Update~ dan ini adalah chapter terakhir~! 8D
INSECURE
KH is SE's
SORA X ROXAS
Roxas's POV
Aku pergi ke sekolah bersama Sora, sekarang aku membiarkan Sora merangkulku, mencium pipiku, keningku, hidungku, telingaku, leherku bahkan bibirku saat kami ada di bis. Tentu saja, semua murid yang ada di bis melihat kami dan langsung ribut.
Kami berjalan ke gerbang sekolah, semua melihat kami dengan tampang.. yang susah dijelaskan? Sora menggandeng tanganku dengan wajahnya yang ceria, aku pun terbawa suasana.
Saat kami sampai di kelas, semua kembali heboh setelah melihat Sora merangkulku. Sora menarik tanganku, membawaku ke depan kelas, dia memukul papan tulis, meminta semuanya agar diam.
"Oke.. oke.. aku dan Roxas sekarang resmi berpacaran. Ingat, b-e-r-p-a-c-a-r-a-n.. cewek maupun cowok yang dekat dengan Roxas-ku, kujaminkan neraka pada orang itu. Got it? Thanks" katanya singkat, suasana kelas hening mendadak. Sampai satu anak mengangkat tangannya.
"Apa buktinya kalian berpacaran?"
"Iya! Buktikan dong!"
"Kami ingin lihat!"
Mereka tertawa.. bukan, bukan tawa yang seolah sedang mengolok kami.. tapi tawa yang ceria. Kupikir mereka akan mengolok kami berdua, lebih parah dibandingkan yang sudah-sudah. Tapi ternyata tidak. Mereka justru seakan menerima kenyataan.
"Buktikan dengan ciuman!"
"Ya! Cepat cium pacarmu So-kun!"
"Cium!"
Sora menyentuh tanganku, sebelum dia menciumku, dia bertanya, "Mau ciuman lagi, sayang?" katanya dengan senyum sinis.
Aku langsung menciumnya tanpa menjawab pertanyaannya. Dia pasti kaget, tapi dia langsung membalas ciumanku, tangannya memelukku, aku melingkarkan tanganku ke lehernya.
Seluruh kelas heboh melihat kami berciuman dengan penuh hasrat, kami tidak hanya berciuman, kami juga bermain lidah, 2 menit kami berciuman, memperlihatkan ke seluruh kelas seberapa besarnya cintaku dengan Sora.
"Ciuman yang hebat So-kun! Kamu lebih hebat dibanding pacarku yang payah!" ucap gadis yang bernama Selphie sambil menunjuk laki-laki yang bernama Tidus.
"Hoi! Jangan sembarangan bicara kamu, Selphie!" kata Tidus dengan wajah yang memerah. Semua menertawakan Tidus. Aku dan Sora ikut tertawa. Tidak lama kemudian, aku mengingat sesuatu.
Namine.
Tiba-tiba aku merasa bersalah padanya, aku harus minta maaf.
"Sora" aku menarik baju Sora.
"Ya? Apa Roxas sayang?" katanya dengan nada yang menggoda.
"Aku.. Namine.." sahutku pelan. Sora terdiam sebentar, lalu dia berbicara.
"Oke.. aku biarkan kamu meminta maaf pada Namine.. tapi aku ikut denganmu!" katanya dengan agak memaksa. Aku mengangguk.
Aku menggandeng tangan Sora, membawa dia ke kelas Namine, setelah aku menemukan kelasnya, aku memanggilnya. Dia melihatku, tapi tidak ada senyum di wajahnya, dia menghampiriku.
"Sora, kamu tunggu di sini ya?"
"Ya.. pergilah" jawabnya.
Aku membawa Namine tidak jauh dari tempat Sora berdiri, lalu aku segera membungkukkan tubuhku padanya, dia terkejut.
"Namine.. aku.. aku minta maaf.. aku tidak bisa bersamamu lagi.. a-aku sadar.. ternyata aku memang mencintai kakakku yang seorang laki-laki.. ternyata aku memang gay.. aku bukan cowok normal.. aku.." belum aku menyelesaikan kata-kataku, Namine tertawa lepas, tapi meskipun dia tertawa tidak seperti biasanya, dia tetap terlihat manis.
"R-Roxas.. haha, kau tidak perlu sampai mengatai dirimu itu gay.. hahaha.. kau berlebihan" katanya sambil terus tertawa. Aku hanya terdiam, masih merasa bersalah. Namine menghentikan tawanya, lalu tersenyum manis padaku.
"Tidak apa-apa Roxas.. aku sudah tahu hal ini akan terjadi.. aku mengerti, tidak apa-apa, sungguh" katanya dengan senyum.. tapi tetap terlihat sedih olehku.
"Maaf.. Namine"
"Hey, tidak apa-apa. Oh, lebih baik kau cepat pergi, Sora sudah melihat kita dengan tatapan seperti itu" Aku membalikkan tubuhku, Sora memang menatap kami dengan ekspresi yang seperti tidak rela.
Sebelum aku pergi, aku ingin melakukan ciuman selamat tinggal padanya, tapi aku tidak ingin mencium bibirnya, jadi aku..
"R-Roxas?" kata Namine, dia memegang pipinya yang kucium tadi.
"Ciuman selamat tinggal" ucapku.
"Maaf Namine, selamat tinggal!" lanjutku sambil melambaikan tanganku padanya, Namine membalas lambaianku dengan senyum yang membuatku lega.
"Ngapain kamu mencium pipinya segala?" tanya Sora jengkel saat aku berada di dekatnya.
"Oh, ayolah Sora, jangan cemburu seperti itu"
"Aku tidak-" kuhentikan perkataannya dengan ciuman singkat.
"Aku cinta kamu Sora" kataku lembut.
Wajah Sora memerah, benar-benar merah padam, dia menggaruk kepalanya, aku suka melihat dia salah tingkah, manis sekali, "Aku juga cinta kamu Roxas" lalu kami berciuman lagi.
Hari itu kami benar-benar merasakan yang namanya kebahagiaan cinta. Orang-orang di sekolah sudah berhenti mengolok kami. Malah, mereka menganggap kami layaknya sepasang kekasih biasa. Tidak aneh, tidak gay, tidak... begitulah.
Sora menyayangiku dengan cintanya yang sangat besar dan manis. Duh, kenapa aku tidak menyadarinya sejak dulu? Bahwa aku mencintai Sora? Malahan, aku pernah berpikir bahwa aku tidak mencintainya... bodohnya aku.
Sesekali di sekolah, saat aku sedang berjalan berdua dengan Sora, kami bertemu Namine. Rasa bersalah itu kembali muncul namun melihat senyum manis di bibir Namine, aku merasa beban dan rasa bersalahku segera menghilang. Oh, Namine kau memang orang termanis yang pernah kutemui namun sayang, posisimu sekarang telah tergantikan oleh Sora.
Sora.
Kakakku.
Sora.
Malaikatku.
Sayangku.
Cintaku.
Milikku.
Selamanya.
The End
CFS : akhir kata, saya sebagai salah seorang penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada Anda sekalian yang telah membaca dan memberi fic kami sebuah - atau bahkan lebih - review berharga. Karena saya tidak begitu ahli dalam pembuatan lemon atau es lemon atau jus lemon dan karena lemon itu mahal (nggak nyambung), jadi saya minta maaf bagi yang merasa lemon di bagian saya kurang HOT... OK, see you next time. Dadah XD XD XD.
SoRoku ROCKS! ! ! !
SoraVanRoxasVen : jaaaang~ akhirnya tamat juga~ saat saya melanjutkan menulis cerita ini, saya sedang kumat gilanya (atau mungkin sedang kumat mesumnya), karena itu lemon yang saya buat... terlalu vulgar... waha~ *tergampar* terima kasih para pembaca semua dan para reviewer.. nanti mungkin kami akan mempersembahkan cerita baru lagi, doakan saja~~~ XD *prang*
