Assalammualaikum Wr. Wb.

Karin EdCoustic: "Makasih saran-saranya ya kak?" ^_^

Runa: "Makasih, ini Bella update lagi. Bella harap Runa suka."

Author : "Doain Bella ya... Besok Bella mau Ulangan Tengah Semster." ^_^

Anime Kamichama Karin ; Kamichama Karin chu

Remember My Mission Blue-Chan

Disclaimer : Koge Donbo

Karna cerita Kamichama Karin dan Kamichama Karin chu bukan milikku ^_^

Rated : K+

Genre : Tragedy ; Humors

Chara : Karin Hanazono ; Kazune Kujyo ; Jin Kuga ; Kazusa Kujyo ; Himeka Kujyo ; Kirio Karasuma ; Kirika Karasuma ; Michiru Nishikiori

Warning : OOC, OOT, Ngga Rame, Bloody Scan, Kepanjangan, Lama Update, Ngga Seru, AU, Bikin Pusing, Ceritanya Ga' Nyambung, GaJe, Typo Dan Sifat Negative Lainnya .

.

Summary :

Seorang gadis manis yang kini sudah menjadi mahasiswi di Universitas Seiei Sakura Gaoka manis ini mempunyai banyak penggemar gadis ini tak mau menerima cinta seorang lelaki setampan apapun. Bagaimana kisahnya?,silahkan dibaca

.

Remember My Mission

Chapter 4

~ Drama Yang Sesungguhnya ~

Kini Karin dan Kazune terbaring lemah dengan darah di sekujur kepala mereka.

Cukup ramai orang yang membantu Karin dan Kazune agar Karin dan Kazune selamat, datang lagi ambulan yang siap membawa Karin dan Kazune ke rumah sakit terdekat.

"Ayo kita harus cepat!" Kata salah seorang perawat yang baru saja keluar dari ambulan.

.

.

.

Di Rumah Sakit

Dengan segara perawat rumah sakit membawa Karin dan Kazune kekamar operasi (OK).

"Suster! Apakah kita masih menyimpan beberapa kantong darah yang sesuai dengan darah kedua pasien kita ini?" Tanya sang dokter.

"Sebentar Dok! Akan saya periksa dulu!"

Sementara suster tersebut memeriksa persediaan darah di rumah sakit, salah seorang satpam pun di suruh untuk menghubungi keluarga dan kerabat terdekatnya.

"Pak! Tolong hubungi keluarga pasien yang memiliki telepon genggam ini ya?" Pinta salah seorang yang keluar dari rumah sakit pada salah seorang satpam.

Satpam tersebut lalu menghubungi nomor telepon ayah Karin. Namun, tak ada jawaban. Ia pun mencoba untuk menghubungi ibunya, Namun tidak aktif. Ia pun berinisiatif untuk menghubungi temannya Himeka, dan akhirnya Himeka menjawab panggilan telepon sang satpam.

"Hallo! Karin, ada apa?" Tanya Himeka.

"Maaf! Saya bukan Karin! Tapi saya adalah satpam rumah sakit yang ingin memberitahukan keadaan Karin sekarang."

"Emangnya! Karin kenapa Pak?"

"Saya juga kurang tahu! Jadi sebaiknya mbak datang saja ke rumah sakit sekarang juga!"

"Baiklah! Saya akan kesana!"

Himeka pun dengan segera ke rumah sakit, karna ia khawatir dengan keadaan Karin walaupun sebelumnya ia membenci Karin karena hubungan Karin dan Kazune sangat dekat.

"Aduh… Karin! Kanapa sich… kamu ini?"

Akibat menyetir mobil dengan tergesa - gesa. Himeka hampir saja menabrak seorang anak kecil yang ada di tengah jalan (A/N: Salah anak kecilnya donk ya? Kenapa pake di tengah jalan segala? Mau cari mati tuh anak!).

Himeka pun mengerem mendadak.

"Aduh! Hampir saja!" Ujar Himeka.

Kemudian datanglah seorang perempuan, dan nampaknya perempuan itu ibu anak kecil tadi.

Ibunya pun menghampiri Himeka dan meminta maaf atas kelalaiannya. Akan tetapi Himeka tak memperdulikannya. Ia masih saja memikirkan keadaan Karin.

Sesampainya Himeka di rumah sakit.

"Suster! Pasien yang bernama Karin Hanazono di rawat di kamar nomor berapa ya?" Tanya Himeka pada salah satu suster.

"Hanazono Karin? Kalau tidak salah dia masih di operasi di Kamar Operasi."

"Kamar Operasi? Terima Kasih, Sus!"

Himeka pun berlari menuju Kamar Operasi.

Sesampainya Himeka di sana. Ia pun duduk di ruang tunngu. Himeka kemudian terbesit hatinya untuk menghubungi Kazune.

Beberapa kali Himeka mencoba untuk menghubungi Kazune. Namun, tak ada jawaban.

Dan setelah sekian lama Himeka terus menghubungi telepon genggam Kazune, akhirnya ada orang asing yang mengangkat panggilan teleponnya.

"Iya! Ada apa?" Tanya orang yang mengangkat panggilan Himeka.

"Maaf! Ini siapa ya? Sepertinya saya pernah mendengar suara anda?" Tanya Himeka.

"Saya salah satu satpam dari rumah sakit! Nama anda Himeka ',kan? Soalnya, nama anda terlihat di sini."

"Iya! Saya Himeka. Bukannya tadi anda menghubungi saya?"

"Iya! Betul! Saya yang tadi menghubungi anda lewat telepon genggam milik Hanazono san!"

"Kenapa telepon genggam teman saya, Kazune! Bisa ada pada anda?"

"Ah! Tuan Kujyo san! Ia juga berada di rumah sakit yang sama dengan Hanazono san. Kalau tidak salah mereka bedua terjun bunuh diri dari lantai dua salah satu apartemen!"

"Apa? Terjun bunuh diri?" Himeka sentak terkejut.

"Iya!"

Tangan Himeka mulai melemas sampai - sampai telepon gengamnya terjatuh.

"Enggak mungkin." Ujar Himeka tak percaya.

Tiba - tiba, keluarlah seorang dokter dengan expresi yang tak menyakinkan.

"Dok! Bagaimana keadaan Karin Dok? Cepat Dok! beritahu saya!" Tanya Himeka cemas.

"Mohon maaf! Anda siapanya Hanazono san?"

"Saya teman dekatnya Dok!"

"Mohon maaf! Saudara Hanazono san sudah tak tertolong lagi." Ujar sang dokter datar.

"Apa?" Ujar Himeka sambil menggelengkan kepala pertanda tak percaya akan apa yang di katakan oleh dokter.

Himeka berlari dan berlari. Ia pun bertanya dengan salah satu suster tentang Kazune.

"Oh iya! Sus! Pasien bernama Kujyo Kazune ada di mana?" Tanya Himeka dengan air mata yang hampir jatuh.

"Oh... Tuan Kujyo! Beliau sedang di operasi di OK (A/N: Ruang operasi maksudnya).

Himeka berlari menuju ruang operasi yang di maksud. Namun, ketika ia berada di sana. Terlihat sosok seseorang yang telah di tutupi dengan kain putih.

Keesokkan Harinya.

Pemakaman Karin dan Kazune pun usai. Kini hanya ada Jin dan Himeka yang sedang berada di dekat makam.

"Sudahlah! Mereka berdua telah berada di sisi Tuhan! Jadi, jangan bersedih lagi Hime!" Bujuk Jin.

"Ini semua salahku! Salahku! Dan salahku!" Teriak Himeka.

"Tidak! Ini bukan salah sesiapa! Tapi ini sudah kehendak Tuhan." Jin berusaha membuat Himeka tak menyalahkan dirinya sendiri.

Namun, Himeka masih saja menangis.

"Sebaiknya kau jangan bersedih! Pasti ada hikmah dalam kejadian ini. Dan aku sangat beruntung bisa mempunyai teman seperti Karin, Kazune dan dirimu Hime."

'Terimakasih Karin, Kazune! Kalian telah menjadi pelajaran dalam hidupku!' Batin Jin.

Kemudian muncul lah CAST pada layar bioskop pertanda film yang berjudul 'Remember My Mission' telah usai.

Semua penonton berdiri terharu sembari bertepuk tangan akan suksesnya film 'Remember My Mission' (A/N:Hahaha... capek! capek! baca dari chapter pertama sampai akhir! Ternyata hanya sebuah film yang berisikan sebuah tragedy . | ^_^).

"Selamat! Film kita sukses!" Kata sang produser.

"Iya! Terima Kasih pak!" Jawab Kazune sembari tersenyum

"Karin!" Teriak Himeka.

"Hei! Hime! Selamatnya?"

"Aku ucapkan selamat juga untuk kesuksesan film kita! " ^_^

Sementara dengan Kazune...

"Hai! Kujyo!" Panggil Jin.

"Eh! Kuga, Selamat?"

"Iya! Selamat juga ya karna film kita udah sesukses ini!"

"Iya!"

.

.

Keesokkan Harinya.

Karin memulai harinya seperti biasa, yaitu shooting untuk film selanjutnya. Namun, ketika ia sampai di lokasi shooting Karin telah di sambut oleh beberapa orang yang membawa baleho yang bertuliskan "I Love You So Much Karin." Dan ternyata itu hadiah dari Kazune untuk Karin. Karin pun tersipu malu, kini semburat merah telah terlihat begitu jelas di wajahnya.

Lalu Kazune menghampiri Karin dan bertekuk dihadapan Karin layaknya seorang pangeran yang ingin melamar seorang putri. Kemudian Kazune mengeluarkan sebuah kotak merah yang berisi cincin nan indah. Dan Kazune mengatakan "Maukah kau jadi pendamping hidupku selamanya?". Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut kemudian mengatakan "Terima!" agar Karin mau jadi kekasih Kazune.

Namun, Karin hanya terdiam membuat hati Kazune jadi tak karuan. Hatinya begitu kecewa saat Karin tak berkata apa-apa.

Karin masih saja belum berbicara satu patah katapun. Kini semangat Kazune mulai menurun, bahkan ia berpikir 80% akan di tolak.

Tak lama kemudian, Karin angkat bicara.

"Aku... Aku-" Karin menggantungkan katanya sehingga membuat Kazune menelan air ludah.

"Aku... Aku mau jadi pendamping hidupmu." Jawab Karin dengan sedikit pelan.

Semua orang bersorak akan jawaban Karin.

"Apa? Kau bilang apa?" Tanya Kazune yang berpura-pura tidak mendengar jawaban Karin.

"Aku mau jadi pendamping hidupmu! Aku mau menjadi pendamping hidupmu! Aku mau menjadi pendamping hidupmu! KAZUNE!" Teriak Karin berulang kali.

Kazune lalu memeluk Karin begitu erat. Sekian untuk cerita Remember My Mission.

.

.

THE END

…Review Please…