Title : YOU

Rate : T

Cast : Kim Ryeowook a.k.a Wookie
Kim Jongwoon a.k.a Yesung
Lee Sungmin a.k.a Sungmin
Lee Hyukjae a.k.a Hyukkie
and other cast

Warning : Genderswitch, typo dimana-mana, abal, gaje

Disclaimer : Super Junior hanya milik dri mereka sndiri

"Hiks.. hiks.. op-oppa be-benarkah hiks.. tadi itu hiks.. Yesung oppa?" Tanya Ryeowook entah pada siapa.

.Menangis.

Hanya itu yang dilakukan Ryeowook sejak memasuki rumah tadi. Dia benar-benar merasa sakit hati, kecewa, kesal, dan merasa dikhianati. Semuanya bercampur aduk menjadi satu.

Dia benar-benar tidak menyangka orang yang sangat dicintainya berbuat seperti itu. Dia sungguh tak habis pikir.

Ryeowook merasa hatinya benar-benar terluka, retak dan patah. Dicengkramnya pakaian sekolahnya tepat dibagian dada, berharap bisa mengurangi semua rasa sakit ini.

"Ap-apa hiks.. selama ini hiks.. oppa cuma hiks.. mempermainkanku saja?"

Ryeowook terus saja menangis tanpa mempedulikan seragam sekolahnya yang basah, karena sejak tadi belum digantinya. Dia benar-benar tidak peduli jikalau nantinya dia jatuh sakit. Hatinya jauh lebih sakit saat ini.

-o0o-

"Huh.. Wookie kemana sih? Kok dari tadi dia tidak kelihatan *emang hantu tidak kelihatan ^^v* ?" gumam Hyukjae "Apa dia sedang sibuk? Tapi sibuk apa coba? Ah sepertinya tidak mungkin"

Hyukjae menatap Sungmin "Oh ya Min, apa kau tidak lihat Wookie?"

Sungmin mengaduk milk shake strawberry nya asal "Molla"

"Huwaa terus apa yang terjadi dengan Wookie? Jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya?" Hyukjae mulai mendramatisir

Sungmin memutar bola matanya bosan "Sudahlah Hyuk, tidak usah berlebihan seperti itu. Pulang sekolah nantikan kita bisa kerumah Wookie" saran Sungmin

Mata Hyukjae berbinar-binar "Wah, kau pintar juga Min. Kenapa tidak terpikir dari tadi ya?" Sungmin hanya sweatdrop dengan tingkah lebay sahabatnya itu.

.

Ting tong ting tong

Bel rumah Ryeowook terus berbunyi sedari tadi, tapi si pemilik rumah tidak menunjukkan tanda-tanda akan membukakan pintu dari tadi. Hal itu membuat kedua yeoja manis yang sedari tadi memencet bel rumah itu jadi bête sendiri.

"Wookie kemana sih? Dari tadi tidak dibukain" Hyukjae mengerucutkan bibirnya sebal, bagaimana tidak? Sedari tadi dia memencet bel tapi tak kunjung dibuka.

"Sudahlah Hyukkie, kita kedalam saja langsung siapa tahu tidak dikunci?" ajak Sungmin. Sungmin memutar kenop pintu rumah Ryeowook dan VOILA rumah itu tidak dikunci, membuat Hyukjae cemberut 'tahu gitu lebih baik tidak usah mencet bel deh' batinnya

Kedua yeoja itu segera memasuki rumah Ryeowook 'sepi sekali?' pikir kedua yeoja manis itu. Hei, apa kalian lupa? Orang tua Ryeowook kan sedang pergi ke luar negeri, jelas saja kan jika rumah ini sepi?

Ceklek

Sungmin dan Hyukjae memasuki ruangan bernuansa ungu itu dengan pelan, "Omona Wookie, apa yang terjadi?" teriak Sungmin dan Hyukjae bersamaan. Kedua yeoja itu sangat terkejut melihat tubuh Ryeowook mengigil dengan wajah yang pucat. "Wookie gwaenchana?" Tanya Sungmin, ditepuk-tepuk pelan wajah Ryeowook

Sungmin menaruh punggung tangannya dikening Ryeowook, memeriksa suhu tubuh yeoja itu "Omona, suhu tubuh Wookie panas sekali" Sungmin dan Hyukjae benar-benar panik sekali mengetahui suhu tubuh Ryeowook setinggi itu "Hyukkie, ambilkan handuk dan air es cepat!" perintah Sungmin tanpa pikir panjang.

Sungmin begitu terkejut melihat Ryeowook masih mengenakan seragam sekolah 'kenapa Wookie masih mengenakan seragam sekolah?' batin Sungmin bingung. Tapi dia tidak ingin terlalu memikirkan itu, yang lebih penting adalah kesembuhan Ryeowook. Segera digantinya seragam sekolah Ryeowook dengan kaos rumahan (?)

Hyukjae datang membawakan handuk dan sebaskom (?) air es, Sungmin dengan cekatan mengompres tubuh mungil Ryeowook. Sesekali digantinya kompresan itu jika sudah mongering #apadeh

"Engh.." lenguh Ryeowook, dia mengerjapkan kedua matanya, menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retinanya. "Eonnie?" Ryeowook terkejut melihat ada Sungmin dan Hyukjae dikamarnya 'apa yang terjadi?' pikirnya. Ryeowook mencoba untuk duduk "Akh.." dia merasa kepalanya sakit sekali

"Sudahlah Wookie, jangan memaksakan untuk duduk" nasihat Sungmin

"A-apa yang eonnie lakukan disini?" Tanya Ryeowook bingung

Hyukjae tersenyum "Kami kesini karena dari tadi disekolah tidak melihatmu sama sekali. Lalu kami kerumahmu, eh taunya kau sedang sakit. Kenapa kau tidak bilang kalau sedang sakit?" jelas Hyukjae panjang kali lebar

Ryeowook tersenyum "Mianhae, aku tidak ingin merepotkan kalian"

Sungmin menepuk jidat Ryeowook pelan "Hei, kita ini kan sudah seperti saudara. Kenapa kau bicara seperti itu?"

Ryeowook tersenyum "Gomawo eon"

"Wookie ada apa dengan matamu? Kenapa sembab sekali? Apa kau habis menangis?" Tanya Sungmin bingung. Lihat saja mata Ryeowook saat ini, benar-benar bengkak dan sembab. Apa itu efek dari menangis semalaman?

"A-anou itu, Wookie ke-kemarin.."

"Hei, ada apa sih? Apa benar kau habis menangis?" Tebak Hyukjae seratus persen benar

Ryeowook jadi bingung harus menjawab apa, tidak mungkin kan dia bilang ke Sungmin dan Hyukjae kalau kemarin dia melihat Yesung dan Luna ciuman? Oh ayolah, demi apapun tidak mungkin kan dia harus bilang seperti itu?

"A-anou itu.." Sungmin dan Hyukjae terus menatap Ryeowook menunggu apa yang akan dikatakannya "Ke-kemarin Wookie cuma tidak bisa tidur aja. Makanya mata Wookie jadi sembab, iya benar karena itu" ujar Ryeowook gugup, terlihat sekali dari cara berbicara yang terputus-putus (?) kalau dia sedang berbohong

Hyukjae dan Sungmin menatap Ryeowook tajam "Kau sedang tidak berbohong kan Wookie?" Ryeowook yang ditatap seperti itu pun jadi semakin gugup.

"A-aniya" Ryeowook benar-benar gugup. Oh ayolah, siapa coba yang tidak gugup jika ditatap seperti maling yang tertangkap kering #plakk *ralat* basah tengah mencuri barang "Huft.. baiklah Wookie memang habis menangis" akhirnya Ryeowook bisa jujur juga, yah walau tidak sepenuhnya.

Hyukjae dan Sungmin membulatkan matanya "Mwo? Menangis? Siapa yang telah membuatmu menangis?" huh.. Sungmin dan Hyukjae benar-benar aneh, tadi dia memaksa Ryeowook untuk jujur kalau dia menangis, setelah Ryeowook bilang kalau dia menangis, Hyukjae dan Sungmin masih saja bertanya. Padahal kan dia yang memaksa ==" #Apadeh

"Anou tidak ada yang membuat Wookie nangis kok eon, Wookie ha-hanya merindukan eomma" jawab Ryeowook yang tentu saja bohong

Hyukjae mengangguk paham atas penjelasan Ryeowook, sementara Sungmin? Dia terlihat tidak percaya akan penuturan Ryeowook, dia merasa jika Ryeowook sedang berbohong. Tapi dia tidak ingin bertanya lebih jauh, dia tak mau terlalu ikut campur sama kehidupan pribadi sahabatnya itu.

Mereka bertiga pun mulai mengobrol seperti biasa. Yah, setidaknya mengobrol seperti ini bisa membuat Ryeowook sedikit melupakan Yesung walau hanya sejenak.

.

"Eonnie tidak pulang?" Tanya Ryeowook bingung. Wajar saja, jam sudah menunjukan pukul Sembilan malam, tapi Sungmin dan Hyukjae masih berada dirumahnya

Sungmin cemberut "Kau mengusir kita Wookie?" Sungmin menggembungkan pipinya –imut-

Ryeowook menggeleng cepat "A-aniya bu-bukannya begitu, hanya saja inikan sudah lumayan malam" bela Ryeowook, dia tidak ingin kedua sahabatnya ini salah sangka.

"Tapi kita kan masih ingin disini, kita ingin menginap!" protes Hyukjae

"Bukannya begitu, Wookie hanya tak ingin merepotkan eonniedul"

Sungmin mengelus rambut panjang Ryeowook, "Kau tidak merepotkan kami kok"

"Tapi_" belum sempat Ryeowook angkat bicara, terdengar bunyi dering ponsel dari saku blazer Hyukjae

'Nohchigo shipji anha dashineun anorgeot gata
So tell me what's up nae maeum gatgireur
Jogeumdo sumgiji anhgo jogem sarangseureopge
Jeonharrae nae mam ni nuneul bogo malhae so into you'

Hyukjae segera membuka flip ponsel berwarna baby blue-nya, ditekannya tombol hijau lalu mulai mendekatkan ponsel itu ketelinganya

"Yeoboseyo"

"…"

"Tapi eomma_"

"…"

"Ne"

Hyukjae memutuskan sambungan telepon tadi, dia menghela nafas berat "Wookie mianhae, aku sepertinya tidak bisa menginap. Eomma menyuruhku untuk pulang" ucap Hyukjae menyesal, padahal ingin sekali dia menemani Wookie disini.

Ryeowook tersenyum "Gwaenchana eon, lagi pula Wookie kan sudah menyuruh eonnie untuk pulang tadi" Ryeowook menatap Sungmin "Eon, temani Hyukkie eonnie pulang ne!"

"Ta-tapi akukan ingin menemanimu Wookie! Kenapa aku harus menamani Hyukkie? Lagi pula kau kan dirumah sendirian, aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu" Tanya Sungmin bingung, 'padahal kan yang sakit dirinya sendiri, kenapa dia menyuruhku menemani Hyukkie?' batin Sungmin

Ryeowook menatap Sungmin memelas "Huh baiklah, tapi kalau ada apa-apa hubungi aku atau Hyukkie ne!" Sungmin akhirnya mengalah juga

Ryeowook mengangguk "Hem, siap bos" dia menaruh tangannya dikepala, memberikan gerakan hormat

Hyukjae dan Sungmin tersenyum "Annyeong Wookie, hati-hati ne!" Hyukjae dan Sungmin melambaikan tangannya. Ryeowook membalas itu dengan senyuman.

Sepeninggalan (?) Hyukjae dan Sungmin, senyum yang tadi mengembang dikedua sudut bibirnya luntur sudah. Bayangan akan Yesung dan Luna sore kemarin terus menari-nari (?) diotaknya, bayangan itu terus bergerak seperti rekaman film yang tidak bisa berhenti untuk memutar. *Ribet amat dah bahasanya*

Setetes airmata kembali mengalir dari pelupuk mata Ryeowook, "Op-oppa hiks…" lirihnya

-o0o-

Disebuah gedung tua, terlihat seorang namja –tepatnya lima orang namja dan satu yeoja- tengah sibuk dengan urusan masing-masing, tersirat sekali kalau mereka sedang membolos karena bel selesai istirahat telah berbunyi sejak tadi.

"Aissh… Wookie kemana sih? Kenapa dari kemarin tidak kelihatan juga?" dumel seorang namja tampan yang memiliki sepasang mata bak bulan sabit. Namja tampan itu terus saja mengacak rambut brunette-nya sambil menggerutu.

"Bisakah kau tidak melakukan hal 'bodoh' seperti itu?" ucap Heechul pedas bahkan lebih pedas dari cabe'

"Tapi chullie, kau tahu sendiri kan kalau dari kemarin dia tidak menemuiku? Dikelasnya pun dia juga tidak ada"

"Apasih susahnya ngomong? Nelfon ga pernah, sms ga pernah?"

"Aku ga punya pulsa"

Plakk *Abaikan iklan itu*

"Telpon dan pesan dariku juga tak dibalasnya, ada apa sih dengannya?" gerutu Yesung frustasi

Heechul mengehela nafas "Kenapa tak kau tanyakan saja pada kedua sahabatnya? Atau kerumahnya saja langsung" Heechul kembali bergelayut manja dilengan Hankyung –kekasihnya-

'benar juga yang dikatakan Chullie, kenapa tak terpikir olehku ya?' pikir Yesung. Kau sungguh pabbo Kim Jongwoon #Plakk *Ditabok Clouds*

.

Sungmin dan Hyukjae kerumah Ryeowook sembari membawa 'bibimbap' makanan kesukaan Ryeowook.

"Annyeong Wookie" Hyukjae dan Sungmin memasuki kamar Ryeowook "lihat kami membawa apa?" Hyukjae mengangkat plastik hitam yang ada ditangan kanannya

"Memangnya apa eon?" Tanya Ryeowook polos.

"Kita membawa makanan kesukaanmu" jawab Sungmin

"Bibimbap? Huwaaa" teriak Ryeowook heboh, kalau menyangkut bibimbap atau sesuatu yang disukainya, Ryeowook memang akan heboh seperti ini.

Ryeowook pun mulai memakan makanan yang dibawa kedua sahabatnya, "Ehm Hyukkie eon tidak latihan?" Tanya Ryeowook

"Setelah ini" jawab Hyukjae

Ting tong ting tong

Bel rumah Ryeowook berbunyi, "Biar aku saja yang buka" Sungmin beranjak dari atas tempat tidur Ryeowook.

Sebelum Sungmin keluar dari kamar Ryeowook, terdengar suara Ryeowook menghentikan gerak Sungmin "Jika itu Yesung oppa tidak usah dibuka eon" ujar Ryeowook pelan

Sungmin mengerutkan keningnya bingung "Wae?"

'kenapa jika Yesung sunbae tidak usah dibuka? Sebenarnya apa yang terjadi? Bukankah dia itu namjachingu-nya Wookie? Apa mereka sedang dalam masalah? Apa karena ini Wookie mendadak jadi sakit?' beragam pertanyaan terus berputar diotak Sungmin maupun Hyukjae.

Ting tong ting tong ting tong

Suara bel itu semakin cepat dan keras, "Baiklah" ucap Sungmin sebelum dia bergegas menuju ruang depan. Dilihatnya siapa yang datang dari jendela depan.

Ternyata orang itu, orang yang telah memencet bel dengan tidak sabarnya adalah Yesung. Lalu apa yang harus Sungmin lakukan? Bukankah dia tidak boleh membukakan pintu untuk orang yang bernama 'Yesung' ? Tapi suara bel terus saja berbunyi, seolah tidak menyerah menyuruh orang yang berada didalam untuk segera membukakan pintu.

'lebih baik aku kembali kekamar Wookie saja. Siapa tau dia memang ada masalah dengan Yesung' batin Sungmin beranjak menuju kamar Ryeowook.

"Yesung sunbae"

"…" Ryeowook hanya diam tak menanggapi, entah kenapa setiap mendengar nama itu hatinya sakit sekali

"Sebenarnya ada masalah apa sih antara kau dengan Yesung sunbae?" Tanya Hyukjae lembut.

"…" lagi-lagi Ryeowook hanya diam, lidahnya terasa kelu bahkan hanya untuk mengucap satu kata saja.

"Hah.. baiklah" Sungmin akhirnya tidak memaksa Ryeowook untuk memberitahunya, dia lebih ingin jika Ryeowook sendirilah yang menceritakan padanya atau Hyukjae.

"Tapi_" belum sempat Hyukjae protes, Sungmin telah memotong ucapannya.

"Hyukkie, bukankah kau harus latihan?" potongnya, Sungmin tidak ingin kalau Hyukjae bertanya yang macam-macam. Sungmin tau untuk saat ini Ryeowook sedang tidak ingin bertemu atau membicarakan Yesung.

"Hah baiklah. Aku pergi dulu ne, annyeong" Hyukjae bergegas pergi menuju keluar rumah.

Saat melewati pintu depan Hyukjae merasa jika Yesung sudah tidak ada 'mungkin Yesung sunbae sudah pergi'

.

.

Hyukjae meliuk-liukkan tubuhnya membentuk formasi gerakan dance yang sangat memukau, walaupun dia hanya sendiri diruang dance itu, tapi itu tak membuat yeoja pecinta pisang itu patah semangat.

Prok prok prok

Suara tepukan tangan bergema diruangan bernuansa hitam-putih itu tepat ketika Hyukjae selesai melakukan gerakan memukau. Seorang namja tampan memasuki ruangan itu seraya tersenyum manis "Gerakan yang bagus Hyukkie"

Seulas senyum terukir dibibirnya "Gomawo Hae"

Donghae melihat sekeliling ruangan tersebut "Kau sendirian?" tanyanya

Hyukjae tersenyum "Tadinya, tapi sekarang kan ada kamu, jadi aku tidak sendirian lagi" Hyukjae menepuk bangku yang ada disebelahnya "Duduklah Hae"

Donghae segera duduk tepat disebelah Hyukjae, ditatapnya Hyukjae yang tengah mengeringkan tubuhnya yang basah oleh keringat dengan handuk "Kau sangat cantik" puji Donghae

Deg…

Deg…

Deg…

Jantung Hyukjae berdetak dengan sangat cepat, rasanya seperti habis lari marathon 100 meter. Wajahnya pun telah berubah warna menjadi merah. Hyukjae menunduk, dia tidak ingin memperlihatkan wajahnya yang telah berubah warna itu kepada Donghae.

"Sudahlah tidak perlu menunduk seperti itu" Donghae mengangkat dagu Hyukjae, membuat mereka saling bertatapan. Ingin sekali Hyukjae membuang muka kearah lain, tapi wajah Donghae serasa menghipnotisnya "Kau memang sangat cantik" goda Donghae.

Blush …

Wajah Hyukjae kembali merona, bahkan lebih merah dari yang tadi. Donghae yang melihat Hyukjae seperti itupun tersenyum.

"A-aku mau latihan lagi Hae" Hyukjae melepaskan tangan Donghae yang ada didagunya, dia pun bersiap untuk latihan dance lagi. Donghae duduk memperhatikan Hyukjae yang sedang latihan, sejujurnya dia masih ingin nge-dance seperti dulu. Tapi entahlah, author benar-benar bingung dengan jalan pikiran Donghae.

-o0o-

Sesosok yeoja tengah berjalan dengan gontai dikoridor sekolah yang sepi itu, walaupun pagi ini kota Seoul tengah hangat oleh pancaran sang mentari, tapi tak membuat hati yeoja itu terasa hangat juga.

Yeoja itu berjalan gontai menuju kelasnya, yap yeoja itu adalah Kim Ryeowook. Pagi ini Ryeowook memang sudah sekolah, setelah dua hari dia tidak masuk. Suhu tubuhnya memang suduh turun, kata lainnya sih dia sudah sembuh. Memang secara fisik dia telah sembuh, tapi tidak dengan hatinya, hatinya masih sakit sampai saat ini.

Bayangan akan kejadian itupun terus menari-nari dibenak Ryeowook, ingin sekali rasanya dia membuang ingatan tentang kejadian itu jauh-jauh dari benaknya. Tapi sayang otaknya tidak bisa diajak kompromi, sekeras apapun dia melupakan hal itu, kejadian itu masih tetap akan teringat dibenaknya.

Bahkan Ryeowook yang biasanya setiap pagi datang kekelas sahabatnya pun, pagi ini lebih memilih langsung menuju kelasnya yang masih sepi itu.

.

.

Sudah hampir seminggu Ryeowook masuk sekolah, selama itu pula dia tidak pernah menemui Yesung. Disekolah pun dia terlihat murung dan lebih banyak diam, Sungmin dan Hyukjae yang notabene-nya sahabat Ryeowook pun bingung, bukannya mereka tidak pernah bertanya –sering malah- tapi Ryeowook hanya menjawabnya dengan diam, akhirnya mereka lebih memilih untuk tidak bertanya apapun lagi tentang masalah yang dihadapi Ryeowook.

Mereka tahu, mungkin ini ada hubungannya dengan Yesung, Sungmin dan Hyukjae pun lebih sering menghibur Ryeowook.

Seorang namja tampan yang memiliki sepasang mata bak bulan sabit tengah menggerutu tidak jelas, namja itu terus mengacak rambut brunette-nya frustasi, sudah seminggu ini dia tidak bertemu Ryeowook, setiap dia ingin menemui Ryeowook, Ryeowook selalu tidak ada. Dia merasa jika seminggu ini Ryeowook menjauhinya, tapi kenapa? 'Kenapa dia harus menjauhiku dengan alasan yang tidak jelas? Ada apa dengan yeoja itu?' setidaknya itulah yang ada dipikiran Yesung saat ini

"Sudahlah Sung, bisa tidak kau tenang sedikit?" ucap Heechul jengah, bagaimana tidak? Jika dari tadi melihat Yesung monda mandir persis seterikaan (?) dengan rambut yang acak-acakan. Menyebalkan bukan? Terlebih digudang ini hanya ada dia dan juga Yesung, sang kekasih –Hankyung- sedang ke toilet, lalu yang lain entahlah mereka kemana.

"Aissh Chullie, bagaimana aku bisa tenang jika sudah seminggu dia tidak menemuiku dengan alasan yang jelas? Sudah begitu setiap aku akan menemuinya, dia selalu tidak ada dikelas atau dimanapun, setiap aku kerumahnya pun seperti tidak ada orang. Dia seperti menjauhiku, tapi kenapa?" akhirnya Yesung mengeluarkan semua unek-uneknya kepada Uya-Kuya yang ada di stasiun TV Indonesia setiap sore #Plakk *ralat* kepada Heechul yang tidak tahu apa-apa.

Heechul yang merasa jadi tempat pelampian Yesung pun jadi sebal "YA! Kenapa kau malah memarahiku? Memangnya aku tahu kenapa Wookie seperti itu?" cerca Heechul, huh.. siapa coba yang tidak sebal dijadikan tempat pelampiasan orang yang sedang galau. *Eciyee oppa galau juga ya*

Yesung hanya diam, dia semakin mengacak (?) rambutnya yang memang sudah berantakan dari tadi. Heechul yang tidak tega pun akhirnya memberi saran "Lebih baik pulang sekolah ini kau tunggu didepan kelasnya, ajak dia bicara baik-baik" nasihat Heechul .

Kriiiiinngg…. Krriiiiinngg…..

Tak lama bel pulang pun berbunyi, "Gomawo Chullie" Yesung segera pergi menuju kelas X-B kelas Ryeowook tentunya.

Setibanya dia dikelas Ryeowook, Yesung segera mengedarkan (?) pandangannya mencari sesosok yeoja yang sangat dicintainya. Siswa yang ada dikelas itu memandang Yesung takut-takut 'Mau apa Yesung sunbae kesini? Apa aku pernah punya salah dengannya?' mungkin itulah yang ada dipikiran siswa yang ada disitu.

Yesung seolah tak peduli dengan tatapan takut yang ditujukan padanya, matanya sibuk menelusuri keadaan kelas itu "Ya kau! Dimana Ryeowook?" Tanya Yesung to the point kepada salah seorang siswa berwajah aegyo yang hendak keluar.

Siswa yang diketahui ber name tag 'Lee Taemin' itu menunjuk dirinya sendiri "Saya sunbae?" tanyanya takut-takut. Hei, siapa yang tidak takut jika diajak bicara gitu sama -namja paling ditakuti disekolah-

"Iya kaulah dasar pabbo!" geram Yesung, dia sudah sangat terburu-buru, makanya dia bertanya pada siswa dikelas itu. Tapi yang ditanya malah 'LOLA' abis.

"I-itu Rye-Ryeowook ba-baru saja ke-keluar" ujar Taemin terbata-bata.

Yesung mengacak rambutnya frustasi "ARRGGHH" erangnya.

.

.

Sungmin berjalan sendiri menuju rumahnya, biasanya dia akan pulang sama Hyukjae atau Ryeowook –sahabatnya- tapi akhir-akhir ini Sungmin lebih sering pulang sendiri, alasan Hyukjae karena dia harus latihan dance untuk kompetisi yang akan diadakan minggu depan, kalau Ryeowook kalian tau sendiri bukan? Akhir-akhir ini dia lebih sering sendiri.

Sungmin menunggu didepan halte "Aiissh kenapa bus itu lama sekali sih datangnya?" gumam Sungmin sebal, akhirnya dia memainkan ponsel yang ada disakunya untuk menghilangkan bosan.

Tiit tiit.. *suara nya aneh banget ya?*

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil, Sungmin menengadah dilihatnya mobil sport merah tengah berada didepannya, kaca mobil itu terbuka dan terlihatlah namja tampan dengan rambut sedikit ikal tengah berada didalam mobil itu. "Annyeong Minnie" sapa namja tampan itu.

"Annyeong juga Kyu" Sungmin membalas senyum namja tampan itu yang ternyata adalah Kyuhyun

"Masuklah" Sungmin diam, dia bingung maksudnya masuk kemana? Kyuhyun tersenyum melihat wajah bingung Sungmin, menurutnya wajah itu sangatlah imut. "Masuklah kedalam mobil, akan kuantarkan kau pulang" Kyuhyun keluar dari dalam mobil, lalu membukakan pintu mobil untuk Sungmin.

Sungmin sangat malu mendapat perlakuan seperti itu, menurutnya itu seperti seorang namja memperlakukan kekasihnya, wajahnya seketika merona "Go-gomawo" Kyuhyun yang melihat ada rona pink di wajah Sungmin tersenyum –ah lebih tepatnya menyeringai-

Kyuhyun lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Kyuhyun melajukan mobilnya bukan menuju rumah Sungmin, dan Sungmin tahu itu. 'ah mungkin mau ke danau itu' batin Sungmin.

Selama perjalanan tidak ada yang bicara, hanya suara deru mesin mobil dan anginlah yang terdengar.

Sungmin turun dari mobil Kyuhyun setelah Kyuhyun memarkirkan mobilnya disisi jalan, dengan riang dia berlari menuju danau itu, "Kyu ayo kesini" teriaknya sambil menengadahkan tangannya, telapak tangannya bergerak kebawah menyuruhnya untuk mendatanginya. *sumpah ribet amat bahasanya, ngerti ga?*

Kyuhyun tersenyum, segera dilangkahkan kaki panjangnya (?) ke sisi danau tempat Sungmin berada, Sungmin terlihat sangat menikmati pemandangan yang ada disini "Kyu tempat ini tidak berubah, tetap indah seperti waktu itu" pujinya, "Aku sangat sangat sangat menyukai tempat ini" Sungmin terus saja memuji danau itu.

"Bagaimana kalau setiap akhir pekan kita kesini?" tawar Kyuhyun yang tentu saja dijawab dengan anggukan mantab dari Sungmin, tak lupa mata kelincinya yang berbinar senang.

"Jinjjayo?" Kyuhyun mengangguk "Gomawo Kyu" dipeluknya tubuh Kyuhyun tanpa sadar.

Deg~

Deg~

Suara degup jantung Sungmin seolah menyadarkannya untuk melepas pelukan ini "Mi-mianhae" dipegangnya dada sebelah kirinya 'Kenapa dadaku berdetak lebih cepat seperti ini?' batin Sungmin.

Mereka berdua kemudian terdiam, tak ada satupun dari mereka yang memulai pembicaraan. Hanya suara kicauan burung serta dedaunan yang saling bergesekan (?) lah yang menjadi backsound keheningan itu.

Kyuhyun sibuk menikmati wajah cantik Sungmin. Sementara Sungmin dia tiba-tiba teringat akan masalah Ryeowook dan Yesung, ingin sekali yeoja berwajah aegyo itu menanyakan kepada Kyuhyun kenapa Yewook seperti ini? Tapi apa berhak dia bertanya tentang hubungan orang lain?

Kyuhyun yang melihat Sungmin memandangnya dengan tatapan ragu itupun bingung 'ada apa dengan yeoja ini?' pikirnya, "Ada apa? Kenapa menatapku dengan ragu seperti itu?" Tanya Kyuhyun.

Sungmin tambah ragu, haruskah dirinya bertanya pada orang ini? "K-kyu a-apa kau tahu mengapa Wookie jadi murung seperti ini?" Kyuhyun menatap Sungmin dengan tatapan –mengapa-bertanya-padaku?- bukankah-kau-sahabatnya-?-

Sungmin yang mengerti arti tatapan Kyuhyun itu segera menjelaskan "Maksudnya apa Wookie murung seperti ini ada hubungannya dengan Yesung sunbae? Kuperhatikan Wookie jarang lagi menemui Yesung sunbae, apa mereka ada masalah?" jelas Sungmin.

Kyuhyun mengedikkan bahunya "Molla" jawabnya cuek, dia fikir kenapa Sungmin bisa melamun seperti itu, ternyata malah memikirkan hubungan Ryeowook –sahabatnya- sepertinya yeoja ini sangat sayang kepada sahabatnya.

"Tapi akhir-akhir ini aku juga jarang melihatnya bersama Yesung hyung di gudang" tambah Kyuhyun, ditatapnya wajah imut Sungmin "Sudah sore, kajja kita pulang" ajak Kyuhyun.

Sungmin mengangguk, Kyuhyun segera menggandeng tangan Sungmin menuju ke mobil sport merahnya.

.

.

Tbc

a/n

Huwaaa… mianhae apdet lama..
Sebener'a chppie ni udah slese dri berminggu-minggu yg lalu,,
V karna modem author rusak, jdi'a lama gni dh..
Ini ajj bru baek lgi *Hah.. jdi curcol*
Ehm.. mungkn 2 chappie lgi ni epep abal bkal tamat.

Ok, klo gtu langsung ajj kta ke review reply :

Cloud1124 : biar Yesung ga nyelingkuhi wookie jga udh bnyk dosa'a #plakk *dirajam clouds*
ni udh apdet ,, mian lama. Ripiu lgi ya, hehe :P

CLa Soo Yeon : gomawo udh mo bca. ini udh apdet, mian chingu lama

Eternal Clouds : iy donk,, kan author yg nyuruh wookie brani *Lho?*. ending'a liat ntar ajj, 2 chappie lgi mngkn bkal end

JiYoo861015 : iya, luna memang nyebelin. Ni udh apdet, mianhae ga bsa apdet asap /\

Jewel LeeAihara : gomawo chingu, ini udh dlnjut. Mianhae lama /\

Shin Hyu Ra : author tdur dpelukn yesung oppa sih,, jadi ga bngun2 hehe :P
Mwo? 15 chappie? Author mah ga bsa,, gian mngkn 2 chappie lgi ni epep abal bkal end. Huwaa.. author ga sanggup ngebuat my baby lovely wookie chagiya musti sakit. Mianhae /\

yongie13 : tenang author ga bkal nge-bwt wookie nangis lagi *pdhl chappie ini ajj wookie nangis* #plakk dsar author gila*. Dtunggu ajj ntar ending'a,, 2 chappie lgi mngkn ni epep bkalan end kq..

fiuhh.. akhr'a slese jga ngebalas ripiuan dri readers tercnta

R
E
V
I
E
W

P
L
E
A
S
E