Try to love me
By : OnixLeverder4fever
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Pairing : SasuHina
Genre : Romance
Rated : T
Warning : Masih banyak kesalahan.
A/N : Terima kasih yang sdh review, terima kasih atas kritikannya itu sangat membangun, dan juga memberi saya saran untuk membuat saya lebih baik dalam menulis, saya juga menyadari banyak kesalahan di fic pertama saya krn saya masih belajar mohon bimbingan dari para reader dan author sekalian.
(Don't like ? Don't read)
Setelah kegiatan sekolah Hinata selesai, Hinata menunggu mobil jemputannya datang. Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mobil datang dan langsung menuju ke Mension Hyuuga.
-Hyuuga Mension-
"Taidama," Ucap Hinata sembari membuka pintu rumah bukan istana Hyuuga itu.
"Okaeri Nii-chan" Balas seorang gadis yang tampak mirip dengan Hinata hanya saja penampilan dan rambut gadis tersebut berbeda dengan Hinata, rambutnya berwarna coklat dan poni yang dibelah tengah, dan penampilan yang tomboy sangat berbeda dengan Nii-san nya.
"Tumben sekali kau menyambutku Hanabi-chan ?".
"Nii-chan sudah kusambut dengan baik, kenapa berbicara seperti itu harusnya Nii-san senang karna hari ini ada yang menyambut Nii-chan," Balas Hanabi dengan nada kesal.
"Iya, Imooto-chan Arigato. Tapi, tunggu dulu kau begini karna kau pasti menginginkan sesuatu dariku iyakan ?" Tanya Hinata dengan nada introgasi. Hanabi menggaruk-garuk belakang kepalanya yang tidak gatal.
"Hmm,, Nii-chan bisakah Nii-chan mengajariku me-membuat kue ?" Ucap Hanabi ragu-ragu.
"Kue ? Apa tidak salah Hanabi-chan ?"
"Ayolah Nii-san ajari aku, aku ingin menghadiakannya untuk—(berfikir)—Untuk temanku yang ulang tahun, ya temanku,"
"Benarkah ? Aku tidak yakin, apa kue itu untuk Ko-no-ha-ma-ru Imooto-chan ?" Ucap Hinata dengan memberi tekanan pada setiap huruf nama Konohamaru, dan tentu saja dengan nada menggoda.
"ahh.. Bu-bukan Nii-chan, mana mau aku memberinya kue," Hanabi gugup mendengar perkataan Hinata.
"Tapi kenapa kau gugup ?" Goda Hinata lagi.
"T-tidak aku tidak gugup, sudahlah kalau Nii-chan tidak mau juga tidak apa-apa,"
"Hanabi-chan kenapa marah aku cuma bercanda, baiklah aku akan mengajarimu, Ayo." Duo Hyuuga itupun menuju kedapur untuk memulai acara ajar mengajarnya.
SKIP TIME
Setelah mengajari Hanabi, Hinata langsung menuju ke kamarnya dan membersihkan diri. Selesai dengan ritualnya(baca:mandi) Hinata menuju ke kasur mahal miliknya dan membaringkan dirinya menghilangkan kepenatannya.
Drrtt,, drrttt.. ddrrtt,,. Mendengar getaran handphonenya yang bertanda ada sms masuk, diapun bangkit dan mengambil handphone biru miiknya di atas meja belajar.
Neji-nii :
Hinata malam ini aku dan Hiashi-sama akan pulang ralut, kau dan Hanabi-chan istirahatlah jangan menunggu kami.
Setelah membaca sms dari sepupunya, Hinata mendesah 'Selalu seperti itu' gumam Hinata dalam hati. Ayah dan sepupunya tidak dia sudah menganggap Neji kakak kandungnya itu sangat mencintai pekerjaan, Hinata pernah berfikir kalau mereka telah melupakannya dan lebih focus pada pekerjaan yang melelahkan itu, tapi Hinata menepis pikiran itu dia tak mau beranggapan kalau Ayahnya lebih mencintai pekerjaannya dari pada dia dan Hanabi. Capek dengan pikirannya sendiri perlahan Hinata terlelap dan menuju alam mimpinya.
Nyayian burung yang terdengar merdu, cahaya mentari yang mulai mengintip gadis yang sedang terlelap dengan wajah manisnya. Terdengar suara pintu yang terbuka menandakan ada seorang yang masuk ke kamar putri tidur itu.
"Hinata,, Hinata,, bangun, Hinata," Suara laki-laki terdengar lembut membangunkan Hinata dan mengguncang ringan tubuh mungil itu.
"enghh… Mata Hinata perlahan terbuka dan melihat siapa yang membangunkannya. "Neji-nii kapan datang ?."
"Tadi malam jam 2, cepatlah bangun dan mandi kami menunggumu sarapan" Jawab Neji.
"Apa.. Sudah jam berapa ini." Seru hinata sambil mengambil jam weker di meja, pukul 6.00 sejenak Hinata terbelalak. "Kenapa bisa terlambat seperti ini, Neji-nii terima kasih telah membangunkanku aku akan segera bergabung dengan kalian." Ucap Hinata sambil berlari kekamar mandi dengan terburu-buru, Neji yang melihat Hinata hanya geleng-geleng kepala.
Selesai mandi dan memakai seragam Hinata merapikan rambutnya, rambutnya digerai dan diberi jepitan bunga berwarna putih dia tampak sangat manis. Setelah itu dia bergegas ke bawah untuk sarapan, karna menunggu Hinata yang lama mereka bertigapun sudah memulai acara makannya, Hinata duduk disamping Hanabi dan mengambil roti.
"Selamat pagi semuanya," Sapa Hinata pada ayah, adik, dan kakaknya(sepupu) dengan senyum manisnya.
"Hn," Ucap Hiashi singkat sedangkan Neji hanya diam menyantap makanannya.
"Pagi Nii-chan, tumben sekali Nii-chan terlambat ada yang kau pikirkan Nii-chan atau siapa yang kau pikirkan ?." Goda Hanabi, seakan ingin membalas Hinata yang sudah menggodanya kemarin.
"Apa maksudmu Hanabi-chan ? aku terlambat juga karna kau yang ingin diajari membuat ku-mmphh," Perkataan Hinata terputus karna dengan cepat Hanabi membekam mulut Hinata, sambil memberi tatapan mematikan pada Hinata sayang itu tidak mempan bahkan Hinata hanya tersenyum melihat ketakutan adiknya.
"Sudah, kalian makanlah," Tiba-tiba suara laki-laki dewasa terdengar di sela-sela candaan Hinata dan Hanabi, Mereka berdua sontak menunduk "Maaf otoo-san," Ucap mereka berdua, lalu mulai makan.
Selesai makan mereka semua berangkat ketempat tujuan masing-masing, termasuk Hinata yang betujuan ke Sekolahnya. Setelah sampai Hinata masuk di gerbang besar sekolah unggulan tempatnya menimba ilmu dan terlihat dia sedang membawa buku-buku tebal yang tentu sangat berat untuk ukuran Hinata. Hinata berjalan dengan terburu-buru setelah sampai dikoridor,
Bruukk,,
Suara benda terjatuh terdengar di koridor "Maaf,, maaf,, saya tidak sengaja," Ucap Hinata dengan terus menunduk untuk meminta maaf.
"Ck," Ucap orang yang tadi di tambrak dengan singkat. Lalu dengan tidak menjawab Hinata dia berlalu begitu saja. Menyadari orang yang tadi ditabraknya pergi Hinata mendesah dan menoleh kebelakang melihat punggung orang itu, pertama rambut biru dongker yang dimilki orang itu yang menjadi pusat perhatian Hinata 'Itukan Sasuke Uchiha siswa baru itu, kenapa sombong sekali. ?' gumam Hinata, lalu memungut buku-buku yang jatuh tadi, salahkan kepala sekolah –Stunade-sama- untuk menyuruh gadis mungil ini membawa buku-buku yang berat itu.
SKIP TIME
Setelah mengantar buku-buku itu Hinata menuju kelasnya, dan dia langsung duduk di bangkunya. "Hinata-chan kau tak apa-apa, kau terlihat lesuh," Tanya Matsuri yag duduk di bangku Kiba.
"Aku baik-baik saja Matsuri-chan, jangan khawatir." Jawab Hinata sambil tersenyum manis.
"Kyyaaa,,, Sasuke-kun…"
"Kyyaaaa… Keren sekali.." Teriak gadis-gadis lebih tepatnya Fans Girl Sasuke Uchiha baru beberapa hari bersekolah sudah menghipnotis hamper semua gadis di sekolah ini -hanya hampir-.
Sasuke tidak memperdulikan perkataan dan teriakan mereka menurutnya itu sangat membosankan, diapun duduk dibangkunya.
"Temeee,,,, " Suara cempreng terdengar memekakkan telinga. "Ada kabar baru Teme."
"Hn, ?" Jawab Sasuke singkat.
"Hilangkan kata itu dari dirimu teme, Tau tidak Sakura-chan akan ke konoha siang nanti dia sudah ada di bandara, kusarankan kau menjemputnya." Mendengar nama yang disebut Naruto, Sasuke sedikit terkejut tapi tetap dengan wajah coolnya, ada rasa senang dalam dirinya ia sangat merindukan Gadisnya, sangat merindukan Gadis yang menuntut ilmu di Jerman itu, 1 tahun tidak bertemu sangat membuat Sasuke rindu padanya. Dan juga dia sangat mencintai gadis itu.
"Tunggu aku Sakura" Gumam Sasuke, dan tersenyum -sangat,sangat tipis-.
TBC
Kalau masih banyak kesalahan disini , tolong ajari saya lagi. Terima kasih
Saya tunggu reviewnya…
