Bitter Winter
Pair :: Han Chul
Rate :: T
Warning :: Genderswitch!
"Nuna ah!" Kyuhyun meletakan pspnya dan berjalan cepat menghampiri Heechul. Heechul berjalan terus berjalan dengan lemas. Dia tak bisa mendengar apapun dan mengabaikan semua orang di sisinya. Hanya sakit hatinya yang begitu dalam yang bisa ia rasakan.
"Nuna!" Kyuhyun memegang pundak Heechul yang masih bergetar. Kyuhyun melihat wajah Nuna nya. Sedih dan penuh air mata. Heechul berhenti berjalan namun tidak menjawab ataupun melihat Kyuhyun.
"Nuna… Apa yang terjadi.." Kyu menggoncang Heechul pelan. Yeoja itu tetap diam. Air matanya masih menetes.
"Hankyung hyung… dia.. menyakitimu?" Tanya Kyu pelan. Heechul menoleh perlahan lahan memandang Kyu. Tangannya menghapus air mata yang tersisa di wajahnya. Dia menggigit bibir bawahnya berusaha menahan air matanya agar tidak keluar lagi.
"Nae… Gwaechana.." Ujar Heechul lemah sambil memaksakan senyumnya. Kakinya akan melangkah lagi namun Kyuhyun menahannya
"Apa yang Nuna bilang baik? Kau seperti mayat yang berjalan. Apa yang terjadi?" Kyuhyun menyadarkan Nunanya dengan nada yang sedikit keras. Pelupuk mata Heechul kembali terisi oleh air mata. Namun air mata itu tidak menetes. Heechul mati matian menghentikan tangisnya.
"Nuna… Jeongmal… Gwaechana.." Ujar Heechul lagi meyakinkan saengnya bahwa tidak ada masalah yang perlu dipikirkan. Yah, tentu saja tak perlu dipikirkan keluarganya. Cukup dirinya sendiri.
"apa yang dilakukan Hankyung Hyung kepadamu?" Kyuhyun masih tetap memaksa Heechul untuk berbicara lebih banyak.
"Aku.. Ingin sendiri Kyu… tolong mengerti…" Ujar Heechul perlahan melepaskan genggaman Kyu dipundaknya.
"Tapi.. Nuna.." Kyuhyun mengelak.
"Aku ingin sendiri." Heechul memasang seulas senyum paksaan dari bibirnya dan berjalan masuk ke kamarnya.
Heechul mendudukan dirinya di tepi kasur. Entah apa yang akan ia lakukan sekarang. Kata kata Hankyung tadi masih terngiang ngiang di telinganya. Seakan menjadi gangguan yang mendalam. Heechul tak habis pikir apa yang dilakukan Hankyung dan apa maksutnya. Dibukanya genggaman tangannya yang masih menggenggam sesuatu. Sesuatu yang membuatnya tersenyum dulu. Tapi membuatnya menangis sekarang. Kalung itu. Entah apa yang harus dia lakukan dengan kalung itu. Hatinya begitu sakit melihat kalung itu karena ia harus mengingat namja yang membuatnya hancur. Tapi kenapa dia juga tidak bisa membuang nya. Air matanya mulai mengalir lagi. Menetes pada benda yang benar benar disayangi atau dibencinya itu. Badannya terebah ke kasur. Matanya lelah untuk menangis. Namun air mata tu tetap mengalir. Heechul memejamkan matanya berupaya menghentikan segala tangisnya, melupakan segala sakitnya, melupakan namja itu…
0o0o0o0o0o0o
"Kau bodoh!" Hankyung mengutuki dirinya sendiri. Kepala nya pening. Tubuhnya kaku. Matanya sembab. Dan hatinya terluka. Entah apa yang dia pikirkan hingga melontarkan kata kata seperti itu pada yeoja yang benar benar disayanginya. "Kau bukan namja, Hankyung" Umpatnya membenamkan wajahnya pada kedua tangannya. Senyum yeoja itu pudar karena kata katanya. Bodohnya kenapa dia beralasan memiliki yeoja lain? Kata kata itu tiba tiba meluncur dari mulutnya tanpa kendali. Air matanya mengalir tanpa henti. Kali ini saja dia ingin meluapkan rasa sakitnya. Rasa sakit yang dibuatnya sendiri. Dia membiarkan dirinya menangis hebat. Apa kata orang jika namja menangis seperti ini? Ia tak peduli. Jika memang menangis solusi untuk itu ia akan melakukannya. Bagaimana perasaan Heechul saat ini? Dia tahu. Heechul pasti hancur. Tapi ia harus melakukannya. Ia harus membuat Heechul melupakannya dari sekarang. Dia tak bisa menemani Heechul terus. Dia tahu saatnya nanti, Kapan, dia akan pergi. Pemikirannya membuat tangisnya agak reda. Ia sedang berusaha menegarkan diri sendiri. Ia merebahkan tubuhnya yang sudah sangat lelah ke kasurnya.
Ia melirik sebentar ke arah ponselnya. Wallpaper itu. Terlihat dirinya sedang bersama Heechul. Mereka berdua mengenakan jaket bulu tebal. Heechul membentuk "v" sign pada kedua tangannya. Hankyung merangkulnya dari belakang. Mereka berdua tersenyum lebar. Tampak sangat bahagia. Hankyung ingat betul, foto iu mereka ambil saat bermain ice skating. Tak disadari air mata Hankyung menetes pada layar ponselnya. Dia menggenggam ponsel itu kuat dan memeluknya. Dalam.
Mianhae Heechul ah.. Jeongmal Mianhae… Nae… Jeongmal.. Saranghae…
In this dream that I've gotten used to
Carefully, carefully, I'll prepare for separation
I can't even change your heart in my dream
When will I be able to forget you
When I open my eyes, it's already thursdays and again, tuesday
Now even time is passing quickly
When I want to keep you in a little bit more
No matter how much I turn back the memory of that day
That place, I cannot avoid
In front of your house
I turn around I turn around
Slowly slowly the approached moment of separation
Slowly slowly your futher distanced heart
I will slowly slowly start to believe it
Adante – Super Junior
0o0o0o0o0o
Sudah 2 bulan sejak kejadian itu. Hankyung dan Heechul tak pernah saling kontak. Mereka tak pernah bertemu. Mungkin mereka hanya berusaha mencuri pandang satu sama lain. Seperti saat jam masuk sekolah, Hankyung bisa melihat Heechul keluar dari rumahnya dan beranjak ke sekolah. Atau saat sore hari jam Hankyung pulang kuliah, Heechul bisa melihat sepeda motor atau mobil Hankyung melintas sesaat di depan rumahnya. Perasaan mereka berdua tak bisa berubah. Seperti ada mantra pengait diantara mereka berdua. Meskipun begitu, mereka tak saling tahu bahwa satu sama lain masih saling mencintai.
Heechul sudah dapat menjalani aktivitas seperti biasanya. Dia kembali ceria dan tersenyum. Namun pikirannya tak bisa lepas dari Hankyung. Ketika namja itu mulai bersliweran dalam pikirannya, sebisa mungkin Heechul mengusir pikirannya. Entah, mengapa ia tak bisa melupakan namja itu dan sampai kapan dia akan bisa melupakan namja itu. Keluarganya agak bingung kenapa dia tak pernah keluar untuk berjalan jalan, Heechul hanya mengelak banyak tugas dalam sekolah. Teman teman Heechul dan para kakak kelasnya awalnya bingung juga, kenapa dia tak terlihat bersama Hankyung. Pernah suatu kali seorang yeoja menanyakan tentang Hankyung atau hubungannya dengan Hankyung, Wajah Heechul menjadi muram dan hanya sedikit menjawab. Mereka tak tahu apa saja yang terjadi, tetapi mereka mulai menjaga jarak untuk tidak menanyakan hal hal yang berhubungan dengan Hankyung. Leeteuk yang notabene teman dekat Heechul pun tak berani menanyakan apapun. Dia tahu temannya sedang ada masalah. Dan Heechul bukan tipe orang yang terbuka.
Kondisi Hankyung semakin tidak meyakinkan. Badannya terasa semakin lemah, namun ia memaksakan diri untuk tetap masuk kuliah. Dia tidak mengikuti saran ummanya untuk pulang ke kampung halamannya bersama keluarga. Dia ingin menjalani kehidupan remajanya yang muali beranjak dewasa seperti anak anak sehat pada umumnya. Dia tak mau dibedakan dari orang lain. Salah satu lagi yang membuatnya tetap di Seoul adalah yeoja itu, kenapa rasa sayang yang berusaha diusirnya tidak kunjung hilang. Hankyung selalu memandangi Heechul ketika ia berangkat sekolah ataupun ketika ia keluar. Saat melihat Heechul dengan ceria , senyum tipis terulas dibibirnya. Mungkin sampai mati pun, ia tak bisa melupakan yeoja itu. Tapi ia hanya berharap, semoga yeoja itu telah melupakannya.
0o0o0o0o0o
"Kau... Tampak kurang sehat" Ujar Kangin sambil duduk di sebelah hankyung
"Hah? Ani.. Gwaechanayo." Ujarnya pelan.
"Kau tahu, aku sedang menunggu seseorang." Ujar Kangin bisik bisik
"Hah? Nuguseyo? Yeoja kah?" Hankyung tersenyum dengan antusias mendengarkan ucapan Kangin.
"Kau akan tahu…" Ujar kangin tersenyum nakal.
Kangin berdiri menyipitkan matanya memandang pagar pintu depan. Hankyung mengalihkan pandangannya menuju pada ponselnya yang digunakannya untuk mendengarkan lagu.
"Itu mereka!" Ujar Kangin menunjuk ke arah 2 orang yeoja yang berdiri di depan pagar. Seorang dari yeoja itu melambaikan tangan
"yang kutemui bernama LeeTeuk dia yeoja yang manis, dia berkata ingin melihatku di kampus." Kangin terkekeh geli. "Kurasa dia membawa temannya, dan kau mengenalnya."
Chakambat! LeeTeuk… bukankah itu teman Heechul? Hankyung dengan cepat berdiri dan memandang 2 yeoja itu.
"Ayo kita temui mereka." Ajak Kangin
"Ani.. Kau saja sendiri yang kesana. Bukankah tak nyaman menemui yeoja mu dengan 2 orang." Hankyung mengelak dengan terbata
"Mereka berdua Hankyung, dia tak sendirian, ayo cepat." Kangin menarik tangan Hankyung memaksa. Hankyung yang terkejut sekaligus gugup tak bisa menolak.
Dilihatnya lagi ke 2 yeoja itu, sekarang jarak mereka lebih dekat jadi Hankyung bisa melihat dengan jelas. Itu… Heechul…
0o0o0o0o0o
"Chul!" Ujar LeeTeuk riang sambil menepuk temannya yang sibuk membaca novel.
"Hn?" Ucapnya singkat tak tertarik
"Kau mau tidak menemaniku?" Ujr Leeteuk merangkul Heechul dari belakang untuk menarik perhatiannya
"Kemana?" Heechul tetap tak memandang LeeTeuk.
"Ke tempat seseorang…" Ujar LeeTeuk. Heechul tetap diam tak menanggapi
"Dia namja." Lanjut LeeTeuk melepaskan pelukannya
"Mwo?" Heechul dengan cepat merespon. "namja?"
"Ne.." Ujar Leeteuk tersenyum melihat temannya yang telah memperhatikan omongannya.
"Dimana?" Heechul menutup novelnya cepat.
"Kau akan tahu jika kau mau ikut, mau tidak?" Ujar LeeTeuk menggoda Heechul
"Ne.. boleh saja" heechul tersenyum menyetujui.
Dalam perjalanan, Heechul merasa ada yang aneh. Dia sudah hapal akan jalan ini. Tapi dia lupa apa akhir dari jalan ini. Hingga mobil LeeTeuk berhenti di sebuah kampus besar. Heechul baru ingat. Kampus ini. Tempat… Hankyung kuliah.
"Kau…. Disini…" Heechul tak yakin
"Iya. Namja itu kuliah disini." LeeTeuk membuka pintu mobilnya.
Heechul seperti memikirkan sesuatu. Ia tak kunjung bergerak untuk keluar dari mobil.
"Mau apa kau didalam terus? Ayo keluar." Ujar LeeTeuk heran
"Aku… tak usah keluar ya.." Heechul tersenyum kecut.
"Apa gunanya kau menemaniku tapi kau tak keluar dari mobil? Jebal!" Paksa LeeTeuk menarik tangan Heechul.
Heechul tak bisa mengelak karena ia sendiri yang menyetujui untuk menemani Leeteuk sampai di sini. Dengan langkah kaki berat dia keluar dari mobil. Dalam hatinya ia berharap bisa melihat Hankyung. Ah! Tidak! Dia tak mau bertemu namja itu. Entah yang mana perasaannya yang benar.
LeeTeuk melambaikan tangannya diluar pagar kepada seseorang. Heechul tak bisa melihat sosok itu dengan begitu jelas karena jaraknya jauh. Heechul dengan gelisah berdiri di samping LeeTeuk.
"Teukie-ah!" Sosok namja itu mendekat. Mereka berdua. Heechul mengamati lagi. Matanya membulat.
"Hankyung…" Gumamnya kecil. Entah kenapa badannya sekarang terasa kaku.
"Apa… yang kaulakukan?" Bisik Heechul di telinga LeeTeuk
"Apa yang kulakukan? Aku menemui temanku.. Wae?" Ujar LeeTeuk kebingungan melihat Heechu, yang begitu gugup. LeeTeuk melihat temannya yang dipanggil tadi.
"Omo.. ternyata dia teman Hankyung?" LeeTeuk membulatkan matanya. "Itu yang membuatmu tegang seperti ini?"
Heechul nampak gelisah namun tidak menjawab LeeTeuk. Dia membuang pandangannya ke arah lain.
"Teukie-ah!" Seru Kangin yang sekarang sudah tepat berada di depan LeeTeuk dan Heechul.
"Annyeonghaseyo oppadeul" LeeTeuk mengangguk pelan. "Ini temanku, Heechul." Heechul yang berusaha membuang pandangannya terpaksa memberi salam pada mereka
"Annyeong haseyo" Ujarnya pelan tanpa melihat Hankyung.
"Ne, Anyeong haseyo.. " Ujar Kangin sambil tersenyum. Hankyung hanya mengangguk kecil sembari memandangi Heechul. Ia sebenarnya berusaha untuk tidak melihat Heechul, tapi kenapa pandangan bola matanya tak bisa diarahkan ke sisi lain.
Heechul melirik Hankyung sesekali. Ia mendapati namja itu memperhatikannya. Heechul kembali membuang pandangannya ke arah lain.
"Jadi, Kangin oppa, kau teman Hankyung?" LeeTeuk memulai pembicaraan di antara mereka.
"Ne… Tapi kita baru saja bertemu saat kuliah semester ke 2." Ujar Kangin tersenyum sambil menepuk nepuk Hankyung. Hankyung hanya tersenyum tipis.
Hankyung melihat Heechul yang mulai tidak nyaman. Dia terlihat gelisah dan tidak nyaman. Hankyung pun juga merasa begitu. Dia senang melihat yeoja itu, tapi dia tidak bisa berhadapan langsung dengannya.
"Kangin-ah.. aku harus ke toilet sebentar.." Ujar Hankyung berbisik pada Kangin.
"Ok. Segera kembali ya." Kangin mengangguk pelan
"Wae? Ada apa dengannya?" LeeTeuk heran melihat Hankyung yang berjalan menjauhi mereka. Heechul mengangkat kepalanya dan memandangi Hankyung yang terus berjalan.
"Ani.. Dia mau ke toilet" Ujar Kangin.
.
Hankyung berjalan meninggalkan LeeTeuk, Heechul, dan Kangin. Entah kenapa, tapi ia tersenyum. Dia senang melihat Heechul baik baik saja. Dia senang melihat yeoja itu lagi. Tapi ia tahu jika ia terlalu lama berada di situ, itu membuat mereka tidak nyaman. Hankyung memilih melihat Heechul dari jauh. Kangin mengajak LeeTeuk dan Heechul untuk duduk. Heechul mengikuti Leeteuk dengan malu malu. Hankyung tak bisa mendengarkan perbincangan mereka. Tapi kelihatannya seru. LeeTeuk dan Kangin tertawa, sedangkan Heechul hanya tersenyum kecil.
Selanjutnya Hankyung melihat Siwon datang kearah mereka. Ia menyapa Heechul. Heechul membalas sapaannya dan Siwon ikut duduk di situ. Mereka berempat tertawa tawa. Heechul yang tadinya diam sekarang ikut tertawa. Hankyung tak tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Mereka berempat terbahak bahak. Siwon mengelus pelan kepala Heechul ketika yeoja itu sedang mengatakan sesuatu. Heechul tersenyum lebar. Senyum yang benar benar disukai Hankyung. Senyum yang sudah lama tak dilihatnya. Mungkin hatinya sekarang… retak. Dia cemburu. Tapi apa yang bisa dia lakukan? Tanpa sadar seulas senyum terbit dari wajah Hankyung. Yeoja itu, senyumnya benar benar menular.
Aku senang… melihat senyummu… meski itu untuk orang lain… bukan untukku…
It doesn't matter if I get lonely.
When I think about you,
a smile will flicker onto my face
It doesn't matter if there are hard times.
Whenever you are happy,
my heart will be filled with joy
The world that I walk through today,
even if it's not easy, if I close my eyes, I could see your face once again
The dream that continues to run around me,
has turned from my side to you
Hope is a dream that doesn't sleep – Kyuhyun
0o0o0o0o0o
"Umma… aku akan kesana," Hankyung menelepon ummanya
"Gwaechanayo? Wae? Kenapa kau mau kesini? Tumben sekali"
"Aniyo… aku telah menyelesaikan skrisiku kali ini, tinggal menunggu hasil, aku mau main kesana."
"Kondisi tubuhmu.. kau kuat?"
"Gwaechanayo… Aku sehat… Aku akan kesana besok ya… Ne naik pesawat" Ujar Hankyung tersenyum "Annyeong"
Hankyung merasa tak ada yang bisa ia lakukan di seoul. Biasanya Heechul menemaninya berkeliling kota. Namun dia sadar keadaan sekarang. Lebih baik ia bertemu umma appanya disana dan melupakan semua masalah. Kepalanya pening seketika. Akhir akhir ini kepalanya sering menjadi sangat sakit namun hilang sendiri nantinya, sehingga Hankyung menganggap remeh sakitnya. Dia berpikir hanya dengan tidur sakit kepalanya akan hilang.
.
Hankyung sudah menyiapkan 1 tas besar yang berisi pakaian yang akan dia gunakan di rumah umma appanya nanti. Hankyung berjalan keluar kepalanya mendadak terasa pening dan tubuhnya lemas. DIa berusaha berjalan dan memaksakan diri tetap berangkat. Dia menganggap remeh sakitnya.
Sepanjang penerbangan pandangannya menjadi kabur. Badannya benar benar menjadi lemas. Hankyung berusaha sekuat tenaga untuk tidak pingsan disana. Wajahnya menjadi pucat.
Tok! Tok! Tok!
"Itu pasti Hannie." Gumam seorang yeoja beranjak dari sofa dengan senyum mengembang
"Hannie… selamat datang" Ujar yeoja itu setelah membukakan pintu.
"Umma.." BRUK! Tiba tiba Hankyung terjatuh dan terkulai lemas.
"Yeobo! Yeobo! Hannie ah! Bangun!" Yeoja itu berteriak dengan suara parau sambil menangis mengguncang anaknya.
0o0o0o0o0o
"Dokter! Apa yang terjadi? Anak saya baik baik saja kan?" umma Hankyung sangat tegang. Appa Hankyung memegang kuat pundak yeoja itu supaya tidak ambruk.
"Anak anda membutuhkan donor sumsum tulang secepatnya. Kami tidak yakin apakah di sini ada donor yang cocok. Jika tidak… " Ujar dokter dengan perlahan
"Ada solusi lain" Appa Hankyung mulai bertanya
"saya rasa, penanganan di Australia akan lebih memadai, setidaknya mereka memperlambat…"
"Kita bawa dia ke Australia" Ujar Umma Hankyung cepat memotong pembicaraan dokter itu
"Yeobo, kau harus berpikir panjang." Appa Hankyung mengguncang tubuh istrinya itu.
"Ani.. itu pilihan tertepat." Ujar Umma Hankyung.
"Anda bisa melihatnya, dia sudah sadar." Ujar seorang suster yang baru saja keluar dari ruangan Hankyung.
Umma dan Appa Hankyung melangkah cepat memasuki ruangan yang dingin itu.
"Umma, ada sesuatu yang tidak bagus?" Ujar Hankyung lemah
"Hannie… kita akan membawamu ke australia.. mereka bisa menanganimu dengan lebih baik." Ujar Umma Hankyung sambil menggenggam tangan Hankyung.
"Kapan?" Ujar Hankyung terlihat pasrah.
"Secepatnya." Yeoja itu mengelus kepala anaknya yang rambutnya semakin menipis.
"Umma, aku ingin satu permintaan" Ujar Hankyung "Ijinkan aku ke Seoul sekali ini saja."
"Kau sakit Hannie, aku tak bisa membiarkanmu ke Seoul. Kau lemah." Umma Hankyung menolak permintaan anaknya.
"Sekali saja umma, aku ingin berpamitan pada seseorang." Ujar Hankyung tersenyum tipis
"Chullie?" Yeoja itu menebak nebak
"Hmm" Hankyung mengangguk pelan "Karena aku tak tahu, apakah setelah aku di Australia, aku bisa melihatnya lagi atau tidak."
Umma hankyung hanya diam memandang anaknya. Dia tahu apa yang dirasakan anak semata wayangnya ini. Sakit.
"Umma. Berjanjilah padaku untuk tidak memberitahukan apapun kepada Heechul." Ujarnya tersenyum. Namun dimatanya penuh kesedihan.
"Arra" Ujar Umma Hankyung tersenyum kembali mengelus kepala anaknya.
0o0o0o0o0o
Heechul berjalan pelan ditengah kerumunan orang banyak. Dia bosan dirumah. Dia hanya keluar berjalan di sekitar minimarket dan kios kios makanan dekat rumahnya. Dia kesepian. Entah. Bayangan Hankyung tetap tak bisa diusirnya. Dulu, dia bisa berpergian dengan namja itu. Tak seharipun ia merasa bosan atau kesepian. Sekarang? Hmmhh… Dia berharap, dia menemui seorang yang mengenalnya dan mau menemaninya.
"Heechul-ah!" Terdengar suara di telinga Heechul. Kepalanya melongok kesana kemari mencari yang bersuara.
"Heechul!" Suara panggilang terdengar lagi. Bola mata Heechul berhenti menatap sosok namja yang agak jauh. Namja yang ia kenal.
"Hankyung-ssi.." Dia mengusap matanya. Namja itu berjalan mendekat. Ini bukan mimpi? Hankyung yang memanggilnya? Mau apa dia?
Stop!
Nah chapternya dipotong disini ^^
Reviews ya kalo mau tau lanjutnya
Dikit lagi selesai ini :D
Kamsahamnida #bow
