Balasan Review

Chiarii : Boleh kok, soal itu maafkan, saya lupa /digampar. Thx review-nya!

Hana Senritsu : Bisa kok, oh sip! Mulai chapter ini akan kuperbaiki. Thx review-nya!

Matthew Shinez : Boleh, boleh. Saya juga suka incest! /so? Sip deh! Thx review-nya!

Ryuna Ohime : Tapi AmeIta udah lumayan banyak di ffn walau nggak canon/siapa bilang? kalo nggak salah ada 13 lebih sedangkan GiriPan yang canon /kata siapa? Malah baru ada 3. Maaf ya~ btw thx review-nya!

Rennaissance me : Oke, oke! Thx review-nya!

Anzelikha Kyznestov : Oh oke. Thx review-nya!

Miss Celesta : FrUK lupa kubilang kalo nggak boleh soalnya udah banyak.

Anonim : Yey! ScotUK! Aku suka ScotUK /malah curcol. Thx review-nya!

Mochi enak : Sip akan kukabulkan kalo ada readers yang memvote crack pairing anda!

Xavierre : Iya, habis aku pengen sesekali yang nggak canon atau yang baru sedikit di ffn muncul. Oke, kenapa nggak ScotUK? /udah dijawab'kan kenapa. Dapat ide dari mana ya? Nggak tahu XP Thx review-nya!

Kana Hidari17 : Sip! Thx review-nya!

Just and Sil : Sep! Makasih fave-nya *hagu*/plak Thx review-nya!

MooMoo : Oke deh! *wink* Thx review-nya!

Flying oranges : Oke, Thx review-nya!

Higashiyama-san : Sip, kalo banyak di vote pasti kumunculkan. Habis aku nggak bisa munculin banyak-banyak, cuma bisa 10 pair. Maaf ya! Thx review-nya!

BlackFrederic Bonnefoy : Jadinya? Nggak tahu juga saya /plak Thx review-nya!

Penulis fandom sebelah : Sip, kayaknya bakal terkabul karena ada pendukung lainnya. Thx review-nya!

Kurocchi Usa-pyon : hahaha sep! Thx review-nya!

Awesome Person : Boleh boleh boleh! Tapi vote-nya kuhitung satu ya? Masa' dobel? Nanti curang *wink* /digampar Thx review-nya!

Reader : Thx. Oke, mudah-mudahan ada yang mendukung biar dimunculkan! Aku juga suka pairing itu! Itu karena dia seme-nya Iceland lagipula aku suka dia jadi seme jadi uke juga suke ding. Thx review-nya!

Silan Haye : Yes! Aku suka PrussiaxRomano! Wah kayaknya nggak bisa kalau historical karena dari awal aja udah AU. Tapi thx review-nya!

Icha desu : Sip! Vote-nya kuhitung satu ya! Thx review-nya!

Yuki : Maaf tapi dua-duanya nggak bisa /digampar Maaf, maaf! Jangan pergi ya tapi *peluk kaki* /lah Thx review-nya!

LisaAlviss BetJumper R : Wuah aku suka semua pair yang anda ajukan! Tapi tetap vote-nya dihitung satu demi keadilan /sok banget. Oke thx review-nya!

RikuSena : Yey! SCOTENG is the best incest /digampar /bahasa Inggris cacade. Oke, kuusahakan cepat update cyyyn~ /salah. Thx review-nya!

Ffuuu : Oh oke, sip. Thx review-nya!

Lupa nama malas login : Hayo siapa namanya? Sunda Bule ya? /salah. Nggak boleh UKEsp karena selain UKEsp udah banyak, menurutku Spanyol itu seme meski tampangnya uke. Kalo SpainUK boleh karena baru 7-an. Thx review-nya!

Twingwing RuRaKe : Boleh, sip. Aku mau denger juga. Thx review-nya!

Nyasar-tan : senpai yang saya hormati, maaf saya kurang suka Spain jadi uke /digampar. Suka dikit sih. Maaf! Btw thx review-nya!

Baka-pon : Sep! Thx sudah memberi kebebasan. Rating pengennya jadi M tapi saya belum ahli buat gituan /apa hayo? /digampar. Oke, thx review-nya!

Nyasararu : Sip! Kalo digabung kayaknya nggak bisa, akomodasinya hanya untuk dua orang /apa deh Thx review-nya!

Misya evangeline : Maaf 2-2nya nggak bisa. Karena nggak ada yang nge-vote itu juga. Maaf banget ya! Padahal anda sudah susah-susah memberi semangat, sungguh maaf. Tapi, thx review-nya!

Tanya ama emak : Yey! PrussiaxRomano! Hurray! Sip, thx review-nya!

Mikaru Hana : Maaf, nggak boleh. Maaf banget ya! Tapi thx review-nya!

Justreader : RussPruss nggak boleh tapi PrussUK dan ScotUK boleh. Iya, setuju banget! Thx review-nya!

WhiteCat Shii : Boleh kok, GiriPan baru dikit. Thx review-nya!

PASTAAA lover : Oke! Betul tuh! Thx review-nya!

Mina-chan : Boleh, sip! Thx review-nya!

Hetalia Lover : Sip! Aku suka tuh IrelandxN. Ireland! Thx review-nya!

Chiarii : Sip! Thx udah nge-review lagi!

Aki-taka 'rei-chan : Oke! Thx review-nya!

Hiroko Jones : Sayang sekali request anda tidak ada yang bisa ditampilkan TAT saya juga sedih tapi mau gimana lagi? Tapi saya mau bilang thx review-nya!

Shin-chan BC10 : Iya, maaf, aku kurang suka uke Spain karena menurutku dia seme walaupun tampangnya uke. Btw, thx review-nya!

Anindvd maleslogin : Iya, anda sempat baca? Maafkan saya karena anda sempat baca chapter menyedihkan itu. Iya, masih ada kesempatan kok. Thx review-nya!

6284427 : Sip! Kalo ada yang nge-vote pasti kutampilin. Thx review-nya!

Kushala Berlitz Karpusi : Sip! Liet seme? Jiwa dan fisiknya menunjukkan kalau dia uke kok. Thx review-nya!


Hetalia-Axis Powers © Hidekaz Himaruya

Beberapa bagian di hari kedua cuplikan dari Go Go Ichigo © Yabuuchi Yuu

A/N : Minna, makasih review-nya hosh! Hosh! Sampe capek balesnya. Oh iya, nama Scotland adalah Scott Kirkland dan nama Ireland adalah Ire. Oke, daripada tambah panjang langsung aja baca.

Warn : Gaje, Yaoi, Aneh, Nista, Garing, OOC, AU, banyak typo dsb.

Selamat membaca!


"Ada apa Elizeveta?" tanya Arthur.

"Saya hanya ingin menyampaikan tentang program kemarin." Jawab Eliza.

"Oh begitu, siapa yang pertama?" tanya Arthur.

"Kamu." Jawab Eliza kalem.

"WHAT? AKU? SAMA SIAPA?" tanya Arthur lagi dengan hebohnya.

"Kakakmu, Scotland."

JEGLER! (sfx: petir yang menyambar Arthur)

2 Car Uke

"Selamat pagi, penonton! Akhirnya acara kami, 2 Car Uke muncul. Pasangan pertama yang muncul adalah ScotUK! Begini lah hasil voting-nya!

Scotland X UK : 8

America X Canada : 7

Prussia X Indonesia : 6

Prussia X Romano : 4

Greece X Japan : 4

Germany X Romano : 3

Russia X Indonesia : 3

Australia X Indonesia : 2

Spain X N. Italy : 2

Spain X Norway : 2

Russia X N. Italy : 2

America X Iceland : 2

Russia X Finland : 1

Denmark X Iceland : 1

Singapore X Indonesia : 1

Netherland X Switzerland : 1

France X Canada : 1

Sealand X Iceland : 1

Singapore X China : 1

Prussia X Iceland : 1

Prussia X Norway : 1

Malaysia X Latvia : 1

Ireland X N. Ireland : 1

Prussia X N. Italy : 1

America X Indonesia : 1

Spain X Indonesia : 1

Prussia X China : 1

Russia X Latvia : 1

Sweden X Norway : 1

Denmark X Indonesia : 1

Spain X Austria : 1

Nah, pair yang tidak disebutkan di atas sudah gugur karena Scotland dan UK sudah dimunculkan, jadi agar adil seme dan uke yang sudah dimunculkan tidak bisa dimunculkan lagi walau pasangannya berbeda. Maaf sekali penonton! Saya juga menyesal, sebenarnya saya juga mau menampilkan mereka akan tetapi tidak bisa. Maaf sekali!" kata Eliza.

"Jangan lupa tetap vote karena masih ada banyak pasangan yang harus tersisih. Yang mendapatkan vote banyak, selain lulus seleksi 10 besar juga akan dimunculkan pada hari berikutnya." Jelas Kiku.

"Oke, selamat menonton!" seru Eliza dan Japan bersamaan

~/~

Arthur terdiam, menatap langit-langit hotel yang akan ditempatinya selama 3 hari 2 malam ini. Kamar yang cukup besar, dengan kasur king size, TV flat 25 inch, kamar mandi dalam yang mewah dan bersih, sofa yang empuk dsb. Nampaknya dia akan betah tinggal di sini kalau tidak ada kakaknya yang menurutnya killer itu. Malas memikirkan kakaknya, Arthur memilih tidur. Baru sebentar Arthur tidur, dia sudah dibangunkan kakaknya.

"A-Ada apa, kak?" tanya Arthur ketakutan.

"Elizaveta menyuruh kita untuk pergi ke pantai." Jawab Scott.

"Baiklah." Jawab Arthur berjalan keluar kamar mengikuti Scott yang sudah berjalan duluan.

Mereka berjalan menuju depan mobil dan naik ke mobil hotel yang sudah disediakan lalu pergi menuju hotel. Selama perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan, sungguh sangat sepi. Sebenarnya mereka berdua sudah tidak tahan dengan ketenangan ini tetapi apa mau dikata? Mereka tidak punya bahan pembicaraan, terlebih lagi Arthur sering tergagap-gagap kalu bicara dengan kakaknya. Kenapa? Jelas karena dia takut. Karena bosan, Scott melanggar perintah Ire untuk tidak merokok di depan Arthur –saat Arthur masih kecil, Ire meminta Scott untuk tidak merokok di depan Arthur dengan alasan kesehatan Arthur dan supaya Arthur tidak meniru-. Arthur langsug terbatuk-batuk tidak biasa dengan asap rokok, maklum orang-orang terdekatnya tidak ada yang merokok –kecuali Scott saat ini-. Scott pun berhenti merokok, selain karena Arthur batuk-batuk, mereka sudah sampai tujuan.

"Te-Terima kasih kak, sudah berhenti merokok." Ujar Arthur.

"Siapa yang berhenti merokok untukmu? Aku berhenti merokok karena kita sudah sampai." Kata Scott berbohong. Sebenarnya dia kasihan melihat Arthur batuk-batuk melulu, tapi namanya juga keluarga tsundere jadi beginilah.

'Dasar kakak!' maki Arthur dalam hati. Arthur berjalan meninggalkan Scott, meminjam papan selancar.

"Mau ke mana kau?" tanya Scott.

"A-Aku ma-mau pinjam papan selancar." Jawab Arthur tergagap.

"Kau tidak boleh berselancar!" larang Scott dengan nada yang mengintimidasi.

"Kenapa ka— i-iya." Kata Arthur yang mau protes tapi nggak jadi. Arthur menundukkan kepala, memasang tampang ketakutan karena memang dia ketakutan.

'Salah lagi, Salah lagi.' Pikir Scott sedih juga ngeliat adiknya selalu takut sama dia. "Ya sudah deh, boleh." Kata Scott akhirnya.

"Terima kasih, kak!" kata Arthur tersenyum(?) lalu melanjutkan perjalanannya menuju tempat penyewaan papan selancar.

'Sialan, kenapa aku tidak pernah bisa melawan kakakku itu? Mungkin karena dia terlalu mengerikan.' Pikir Arthur sembari berjalan. Arthur kembali membawa papan selancar dan mulai berselancar, ternyata dia ahli juga berselancar, membuat beberapa gadis sibuk membicarakannya, kira-kira seperti inilah pembicaraannya:

"Wah, cowok beralis tebal itu keren juga ya?" kata seorang gadis menanyakan pendapat temannya.

"Iya, tapi alisnya itu jelek banget. Berlapis-lapis jadi nampak tebel kayak ulat bulu." Komentar teman gadis itu.

"Betul, alisnya merusak suasana saja." Timpal gadis yang awalnya memuji Arthur itu. Dan apa reaksi Arthur? Dia pundung, tidak mau berselancar lagi. Sekarang ganti Scott yang berselancar. Seusai selancar Scott menuai lebih banyak pujian daripada Arthur, apalagi alisnya Scott nggak sebanyak Arthur, langsung deh Scott dikerubungi cewek-cewek. Sementara Arthur? Dia sedang tiduran dan dikelilingi bule-bule cowok tampang mesum seperti France yang menggodanya, malang 'kali kau Arthur. Scott berjalan mendekati Arthur, mengusir laki-laki itu yang nyaris me-rape Arthur apabila tidak diusir Scott. Tapi anehnya, waktu mengusir mereka, Scott mengaku kalau dia pacar Arthur. Tidak aneh sih, Scott'kan memang cinta mati sama adiknya satu itu.

"Kenapa tadi kau tidak menendang atau memukul mereka? Bukankah aku sudah mengajarimu bela diri? Atau sekarang kau memang sudah melemah berhubung sudah tua? Tapi bukannya lebih tua aku?" tanya Scott.

"Memangnya kakak nggak lihat? Tadi itu ada lima o— iya aku memang lemah." Jawab Arthur takut.

"Payah." Komentar Scott membuat Arthur naik darah, tapi Arthur nggak bisa melawan kakaknya, hanya bisa bilang:

"Te-Terima kasih kak."

"Sama-sama." Jawab Scott.

'Sialan, kalau aku nggak takut padamu sudah kusihir dari dulu biar jadi batu lo! Tapi sayangnya nggak akan mempan, sama Ivan aja nggak mempan apalagi sama kamu.' Pikir Arthur yang menganggap kakaknya lebih horor daripada Ivan. 'aha! Aku tahu, kukerjai aja kali ya?' "Kak, kenapa kau mengaku kalau aku pacarmu tadi?" tanya Arthur.

"Hanya untuk menggertak, taku usah dipikirkan." Jawab Scott pergi agar sedikit semburat merah yang muncul di pipinya tidak nampak di mata Arthur. Sayangnya Arthur melihat.

'Hahaha kena lo! Huahaha, baru pertama kali aku lihat wajah kakak memerah seperti itu. Kesese aku memang awesome(?).' pikir Arthur puas berhasil menjahili kakaknya. Tapi melihat reaksi Scott saat dikerjai, Arthur malah jadi kepikiran. 'Nah lo! Kenapa aku malah jadi kepikiran kenapa Scott memerah dan mengaku kalau dia pacarku? Argh! Sakit jiwa nih aku kayaknya.' Pikir Arthur sambil berjalan kembali ke hotel. Arthur masuk ke kamarnya, menuju kamar mandi, mengunci pintu kemudian mandi. Seusai mandi, ia keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk, lalu melepas handuknya dan memakai baju, tidak menyadari kalau Scott di situ dan menatap badanya dari belakang. Scott menggelengkan kepalanya, menyadarkan dirinya agar tidak menatap Arthur terus menerus karena dia bisa jadi hilang kendali(?). Scott memutuskan untuk mandi, mendengar suara air dari kamar mandi Arthur menjadi kaget. Jangan-jangan Scott sudah pulang dan melihatnya telanjang tadi? Memang Arthur. Arthur –entah kenapa- merasa malu –padahal mereka sama-sama laki-laki-. Arthur memutuskan untuk melupakan yang terjadi barusan dan menikmati makan malamnya. Sesudah itu ia berganti baju tidur lalu duduk di balkon kamarnya, menatap kota Tokyo di malam hari sambil menyesap teh hangat, sangat menyenangkan. Sayangnya kesenangan Arthur terganggu lagi karena Scott.

"Apa yang kau lakukan di sana?" tanya Scott.

"Duduk-duduk." Jawab Arthur.

"Dengan baju seperti itu? Kau bisa sakit, masuk!" perintah Scott yang langsung ditaati Arthur seperti anjing yang patuh pada tuannya. Arthur menghabiskan tehnya, sebenarnya dia ingin berontak, bagaimana pun juga dia sudah bukan anak kecil lagi tapi sekali lagi, dia tidak bisa berontak, jadi dia memutuskan untuk tidur. Scott memperhatikan Arthur, yakin dia sudah tertidur Scott lantas duduk di pinggir tempat tidur Arthur, mengusap rambutnya lalu mengecup keningnya sama seperti yang biasa ia lakukan tiap malam sesudah Arthur tertidur, sayangnya kali ini Scott tertipu, Arthur belum tidur, maka dari itu nampak semburat merah yang samar-samar di pipi Arthur. Scott beranjak dari situ menuju sofa, dia memutuskan mengalah untuk adiknya itu tapi Arthur bangun dan memegang tangan Scott.

"Ka-kasur ini cukup besar untuk kita be-berdua, lagipula kau'kan kakakku, ti-tidak masalah kalau kita ti-tidur bersama." Kata Arthur. Scott pun mengangguk, membenarkan perkataan Arthur lalu tidur di sampingnya. Mereka tidur dipisahkan oleh sebuah guling, tetapi semakin larut malam, saat mereka makin pulas, guling itu pun tertendang jatuh ke bawah dan mereka saling berpelukan, lebih tepatnya Scott memosisikan Arthur sebagai gulingnya, membagi kehangatan satu sama lain di bulan Maret -yang merupakan musim Semi di Jepang- yang sebenarnya tidak dingin.

~/~

Keesokan harinya Arthur bangun lebih dahulu, ia kaget dengan posisinya. Arthur melepaskan pelukan Scott pelan, tidak ingin Scott terbangun. Arthur lantas mandi, suara air dan bel membangunkan Scott. Scott berjalan menuju pintu lalu membukanya. Seorang pengantar paket mengantarkan paketnya kepada Scott. Scott menandatangani tanda terimanya, membuka paket tersebut dan menemukan pesan.

Untuk Arthur dan Scott.

Hari ini kalian harus datang ke festival bunga Sakura di taman kota. Scott harus memakai kimono untuk laki-laki yang ada dalam bingkisan ini sedangkan Arthur HARUS memakai kimono untuk PEREMPUAN dan wig yang juga sudah ada di sini. Jangan lupa poles wajah Arthur dengan kosmetik dan hilangkan 5 alis Arthur dengan krim yang ada di sini, di sini juga ada panduan untuk Arthur, bagaimana cara memakai kimononya.

Tertanda,

Elizaveta Héderváry.

Scott mngetuk pintu kamar mandi Arthur.

"Sebentar." Kata Arthur melilitkan handuk di pinggangnya lalu membuka pintu kamar mandi. "Ada apa, kak?" tanya Arthur. Scott tidak menjawab dan hanya memberikan pesan tadi.

"APA?" jerit Arthur. Arthur pun pasrah saja daripada di nggak dapat gaji? Parah'kan?

"Kau bisa pakai sendiri atau perlu bantuanku?" tanya Scott.

"Aku bisa pakai sendiri." Jawab Arthur lemah, mengambil kimono dan kosmetiknya kemudian keluar kamar mandi. Scott sebenarnya takjub dengan penampilan Arthur -wig pirangnya yang panjang terlihat seperti asli, alisnya yang tinggal sepasang, pipinya yang putih dipoles blush-on, bibirnya diberi lip-gloss. Kimono warna merah muda yang menutupi badannya dari atas ke bawah dan obin putih di lehernya mempercantik penampilan Arthur, ditambah lagi Arthur namapk seperti memiliki buah dada karena bagian situ-nya(?) disumpal- tapi dia nggak mau ketahuan kalau dia mencintai Arthur jadi dia masuk ke kamar mandi dan gantian mandi lalu keluar dengan keadaan sudah memakai kimono.

"Ayo berangkat, tidak usah sarapan. Kiku sudah menyertakan 2 kotak Hanami dalam paket ini." Kata Scott berjalan duluan.

~/~

Arthur dan Scott sedang enak-enaknya memakan Hanami mereka diantara bunga Sakura yang bermekaran ketika tiba-tiba seorang anak laki-laki datang memeluk Arthur.

"Hueee! Papa dan mama nggak ada!" seru bocah itu menangis meraung-raung.

"Diam dan beri tahu kami ciri-ciri orang tuamu! Kalau kau tidak diam kita tidak bisa mencari di mana orang tuamu!" seru Scott yang membuat anak itu menangis makin kencang.

"kakak, kau menakutinya. Ssh~! Diam ya? Siapa namamu?" tanya Arthur keibuan(?). Sebenarnya kenapa Arthur jadi bersikap begitu? Ternyata karena anak ini manis sekali, semanis Alfred saat kecil.

"Na-namaku Takeo." Jawab anak itu sambil terus memeluk Arthur. Arthur mengusap-usap kepala anak itu.

"Siapa nama orang tuamu?" tanya Arthur lagi.

"Tidak ingat." Jawab Takeo

"Nama lengkapmu? Di situ'kan ada nama keluargamu." Tanya Scott.

"Aku nggak mau jawab pertanyaan kakak itu, dia serem! Wee!" kata Takeo menjulurkan lidah membuat Scott marah, sedangkan Arthur tertawa, tidak kuasa menahan tawanya.

"Ya udah, kita hubungi bagian informasi ya. Ayo." Ajak Arthur.

"Iya tapi gendong~" pinta Takeo dengan manja.

"Jalan sendiri sana!" perintah Scott.

"Ih, kok kakak yang galak ini yang ribut sih? Aku'kan minta tolong sama kakak yang manis ini." Kata Takeo yang membuat Arthur memerah.

"Memang, aku tahu aku juga nggak mau nggendong kamu, tapi nanti kalau adikku yang menggendongmu obin-nya bisa rusak." Jawab Scott.

"Nggak papa kok." Jawab Arthur sambil menggendong anak itu dan berjalan menuju informasi. Anak itu malah senym-senyum polos sambil meraba-raba dada Arthur.

'Kakak ini dadanya rata.' Pikir Takeo

'Anak ini dari awalnya sudah berniat nggak baik.' Pikir Scott melihat tingkah anak itu. Arthur cuek-cuek aja dan terus jalan, nggak ngreasa kalo dadanya lagi lagi diraba-raba anak kecil. Sesampainya di informasi Arthur memberitahukan perihal anak hilang tersebut. Selesai menyampaikan informasi Arthur bersin lalu Scott mencari-cari sapu tangan hendak memberikannya pada Arthur. Sapu tangannya ketemu tapi dompet dan kameranya jatuh. Scott nggak peduli, baginya lebih penting mengurusi Arthur yang sedang sakit. Tapi kameranyanya diambil Takeo lalu dilihat-lihat fotonya.

"Eh, fotonya kakak yang galak itu rusak terus sedangkan foto kakak manis itu selalu bagus seperti lukisan! Hahaha." Komentar Takeo. Takeo lalu membuka dompet Scott. "Lho, ini fotonya kakak galak itu! Eh kok ada potongan foto cowok yang mirip sama kakak manis ini di— HUE!" Takeo menangis di-deathglare Scott. Arthur pun menenangkan anak itu, lalu memeluknya lagi.

"Ada apa sih, kak?" tanya Arthur.

"Bukan apa-apa." Jawab Scott. Mereka pun diam cukup lama, menunggu orang tua Takeo datang tapi sampai pukul 11 tidak datang-datang padahal mereka sudah menunggu dari jam 9. Arthur dan Scott juga harus buru-buru pulang jam 14.00 dan check out jam 13.00. Arthuur mendapat ide, ia menekuk kimononya sampai sebatas paha, menggulung lengannya lalu menggendong Takeo di pundaknya sambil berlari mengelilingi taman. Bukan orang tua Takeo yang dia dapat tapi tatapan takjub dari banyak orang melihatnya.

"Hh~ hh~ gimana ini?" tanya Arthur.

"Kau ini ya, nekat banget sih? Kau tidak pakai dalaman'kan?" tanya Scott berbisik.

"Kupikir memang tidak boleh pakai." Jawab Arthur.

"Hah~ kau ini, kalau nggak tahu kenapa nggak nanya?" tanya Scott. Arthur nggak njawab, malah teriak:

"Ke tempat parkir yuk! Barangkali di sana ada orang tua Takeo!"

"Bisa juga." Komentar Scott.

Mereka pun berjalan ke temapt parkir. Di sana ada memang ada orang tua Takeo. Takeo berlari ke arah mereka dengan menangis tapi sang ibu malah memukuli pantat Takeo.

"Aduh, maaf ya? Takeo pasti merepotkan, padahal kami sudah bilang kalau tersesat segera ke sini. Dia emang sering seperti ini kalau ketemu cewek manis. Maaf ya!" kata ibunya.

"Iya, nggak papa." Jawab Arthur sambil tersenyum.

"Ayo, bilang terima kasih!" perintah ibu Takeo ke Takeo. Takeo mengangguk, memeluk Arthur, mengucapkan terima kasih, lalu tersenyum jahil, mengangkat kimono Arthur.

'Pi-Pisang~' pikir Takeo setelah melihat apa yang dibalik kimono Arthur. Ekspresi Takeo pun menjadi seperti ini: =A=" sementara Arthur blushing dan menutup kimononya.

"Sudah, ayo, dasar nakal!" kata sang ibu sambil menarik Takeo.

"Sebentar bu." Ujar Takeo melepaskan tangan ibunya lalu menghampiri Scott dan mendorongnya hingga Scott mencium Arthur tepat di bibir. Takeo mengambil kamera yang dipegang Scott lalu memfoto Scott dan Arthur kemudian mnyerahkan kameranya lagi.

"Itu yang kakak mau'kan? Foto berdua untuk dimasukkan ke card case? Semoga bahagia!" ujar Takeo lalu pergi.

"Ka-kakak menaruh fotoku di card case? Bukankah itu seharusnya diisi foto kakak dengan orang yang kakak cintai?" tanya Arthur dengan wajah yang memerah karena ciuman tadi.

"Iya. Aku'kan mencintaimu sebagai kakak, di sini juga ada fotonya Ire, Éire, dan William." Jawab Scott berkilah, padahal sebenarnya memang hanya fotonya dan Arthur di sana."

"Oh. Boleh aku lihat?" tanya Arthur lagi.

"Tidak!" jawab Scott.

"Kenapa? Ada yang dirahasia'kan ya?" tanya Arthur.

"Iya. Yang dirahasiakan adalah kenyataan bahwa hanya ada fotomu dan fotoku di sini, juga fakta bahwa sebenarnya aku mencintaimu lebih dari cinta seorang kakak. Maka dari itulah aku galak padamu agar kau menjadi orang yang benar(?)." jawab Scott sedikit memerah, malu.

"Jadi itu sebabnya kakak melarangku berpacaran dengan Alfred?" tanya Arthur memerah juga.

"Iya, tapi aku tidak mau memaksakan kehendakku. Jika kamu memang menyukai Alfred, biarlah kamu bersama—" ucap Scott terhenti karena Arthur mencium bibirnya.

"A-Aku juga cinta kakak." Kata Arthur lirih lalu melanjutkan ciumannya.

~FIN~


A/N : Huh capek. Maaf minna kalau kurang memuaskan ScotUK-nya! OOC pula, alur kecepetan pula! Typo juga pasti banyak. Huf~ tapi sumpah, ini ff terpanjang yang pernah kubuat. Tepar nih aku. Jadi segini aja Author note-nya. Hh~ hh~ review, please~

Veow~ x3