Assalammualaikum Wr. Wb.
Author : " Nah… Nyan. Sekarang fic 'Remamber My Mission' udah masuk ke chapter yang kedua nich… silahkan di baca…" ^_^
Anime Kamichama Karin ; Kamichama Karin chu
Remember My Mission Blue-Chan
Disclaimer : Koge Donbo
Karna cerita Kamichama Karin dan Kamichama Karin chu bukan milikku ^_^
Rated : K+
Genre : Tragedy ; Humors
Chara : Karin Hanazono ; Kazune Kujyo ; Jin Kuga ; Kazusa Kujyo ; Himeka Kujyo ; Kirio Karasuma ; Kirika Karasuma ; Michiru Nishikiori
Warning : OOC, OOT, Ngga Rame, Bloody Scan, Kepanjangan, Lama Update, Ngga Seru, AU, Bikin Pusing, Ceritanya Ga' Nyambung, GaJe, Dan Sifat Negative Lainnya .
.
Summary :
Seorang gadis manis yang kini sudah menjadi mahasiswi di Universitas Seiei Sakura Gaoka Gakuen Academy. Gadis manis ini mempunyai banyak penggemar rahasia. Anehnya gadis ini tak mau menerima cinta seorang lelaki setampan apapun. Bagaimana kisahnya?,silahkan dibaca
.
Remember My Mission
Chapter 2
~ Penolakan Antara Dusta, Cinta Dan Benci ~
"Sstt… Bukan itu maksudku " Jawab Karin berbisik.
"Terus… maksud kamu misi itu apa?" Tanya Jin.
"Huft… misi aku itu…." Kata Karin yang membuat Jin penasaran
"Apa…? Apa?" Kata Jin penasaran.
"Beneran kau ingin tau?" Tanya Karin.
"Ya… iyalah, ayo cepat beritahu aku apa misimu"Kata Jin sedikit berteriak.
"Sstt….. jangan terlalu lantang!" Karin memperingatkan
"Iya…iya…" Jawab Jin.
"Bagus!" puji Karin.
"Nah… sekarang misimu apa?"
"Love No! Learn Yes!" Seru Karin dengan suara lantang.
Jin pun menutup telinga dengan menggunakan tangannya.
"Huft.. tadi kau menyuruhku untuk tidak terlalu keras membicarakan masalah ini. Kenapa tiba-tia kau berteriak seperti itu?" Keluh Jin.
"He..he.." Jawab Karin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hmm... -_-" kalo gitu kita pulang yuks?" Ajak Jin pada Karin.
"Ayo!" Kata Karin sembari menerima ajakan Jin
.
.
.
.
Dua Tahun Kemudian
Kini sudah dua tahun lamanya Karin berkuliah di Universitas Seiei Sakura Gaoka Gakuen Academy. Seperti biasanya, setiap harinya Jin mengungkapkan perasaannya kepada Karin. Akan tetapi jawaban Karin selalu sama, yaitu : Love No Learn Yes !
Hingga suatu hari sepulang kuliah Jin menemui Karin di suatu taman.
"Hai... Karin!" Sapa Jin sembari melambaikan tangan kanannya.
"Iya ada apa?" -_-" Tanya Karin
"Coba aja di tebak!" Umpan Jin
"Pasti kau ingin menyatakan cinta lagi kepadaku!" Jawab Karin ke GR-an
"Salah!" Sangkal Jin
"Syukurlah! biasanya kalau kamu menemuiku pasti selalu bilang 'Aishiteru'!" Ucap Karin
"Kita kan sudah dua tahun kuliah, dan setiap semester pasti kedatangan mahasiswa/mahasiswi pindahan. Menurutmu, kali ini siapa yang yang bakalan pindah ke univesitas kita?" Tanya Jin
"Ya... mana aku tau!" Jawab Karin -_-"
"Hmm... pulang yuks!" Ajak Jin
"Em..." Kata Karin dengan sedikit mengangguk.
.
.
.
Keesokkan Harinya
Di Universitas
Karin kini sudah masuk kelas.
Tiba-tiba datanglah dosen Khiriko diikuti dengan pemuda tampan berambut pirang di belakangnya.
"Nah.! para mahasiswa dan mahasiswi disini. Saya akan memperkenalkan ke kalian semua mahasiswa baru kita! Silahkan perkenalkan dirimu nak!" Pinta dosen Khiriko pada pemuda pirang itu.
"Pekenalkan namaku Kazune Kujyo aku pindahan dari University of Sydney, Australia." Kata pemuda bermata blue shappire bermarga Kujyo tersebut.
"Baiklah! kau boleh duduk disebelah sana Kujyo san!" Kata dosen Khiriko sambil menunjuk tempat duduk yang berada di belakang Karin.
"Em!" Kata Kazune sedikit mengangguk.
.
.
.
Sepulang kuliah
Karin pun mulai berjalan menuju rumahnya bersama Himeka, teman satu jurusannya yang juga merupakan mahasiswi pindahan enam bulan yang lalu.
"Karin-Chan!" Panggil Himeka sembari tersenyum.
Karin pun membalikkan badannya.
"Kita pulangnya barengan yuks!" Ajak Himeka pada Karin.
"Ayo!" Kata Karin sembari menerima ajakan Himeka.
.
.
Di perjalanan
"Karin!" Panggil Himeka
"Iya, ada apa?" Tanya Karin.
"Ee... menurutmu mahasiswa pindahan tadi bagaimana?" Tanya Himeka
"Biasa saja!" Jawab Karin cuek
"Kau tau tidak?" Tanya Himeka.
"Tidak!" Jawab Karin singkat.
"Pemuda yang sering aku ceritakan padamu kau masih ingat kan?" Kata Himeka yang membuat Karin menghentikan langkah kakinya.
Flash Back
Enam bulan yang lalu
Di Universitas
"Wah... gak terasa udah satu setengah tahun kuliah!" Kata Jin pada Karin.
"Iya! dan ada kemungkinan kita menerima mahasiswi atau mahasiswa pindahan. Siapa ya... kira - kira?" Tanya Karin.
"I don't know!" Jawab Jin dengan bahasa Inggrisnya.
.
.
Datanglah dosen Khiriko. Ya... seperti biasa, beliau datang bersama mahasiswi pindahan.
"Nah... semester kali ini kita kedatangan mahasiswi pindahan. Silahkan perkenalkan dirimu!" Kata dosen Khiriko sembari mempersilahkan mahasiswi pindahan tadi.
"Perkenalkan, namaku Himeka Kujyo. Aku mahasiswi pindahan dari University of Sydney, Australia." Kata Himeka memperkenalkan diri.
End Of Flash Back
"Jadi maksudmu..." Kata - kata Karin tak bisa lagi untuk dilanjutkan.
"Iya!" Jawab Himeka sembari tersenyum manis layaknya seorang putri yang kedatangan pangeran impian.
"Jadi! Kujyo-Kun itu adalah laki - laki yang selalu kau ceritakan!"
"Yap!"
"Wow..!"
"Berarti dia itu adalah mahasiswa yang cedas!" Lanjut Karin
"Bahkan bisa di bilang sangat cerdas." Sambung Himeka
.
.
.
Keesokan Harinya
Di Universitas
Entah kenapa pemuda bermarga Kujyo itu tiba - tiba menghampiri Karin.
"Hei!" Sapa Kazune memulai pembicaraan.
"Hei!"
"Nama kamu siapa?" Tanya Pemuda berambut pirang itu.
"Namaku Karin Hanazono!" Jawab Karin dengan jantung yang berdetak cepat, tak seperti biasanya. dan pikiran Karin pun melayang entah kemana.
'Ha! dia menanyai namaku? Apakah ini namanya cinta pada pandangan pertama? Apakah ini rasanya jatuh cinta? Oh... Tuhan..! beritahu aku, apakah dia mencintaiku?. Arrghh... Kau tidak boleh egois Karin! Ingat Love No! Learn Yes! Ok..? dan juga kalau kau pacaran dengan Kazune, bagaimana dengan Jin? Selama ini walaupun dia sering membuatku kesal. Tapi, Jin orangnya baik. Dan juga aku lebih mengenal Jin dari pada Kazune!' Batin Karin
"Hei!" Ucap Kazune sambil melambaikan tangannya tepat di depan muka Karin. Namun, tak ada respon dari Karin. Tapi, tak lama kemudian, Kazune berhasil membuyarkan lamunan Karin.
"Ee... Eh... Maaf!"
"Kau tidak apa - apa?"
"Ee... Iya! aku baik - baik saja kok!" Kini jantung Karin semkin berdebar - debar.
"Lagi ngapain?"
"Owh... ee.. nggak cuman lagi ngerjain latihan ini!"
"Mana?"
"Yang ini."
"Apa menurutmu pertanyaan ini sangat sulit?"
"Bahkan sangat sulit bagiku!" Jawab Karin polos.
Kazune kemudian mejelaskan kepada Karin tentang soal yang di berikan oleh dosen. Himeka, Jin, bahkan Karin pun terkejut akan tingkah laku Kazune yang SKDS (Sok Kenal Sok Dekat) dengan Karin.
'Kenapa Kazune berprilaku seperti itu?, tak seperti biasanya. Kazune kan orangnya dingin, keras kepala, benci akan kata basa basi!' Batin Himeka heran.
.
.
.
Sepulang kuliah
"Kazune!" Sapa Himeka.
"Iya!"
"Apa kabar?"
"Baik!" Jawab Kazune dingin
'Ini aneh! Waktu bersama Karin, Kazune berubah menjadi orang yang basa basi dan tidak secuek ini. Kenapa ya?' Tanya Himeka dalam hati.
Karna berjalan sambil melamun. Akhirnya, Himeka menabrak tiang lampu jalan yang ada di depannya.
"Aduh!" Keluh Himeka.
"Kau tidak apa - apa Himeka?" Tanya Kazune sedikit cemas dan tertawa kecil.
"Aku baik - baik saja kok! Auww...!"
.
.
.
Malam Harinya
Di rumah Karin
"Huft... hari yang melelahkan dan menyenangkan!" Ucap Karin sambil membanting tubuhnya ke ranjang tidurnya.
"Hari ini adalah harin yang paling membahagiakan hidupku, ya... memang sedikit aneh sich..! ku kira Kazune orangnya dingin seperti yang Himeka ceritakan!" Lanjut Karin.
Lalu Karin pun mengisi buku diary miliknya.
'Dear Diary
Hari ini hari yang terbaik untukku, aku bisa lebih akrab dengan salah seorang mahasiswa pindahan yang tergolong cerdas. Entah kenapa waktu aku berada di dekatnya hatiku merasa senang. Tak seperti dengan Jin setiap kali dia berada disampingku aku merasa kesal dengannya. Aku merasakan sesuatu yang berbeda terhadap Kazune dan pikiranku tertuju padanya. Tapi kalau dengan Jin, ya... memang ku akui, sejujurnya aku mencintai Jin. Akan tetapi waktu tak memungkinkan.'
"Huh! sebaiknya aku tidur!"
.
.
.
Keesokkan Harinya
Di Universitas
"Ohayou Kazune!" Sapa Himeka.
"Ohayou." Jawab Kazune singkat
"Ohayou Karin!" Sapa Kazune sembari melambaikan tangan kanannya.
Kazune berlari meninggalkan Himeka untuk menemui Karin.
'Ha! Kazune kok jadi gitu kalo deket sama Karin. Dia berubah jadi orang yang ceria. Apa jangan jangan...? Ah... sudahlah tak usah di pikirkan!' Batin Himeka.
.
.
.
Beberapa minggu kemudian
Semakin lama hubungan Karin dan Kazune begitu dekat. Sehingga membuat Himeka dan Jin hati Himeka tergerak untuk berbuat jahil.
'Emm... gimana kalo pulang kuliah nanti aku kasih Karin tikus! Bila peru setiap dia bersama dengan Kazune! Wah.. itu ide yang bagus!' Pikir Himeka dalam hati.
Lain halnya dengan Jin yang juga cemburu akan kedekatan Karin dengan Kazune.
'Huft... Dewi kok semakin lama semakin nempel aja sama si cowo' sok cool itu!' Batin Jin kesal.
'Hmm! Aku harus cari tau kelemahan cowo' sok itu!' Lanjut Jin.
.
.
Di kelas, tanpa sengaja Jin melihat sebuah kejadian memalukan (Ya.. dapat di bilang seperti itu). Karna tanpa di sengaja Jin melihat Michi si penyayang serangga itu meletakkan seekor serangga miliknya di meja Kazune. Dan tiba - tiba wajah Kazune berubah menjadi pucat.
"Kau tidak apa - apa?" Tanya Michi.
"Ee... eh... aku baik - baik saja kok!"
"Tapi kenapa wajahmu kelihatan pucat sekali?"
"Ee.. ah.. itu biasa! bisa kau singkirkan seranggamu dari mejaku?"
"Tentu saja!"
Jin kemudian berpikir akan kajadian tadi, Ia pun memegang dagu layaknya orang yang sedang berpikir dan Jin kemudian menarik kesimpulan dari kejadian itu.
"Hm... kejadian tadi kelihatan aneh! Tapi setelah di pikir - pikir, ternyata si Kujyo-San itu takut sama serangga!" Kata Jin kemudian memetik jari kanannya.
"Hm... aku punya ide!" Lanjut Jin dengan tatapan layaknya setan yang mempunyai niat jahat.
Sepulang kuliah, Jin pergi ke toko yang menjual berbagai jenis serangga.
.
.
.
Keesokkan Harinya
Setibanya Kazune di Universitas, ia mendapati berbagai jenis serangga di atas meja belajarnya.
'Siapa yang meletakkan serangga sebanyak ini di mejaku?' Batin Kazune dengan wajah yang pucat.
Setiap hari Jin melakukan hal yang sama dan begitu juga dengan Himeka yang selalu meletakkan seekor tikus yang sudah mati dan berbau busuk di meja bahkan diloker Karin.
.
.
.
Pada suatu hari Jin melihat Himeka yang sedang memasukkan tikus ke loker Karin.
"Hei! Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Jin.
"Ee... ee... tidak... ti..ti..tidak.. ada!" Ujar Himeka gugup.
Kemudian Jin melihat isi loker Karin yang tak terkunci dan penuh dengan tikus.
"Hm... Kenapa ada tikus di loker Karin? Pasti kau ya...? Ayo ngaku!" Tanya Jin sembari menutupi hidung menggunakan tangan kanannya.
"Ee... itu aku ti..tidak tau!" Jawab Himeka terbata - bata.
"Terus! Siapa lagi?"
"Ya... mana aku tau?"
.
.
Keesokkan Harinya
Kini giliran Himeka yang menangkap basah Jin. Ia melihat Jin sedang menaruh beberapa serangga di meja Kazune.
"Hei! Kau sedang apa?" Tanya Himeka
"Ha! ini pasti kau yang melakukannya!" Ujar Himeka syok.
"Ee... itu bukan aku! Mungkin saja Michi, dia kan penyayang serangga.
Kemudian Himeka menghampiri Michi yang berada di lorong kampus.
"Hai Michi!" Sapa Himeka.
'Aduh mati aku!' Batin Jin.
"Hei! Himeka. Ada apa?" Tanya Michi.
"Nggak! Aku cuman mau nanya, kamu ya.. yang naruh serangga di meja Kazune?"
"Enggak! Hari ini aku ga' bawa serangga, emang siapa yang bilang aku yang naruh serangga di meja Kujyo?"
"Itu!" Kata Himeka sembari menunjuk ke arah Jin.
"Hei! Kuga!" Panggil Michi.
"Kenapa kau meuduhku seerti itu?"
"Ee... aku ga' nuduh kok, aku cuman ngira doang!" Jawab Jin tegang
"Hai! Michi!" Sapa Yuuki teman baik Michi
"Eh... Yuuki!"
"Kita kesana yuks! ada yang ingin aku bicarakan." Ujar Yuuki.
"Baiklah!"
Kini Jin bernafas lega. Tapi, Himeka masih curiga. Lalu Jin menawarkan suatu hal ke Himeka.
"Hei! Himeka!"
"Iya ada apa?"
"Nggak! kamu seneng ga' liat Kazune sama Karin berduaan terus?"
"Ya...! Enggak lah..!"
"Sama donk! Gimana kalo kita kerja sama?" Tawar Jin dengan Smile Devil nya.
"Hmm... Ide yang bagus!"
Mereka kemudian bersalaman pertanda mereka berdua bekerja sama untuk memisahkan Karin dan Kazune yang semakin lama semakin lengket.
.
.
.
Keesokkan Harinya
Di Universitas
"Ohayou Kazune!" Sapa Himeka.
"Ohayou!" Jawab Kazune dingin
'Huft..! Kazune kok makin lama makin aneh sich...?' Batin Himeka.
"Hei! Karin!" Sapa Kazune.
"Hei!"
"Istirahat nati kita belajarnya di taman kampus ya?" Ajak Kazune sembari tersenyum simpul
"Ok!"
.
.
Ditaman
Karin dan Kazune kini sedang asyik bercanda di taman. Sementara dengan Jin dan Himeka, mereka berdua sedang memikirkan cara untuk memisahkan Karin dan Kazune. Lalu muncul sebuah ide dari Jin.
"Eh... Gimana kalo kita kasih Kazune serangga?" Usul Jin.
"Jangan! Sebaiknya kita kasih Karin tikus?"
"Aku tidak setuju!" Bentak Jin.
Mulailah adu mulut antara Jin dan Himeka. Sementara dengan Karin dan Kazune, tiba - tiba Kazune memulai pembicaraan yang lebih serius.
"Karin!"
"Iya!"
"Ee... selama dua bulan terakhir ini kita semakin lama semakin akrab ya?"
"Iya! Emangnya kenapa?"
"Nggak! Aku cuman mau bilang..."
"Mau bilang apa?"
"Aishiteru Karin!"
Karin sontak terkejut akan perkataan Kazune tadi.
"Argh... ini memang perkataan gila! Tapi, aku benar - benar cinta sama kamu Karin!" Ujar Kazune.
"Maaf! Kazune... aku ini punya misi!"
"Ha! misi? maksudnya?"
"Misiku Love No Learn Yes!"
"Owh... tapi setelah kuliah nanti, jawabanmu apa?"
"May be Yes! May be No!" Jawab Karin sembari terseyum simpul.
Sementara Karin dan Kazune berbincang - bincang. Ternyata adu mulut antara Jin dan Himeka masih berlangsung.
"Huft... pokoknya ga' boleh tikus!" Bentak Jin.
"Kalo ga' boleh tikus! terus apalagi?"
"Serangga aja?"
"Ga' boleh!"
Hampir semua mahasiwa/mahasiswi di Universitas memperhatikan mereka berdua yang sedang adu mulut.
.
.
.
Beberapa Tahun Kemudian
Setiap harinya Jin dan Himeka bertengkar. Entah sampai kapan mereka akan baikan. Akantetapi dua bulan lagi mereka akan wisuda. Dan Jin berharap kali ini Karin dapat menerima cintanya.
"Hei! Karin!" Sapa Jin penuh semangat.
"Iya, ada apa?"
"Ngga', dua bulan lagi kita bakalan wisuda kan?"
"Iya! Emangnya kenapa?"
"Enggak! Kamu mau kan jadi pacarku setelah kuliah nanti?"
"Entahlah!"
Ingin rasanya Karin menerima cinta Jin, akan tetapi, misinya belum selesai.
.
.
.
Dua Bulan Kemudian
"Karin!" Sapa Jin penuh semangat.
"Iya! ada apa?"
Jin pun menekuk kaki kirinya ke tanah dengan tangan kanan yang memegang tangan kiri Karin.
"Karin! maukah kau jadi pendamping hidupku! Kita sekarangkan udah selesai kuliah! Jadi, apa jawabanmu Karin?" Ujar Jin.
"Em!" Jawab Karin sedikit mengangguk.
"Yey!" Teriak Jin kegirangan.
.
.
.
Sebulan Kemudian
"Sebaiknya kau pulang nak! Biar ayah yang menyelesaikan peerjaan ini!" Pinta ayah Karin.
"Tidak Yah! Ayah saja yang duluan pulang! besok Ayahkan ingin keluar negri! Jadi, sebaiknya ayah istirahat saja! ini juga masih sore kok! Tenang Yah, aku pulangnya ga' sampe malem kok!" Kata Karin.
"Ya.. Sudahlah! Ayah pulang dulu ya.. dha Karin!" Kata ayah Karin sembari melambaikan tangannya.
.
.
Tak Lama Kemudian
"Huft! selesai juga!" Kata Karin lega.
"Hmm... sebaiknya aku pulang!
Karin pun pergi ke tempat di mana mobilnya di parkir. Dia lalu masuk mobil, dan saat di jalan melewati taman. Ia mendapati Jin sedang berduaan dengan seorang gadis yang tak ia kenal. Karin pun memberhentikan mobilnya, ia turun dan langsung menemui Jin.
"He!" Teriak Karin.
Jin menoleh kearah belakangnya, ia amat terkejut mendapati Karin yang sedag berada di hadapannya.
"Ee... eh.. Karin!" Kata Jin syok.
"Apa? Ha!"
Dan *gplak# Sebuah tamparan hebat dari Karin mengenai pipi si seorang idola itu.
"Aww... Sakit!" Keluh Jin.
"Sakit! Ha! Mau lagi?"
"Enggak!"
"Huh! Wanita ini siapa?" Tanya Karin.
"Harusnya aku yang nanya, kamu itu siapa?" Tanya seorang gadis yang tadi bersama dengan Jin.
"Ok! Ok! Aku ketahuan! Karin ini Rika pacaku!" Terang Jin.
"Ha! Apa kau bilang?"
"Kukug! Wanita ini bodoh sekali ya? Dia belum ngerti juga maksud perkataan Kukug!" Kata Rika.
"Hei! Cewek tulalit! Aku itu tunangannya Kukug dan sebulan lagi kami bakalan nikah!" Terang Rika.
"Tidak mungkin! Jin itu pacarku!" Sangkal Karin.
Adu mulu antara Karin dan Rika semain menjadi - jadi. Sampai - sampai Jin yang angkat bicara.
"Sudah! Jangan berantem di tempat umum! Baiklah Karin aku kan menjelaskan sesuatu kepadamu!" Kata Jin.
"Apa?" Tanya Karin dengan nada tinggi.
"Aku itu memang tunangannya Rika dan sebentar lagi kami akan melangsungkan pernikahan!"
"Ha! Ga' mungkin! Jadi, untuk apa kau menyatakan cinta padaku" Teriak Karin.
"Aku sebenarnya tidak pernah mencintaimu! Aku hanya cinta pada hartamu!" Jawab Jin.
"Pergi aja dech.. wanita murahan! gampang banget di tipu!" Ujar Rika.
Karin hanya bisa menangis, kini air matanya mengalir begitu deras. Karin lalu berlari menuju mobilnya di di parkir di tepi jalan.
Di waktu yang sama, namun di tempat yang berbeda. Kazune bersama orang tuanya sedang berbelanja di sebual mall.
"Huft.. akhirnya selesai juga pilih belanjaannya!" Keluh ibu Kazune.
"Iya! Sebaiknya kita langsung ke mobil yuk!" Ajak ayah Kazune.
"Em!" Kata Kazune sedikit mengangguk.
Sementara orangtua Kazune ingin pergi ke tempat parkir. Ia pun bertemu dengan Michi.
"Hai! Kujyo!"
"Eh.. Michi!"
"Lagi belanja ya?"
"Iya! aku belanja buat keperluan kerja. Ya! Sekaligus nemenin mama sama papa belanja!" Jawab Kazune.
"Owh!"
Kemudian terdengar suara teriakan seseorang yang Kazune kenal. Dia pun keluar dari mall, menuju tempat suara teriakan tersebut berasal.
Kazune amat terkejut, melihat kedua orangtuanya sedang terbaring dipenuhi darah di sekujur tubuhnya.
"Ibu! Ayah! Ada apa ini?" Tanya Kazune kepada salah seorang yang berada di dekatnya.
"Kamu anaknya ya? Tadi beliau di tabrak oleh mobil hitam itu!" Jawabnya sembari menunjukkan mobil hitam yang berada di belakang Kazune.
"Cepat! Panggil ambulan!" Suruh Kazune.
Kazune pun menghampiri seseorang yang berada di dalam mobil hitam yang menabrak orangtuanya. Sungguhlah terkejut Kazune, mendapati orang yang mengemudi mobil hitam itu adalah Karin.
.
.
TBC
Ok… Chapter ke dua selesai…
Sampai Jumpa di Chapter ke tiga..
Eh… Jangan lupa di review ya.. cerita Blue-Chan
