Chapter 7: Slipped Away
.
.
Sepi..
Pohon maple daunnya berguguran.
Sudah musim gugur rupanya.
Terlihat seorang laki-laki berambut perak mendekati sebuah batu nisan sambil membawa bunga Crisan berwarna putih dan kuning.
Ia duduk di depan batu nisan itu yang bertuliskan:
Alicia Liddell
Date of Birth: 29 Desember 1992
Die on 29 September 1992
"Maaf, kalau aku terlambat, Al.." kata anak bernama Riku itu.
Ia meletakkan bunga krisan di depan batu nisan tersebut. "Kalau saja, aku bisa melindungimu.."
Flashback
DRRT
Riku membuka ponselnya dan, "Halo?"
"Halo.. Riku, besok adalah hari dimana aku dan teman-teman klubku akan mengadakan seminari di museum. Jangan khawatirkan aku, aku bakal baik-baik saja.. oke?" kata Alice lalu menutup pembicaraan mereka.
"Ooo...kke?"
Riku segera merebahkan dirinya ke atas tempat tidur dan tidur terlelap.
Keesokan harinya, Riku masih memikirkan bagaimana caranya melindungi Alice, sahabatnya ini.
Oke.. mungkin Riku menyukai Alice lebih dari sahabat. Tapi saat ini, ia harus tahu kapan si Chaster akan muncul.
Lalu, ia mendengar ponselnya berdering.
"Halo?"
"Riku Kaitani..."
Hah?
"Ini siapa?"
"... Kau kah teman anak dari Breda Liddell itu?"
Deg!
"Cha-Chaster?"
"Wah.. Kau tau namaku.. Anak pintar.."
"Mau apa kau?"
"Aku hanya ingin bermain denganmu.. Kau tau siapa yang akan menjadi mangsaku, bukan?"
Riku terkejut. "Jangan ka-"
"Ya.. sepertinya kau tahu.. kau harus pecahkan teka-teki ini untuk mengetahui keberadaanku:
Aku adalah seorang tua yang hanya bisa mengumpulkan masa lalu dan dapat dilihat masa depan. aku tinggal di tempat yang memiliki masa lalu yang kelam.."
"Apa? Teka-teki macam apa it-"
"Waktumu hanya 3 jam"
Chaster menutup teleponnya sedangkan Riku membanting ponselnya ke tempat tidur dan duduk di tempat tidur untuk berpikir.
"Apa maksudnya 'mengumpulkan masa lalu dan dapat dilihat masa depan?'"
Riku menutup matanya dan yang ia lihat adalah wajah Alice. Ia ingat kata-katanya di telepon saat itu
'Aku akan ke museum..
ke museum..
museum..
...'
"Ah!" Riku terlonjak dari tempat tidurnya.
Museum! Itu adalah tempat dimana barang sejarah terkumpul dan dapat dilihat jaman ini! Tapi apa maksudnya 'tempat yg memiliki masa yang kelam'?"
Riku mencoba berpikir lagi.
TING!
Mungkin saja itu tempat dimana ibu Alice terbunuh!
Riku langsung mengambil ponselnya dan menelepon ponsel ayah alice, dan bertanya dimana tempat terbunuhnya Breda Liddell saat itu..
Kamar Mandi.
Sial..
Riku langsung keluar mengambil jaketnya dan pergi ke museum sambil menelepon Alice.
"Eh, Miyuki, aku pergi ke toilet dulu ya.." kata Alice.
"Ya.. silahkan.." kata Miyuki.
Alice menuju ke toilet. Ia menatap wajahnya di cermin. Ia merasa gugup dan gelisah..
Kenapa?
DRRT
Alice melihat caller ID yang ada di ponselnya itu.
Riku.
"Halo?" sapa Alice.
"Alice! Keluar dari Museum sekarang juga!"
Hah?
"Apa maksudmu?" tanya Alice.
"Kau ada dimana?"
"Toilet.. Kenapa?"
"Apa? Cepat keluar dari situ!"
"Apa maksudmu, Riku? Kenapa kau-"
"Chaster ada di situ!"
"Ap-"
.
.
"Halo? Alice? Alice!" teriak Riku dari ponselnya.
"Halo.. Riku..." kata seorang wanita tua.
"Kau... chaster?"
"Heh.. Alice sudah kudapatkan.. kulihat banyak polisi di depan museum.. kaukah yang memanggil mereka?"
Ketahuan.
"Kau tahu kan apa yang akan kulakukan padanya nanti?" tanya Chaster.
"Apa yang akan kau lakukan padanya?"
"Hitung mundur.. 10 menit.."
"Apa? Kau gila? Kau juga ikut mati!" teriak Riku.
"Aku berencana mati.. mungkin kau mau memberi pesan padanya, Riku?"
"Apa?"
"Riku..."
"A-Alice! Kau baik-baik saja?"
"Yah.. begitulah.."
"10.. 9.. 8.."
"Alice.."
"Riku.."
"Selamat tinggal.."
"Haha.. Kau tahu? Aku merindukanmu, Al.."
I miss you.. miss you so bad..
I don't forget you.. oh it's so sad..
"Kuharap kau mendengarkanku, Al.. karena aku ingat sekali hari dimana kau pergi di hari ultah yang aku lupakan itu..
I hope you can hear me.
coz i remember it clearly
the day you slipped away.
"Maaf.. aku tidak bisa menjagamu.. aku mencintaimu.."
A/N: Selesai
sori terlambat update
Review?
