-Restorasi data mencapai 45%-
Jouka's POV
Cerita ini dimulai di masa lalu, di sebuah dimensi yang berada ditengah-tengah dimensi, Sena adalah seorang ratu malaikat yang anggun, baik, dan pintar, setiap hari dia dipuja-puja banyak orang, meskipun dia terlihat seperti itu, dia sebenarnya mempunyai sebuah rahasia.
Rahasia yang tidak boleh diketahui siapa-siapa.
Rahasia kalau dia sebenarnya sebuah mahluk setengah setan dan setengah malaikat, atau Fallen Angel, hanya beberapa orang yang dipercayanya yang tahu, termasuk aku, aku dulu adalah seorang pemimpin pasukan malaikat, bukan sebagai Setan cahaya.
Suatu ketika, sang setan kegelapan datang untuk menyerang kerajaan malaikat, dan tentu saja kami sudah siap menghadapi mereka.
Setan-setan yang dipimpin oleh Setan kegelapan itu berusaha mengambil sebuah Artefact legendaries bernama Hollo, Hollo disimpan di bagian paling dalam kerajaan malaikat, dan hanya ratu kami yang tahu tentang Artefact itu.
Perang itu terjadi selama 4000 hari, banyak pengorbanan dari malaikat yang tidak bisa tergantikan, semakin lama, setan-setan itu berhasil membalikkan keadaan, di hari ke 3987, pasukanku adalah pasukan terakhir yang berhasil bertahan hidup, tapi sialnya, aku kehilangan kekuatan malaikatku dan menjadi Setan Cahaya.
Tapi aku berhasil tetap tinggal atas perintah yang mulia ratu, dan di hari ke 3999, seluruh pasukan malaikat musnah, yang tersisa hanyalah beberapa pemimpin yang pangkatnya berada dibawahku, tapi mereka bisa dihitung sebagai seorang pemimpin pasukan, dan dihari itu juga, yang mulia ratu menunjukkan kekuatannya, dan rahasianya terbongkar.
Kau pasti tidak akan percaya akan kekuatan yang mulia ratu, seorang Iblis yang kekuatannya lebih tinggi dari kekuatannya bisa dimusnahkan dalam sekejap mata, mungkin karena yang mulia ratu meminjam kekuatan Hollo.
Dengan turunnya ratu ke medan perang, sudah jelas perang ini dimenangkan oleh kami, tapi karena rahasia yang mulia ratu terbongkar, aku, bawahanku, dan yang mulia ratu dienyahkan dari dimensi kami ke dimensi ini beberapa tahun yang lalu.
Karena ketidak mampuan kami berada di dimensi ini, yang mulia ratu menggabungkan jiwaku dan bawahanku kepada kamu dan teman-temanmu Taka, salah satunya Megu Tsuyumine, itulah mengapa dia mempunyai kekuatan memanggil Artefact.
Untuk memanggil sebuah Artifact diperlukan kekuatan hati yang luar biasa, tidak hanya sekedar kekuatan tubuh atau kepintaran saja, dan kamu memenuhi semua kriteria yang ada Taka, itulah sebabnya aku menunggumu untuk datang ke kota Deimon.
Oh, dan tentang misi yang diberikan ayahmu, itu hanyalah sebuah kedok agar kamu dipindahkan ke kota Deimon, maaf kalau aku egois, tapi ini demi kepentingan dunia ini juga.
Kalau sampai setan kegelapan mendapatkan Hollo, maka dunia ini akan dilanda kesengsaraan, kelaparan, kehancuran, dan kegelapan abadi.
Selagi menunggu kedatanganmu di kota Deimon, bertahun-tahun yang lalu yang mulia ratu menjelma sebagai seorang perempuan yang ditemukan oleh Shuuma, sebagai metode untuk mendekatimu dan membuatmu bergabung dengannya menjadi Setan ketidakadaan.
Ng? Apa itu Setan Ketidakadaan?
Setan Ketidakadaan adalah sebuah mahluk yang akan menyegel Hollo, yang mulia ratu rahu kalau Setan Kegelapan sudah mendapatkan Hollo, dan untuk mengaktifkan Hollo, perlu dimensi dengan jiwa yang banyak sekali, lebih banyak dari jiwa yang ada di dimensi asalku.
Dan tentu saja, hanya bumi yang mencapai kriteria tersebut.
Apa kau bilang?
Kau mau tahu asal mula Hollo?
Aku tidak begitu tahu, tetapi Hollo berumur lebih dari 100.000 tahun, menurut yang mulia ratu, Hollo adalah sebuah Artefact yang dibuat dari lebih dari 100.000 jiwa, dari lebih dari 100.000 dimensi yang ada diluar sana.
Kau kira Dimensi Cuma ada satu? Dimensi ada lebih dari bintang yang bisa kau hitung di luar angkasa, menunggu untuk dihampiri dan ditinggali oleh orang-orang dari dimensi yang lain, kau mengerti?
Kekuatan spesial dari Hollo?
Yang mulia ratu pernah bercerita tentang Hollo, dia bercerita kalau Hollo mempunyai kekuatan untuk menyatukan berbagai dimensi dan memberikan penggunanya kekuatan yang berlimpah ruah, itulah mengapa Hollo diincar oleh Setan Kegelapan.
Bentuk dari Hollo?
Aku tidak begitu tahu, tetapi yang mulia ratu pernah bilang kalau Hollo mengubah bentuknya sesuai penggunanya, saat yang mulia ratu memakai Hollo untuk mengalahkan Setan Kegelapan dihari ke 4000, Hollo mengambil bentuk sabit dewa kematian, kau harusnya melihat perang itu, yang mulia ratu dengan sekali ayunan sabitnya, berhasil membelah beberapa Iblis tingkat tinggi dan beberapa Iblis Sakti.
Apa itu Iblis tingkat tinggi dan Iblis sakti kau bilang?
Bisa dibilang Iblis tingkat tinggi itu Iblis yang kemampuannya hampir atau setara dengan Iblis sakti, tetapi ada juga Iblis sakti yang kekuatannya sama dengan Iblis tingkat menengah, ada juga yang kekuatannya sekelas dengan Iblis tingkat rendah, seperti Setan Petir, Rukai Taniki, kekuatannya setingkat dengan Iblis Lowrank, tetapi kecepatannya melebihi semua setan yang ada.
Selain itu, ada Iblis Sakti yang masih belum kita ketahui selain Iblis Air, Angin, Api, Tanah, dan Es, Iblis Sakti bisa memakai kekuatan dari hampir semua benda yang pernah diciptakan oleh sebuah mahluk, mau itu mahluk asing, mahluk mitologi, atau manusia.
Apakah kau sudah siap berlatih lagi Taka?
Apa? Kau mau tahu kita ada dimana?
Kita ada di ruangan penghubung dimensi, disini jalur waktu bisa diperlambat dan dipercepat sesuai kemauan pembuat ruangan ini, sekarang jalur waktunya kupercepat sedikit, jadi kalau kau merasa sudah berlatih selama 3 jam, waktu yang berjalan baru mencapai 3,5 menit.
Jadi, apakah kau sudah siap Taka?
Kalau kau sudah siap, ayo kita mulai sekarang juga, aku tidak akan segan-segan!
BUK
Taka's POV
Sudah semalaman aku berlatih mengeluarkan Artefact milikku, dan hasilnya masih kurang memuaskan, sejauh ini yang bisa kulakukan masih sama seperti kemarin, hanya membentuk sebuah gumpalan cahaya berwarna putih, untungnya waktu disana berjalan lebih lambat, kalau tidak, aku tidak tahu sudah berapa hari yang kulewatkan disana.
Dan Jouka benar-benar cewek yang menyeramkan, aku ingin dia sekali-sekali baik kepadaku dan memberikanku istirahat yang lebih dari 30 menit.
"Taka, kita sudah berbagi tubuh dan pikiran, jadi aku bisa mendengarmu dengan jelas."
Ah, aku lupa, dia sudah bersatu denganku, berarti pelatihan yang berikutnya akan menjadi neraka, hii…
"Sebenarnya aku mau memberikanmu sebuah kue coklat untuk pelatihan yang berikutnya, mungkin lebih baik jika aku memberikan pecut iblis saja."
Di sudut pikiranku yang paling dalam, aku bisa membayangkan diriku yang satu lagi sedang menyeringai layaknya seorang setan, tunggu, dia memang seorang setan cahaya.
"Sudahlah, jangan dibahas lagi soal Setan Cahaya itu, lagipula bukankah kita harus ke sekolah?"
Celaka, kau benar diriku yang satu lagi, aku lupa kita sedang menuju sekolah, bagaimana aku bisa lupa ya?
"Hei! Taka-kun! Ohayou!" Aku menoleh kebelakang dan melihat dua orang perempuan… tunggu, satu orang laki-laki berambut putih dan satu orang perempuan berambut kuning datang dan menghampiriku, aku langsung tahu kalau perempuan itu Megu, tapi siapa laki-laki ini? Dia jelas bukan Riku Kaitani.
"Ohayou." Aku berhenti agar mereka berdua bisa menyusulku, setelah mereka berdua sudah berada di samping kananku, kami mulai berbincang-bincang dengan santai.
"Taka."
Apa diriku yang satu lagi?
"Rasanya aku kenal pria berambut putih ini."
Kau pernah melihat orang ini sebelumnya?
"Ya, dulu sekali… Aku ingat! Dia Rukai Taniki!"
Kau serius!
"Super duper serius!"
Mendengar sumpah diriku yang satu lagi, aku berhenti sebentar dan menatap Rukai dengan curiga, Megu menyadarinya dan langsung menghampiriku, "Kenapa Taka-kun?"
"Apakah pria berambut putih ini sang Setan Petir?" Mendengar beberapa kalimat terakhir yang kulontarkan, wajah Megu terlihat seperti baru saja melihat hantu, sepertinya diriku yang satu lagi berkata jujur.
"Baiklah, kuperkenalkan, dia adalah Rukai Taniki, sang iblis petir, aku sebagai ketua dari komite disiplin diam-diam membuat surat perpindahan pelajar secara ilegal, dan memasukkan Rukai kedalam kelas yang sama dengan kita."
"Itu tidak masalah bagiku, tetapi apakah dia bisa dipercaya?" Aku menunjuk Rukai yang melindungi dirinya dibelakang Megu seperti anak yang ditindas preman dan kakaknya datang untuk melindunginya, tapi setelah aku mengatakan kalimat tersebut, dia segera keluar dan menatap mataku langsung.
"Dengar ya, aku memang seorang setan, tapi aku dipaksa melakukan itu oleh Setan kegelapan! Bukan mauku untuk mengikutinya! Lagipula didalam dirimu juga ada seorang setan, iya kan? Jouka Honta."
"Bagaimana kau tahu kalau Jouka menyatu denganku?"
"Hei, aku ini seorang setan, aku bisa melacak keberadaan setan yang lain dalam jarak yang lumayan dekat, kurang lebih sekitar 500 meter."
Jadi begitu, seorang setan bisa melacak keberadaan sesame setan dalam jarak 500 meter, ini perlu diingat, Rukai bisa berguna menjadi radar pelacak.
"Hei, ayo cepat kita kesekolah, nanti kita terlambat!" Megu mengeluarkan pedang bambunya dan memukulnya dikepala kami berdua, aduh.
Karena tidak mau terlambat (Dan dipukul Megu), aku dan Rukai segera berlari kearah sekolah dengan Megu mengikuti kami, layaknya seorang tukang pos dikejar anjing, tapi Megu bukan anjing, dia manusia, jadi sepertinya contoh itu kurang tepat.
Dengan sedikit keberuntungan, kami bertiga masuk kekelas tepat sebelum bel berbunyi, tunggu, mungkin Rukai tidak ikut, dia disuruh tinggal di ruang fakultas.
Beberapa saat kemudian, seorang guru masuk dan menjelaskan kalau ada murid baru dikelas ini, dan tentu saja murid baru itu adalah Rukai, saat dia menampakkan mukanya, beberapa perempuan berteriak layaknya melihat seorang artis idola.
"N-Namaku Rukai, Rukai Taniki, salam kenal." Rukai membungkuk, lalu berdiri tegak lagi, kulihat ada beberapa perempuan yang pingsan, busa putih keluar dari dalam mulutnya, apa sih yang dipikirkan perempuan-perempuan dikelasku ini? Untung Megu tidak seperti mereka.
"Perempuan di dimensimu benar-benar menarik."
Kau benar diriku yang satu lagi, tetapi aku tidak begitu tertarik dengan sikap aneh mereka, mungkin mereka itu fujoshi yang kerjaannya membuat cerita Yaoi atau semacamnya setiap hari.
Aku berbincang-bincang dari awal pelajaran sampai selesai dengan diriku yang satu lagi tentang seberapa menariknya gadis-gadis di dimensi masing-masing, dan pemenangnya tentu saja gadis bumi.
Tidak terasa sudah waktunya istirahat, aku segera membuka bekal makananku dan memakan sedikit isinya, kulihat ke kanan, Megu dan Rukai sudah siap dengan bekal makanan mereka masing-masing, dan saat kulihat kedepan, quarto orang-orang ajaib yang terdiri dari Julie, Kakei, Mizumachi, dan Rinko juga sudah siap dengan beal makanannya.
Suasana kelas menjadi sangat-sangat ramai dengan berkumpulnya kami, kami berbincang-bincang dengan asik dan tertawa beberapa kali, aku benar-benar menikmati istirahat ini, jarang-jarang ada yang mau beristirahat bersamaku di Teitoku.
"Mungkin kau tidak punya banyak teman disana."
Diamlah diriku yang satu lagi, jangan merusak kenikmatanku yang mungkin hanya sesaat ini.
"Huh, terserahlah."
Aku tertawa kecil mendengar jawaban diriku yang satu lagi, melihat tawa kecilku, beberapa orang yang melihatku ikut tertawa.
Tapi memang benar, mana ada orang lain yang bisa istirahat dengan seorang Setan, seorang Ketua kelas sekaligus Ketua komite disiplin, seorang seniman, seorang cewek bermuka artis, dan dua otaku.
"Tidakkah kau melupakan seorang lagi?"
Oh iya, serta seorang setan yang berbagi tubuh denganmu.
-Restorasi data mencapai 58%-
Saat jam pulang aku, Megu, dan Rukai asik mengobrol sampai aku dicegat oleh Karin, Aku berpikir sejenak dan menyadari kalau hari ini hari Kamis, oh iya, ada kegiatan di klub literatur, kok aku sampai lupa.
"Taka-kun, apakah kau akan ikut kegiatan klub literatur?"
"Karin-san, maaf, aku akan segera pergi ke ruangan Literatur."
"Hee, jadi kamu ikut klub literatur ya? Berjuanglah" Megu menepuk pundakku, "Ayo Rukai, aku sudah janji akan mengantarmu keliling kota Deimon." Rukai mengangguk.
"Temui aku di atap sekolah." Aku samar-samar mendengar bisikan Karin sebelum dia pergi meninggalkan kami, saat aku mau mengikutinya, Rukai menepuk pundakku.
"Ada apa?" Tanyaku kebingungan.
"Aku merasakan aura Iblis didalam perempuan itu, berhati-hatilah Taka-san."
Aku mengangguk, tapi didalam hati, aku sedikit ragu kalau Karin itu seorang setan, aku menghilangkan pikiran itu, bisa jadi Karin hanya cemburu melihatku bersama Megu.
Saat aku sampai di atap, aku melihat Karin sedang memandangi matahari yang hendak terbenam di ujung katulistiwa, benar-benar pemandangan yang indah, aku tidak menyangka bisa melihat pemandangan yang seperti ini.
"Hei." Aku menyapa Karin, dia membalikkan wajahnya dan muka penuh amarah terlihat dengan jelas, aku mengambil beberapa langkah kebelakang setelah merasakan aura yang gelap, jangan-jangan arin memang setan!
"Awas Taka!"
Aku dengan sigap menggulingkan tubuhku ke kiri, tepat saat aku berguling, sebuah api jatuh di tempat aku berdiri tadi, apa-apaan!
"Taka! Kau mau tidak mau harus menggunakan Artefact milikmu!"
"Tanpa kau beritahu aku juga berencana melakukan itu!"
Aku memusatkan semua kekuatanku pada lengan kananku, dan dari segala arah berkumpul gumpalan-gumpalan hitam dan putih, dan terbentuklah sebuah perisai berwarna hitam.
"Bagus!"
Saat aku melihat ke tempat Karin berdiri, sebuah bola api datang dan hampir menghanguskanku, tapi dengan cepat berhasil kutahan dengan perisaiku.
"Kau… mempunyai Artefact?"
"Darimana kau tahu tentang Artefact?"
"Karena aku adalah Iblis Api dasar bodoh! Kau tidak melihat api-api yang muncul entah darimana itu kan?" Dari punggung Karin, muncul sebuah sayap raksasa yang sepertinya terbuat dari api, lalu sayap itu dikepakkan diudara dan… Karin… terbang!
Jadi benar apa yang dikatakan oleh Rukai, Karin memang seorang Iblis.
"Jangan bengong Taka!"
Saat aku tersadar, bola api raksasa muncul dihadapanku, aku berguling ke arah kiri dan berhasil menghindar dengan selamat, tapi pagar pembatas yang ada dibelakangku tidak terlalu beruntung, saat bara api itu sukses membakar pagar yang terbuat dari besi titanium itu menjadi abu.
Aku sadar kalau pertarungan ini tidak bisa kumenangkan.
"Hei! Jangan menyerah Taka! Kita tidak tahu kalau kita belum mencoba!"
Aku tahu itu, tapi aku ada di keadaan yang tidak menguntungkan disini!
"Taka-kun, karena dari tadi kau bengong terus, aku membuat pagar api disekelilingmu agar kau tidak bisa kabur, fufufu."
"Apa!" Saat aku sadar, disekelilingku hanya ada api yang membara, oh tidak, ini buruk, sangat-sangat buruk, sepertinya inilah akhir dari hidupku!
"Taka-kun, aku ingin bertanya satu hal sebelum aku membakarmu hidup-hidup."
"Apa itu?"
"Apakah kau mencintaiku?"
"Eh?"
Aku menatap wajah Karin yang semerah tomat, aku tersenyum.
"Aku mencintaimu, tapi aku ditugaskan untuk menjaga seorang perempuan lain, maaf ya."
"Begitu?" Aku melihat wajah Karin yang penuh dengan amarah, "Kalau begitu matilah!" Aku menutup mataku dan bersiap-siap untuk yang terburuk.
"PILAR API!"
"ZAMAN ES!"
"UAGH!"
…
Tunggu dulu…
Aku tidak terluka.
Tidak ada luka bakar, atau rasa kesakitan.
Tidak terjadi apa-apa, yang kurasakan pertama kali adalah sebuah salju yang turun dari langit, "Apa-Apaan?" Aku melihat ke kanan dan kiriku, semua yang ada di atap sekolah sudah membeku, dan langit berubah menjadi awan hitam yang gelap.
"Kau tidak apa-apa?" Aku membalikkan badanku dan melihat Mizumachi dan Rinko sedang menghancurkan api yang membeku itu, Mizumachi dengan pukulannya, dan Rinko dengan sebuah mata panah, "Yo!" Sahut mereka berdua dengan santai.
"Senang melihat kamu tidak apa-apa." Karin menepuk punggungku dengan santai.
"Kalian juga punya Artefact!" Aku menunjuk sebuah Claymore yang dipegang Kakei.
"Ceritanya panjang, tapi lebih baik kita segera pindah ketempat yang aman!" Ujar Kakei.
"Tapi kenapa kalian menolongku disaat yang paling genting! Aku bisa mati tahu!"
"Hei, kamu lupa ya?" Rinko memukul kepalaku dengan sebuah buku.
"Ini sudah sepantasnya dilakukan pahlawan seperti kami." Julie menggelengkan kepalanya.
"Nhaa, itu benar!" Mizumachi nyengir kuda.
"Semua orang tahu aturan seorang pahlawan." Mereka berempat berdiri didepanku layaknya orang yang mau melindungiku.
"Semua orang tahu kalau pahlawan itu datang di saat yang paling terakhir!"
To Be continued in Chapter 7
Wuih! Nggak nyangka udah chapter 6 XD
Ngetiknya tumben bisa kayak kilat gini, padahal biasanya sampe makan waktu tiga ato dua hari, terima kasih Tuhan *Sujud-sujud*
Anyway… Tolong direview ya ^^
