Sebelumnya, Terimakasih kepada saudara/i yang sudah membaca fic kami. Walaupun Gaje, , Ngasal dan sebagainya, tapi fic kami ini hanyalah untuk menghibur kalian. Silahkan diterima dengan lapang dada *cieileh Semoga kalian tidak bosan-bosannya membaca fic ini. Walaupun bosan, harus tetap baca *maksa! JANGAN LUPA, REVIEW ANDA! *Berhubung yang ngedit penulisan ini – D. Zorbin-, harap saudara-I memaklumi ke-typo-an yang masih ada. Karena kami masih belum terlalu mengerti dengan EYD yang benar. Untuk itulah, apapun Review anda, (baik pujian XDD flame ataupun fluuf anda) kami terima. Untuk kemajuan Penulisan Remaja Indonesia, GOOOO! *maaf, saya lagi semangat 45.

Warning : Mr. Typo, OOT, OOC, Gaje, sok keren dan sejenisnya.

Disclaimer : Eiichiro Oda udah nanda tanganin sertifikat pengambil alihan One Piece ama ane. *Dilempari peso (Ya nggak lah, selamanya One Piece adalah milik Oda)

Langsung sadja, Cek Yooook~ . Luffy Anak Sekolahan (Chapter 4)

oleh Teach D'Trigun

.

Tanpa membidik, Van Auger si Penembak Jitu mengarahkan senapan Supersonic yang panjang ke arah Ace. Senapan AWP yang telah dimodifikasi itu siap menembakan amunisi yang akan menembus kepala Ace.

"Auger! Singkirkan pistol kecilmu. Biar aku yang menghadapi cecunguk ini," kata Teach berjalan membentengi Auger.

"Hmmm, baiklah." kata Van Auger melepaskan telunjuk dari pelatuk senapannya.

"Kalian semua jalankan semua Rencana kita dengan rapi. Sekarang bergeraklah." Perintah Marshal D. Teach kepada seluruh anak buahnya.

"Ok Bos~ Aku akan mulai menyalakan kembang apinya. Wihahahahaaa..." kata Burgess yang mulai menaiki Truk. Disusul ke-7 kawan lainnya.

"Kami menunggu di Istana Negara, bos." teriak Laffite.

"Tak akan kubiarkan! Rasakan ini..!"

Ace melemparkan Granat ke truk yang ditumpangi anak buah Teach. Namun Granat itu ditahan oleh tubuh Teach, hingga meledak. Tapi Teach tidak kenapa-napa.

"Gila. Gak salah? Dia menahan ledakan dengan tubuhnya?" batin Ace kaget.

"Zehahahahaa. Hay polisi! Jangan ikut campur ya." kata Teach.

"Akan kubereskan kalian secepatnya!" kata Ace menembak dengan pistol Revolfernya.

Bang...Bang...Bang...!

Namun Teach berlindung di balik bangunan. Lalu Teach membalas tembakan dengan senapan Mesinnya.

Derededededed...

Bang...Bang...Bang...

Baku tembak pun terjadi hingga peluru Ace habis. Akhirnya Ace menghampiri dengan Belatinya.

"Hey Koboy! Apa pelurumu habis? Zehahahaha." seru Teach menembakkan senapan mesinnya dengan membabi buta.

Deredededed...Ded..Ded...Ded.,.

Tiba-tiba Ace datang dari atas dan menendang punggung Teach hingga tersungkur.

Duaaashh..,

Senapan mesinnya ikut terlepas. Lalu Ace mengamankan dengan menendang jauh senapannya.

"Kau lumayan juga police. Bagaimana kalau kau bergabung saja dengan kelompokku?" bujuk Teach.

"Maaf. Aku tidak tertarik menjadi bandit. Aku akan menangkapmu secepatnya." kata Ace.

"Kalau begitu kau sama saja dengan yang lainnya. Kau hanya membela pemerintahan yang kotor dan menindas rakyat." kata Teach.

"Aku hanya menegakan keadilan. Kau sudah melampaui batas." kata Ace.

"Dengar police! Sebentar lagi negara ini akan menjadi milikku. Semuanya akan berubah, dan negara ini akan hidup dengan damai tanpa adanya kaum Kapitalis dibawah pemerintahan baru yang akan kupimpin." kata Teach.

"Kau melakukan dengan cara yang salah. Apa kau sadar, kau hanya memperparah keadaan. Sekarang masyarakat dalam bahaya!" teriak Ace.

"Ternyata percuma saja. Akan kuhabisi kau!" kata Teach meninju pilar bangunan di sampingnya hingga roboh. Dan Pertarungan mereka berdua pun dimulai kembali.

.

.

Suatu ketika dipusat kota.

Di tempat Luffy dan Zoro yang sedang mulung.

"Luffy, kau dengar? Katanya Warga mengeluh karna Listrik padam." kata Zoro.

"Hmmm. Biarkan saja, itu kan udah biasa. Sebentar lagi juga nyala." kata Luffy.

"Ini tidak masuk akal. Kalau memang listrik mati, mungkin cuma di sebagian tempat saja. Tapi ko dari tempat tadi ke tempat ini jaraknya cukup jauh dan listriknya juga mati. Apa tidak aneh?" kata Zoro.

"Hmmm. Apa sebenarnya yang telah terjadi?" kata Luffy.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba terdengar suara Ledakan.

"DOOAAAARRRR!"

"Aaahh... Apa itu?" kata Zoro.

"Gedung tertinggi di kota ini! Gedung Justice hancur!" teriak Luffy kaget.

"Bagaimana sekarang?" kata Zoro bingung.

Tiba-tiba tak lama setelah itu, kota itu di landa gempa Vulkanik. Dan Gunung Tolu yang ada di daerah itu meletus hingga melakukan aktivitas Erupsi yang hebat.

"Ayo tinggalkan tempat ini. Jarak kita dari gunung cuma 7 km. Kita akan tersapu Lava." kata Luffy.

Ketika Zoro dan Luffy tengah berlari, ada sebuah Sedan hitam menghampiri mereka. Dan ternyata di dalam sedan itu ada Sanji, Nami, dan Usopp.

"Heyy, Kalian cepat naiklah!" seru Sanji.

"Eehh, ternyata kalian. Terimakasih ya. Ayo Zoro, kau duluan." kata Luffy.

Dan mereka pun pergi dengan mobil Sanji meninggalkan Area letusan. Di tengah jalan mereka oleh seseorang yang malah mendekati Gunung meletus itu.

"Itu, itu pak Akainu. Mau kemana dia?" kata Nami.

"Sanji, berhenti dulu. Kita harus membawanya." kata Luffy dan mobil pun menghampiri Akainu.

"Pak! Tunggu. Jangan kesana!" sahut Luffy.

"Kalian? Cepat pergilah. Aku akan menghentikan letusannya!" kata Pak Akainu.

"Hey! Apa kau waras?" kata Zoro.

"Hey! Denger ya? Jelek-jelek gini, aku juru kunci gunung di seluruh dunia ini. Gunung ini meletus karna ulah manusia, bukan kehendak alam." kata Pak Akainu.

"Maksud bapak?" tanya Nami heran.

"Seseorang telah mengaktifkan gunung ini dengan suatu alat. Sudahlah, kalian diam dulu. Aku mau baca mantra nih!" kata Pak Akainu.

Dan Pak Akainu pun membaca mantra untuk menghentikan letusan Gunung itu.

"Nina bobo ohh nina bobo.. Kalau tidak bobo digigit nyamuk... Kucukucukucu... Bobo ya bobo ohh gunung sayang., kalau tidak bobo digigit nyamuk.."

"Apa dia gila? Dia ingin menghentikan letusan dengan nyanyi -Nina bobo-? Sudah! Cepat kita tinggalkan orang dungu itu! Kita akan tewas." ajak Usop.

"Tunggu, gunungnya akan berhenti meletus." kata Luffy menyadari perubahan drastic gunung itu.

Dan benar saja, setelah beberapa saat gunung itu kembali normal.

"Nahh, sekarang sudah aman. Aku akan menuju gunung yang lainya. Tinggal 4 gunung lagi." kata Pak Akainu.

"Hebaat! Aku baru tau cara menidurkan gunung. Nanti aku coba ahh. Shishishi." kata Luffy.

"Hohoho. Tidak bisa, semua gunung cuma nurut padaku,. jangan coba-coba. Sekarang pergilah." ujar Pak Akainu.

"Baiklah Sanji, kita sebaiknya ke pusat kota. Di sana ada ledakan yang menghancurkan gedung Justice." kata Luffy.

"Ok! Ayo semua masuklah ke mobil!" kata Sanji. Dan mereka pun pergi menuju pusat kota.

Dipusat Kota Grunge City

"Bagaimana, apa semuanya lancar?" kata Pizarro -Wakil ketua Organisasi BLACKBEARD-.

"Semua senjata sudah kubagikan pada pemberontak, dan mereka akan menyerang nanti malam." kata Vasco Shot.

"Sebentar lagi, hitungan mundur...5...4...3...2..1...0.. Sekarang!" kata Devon si wanita iblis. Tiba-tiba suara ledakan terdengar keras di berbagai tempat.

"Wuoohhh. Bingo. Bom kamu lebih Top dari pada Bom Nurdin M Top." kata Shiliew memuji.

"Tunggu! Ada yang tidak beres dengan gunung Tolu. Kenapa erupsinya berhenti?" kata Burgess.

"Sudahlah. Mungkin nanti ada letusan susulan." kata Laffite.

"Baguslah. Saatnya berpesta!" kata Pizzaro cekukukan.

"Lihat apa yang ku tembak!" kata Van Auger.

"Siapa?" kata Vasco.

"President . Kutembak Head Shot saat sedang buang air besar. Huahahaa..." kata Van Auger. Senapannya yang panjang ia pikul dengan gagah.

"Sudah takdir. Manusia busuk akan mati dengan busuk pula." kata Doc Q yang menaiki kuda sakit.

"WIHAHAHAHAHAAA... Era baru dimulai!" kata Burgess disambut sorak teman-temannya.

Malam itu, di negara Raftel tidak ada cahaya listrik. Semuanya diselimuti Kegelapan. Dentuman bom dan suara tembakan dari para pemberontak mengiringi nyanyian jeritan manusia yang panik.

Inilah Lagu Simponi kematian yang dibawakan oleh Kelompok BLACKBEARD.

Apakah Luffy dan kawan-kawannya dapat menghentikan mimpi buruk ini?

BERSAMBUNG a.k.a TBC

Silahkan di KLIK tulisan dibawah ini,

V

V

V