Bitter Winter
Pair :: Han Chul
Rate :: T
Warning :: Genderswitch!
"Apa aku benar benar harus mengatakannya?" Heechul memikirkan perkataan LeeTeuk.
BUGH! Ia menjatuhkan badannya di kasur empuk. Bagaimana kalau… Hankyung tidak mencintainya? Apa aku harus menghubunginya? Banyak pertanyaan yang melintas di benaknya saat ini.
Nada dering ponsel Heechul membuyarkan semua lamunannya. Tertera nama Hankyung di ponselnya. Entah apa yang terjadi jantungnya berdegup keras saat menekan tombol answer pada ponselnya
"Annyeong Heechul!" sapa orang disebrang sana
"Ne.. annyeong.. wae?" Ujar Heechul. Jantungnya masih berdetak keras.
"Gwaechana? Kenapa suaramu terlihat gemetar?"
"A… Aniyo.. Nae Gwaechana."
"Baguslah."
"Kenapa oppa menelepon?"
"Kau bisa keluar sebentar? Aku butuh teman. Aku suntuk."
"Hmm"
"Bisa tidak?"
"Ne… "
"Kutunggu di depan rumahmu."
"Ne.. aku akan bersiap siap. Annyeong."
"Ok."
Apakah ini namanya keberuntungan? Ketika dia sedang memikirkannya dan orang yang dipikirkannya menelepon untuk mengajak keluar? Entahlah.
Seulas senyum tersungging di bibir Heechul. Namun dalam matanya terlihat dia sedang memikirkan sesuatu. Dia menggeleng pelan lalu melangkahkan kakinya keluar.
.
"Noona! Hankyung Hyung menunggumu!" Ujar Kyuhyun setelah membukakan pintu rumah
"Ne! Umma Appa aku pergi dulu!" Heechul berlari menuruni tangga dan melihat sekilas kedua orang tuanya yang sibuk dengan urusan masing masing
"Ne! Kau tak boleh pulang malam malam, ingat!" Yeoja yang sibuk membaca majalah menatap HeeChul sekilas "Kau mengingatnya juga, Hankyung." Ujar umma Heechul sambil menatap dan tersenyum pada Hankyung.
"Ne Ajuhmma." Ujar Hankyung sembari menganggukan kepala.
"Kau? Bawa mobil?" Heechul terlihat terkejut melihat mobil Hankyung terpakir didepan rumahnya
"Ne… Kenapa kau kaget begitu?" Ujar hankyung sambil tersenyum
"Jarak rumah kita dekat, dan kau haya mngajakku keluar sekitar sini kan?" Heechul memasang wajah bingung memandang Hankyung.
"Masuklah." Ujar Hankyung lembut sambil mempersilahkan HeeChul masuk. Heechul hanya menurut dan masuk ke kursi sebelah kemudi
"Apa sekarang?" Tanya Heechul lagi.
"Itu." Jari Hankyung menunjukan pada kotak kecil yang terletak di depan Heechul.
"Apa?" Heechul kebingungan dan mengambil kotak kecil yang dihiasi pita pita dengan perlahan
"Bukalah. Untukmu." Ujar Hankyung tersenyum manis. Tangan Heechul membuka kotak itu secara perlahan. Dilihatnya sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati juga dengan permata kecil tersusun rapi.
"Untukku?" Heechul mengalihkan pandangannya ke Hankyung.
"Ne." Ujar Hankyung masih tetap tersenyum
"Sebagai tanda apa kau memberikan ini untuku?" Heechul masih kebingungan. Namun bisa ditebak sorot matanya penuh kebahagiaan.
"Kenapa? Kau tidak suka?" Tanya Hankyung mengubah ekspresinya
"Ani… Aku suka.." Heechul tersenyum
"Itu… Aku hanya ingin memberikan kepadamu selagi aku bisa membelikannya." Hankyung tersenyum lemah.
"Mwo? Apakah oppa akan jatuh miskin sehingga tak bisa membelikan ini lagi?" Heechul bercanda dan mengubah eksprsinya lagi
"Ani… " Hankyung tertawa kecil.
"hmm… Maukah oppa memakaikan kalung ini untukku.?" Heechul mengeluarkan kalung itu dari kotaknya dan memandang Hankyung
"tentu." Jawab Hankyung. Ia mengambil kalung itu dan mengalungkannya di leher HeeChul.
"Gomapta." Heechul tersenyum dan memandangi liontin kalung itu yang menggantung di lehernya. Hankyung tertawa kecil melihat tingkah Heechul
"Wae? Kenapa oppa tertawa?" Heechul mengalihkan pandangannya ke arah Hankyung
"Ani… Aku ingin melihatmu tersenyum terus." Perkataan Hankyung membuat Heechul semakin melebarkan senyumannya.
"Ngomong ngomong… oppa, kau mau membawa ku kemana dengan mobil?" Heechul mengganti topik pmbicaraan
"Ani… Kita akan jalan jalan sekitar sini saja." Hankyung membuka pintu mobil
"Mwo? Lalu, untuk apa kau bawa mobil?" Heechul kebingungan dengan tingkah namja didepannya ini
"Aku hanya ingin memberikan itu." Hankyung menunjuk kalung Heechul "Ayo, kita jalan saja, kurasa malam ini salju akan turun." Hankyung turun dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Heechul.
.
Mereka berjalan ke sekeliling pertokoan panjang. Membeli minuman hangat dan melihat beberapa souvenir. Dan benar kata Hankyung salju sudah turun malam ini. Butiran putih turun dari langit membuat semuanya lebih indah
"Oppa! Salju turun! Persis seperti katamu!" Heechul berteriak girang sambil menangka butiran butiran salju seperti anak kecil.
"Lalu apa yang akan kita lakukan?" Hankyung hanya tersenyum memandangi Heechul yang asik sendiri.
"Hmm.. Ayo kita menikmati salju, duduk disitu." Heechul menunjukan jarinya ke arah kursi taman dan menggandeng Hankyung duduk dsitu.
"Apa kau menyukai salju?" Tanya Hankyung sembari memperhatikan Heechul yang memejam kan mata dan tersenyum menikmati salju
"Yap! Salju itu lembut dan lucu. Aku menyukai ketika salju mengenai wajahku. Rasanya dingin." Ujarnya dengan masih terpejam
Beberapa menit keheningan melanda mereka berdua. Heechul asik menikmati salju dan Hankyung memilih untuk melihat Heechul yang tersenyum dan terpejam itu. Wajahnya benar benar cantik, manis, dan menggemaskan.
"ehm.. oppa…" Heechul membuka matanya perlahan dan memandang Hankyung dan memecah keheningan.
"Ne. Wae?" Hankyung yang dari tadi melamun memandangi Heechul sedikit terkejut
"Apa… Oppa tak mau mengatakan sesuatu?" Ujar Heechul perlahan
"Maksutmu?" Hankyung menyahut dengan tatapan tak mengerti
"Tentang kalung ini. Oppa tak mau bilang sesuatu?" Heechul menunjuk kalung yang dipakainya
"sesuatu? Maksutmu?" Hankyung mendekatkan posisi duduk nya ke Heechul.
"yang… berhubungan dengan… perasaan." Wajah Heechul terlihat tidak yakin untuk mengatakan apa yang ia katakan. Dahinya berkerut dan mengangkat kedua alisnya
Hankyung sedikit tersentak. Tapi, ia mengerti apa yang dimaksut Heechul. Namun ia memilih diam.
"Oppa?" Heechul memandang Hankyung lebih dekat "Apa selama ini kau hanya menganggapku sebagai sahabat? Tidak lebih?"
Nafas Hankyung tercekat, Dia tak tahu harus bilang apa. Ia hanya memandang Heechul dan mematung.
"hmmhh… Kau tak mengerti, oppa? " Heechul mengendus pelan dengan wajah sedikit kecewa. "Apa kau memiliki rasa cinta untukku?"
Hankyung tetap diam tak bergeming.
"Oppa?" Heechul mendesak supaya Hankyung mau buka mulut "Saranghaeyo."
Satu kata dari mulut Heechul yang membuat jantung Hankyung terlompat. Kata 'saranghaeyo' benar benar diucapkan Heechul. Hankyung membeku tak bisa berkata apa apa.
"Oppa, apa kau mendengarku?" Heechul memegang tangan Hankyung pelan
"Aku… hanya menganggapmu sebagai sahabat atau adikku, chulie." Hankyung akhirnya berbicara dengan jawaban yang penuh kebohongan.
Sirat kekecewaan benar benar merubah ekspresi wajah Heechul. "Mianhae… Kupikir, kita mempunyai perasaan yang sama." Heechul memaksakan senyumnya dengan lemah. Hatinya sekarang retak. Tapi, siapa yang salah? Heechul tak dapat memaksa Hankyung untuk mencintainya kan? Takdirlah yang membuat cinta Heechul bertepuk sebelah tangan.
"Chulie, Gwaechana..?" Tanya Hankyung perlahan memandang Heechul yang kini menundukan kepalanya.
"Nae Gwaechana." Sorot mata dan senyum yang dipaksakan Heechul membuat hati Hankyung terluka. Dia tak mau yeoja yang disayanginya ini merasakan sakit hati. Tiba tiba tangannya refleks meringkuh tubuh Heechul yang lebih kecil itu kedalam pelukannya. Tentu saja Heechul terkejut.
"W..Wae oppa?" Ujar Heechul tapi tak berusaha melepaskan pelukan Hankyung.
"Kalau perkataan ku tadi membuatmu sakit hati, aku akan mencabutnya. " Kata Hankyung mempererat pelukannya "Aku ingin melihatmu terus tersenyum. Nado Saranghaeyo." Ujar Hankyung lembut. Kali ini Heechul benar benar tersenyum. Senyum tulus. Hatinya kembali seperti semula malah lebih baik.
"Seperti yang kukatakan. Aku ingin melihatmu terus tersenyum."
0o0o0o0o0o0o0o
"Teukiee!" Heechul berlari kencang saat melihat temannya duduk sambil membaca buku.
"Yak! Kau ini berteriak saperti aku nggak punya telinga aja! " LeeTeuk yang melonjak kaget dan melirik Heechul kesal
Heechul hanya senyam senyum tak mendengarkan Leeteuk
"Sekarang kenapa kau senyum senyum? Ada sesuatu yang baik?" LeeTeuk menghentikan aktivitas membaca nya dan mulai memperhatikan Heechul.
"Ne!" Jawab Heechul singkat dengan senyum lebar
"Mworago? Apa tentang omongan kita kemarin?" LeeTeuk bertanya dengan antusias dan mendekatkan diri pada Heechul
"Aku.. Menjalankan amanahmu LeeTeuk Seonsaengnim." Heechul memalingkan wajahnya menghadap ke LeeTeuk
"Amanatku? Kau… mengatakannya?" Leeteuk bertambah penasaraan dan ingin tahu
"Ne." Heechul tersenyum penuh kebanggaan
"Sudah kubilang. Kau harus mentraktirku!" tuntut LeeTeuk langsung
"Mwo? Kenapa aku harus mentraktirmu?" Ujar Heechul menolak
"Tentu saja. Aku yang notabene menyarankan itu untukmu. Jika aku tak mengatakannya apakah kau akan melakukan itu juga?" LeeTeuk memandang Heechul sambil nyengir mengejek.
"Ani.. jangan harap." Heechul pergi meninggalkan LeeTeuk sambil menjulurkan lidanya. Leeteuk hanya tertawa dan geleng geleng lalu memfokuskan diri pada bacaannya lagi.
.
"Chullie!" Aish! Suara itu! Heechul melengos memandang siapa yang berbicara. Yah! Seperti biasa eonnideul penggemar Hankyung mendekatinya
"Kudengar, Hankyung tidak masuk kuliah? Apa dia sakit?" Ujar salah satu dari mereka.
"Mwo? " Heechul menatap bingung ke arah yeojadeul itu.
"Kau tak tahu?" Ujar yang lainnya.
Heechul menggeleng pelan "Setahuku kemarin dia baik baik saja." Ujarnya datar
"Katanya dia belum terlihat." Ujar yang lain. Mereka semua memasang tampang kawatir.
"Bisakah kau check keadaannya?" Tanya yang lain. Yah! Tentu saja! Tanpa disuruh pun Heechul pasti melakukan itu. Raut wajah Heechul menjadi cemas. Iyakah Hankyung sakit? Kenapa tiba tiba? Kemarin dia sehat bukan? Banyak pertanyaan di benak Heechul yang muncul.
Sepanjang pelajaran Heechul tak bisa fokus kepada pelajarannya. Dia orang yang kawatiran. Entah dia sebenarnya juga tak begitu mempercayai para yeoja itu, tapi rasanya ada yang mengganjal sepertinya ada sesuatu yang terjadi.
.
"Chulie…" LeeTeuk memanggil Heechul yang tengah melamun. Mereka berdua tengah menunggu jemputan
"Chulie.." Panggil LeeTeuk lagi. Dia tahu pasti ada yang tak beres dengan Heechul
"Wae? Ada yang salah?" LeeTeuk menyenggol Heechul pelan membuyarkan lamunannya.
"Ani." Jawab Heechul pelan dan lemah
"Katakan." Desak LeeTeuk
"Hufth.. yeoja yeoja tadi berkata kalo Hankyung oppa belum terlihat hari ini dan katanya dia sakit." Ujar Heechul mendengus pelan. Dari sorot matanya terlihat kekawatiran.
"Kau yakin? Tapi bagaimana yeoja yeoja itu tahu sedangkan kau tak tahu?" LeeTeuk berusaha memastikan.
"Entah. Mereka kan stalker. Perasaanku tak enak saja." Heechul menyangga dagunya dengan kedua tangannya
"Ya sudah… Kau check saja keadaannya nanti." LeeTeuk menyarankan sambil menepuk nepuk pundak Heechul.
"Yak! Teukie jemputanku sudah datang. Annyeonghaseyo." Heechul bangkit melihat mobilnya datang. dia melambai sambil memaksakan seulas senyum. LeeTeuk membalas senyuman nya
.
"Ehm… bisakah kita mengambil jalan melewati kampus Hankyung?" Ujar Heechul pada sopirnya.
"Ne" Sopir itu hanya menurut dan mengangguk pelan.
Heechul mengeluarkan ponselnya dan menelepon Hankyung. Namun tak ada jawaban dari seberang. Ponselnya mati. Selalu masuk ke mailbox. Heechul mengirimkan pesan singkat ke nomor Hankyung tapi tidak bisa terkirim. Ini aneh. Heechul semakin gelisah memikirkan Hankyung.
Beberapa menit kemudian, Heechul sampai di kampus Hankyung. Dia berjalan turun dari mobil.
"oh! Heechul-ssi!" Panggil seorang namja yang dikenalnya. Ia berlari menuju HeeChul. Heechul hanya tersenyum dan melambai pelan
"Kenapa kau kesini?" Tanya namja itu lagi.
"Siwon-ssi apakah Hankyung ke kampus hari ini?" Tanya Heechul tanpa basa basi. Kepalanya melengok kesana kemari mencari sosok Hankyung
"Ani. Dia belum terlihat. Wae?" Siwon menjadi ikut celingukan
"Gwaechana. Ne. Kamsahamnida. Aku harus pulang." Heechul mengeskpresikan wajah kecewa. Dia hanya mengangguk pelan lalu meninggalkan Siwon. Siwon tentu kebingungan melihat itu.
"Kita ke rumah Hankyung sebentar ya." Ujar Heechul lemah kepada sopirnya
Tidak biasa. Hankyung tak pernah bolos kuliah kan? Kenapa dia tiba tiba menghilang?
Aku hanya ingin memberikan kepadamu selagi aku bisa membelikannya
Kata kata Hankyung waktu itu terlintas di benak HeeChul dan menambah kekawatirannya. Apa arti dari kata kata itu?
Setelah sampai dirumah Hankyung, Heechul memandangi sebentar rumah sederhana itu yang dotempati Hankyung sendiri karena orang tuanya tak berada di Seoul. Heechul melangkah mendekati pintu rumah itu
Tok! Tok! Tok! "Annyeonghasyo?" Ujar Heechul. Ia mengetuk pintu itu beberapa kali namun tak ada jawaban. Akhirnya, Heechul memutuskan untuk masuk ke rumah itu. Ia pernah sekali datang ke rumah itu bersama orang tuanya, ketika orang tua Hankyung juga datang. Saat itu mereka bertemu pertama kali untuk merayakan kelulusan Hankyung dan Hankyung mengundang HeeChul. Dari situ kedua orang tua mereka bisa menjadi akrab
"Oppa?" Heechul melengok ke dalam rumah mencari sosok Hankyung. Heechul melangkahkan kakinya ke depan pintu kamar Hankyung dan perlahan membukanya. Dilihat tak ada seorang pun disana.
"Oppa?" Teriakan Heechul semakin keras dan matanya berkaca kaca. Dilihatnya lemari pakaian Hankyung terbuka dan hanya ada sedikit tumpukan pakaian disitu. Hankyung pergi membawa pakaiannya? Kemana dia?
Chapter 2 selesai
Ngganjel ya?
Yang penasaran… Mau lanjut… Reviews! ^^
Kamsahamnida yang udah reviews dan yang baca juga di chapter sebelumnya *deep bow*
