Bitter Winter

Pair :: Han Chul

Rate :: T

Warning :: Genderswitch!


_HeeChul POV_

"Chullie-ah!" Suara seseorang yang terdengar di telingaku. Aku langsung membalikkan badan. Kulihat seorang namja yang kukenal membawa tas ransel ditangan kanannya dan kantong plastik di tangan kirinya

"Wae, Oppa? Kenapa kau datang di saat jam istirahat begini?" Aku berjalan menghampiri namja itu yang berdiri di samping gerbang sekolah yang agak terbuka.

"Ini, Ummamu menitipkan ini padaku." Kantong plastik yang tadi dibawanya kini berpindah tangan ke tanganku. Ku intip apa isinya, ternyata bekalku yang ketinggalan.

"Oh.. Ternyata aku melupakan ini. Gomapta, Oppa…" Sahutlku kecil sambil tersenyum padanya

"Ya sudah.. aku mau berangkat kuliah dulu… lain kali jangan ketinggalan lagi! Kau merepotkan ummamu dan juga aku!" Ujarnya meledek sambil mengusap kepalaku pelan

"Huuu! Nggak ikhlas gitu? Ya sudah sana pergi pergi!" Aku balik meledek nya dan menendang kakinya pelan.

"Annyeong yeoja galak!" Dia memeletkan lidahnya dan mengenakan helmnya serta mulai menyalakan mesin motornya

"Dasar! Namja babooo!" Dia tertawa lalu pergi menghilang dari hadapanku. Aku juga tertawa sambil berbalik menuju kelas.

"Senengnya punya oppa yang super populer plus ganteng!" Suara yeoja menghentikan langkahku

"Kau iri, Teukie-ah?" Aku memandang chinguku ini sembari menaikkan kedua alisku

"Semua yeoja iri padamu, chul-ah! Kau bisa berteman sangat akrab dengan namja itu. Mereka juga tergolong populer kan? Makanya banyak eonni eonni disini baik baik in kamu.. tujuannya ya supaya kamu mau ngenalin mereka ke oppamu itu." Terocos LeeTeuk

Aku hanya tertawa kecil. "Masa bodo. Aku juga nggak minat merhatiin mereka kok." Ujarku santai.

"Chulie!" Seseorang lagi memanggilku. Aku dan LeeTeuk menolehkan kepala ke sumber suara.

"Wae, eonnideul?" Tanyaku pada kumpulan yang mengahmpiriku sambil tersenyum.

"Tadi… Hankyung oppa kesini ya?" Tanya seseorang yeoja dengan mata berbinar binar

"Ne" Aku menjawab singkat

"Dia… naik motor kan? Omo.. kerennya…" yeoja lain nyambung nanyak. Aku dan LeeTeuk cuma nyengir melihat perlakuan yeoja yeoja aneh ini.

"Eh… eh… ngomong ngomong, tipe cewe idaman Hankyung oppa kaya gimana?" Yang lainnya ikut nyamber pertanyaan. Kalau masalah pertanyaan ginian sih aku beneran males jawab.

"Jujur… aku nggak tahu kalau yang itu… Mianhae eonnideul aku balik ke kelas dulu…" Jawabku menghindari pertanyaan lain sambil menggandeng tangan Teuk akan menyeruak dari kerumunan itu.

"Chakambat! Titip salam ya!" Gerombolan yeoja yeoja itu saling sahut menyahut pengen titip salam.

"Nee! Akan ku sampaikann!" Aku mengeraskan volume suaraku dan masih berusaha menjauh dari mereka.

"Kamsa Chullie! Kau cantikk!" Kali ini suara seperti itu yang bersahut sahutan dan beberapa mencubit pipiku. 'Babo! Babo!' umpatku. Kau pikir tidak sakit apa!

.

"Yeoja gila!" Aku dan LeeTeuk terengah engah namun telah berhasil masuk kelas

"Itulah nasibmu… Siapa suru…" LeeTeuk nafasnya putus nyambung putus nyambung

"Nasib? Banyak yang iri kan? Lalu aku harus bagaimana? Apa ya kubuat Hankyung itu menjadi namja yang jelek." Ujarku tersenyum tipis sambil mengatur nafasku.

Memang banyak yang iri dengan kehidupanku. Aku termasuk di keluarga yang menengah ke atas. Keluargaku begitu harmonis dengan umma yang cantik, appa yang keren, adik laki lakiku yang populer, dan terutama, Seorang namja yang menjadi teman baikku. Hankyung oppa. Aku sudah sekitar 2 tahun mengenal Hankyung. Mungkin perkenalan yang memalukan bagiku.

Flasback (Author POV)

"Oppa!"

"Wae chagya?"

"Kemana kita akan pergi?"

"Kau mau kemana?"

…..

Suara terdengar samar samar ditelinga Heechul. Dia memegang ujung pintu. Pandangannya kabur karena air mata telah menumpuk. Ia sedang mengintip kedua namja dan yeoja yang bermesraan itu. Yeoja itu bergelayut dengan manja di lengan namjanya. Hatinya sakit melihat kejadian itu. Namja yang selama ini dipercayainya dan dimana dia menaruh semua cintanya pada namja itu, ternyata hanya omongan palsu. Heechul menggigit bibir bawahnya menahan tangisnya keluar. Dia tak tahan melihat pasangan itu. Langkahnya cepat menuju kursi taman yang jauh dari pemandangan mesra itu. Saat ia meletakan dirinya, tangisnya tumpah. Kedua tangannya menutupi wajah.

"ini.." Tiba tiba terdengar suara lembut ditelinganya. Seorang namja yang kalem menawarkan tissue kepadanya. Heechul hanya terpana dan cepat cepat menghapus air matanya dan membalikkan badan membelakangi namja itu. Ia mengenal namja itu. Hankyung-ssi namja yang super populer di sekolahnya.

"Kau tidak mau?" Tanya Hankyung masih menyodorkan tissuenya

"Nae… Gwaechana.." Ujar Heechul dengan suara berat sehabis menangis.

Hankyung itu tiba tiba duduk disebelah nya lalu menyentuh bahunya agar Heechul berbalik. Heechul tak mau memandang namja yang belum pernah diajaknya bicara. Hankyung dengan perlahan mengangkat wajah Heechul dan menyeka air matanya dengan tissue. Heechul hanya menurut dan bertanya tanya apa yang diinginkannya sebenarnya?

"Oh… Nae hankyung imnida…" Ujarnya sambil mengulurkan tangan

"Hee.. Heechul imnida.." Suara Heechul masih serak. Dengan gugup, dia membalas uluran tangan Hankyung.

"Kau… menangis… karena namja?" Tanyanya perlahan takut menyinggung perasaan Heechul

"hhh.,.. molla… " Heechul memaksakan seulas senyumnya sembari mendengus pelan

"Sudah kau jangan menangis lagi." Hankyung mengusap lembut pipi yeoja yang baru pertama kali dikenalnya itu. Heechul terkejut namun tidak menghndari tangan lembut Hankyung

"Ne… Kamsahamnida." Ujar Heechul pelan dan tercipta rona warna merah di pipinya

"Bagaimana kalau ku traktir sesuatu? Hmm.. Kau mau… Pizza?" Tawar Hankyung

"Mwo?" Heechul kembali terkejut "Anii.. kamsa.." Ia menundukan kepalanya sebentar

"Kau tenang saja… aku orang baik baik.." Kata Hankyung lembut

Tentu Heechul tahu Hankyung adalah namja yang kalem dan pengertian. Hanya saja… yah tentunya Heechul merasa malu dan sungkan.

"kok melamun? Ayo!" Ujar Hankyung menarik tangan Heechul.

"Aku… tak mau merepotkanmu" Ujar Heechul menahan tangannya

"Tidak sama sekali" Ujar Hankyung tersenyum manis "Kalau kau tak mau ikut itu malah merepotkan."

"Kau… Aneh.." Ujar Heechul sambil sedikit nyengir

"Biarkan. Ayolah…" Rayu Hankyung.

Singkat cerita, Heechul berhasil dibujuk. Mereka makan di salah satu restoran pizza. Pulangnya, Hankyung mengantar Heechul ke rumahnya. Umma Heechul yang melihat Hankyung pertamanya terkejut karena ini pertama kali Heechul diantar pulang oleh seorang namja. Rumah Hankyung tidak jauh dari rumah Heechul. Dan mereka sering bertemu hingga menjadi akrab.

Flasback End

.

"Chulll!" Suara ummaku menggelegar hingga menembus earphone yang sedang kupakai

"Mwo?" Sahutku sambil tidak berpindah dari tempatku. Aku sedang sibuk. Ya. Sibuk mendengarkan lagu dan juga membaca majalah.

"Sini!" Balasan dari ummaku.

"Nanti saja! Aku sedang tidak mood!" Sahutku singkat sambil mendengus kesal

"SINI!" Volumenya kini makin naik memaksa kakiku untuk bergerak menuju padanya kalau tidak mau majalah kesayanganku ini disita

"Mwo?" Sahutku memandang yeoja yang sibuk mengiris ikan.

"Tolong kau belikan kecap asin di mini market itu." Kata umma sambil menunjukan jarinya pada uang yang telah ditaruh di meja makan

"Kenapa kau tak menyuruh Ahn Ajuhmma?" Tanyaku. Ahn Ajuhmma adalah pembantu rumah tangga di rumahku.

"Dia sedang kusuruh untuk membereskan kamar Kyu." Jawab umma sambil terus mengiris ikannya

"Kan disuruh dulu bisa, lalu biarkan dia melanjutkan membersihkan kamar Kyu." Jawabku malas malasan. "Ini menjelang malam umma, sudah jam 8."

"Sudah jangan banyak bicara. Laksanakan saja. Atau kau tidak akan sarapan besok?" nah inilah yang kubenci dari ummaku, dia suka mengancam. Pantas saja sifatnya menurun padaku

"Ne! Ne! Aku belikan! Kembaliannya buat aku tapi! Ya! Annyeong!" Sahutku mengambil uang itu dan dengan cepat berlari keluar rumah

"Chul! Itu uangnya besar!" Suara umma terdengar saat aku sudah mencapai pintu rumah. Hah. Abaikan saja. Aku melangkahkan kakiku ke minimarket.

.

"Ah! Kecap ini!" Seruku senang setelah menemukan yang di maksut ummaku. Aku berjalan menuju kasir

"Chull!" Teriakan seseorang yang tak asing. Aku memutar badan

"Hankyung oppa!" Balasku. Aku menyelesaikan pembayaran ku di kasir dan berjalan mendekati Hankyung oppa

"Apa yang kaulakukan disini?" Tanyaku padanya.

"Aku ingin keluar saja. Apa kau bisa menemani?" Tanyanya. Rumahku dan Rumah Hankyung oppa tidak terlalu jauh dan masih pada nama jalan yang sama.

"Tentu. Aku akan memberikan ini pada Ummaku dulu ya." Kataku sambil menunjukan barang yang baru saja kubeli

.

"Umma! Ini kecapnya!" Teriakku didepan pintu rumah

"Masuk!" Ujar ummaku yang ku yakin sedang memasak karena baunya sampai ke hidungku

"Ani! Hankyung oppa menungguku diluar, aku mau jalan jalan sebentar." Sahutku "Kutaruh kecapnya di meja ya!" Ujarku sambil meletakan kecap itu di meja.

"Hati hati! Jangan pulang lebih dari jam 9 malam!" Sahut ummaku mengijinkan.

"Arraseo!" Aku berjalan menutup pintu.

.

"kita mau kemana?" Tanyaku sambil terus berjalan pelan. Aku menggosok gosokkan kedua tangaku. Cuaca malam ini sangat dingin karena sebentar lagi musim dingin.

"Bagaimana kalau ke taman saja, aku hanya mau cari udara kok." Sahutnya pelan lalu menggandeng tanganku berjalan ke taman

"Apa kau mau sesuatu yang hangat? Kau terlihat kedinginan?" Tanyanya lagi sambil membawaku duduk di kursi taman.

"Ani… kurasa cuacanya saja yang kurang bagus." Ujarku. Tapi aku memang kedinginan dan terus meniup niup tanganku juga menggosok gosokannya.

"Kau mau lolipop coklat? Akan ku belikan." Ujarnya tiba tiba ketika melihat seorang penjaja makanan membawa lolipop coklat putih. Persis seperti kesukaanku. Hankyung oppa tersenyum lalu berjalan membeli lolipop itu serta membeli sesuatu yang lain.

"Ini…" Ujarnya setelah kembali sambil menyerahkan lolipop dan segelas coklat hangat.

"Kamsa.." Sahutku singkat sambil menerima keduanya. Aku meminum coklat hangat itu dan yahh… ini terasa lebih baik.

"Hmm. Ada banyak bintang ya…" Ujar Hankyung oppa sambil memandangi langit

"Ne…" Ujarku sembari meletakan gelas coklat panas itu di sebelahku

"Bagaimana kalau kita menghitung bintang daripada nggak ada kerjaan?" Hankyung oppa memandangku. "Kita lomba!" Ujarnya lagi

"Oppa menantangku? Ayo!" Ujarku menjadi semangat

"satu.. dua.. tiga.." Kudengar dia mulai menghitung. Aku tak mau kalah dan juga menghitung hingga suara kami berdua menjadi bersahut sahutan

"Hatchii!" Aku tiba tiba bersin dan itu mengacaukan hitungan kami berdua. Hankyung yang terkejut berhenti menghintung dan menertawakanku

"Kau ini…" Ujarnya disela sela tawanya

"Yak! Oppa… aku kedinginan… " ujarku sambil menggosok gosok hidungku yang masih terasa gatal dan juga memukul bahunya pelan.

"Baiklah…" Hankyung oppa menyelesaikan tawanya. "Kita pulang?" Tanyanya memandangku

"ani.. aku bosan di rumah…benar benar pilihan yang sulit… dirumah bosan dan diluar dingin." Keluhku dan kembali menggosok gosokkan kedua tanganku. Itulah tipeku, sekali keluar rumah aku susah untuk disuruh pulang tapi jika didalam rumah aku sangat malas untuk keluar.

"Bagaimana kalau begini?" Tiba tiba Hankyung oppa mendekat. Kedua tangannya melingkar pada punggungku. Dan dia memelukku.

DEG! Kurasakan jantungku melonjak terkejut. Memang, kami pernah berpelukan. Tapi, rasanya seperti ada yang salah. Perasaanku jadi kacau dan tegang. Aku tak tahu apa yang kurasakan sekarang, tapi, aku menyukai pelukannya. Ini… Hangat

"Bagaimana? Hangat?" Ujarnya tanpa melepaskan pelukan kami

"N…Ne.." Jawabku dengan suara yang kacau. Oh my! Apa yang salah padaku? Apa perasaanku ini!

"Bilanglah jika kau telah merasa hangat." Ujarnya lagi

Aku membiarkan pelukan kami berlangsung cukup lama. Aku merasa nyaman. Dan mungkin, aku tak mau melepaskan pelukan ini

"Chulie-ah! Ini sudah hampir jam 9… Kau sebaiknya pulang." Hankyung oppa melepaskan pekukannya dari tubuhku dan masih tersisa rasa hangat dalam tubuhku

"Ne.." Ujarku singkat.

"Ayo…" Hankyung oppa kembali menggandeng tanganku. Kusadari lagi tangannya hangat. Padahal sebelumnya dia juga menggandengku. Namun, ini terasa berbeda.

"Aku pulang dulu ya!" Ujarnya ketika kami sudah sampai di pintu rumahku. Dia mengusap kepalaku pelan seperti yang biasa dilakukannya. Aku menyukai usapan lembutnya.

"Ne.. Annyeong…" Ujarku tersenyum singkat lalu melihatnya hingga hilang dari pandanganku, barulah aku masuk ke dalam rumah.

"Dari mana saja kau noona?" Tanya saengku tanpa memandangku namun memandang pspnya

"Hanya dari taman wae… Hatchii!" Aku bersin bersin lagi. Kurasa ini tanda tanda flu.

"Ani.. kau tak membawa oleh oleh?" Tanyanya singkat.

"Tidaklah… pikiranmu hanya oleh oleh saja memang noona mu ini toko souvenir? Yasudah aku masuk kamar dulu aku kedinginan." Ujarku meninggalkannya.

.

.

[paginya]

"Chulie-ah… kenapa kau jadi flu seperti ini?" Umma memberikan beberapa lembar tissue padaku

"Molla umma, mungkin karena cuaca kemarin sangat dingin, atau apa…" Jawabku dengan suara serak.

"Umma rasa kau perlu istirahat hari ini, chulie… kau tidak ada test kan?" Tanya ummaku lembut sambil menggenggam dan menggosok gosok tanganku yang beku

"Ani umma… Nae Gwaechana.. Hatchii!" Yah… mungkin aku tidak bisa dibilang baik baik saja.

"Kau bersikeras?" Ummaku menatap lembut dan menaikkan kedua alisnya

"Nae Gwaechana umma… Jeongmal Gwaechana… Hatchii!" Ujarku dengan suara parau akibat bersin bersin

"Araseo.. kalau kau benar benar ingin ke sekolah." Ummaku mengangguk mengerti dan menyetujuiku ke sekolah.

"Ahh… Nanti mungkin sopir tak bisa menjemput. Umma ada urusan sedikit dengan para istri rekan kerja appamu. " Umma yang telah berjalan sampai ke pintu berbalik lagi

"Lalu?" Tanyaku bingung. Jelaslah, aku nanti pulang dengan siapa?

"Hankyung bersedia menjemputmu." Ummaku keluar kamar sambil tersenyum.

Tak kusadari senyum mengembang diwajahku. Aku segera bangkit dan bersiap siap.

.

.

"Chulie-ah! Kau sepertinya benar benar flu yah.?" Leeteuk memperhatikanku yang sedang sibuk dengan berlembar lembar tissue.

"Hatchii! Aniya… aku akan cepat sembuh dari bersin bersin ini…." Aku kembali menutupi hidungku dengan lembaran tissue

"Yak! Chul! Lihat! Itu Hankyungmu disana! " LeeTeuk berteriak kaget sembari menunjukan jarinya ke arah namja yang sedang di berondong yeoja yeoja.

"Mworago? Hishh! Apa maunya yeoja yeoja itu!" Ujarku sambil berjalan cepat dengan geram menuju ke arah Hankyung.

"Chulie! Kurasa ada sesuatu…" perkataan LeeTeuk membuatku menghentikan langkah

"Wae?" Tanyaku sambil memandangnya bingung

"Kau cemburu?" Tanyanya dengan dahi berkerut

"hhh…. Ani… Hankyung itu kan… temanku." Kataku singkat sambil tersenyum sinis

"Apa kau tidak mau menjadikan namja tampan itu sebagai 'lebih dari teman' ?" Ujar LeeTeuk dengan nada menggoda. Aku mendengus pelan dan meninggalkannya berjalan menuju HanKyung.

"Oppa!" Teriakku pada Hankyung yang sedang di tengah kerumunan yeoja yeoja itu.

"Chullie-ah! " Sahutnya sambil melambai dan mengisyaratkan aku untuk mengikutinya menuju ke mobilnya. Tumben sekali dia pake mobil? Aku mengikutinya menyeruak kerumunan itu dan masuk ke dalam mobilnya

"Oppa! Kapan kapan kesini lagi ya!"

"Annyeong oppa!"

"Kau keren oppa!"

Suara sahut sahutan yeoja yeoja aneh itu membuat telingaku risih. Sebaliknya namja di sebelahku, yang sedang duduk di kemudi mobil ini hanya menundukkan kepala dan tersenyum. Cih! Basi! Ini menyebalkan.

Sepanjang perjalanan pulang tidak ada pembicaraan diantara kami hingga aku mulai bersin lagi.

"Hatchhii!" Aku kembali mengeluarkan lembaran tissue dari tasku

"Kau flu? Wae?" Ujarnya memandangku sebentar lalu fokus lagi pada mobil

"Ani. Gwaechana." Jawabku cuek

"kenapa kau jadi ketus?" Tanyanya dengan wajah penasaran

"Tanya saja pada diri sendiri." Aku menjawab dengan nada yang kasar. Tentu. Seharusnya dia bisa menyadari perbuatannya. Dasar!

"Kok marah?" Ujarnya tambah bingung. Aku diam tak menjawab. Biarkan dia bingung sendiri

"jangan marah Chulie-ah! Aku menyukaimu ketika kau ceria!" Ujarnya sambil menampilkan senyum manis di wajahnya.

"Aku tak akan marah jika kau tak melayani yeoja yeoja itu. Hih! Aku benar benar risih dengan mereka yang setiap hari mendatangi ku menanyakan tentangmu." Ujarku kesal.

"sepertinya aku terkenal sekali! Haha! Kau harusnya bangga memiliki sahabat sepertiku!" Ujarnya bangga sambil menepuk pundakku dan tentu saja kutepis.

"Kenapa kau jadi bangga?" Ujarku sinis "Jangan jangan kau menggunakan mobil ini untuk menjemputku karena ingin menunjukan pada yeoja yeoja itu?"

"Ani… Aku kan tahu kau komplikasi batuk pilek! Jadi yah kupakai mobil ini." Ujarnya datar dan santai

"komplikasi apaan! Hatchii! Kau mau menyumpahiku macam macam ya" Ujarku mengancam.

"jangan marah Cinderella… Tapi kenapa kau marah? Kau cemburu?" Ujarnya lalu terkekeh. Sial! Aku tak bisa menjawab apa apa. Jantungku menjadi berdegup kencang dan wajahku pasti memerah

"A…Ani.." Jawabku tergagap

"Kenapa kau gugup?" Ujarnya meledek

"Ashh! Sudahlah oppa… aku tak mau bercanda! " Ujarku dengan nada ketus berusaha menepis perkataannya.

.

"Nah princess kau boleh turun." Ujarnya merayu membukakan pintu ketika aku telah melihat bangunan rumahku.

"kamsa." Ujarku perlahan. Jujur aku masih kesal tentang kejadian di sekolah tadi. Dia mengumbar senyumnya di depan yeoja yeoja itu dan meladeni mereka. Huh!

"Kau masih marah?" Tanyanya menahan tanganku yang hendak masuk rumah

"Ani" Jawabku singkat berusaha melepaskan tangannya dari tangannku

"Aku tak akan melepaskanmu sebelum kau tersenyum." Ujarnya membuat aku memandangnya. Dia sedang tersenyum begitu manis. Entah kenapa dia memiliki senyum yang menular hingga aku bisa mengembangkan senyumku dihadapannya.

"Bagus! Kau tak marah kan?" Ujarnya membelai kepalaku. Aku menggeleng pelan

"oppa.. Kenapa rambutmu… banyak sekali yang rontok?" Ujar ku sambil mengelus cepat pundak Hankyung oppa yang penuh dengan rambut rontok.

"Ahh.. Mungkin aku kurang cocok dengan shampoo nya.." Ujarnya ikut membersihkan pundaknya

"Cepat ganti shampoo.. kau tak mau botak kan?" Ujraku meledek sambil tersenyum nakal.

.

"Chulie-ah! Aku bosan! Bisakah kau menemaniku ngobrol untuk beberapa saat" Suara LeeTeuk terdengar setelah aku menekan tombol answer

"Ne… Kita mau ngobrol tentang apa emangnya?" Ujarku cepat

"Apa kau memikirkan tentang ucapanku tadi?"

"Ucapanmu? Yang mana?"

"Hah! Kau ini benar benar tidak menganggapku tadi!"

"Mian mian.. memang kau bilang apa?"

"Apa kau mau menjadikan Hankyung itu lebih dari teman?"

"Mworago? Apa yang kau bicarakan Teukie?"

"hhh… Ya.. Kau telah berteman dengannya begitu lama kan? Nah, apa tak ada rasa begitu?"

"Rasa? Rasa bagaimana maksutmu?"

"Kau ini bodoh atau pura pura bodoh?"

"Jangan menyebutku bodoh jika kau tak mau mati muda."

"Ampuunn! Hahaha.. baiklah … maksutku.. ya seperti rasaa…. Sayang?"

"Aku memang menyayanginya sejak dulu."

"Mworago? Ah! Kau pasti salah tangkap dengan maksutku."

"Lalu?"

"Baik… aku menyebutnya rasa cinta… sekarang kau mengerti?"

DEG! Cinta? Apa… aku merasakannya? Aku memang sayang padanya. Tapi apakah aku sampai pada tahap mencintainya?

"Chulie?"

"Mwo? Ehm.. bagaimana kau bisa menyimpulkan begitu?"

"Hahaha.. aku ini juga temanmu Chullie.. aku tahu bagaimana raut wajahmu saat bertemu dengannya. Meski kau bilang dia teman baik. Aku tau kau lebih menyayanginya sebagai lebih dari teman. Iya kan?"

"Teukie-ah… apa aku terlihat seperti itu? Jinjja?"

"Mungkin tak banyak orang melihatmu seperti itu. Chakambat. Itu berarti aku benar kan?"

"molla… "

"Jika itu benar… bergegaslah sebelum kesempatan hilang!"

"Apa yang kulakukan?"

"Katakan padanya yang sebenarnya."

Mwo? Katakan padanya? Bagaimana? Aish…

"Teukie ah kau membuatku bingung!"

"Aku tahu kau mencintainya. Jadi… kau benar benar dekat dengannya. Aku yakin dia pasti akan begitu juga. Dia juga mencintaimu kurasa."

"Yak.. sekarang dari mana kau tahu dia mencintaiku?"

"Aku yang hanya melihat bisa menyadarinya mengapa kau yang merasakan tak menyadarinya?"

"Tapi, jika itu benar… kenapa dia tak mau mengatakannya padaku?"

"kurasa ada sesuatu yang membuatnya tak mau mengatakan kepadamu. Mungkin… dia takut kau tak menerimanya?"

"Itu konyol. Darimana pikiran seperti itu?"

"Sudah.. jika tak ada dari kalian yang mau bertindak bagaimana kalian bisa bersatu?"

"Maksutmu bersatu? Hah.. Teukie.. aku tak memikirkan sejauh itu."

"Ya.. karena kau hanya menyimpannya di hati dan merasa cemburu ketika yeoja yeoja mengerubutinya kan?"

"Kau tahu semuanya?"

"Aku paranormal!"

"jangan bercanda teukie ah.. lalu.. to the point… kau mau aku bagaimana?"

"Mengatakan pada Hankyung oppa perasaanmu yang sebenarnya, Aku yakin tak ada buruknya. Aku hanya tak mau kau cemburu saja….. Chakambat! Ada yang memanggil… Aku menutup telepon.. Dadahh!"

Tut… tut… tut…

Apa yang dikatakan Teukie ada benarnya? Mengatakannya sebelum terlambat? Tapi bagaimana aku bisa? Tidak biasa yeoja menembak namja…


Lanjut? Review nya yah!

Ini sih baru pembukaan mungkin kurang seru…

Kamsahamnida ^^