1st fanfic by~Yaklin1412

Yamamoto X OC / _

Disclaimer : © Akira Amano


Mengejar Hujan


Chapter 5


"Yang itu bukan?" tunjukku ke arah seorang cowok berambut coklat muda. "Hahi, bukan bukan." jawab Haru sambil menggelengkan kepalanya. Kami sudah mondar - mandir di jalanan selama 20 menit namun masih belum menemukan "Tsuna - san".

"Ha-chan, ayo kita makan kue dulu baru cari mereka lagi. Aku lapar!" pintaku padanya dengan tatapan memelas. "Sebentar lagi! Haru tidak akan menyerah dalam mencari Tsuna - san karena Haru percaya bahwa kami ditakdirkan untuk bersama dan Haru pasti dapat menemukan Tsuna - san di antara sekian banyak orang!" kata Haru berapi - api.

Kalau sudah begini aku hanya bisa pasrah saja. Akhirnya kami kembali berjalan, mata kami terus bergerak melihat ke kanan - kiri, depan - belakang, atas - bawah (?). Mencari - cari pangeran Haru dan kedua ajudannya.

Tiba - tiba saja ada 3 orang cowok berjalan ke arah kami. Sepertinya Haru tidak menyadari mereka karena terlalu sibuk mencari "Tsuna - san" nya. Rambut cowok yang berdiri di tengah kedua cowok itu jabrik coklat muda, matanya juga coklat muda. Dia keren seperti pangeran, persis seperti khayalan ku.

Cowok itu terus berjalan ke arah kami. Apa ini "Tsuna - san" nya Haru? "Hai! Kalian manis deh, mau ke karaoke bareng kami nggak?" tanya cowok itu ke kami berdua sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit. Eeeuuuuhh! Tak mungkin ini si Tsunayoshi Sawada itu!

Langsung saja kutarik tangan Haru dan kami buru - buru berjalan menjauhi kumpulan cowok genit nggak jelas itu. "Mau kemana? Kayaknya buru - buru amat." cowok - cowok itu sudah mendahului dan mengelilingi kami. Haru berbisik pelan, "Hahii! Bagaimana ini _-chan?". "Tidak apa - apa aku akan memikirkan jalan keluar," jawabku lembut mencoba menenangkan Haru walaupun sebetulnya aku juga bingung.

"Kok diam saja sih? Ayo kita jalan," salah satu cowok tersebut mendekat dan mengulurkan tangannya ke Haru. Dengan sigap aku meraih tangan cowok tersebut dan memiting tangannya ke belakang punggungnya. KREK! Ups, sepertinya aku memakai terlalu banyak tenaga.

"Aaaaaahhhh!" cowok itu menjerit kesakitan sementara aku langsung menarik tangan Haru dan berlari secepatnya. Kami berdua tidak berani menoleh ke belakang lagi tapi kami sama - sama dapat mendengar suara cowok tadi dan temannya yang mengejar kami.

Tiba - tiba saja Haru berhenti berlari. "Ha-chan! Kau kenapa? Mereka masih mengejar kita! Ayo lari lagi!" kataku panik sambil melirik ke belakang sekilas. Ketiga cowok itu semakin mendekat. Rasa panik mulai menjalar ke seluruh tubuhku.

"Haru! Sedang apa kau disini?" terdengar suara seorang anak laki - laki yang terdengar malu - malu dan tidak tegas. Aku menatap ke arah si pemilik suara. Seorang anak laki - laki pendek dengan rambut jabrik tinggi dan mata berwarna coklat muda yang memakai seragam SMP Namimori.

"Hahii! Tsuna - san! Tolong Haru! Tadi ada pria yang menggangu Haru dan juga teman Haru!" kata Haru dengan semangat dan senyum yang terkembang lebar. Padahal situasi lagi gawat begini tapi dia masih bisa senang begitu hanya karena bertemu "Tsuna-san" nya.

"Hei kau! Cewek sok jual mahal! Gak usah banyak tingkah deh! Beraninya main kasar! Sini kalau berani!" kata salah satu dari ketiga cowok tadi dengan kasar. Dasar cowok payah! Aku naik pitam dan sudah akan menghajar cowok itu ketika tiba - tiba saja Haru sudah menarikku kebelakang "Tsuna - san".

"Ha-chan! Kau apa - apaan sih? Biarkan aku menghajar mereka sampai pu-!" kata - kataku terhenti karena Haru membekap mulutku. "Ssssstttt! Diam saja _-chan! Apa kau tak ingin melihat aksi heroik Tsuna - san?" kata Haru dengan mata berbinar - binar sambil menatap punggung dari sosok pendek "Tsuna-san".

"Hmmmff! Mmphhh!" Memang bisa apa cowok kecil pendek kurus dan lemah itu sih? Aku bisa melihat dengan jelas tampang bingung bercampur ketakutannya dari sini. Haru sudah buta atau apa sih?

"Sedang apa kau di sini wanita bodoh? Mengganggu saja sih!" kata seorang laki - laki dari belakang kami. "Hahiii! Memangnya kenapa kalau Haru ada disini? Terserah Haru mau ada dimana yang Haru mau!" jawab Haru ngotot ke arah sang pemilik suara.

Sementara mereka meneruskan perdebatan tak penting mereka, aku melihat ke arah cowok itu. Dia juga memakai seragam SMP Namimori. Rambutnya yang silver panjang membingkai wajahnya dan matanya berwarna hijau, terlihat sekali bahwa dia blasteran. Kupingnya ditindik dan dia memakai kalung juga gelang. Sebuah rokok terselip di ujung mulutnya.

Dia menatap galak ke arah cowok - cowok tadi lalu berkata, "Ngapain kalian? Mau mencoba menantang Jyuudaime hah!". Cowok - cowok itu langsung pada bubar terintimidasi oleh cowok rambut silver itu. Pasti dia yang namanya Gokudera.

"Wah, wah Gokudera. Kenapa kau marah - marah begitu sih? Eh, ternyata ada Haru!" terdengar suara seorang lelaki lain dari belakang kami. Suara yang belum pernah kudengar sebelumnya tapi entah kenapa suaranya terasa akrab sekali.

Mataku terpaku menatap sosok itu. Mata coklat, rambut jabrik hitam kecoklatan pendek. Kulit yang kecoklatan terbakar matahari. Tubuh yang tinggi. Senyum ramah menghias wajahnya. "Cowok hujan," tanpa kusadari kata - kata itu meluncur keluar dari mulutku.

"Eh?" tanyanya padaku. Mata coklat yang menggangu kehidupanku selama 3 hari terakhir itu menatap ke arahku. Aku bisa merasakan detak jantungku sendiri. Untuk sesaat itu rasanya waktu tidak bergerak dan seluruh dunia diam.

Akhirnya kutemukan hujan yang membasahi hari - hariku dengan kegalauan …

~oOo~


Kukukuku~

Gak kerasa udah chapter 5..

Apakah cerita ini bagus atau tidak saya tidak tahu..

Tapi menurut saya cerita ini tidak jelek untuk fic pertama..

Rencananya ending fic ini ada 2 happy & sad ending..

Hahahaha, habisnya nggak rela Yama sama cewek lain..

Walaupun cewek itu OC bikinan sendiri..

Kayaknya bahasa saya agak terlalu lebay&puitis dehh..

Ahh biarkanlah..

TERIMA KASIH TELAH MEMBACA!

Sampai ketemu di chapter 6!

YA-HAAAA!