Bitter Winter
Pair :: Han Chul
Rate :: T
Warning :: Genderswitch!
Don't leave, please don't leave me
Why are you keep on pretending to go somewhere?
Don't do it, don't say it
Don't say a word that's not in your mind
Forget it, empty your mind
Your mind is wavering. It's risky
And I'm hanging in your mind like a love spider
I can put a puzzle together again
While (your mind) broke into pieces
A-Cha – Super junior
.
"Heechulie…" Mrs Tan mendekati Heechul yang masih terdiam di sofa. Mrs. Kim dan Heechul akan pulang ke korea hari ini. Mereka pulang cepat karena pihak keluarga Hankyung memutuskan membawa Hankyung kembali ke korea.
Heechul tidak menjawab. Kepalanya tertunduk dan terlihat lesu. Mrs Tan berjalan dan duduk di dekatnya
"Chulie… ada yang disampaikan Hankyung untukmu…" Perkataan Mrs Tan membuat Heechul mengangkat kepalanya namun tetap menutup mulut
"Ini…" Mrs Tan mengulurkan tangannya dan terlihat sebuah kotak berwarna pink dengan pita.
Heechul memandang kotak itu dan Mrs Tan bergantian dengan tatapan bingung
"Hankyung memintaku untuk menyerahkannya kepadamu." Ujar Mrs Tan sembari tersenyum lemah.
"Kenapa baru sekarang?" Heechul akhirnya membuka mulut dan menerima kotak itu. "Kenapa dia tidak menyerahkannya sendiri kemarin kemarin?"
"Hankyung memang berpesan kepadaku untuk menyerahkan kepadamu… jika dia sudah pergi…" Mrs Tan menjawab sedikit terendat sendat. Heechul memandang sayu ke arah kotak itu dan penasaran apakah isinya.
"Kuharap kau melihat isinya." Mrs Tan berkata singkat dan membelai kepala Heechul.
"Chulie… Kita harus segera ke bandara. " Mrs Kim keluar dari kamar membawa sebuah tas besar.
"Ne… Annyeonghaseyo ajuhmma… ajuhssi.. Kamsahamnida" heechul berdiri dengan lemah dan membungkuk pada Mrs dan Mr Tan.
0o0o0o0o
"Nuna, Umma kalian sudah pulang?" Kyuhyun berjalan mendekati Nunanya yang terlihat begitu lemas dan berjalan dibantu oleh ummanya.
"Mereka memutuskan membawanya ke korea… jadi kami tak lama disana…" Ujar Mrs Kim pada putranya sembari mendudukan putrinya di sofa.
Heechul terlihat lemah. Seperti yang pernah dilihat Kyuhyun waktu dia pulang dari pergi bersama Hankyung waktu itu, seperti mayat berjalan. Namun kali ini lebih parah.
"Umma akan masuk ke kamar sebentar.. Kyu.. antar nunamu ke kamarnya nanti…" Ujar Mrs Kim meninggalkan kakak beradik itu.
"Ne.." Kyuhyun mengangguk. Dia melihat ummanya hingga tidak terlihat lagi lalu Kyuhyun mendekatkan diri pada nunanya.
"Nuna… Gwaechana…" Ujar Kyu lemah
Heechul mengangguk kecil mengiyakan tanpa berbicara apapun.
"Nuna sebaiknya kau ke kamar." Ujar Kyu mengandeng tangan Nunanya
Heechul mengangguk pelan lagi.
KyuHyun membuka pintu kamar Heechul dan mempersilahkan nunanya masuk. "Apa nuna butuh ditemani?" Ujar Kyu perhatian.
"Aniya… Kamsa Kyu…" Heechul tersenyum lemah lalu menutup pintu kamarnya.
Heechul kini sendirian. Dia duduk di tepi kasurnya memandangi kotak pink yang diberikan oleh Mrs Tan kepadanya. Tangannya perlahan membuka pita yang menjadi pengikat dan hiasan kotak itu. Dibukanya perlahan kotak itu. Terlihat sebuah DVD dan kertas kecil.
"Kuharap suatu hari kau dapat melihatnya. From : Hankyung ^^"
Ini tulisan Hankyung? Heechul mengambil kertas itu dan mengelusnya pelan. Dia mengambil DVD itu dan menatap pada televisi yang ada di kamarnya.
Heechul menarik nafas dalam dalam dan berjalan menuju DVD player. Ia pertama ragu untuk memutar DVD itu namun akhirnya dimasukan juga DVD itu dalam DVD player.
Sekerjap cahaya muncul di layar tv saat Heechul menekan tombol on. Dia kembali duduk di pinggir kasur nya. Jantungnya berdetak kencang menunggu apa yang akan keluar dari layar tv tersebut.
Dentingan piano mengalun lembut terdengar. Layar hitam itu perlahan menampakan gambar.
DEG! Jantung Heechul serasa berhenti melihat sosok Hankyung yang duduk menekan tuts tuts grand piano putih itu.
"Manhi mangseolyeotjyo geudaeman boneun nal Idaero saranghalsun eobnayo"
Suara lembut mulai keluar dari bibir Hankyung. Dia terlihat menyanyi dengan tenang dan tersenyum. Mata Heechul mulai berkaca kaca mendengarkan setiap kata pada lagu yang dinyanyikan Hankyung itu.
I've hesitated a lot.
I've kept my sight on you though I can't love.
Since I keep thinking of you day by day,
I can do nothing.
That night, if the song deep in your heart has been heard.
All regrettable memories and frustrating thoughts would be meltdown.
(That's the way I am)
I love you even more,
Still, it's not enough. Trust me ?
You're my precious girl (My baby)
Without you, I've no idea how is going on.
Deep down in both eyes, it comes from my heart.
May you cherish this in mind.
Eternity, I swear to you.
Whether the world keeps turning,
We'll be constant.
We'll be this way forever.
As recollection today
I just love you so much.
Without you, I've no idea how is going on.
Deep down in both eyes, it comes from my heart.
May you cherish this in mind.
Only you that I love forever.
Only you that I love forever.
(Chobyeol – Kim Hee Chul)
TES! Air mata Heechul mengalir deras. Dia membungkam mulutnya menahan isakan. Matanya terpejam kuat sekarang. Ia berusaha menghentikan air matanya. Perlahan lagu itu habis dan tak terdengar dentingan piano lagi.
"Hei! Kim Hee Chul-ssi! Kau melihatku?" Suara terdengar lagi. Heechul membuka matanya menatap Hankyung yang kali ini berjalan lebih dekat pada layar tv.
"Kau tahu? Lagu tadi… aku yang membuatnya…" Hankyung tersenyum manis dan itu membuat Heechul tambah sakit rasanya.
"Kau suka? Harus! Kau harus suka!" Hankyung berkata dengan nada memaksa dan terkekeh geli sendiri.
"Ya. Aku menyukainya… Sangat menyukainya…" Heechul tersenyum tipis dan bergumam pelan
"Hmm… Apa kau marah padaku?" Hankyung mengerutkan dahinya dan mengankat alis
"Anii…. Sama sekali tidak." Heechul menjawab seakan Hankyung bisa mendengarnya
"Mianhae aku tak pernah memberitahukan ini padamu. Aku takut kau kenapa kenapa."Hankyung tersenyum tipis namun tatapan nya sayu
Heechul kali ini yang gentian mengerutkan dahinya
"Penyakit ini… Aku membencinya… Tapi kurasa ketika kau melihat video ini, aku sudah lepas dari semua penderitaan." Hankyung tersenyum lebih lebar.
"Ne…" Air mata Heechul kembali mengalir.
"Di video ini aku ingin mengatakan sesuatu. Sejak 3 tahun lalu aku divonis penyakit ini, aku benci pada diriku sendiri dan kehilangan semangat hidup. Aku bahkan tak mau minum obat apapun dan tak mau ikut terapi atau kemo. Aku hanya berpikir untuk mati."Hankyung terlihat menarik nafas dan menghembuskannya pelan
"Tapi sejak bertemu dengan yeoja sepertimu, aku memiliki semangat untuk hidup dan sembuh. Kau tahu? Keinginanku hanya untuk memilikimu dan melihatmu, itu saja." Hankyung memandang kamera dalam dalam seperti ia benar benar memandang Heechul
"Kau… bisa memilikiku… bisa melihatku…" bibir Heechul bergetar.
"Jika aku boleh minta pada Tuhan, aku ingin menjadi seorang yang sehat. Aku ingin sekali memiliki yeojachingu sepertimu yang cantik dan menyenangkan. Tapi aku tahu Tuhan menginginkan lain. Mungkin… nanti… ada yang lebih baik dariku untukmu." Hankyung mengadah. Heechul rasa dia menahan tangis
"Ani… Hanya kau yang paling baik untukku…" Heechul membungkam seluruh wajahnya karena isakannya terlanjur pecah
"Hei! Heechulie-ah! Kau menangis?" Hankyung mengetuk ngetuk kamera.
Heechul mengangkat wajahnya ke arah tv. Hankyung seakan akan benar benar berada di sebelahnya dan melihat apa yang dilakukannya
"Aku sangat tidak suka melihatmu sedih karena itu membuatku terluka. Senyumlah! Ayo senyum! Aku sangat nge fans sama senyummu loh!" Hankyung loncat loncat dan tersenyum lebar\
Heechul terkekeh geli sejenak melihat tingkah Hankyung.
"kau senyum? Baguslah." Hankyung berhenti berloncat loncat.
"Aku sebenarnya selalu berharap chulie… Kau berada disisiku, sebelum aku pergi. Dan merelakan aku. Kau tahu? Aku sangat merindukanmu." Heechul bisa melihat mata Hankyung berkaca kaca. Namja itu… Dia menahan tangisnya
"Ijinkan aku mengucapkan ini. Meskipun kau membenciku atau melupakanku. Nae… jeongmal saranghae… Jeongmal… Saranghae.." Air mata menetes dari mata Hankyung. Namun ia berusaha tersenyum dan membentuk love sign di kedua tangannya.
TV itu perlahan lahan berubah kembali menjadi gelap.
"Arghh!" Heechul kembali membungkam wajahnya dan tubuhnya oleng jatuh di atas kasur.
'Aku ingin… melihat wajahmu… melihat kedua bola matamu yang hitam jernih… melihat keceriaan dan senyumanmu. Menggandeng tanganmu yang hangat dan penuh cinta. Memeluk tubuhmu . Aku ingin mengatakan betapa kesepiannya aku disini.' Heechul memegang dadanya. Sesak. Sakit. Sepi.
Heechul menggenggam kuat kalung dari hankyung yang masih dipakainya.
"Nae Bogosippoyo! Nae Nado Jeongmal Saranghaeyo!" Erang Heechul keras.
I still reminisce the past when we were in love
I'm still waiting for you to come back to my side
Tears are falling on the side of my cold pillow
I hit pause on time until you appear again
I cannot stand each of the days without you, oh no
I love you, it will not change
I'll be loving you till eternity
Blue Tommorow – Super junior M
Jelek ya? Kurang gimana gitu?
Mianhae…
Saya mbuatnya sambil liat Indonesia vs Malaysia final Sea Games ^^v
Mind to REVIEW?
Tinggal Epilognya ya…
Kamsahamnida
