Luffy Anak Sekolahan

Author : Teach D'Trigun (Facebook)

Editing : Portgas D Zorbin

Fanfict

Shishishi, kita datang lagi nih menyuguhkan next chapternya. Sebelumnya, utk teman2 yg sudah sempat meripiuw, kita ucapin SUGOI ARIGATOU, krna jadi mau cepet2an ngenextnya. Tapi untuk minna ketahui saja, sebenernya Fic ini udah tamat. Tapi kita nyuguhin ke FFN chapter per chapter aja biar sedikit penasaran lah minna *cieileh. Jadi, maaf ceritanya gak bisa diubah lagi nih. hihi

Notes Zorbin : Gw sebagai pengedit cerita ini hanya mengedit tanda baca/jenis huruf di cerita ini. Kalau masih banyak dijumpakan typo, gw minta maap. Cz masih suka typo2an & tidak teliti a.k.a sembrono. *padahal sudah diajarkan sebelumnya oleh sempai2 di sini ^_^a

Warning : AU, Mr. Typo, OOT, OOC, Alur cepat, dan sejenisnya.

Desclaimer : SELAMANYA, Eiichiro Oda adalah pemilik syah One Piece.

Sore pun berganti malam. Lembayung merah menghiasi langit dikota itu. Diujung jalan Luffy berjalan sendiri dengan gontai. Dilihatnya di pinggir jalan ada perempuan gila sedang tertawa terbahak-bahak. Namun, Luffy tidak menghiraukanya. Sepertinya semangatnya hilang karna sahabatnya memutuskan untuk pergi. Dia pun tiba di bangunan kosong tempat ia tinggal bersama Teach.

"Teach! Teach!" teriak Luffy. Tapi tidak ada sahutan.

"Dia benar benar pergi. Aku tidak boleh menyerah. Walaupun sendirian, aku harus tetap sekolah." kata Luffy dengan tegas. Tak lama setelah itu, terdengar suara ketukan pintu.

"Knok..Knok..Knok.."

"Aaahh… Teach akhirnya kau kembali!" seru Luffy dengan semangat sambil membuka pintu. Namun ketika dibuka, ternyata bukan sahabatnya. Luffy pun terkejut.

"Jadi kau diam dirumah hantu ini? Sialan kau! Aku sulit sekali mencarimu!" kata orang berseragam polisi, dengan rambut Zigzag, pipinya jerawatan.

"Ace! Woww~ Keren sekali kau memakai seragam polisi." kata Luffy yang kaget melihat kedatangan kakaknya.

"Mulai hari ini, aku ditugaskan dikota ini. Jadi kita akan selalu bersama. Hehehe" kata Ace tertawa lebar.

"Baguslah. Kalau begitu…. hmmmp aku mencium bau makanan!" kata Luffy mengendus-endus tanpa melanjutkan ucapannya.

"Kau tau aja kalau soal makanan. Nih, aku bawa martabak India. Ayo kita makan!" seru Ace sambil membuka bungkusan yang memang berisi Martabak.

"Asyik! Ayo hajar bleh!" teriak Luffy semangat.

"Kata kakek, kau kekota sama sahabat kau. Manaa ko ga ada?" tanya Ace celingukan sana-sini.

"Ya… awalnya kami selalu berdua. Tapi sepertinya dia mulai jenuh. Dan dia memutuskan untuk menjalani hidup dengan cara lain." kata Luffy sambil makan Martabak.

"Hmmm., kalau kau ingin sepertiku, kau harus berusaha. Semangatlah belajar, jangan sampai pindah sekolah gara-gara berkelahi trus." nasehat Ace.

"Tentu saja. Aku akan sungguh-sungguh mulai sekarang!" kata Luffy semangat.

"Aku ragu, kau kan bodoh! XD" goda Ace tertawa geli.

"Hahh., kau juga sama Ace!" kata Luffy ga mau kalah. Akhirnya setelah bercanda semalaman, mereka pun tertidur. Dan singkat cerita, pagi pun tiba.

"Hey bodoh! Mau sampai kapan kau tidur? Cepat Bangun!" teriak Ace.

"Mmmh.. Wahhh Gawat! Aku terlambat! Kenapa baru dibangunkan?" kata Luffy sibuk membenahi diri.

"Hadeehh., Kau tetap saja Bodoh! Ini hari Minggu kan, kau mau sekolah?" ucap Ace sambil memukul kepala Luffy.

"Shishishi.., iya juga ya. Aku lupa." kata Luffy menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Lihat! Semua sudah kubereskan. Sejak pagi sekali~. Sekarang jadi tidak seperti rumah hantu lagi kan!" kata Ace senang. Rumah kosong itu, sekarang menjadi bersih dan asri.

"Kau memang rajin Ace." puji Luffy menunjukan 2 jempolnya.

"Nah, skarang giliranmu membuang sampah-sampah ini. Cepat buang sana!" seru Ace.

"Ok!" sahut Luffy langsung membawa 2 kantong sampah dan lari keluar rumah. Disana ada pemuda yang membawa karung besar dan sedang mengais-ngais sampah. Tiba-tiba Luffy memasukan 2 kantong sampah tadi ke karung pemuda itu.

"Hey Tunggu! Apa yang kau masukan ini? Hahh.. sampah? Kau kira aku tukang sampah!" bentak pemuda itu kesal sambil meleparkan kembali 2 kantong sampah tadi ke Luffy.

"Lho? Itu kan pekerjaanmu." timpal Luffy.

"Aku ini pemulung, bukan tukang sampah! Bawa kembali sampah-sampah itu!" ujar Pemuda itu marah.

"Apa bedanya?" kata Luffy polos.

"Aku mencari sampah yang bisa dijual kembali, bukan sampah bau seperti ini!" kata pemuda itu kesal.

"Wah.. Sepertinya menyenangkan. Boleh aku ikut?" kata Luffy menawarkan diri.

"Ehh? Kau pikir aku sedang bermain? Ya sudah, terserah kau saja. Tapi jangan ganggu aku ya." kata pemuda itu.

"Baiklah. Perkenalkan, aku Luffy." kata Luffy cengar-cengir.

"Hmmm.. Namaku Roronoa Zoro. Panggil aku Zoro!" kata Zoro tersenyum angkuh.

"Jadi namamu Zoro. Cocok sekali dengan pekerjaanmu. Pekerjaan zorok. Shishishi.." Luffy tertawa enteng.

"Pergi kau! Malah meledek lagi." kata Zoro marah.

"Maap.. Maap., Ayo kita mulai mencari harta karun didalam sampah." kata Luffy semangat.

"Jangan berlebihan! Yang kita cari cuma kaleng bekas!" kata Zoro. Dan merekapun memulung bersama di pinggiran kota. Saat mereka memulung, tiba tiba sebuah sedan menyerempet kesisi jalan yang becek. Dan airnya mengguyur Zoro dan Luffy yang sedang memulung.

"Hey Brengsek! Turun kau! Kurang ajar!" teriak Zoro emosi. Lalu ia melemparkan paku ke ban mobil tadi, sehingga bannya kempes dan mobil pun berhenti.

"Sial! Bannya kempes. Tunggu ya sayang , ini ga akan lama ko." kata Pemuda berambut pirang emo, dan beralis keriting.

"Hey! Mentang-mentang kaya, seenaknya saja dijalanan! Liat nih, aku jadi basah!" Sewot Zoro.

"Betul! Gara-gara mobil kamu, anak kucing lucu yang ku temukan tadi kabur!" kata Luffy sewot juga.

"Dasar orang-orang aneh! Yang satu jelek banget! Yang satu idiot! Minggir kalian! Aku sedang berkencan. Aku mau ganti ban dulu!" kata Pemuda songong itu.

"Ada apa Sanji? Kenapa ribut sekali?" celetuk gadis cantik yang baru keluar dari mobil.

"Ahh.. Nami Sayankku~ Ini ada dua alien ga tau diri. Ntah apa masalahnya, tapi mereka marah-marah ga jelas." kata Sanji.

"Hey! Aku bukan alien!" Protes Luffy.

"Kamu kan… aku kenal kamu! Ya, kamu murid baru disekolahku kan? Katanya kau dihabisi geng Shicibukai… tapi ko baik-baik saja?" kata gadis yang bernama Nami itu.

"Jadi kau kenal orang ini,sayang~?" Tanya sialis aneh.

"Hmmm. Kemarin aku memang bertarung dengan mereka. Tapi pertarungan kami terhenti. Aku harap mereka tidak mencari gara-gara lagi." kata Luffy.

"Sebaiknya kau hati hati!" Ujar Nami kalem.

"Sudahlah, ayo tinggalkan orang-orang ini Saiank~" kata Sanji yang baru saja mengganti ban mobil. Dan mereka berduapun berlalu meninggalkan Zoro & Luffy yang mangap.

"Dasar orang sombong!" Umpat Zoro sambil menggaruk pantatnya.

"Ayo kita cari harta karun lagi!" ajak Luffy.

"Sudah kubilang jangan berlebihan! Kita cuma cari kaleng bekas tau!" kata Zoro kesal.

"Shishishi... Siapa tau didalam kaleng ada berlian. Atau lampu ajaib yang bisa keluar jin nya." kata Luffy ngarep.

"Jangan mimpi disiang bolong! Mana ada yang seperti itu!" kata Zoro menoyor dahi Luffy.

"Mungkin saja. Aku percaya itu!" kata Luffy santai.

"Hahh.. Terserah kau saja!" kata Zoro pasrah.

.

.

Suatu ketika disebuah Cafe.

"Jadi semua ini bohong? Mobil itu bukan mobilmu? Rumah besar tadi juga bukan rumahmu? Dan katanya… kau cuma seorang koki direstoran kecil dipinggir jalan?" kata Nami kecewa campur emosi.

"T,, tunggu saiank. Dengarkan penjelasaanku dulu…"

"Tidak ada yang perlu dijelaskan! Dasar pembohong! Nih!" kata Nami sambil menyiram jus kebaju Sanji, kemudian pergi.

"Sial.., ini pasti si Usopp yang buka mulut!" Umpat Sanji kesal. Kemudian dia menaiki mobil pinjamannya yang dari rental itu dan menuju tempat temannya dengan ngebut. Beberapa saat kemudian, dia pun sampai disebuah Bar. Dia menuju orang yang berhidung panjang berambut gondrong. Tampak orang itu sedang diapit dua orang gadis sexy yang dari tadi menciumi pria gondrong itu.

"Ohh.. Jadi Guz, Herman yang kaya itu… kakakmu? Ohhh, kamu hebat sekali sayang." kata gadis disebelahnya. Kemudian dia mencium pria itu lagi.

"Tentu saja. Dia kaya karna berguru padaku. Khukhukhu." kata Pria itu hingga kedua wanita itu makin mempererat pelukannya.

"Hey! Kalian jangan percaya orang ini! Dia pembohong! Dia cuma seorang cleaning servis direstoranku!" Celetuk Sanji kepada 2 gadis itu.

"Hey! Hey! Apa yang kau katakan bodoh? Kalian jangan dengarkan dia!" kata Pemuda berhidung panjang itu.

"Ini buktinya! Ini! Ini! Dan Ini!" kata Sanji memberikan foto-foto Usopp yang memakai baju cleaning service dengan berbagai pose saat bekerja kepada gadis-gadis itu.

"Kurang ajar! Kita dikibulin! Dasar keong racun! Plak.. Plakk.." sentak Gadis itu disusul dengan tamparan ke pipi Usopp. Lalu mereka pun pergi.

"Hey Sanji! Kenapa kau lakukan ini? Kau bukan sahabatku lagi!" Teriak Usopp marah.

"Kau duluan yang bongkar rahasia. Sekarang Nami tau semuanya! Aku kehilangan dia yang kucintai!" kata Sanji kesal.

"Bukan aku yang bilang!" protes Usopp.

"Kalaw bukan kau yang bilang, siapa lagi?" Bentak Sanji marah. Ketika mereka bertengkar, tiba tiba ponsel Sanji berdering. Dan yang meneleponnya adalah Nami.

"Tutt..Tutt..Tutt.."

"Halo? Nami-Swaaan~ Kau pasti merindukanku~!" sahut Sanji ceria.

"Fufufu.. Dia memang sedang merindukanmu, koki payah!" kata seorang pria yang bicara ditelepon itu.

"Hey! Siapa ini? Apa yang kau lakukan sama Nami-swaaanku?" teriak Sanji.

"Ku tunggu kau di pabrik tua di Black Boulvard! Tuuttt." kata pria itu. Dan teleponnya langsung terputus.

"Gawat! Nami dalam bahaya! Aku harus kesana. Kau juga ikut Usopp!" kata Sanji panic.

"Ohh.. Tidak perutku sakit! Aku tidak ikut ahh." kata Usopp ngeles.

"Hey! Jangan pura pura! Kita kan sahabat, ayo ikut!" kata Sanji memaksa. Dan akhirnya mereka pun segera menuju pabrik tua yang ditentukan.

Hari menjelang Sore. Suasana di pabrik itu begitu hening. Semak ilalang yang tinggi menandakan tidak ada orang yang hidup di daerah ini. Besi-besi berkarat, serta bangkai mesin bertumpukan di area itu. Sanji menyalakan rokoknya. Usopp hanya berjalan setengah ketakutan dengan pipa besi di genggamnya. Mereka pun mencari orang yang menelpon tadi.

"Hey! Keluarrr kau! Mana Nami?" teriak Sanji yang memecah kesunyian.

Tiba-tiba, segerombolan orang berbadan besar mengepung mereka berdua. Diatas atap berdiri seseorang berambut pirang, disisinya ada Nami yang terikat tidak berdaya.

"Kau! Flamingo! Lepaskan Nami!" teriak Sanji marah.

"Aku akan melepaskan dia, asal kau mau menuruti perintahku!" kata Flamingo tertawa licik.

"Apa maumu?" kata Sanji kesal.

"Kau harus menutup Restoran kecilmu. Di tempat itu aku akan membuka Bar besar." kata Flamingo licik.

"Jadi itu maumu. Baiklah. Aku akan pindah! Sekarang lepaskan Nami!" kata Sanji.

"Hmmm... Tidak tidak.. Aku berubah pikiran! Lebih baik kalian ku habisi dulu. Guys, Hajar mereka berdua!" ujar Flamingo. Dan puluhan anak buah Flamingo yang berbadan besarpun langsung menyerbu Sanji dan Usopp.

"Waaa.. Gawat! Mati aku!" kata Usopp dia mencoba kabur. Tapi dihadang 2 orang. Usopp dipukul dengan kayu hingga tumbang. Sementara Sanji yang kerepotan dikeroyok belasan orang. Sanji berhasil mengalahkan 7 orang dengan tendanganya. Namun jumlah mereka bertambah karena bantuan datang. Hingga Sanji kelelahan, dan akhirnya tumbang juga.

Disisi lain..Zoro dan Luffy masih memulung.

"Hey Zoro! Lihat yang kutemukan!" kata Luffy sambil memperlihatkan piring bekas.

"Buat apa benda seperti itu? Itu tidak bisa dijual bodoh!" kata Zoro.

"Sulit sekali mencari kaleng bekas! Kita udah berjalan jauh sekali, apa kau tahu jalan pulang?" tanya Luffy yang menggendong karung besar.

"Ntahlah, sepertinya kita tersesat." kata Zoro sambil garuk-garuk.

"Wahh.. Yang benar saja, besok aku harus sekolah nih!" kata Luffy.

"Hey Luffy! Lihat! Ada rebut-ribut apa itu?" Zoro melihat kearah pabrik.

"Itu! Orang itu yang tadi dijalan. Dia dalam bahaya!" kata Luffy.

Dipabrik itu, Nami, Sanji dan Usopp babak belur dalam kondisi terikat. Mereka hendak dilindas dengan Stum perata jalan yang dinaiki Flamingo.

"Akan kuhentikan mereka!" kata Luffy langsung berlari.

"Tunggu Luffy!" kata Zoro ikut menyusul.

Saat Stum itu akan melindas mereka bertiga, tiba tiba Luffy datang menahan Stum itu. Lalu Luffy Mengangkat Stum perata jalan yang beratnya berton-ton itu hingga terjungkir. Semua orang yang ada disitu dibuat kaget. Flamingo yang didalamnya meloncat keluar.

"Brengsek! Kau rupanya orang miskin! Kepung mereka!" kata Flamingo.

"Zoro! Bebaskan mereka bertiga. Aku akan membereskan semuanya!" kata Luffy sembari bertarung dengan puluhan anak buah Flamingo.

Zoro mengangguk. Lalu iapun segera melepaskan Sanji, Usopp & Nami.

"Huhh.. Sulit mengatakanya, tapi terima kasih jelek!" kata Sanji malu.

"Lupakan! Sekarang pergilah!" kata Zoro.

"Usopp, bawa Nami! Aku akan membantu menahan mereka sejenak!" kata Sanji mendorong Nami kea rah Usopp.

"Baiklah! Ayo Nami, kita kabur!" kata Usop lari bebiritan sembari menarik Nami.

Luffy, Zoro dan Sanji bertarung dengan Flamingo & the geng. Dan akhirnya berhasil memukul mundur mereka.

"Hey! .Aku melihatmu! Aku tak akan membiarkanmu hidup! Tunggu pembalasanku!" kata Flamingo sembari kabur dengan mobilnya.

"Huh! Merepotkan sekali!" umpat Zoro.

"Kalian tidak apa apa?" tanya Luffy.

"Gpp. Aku sangat berterima kasih Luffy." kata Nami yang ternyata tidak jadi kabur bersama Usopp terharu.

"Aku juga, untung kalian datang." kata Usopp.

"Kenapa kalian menolongku? Padahal tadi pagi aku meledek kalian." kata Sanji menyesal.

"Yang lalu biarlah berlalu. Mulai hari ini kita berteman ya?" kata Luffy.

"Aduhh.., Aku lupa menyimpan karungku dimana ya?" kata Zoro bingung.

Sejak itu, mereka pun berteman dan pulang bersama-sama dengan akrab.

"Kita berpisah disini ya, kalaw ada perlu, kita ngumpul ditempat biasa. Sekarang aku mau mengembalikan mobil pinjamanku ini kerental." kata Sanji.

"Tunggu Sanji! Aku ikut, aku ingin kita bicara berdua aja." kata Nami malu-malu.

"Nami…Ya.. Baiklah. Ayo saiank,naiklah." kata Sanji senang.

"Aku juga pamit dulu, aku ada urusan dengan para dewa!" timbrung Usopp.

"Jangan dengarkan dia. Dia itu tukang ngibul!XD" kata Sanji langsung ngibrit dengan mobilnya.

"Baiklah, kalian hati hati ya!" teriak Luffy melambai-lambai.

"Hey Luffy! Ini uang buat kamu." kata Zorro memberi 20ribu.

"Uang apa ini?" tanya Luffy heran.

"Itu uang hasil mulung tadi. Itu bagianmu." kata Zoro.

"wah.. Terimakasih ya. Besok pulang sekolah, kita mulung lagi yuk!" kata Luffy semangat.

"Ya.. Sudah aku pulang dulu!" kata Zoro.

"Ya. Hati hati ya teman!" sahut Luffy dengan riang.

Ditengah jalan, Luffy melihat seorang gadis berambut panjang memakai pakaian serba hitam sedang kebingungan.

"Hey! Keliatanya kau kebingungan." kata Luffy.

"Ahh iya. Apa kau bisa membantuku mendorong mobilku? Mobilku mogok." kata gadis dengan rok mini ketat dan memakai stocking.

"Ohh.. Itu mudah sekali! Sini kudorong!" kata Luffy.

"Makasih ya. Tunggu sebentar. Kalaw ku bilang dorong, dorong ya." kata gadis itu. Dia pun masuk kemobil dan mencoba menyalakan mobil.

"Ya.. Dorong sekarang!" kata gadis itu.

"Siapp! Hiaaaahh!" Namun Luffy mendorong terlalu kuat. Hingga mobil itu terlempar. Tiba-tiba dari arah berlawanan, ada mobil pick up yang melaju dengan cepat.

"Huuaaaaa. Tidakkk!" teriak gadis itu ketakutan.

"Gawaatt! Bisa terjadi tabrakan nih." kata luffy cemas sambil berlari menyusul mobil gadis itu. Luffypun menahan laju mobil Pick up itu dengan tanganya hingga berhenti.

"Sinting! Cari mati ya!" kata pemuda berhidung besi yang mengendarai pick up itu.

"Maaf, aku sedang membantu nona ini." kata Luffy.

"Membantu apanya? Kau membuatku ngepeer tau! Hampir aja aku berakhir tragis." kata gadis hitam manis dari dalam mobil tadi.

"Sudahlah. Hey, Sebaiknya kalian cepat pergi! Sebentar lagi wilayah ini akan dibersihkan pemerintah." kata orang itu.

"Pemerintah menuju kemari? Gawat.. aku harus pergi! Hey! Bolehkah aku menumpang?" kata gadis itu.

"Mobilmu mogok ya? Sini biar aku betulkan." kata orang aneh itu.

"Tidak ada waktu lagi! Biarkan saja mobilku disini, yang penting kita lari dulu!" kata gadis itu. Dia lalu menggendong seekor rusa kecil.

"Wah~ Musangnya lucu!" kata Luffy dengan mata berbinar-binar.

"Aku bukan musang! Aku Rusa.!" tiba tiba Rusa itu bicara dan membuat Luffy dan orang itu kaget.

"Wow~ Dia bisa bicara. Bolehkah aku pinjam sehari aja?" kata Luffy blink-blink.

"Ayo! Cepat kita pergi" ajak gadis itu.

"Ayo naiklah!" kata orang itu dan merekapun meninggalkan daerah itu.

"Hey! Kita belum berkenalan, namaku Luffy!" kata Luffy.

"Apa itu perlu?" kata gadis itu.

"Tentu saja, kalaw kita tidak bertemu seperti ini, kita mungkin akan hancur kena bom." kata Luffy.

"Baiklah, namaku Robin dan dia Chopper." kata gadis bernama Robin.

"Kenalkan, aku Franky! Aku montir terbaik dikota ini." kata Franky.

"Malam ini kita harus cari hotel." kata Robin.

"Menginap saja dirumahku, rumahku dekat sini ko." kata Luffy.

"Ya sudah, kita menginap dirumahmu saja. Kau setuju nona Robin?" tanya Franky.

"Ya.. bolehlah." kata Robin. Dan merekapun sampai dibangunan tua yang disinggahi Luffy.

"Kau tinggal ditempat seperti ini? Ga salah?" kata Franky ngeri.

"Sudahlah. Yang penting kita bisa istirahat." kata Robin.

"Ace! Aku pulaaang!" teriak Luffy sambil gedor-gedor pintu.

"Nh.. Kau kmana saja Bodoh? Sudah selarut ini baru pulang. Badanmu bau sampah lagi!" kata Ace kesal.

"Ya.. Aku habis mengais dan memulung sama temanku." kata Luffy.

"Memulung? Dengan mereka?" kata Ace.

" ==' Tidak! Bukan dengan kami, kami baru bertemu tadi!" kata Robin dan Franky.

"Ya.. dengan temanku yang satunya lagi. Shishishi." kata Luffy.

"Ya sudah.. Hmmm kalian istirahat aja. Maaf kalaw adikku merepotkan kalian." kata Ace.

"Tidak apa apa ko.. T_T" kata Robin, Choper dan Franky. Dan mereka pun tidur seadanya (?).

Tiba tiba ada sesuatu yang mendekat ke rumah Luffy.

"Yohohoho...Yohohoo.. Aku pulang my home sweet home~ Lho? ko ada yang berbeda dengan rumahku?" kata bayangan hitam tinggi berambut afro.

"Hey Luffy! Bangun! Ada yang menuju kemari." kata Robin.

"Ehh.., siapa.? Apa itu Teach?" kata Luffy ngarep. Tiba tiba bayangan hitam itu menembus dinding. Dan ternyata itu adalah Tengkorak berambut afro dan memakai tuxedo. Semua kaget dan langsung bangun. Chopper ketakutan, dan Luffy merasa takjub.

"Siapa kau? Minggir! Biar aku yang membereskanya!" kata Ace yang siap memukul tengkorak itu.

"Sabar.. Sabar.. Harusnya aku yang berkata seperti itu. Siapa kalian? Dan mau apa dirumahku?" kata Tengkorak itu.

"Tunggu Ace. Paman. kami mohon maaf, kami tidak punya tempat tinggal jadi kami tinggal disini." kata Luffy.

"hmh.. Tidak apa apa. Tinggalah disini, lagi pula aku kesepian. Aku butuh teman. Yohohoho" kata Tengkorak itu.

"Kami mau kok jadi temanmu." kata Luffy.

"Luffy jangan seenaknya dong!" kata Ace, Robin, Chopper dan Franky protes.

"Perkenalkan, namaku Brook. Ayo kita bernyanyi malam ini." kata Brook si tengkorak hidup sambil menggesek biolanya.

"Ayoo!" kata Luffy semangat.

"Hey! Ini sudah larut malam, waktunya tidur!" kata Ace.

Dan akhirnya semalaman mereka tidak tidur.

(Perjalanan akan membawa teman)

BERSAMBUNG