karena gawangnya tidak jadi kejebolan. Begitu juga King Mickey yang sempat mengira jantungnya akan berhenti berdetak jika jambulanang tadi bersarang di gawang tim asuhan dirinya.
Lain halnya dengan Xemnas, dia hanya menggeleng-gelengkan lehernya -seperti Tina Toon yang sedang nyanyi bolo-bolo- dan tidak berkomentar apa-apa.
Zexion segera memukul Lexeaus dengan tangan kosong.
"Baka!Kau mau membunuh kami semua!"
"Bah!Kenapa kau marah-marah!Seperti perempuan saja lah kau!" jawab Lexeaus kental dengan logat Medannya.
Dan pukulan kedua memdarat di kepala Lexeaus dengan mulusnya.
Pertandingan pun dimulai kembali. Goofy menendang bola dan melayang jauh ke daerah Organization XIII. Sora pun menerima bola menggunakan dadanya.
"Sekarang Donald!" seru Sora.
Donald yang masih sedikit pusing akibat ilusi yang diberikan Zexion tadi -plus goncangan yang dibuat oleh Lexeaus- menyusul Sora yang sudah hampir dekat dengan gawang lawan. Tanpa membuang-buang waktu, Donald merapal beberapa mantera dan…
WHUS!
WISDOM FORM mode ON
Sora pun langsung memanfaatkan hal itu dan mengepot-ngepot ria sambil menggiring bola menggunakan keyblade (?)
Lalu dia menembakan bola tersebut dengan kecepatan 1000 km/h ke arah gawang dan..
GGGGOOOLLLLLLLL!
Penonton riuh, King Mickey jingkrak-jingkrakkan di sisi lapangan, YuRiPa + Kairi makin semangat memainkan pompom-nya dan meneriakkan nama Sora. Semuanya menyambut gembira gol tersebut.
Kecuali Organization XII.
Apa sih yang dilakukan Demyx! Kenapa sampe kejebolan gitu!
Begitulah batin beberapa pemain dari Organization XII yang berada di daerah depan
*mari kita flashback*
Gawang Organization XIII
Demyx yang sudah mulai bosan dengan permainan ini mulai menguap dan mengabaikan Sticth yang masih menggenjreng gitarnya. Luxord yang mulai bosan juga mengambil kartu-kartu remi dari dalam kantong celananya. Melihat Demyx yang juga bosan -sedang berjongkok jongkok gaje sambil makanin rumput lapangan- mengajaknya bermain kartu.
'Daripada bengong..' batin Demyx. Dia pun menyambut ajakan Luxord dan mulai bermain kartu dengannya di depan gawang.
Sementara itu…
Donald yang masih sedikit pusing akibat ilusi yang diberikan Zexion tadi plus goncangan yang dibuat oleh Lexeaus menyusul Sora yang sudah hampir dekat dengan gawang lawan. Tanpa membuang-buang waktu, Donald merapal beberapa mantera dan…
WHUS!
WISDOM FORM mode ON
Sora pun langsung memanfaatkan hal itu dan mengepot-ngepot ria sambil menggiring bola menggunakan keyblade (?)
Lalu dia menembakan bola tersebeut dengan kecepatn 320 km/h ke arah gawang dan..
GGGGOOOLLLLLLLL!
Demyx langsung menoleh ke arah gawangnya dan melihat jambulanang kini bersarang di gawangnya.
"TIDAK!" erangnya sambil menggenjreng sitar. "SUNG-GUH TER-LA-LU!"
Luxord yang tidak percaya bahwa mereka baru saja kebobolan angka hanya menggelang-geleng kepala sambil mengocok ulang kartu-kartunya.
*mari kita lihat reaksi dari Organization XIII*
"Apa yang kau lakukan, bodoh!" teriak Larxene.
"Nasi sudah menjadi bubur," ucap Marluxia sambil menggigit setangkai mawar.
Vexen sibuk dengan ramuan-ramuan untuk meracuni Demyx.
Axel sudah siap untuk membakar Demyx.
Zexion sudah merapal beberapa mantra untuk menyantet Demyx.
Saix sudah dalam keadaan berserk untuk menghajar Demyx.
Lexaeus sudah siap mengubur Demyx hidup-hidup.
Xigbar yang berpenampilan 'cute' itu mulai bertampang garang dan menembak Demyx dengan senjatanya.
Dan Xemnas mengirim death glare ke arah Demyx.
Roxas yang merasa dirinya waras memegang dahinya dan menggeleng-gelengkan kepalanya yang pening.
'Akrgh! Apa salahku tuhan! Harus kejebak dalam situasi seperti ini!' batin Roxas yang sedang merutuki dirinya sendiri.
xxXxx
Selesai mengirim death glare ke arah Demyx, Xemnas duduk dan menyeka keringat di dahinya.
"Xion, sudah saatnya kita mengeluarkan senjata rahasia," ucap Xemnas.
Xion yang sedari tadi terbengong-bengong ria melihat gawang tim-nya kejebolan segera mengangguk gugup dan berlari meninggalkan Xemnas. Sedangkan Demyx sudah terkapar dengan tidak elitnya karena dikirimi banyak 'hadiah' dari teman-temannya, pelatihnya dan cheerleader imitasi pendukung tim-nya. Namun Xemnas tidak ada niat mengganti Demyx karena alasan tidak ada pemain cadangan. Tak lama kemudian Xion datang dengan membawa kotak yang diselimuti kain hitam. Ditaruhnya dengan hati-hati oleh Xion di samping Xemnas dan Xemnas langsung menyingkap kain yang menutupinya.
SRAK!
Ternyata kotak tersebut berisikan seekor gurita. Gurita yang tidak terlalu besar dan kalau tidak tahu apa peran gurita tersebut, Xion ingin sekali membawanya pulang dan menjadikan gurita itu sebagai bahan takoyakinya nanti. Namun ia tahu gurita tersebut sangat istimewa karena untuk mendapatkannya, dia harus mempertaruhkan nyawanya.
Ya, gurita tersebut adalah gurita yang terkenal selama World Cup berlangsung. Gurita tersebut bernama PAUL yang didatangkan ( baca: dicolong ) Xion dari Jerman.
"Jadi ini yang namanya Paul si gurita yang jago ngeramal…?" Tanya Xemnas.
Xion mengangguk mantap.
"Ambilkan makanannya!" perintah Xemnas.
Xion mengambil dua buah kotak yang ukurannya lebih kecil dari akuariumnya Paul yang berisikan makanan dengan masing-masing kotak telah diberi tulisan ORGANIZATION XIII dan KINGDOM TEAM. Di kotak yang bertuliskan ORGANIZATION XIII diisi dengan tiram yang kualitasnya sangat bagus yang Xion ambil langsung dari laut sementara di kotak yang bertuliskan KINGDOM TEAM diisi dengan kerang ijo yang sebelumnya telah diberi pewarna karena kata penjualnya diberi pewarna agar kelihatan menarik. Ya, Xion membeli kerang ijo tersebut di pedagang kerang di Muara Angke.
Xemnas menerima kotak-kotak tersebut dan menceburkan ke aquarium bersamaan. Paul yang kebetulan laper ingin sekali melahap dua-duanya, tapi ia tahu ia harus memilih salah satu dari kotak tersebut. Dia pun bingung harus memilih yang mana dan alhasil dia hanya muter-muter gaje dalam aquarium. Xemnas yang bete nungguin si Paul beraksi mengirim tatapan menyeramkan ke arah Paul dan Paul yang mengartikan pandangan Xemnas sebagai 'Cepet-lo-pilih-daripada-gue-jadiin-takoyaki' langsung memilih salah satu kotak tersebut.
Dan hal itu membuat Xemnas dan Xion melongo.
TBC
Bersambung lagi! Habisnya idenya mentok nih!
Ehm, aku baru sadar kalau tulisan namanya om Sepphi di chapter-ku sebelumnya salah.
Waah! Maapkan aku om Sepphi! *membungkuk dalam-dalam*
Sephiroth : enak aje lu manggil gue om!
*Author sukses di sambit pedangnya om Sepphi*
Seperti biasanya, saya akan membalas review dari anonymous reader dan yang punya akun, saya balas lewat PMs.
tantanium : wah, saya malahan tidak pernah maen KH yang versi GBA karena saya nggak punya GBA… *info gag penting*
Hehehehe…
Shankyuu sudah baca fic gaje saya, dan tetep ikutin perkembangannya ya…
Merlin : ada kok, nih udah saya apdet chap 3-nya!
Thanks udah baca fic saya ^^,
Nah nah, siapakah yang akan menjadi pemenangnya dan apa yang terjadi dengan Paul Si Gurita Yang Jago Ngeramal?
Nantikan di chapter berikutnya *halah*
Bagi yang punya ide dan usul, silahkan tuangkan ide dan usul kalian di review (^^)
So, mind to review?
