1st fanfic by~Yaklin1412

Yamamoto X OC / _

Disclaimer : © Akira Amano


Mengejar Hujan


Chapter 2


"kyuu ni furidashita ame ga"

"machi wo yasashiku someru"

"hokori ya iya na koto mo arainagashite kureru"

Mataku masih terpejam tapi tanganku sudah bergerak untuk mematikan alarm hp-ku. Aku menguap malas dan merenggangkan badanku sedikit. Tatapanku beralih ke jalanan di bawah jendelaku. Apa aku masih berharap bisa melihat cowok hujan itu?

"Haaah~," aku menghela nafas. Sebagian karena cowok itu sebagian lagi karena aku masih ingin tidur lebih lama lagi. Sudah 3 hari berlalu dan aku masih belum melihat cowok hujan itu lagi. Memikirkan soal cowok itu membuat kejidupanku jadi tidak tenang. Tidurku terganggu, makanku terganggu, dan pelajaranku pun terganggu karena aku tak bisa konsen pada buku pelajaran. Mataku selalu ingin mengintip keluar jendela itu. Mencari sosoknya.

Apa aku akan lebih tenang kalau seandainya hari itu aku tak melihat dia? Apakah aku akan lebih senang seandainya sosok itu tak pernah muncul dalam kehidupanku? Mengaduk - aduk perasaanku dan membutakan perasaanku? Membuat tidurku tak nyenyak dan mengacaukan konsentrasiku?

Kurasa jauh di dalam hatiku aku tahu jawabannya. Meskipun perasaanku serasa diaduk dan perasaanku dibutakan. Meskipun tidurku jadi tak nyenyak dan konsentrasiku kacau. Sesungguhnya aku bersyukur. Bersyukur karena dia telah muncul dan memberi warna dalam hati dan hidupku.

Seperti biasa aku menyelesaikan mandi dan bersiap - siap menuju sekolah dalam waktu 20 menit. Kutatap bayanganku di cermin sekali lagi sebelum menuruni tangga menuju ke ruang makan keluargaku.

"Kak! Kakaaaak!" Aku terkesiap, terbangun dari alam khayalku. "Apa?" tanyaku pelan. Mencoba mengatur nafasku dan menenangkan diri dengan menyesap teh hijauku perlahan. Fuuuh, rasanya ketenangan diriku sudah kembali.

"Kakak dari tadi tidak dengar aku ngomong apa ya?" tanya adik laki - lakiku satu - satunya itu dengan sebal. "Errr," aku tak bisa menjawab karena aku memang tidak mendengarkan. Cowok hujan itu benar - benar telah membuatku kacau.

"Hari Sabtu nanti aku ada game melawan SMP Namimori. Ayah dan Ibu sudah janji akan datang. Kakak juga datang ya!" kata adikku. Aku hanya mengangguk pelan sambil mencoba mengingat apakah aku memiliki janji atau tidak. Sepertinya tidak ada.

"Nanti aku akan memukul home run yang melewati rekor pemain SMP! Wahahaha," ujar adikku sambil menepuk - nepuk dada nya. Ayah - Ibu hanya bisa tersenyum geli melihat tingkahnya, sementara aku hanya bisa geleng - geleng kepala.

"Cuma diterima sebagai pemain tim inti saja sudah over acting begitu. Dasar payah," kataku seraya mencomot satu buah kue nanas dan menuang teh hijau ke gelasku yang sudah kosong. Dari ujung mataku kulihat adikku cemberut karena tak dapat membalas kata - kataku. Aku tertawa kecil melihatnya.

"Diterima sebagai tim inti itu kan hebat! Apalagi aku baru kelas 1! Aku satu - satunya anak kelas 1 di tim inti lho!" Adikku memang tidak mau kalah. Kutatap teh hijau ku. Wah! Salah satu daun teh ku berdiri! Sepertinya akan terjadi sesuatu yang bagus hari ini. Tanpa kusadari sebuah senyum mengembang di mulutku.

"_!Ayo cepat berangkat! Nanti kau telat!" kata Ibuku sambil membereskan piring. Wah! Sudah jam 7! Aku segera meneguk teh ku hingga habis. Setelah pamit pada Ayah - Ibuku aku segera berlari ke pintu dan memakai sepatuku dengan tergesa - gesa. Adikku masih saja ribut dari ruang makan.

"Masuk tim inti itu kehormatan besar! Apalagi kakak tahu tidak? Ini pertandingan melawan klub baseball SMP Namimori yang terkenal itu! Aku memang berbakat di baseball! Hoi, kak! Dengarkan kalau orang lagi ngomong!" tahu - tahu saja adikku sudah ada di sebelahku menjerit - jerit sementara aku memakai sepatu.

"Iya, iya. Aku berangkat dulu ya!" kuacak - acak rambut adikku lalu kulangkahkan kakiku keluar rumah. "Kakaaak! Aku belum selesai bicara! Di sana ada pemegang rekor home run SMP lho! Namanya kalau tak salah Yamamoto Takeshi. Hei, kaaaak!". Adikku memang paling tak suka didiamkan makanya aku sengaja meninggalkannya begitu saja. Kubuka gerbang rumah perlahan dan kukunci kembali.

"Semoga hari ini akan menjadi hari yang indah," ujarku seraya menatap langit biru diatas…

~oOo~


Jreeeeenggg! Fuuuuuuh~

Chap2 selesai!

Buat yang tidak tahu lagu yang dijadiin alarm HP OC diawal cerita itu chara song-nya Yamamoto..

Wkwk, suara Yama kurang cocok buat nyanyi sihh menurut saya..

Cuma masukin aja dehh..

Sekali lagi terima kasih sebesar-besarnya buat yang sudah membaca!

Repiu plisssss!