hohohoho.. ini chapter saya yang ke-2..

untung punya waktu sempat buat chapter ini ya. Banyak tugas mana besok sekolah.. hehe..

hope you like it.

oh iya.. aku pengen Special Thanks sama:

-saphi-pyon Jr: makasi atas dukungannya.. in chap.2nya semoga kau suka..

-icapung: makasi juga, akan saya betuli tulisannya

-undine-yaha: makasi atas komentnya.. maaf atas kecerobohanku.. hehe..

-Dream of Ri Jake: oh iya, makasi atas pembetulan marga namanya.. mungkin di chap.2 ini sudah mulai saya betulin..

jangan lupa review setelah baca ini..

For u all gbu ya.. ;)

.

.


Meet Again

Desclaimer: Riichiro Inagaki dan Yuusuke Murata.. punya saya cuman OCnya.. _ _"

Summary: anak baru di Universitas Enma.. pernah ngeliat sih.. dimana ya?

.

.

.

selamat baca!


Seperti biasa, Riku menyapa teman-temannya di Universitas Enma.

Lucunya, yang didengar Riku setelah kata 'Hai..' dari temannya, adalah:

"Hei.. Kau tau anak baru yang bakal pindah ke sini?"

atau,

"Hei.. Hari ini bakal ada anak baru lho.. Cantik tidak ya?"

atau,

"Riku, kira-kira anak baru itu bule atau ngga?".

Riku yang mendengarnya saja sudah bosan. Yang ia jawab hanya,

"Ya, ya, ya.. Aku tahu.." dengan tersenyum.


Bel masuk kelas berbunyi dan semua pelajar masuk ke kelas.

Anehnya, Riku tidak memperhatikan pelajaran hari ini. Ia melamun dan sibuk memikirkan mimpinya semalam.

"Hei, Riku.. Riku?"

Riku sadar dari lamunannya.

"Apa lagi, Sena?" gumam Riku.

"Kau kenapa sih? Kok bengong aja?" tanya Sena sambil menutupi dirinya dengan buku pelajarannya (biar ga ketauan sama dosennya).

"Entahlah.., males mungkin.." jawab Riku dengan nada bosan.

Riku langsung mengalihkan perhatiannya ke luar jendela sambil memangku dagu dengan tangannya.

"Nah, saudara-saudari, hari ini saya perkenalkan murid baru.. ayo masuk..," kata dosen itu sambil memanggil anak yang sedang menunggu di depan pintu kelas.

Riku kembali memperhatikan perhatiannya ke dosennya dan melihat seorang gadis masuk ke kelasnya dan membawa tas di belakangnya.

Gadis itu berambut panjang dan berwarna pirang kecoklatan.

Ia mengenakan baju loreng putih-hitam yang ditutupi jaket hitam, celana pendek dengan stocking jaring hitam, serta sepatu boot hitam (woww!)

Para pelajar ada yang memandangnya takjub, aneh, dan suram.

Rikupun mulai berpikir,

'Sepertinya dia mirip seseorang... Siapa ya?', sambil mengingat gadis (anak baru) itu.

"Nah, ini teman baru kita yang pindah dari Amerika. Namanya Alicia Liddell. Ayahnya pindah ke Jepang karena sudah mulai bekerja di sini.." jelas dosennya.

"Namaku Alicia Liddell.., panggil saja Alice. Senang bertemu kalian. Mohon bantuannya..," kata Alice.. dengan datarnya.

"Baiklah, Alice.. Silahkan duduk di belakang Riku ya..," kata si dosen sambil nunjuk tempat duduk di belakang Riku.

"Oh.."

Alice lalu berjalan ke tempat duduknya. Ketika ia melihat Riku menatapnya terus, Alice berhenti di sampingnya dan berkata,

"Apa yang sedang kau lihat?" dengan ekspresi dinginnya (hiii!)

"Eh..emm... Ngga kok!" bela Riku.

Alice lanjut ke tempat duduknya dan menatap ke luar jendela.

Si dosen itu melanjutkan pelajarannya dan hal ini membuat Riku malas..

Ia menengok ke arah Alice dan melihat tatapannya..

.

.

Tatapan sedih..


RING! RING!

Bel istirahat akhirnya berbunyi. Riku dan Sena yang berniat keluar kelas bertemu Suzuna di tengah jalan.

"YAA~! Rikkun! Sena! Met siang..! Hei, anak baru itu mana?" tanya Suzuna.

"Emm? Sepertinya ia sudah keluar dari tadi.. Memang kenapa?" jawab Riku sekalian tanya balik.

"Ya mau kenalan lah! Gimana sih.. terpaksa nyari deh..," jawab Suzuna, lalu pergi ke luar untuk mencarinya.

"Hei, Sena.. Waktu ngeliat sih anak ba-maksudku si Alice, ngerasa pernah ngeliat dia ngga?" tanya Riku kemudian ke Sena.

"Eh? Si Alice? Hem.. kayaknya sih ngga..," jawab Sena.

Riku termenung sebentar dan 5 detik kemudian ia berkata,

"Lebih baik, kucari si Alice itu.." lalu lari mencarinya.

"Lah? Buat apa-yah.. sudah lari duluan..," keluh Sena.

-:-:=:-:-

"Dimana sih, anak itu?" keluh Riku yang mulai lelah mencari Alice.

Begitu ia berjalan menyusuri pohon dekat Universitasnya, kepalanya terantuk sesuatu.

"Hei! Siapa it-..Hah? Kaki? Kaki siapa ini?" tanya Riku sambil memegang kepalanya yang sakit.

Ia menengadah ke atas pohon dan dilihatnya anak perempuan memakai headset yang terpasang ke iPodnya sambil merangkai mahkota dari bunga.

"Emm.. Alice? Ketemu juga, akhirnya... Alice!" panggil Riku.

Tapi Alice tetap diam di situ.. Tidak memberi respon apa-apa.

"Oh iya.. Aku lupa.. Dia lagi dengerin musik.." kata Riku, lalu memanjat pohon tersebut.

"Hei, Alice.. Alice.. A...lice..." panggil Riku sambil mencoba mencuri perhatian Alice yang merangkai mahkota itu sambil mendengar musik.

Seketika kemudian, Alice menyadari ada seseorang di depannya.

"Waa!" kaget Alice.

"He-hei... kok kaget sih? Aku bukan hantu!" komentar Riku.

"Sejak kapan kau di situ?" tanya Alice sambil memberhentikan musik di iPodnya.

"Aku sudah di sini dari tadi, tau!"

"Oh ya? Kok aku ngga ngerasa ya?"

"Kau kan pake headset!"

"Oh.. Maaf.. Sudah jadi kebiasaanku dengerin musik di atas pohon.." kata Alice lalu melepas headsetnya dan menyimpannya di tasnya.

"Tak apa.. Yang lebih parah, kau tadi menendang kepalaku.." kata Riku tenang.

"Oh ya?"

"Yap.."

"Oh.. Maaf?"

"Sudah dimaafkan.."

Riku lalu memandang mahkota bunga yang dipegang Alice.

"Hei.., itu mahkotamu?" tanya Riku.

"Yah..kubuat sendiri..," jawab Alice.

"Untuk siapa?"

"Kau mau?"

"Eh-tidak.. Kan aku cuma nanya-"

"Tidak apa.. Buatmu juga boleh.." kata Alice memasang mahkota itu ke atas Riku dan tertawa.

"Hei!" omel Riku sambil menyingkirkan mahkota itu dari kepalanya dan memasangnya di atas kepala Alice.

"Hahaha.. Kau mirip kucingku.." pekik Alice sambil menahan tawanya.

"Jadi, aku disamain sama kucingmu, begitu?" tanya Riku.

"Hem... Mungkin iya..," jawab Alice.

"Hei!"

"Bercanda.. Oh, iya.. kalau tidak salah namamu-"

"Riku.. Kaitani Riku.."

"Riku..." gumam Alice, kemudian terdiam. Ia seperti mengingat sesuatu.

"Ada apa?" tanya Riku.

"Ti-Tidak apa..," jawab Alice yang tersadar dari lamunannya.

RING! RING!

"Hei, sudah bel masuk.. Kita harus cepat masuk ke kelas sebelum dosen itu marah-marah..," kata Riku lalu turun dari pohon.

"Oke.." kata Alice lalu turun dan membawa setangkai bunga dari rangkaian mahkotanya yang ia buat tadi.


A/N: Ehehe... Kalo ini kurang bagus, tolong beri saran, nasehat (?), sama komentar ya lewat review..

Maaf gaje.. abis cerita ini kuambil dari pengalamanku... hehe..

Please sekali lagi..

review ye..

hihihihi..