Balasan Review :
Ryuna Ohime : Loh di awal'kan sudah saya beri tahu. Mungkin anda tidak baca. Maafkan saya ya! Maklum walaupun fic saya banyak tapi saya baru gabung jadi belum pengalaman. Saya setuju dengan usul Anda, jadi yang pairing dengan Scotland dan UK sudah tersisih. Terima kasih usulnya, maaf ya!
Matthew Shinez : Yeah, aku juga suka incest! Iya, memang itu salah satu bagian Go Go Ichigo tapi kuimprovisasi xD. Thx reviewnya!
LisaAlviss Beat Jumper R : Iya, yey! Gpp review lagi. Oke, aku juga suka pair itu. Thx reviewnya!
Nifa 'Fujo' Aulia : Sama, aku juga! Oh gpp, aku juga sering baca fic orang nggak nge-review /digampar. Bisa, bisa, aku suka tuh. Thx reviewnya!
Just and Sil : Sil : Yey! Incest memang indah /salah. Asyik tuh, aku juga mau /lah? Just : Bentar, sabar, habis ini PrusNes kok. Thx reviewnya!
IndieIndy : Aku juga suka incest! Yey! Thx reviewnya!
Alvian ber-NARSIS-ria : Beneran? Makasih. Oke, oke! Thx reviewnya!
Timmy : Oke, kalo bisa pasti kubuat /plak. Thx reviewnya!
Twingwing RuRaKe : Nggak, ini Americest dulu, sebenarnya skor Americest dan PrusIndo sama tapi aku putuskan Americest dulu, biar Amerika bisa refresing si UK menghianatinya /plak.
Xaiverre : Beneran? Syukur deh kalo bagus dan anda suka. Habis aku pikir ini OOC banget jadi jelek. Iya, itu aku ngambil dari Go Go Ichigo xP. Sip! Thx reviewnya!
Kirarin Ayasaki : Oke, thx udah mau nge-fave padahal belum tentu pair yang anda kabulkan dapat terwujud. Gomen! Saya nggak biasa buat fic berchapter-chapter(?) Tp thx reviewnya!
Shikaku Gyari : Sep! Thx reviewnya!
Shin-chan BC10 : Iya, pasti lucu. Nggak boleh, di punyaku, jangan diraep! /salah juga. Boleh, boleh. AAAAAAAA PRUSMANO! Mau banget x3 emang itu pair oenjoe banget. Iya Oyabun! Sip, thx reviewnya!
RikuSena : Benarkah? Syukur deh kalau begitu. Entahlah. Mungkin London svital region Arthurs/ pernah diserang Scott /salah /ngaco. Boleh. Iya kok, dua-duanya cowok, maap lupa bilang di awal kalau mereke cowok, Singapore, Brunei dan Malay juga lupa kubilangin kalo dia juga cowok. Iya, setuju! Oke, thx reviewnya!
Higashiyama-Harus-Lulus-UN : Iyey, aku juga suka x3. Iya, fic ini nggak jadi kuhapus tapi chapter 2 yang kuhapus terus kutulis ulang, udah baca belum? /malah promosi. Iya, sama-sama! Aku juga senag bisa jadi temanmu xD. Pasti kudoain, doain aku juga ya, jadi kita sama-sama lulus UN dengan nilai bagus. Thx reviewnya!
Flying oranges : Yey juga! Oke, thx reviewnya!
PASTAAA lover : Sama xD. Tentu saja! Sip, tapi kalah suara kayaknya jadi bakal PrusIndo. Itu demi keadilan. Thx reviewnya!
Kana Hidari17 : Iya X3. Benarkah? Aku nggak ngerasa ini manis /kamu yang nggak peka kale. Thx reviewnya!
Lee Hye Sang : Beneran? Thx. Sip! Thx reviewnya!
Dark 130898 : Oke, cukup banyak kok. Thx reviewnya!
: Iya tuh! /plak. Pair apa? ScotUK? Tau yang anda request itu? Apapun itu, sminumnya teh botol sosros/ thx reviewnya!
Hetalia-Axis Powers © Hidekaz Himaruya
Beberapa bagian di hari pertama cuplikan dari Conan –seri berapa saya lupa/plak- © Aoyama Gosho
Sedangkan beberapa bagian di hari kedua cuplikan dari Go Go Ichigo © Yabuuchi Yuu (lagi)
A/N : Yap, sebenarnya skor Americest dan PrusIndo sama tapi saya pilih Americest dulu biar Amerika bisa senang dikit setelah diselingkuhi ukenya /salah. Aku pengen PrusMano tapi aku juga pengen PrusIndo, gimana coba? Tapi karena yang menang PrusIndo maka besok akan saya munculkan PrusIndo, tenang aja *wink* /readers muntah. Oke daripada banyak bacot, baca aja deh!
Warn : Gaje, Yaoi, Aneh, Nista, Garing, OOC, AU, banyak typo, penyensoran(?) merk yang tidak benar, dsb.
Selamat membaca!
"Iggy, tega, selingkuh sama Scott. Aku tahu harusnya aku nggak jadian sama Iggy. Kami terlalu berbeda. Iggy nyium Scott dan bilang aku cinta kamu coba, dia nggak pernah nyium aku duluan padahal aku pacarnya." Curhat Alfred pada Matthew.
"Mungkin maksudnya nggak kayak gitu, kak. Sabar dulu. Justru banyak perbedaan itu baik. Perbedaan itu membuat kalian semakin melengkapi. Sudah lebih baik kita jalani tugas dari Elizaveta saja dulu, sekarang giliran kita." Nasehat Matthew.
"Wah betul juga! Eh, giliran kita? Yey! Ini kesempatanku untuk membuat Iggy cemburu juga, hahaha! Ngomong-ngomong kenapa aku ngomong sendiri? Aku bicara dengan siapa? Hiyy!" kata Alfred lari, Matthew hanya tersenyum.
"Sepertinya Alfred melupakanku lagi."
"Siapa?" tanya Kumajirou.
"Kanada, da yo~"
2 Car Uke
"Selamat pagi, penonton! Kembali lagi di acara 2 Car Uke! Pasangan berikutnya adalah Americest! Begini lah hasil voting-nya!
America X Canada : 10
Prussia X Indonesia : 10
Ireland X N. Ireland : 9
Prussia X Romano : 7
Germany X Romano : 5
Greece X Japan : 5
Russia X Indonesia : 3
Spain X Norway : 3
Russia X N. Italy : 3
Australia X Indonesia : 2
Spain X N. Italy : 2
Russia X Finland : 2
Prussia X Norway : 2
Denmark X Indonesia : 2
Denmark X Iceland : 1
Singapore X Indonesia : 1
Netherland X Switzerland : 1
Sealand X Iceland : 1
Singapore X China : 1
Prussia X Iceland : 1
Malaysia X Latvia : 1
Prussia X N. Italy : 1
Spain X Indonesia : 1
Prussia X China : 1
Russia X Latvia : 1
Sweden X Norway : 1
Greece X S. Korea : 1
Austria X Switzerland : 1
Austria X
Nah, pair yang tidak disebutkan di atas sudah gugur karena America dan Canada sudah dimunculkan, jadi agar adil seme dan uke yang sudah dimunculkan tidak bisa dimunculkan lagi walau pasangannya berbeda. Maaf sekali penonton! Saya juga menyesal, sebenarnya saya juga mau menampilkan mereka akan tetapi tidak bisa. Maaf sekali!" kata Eliza seperti sebelumnya.
"Nah, jangan lupa tetap vote karena masih ada banyak pasangan yang harus tersisih. Yang mendapatkan vote banyak, selain lulus seleksi juga akan dimunculkan pada hari berikutnya." Jelas Kiku seperti kemarin.
"Oke, selamat menonton!" seru Eliza dan Japan bersamaan lagi.
~/~
"Wah, hotelnya bagus ya. Rasanya seperti di rumah." Komentar Alfred. Matthew hanya mengangguk dan menaruh barang-barangnya di kamar.
"Mattie, Elizaveta menyuruh kita ke mana ya?" tanya Alfred.
"Katanya ke Tokyo To—" kata Matthew terputus.
"Tokyo Tower? Aku su—" kata Alfred memutuskan perkataan Matthew.
"Bukan, Tokyo Towel." Kata Matthew memotong perkataan Alfred, sebal.
"Maaf, marah ya?" tanya Alfred memasang tampah menyesal. Matthew pun hanya tersenyum, pasrah dengan tingkah laku kakaknya yang kekanakan itu. Alfred berjalan mengkuti Matthew.
"Ng, jangan mengikutiku, aku merasa nggak enak, kita'kan saudara bukan bos dengan bawahannya jadi seharusnya kita berjalan be—" kata Matthew terputus lagi.
"Iya ya, seharusnya HERO jalan duluan!" seru Alfred berjalan duluan, Matthew hanya bisa geleng-geleng kepala dan mengikuti Alfred.
~/~
"WUAA Indahnya!" seru Alfred jingkrak-jingkrak. Matthew (lagi-lagi) hanya tersenyum.
"Sini deh, Matt! Lihat Tokyo dari teropong ini!" ajak Alfred. Matthew menurut saja, melihat Tokyo lewat teropong itu.
'Iya ya, Tokyo indah juga.' Pikir Matthew fokus melihat-lihat Tokyo sampai tidak menyadari bahwa kakaknya sudah menghilang dari sisinya -kembali ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa/salah-. Matthew melihat toko mainan yang pastinya akan disukai Alfred karena di sana dijual figur hero favorit kakaknya (yang berasal dari Jepang bukan dari Amerika, kalau dari Amerika Suparman) yaitu Ramen Yaiba -saya ngaco, nggak tahu Alfred suka beneran nggak-.
"Kak sini deh lihat! Ada toko—" kata Matthew terputus (lagi) karena menyadari dia sendirian di Tokyo Tower padahal jalan kembali ke hotel aja dia nggak tahu. Karena panik Matthew tidak bisa berpikir jernih jadi dia memilih untuk melihat-lihat Tokyo lagi, siapa tahu dengan begitu dia dapat tenang dan dapat menemukan cara kembali ke hotel. Saat Matthew sibuk melihat-lihat Tokyo, Alfred datang, menempelkan sebotol Cocain-Cola dingin di pipi Matthew sementara dirinya sendiri minum Fantasi.
"GYAA!" seru Matthew kaget karena ada benda dingin yang menempel di pipinya.
"Kaget ya? Maaf, hehehe. Habis kamu fokus banget ngeliatin Tokyo sampe kupanggil-panggil nggak denger ya udah aku pergi mencari cara untuk mengalihkanmu dari kegiatan melihat Tokyo." Jelas Alfred sambil nyengir.
"Oh begitu, maaf ya. Dan terima kasih." Kata Matthew sambil tersenyum manis membuat Alfred bengong karena sibuk memikirkan sesuatu. Apa yang dia pikirkan? Ternyata dia berpikir, 'Matthew manis sekali ya? Lebih manis dari Iggy. Tidak-tidak, aku tidak boleh jatuh cinta pada Matthew, karena selain dia adikku, dia'kan pacaran dengan mahluk asem itu. Tapi sebodo amat dengan mahluk asem itu, yang lebih penting itu Iggy. Kalau aku juga selingkuh nanti dia pergi beneran. Tidak, tidak!' Alfred menggelengkan kepalanya.
"Ada apa, Alfred?" tanya Matthew.
"Ah tidak." Jawab Alfred gantian tersenyum.
"Oh. Eh iya, tadi aku lihat toko mainan yang menjual Ramen Yaiba." Kata Matthew.
"Benarkah? Ayo ke sana!" seru Alfred ngebut nggak nanya-nanya jalan. Akhirnya apa? Mereka nyasar.
"Alfred, seharusnya tadi kita naik mobil hotel saja, kalau begini gimana? Kita sudah kembali ke taman ini sebanyak 4 kali." Nasehat Matthew. Alfred hanya bisa nyengir.
"Eh, Lihat tuh ada bintang jatuh!" seru Alfred menunjuk ke atas. "Ucapkan permohonan!"
"Eh? Ba-Baiklah." Kata Matthew. Mereka mengucapkan doa.
"Kau meminta apa?" tanya Alfred. Matthew hanya tersenyum misterius. "Oh iya, doa-nya nggak boleh disebutkan." Kata Alfred lagi. Sebenarnya mereka minta hal yang sama yaitu agar bisa kembali ke hotel dan bisa bersama selamanya.
"Oh iya, lalu ini bagaimana?" tanya Matthew menengok ke Alfred yang ternyata sudah tidur dan menyandarkan bahunya di Matthew. Matthew membaringkan Alfred di bangku tersebut dan meletakkan kepala Alfred di pangkuannya lalu mengusap-usap kepala Alfred.
'Ya, aku sangat ingin agar kami dapat bersama selamanya.' Kata Matthew sambil memejamkan matanya.
~/~
"Hoam, sekarang jam berapa?" tanya Alfred mengucek matanya dan merenggangkan tubuhnya.
"Jam 8." Jawab Matthew yang sedang bersiap-siap untuk mandi.
"Oh." Kata Alfred terdiam sebentar. "Eh? Bagaimana kita bisa kembali ke sini?" tanya Alfred lagi.
"Supir hotel menemukan kita lalu kita pulang." Jelas Matthew. 'Dan aku menggendongmu masuk mobil karena kamu nggak mau bangun, tahu nggak kamu tuh berat banget?' tambah Matthew dalam hati.
"Kamu mau mandi ya?" tanya Alfred.
"Iya." Jawab Matthew singkat.
"Ikut!" seru Alfred.
"Hah?" tanya Matthew cengo, tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Iya, waktu kecil kita'kan juga sering mandi bareng, ayo!" ajak Alfred menarik Matthew, Matthew (lagi-lagi) hanya pasrah saja. Mereka pun mandi. Alfred menggosok punggung Matthew, lalu menggosok dadanya kemudian perutnya, lalu tangan dan pahanya, sesekali Matthew terkikik geli. Alfred tersenyum. Sekarang giliran Matthew yang menggosok punggung Alfred, saat Alfred berbailk, ia melihat seseorang di bath tube yang sama dengannya tapi bukan Matthew karena seingatnya rambut Matthew tidak hitam. Sesaat kemudian sosok tersebut menghilang. Alfred pun berteriak kemudian pingsan.
~/~
"Matthew, kamu nggak akan percaya dengan apa yang kulihat! Ada hantu! Aku takut! Ayo pulang!" seru Alfred ketakutan sambil mengguncang-guncang Matthew sampai Matthew jadi pucat -karena ngguncanginnya pake teanga kuda(?)-.
"Te-Tenang dulu. Mungkin ada penjelasannya." Kata Matthew menenangkan.
"Jangan-jangan kamu nggak percaya aku, Matthew?" tanya Alfred
'Sejujurnya iya.' Batin Matthew. Matthew hendak buka suara saat muncul hantu yang tadi.
"GYAA! MATTHEW!" seru Alfred sembunyi di belakang Matthew.
"Maaf, aku membuatmu takut ya?" tanya sang hantu. Matthew hanya tersenyum.
"Aku Mieru Suzumiya. Aku mengikuti kalian dari taman kemarin, habis melihat kalian aku jadi ingat saudara kembarku, terutama kamu." Kata Mieru sambil menunjuk Alfred.
"Oh begitu, aku Matthew, ini kakakku, Alfred. Kalau boleh tahu apa yang terjadi dengan saudara kembarmu?" tanya Matthew.
"Dia dibawa untuk menjadi prajurit perang karena dia laki-laki. Saat itu semua anak laki-laki pun ikut dikerahkan sedangkan aku lari ke desa bersama keluargaku. Aku dengar dia meninggal, aku sedih sekali. Padahal aku mencintainya, lebih dari hubungan saudara. Aku tahu itu nggak normal karena selain aku saudaranya, kita sama-sama laki-laki." Jelas Mieru.
"Kau laki-laki? Bukannya namamu Mieru Suzumiya?" tanya Matthew.
"Itu nama samaran, aku menyamar. Kalau aku tidak menyamar aku pasti juga ikut dibawa untuk perang. Ibuku tidak mau itu terjadi." Jawab Mieru.
"Oh begitu."
"Kalau begitu ayo kita bantu Mieru mencari saudarnya!" seru Alfred.
"Kamu udah nggak takut?" tanya Matthew.
"Masih sih tapi, seorang HERO harus menolong siapapun yang perlu bantuan!" seru Alfred semangat, membuat Mieru tertawa kecil.
"Kau benar-benar mirip dengan saudaraku." Kata Mieru. Alfred hanya menanggapinya dengan senyuman.
"Oh iya, kau pasti bosan ya menyamar terus, tidak inginkah memakai wujud laki-laki begitu?" tanya Matthew.
"Tentu saja aku mau. Aku sangat mau." Jawab Mieru.
"Kalau begitu pakai tubuhku saja, kau bisa masuk ke tubuh orang'kan?" tanya Matthew.
"EH?" seru Mieru dan Alfred kaget.
"Bagaimana, kau bisa'kan?"
"Bisa sih, tapi kau serius Matthew?" tanya Mieru lagi. Matthew mengangguk. Mieru pun berjalan ke arah Matthew, memegang pundak Matthew, memejamkan matanya, dan sejenak kemudian sosok Mieru menghilang.
"Mieru? Mieru? Kamu di mana?" tanya Alfred.
"Aku di sini." Jawab Mieru -yang sedang berada di tubuh Matthew-
"Yosh! Kalau begitu ayo kita segera mencari saudara kembarmu, siapa namanya?" tanya Alfred. Sambil berjalan ke luar kamar.
"Tetsuko Hideyoshi." Jawab Mieru -yang sedang berada di tubuh Matthew- lagi sambil mengikuti Alfred. Alfred menundukkan kepala.
"Kenapa? Kau mengenalnya?" tanya Mieru -yang sedang berada di tubuh Matthew-
"Iya. Anak itu memang sudah meninggal dalam perang. Aku bertemu dengannya di saat terakhirnya, dan dia menitipkan ini padaku." Kata Alfred mengulurkan sebuah kalung yang liontinnya berisi foto Mieru dengan Tetsuko. "Dia mengatakan padaku bahwa dia punya firasat aku akan bertemu denganmu, jadi dia menitipkan ini pada—" Alfred berhenti bicara melihat Mieru -yang sedang berada di tubuh Matthew- menangis.
"Te-Ternyata dia juga menyimpan perasaan yang sama denganku." Kata Mieru di sela-sela tangisnya. "Terima kasih ya, sampaikan juga terima kasih pada Matthew." Kata Mieru (lagi) sambil pergi dari tubuh Matthew. Matthew pun ambruk. Alfred segera menopang Matthew.
"Mieru! Mieru!" panggil Alfred. Tubuh Matthew pun bergerak, Matthew membuka matanya.
"Ini aku, Matthew." Kata Matthew sambil berdiri.
"Lalu Mieru?"
"Kurasa dia sudah kembali ke alamnya."
"Pasti dia bahagia ya mempunyai saudara yang sangat menyayanginya."
"Aku juga menyayangimu kok, Matthew."
"Tapi pasti hanya sebagai saudara, padahal aku menyayangimu lebih dari itu." Kata Matthew pelan sambil menundukkan kepala, malu. Alfred terpana dengan apa yang dikatakan Matthew, Alfred juga terpana melihat wajah Matthew yang manis itu memerah malu. Alfred merengkuh Matthew, membenamkan kepala Matthew ke dalam pelukannya, membelai rambutnya dengan sayang.
"Aku juga menyayangimu lebih dari sayang seorang kakak dengan adiknya." bisik Alfred sambil menyandarkan kepalanya di atas kepala Matthew.
~FIN~
A/N : Gimana? Ada bagian yang maksa pasti. Dan seperti biasa juga pasti banyak typo dan alur kecepetan. Maaf, aku memang payah. At least, review please?
Veow~ x3
