Three Demons Guard

Summary : Pengedar obat-obatan terlarang, Penjual senjata api ilegal, dan... Pecandu sex bebas. Sanggupkah Hinata seorang detektif amatir menangani tiga pemuda bermasalah yang super tampan ini. AU, Typo, OOC, Gaje, DON'T LIKE DON'T READ !

Pairing : ...? x Hinata

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Genre : Romance/Humor

Rated : T+ ...Zura polos gak bisa buat yang M *digampar* XD

Menampilkan : Jreng...jreng...jreng...Artis kita !

Hyuuga, Uchiha, Sabaku dan Namikaze

Hinata : 21 tahun

Sasuke : 22 tahun

Gaara : 22 tahun

Naruto : 22 tahun

Sisanya menyesuaikan ^^

Let's Read

.

.

.

"Ya. Sasuke-kun... A, aku ing..in kau kembali seperti Sa..Sasuke-kun yang aku kenal dulu!" wajahnya kembali memanas saat dirasakan Sasuke mengeratkan pelukannya.

"Aku tidak bisa Hinata-chan!" napas berat Sasuke membuat Hinata kesulitan untuk bernapas. "Aku tidak bisa, sebelum aku membunuhnya!" Hinata membeku seketika mendengar nada datar yang Sasuke keluarkan, ia juga dapat merasakan aura membunuh yang berterbangan mengitari dirinya dan juga Sasuke.

Sasuke mempererat pelukannya merasakan kehangatan yang sudah lama sekali tidak ia rasakan. Sedangkan Hinata, tubuhnya bergetar dalam pelukan Sasuke. Bukan karena takut pada Sasuke, namun yang ia takutkan sasuatu akan terjadi dikemudian hari antara Sasuke dengan orang yang sudah ia anggap sebagai pengganti kakaknya itu dan itu akan berakhir buruk.

.

.

Chapter 3

.

.

"Umm... se, sesak Sasuke-kun!" Hinata mencoba mencairkan suasana dengan memulai pembicaraan.

"Aku ingin kau menjadi milikku Hinata-chan, milikku satu-satunya. Jadikanlah aku milikmu Hinata-chan, milikmu satu-satunya!" wajah Hinata berubah menjadi semerah buah kesukaan Sasuke saat mendengar kata demi kata yang keluar dari bibir manis Sang Uchiha.

Dipandangnya lekat-lekat wajah lugu gadis yang berada dalam pelukannya itu. Sayangnya yang ia tahu semua, semua yang gadis mungil itu lakukan saat berada di dekatnya bukan semata-mata karena dirinya. Mata yang bersinar saat melihat dirinya, pipi yang merona saat ia menggodanya, semua... semua itu dipersembahkan hanya untuk seseorang yang paling ia benci UCHIHA ITACHI.

"Hinata-chan!" panggil Sasuke.

"Sas... sasuke-kun!"

"Kumohon untuk kali ini saja, pandanglah aku sebagai Uchiha Sasuke bukan sebagai... Itachi !" Hinata terdiam di tempat, suara Sasuke terdengar begitu mengiris hati gadis berambut indigo itu. Hinata memang yang paling bersalah dalam kasus ini, mencintai Uchiha Itachi adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Sejak Itachi 'pergi' Sasukelah yang menjadi pelampiasan egonya. Ya, Hinata memang sedikit egois dalam hal ini.

"Maaf Sasuke-kun, kurasa ini sudah terlalu larut. Aku akan segera kembali ke kamar tidurku!" Hinata berlari, terus berlari tanda ada sedikitpun rasa ingin melihat raut kesedihan yang terpancar begitu dalam dari wajah tampan Sasuke.

"Jadi begitukah, aku memang tidak bisa yah?" guman Sasuke sebari memandangi punggung Hinata yang semakin jauh.

))))000((((

-Hinata POV-

"Tadi itu kenapa tiba-tiba sekali sih? Sasuke-kun pasti sangat sedih. Uhhh... bagaimana ini, kenapa selalu yang ada di kepalaku ini hanya Ita-nii. Tapi, rasanya saat melihat Sasuke-kun disaat bersamaan aku melihat sosok Ita-nii dalam tubuh Sasuke-kun... huhu, Kaa-san tolong aku!" teriakku prustasi dalam hati.

Aku berjalan menuju kamarku tanpa sengaja saat meliwati ruang tamu aku melihat seorang pria berambut merah bata tengah tertidur disalah satu sofaku dengan sebetah tangan yang dijadikan sebagai bantalan kepalanya. Aku mulai mendekatinya, melihat lebih jelas sosok yang tengah tertidur tersebut.

"Umm, Tuan Panda!" gumanku tanpa sadar saat melihat wajah polosnya saat tertidur. "Benar-benar mirip dengan panda hehe!" batin Hinata tertawa gemas.

Aku akui wajahnya terbilang lumayan tampan. Akh, bukan hampir sama dengan Sasuke... sangat tampan. Sayangnya wajahnya terlalu galak kalau sedang marah, apalagi waktu aku mengatainya 'tuan panda' auranya terlalu menyeramkan.

Penasaran dengan tato 'ai' di keningnya, akhirnya dengan ragu kesentuh tato itu dengan telunjukku. "Ini benar-benar keren~!" seruku dalam hati.

"Sudah puas memandagi ku?" aku tersentak saat menyadari kalau mata yang tadinya tertutup itu terbuka dengan tiba-tiba.

"Gawat~~ aku pasti dimarahi lagi!" innerku berteriak heboh.

-Hinata and POV-

"Kenapa melamun?" ujar Gaara datar sebari melambaikan tanganya padaku.

"Ma, maaf. Mengganggu tidur Tuan Pan... maksudku Gaara-kun!" ucap Hinata gugup. "Hampir saja aku memanggilnya tuan panda, dasar bodoh!" omelnya dalam hati.

"Aku tidak tidur. Hanya berpura-pura saja!" jawab Gaara jujur membuat Hinata semakin memerah malu tertangkap basah 'bermain' dengan pria berambut merah bata ini.

"Sedang apa kau malam-malam begini masih berkeliaran didalam rumah?" tanya Gaara mencairkan suana melihat Hinata yang wajahnya sudah sangat memerah menahan malu.

"Aku, aku hanya mencari udara segar saja Gaara-kun hehe!" jawab Hinata kikuk.

"Oh. Berpelukan dengan Sasuke yang bertelanjang dada di pinggir kolam itu kau sebut dengan 'mencari udara segar' hmm, Hinata-chan?" tanya Gaara dengan memasang tampang polosnya. *kyaaaaaaaa...Gaa-chan imutt ^^*

Wajah Hinata memerah kembali mendengar ucapan Gaara, dirinya benar-benar merasa bodoh didepan Gaara sekarang.

"Umm... yang tadi itu aku bisa jelaskan Gaara-kun!" sanggah Hinata cepat-cepat.

"Aku tidak membutuhkan penjelasanmu Hinata-chan. Aku kan bukan pacarmu!" ucapnya tersenyum geli sebari meninggalkan Hinata yang masih mematung di tempat sayang Hinata melewatkan kesempatan emas tak sempat melihat senyuman menawan Sang Sabaku.

"Uhh...menyebalkan!" Hinata memanyunkan bibirnya saat menyadari kepergian Gaara.

))))000((((

Hinata memasuki kamar bernuansa ungu miliknya, mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur bermotip kelinci lalu mematikan lampu dan kembali menaiki ranjang empuk nan nyaman. Dipeluknya guling disampingnya, mencoba memasuki dunia mimpinya melepaskan lelah setelah hari yang luar biasa ini.

Pintu kamar Hinata tiba-tiba saja terbuka membuat mata Hinata yang tertutup kembali terbuka perlahan. Di rasakannya seseorang menaiki tempat tidurnya.

"Aku akan tidur disini Hinata-chan, bersamamu!" bisik pria yang entah siapa dileher Hinata, sontak membuat Hinata membalikan tubuhnya. Jawah Hinata memerah untuk yang sekian kalinya saat hidung mereka bersentuhan, mata itu.

Deg...

"Sa... Sasuke-kun!" bisik Hinata.

"Hey, kau melupakanku Hinata-chan!" terdengar suara lain dari belakang tubuh Hinata.

Hinata berbalik samar-samar melihat tato ai dikening pemuda yang berda disamping kanannya itu.

"Ga... Gara-kun!" Langsung saja Hinata menyalakan lampu disebelahnya, dan benar saja Hinata kini berada dengan dua orang pria tampan di kamarnya dan lagi, di ranjangnya.

Oh, good... "APA YANG KALIAN LAKUKAN DI KAMARKU...!" teriak Hinata prustasi.

-Bersambung-

Minna-san... Zura update ^^

So

Please

R

E

V

I

E

W

05-09-2011

Gomawo ^^

PLEASE REVIEW

KRITIK

AND

SARAN