amin...

akhirnya, sempat juga buat chap.5nya..

oh! ini balasan reviewnya untuk:

- Sha-chan anime lover: waaa! maaf ya... harusnya murid pertukaran pelajar! (bru inget skrg.. bdohnya diriku... _ _") tpi ada juga kok yg boleh pindah,, hanya aja hrs tes msuk dulu.. yaa.. maaf ya kalau misalnya penjelasannya kurang jelas.. di bidang ini aku memang kurang mengerti.. _ _". di chap. 5 selamat membaca ya..

- undine-yaha, Saphi-pyon Jr, selamat membaca ya!

.

.

.


A Silly Love Song

Desclaimer: Riichiro Inagaki dan Yuusuke Murata.. punya saya cuman OCnya.. _ _"

.

.

.

.

.

.

.

Enjoy!


"Al-chan!"

Alice menengok ke sumber suara yang memanggilnya itu.

"Ah, Suzuna!"

"Hei, kenapa kemarin ngga datang ke klub kami? Kan kau mau jadi manager kami kan?" tanya Suzuna.

Alice teringat. Lalu dengan rasa 'sedikit' bersalah, ia menjawab, "Maaf, aku belum siap untuk menjadi manager.."

"Kalau begitu dateng saja ja-... belum siap?"

Alice mengangguk sambil tersenyum.

"Tapi, kau kan bilang kalau mau menjadi manager kami..."

"Aku mau.. Tapi aku belum siap... Aku masih ada kerjaan yang harus aku selesaikan dahulu..," kata Alice.

"Tapi... Kau masih mau menjadi manager kami kan?" tanya Suzuna.

"Tentu saja.. Aku memegang janjiku..," jawab Alice dengan mengacungkan jempolnya.

Suzuna kembali tersenyum dan menceritakan pengalamannya selama ia menjadi kapten cheerlader. Alice hanya memberikan senyuman takjub pada gambaran yang Suzuna ceritakan kepada Alice.

Di tengah jalan, Alice dan Suzuna bertemu Riku dan Sena di gerbang sekolah yang hendak masuk ke dalamnya.

"YAA! Rikkun! Sena!" sapa Suzuna sambil menarik Alice lalu menghampiri mereka.

"Enng?" respon Sena dan Riku secara bersamaan.

"Ah, hai, Suzuna.. Hai, Alice..," sapa Sena kemudian.

"Hai, Sena.. Riku..," sapa Alice dengan 'sedikit agak' malas.

"Kok ngga semangat si? Kau sakit?" tanya Riku.

"Ng-Ngga, kok... Cuma 'Males' aja ketemu sama sesuatu..," jawab Alice. 'Mukamu memuakkan tau!' teriak Alice dalam hati.

KRINNNG!

"Yah, bel udah bunyi..," keluh Alice.

"Ya sudah, sampai ketemu istirahat nanti, Al-chan, Rikkun, Sena!" lambai Suzuna dan menuju ke kelasnya.

"Ya! Bye, Suzuna!" teriak Alice dari kejauhan lalu masuk ke kelas.

.

.

.


'Hah... Percuma saja kuliah.. Pengetahuanku terlalu luas..' pikir Alice sambil menatap dosennya yang menjelaskan pelajarannya.

Alice mengambil sebuah kertas dan sebuah pulpen lalu menulis sesuatu di atasnya. Sambil berpikir, ia menatap ke luar jendela. Begitu ia menemukan ide, ia menuliskannya ke atas secarik kertas itu.

Selesai menuliskan sesuatu di atas kertas itu, ia memasukkannya ke buku catatannya dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela.

Riku menengok ke arah bangku Alice dan terlihat cemas.

.

.

.

.

Tak lama kemudian, bel istirahat berdering.

.

.

"Al.." panggil Riku.

Alice menengok dan bertanya, "Ada apa?"

"Kau sudah baikan?"

"Yaah... Sudah...," desah Alice.

"Baguslah kalau begitu.. Kau bisa bekerja sebagai manager kami dengan sehat dong! Mulai dari sekarang!" kata Riku.

Alice terdiam.

"Aku belum siap jadi manager kalian..," jawab Alice.

"A-Apa?"

"Aku belum siap.."

"Kennn...apa?" tanya Riku yang 'sedikit' senang karena Alice belum masuk menjadi anggota mereka. (Bagi Riku, Alice belum siap saat ia menerima tawaran Suzuna dan menanti-nanti Alice mengatakan hal itu).

"Kalau aku pingsan lagi, aku malah merepotkan kalian nantinya..," jawab Alice mengangkat bahunya.

"Ooohh.."

Alice dan Riku jalan bareng ke kantin dan bertemu Suzuna yang sudah ada Sena dan Monta di dalamnya.

"YAA! Sepasang kekasih yang di sebelah sana! Di sini! Di sini!" panggil Suzuna.

Alice dan Riku langsung merona merah dan cepat-cepat duduk ke meja mereka.

"Suzuna! Kenapa kau memanggil kami seperti itu? Malu, tahu?" tanya Alice sambil berbisik.

"Habis, kalian selalu jalan berdua ke kantin.. Kan lucu!" gemas Suzuna.

Begitu Suzuna bilang 'lucu' ke arah Riku dan Alice, yang lain malah sweatdrop.

"Tapi, aku setuju dengan Suzuna! Kalian seperti sepasang kekasih, MAX!" teriak Monta sambil memakan pisangnya.

"Bagaimana sih? Baru 1 minggu berkenalan, dibilang kekasih.. Aneh kalian!" kata Riku.

"Sudahlah! Cepet selesaikan makan siangnya! Kalau masuk, nanti malah ngga punya waktu lho!" kata Suzuna mengibaskan tangannya.

Kemudian, Suzuna melihat Alice menulis sesuatu di atas secarik kertas yang dibawanya.

"Sedang menulis apa, Al-chan?" tanya Suzuna.

"Enng? Bukan apa-apa.. hanya... catatan...," jawab Alice dan menutup kertas itu dengan tangannya.

Riku mengintip sedikit lalu Alice yang menyadarinya, membalikkan kertas itu.

"Apa itu? Kok ada tulisan 'Get It Right'? Puisi?" tanya Riku.

"Ng..Ngga. Bukan.. Ini cuma catatan komputer... Kau tau kan? 'To Get It Right, Turn On The Button Fix'?" kata Alice (bohong tuh..).

Yang lain hanya membentuk mulut mereka 'O'. Lalu, mereka saling berbisikan

"Alice bohong.." bisik Suzuna.

"Lalu?" tanya Sena, Monta, dan Riku bersamaan.

"Bagaimana kalau nanti pulang, kita kuntit dia?" tanya Suzuna dengan suara 'TING!' yang muncul entah dari mana.

"Kau yakin, Suzuna?" tanya Sena khawatir.

"Yakin! Aku juga pengen tahu apa yang bikin dia ngga siap jadi manager kita! Sudahlah, ikuti saja rencanaku!"

KRINNG!

"Yah.. Bel masuk.."

"Oke.. Selamat tinggal, sampai ketemu nanti.."

Begitu Alice berdiri dari tempat duduknya, Riku menemukan kertas yang jatuh dari bawaannya Alice. Riku diam-diam melihat isi kertas itu tanpa sepengetahuan Alice. Isi kertas tersebut begini:

"Get It Right"

What have I done?

I wish I could run

Away from this mistaken

Just tryin' to help, hurt everyone else

Now I feel the weight of the world is

On my shoulders

(CHORUS)

What can you do when your good isn't good enough?

When all that you touch tumbles down?

'Cause my best intentions keep making a mess of things

I just wanna fix it somehow

But how many times will it take?

Oh, how many times will it take for me?

To get it right

To get it right

Can I start again with my faith shaken?

'Cause I can't go back and undo this

I just have to stay and face my mistakes

But if I get stronger and wiser

I'll get through this

(Back to CHORUS)

-Yang Artinya-:

Apa yang telah kulakukan

Kuharap aku bisa lari

Dari kesalahan

Ingin mencoba untuk membantu, malah menyakiti orang lain

Sekarang aku merasa beratnya dunia

Ada di bahuku

Reff:

Apa yang bisa kau lakukan ketika kelakukanmu kurang baik

Ketika semua yang kau sentuh, jatuh semua

Karena niatku terus membuat kerusakan dimana-mana

Aku ingin memperbaikinya entah bagaimana

Tapi, berapa lama waktu yang dibutuhkan?

Oh, berapa lama waktu yang dibutuhkan untukku..

Untuk memperbaikinya?

Dapatkah saya memulainya lagi, dengan iman yang terguncang

Karena aku tidak bisa membalikkan dan membatalkan kejadian ini

Aku hanya bisa tinggal diam dan menghadapi kesalahan

Tapi jika aku bisa kuat dan bijaksana,

Aku akan bisa melewati ini

kembali ke Reff.

"Bagus juga..," kata Riku.

Riku memberikannya kepada Alice dan bilang kertasnya jatuh. Alice berterima kasih.

.

.

.

.

.


KRINNNG!

Bel pulang berbunyi dan Riku serta Sena yang sudah keluar dari kelasnya bertemu dengan Suzuna dan Monta untuk menguntit Alice.

"Ingat ya! Jangan sampe ketahuan kalau kita menguntitnya!" pesan Suzuna.

"Si-Siap!"

Akhirnya, Riku, Monta, Sena, dan Suzuna berjalan diam-diam di belakang Alice.

Mereka menguntit Alice yang masuk ke sebuah bar dan mengambil gitar lalu menuju panggung.

"Ladies and Gentleman, this is Alice Liddell!" teriak MCnya.

"Hai, Bar!" teriak Alice sambil duduk di kursi panggung.

Orang-orang di bar berteriak sorak sorai.

"Hari ini, aku memperkenalkan kalian sebuah lagu baru, judulnya 'Get It Right'!"

'Get It Right? Lagu? Ia membuat lagu?' pikir dan kejut Riku.

What have I done? I wish I could run

Away from this ship goin' under

Just tryin' to help, hurt everyone else

Now I feel the weight of the world is

On my shoulders

What can you do when your good isn't good enough?

When all that you touch tumbles down?

'Cause my best intentions keep making a mess of things

I just wanna fix it somehow

But how many times will it take?

Oh, how many times will it take for me?

To get it right

To get it ri-igh-ight

Can I start again with my faith shaken?

'Cause I can't go back and undo this

I just have to stay and face my mistakes

But if I get stronger and wiser

I'll get through this

What can you do when your good isn't good enough

When all that you touch tumbles down?

'Cause my best intentions keep making a mess of things

I just wanna fix it somehow

But how many times will it take?

Oh, how many times will it take for me?

To get it right.

"Woww!" kagum Suzuna.

"Keren!" kagum Sena.

"Keren Max!" teriak Monta.

Riku hanya tersenyum. Lagu baru toh?

Selesei menyanyikan lagunya, Alice memberi salam dan mendapat upah dari bar itu lalu keluar serta bertemu dengan ketiga temannya yang menunggu mereka di luar.

"Emm.. Apa yang kalian lakukan di sini?" tanya Alice.

"Kami tahu kok.." kata Riku.

"Oh ya?"

"Ya.. Kau bekerja sebagai penyanyi bar di sini untuk mendapat upah ya?"

Alice menunduk malu.

Riku tersenyum dan menghampirinya dan mengangkat wajah Alice.

"Dari mana inspirasi ide lagumu tadi?"

"Dari kata-katamu.. Itu sangat tersentuh... Makasih, Riku..," jawab Alice.

"Benarkah?"

"Iya.. It's not a silly love song, you know.."

"Ehem..," dehem Suzuna.

Alice dan Riku menengok.

"Kalian melupakan kami?" tanya Suzuna.

"Ngga kok!"

"Ya sudah, ayo pulang. Hari sudah mau malam tau!" kata Suzuna pergi disusul Monta dan Sena.

Hanya Alice dan Riku saja di situ.

"Riku..."

"Ya?"

"Kau pengen tahu rahasiaku?"

"Yang mana?"

"Yang saat di UKS itu.."

"Ka-Kau udah siap untuk mengatakannya?"

"Ya.."

Riku terdiam. Ia mau mendengarnya dari Alice.

"Saat itu aku bermimpi seorang wanita yang sama denganku hanya saja rambutnya hitam. Dan ia menyakiti seorang gadis kecil yang saaangggaat mirip sepertiku. Ia mencabuk gadis itu sampai tangannya berdarah..," kata Alice.

"Dan?"

"Kurasa gadis itu... adalah aku.."

Riku terkejut. "Benarkah itu, Al?"

"Ya.. mau lihat? Masih ada bekasnya kok! Aku juga sudah ingat! Maka dari itu, aku menutupinya dengan jaket hitamku ini!" kata Alice sambil menunjukkannya ke Riku. "Sejak kejadian itu, aku selalu memakai jaket. Karena tertutupi, aku sampai lupa kalau pernah mengalami kejadian itu.."

"Lalu? Siapa wanita rambut hitam itu?"

"Kurasa... Dia ibuku.."

"Ibumu? Ngga mungkin dong, sang ibu menyakiti putrinya!"

"Kau ngga tau sesungguhnya sih, Riku.."

"Apa sesungguhnya?"

Alice terdiam. Lalu menjawab, "Ibuku itu mantan pembunuh..."

.

.

.

.

.


Riku pulang ke apartemennya. Perkataan Alice masih terngiang di kepalanya.

'Ia mencabuk gadis itu sampai berdarah'

'Gadis itu adalah aku'

'Ibuku itu mantan pembunuh'

Riku menggelengkan kepalanya untuk menghilangkannya dari pikirannya. Ternyata sulit untuk dilupakan. Lama-lama timbul rasa kasihan Riku pada Alice.

'Gadis seperti dia di sakiti ibunya yang kejam dan sekarang ia tetap teguh menjalani kehidupannya.. Cewek tangguh ya?' pikir Riku.

Entah kenapa, perasaannya saat ini ingin sekali melindungi Alice dari ibunya saat itu.. Sayang itu berlalu, dan ia tidak di sana.

.

.

.


A/N: Yaaah.. pengen buat tulisannya lebih banyak lagi.. malah seginie.. Huaaa.. Yaaah.. tentu saja, karena sudah malam dan ortuku menyuruhku untuk tidur! bagus sebenarnya sih sran mereka..

Ya sudh, tolong...

REVIEW?.

.

.

.