Assalammualaikum Wr. Wb.

Author : " Nah… Nyan. Sekarang fic 'Remamber My Mission' udah masuk ke chapter yang ketiga nich… silahkan di baca…" ^_^


Anime Kamichama Karin ; Kamichama Karin chu

Remember My Mission Blue-Chan

Disclaimer : Koge Donbo

Karna cerita Kamichama Karin dan Kamichama Karin chu bukan milikku ^_^

Rated : K+

Genre : Tragedy ; Humors

Chara : Karin Hanazono ; Kazune Kujyo ; Jin Kuga ; Kazusa Kujyo ; Himeka Kujyo ; Kirio Karasuma ; Kirika Karasuma ; Michiru Nishikiori

Warning : OOC, OOT, Ngga Rame, Bloody Scan, Kepanjangan, Lama Update, Ngga Seru, AU, Bikin Pusing, Ceritanya Ga' Nyambung, GaJe, Dan Sifat Negative Lainnya .

.

Summary :

Seorang gadis manis yang kini sudah menjadi mahasiswi di Universitas Seiei Sakura Gaoka manis ini mempunyai banyak penggemar gadis ini tak mau menerima cinta seorang lelaki setampan apapun. Bagaimana kisahnya?,silahkan dibaca

.

Remember My Mission

Chapter 3

~ Kebencian dan Amarah ~


Dengan segera Kazune berlari meninggalkan Karin yang sedang duduk mematung di dalam mobil hitamnya. Tak menyangka Kazune, Karin bisa membuat dirinya benci pada Karin.

'Apa yang telah ku lakukan? Hanya gara - gara Jin aku menangis! Sehingga aku tidak berkonsentrasi saat mengendara! Dan membuat kedua orang tua Kazune menjadi seperti ini! Ya... Tuhan! Dia pasti marah besar kepadaku! Apa yang harus ku lakukan sekarang? Padahal sudah cukup aku melukai hatinya! Aku selalu menolak cintanya gara - gara Jin! Aku ini memang egois!' Batin Karin yang marah terhadap dirinya sendiri.

.

.

.

Di Rumah Sakit

Seorang dokter pun keluar dari kamar tempat kedua orang tua Kazune di rawat.

"Dok! Bagaimana keadaan kedua oang tua saya dok? Mereka baik - baik saja kan? Ayo jawab dok!" Tanya Kazune dengan keadaan gelisah. Namun, jika di lihat dari ekspresi sang dokter, nampaknya ada kabar buruk.

"Maafkan kami! Kami telah berusaha sekuat tenaga! Akan tetapi! Kedua orang tua anda telah banyak kekurang darah! Dan kebetulah darah yang sesuai dengan kedua orang tua anda sedang kosong! Maafkan kami!" Kata dokter.

"Tidak mungkin! Apa kedua orang tua saya sudah meninggal dok?"

"Belum! Akan tetapi keadaannya masih kritis! Dan mungkin tak akan bertahan lebih lama lagi!"

'Ibu! Ayah! Ya Tuhan! Kenapa? Sudah cukup aku kehilangan adikku Kazusa! Sekarang kedua orang tuaku!' Batin Kazune.

.

.

.

Beberapa jam kemudian

Datanglah lagi seorang dokter yang keluar dari kamar kedua orang tua Kazune untuk membicarakan sesuatu ke Kazune.

"Bagaimana dok dengan keadaan orang tua saya?" Tanya Kazune.

"Kami mohon maaf! Orang tua anda sudah tidak bisa kami tolong!" Jawab dokter tersebut.

"Ya Tuhan!" Ujar Kazune sembari berlari meninggalkan rumah sakit menuju suatu tempat yang memiliki banyak kenangan keluarganya. Inginnya Kazune menangis, akan tetapi inilah takdir hidupnya.

.

.

.

Keesokkan Harinya

Acara pemakaman kedua orang tua Kazune pun telah selesai. Di sana hanya ada Kazune yang masih berada di dekat makam orang tuanya. Namun, tiba - tiba Karin datang menghampiri Kazune dengan mata yang bengkak akibat menangis secara terus menerus.

"Untuk apa kau kesini? Kau hanya akan membuat kehidupanku hancur!" Ujar Kazune.

"Kazune! hiks! hiks! Maafkan aku! hiks! hiks! Maafkan semua kesalahanku Kazune! Hiks! hiks! Aku terlalu egois! Aku telah banyak menyusahkanmu! Aku selalu menyakiti perasaanmu! Maafkan aku!" Kata Karin tersedu - sedu.

"Hanya itu yang kau katakan?"

Karin kemudian duduk di samping Kazune. Membelai tanah dimana ibu Kazune di makamkan.

"Maafkan aku mama Kazune! Maafkan aku papa Kazune!" Kata Karin.

"Kau ini hanya akan menyusahkanku! Kau selalu berbuat jahat padaku! Apa ini balasan yang kau berikan padaku? Setiap hari aku selalu membantumu mengerjakan tugas makalahmu! Dan sekarang! Kau malah membuatku kehilangan orang tuaku! Sudah cukup kau menolak cintaku! Dan besok! Apalagi yang akan kau ambil!" Kata Kazune.

Flash Back

"Kazune!" Panggil Karin dan langsung memeluk Kazune.

"Iya! Ada apaan sich? Kayaknya lagi seneng amat?" Tanya Kazune.

"Aku udah jadian sama Jin!" Jawab Karin kegirangan.

Secara drastis wajah Kazune berubah. Sungguh Kazune kecewa, Karin kini telah berada di pelukan Jin.

Akan tetapi Kazune dapat menerima kenyataan, walaupun dia harus merasakan sakit yang mendalam, ia tetap ikhlas melepas Karin ke pelukan Jin demi kebahagiaan Karin.

End Of Flash Back

"Kejadian itu! Sudah cukup merobek perasaanku! Aku benci kau Karin!" Ujar Kazune.

Dan secara reflek Kazune memukul perut Karin. Sampai membuat Karin memuntahkan darah (A/N:Ya... tidak begitu banyak).

Kazune pun heran akan apa yang dia lakukan barusan. Ia merasa bersalah dan lalu membawa Karin ke rumah sakit.

.

.

Di Rumah Sakit

Keluarlah dokter yang sudah selesai memeriksa keadaan Karin.

"Bagaimana keadaannya dok?" Tanya Kazune.

"Maaf! anda siapanya Hanazono san?" Tanya balik sang dokter.

"Saya teman dekatnya dok!" Jawab Kazune.

"Mohon maaf! Kami tidak bisa memberitahukan hal ini kecuali keluarga terdekatnya! Apa anda kenal baik dengan orang tuanya! Jika iya! Harap suruh orang tuanya ke sini untuk melihat keadaan anaknya!" Pinta dokter tersebut.

"Iya dok!"

Kazune pun mengambil telepon genggamnya dan lalu menelpon ke dua orang tua Karin yang sedang berada di luar negri.

"Hallo! Mohon Maaf! Bisa saya bicara dengan orang tua Karin. Tuan Kazuto dan Nyonya Suzuka!" Tanya Kazune.

"Ya! Saya Suzuka! Apa apa ya?" Tanya ibu Karin.

"Enggak, ee... Karin tante..."

"Karin? Emangnya ada apa dengan Karin?"

"Dia masuk rumah sakit tante!" Jawab Kazune.

"Apa?"

"Ee... Begini..." Tak sempat Kazune menyelesaikan pembicaraannya, tiba - tiba teleponnya terputus.

.

.

"Ayah! Kita harus pulang!" Kata Suzuka tergesa - gesa sembari mengemasi barang - barangnya.

"Emangnya ada apa?"

"Karin! Dia masuk rumah sakit! Kita harus segera ke sana sekarang juga!"

"Apa? Karin masuk rumah sakit? Kenapa dia masuk rumah sakit?"

"Entahlah! Kata Kazune, teman baiknya itu bilang kalo Karin itu masuk rumah sakit! Ayo cepat kita ke sana Pa!" Pinta Suzuka.

"Baik!"

.

.

Di perjalanan, masih saja orang tua Karin terjebak macet yang luar biasa.

"Waduh! Gimana nih Pa? Kita harus cepat - cepat sampai ke rumah sakit nih! Untuk cari tau Karin itu kenapa bisa berada di rumah sakit! Mana HPnya Kazune ga' aktif lagi!" Keluh Suzuka

"Wah! sudah lampu hijau tuh Pa!" Kata Suzuka.

"Iya Bu!"

Dan Braakkkk...

Seorang pengendara mobil yang ugal - ugalan menabrak mobil orang tua Karin. Sehingga membuat Kazuto dan Suzuka tak sadarkan diri dengan bagian kepala yang terbentur cukup keras sehingga banyak mengeluarkan darah.

Orang yang meihat kejadian tersebut segera membawa orang tuanya Karin ke rumah sakit dimana Karin dirawat.

Di Rumah Sakit

Sayangnya pada saat orang membawa masuk kedua orang tua Karin, Kazune tak melihatnya sehingga Kazune tak mengetahui bahwa orang tua Karin kecelakaan.

"Cepat suster! Pasien kita saat ini sedang kehabisan banyak darah! Sebaiknya kita harus secepat mungkin untuk menjahit semua lukanya agar darahnya tidak keluar!" Kata salah seorang dokter.

"Baik dok!"

Beberapa jam kemudian, sang dokter menyuruh seseorang untuk mencari tau identitas si pasien, Suzuka dan Kazuto.

"Ee... Pak!" Panggil sang dokter

"Iya ada apa dok?"

"Tolong cari tau identitas pasien yang kecelakaan tadi, karna kita harus memberitahu hal ini kesalah satu anggota keluarganya!"

"Baik dok!"

Bapak tersebut kemudian mencari tau identitas orang tua Karin. Dan akhirnya ia mendapatkan dompet dan telepon genggam yang masih berfungsi.

"Huft! Akhirnya ketemu juga!"

"Dok!" Panggil Bapak tersebut pada dokter tadi.

"Iya! Udah ketemu?"

"Sudah! Ini!" Jawab Bapak tadi sembari memberikan dompet dan telepon genggam.

Sang dokter pun melihat isi dompet tersebut.

"Owh! Ternyata mereka berdua adalah pasangan suami istri dan telah mempunyai seorang anak bernama Karin Hanazono?" Kata dokter terkejut saat dia mengetahui bahwa pasien yang tadi ia rawat merupakan orang tuanya Karin yang juga merupakan pasiennya.

Sang dokter pun berlari, hendak memberitahu Karin. Akan tetapi, menurutnya memberitakan hal yang tidak baik kepada Karin justru akan membuat Karin jadi tambah sakit. Akhirnya, dokter tersebut menghentikan niatnya untuk memberitahu Karin.

Sementara dengan Kazune, ia tertidur di sofa yang dekat dengan ranjang Karin. Dan Karin pun sudah mulai siuman.

"Ee.. eh... Di mana aku?" Tanya Karin.

Dan kemudian Kazune terbangun.

"Eh… Karin! Kau sudah sadar!" Kata Kazune.

Kemudian datanglah seorang dokter yang ingin memberitahukan hal buruk.

"Permisi!" Ujar dokter tersebut.

"Iya ada apa dok?" Tanya Karin.

"Mohon maaf Hanazono san! Saya ingin memberitahu anda tentang kedua orang tua anda!"

"Memangnya ada apa dengan orang tua saya dok?"

"Beliau kecelakaan dan… telah meninggal dunia!" Jawab dokter tersebut.

"Apa! Tidak mungkin! Papa sama Mama sudah tiada! Pasti dokter salah periksa dok! Pasti orang tua saya masih hidup!" Ujar Karin kesal akan keadaannya sekarang.

"Jika anda tidak percaya! Silahkan kita ke kamar mayat sekarang!" Jawab sang dokter.

Karin berlari menuju kamar mayat. Tak diperdulikannya infuse yang menempel pada tangan kirinya. Ia terus berlari dan berlari, dan sesampainya Karin di sana,ia kembali pingsan.

"Tidak mungkn!" Kata Karin lemah.

"Karin!" Teriak Kazune.

Kazune pun kembali menggendong Karin ke kamarnya.

.

.

.

Keesokkan Harinya

Acara pemakaman kedua orang tua Karin telah selesai. Semua pelayat telah meninggalkan pemakaman menuju rumahnya masing - masing. Kini hanya ada Karin dan Kazune yang berada di pemakaman.

"Ini semua salahku!" Teriak Karin kesal akan dirinya sendiri.

"Tidak Karin! Ini bukan salahmu! Tapi ini semua salahku! Jika aku tak memukulmu! Orang tuamu tidak akan pulang!" Sangkal Kazune.

"Dan jika bukan aku yang menabrak kedua orang tuamu! Kau tidak akan memukulku!"

"Sudahlah! Ini sudah takdir kita semua!"

Karin kemudian berlari meninggalkan Kazune menuju apartemen miliknya.

Kazune pun mencoba untuk mengejar, karna ia takut Karin akan melakukan hal yang buruk.

.

.

Sesampainya Karin di apartemen, ia langsung menuju lantai paling atas untuk bunuh diri
Kazune pun mengerjarnya, di peluknya Karin begitu erat agar Karin tidak terjun.

"Sudah cukup Karin! Enough! Jangan bunuh diri! Ku mohon!" Pinta Kazune.

"Tidak bisa Kazune! Aku berada di hanya akan membuat orang lain susah dan menderita!"

"Kalau begitu ku ikut denganmu!" Ujar Kazune.

"Maksudnya!"

"Maksudku! Lebih baik kita sama – sama mati!"

Dan…..

Bruukkkkkkkkk…

Karin dan Kazune terbaring tak berdaya, karna telah terjun dari lantai paling atas.

.

.

TBC


Author: "Hmm… Gimana ya kelanjutan ceritanya? Tunggu aja dech di chapter ke 4"

SEE YOU LATER