DISCLAIMER : Kingdom Heart Series by Shiro Amano, Square Enix & Disney
World Cup 2010 South Africa by FIFA
Inspiration of this fic by Reyn-kun Walker
Apdeeeeeeeeeettttttttttttt! *Treak-treak gaje pake TOA*
Maafkan diriku yang laammmaaaaaaaaaaaa apdet fic ini!
Maaf ya! *membungkuk dalam-dalam*
Jangan lempar saya pake roxas *geplaked*
Baiklah kita mulai saja!
Pertandingan di lanjutkan setelah Demyx diberi beberapa ramuan yang dibeli paramedis di moogle yang kebetulan sedang berjualan. Demyx yang sudah sehat walafiat hanya duduk-duduk gaje sambil menyilangkan kaki di depan gawang sambil makan ramen. *dapet ramen darimana, dem?* Sebagai pengganti dirinya, dia membuat klon dirinya sendiri dari air untuk berjaga di sepanjang gawang -Demyx membuat klon dirinya sendiri sebanyak sepuluh!
Sticht yang tidak diajak maen gitar lagi oleh Demyx merubah haluannya menjadi maen gaple dengan Luxord tidak jauh dari tempat Demyx yang sedang makan ramen. Ingin sekali dia gabung dengan Sticht dan Luxord, tapi dia tidak mau merasakan 'hadiah' untuk kedua kalinya.
At Goofy side...
Goofy merasa jenuh. Sungguh. Dia sudah tidak berminat dengan pertandingan ini. Semua serangan hanya terjadi di sekitar lapangan tengah dan daerah lawan, hanya sesekali bola sampai di kotak penaltinya dan kembali lagi ke daerah lawan. Tendangan sudut pun juga jarang mampir. Di tambah pertengkaran antara Sephiroth dan Cloud yang semakin menjadi-jadi.
Dia pun menguap bosan. Ingin sekali dia meninggalkan gawangnya dan pergi tidur tetapi dia juga tidak mau di pecat King Mickey sebagai ksatria kerajaan. Dia juga sudah capek memainkan shield-nya untuk sekedar membunuh waktu. Dari mengubah shield-nya menjadi panci dan merebus indomie di depan gawang, sampai diubahnya shield tersebut menjadi rebanaan dan mulai ber-sholawat gaje di tengah pertandingan (?). Akhirnya Goofy mengembalikan bentuk shield-nya seperti semula.
"Hoaaaamh," Goofy menguap.
Goofy sudah kehabisan akal hanya sekedar untuk membunuh waktu sampai ia melihat moogle yang kebetulan lewat di bangku penonton di belakang gawangnya.
"Cangcimen, cangcimen! Kacang, kuaci, permen!" teriak moogle pake TOA untuk menarik para pembeli.
"Hoi, bang! Ane mau beli dong!" panggil Goofy.
Dihampirilah Goofy dan moogle -dengan semangat mahasiswa yang sedang berorasi di depan gedung DPR- langsung menawarkan beberapa barang jualannya.
"Mau beli apa, bang? Tissu, permen, kacang, kuaci, rokok, tabung gas, lemari, piring, televise, kipas angin apa mau beli pulsa?"
Goofy yang mendengar cerocotan si moogle langsung sweatdrop kuadrat. Perasaan tuh moogle tadi tereak-tereak jual cangcimen doang deh.
"Lu beneran jual barang-barang kayak gitu?" tanya Goofy.
"Oh, tentu saja bang! Barang-barang yang laen ada di mobil losbak di depan stadion. Saya disini cuma jadi calo aja, sodara hasil cloning saya yang jualan," jawab si moogle mantap.
Goofy langsung sweatdrop pangkat tiga.
"Jadi abang mau beli apa?" tanya si moogle nggak sabaran.
"Kacang aje goceng sama mijonnya, ane haus neh," sahut Goofy.
Terjadilah transaksi jual beli diantara mereka. Moogle segera pergi dan melanjutkan jualannya setelah Goofy memberi selembar uang sepuluh ribuan baru. Dan dengan ganasnya, Goofy meminum mijonnya hingga tersisa seperempatnya saja. Dan dia langsung memakan kacangnya sambil menonton pergulatan antara Sephiroth dan Cloud.
"Kurang ajar kau, Cloud!" teriak Sephirouth pake urat.
Tidak sengaja saat pertarungan tadi, Cloud memotong rambut Sephiroth. Rambut panjangnya yang seperti iklan sunsilk itu kini jadi model shaggy yang tidak beraturan.
"Siapa suruh lo kagak iket tuh rambut?" sahut Cloud tidak mau kalah.
"Lo gimana sih! Gue udah kontrak ama produk perawatan rambut! Kalo rambut gue jadi aneh begini nanti gue di suruh bayar ganti rugi dan nggak jadi bintang iklan lagi!" tereak Sephitroth dengan lebaynya.
Cloud yang mendengar rintihan nggak guna Sephiroth langsung sweatdrop dan melempar pedangnya ke arah om sepphy.
"Najis! Lebay lo!" protes Cloud.
Sephiroth yang tadi tereak-tereak lebay karena potongan rambut barunya langsung diam begitu Cloud melempar pedangnya yang berhasil nancep di kepalanya dan Cloud yang mengatakan kata 'najis'.
"Tadi lo bilang apa?" ucap Sephiroth dengan intonasi yang di turunkan dua oktaf dan pandangan mata seperti orang yang bernafsu untuk menyembelih hewan kurban.
Cloud yang menyadari ada hal yang super duper gawat di depannya hanya menelan ludah. Diacungkannya pedang yang lainnya ke arah Sephiroth dan berdoa kilat di dalam hatinya agar Sephiroth masih dalam mode banci.
"Err, lo keren deh rambut lo kayak gitu," ujar Cloud. Padahal mah dalam hati si Cloud ngejek abis-abisan tuh rambut Sephiroth.
"Jelek banget sih lu! Sekarang yang paling ganteng gue akhirnya!"
Begitulah teriakan batin Cloud yang mengejek Sephiroth. Tapi kesenangan yang dirasa Cloud -menari di atas penderitaan Sephiroth- tidak berlangsung lama karena Sephiroth sudah mengeluarkan jurus andalannya dan siap untuk membantai Cloud. Goofy yang menjadi penonton setia pertengkaran mereka –yang bagi Goofy seperti pertengkaran suami-istri yang ribut mau poligami- langsung melempari mereka dengan kulit kacang. *ett dah, mas! Emangnya mereka gajah ya, dilempari (kulit) kacang gitu*
"Woi, penjaga gawang!Ngapain lu ngelempar kacang ke gue!" tereak Sephiroth dan Cloud berbarengan.
"Ett dah, kompak gitu marah-marahnya," tukas Goofy santai dan tidak menyadari hawa membunuh dari korban pelemparan kacang yang dilakukannya. "Jangan berantem mulu napa, bosen ane ngeliat ente-ente pada berantem!Mending damai terus tenaga ente-ente pada disimpen buat nanti ngadepin Organization XIII."
Mereka berdua terdiam mendengar ucapan Goofy. Apa yang diucapkan Goofy memang ada benarnya juga. Sekarang sedang pertandingan sepak bola, urusan berantem, perang, atau apalah bisa nanti-nanti.
Saat Sephiroth sedang asyik tenggelam dengan pikirannya sendiri, Cloud yang berada di sampingnya diam-diam berjalan mengendap-endap menghampiri Sephiroth. Bukan untuk memeluk atau menciumnya secara tiba-tiba dan membabi buta, melainkan dirinya ingin mencabut pedang yang masih nancep di kepala Sephiroth yang sekarang malah menghasilkan sungai warna merah di muka Sephiroth. Untungnya Sephiroth terlalu lemot untuk menyadari kalo dirinya sedang kehilangan banyak darah.
Cloud berhenti satu meter dari tempat berdiri Sephiroth. Baru saja perang yang untuk kesekian kali tertunda akibat campur tangan Goofy sang penjaga gawang, dirinya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi jika ia tiba-tiba mengambil pedangnya secara paksa dan mengagetkan Sephiroth yang sekarang sedang melamun hingga air liurnya menetes secara continous. Tiba-tiba terpikir satu ide yang bagi Cloud sangat-sangat cemerlang. Dia merogoh kantong celananya mencari benda yang akan menyelamatkan dirinya, setelah dia menemukannya dia memegang erat-erat benda itu dan mulai mendekati Sephiroth. Ditepuknya pundak Sephiroth dan Sephirtoh menoleh ke arah Cloud dengan tatapan yang sangat-sangat-sangat tidak senang bahwa lamunannya diganggu.
"Sephiroth," ucap Cloud tenang. Padahal mah dalam hati dia berdoa moga ni singa kagak ngamuk dulu. "Ehm, gue sebagai sparring partner lo yang baik, budiman, rajin menabung dan rajin menggosok ini sangat prihatin sama keadaan rambut lo," ucap Cloud sambil senyum-senyum najis.
"Hah? Maksud lo?" ujar Sephiroth cengo sok-sok nggak ngerti. *kayaknya lo emang bloon deh Sephi* *author langsung dicincang om Sephi*
"Begini lho," Cloud memberi Sephiroth sesuatu yang sudah dia genggam daritadi di kantong kiri celananya. "Nih shampoo nanti lo pake ya. Sebagai permintaan maaf gue atas apa yang gue lakuin ke rambut lo."
Sephiroth memandang shampoo sachet yang diberi Cloud tadi. Diamatinya baik-baik shampoo tersebut, dibacanya dengan seksama kandungan protein yang terdapat di shampoo itu dan kelebihan-kelebihan lainnya. Melihat ada peluang, Cloud segera mengangkat tangan kanannya dan bersiap-siap untuk mencabut pedangnya. Saat kepala Sephiroth menunduk lebih rendah, Cloud langsung mencabut pedangnya dan langsung ngibrit lari kembali ke posisi dia semula.
"What the…? Apa yang kau lakukan Cloud..!"
"Sephiroth! Bola!"
Sephiroth langsung menoleh ke arah suara yang tadi meneriaki namanya. Belum sempat dia menyahuti teriakan tadi, sebagai gantinya dia disambut oleh bola yang melaju lurus dengan kecepatan tinggi dan mengenai wajah Sephiroth dengan telak. Bola yang terbentur dengan wajah Sephiroth tadi langsung keluar lapangan. Padahal Sephiroth sedang tidak dekat-dekat dengan garis pinggir lapangan, tetapi bola keluar pada garis pinggir lapangan saking kerasnya berbenturan dengan wajah Sephiroth.
Tendangan sudut untuk Organization XIII.
Axel sedang memainkan bola yang akan di tendangnya. Dimainkan jambulanang tersebut dengan memutar-mutarkannya di jari telunjuknya layaknya Michael Jordan. Wasit garis yang berada di samping Axel sweatdrop melihat tingkah laku Axel yang seperti anak autis dan tanpa pikir panjang dia langsung menyambit kepala Axel menggunakan bendera yang dia pegang sedari tadi.
"Aww! Itai yo!" rintih Axel sambil mengusap-usap kepalanya yang baru saja didzalimi benderanya wasit garis.
"Cepat tendang bolanya!" tukas sang wasit dengan muka yang seremnya menyaingi seramnya wajah Xemnas. Entah karena pelet atau Axel ngeri melihat wajah si wasit tersebut, dirinya langsung menaruh jambulanang di tempat yang seharusnya dan bersiap-siap menendang.
Axel menendang jambulanang dan di sambut dengan sundulan-sundulan kepala dari para pemain. Lexaeus dan Diz beradu kepala hingga benjol yang mereka dapat, Hayner dan Saix sibuk tarik-tarikan baju, sementara Zexion dan Donald sedang perang sihir. Mereka beradu merapal mantra sehingga bola yang hendak di sundul Diz tadi di beri mantera oleh Zexion –yang niatnya supaya langsung gol, tapi dipatahkan oleh Donald- dan berbelok lalu jatuh di antara Hayner dan Saix. Donald yang melihat sebuah kesempatan langsung merapal mantera lagi yang niatnya ingin menjauhkan bola dari gawang. Tetapi sebelum mantera selesai, bola tersebut tertendang oleh Hayner-Saix –yang tarik-tarikan baju kini menjadi buka-bukaan baju- dan sampai di kaki Roxas yang berada di belakang rombongan perebut bola. Melihat adanya bahaya, Donald langsung merapal mantera tetapi Zexion langsung memplester mulut si bebek tersebut dan mengikat kaki dan sayapnya.
"Kalo ngelihat lo diiket gini, gue jadi pengen bebek panggang neh," ujar Zexion sambil mengusap-usap perutnya dan memandang Donald dengan tatapan penuh nafsu.
"Glek! Matilah awak!" ucap Donald dalam hati.
Roxas yang semula hanya diam dan ber-sweatdrop ria kini bersyukur mereka seperti itu.
"Kesempatan! Harus gol, Roxas!" batin Roxas.
Dengan mantap, Roxas langsung menendang si jambulanang dengan sekuat tenaga. Padahal di depannya ada dua pemain lawan dan belum lagi rombongan ribut-ribut nggak jelas jauh di depannya. Namun dirinya yakin bahwa tendangan kali ini akan merobek pertahanan Kingdom Team.
Roxas menendang si jambulanang yang berbelok 45 derajat ke arah kiri dan melewati dua pemain lawan di pertengahan mereka berdiri. Roxas berdoa kilat supaya bola tersebut tidak tertangkap penjaga gawang karena gerombolan orang-orang yang sedang ribut itu semakin menjadi-jadi.
Saat harapan hampir menjadi angan-angan ternyata jambulanang yang di shoot Roxas telah merobek gawang Kingdom Team. Sebenarnya apa yang terjadi sehingga bola tersebut bisa menjebol pertahanan Goofy? mari kita lihat dari kacamata sang penjaga gawang.
Tendangan sudut untuk Organization XIII.
Goofy yang baru saja memberi pertolongan darurat pada Sephiroth langsung bersiap di depan gawang. Saat Axel menendang bola dan disambut oleh sundulan-sundulan kepala yang pada akhirnya jatuh di kaki Roxas dan ditendang olehnya, hanya nyengir kuda dan meremehkan tindakan Roxas bahwa tendangannya itu akan sia-sia.
"Tidak akan gol, kok!" ujar Goofy dengan sombong.
Tetapi manusia hanya bisa merencanakan dan tuhanlah yang menentukan. *emangnya Goofy manusia yak?* Saat jambulanang melewati dua pemain belakang Kingdom Team dan menuju gawang, terjadi hal yang tak terduga. Rombongan yang tadi merebutkan bola kini menuju tengah lapangan hingga menutup visualisasi Goofy yang sedang mengamati bola. Goofy menggerutu sebal karena soal ribut-ribut nggak jelas bukan Cloud-Sephiroth saja yang ahli, namun seluruh anggota Kingdom Team juga ahli dalam hal itu. Saat celah terbentuk karena gerombolan tersebut merenggang Goofy memutuskan untuk melompat ke kiri gawang karena bola mengarah ke kiri. Tetapi apa yang diprediksi oleh Goofy salah karena tanpa sengaja jambulanang tersundul oleh pantat Diz yang sedang adu bacot yang seperti emak-emak dengan Lexaeus dan menuju sudut kanan gawang. Goofy yang melihat adanya bahaya langsung merubah haluannya dan langsung melompat ke kanan, namun Goofy terpeleset dengan tidak elitnya oleh kulit kacang yang dimakannya tadi dan terjatuh tanpa sempat menangkap jambulanang.
GGOOOOOOOLLLLLLLLLLLLL!
Goofy menatap tidak percaya bahwa gawangnya akhirnya kebobolan juga. Ditatapnya sendu jambulanang yang kini anteng di dalam gawangnya dan Goofy membayangkan apa yang akan diberi sang pelatih karena kecelakaan ini.
"Hhh…" Goofy menghela nafas sambil mencabuti rumput lapangan dan memakannya.
Roxas melongo tidak percaya bahwa tendangannya tadi masuk. Roxas mencubit dan menepuk-nepuk pipinya untuk menyadarkan dirinya bahwa ini tidak mimpi. Axel yang melihat hasil kerja Roxas membuahkan hasil yang manis langsung menghampirinya dan memeluk Roxas juga mengacak-acak rambutnya. Lexaeus dan Diz yang tadi sedang adu bacot terperangah begitu jambulanang bersarang di gawang Kingdom Team, begitu juga Saix dan Hayner.
Zexion dan Larxene langsung menghampiri Roxas dan ikut nimbrung dengan Axel. Saix yang tersadar dari melongonya itu juga menghampiri Roxas dengan sebelumnya merapihkan bajunya yang berantakan dan diikuti oleh Lexaeus.
"Good job, nak!" ucap Larxene juga mengusap-usap kepala Roxas.
"I love you full, roxas!" ucap Lexaeus sambil menyodorkan bibirnya berusaha untuk mencium Roxas.
"Eee, sudahlah hentikan!" ucap Roxas, terutama untuk Lexaeus yang kian membabi buta berusaha menciumnya. Didorongnya wajah Lexaeus menjauh dan Roxas berusaha lepas dari 'siksaan' teman-temannya.
"Satu gol lagi kita akan membalikkan keadaan!" teriak Zexion gaje.
Roxas yang mendengar ucapan Zexion langsung memandang papan skor dan dia baru sadar kalau waktu sudah tidak panjang lagi. Roxas sweatdrop begitu ingat bahwa waktu pertandingan terbuang percuma dengan hal-hal aneh bin gaje yang terjadi selama di lapangan.
"Yosha!" ucap mereka berbarengan. Sementara itu Kingdom Team hanya memandang sendu kelompok yang sedang bergerumul itu. Goofy masih dalam keterpurukannya dengan gaya duduk ala pembantu-pembantu yang dianiaya majikan, Diz mengusap kepalanya yang benjol sambil menggerutu gaje, Hayner sibuk merapikan bajunya yang berantakan gara-gara saix *ajegile, ni kalimat ambigu bener*, dan Donald dia hanya duduk gaje karena kecapekan mungkin, sementara Cloud dan Sephirouth seperti biasa, mereka bertengkar. Kali ini mereka adu bacot menyalahkan siapa yang salah karena bola yang di tendang Roxas tadi sampai lolos dari mereka berdua.
"Hua! Kebobolan!" ujar Sora dari kejauhan. Sora langsung merebahkan badannya di lapangan. Entah kenapa dia merasa sangat lelah sekali begitu juga dengan Riku, Leon dan Auron.
Sementara itu Xigbar yang jobdesc-nya sebagai cheerleader jingkrak-jingkrakan gaje dengan Namine. Dengan semangatnya Xigbar meneriakan nama Roxas yang telah mencetak gol, "R to the O to the X to the A to the S! ROXAS!Yay!"
"Iyyuh," begitulah tanggapan Roxas saat namanya disebut oleh Cheerleader imitasi tersebut. Roxas masih menerima ketika Xigbar masih mengenakan seragam cheerleader pada umumnya –yang bagi Roxas sangat nggak umum kalau dipake oleh Xigbar—dan pompom merah jambu. Tapi sekarang, Xigbar entah kenapa tidak memakai pakaian cheerleader lagi. Dia menggantinya dengan pakaian ala Ladi Gaga di mv Bad Romance. Bukan, bukan pakaian warna putih yang hanya mulutnya aja yang kelihatan, bukan juga pakaian serba blink warna keemasan dengan rambut yang disanggul ke atas kayak alien, dan juga bukan pakaian serba hitam dengan mahkota hitam serta kacamata hitam dan pakaian tipis yang senada dengan warna kulit. *author merinding ngebayangin xigbar pake baju super tipis dengan warna senada ama kulit #iyyyuh*. Tetapi Xigbar menggunakan pakaian two piece yang biasa di pakai wanita. Yak! Pakaian dalam! Bukan, bukan warna putih yang dipake pas Lady Gaga ngebuka mantel beruang kutubnya, tapi Xigbar memakai pakaian dalam –bagian atasnya doang- yang warna hitam yang ada listriknya. Namun Xigbar sedikit memvariasikan pakaian tersebut dengan digantinya listrik menjadi laser warna hijau.
"A to the X to the E to the L!" kali ini giliran nama Axel yang diteriaki oleh Xigbar. Laser yang ada di dada Xigbar membentuk visualisasi wajah Axel dan itu sukses membuat Axel ingin muntah.
"Siapapun, tolong hetikan bencong ini!" teriak Axel frustasi. Tenang saja, Xigbar tidak mendengar apa yang baru saja dikatakan Axel. Jika Xigbar mendengar perkataan Axel tadi, mungkin tadi adalah ucapan Axel yang terakhir. Ingat, jangan pernah membuat bencong marah, karena bencong marah lebih seram dari kuntilanak manapun.
"Sudahlah, biarkan dia seperti itu," ujar Saix sambil merangkul pundak Axel. "Setidaknya dia senang mendapat pekerjaan baru," Axel langsung sweatdrop setelah mendengar perkataan Saix.
-skip time-
Pertandingan semakin memanas ketika waktu telah menunjukan menit ke-1 detik 54. Ya, ini adalah waktu tambahan karena setelah pertandingan berjalan 90 menit, skor masih seimbang, 1-1. Dari bangku pemain, pelatih Kingdom Team, King Mickey, teriak-teriak hingga urat lehernya terlihat. Dia tidak mau kali ini gawangnya kebobolan lagi. Sementara Xemnas, dia hanya duduk diam dan memandang para pemainnya dengan mata yang mengikuti bola bergulir dengan intens. Sementara Xion, dia sedang memandang kotak yang dia bawa tadi dengan mata yang sedikit berair.
Bola kini berada di kaki Sora. Sora langsung menggiringnya dengan Riku di sampingnya. Layaknya Tsubasa-Misaki dan Tachibana bersaudara di komik Captain Tsubasa, jika ada pair Sora-Riku pasti ada Roxas-Axel.
"Yosha! Roxas, ayo kita rebut bola dari mereka!" ujar Axel. Roxas mengangguk mantap dan menambah kecepatan larinya dan dia langsung menghadang laju Sora yang sedang menggiring bola. Terjadilah perebutan bola diantara mereka yang disaksikan oleh Riku dan Axel. Memang perebutan bola diantara mereka sama sekali tidak heboh seperti yang lainnya, namun Axel merasa prihatin karena dari sudut pandang Axel, Roxas dan Sora, seperti anak perempuan yang heboh berebutan bola kalau lagi jam pelajaran olahraga.
"Tch!" Axel langsung menghampiri Roxas-Sora karena tidak tahan hanya menjadi penonton. Begitu juga Riku yang menyusul tindakan Axel. Bukan, Riku bukan mengkhawatirkan Sora, namun dia mengkhawatirkan dirinya sendiri karena King Mickey sempat memberi wejangan kepada Riku bahwa dirinya harus intens mengawasi Axel dan itu menjadi tanggung jawabnya selama pertandingan berlangsung. Jika Riku lalai (mungkin) nyawanya akan menjadi taruhannya.
"Roxas! Tendang saja bolanya!" teriak Axel. Roxas langsung menendang bola tersebut begitu Axel berteriak seperti itu dan seperti yang telah diperhitungkan Axel, dia langsung menyambut jambulanang dan langsung menggiringnya dengan kecepatan kuda.
"Hhuuuooo!" teriak Axel gaje. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, setelah melewati beberapa pemain Kingdom Team, Axel menendang jambulanang dengan sekuat tenaga. Zexion langsung melotot begitu Axel menendang jambulanang. Pasalnya, jarak dari tempat Axel berdiri tidak bisa dibilang dekat dengan gawang.
"Baka! Apa yang kau lakukan, Axel!" tukas Larxene.
"Pasti gol! Itu tendangan jarak jauh ala gue setelah gue berguru sama komik Captain Tsubasa!" sahut Axel pe-de.
"Baka! Sudah pasti tidak akan ma…" ucapan Larxene terhenti begitu peluit tanda berakhirnya pertandingan di bunyikan. Seisi stadion langsung hening karena menunggu apakah tendangan Axel tadi dihitung gol atau tidak. Larxene meremas rambutnya, Zexion masih melotot, Roxas menghampiri Axel dan berdiri di sampingnya dengan perasaan was-was, King Mickey menggigiti jarinya, Xemnas memeluk Xion yang sedang memeluk kotak aquarium Paul, sementara Axel sendiri hanya cengir-cengir gaje. Dan keadaan kembali riuh setelah mereka melihat papan skor, 2-1. Ternyata tendangan Axel tadi berhasil merobek gawang Kingdom Team sebelum pluit dibunyikan. Goofy yang makin terpuruk karena gawangnya berhasil dijebol kembali duduk di lapangan ala pembantu, sementara yang lain langsung terduduk lemas begitu mereka dinyatakan kalah.
Begitu sadar bahwa mereka memenangkan pertandingan ini, semuanya berlarian menuju tempat Axel berdiri. Roxas yang disampingnya langsung memeluk Axel dan diikuti oleh yang lainnya. Jadi jika dilihat dari sudut pandang penonton, Axel sedang disiksa oleh teman-temannya karena mereka sekarang tidak hanya sekedar memeluk, namun menindih juga, jadi terbentuklah tumpukan manusia di tengah lapangan.
"Itai yo!" teriak Axel dengan suara yang sangat memilukan. Mau sekencang apapun Axel berteriak, tidak ada yang medengarnya karena mereka sedang dalan euforia kegembiraan memenangkan pertandingan. Jadi sabar saja, ya, Axel ^^
Euforia kegembiraan juga melanda Xemnas. Dia loncat-loncat gaje sambil meninju udara. Namun Xion tidak mengikuti kegembiraan yang dirasakan Xemnas dan yang lainnya. Matanya kini siap menumpahkan isinya yang sekian lama dia tahan dari tadi. Apakah yang terjadi dengan Xion, mari kita flashback.
-flashback-
Paul mengambil makanan di kotak yang bertuliskan ORGANIZATION XIII dan hal itu sukses membuat Xion dan Xemnas melongo. Xemnas lega sekaligus senang karena pada akhirnya bukan timnyalah yang harus kalah. Namun kelegaan dan kesenangan yang dirasakan Xemnas tidak berlangsung lama ketika Paul juga mengambil makanan di kotak lainya, KINGDOM TEAM. Xemnas langsung melotot tajam kepada Paul dan memberinya beberapa death glare andalan miliknya. Sementara Paul, dia sama sekali tidak mempan dengan death glare andalan Xemnas karena pikirannya sedang berpusat pada makanannya. Sayangnya Xemnas bukan orang yang pantang menyerah. Merasa death glare tidak berguna, dia hanya memandang Paul si Gurita. Lama Xemnas memandangnya namun yang dipandang masih asyk-asyik ria di dalam aquarium, sementara efek dari yang Xemnas lakukan dirasakan oleh Xion. Xion gelisah karena sikap Xemnas, dan dia hendak menghentikan tindakan Xemnas dengan mencoba menutup kembali aquarium mini tersebut.
"Jangan coba-coba kau tutup, Xion," ujar Xemnas. Xion langsung membatu begitu Xemnas berbicara seperti itu. Ditarik kembali tangannya yang hendak menutup aquarium tersebut dan dia kembali menatap Xemnas yang masih menatap aquarium. Paul yang menjadi objek pemandangan Xemnas hanya muter-muter ria di dalam aquarium setelah menghabiskan semua makanan yang ada di dalam kotak.
Bagai punduk merindukan bulan, yang dilakukan Xemnas dalam diamnya ternyata membuahkan hasil. Paul merasa hawa disekitarnya sudah sangat-sangat-tidak enak. Saat dia berhenti muter-muter dan sedikit memandang Xemnas, dari situlah hal yang membuat Xion menangis dimulai.
Paul sengaja menatap Xemnas dan mereka bertemu pandang. Xemnas masih dengan gayanya dan membalas tatapan Paul dan Paul juga membalas tatapan mata Xemnas. Terjadilah perang tatap-menatap di antara mereka berdua. Tidak, tidak ada listrik yang muncul seperti di komik-komik jika mereka sedang perang pandang-memandang, yang ada hanyalah teriakan-teriakan para supporter dan sekelebat bayangan para pemain yang melewati lapangan di depan mereka dengan kecepatan lari di atas rata-rata manusia. Seperti pepatah, apalah daya tangan tak sampai', Paul akhirnya menyerah bertatapan mata dengan Xemnas karena dia bukanlah Gurita si Jago Menatap melainkan Gurita yang Jago Ngeramal. Paul memutuskan tatapannya dengan Xemnas dan mencari-cari sesuatu agar dia terlihat sibuk. Namun selama apapun menghindar, saat Paul melirik Xemnas untuk yang kesekian lakinya, Xemas masih dengan posisinya yang semula dan hal itu membuat Paul sakit kepala dan susah buang air besar. Dan tiba-tiba saja Paul merasakan ngilu di daerah jantungnya dan pada akhirnya dia mengambang di permukaan air.
Xion tidak bisa menutupi kesedihannya karena binatang yang Xion sayangi (kali ini aja) harus kehilangan nyawanya. Xemnas memerintahkan untuk membuang isi aquarium tersebut, namun Xion masih saja memegang aquarium tersebut lebih kuat.
"Kau jahat," tukas Xion.
"Itulah hal yang harus diterima untuk seseorang yang melanggar hukum," sahut Xemnas.
"Tapi kan, Paul bukan orang, dia…"
"Dia hewan. Dan itu sama saja," setelah berbicara seperti itu Xemnas kembali memfokuskan dirinya pada pertandingan sepak bola, sementara Xion hanya memandang aquarium yang isinya sudah tidak bergerak lagi sambil memeluk erat aquarium tersebut.
-end of flashback -
Pendukung Organization XIII -yang mayoritasnya para shadow dan dusk- kembali riuh ketika pemasangan medali setelah Kingdom Team turun. Semuanya –minus para pemain, pendukung dan pelatih Kingdom Team- merasa sangat senang. Ada yang mencium-cium medali tersebut dan ada juga yang menjadikan medali tersebut sebagai kaca. Lalu saat penyerahan piala World Cup kegembiraan mereka semakin menjadi-jadi. Xigbar yang sudah bergabung dengan para pemain dan Xemnas juga Xion langsung mencoba mencium para pemain Organization XIII satu persatu. Dan Roxas makin sweatdrop dengan Xigbar, karena bukan hanya pakaiannya saja yang menyerupai Lady Gaga, Xigbar menggunakan make up yang sama dengan Lady Gaga. Roxas menduga selama ini laptop yang sering ditenteng Xigbar isinya hanya video make up tutorial Lady Gaga saja.
Sekali lagi, itu hanya dugaan nyeleneh Roxas dan dia tidak mau banyak memikirkannya karena memikirkan sekilas saja sudah membuat bulu kuduk berdiri.
Setelah menerima Piala World Cup, pemain Organization XIII diikuti para pemain Kingdom Team berbaris satu shaf di lapangan dan mereka membungkukkan badan sambil mengucapkan terima kasih kepada para penonton yang telah memberi mereka support. Lalu setelah semuanya selesai berterima kasih, Organization XIII langsung kebanjiran poto-poto dan wawancara. Sementara Kingdom Team mereka hanya bisa menghela nafas karena tidak bisa membayangkan apa hukuman yang akan diberi King Mickey nanti.
"Goodbye happiness, welcome to the hell," tulis Goofy dalam fb-nya. Pemain yang lain yang tidak sengaja melihat apdetan status Goofy langsung menge-likenya.
O. WA. RI ^^
Ja, minna, bagaimana? Apakah Gaje? Sengguh ide fic ini sudah sangat jarang mampir di otak saya. Dan saya lupa harus megakhirinya seperti apa karena pertandingan ini seharusnya sedang hangat satu tahun yang lalu.
Gimana akhirnya? Gaje kan? Saya saja merasa bahwa akhir cerita ini nggak banget
Tapi, ya, mau bagaimana lagi karena ilham dan ide tidak pernah mampir di otak saya.
Hontou ni Gomenasai!
Bener-bener telat mengapdet fic ini! Rencana awalnya harus selesai pada tahun 2010, namun nasib berkata lain karena saya baru bisa menyelesaikannya di tahun berikutnya..
Hh, taihen desune….
Ja, minna, ditunggu ya review dari kalian…
Review kalian adalah suplemen bagi saya untuk meneruskan menulis fic di ffn ini
Arigatou gozaimasu yang udah mau baca dan review dari chap pertama hingga chap ke-3 kemarin
Jeongmal gomapta
OMAKE
Author : (ngeliat jam) "ett dah, udah jam satu pagi aja!"
Sora : "Heiiiii, authoooorrr, kenapa tim kami yang harus kalah" (gaya bahasa sadako)
Author : "So-sora? Hadeuh, kebanyakan begadang bisa ngeliat Sora, nanti jangan-jangan bisa ngeliat Jaejoong lagi" #Authordirimpukbangku
Goofy : "Author, apa hukuman dari King Mickey? Katakan! Katakan, Author!"
Author : "Cho-chotto, chotto! Kenapa nggak kau Tanya sendiri sama King Mickey!"
Sephiroth : "Eh! Gue nggak mau tahu ya, balikin rambut gue kesemula! Enak aja lo maen potong-potong rambut gue!"
Author : "Y-yang motong kan bukan gue! Tuh, si Cloud!"
Cloud : "Gue nuntut duit kesejahteraan! Babak belur nih gue!"
Author : "Jangan minta ke gue! Gue bukan emak lo! Huaaaa, tasukete!"
Sora, Goofy, Sephiroth, Cloud : "Hei! Jangan lari!"
King Mickey : "Ehem, kalian mau kemana?"
Sora, Goofy, Sephiroth, Cloud : ("GLEK! King Mickey")
King Mickey : "Semuanya ikut aku!"
Sora, Goofy, Sephiroth, Cloud : ("Tasukete yo!")
Thanks for reading minna ^^
Selanjutnya, saya mau memberi sedikit teaser untuk fic saya selanjutnya…
Mohon dibaca dan komentarnya ya…
TEASER 1
Souji meninggalkan yasoinaba dan segera menaiki bus. Sengaja Souji tidak memberitahu pamannya, Ryoutaro Dojima, bawa hari ini dia kembali ke Inaba. Dia ingin memberikan surprise dan itu berlaku juga bagi teman-temannya.
"Aku kembali, Inaba."
TEASER 2
Aku menghentikan makanku dan menyisakan ramen yang tinggal sedikit lagi. Aku menatap layar kaca berpendar itu dan menatap wajah Kyuhyun lekat-lekat. Segera aku mematikan tv dengan sedikit kasar dan mendengus sebal. Lalu aku membuang sisa ramen ini ke tempat sampah dan meneguk susu dengan terburu-buru dan mengkandaskan isinya lalu kulempar botolnya di sembarang tempat. Bunyi botol pecah yang kulempar tadi begitu nyaring sekali di ruangan yang sunyi dan hanya aku seorang saja yang berada di sini. Aku menatap pecahan-pecahan botol itu dengan sinis dan segera meninggalkannya tanpa terlebih dahulu membereskannya.
"Hyung, kita putus…"
Doudesuka, minna-san?
Nah, saatnya membalas review!
Reyn-kun Walker
Senpai, sudah saya apdet. Monggo dibacan dan errr, goloknya tolong singkirkan…
Hehehe…
Arigatou udah baca dan review ^^
Spywarecatz
Arigatou buat koreksinya. Saya langsung baca ulang begitu baca reviewmu dan benar. Hadeuh, typo memang musuh author! *gelenggelengkepala
Sudah ada pair SoraRoxas, tapi maaf kalo bukan Yaoi. Saya masih dalam tahap menulis genre seperti itu *bilangajanggakbisa #PLAK
Arigatou udah baca dan review ^^
Ventus Hikari
Hikari-san, makasih banget udah ngasih aku saran dan kritikan! Iyya nih, saya waktu menulis chap ke-3 sense joke saya rada menurun (dan sepertinya itu berlaku juga di chap 4) #sigh (-'
Arigatou udah baca dan review ^^
RoalicARIA
Aria-san, saya berdoa supaya ficmu juga cepat apdet, begitu juga fic-fic aku lainnya. Bagaimana chap kali ini? Gaje kan? Dan, err, sorry buat Paul karena saya harus membuatnya mati muda… *siap-siap kabur, siapa tahu dibantai aria-san
Arigatou udah baca dan review ^^
Dazzling Flame
Sudah saya apdet, flame-san. Semoga saat kamu sedang membaca ini, kamu tidak ditatapi oleh ortu lagi ^^
Arigatou udah baca dan review ^^
Tie19
Gya!Maaf baru apdet! Pilihan saya akhirnya terjawab di chap ini kan
Arigatou udah baca dan review ^^
Esha Shalvovich
Ini sudah saya apdet. Gomen ya lama banget apdetnya…
Arigatou udah baca dan review ^^
CornellDeacon
Wah, coba ada yang bikin videonya yah, pasti saya langsung donlot
Arigatou udah baca dan review ^^
VVGeorge
Hehehe, makasih VV-san
Arigatou udah baca dan review ^^
Fedeoya Kimchi
Iyya, KH itu memang unik. Salut deh buat programernya dan yang telah memunculkan ide untuk membuat gamen seunik Kingdom Heart! Five thumbs up!
Arigatou udah baca dan review ^^
Ja, minna-san, kono fic wa doudesuka?
Semoga tidak mengecewakan ya…
Dan maap banget baru saya apdet sekarang-sekarang…
Dan untuk teaser yang saya cantumkan, silahkan temukan nanti di fandom Persona dan Screenplay ya…
ARIGATOU GOZAIMASU
