Title : YOU
Warning : Genderswitch, typo dimana-mana, abal, gaje, ga nyambung, de el el
Disclaimer : Super Junior hanya milik dri mereka sndiri
"Aduh aku gugup banget ni" Hyukjae dari tadi terus saja mondar-mandir di ruang tunggu peserta. Yap, saat ini Hyukjae, Sungmin, maupun Ryeowoook tengah berada di gedung 'Vacation' *author ngarang bgt* untuk mengikuti kompetisi dance –ah lebih tepatnya hanya Hyukjae lah yang mengikuti kompetisi- Sungmin dan Ryeowook hanya menemani sembari memberi dukungan untuk Hyukjae
"Sudah tenang saja Hyukkie, aku yakin kau pasti bisa" ucap Sungmin memberi semangat
"Benar kata Minnie eon, eonnie pasti bisa! Bukankah eonnie telah berlatih keras?" Ryeowook ikut menimpal. Benar juga, buat apa Hyukjae mesti gugup dia kan telah berlatih maksimal?
"Tapi tetap saja aku gugup, apalagi ini adalah yang pertama untukku"
Ryeowook tersenyum "Gugup itu wajar eon, apalagi ini adalah pertama kalinya eonnie mengikuti kompetisi. Tapi eonnie harus percaya akan kemampuan eonnie! Kita yakin eonnie pasti bisa!" Ryeowook kembali memberikan dukungan.
Sungmin mengangguk "Wokkie benar, kau harus menampilkan yang terbaik! Fighting!"
Hyukjae tersenyum "Gomawo, aku janji aku akan menampilkan yang terbaik. Fighting!" Hyukjae melihat kesegala arah, 'Dimana dia?' batin Hyukjae. Matanya terus menelusuri setiap sudut gedung itu.
"Peserta bernomor 352 diharapkan menaiki panggung" *Author ga tau klo kompetisi dance ntu gmn, mau pke ruangan ntar jdi kea audisi. Jadi author pake panggung ajj ya ^^V*
Mata Hyukjae terus saja mencari keberadaan orang itu, berharap bisa menemukannya sekarang juga.
"Hyukkie naiklah, kita akan mendukungmu dari sini" ujar Sungmin
Hyukjae mengangguk 'mungkin dia tidak datang' pikir Hyukjae kecewa. Sebenarnya, Hyukjae sangat mengharapkan kedatangan orang itu, orang yang berhasil membuat Hyukjae nyaman berada disisinya.
"Fighting!" ujar Sungmin dan Ryeowook sebelum Hyukjae menaiki panggung
"Ada apa dengan Hyukkie eon?" Tanya Ryeowook bingung melihat ekspresi Hyukjae.
"Molla, dia seperti sedang mencari orang" jawab Sungmin
.
"Annyeonghaseyo Lee Hyukjae imnida" Hyukjae membungkuk Sembilan puluh derajat kepada ketiga juri dan juga penonton yang ada.
"Baiklah, sekarang tunjukan kemampuanmu!" ujar salah satu juri berambut merah yang bernama Park Bom.
Hyukjae mengangguk. Sesaat sebelum dia menggerakan tubuhnya, dia melihat seorang namja yang dari tadi dicarinya, 'Donghae datang' pikir Hyukjae senang. Yap, namja yang dari tadi dicari serta ditunggu kehadirannya adalah Donghae, ternyata Donghae telah berada ditengah penonton sambil membawa banner bertuliskan 'LEE HYUKJAE HWAITING!'
"HYUKKIE FIGHTING!" teriak Donghae keras.
Hyukjae tersenyum, semangat yang tadi sempat luntur (?) kini kembali lagi. Dia pun mulai meliuk-liukkan tubuhnya membentuk suatu gerakan yang sangat indah.
PROK PROK PROK PROK
Suara tepuk tangan dari penonton terus membahana, setelah Hyukjae menyelesaikan gerak dance-nya. Hyukjae tersenyum, lalu membungkukan badannya "Kamsahamnida"
Ketiga juri itupun mulai memberi komentar, ketiga juri itu memuji kehebatan dance Hyukjae. Dan sudah dipastikan pula bahwa Hyukjae lolos kompetisi, dan bisa memasuki babak selanjutnya. "Kamsahamnida" Hyukjae kembali membungkukan badannya, senyum cerah (?) tak pernah luntur dari yeoja penyuka pisang itu, bahkan saat turun dari panggung.
Sungmin dan Ryeowook memeluk Hyukjae setelah Hyukjae turun dari panggung "Huwaa Chukkae eon" Ryeowook memberi ucapan selamat, "Chukkae Hyukkie" kali ini Sungmin yang memberi ucapan selamat
"Tuh kan, apa kita bilang eon. Eonnie pasti bisa"
"Ne, gomawo. Babak selanjutnya aku harus bisa!"
Tiba-tiba seorang namja menghampiri Hyukjae, membuat Sungmin dan Ryeowook melepas pelukan mereka.
"Eh Donghae oppa ada disini? Ayo Minnie eon, kita tinggalkan mereka" Ryeowook dan Sungmin meninggalkan Hyukjae dan Donghae berdua, membuat suasana terasa cukup canggung.
"Ehm apa tadi aku mengganggu kalian?" Tanya Donghae basa-basi.
"Aniya" jawab Hyukjae singkat.
"Chukkae Hyukkie, mianhae tadi aku terlambat datang"
Hyukjae tersenyum "Gomawo Hae"
Entah apa yang membuat sepasang anak manusia ini jadi merasa canggung, padahal biasanya mereka tidak pernah secanggung ini.
"Kalau begitu ayo kita pulang, mau kuantar?" tawar Donghae
"Tapi bagaimana dengan Minnie dan Wookie?"
Ddrrttt… ddrrrrtttt….
Ponsel Hyukjae tiba-tiba bergetar, dibukanya pesan itu
'From : Wookie
eonnie, Wookie dan Minnie eon pulang duluan ya. Mianhae tidak bisa pulang bersama, lebih baik eonnie pulang diantar Donghae oppa saja'
"Aissh.." desis Hyukjae sebal
Donghae mengerutkan keningnya bingung "Wae geurae?"
Hyukjae menggembungkan pipinya serta mengerucutkan bibirnya" Wookie dan Minnie pulang duluan meninggalkanku, terus dengan seenak (?) jidatnya menyuruhku pulang bersamamu. Menyebalkan" gerutu Hyukjae sebal. Hei siapa yang tidak sebal jika ditinggalkan pulang oleh sahabatmu, dan dengan seenaknya menyuruhmu pulang dengan orang lain, yah walau orang itu adalah namja yang spesial buat kita sih.
Donghae tertawa melihat raut wajah Hyukjae, menurutnya Hyukjae benar-benar menggemaskan "Hae-ya, kenapa ketawa?" Tanya Hyukjae bingung
"Habisnya kamu lucu sekali sih" Hyukjae kembali cemberut, apa coba maksud dari namja itu? "Uhm tidak masalah kok kalau kau mau pulang bersamaku, kajja kita pulang!" Donghae menggandeng tangan Hyukjae menuju mobil Audi A5 nya.
-o0o-
"Wookie-ya!" panggil Heechul dari kejauhan, Ryeowook yang merasa dipanggil pun menghentikan langkahnya. Ryeowook membalikan tubuhnya keasal suara tadi, betapa terkejutnya dia melihat Heechul berlari kearahnya.
Ryeowook menatap Heechul bingung "Eonnie? Wae geurae?" tidak biasanya seorang Kim Heechul mau berlari mengejar seseorang, mengherankan sekali bukan?
Heechul menghentikan langkahnya saat berada dihadapan Ryeowook, dia menatap Ryeowook lembut "Aku ingin bicara denganmu! Ayo ikut aku ke kantin!" Heechul menarik tangan Ryeowook menuju kantin.
Heechul dan Ryeowook memilih duduk di kursi yang ada dipojok kantin"Bogoshippo" Ryeowook tersenyum mendengar penuturan Heechul "Apa kau tidak merindukanku?" Tanya Heechul
Ryeowook tersenyum lembut "Nado bogoshippo"
"Kenapa kau sekarang jarang berkumpul bersama kita lagi?" Tanya Heechul
Ryeowook bingung harus menjawab apa, sejujurnya dia ingin sekali ke gudang bersama Yesung seperti dulu. Tapi hatinya masih sakit melihat Yesung yang pasti ada disitu. Ryeowook menundukan kepalanya "Mianhae"
"Apa kau bertengkar dengan si 'kepala besar' itu?"
"A-aniya" bantah Ryeowook, dia memang benar-benar tidak bertengkar bukan dengan Yesung? Dia hanya menjauhinya kan?
Heechul menghela nafas "Kalau kalian tidak bertengkar, mengapa kau menjauhinya?" Tanya Heechul lembut, sisi galaknya hilang entah kemana saat ini "Bukannya aku ingin ikut campur masalah kalian. Tapi aku tidak suka jika melihat Yesung seperti itu!"
Ryeowook menatap Heechul bingung "Maksud eonnie?"
"Kau tahu, semenjak kau tidak pernah menemaninya dan susah dihubungi. Dia jadi sering mencak-mencak sendiri. Dia terlihat frustasi" Ryeowook menunduk, dia jadi merasa bersalah. Sebenarnya ingin sekali Ryeowook menemui Yesung, tapi hatinya masih sakit jika melihat wajah Yesung.
Heechul memandang Ryeowook lembut "Sebenarnya apa yang kau lakukan tidaklah benar, bukankah lebih baik jika kita punya masalah diselesaikan dari 'hati ke hati' dengan orang yang bersangkutan? Bukan dengan hanya diam, mungkin ada beberapa hal diam itu baik. Tapi jika kita terus diam, sampai kapanpun masalah kita tidak akan selesai bukan?" nasihat Heechul.
Ryeowook menundukan kepalanya semakin dalam, "Mianhae"
"Kenapa minta maaf padaku? Kau tidak memiliki salah apapun padaku. Sekarang temuilah Yesung! Selesaikan masalah kalian baik-baik!" perintah Heechul.
-o0o-
Saat ini adalah jam istirahat, Ryeowook duduk dikelasnya sendirian seperti biasa. Beberapa menit yang lalu Sungmin dan Hyukjae telah menawarinya untuk kekantin, tapi sepertinya dia lebih betah menyendiri dikelas, "Hah.." dia menghela nafas berat. Dia masih ingat dengan apa yang dikatakan Heechul tadi pagi.
'Haruskah aku bicara pada Yesung oppa sekarang?' batin Ryeowook
Tiba-tiba seorang namja memasuki kelas dengan langkah terburu-buru "Kau Kim Ryeowook?"
Ryeowook mengangguk "Ne, wae geurae?" jawabnya malas-malasan.
"Kau, ayo ikut aku"
Ryeowook mengerutkan keningnya "Untuk?"
"Yesung sunbae berkelahi dibelakang sekolah" jelas namja itu, Ryeowook membulatkan matanya, berkelahi? Setahunya Yesung sudah jarang lagi berkelahi, ada apa ini?
Ryeowook segera berlari mengikuti langkah namja itu menuju belakang sekolah, tak diperdulikannya bel tanda istirahat telah selesai yang berbunyi nyaring (?), yang ada dipikiran yeoja itu hanya satu 'Yesung'
Saat dia telah berada dibelakang sekolah, matanya membulat terkejut "Ye-yesung oppa?"
Yesung yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh, "W-wookie?"
Disitu terlihat Heechul, Siwon dan Hankyung yang tengah memegang Yesung, yang sedang tersulut emosi.
.
"Mau apa kau mencariku?" Tanya Yesung dingin kepada seorang namja tinggi dan tampan.
"Wah wah, lihat dirimu Jongwoon! Ada apa denganmu? Ah, haruskah aku memanggilmu 'Yesung'?" ledek namja itu, evil smirk terlukis dengan jelas disudut bibir namja itu.
Yesung menatap namja itu tajam "Apa maumu Shim Chamngmin?"
"Hei, jangan marah seperti itu Jongwoon. Santai saja" ucap namja yang ternyata bernama Changmin itu. Evil smirk terus menghiasi bibir Changmin. Yesung diam, ditatapnya Changmin dingin. Changmin menatap Yesung pura-pura takut "Hei jangan tatap aku seperti itu! Aku kan jadi takut Jongwoon Hyung!" Changmin menekan kata 'Hyung' pada kalimat terakhir
"Cepat katakana apa maumu?"
Changmin tersenyum "Kenapa terburu-buru?" Yesung hanya diam, didekatinya tubuh Yesung "Apa kau ingin menemui yeoja itu?" Yesung tersentak, maksud namja ini apa? Apa jangan-jangan_
Changmin menyeringai, "Jadi benar ya? Kapan kau akan mengenalkanku pada kekasih BARU mu itu?" Changmin menekankan kata 'baru', pada kalimat terakhirnya.
Yesung menatap Changmin geram "Awas kau kalau berani macam-macam dengan Ryeowook!"
Melihat Yesung seperti itu, membuat Changmin semakin senang "Oh jadi nama yeoja itu Ryeowook, nama yang manis" Yesung menatap Changmin dengan wajah merah menahan amarah, ingin sekali dia memberikan bogem mentah pada namja iblis ini sekarang juga. Tapi dia mencoba untuk menahan semua amarahnya, dia ingat kalau dia pernah berjanji pada Ryeowook untuk tidak berkelahi lagi.
"Bagaimana kalau Ryeowook untukku saja, Hem?" Tanya Changmin santai.
Yesung mengepalkan tangannya kuat untuk menahan emosi, sampai kuku jarinya jadi memutih "Apa maumu Shim Changmin?"
"Wae? Kau ingin tahu?" Changmin mulai mendekati Yesung, dari jarak sedekat ini dia dapat melihat mata Yesung yang berkilat marah, dia kembali menyeringai "Aku ingin membuatmu merasakan apa yang aku rasakan dulu!" bisik Changmin.
Yesung diam, seketika dia menjadi gelisah 'Apa dia masih memikirkan-nya?' pikir Yesung. "Kau, apa kau masih memikirkan 'dia'?"
Changmin tersenyum "Menurutmu?"
Flashback
Dua orang namja terlihat tengah berjalan dengan penuh kharisma di sepanjang koridor Sapphire Junior High School yang cukup ramai itu, para siswi menatap kedua namja itu dengan pandangan 'kagum' sementara para siswa menatapnya dengan tatapan 'iri'
"YA! Jongwoon oppa, Changminnie chankkaman!" seorang yeoja berambut panjang sebahu tengah berlari dengan susah payah mengejar kedua namja tadi.
"Eh Taeyeon" kedua namja tadi berhenti sebentar, lalu menoleh menghadap yeoja tadi. Yeoja yang tadi dipanggil Taeyeon segera berlari menuju mereka "Jangan lari begitu" Taeyeon akhirnya sampai didepan namja tadi dengan nafas tersengal-sengal (?), dibungkukan tubuhnya seraya memegang lutut *Ngerti ga?*
"Hah hah.." Taeyeon masih mengatur nafasnya "YA! Kenapa meninggalkanku begitu saja!" bentak Taeyeon "Aku lelah tahu mengejar kalian!" kesal Taeyeon. Bagaimana tidak, dia harus berlari dari ruang tata usaha sampai ruang guru *Changmin & Yesung critanya brhenti didpn ruang guru* jarak ruang TU dengan ruang guru kan lumayan jauh, apalagi langkah kakinya yang kecil menyulitkannya mengejar langkah kaki Changmin dan Yesung yang panjang untuk ukuran anak SMP.
"Hehehe, mianhae. Kami lupa jika kau masih ada disana" Changmin hanya nyengir kuda.
Taeyeon jadi tambah kesal, dikerucutkan bibirnya "Uuh jahat, katanya sahabat tapi kenapa malah melupakanku" Yesung mencubit pipi chubby Taeyeon gemas "Adaww.. sakit oppa" Taeyeon mengelus pipinya yang telah menjadi korban penyiksaan tangan gemas Yesung.
Yesung mengacak rambut blonde Taeyeon "Hahaha mianhae, habis kau imut sekali sih"
BLUSH..
Kedua pipi putih Taeyeon berubah merona mendengar penuturan Yesung, ditundukkan kepalanya menyembunyikan gurat merah yang tampak dipipinya "A-ah su-sudahlah, ayo kita kekelas!" ajak Taeyeon gugup.
Ya, kedua namja itu adalah Shim Changmin dan Kim Jongwoon atau sering dipanggil Yesung, sedangkan yeoja itu adalah Kim Taeyeon. Mereka bertiga adalah sahabat, Yesung duduk dikelas IX, dia lebih tua setahun dari Changmin dan Taeyeon yang masih duduk di kelas VIII. Tapi itu semua tidak menghalangi persahabatan mereka. Tapi jangan salah, walau umur Changmin setahun dibawah Yesung tapi tinggi badan Changmin sudah melebihi tinggi badan Yesung. kalau Taeyeon sih, dia kan yeoja jadi wajar saja jika dia memiliki tinggi badan yang jauh dari Yesung maupun Changmin.
.
Persahabatan yang sangat indah bukan? Yah, memang. Tapi tidak saat semua itu terjadi..
.
"Taeyeon-ah saranghae" Changmin akhirnya menyatakan perasaan yang selama ini ditahannya kepada Taeyeon, ditatapnya mata Taeyeon penuh harap. Bunga dan coklat yang dibawanya pun segera diserahkannya ke Taeyeon.
Taeyeon menunduk, dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia sama sekali tidak menyangka jika sahabat yang sangat disayanginya ternyata mencintainya. Apa yang harus dia jawab?
Taeyeon semakin menundukan kepalanya "Mi-mianhae" hanya satu kata itu yang dapat meluncur dari bibir yeoja itu. Tapi satu kata itu mampu membuat namja tinggi berparas tampan didepannya lemas, seolah tahu apa yang ada dipikiran yeoja itu. changmin merasakan dadanya sakit, tapi dia mencoba untuk tersenyum didepan yeoja yang sangat dicintainya itu, lagi pula dia tidak ingin memaksakan perasaan orang.
"Gwaenchana" Changmin tersenyum semanis mungkin, yah walau sedikit dipaksakan. "Kalau begitu anggap saja aku tidak pernah mengatakan apapun tadi, ok?"
Taeyeon mengira Changmin akan marah, tapi ternyata dugaannya salah. Changmin sama sekali tidak marah, dia malah tersenyum. "K-kau tidak marah?"
Changmin tersenyum "Untuk apa aku marah? Bukankah cinta tidak bisa dipaksakan?"
Taeyeon mengangguk seraya tersenyum, dipeluknya tubuh tinggi Changmin "Gomawo Changminnie"
.
"Oppa saranghae"
"Mwo? Apa kau bilang tadi?"
Taeyeon tersenyum "Saranghae, jeongmal saranghae" diusirnya semua harga dirinya sebagai seorang yeoja saat itu.
Dada Yesung berdetak sangat cepat, rasanya seperti ada kembang api yang meledak dihatinya. Ingin sekali rasanya dia berlari sekencang-kencangnya, bahkan kalau bisa dia ingin terbang memberitahu pada langit dan dunia bahwa Taeyeon menyatakan cinta kepadanya.
"K-kau serius?" Taeyeon mengangguk mantap "Lalu bagaimana dengan Changmin?"
"Changmin?" Taeyeon memiringkan kepalanya –imut- "Maksud oppa?"
"Apa dia tidak marah? Bukankah dia kekasihmu?" Tanya Yesung.
Taeyeon membulatkan matanya imut "Kekasih? Aku bukan kekasih Changminnie" balas Taeyeon
"Jinjja?"
Taeyeon mengangguk "Lalu jawaban oppa apa?"
Yesung segera memeluk tubuh kurus Taeyeon "Ne, nado saranghae" bisiknya tepat ditelinga Taeyeon, membuat gadis itu merona.
Diangkatnya dagu Taeyeon, menatap mata itu dalam. Lalu mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Taeyeon, menghapus jarak yang ada. Sampai sebuah ciuman hangat pun terjadi diantara mereka berdua. *ga iklas nulis bgian ini T_T*
Tanpa mereka sadari, Changmin menatap mereka dari kejauhan dengan tatapan terluka, yeoja yang dicintainya ternyata mencintai sahabatnya. "Chukkae Taeyeon-ah, Jongwoon hyung. Semoga kalian bahagia" gumam Changmin, lalu pergi meninggalkan tempat itu
.
Changmin duduk dibangkunya dengan tatapan bosan, "Ya! Bisakah kalian tidak bermesraan didepanku?" protes Changmin, sedari tadi dia seperti tak dianggap kehadirannya oleh Yesung dan Taeyeon.
"Changminnie kau marah? Mianhae" sesal Taeyeon.
Yesung kembali merangkul pinggang ramping Taeyeon "Sudahlah chagi, mungkin dia hanya iri"
Deg
Mungkin Yesung hanya menganggap itu sebuah lelucon, tapi tidak dengan Changmin. Dia merasa seperti ada jarum tak kasat mata yang menusuk hati dan jantungnya. Walaupun dia telah mengikhlaskan hubungan Taeyeon dan Yesung, tapi entah kenapa rasanya terkadang masih terasa sakit.
"Huh, sudahlah aku keluar dulu" Changmin berpura-pura mengambek untuk menutupi sakit yang menyerang jantungnya.
"Tuh kan oppa, Changminnie jadi marah! Oppa sih" kata Taeyeon manja.
Dicubitnya hidung mancung Taeyeon "Sudahlah biarkan saja" Yesung melihat keluar jendela, kearah Changmin yang ada dilapangan. Dia tidak bisa munafik. Dia tahu bahwa Changmin mencintai Taeyeon, dia tidak bisa memungkiri itu. Bahkan dia juga melihat saat Changmin menyatakan perasaannya pada Taeyeon, tapi apa salah jika sekali ini saja dia egois?
.
"Taeyeonnie ayo kita berangkat sekarang" Yesung dan Taeyeon rencananya hari ini akan melakukan kencan ke taman bermain.
Mereka berdua bermain segala macam permainan disitu, makan ice cream, benar-benar hari yang menyenangkan.
"Taeyeonnie, kajja kita pulang!" Yesung menggandeng tangan Taeyeon.
"Oppa" panggil Taeyeon
"Hmm?"
"Bagaimana jika aku pergi meninggalkanmu"
Yesung mengerutkan keningnya "Maksudmu?"
Taeyeon menghentikan langkahnya, Taeyeon menatap lurus kedepan "Bagaimana jika setelah ini aku akan pergi jauh darimu, dan tidak akan pernah bisa kembali lagi?" Tanya Taeyeon
Yesung menatap Taeyeon bingung "Apa maksudmu? Jangan pernah bicara seperti itu lagi! Arra!" perintah Yesung, dia merasa sangat tidak enak setelah Taeyeon bicara seperti itu. dia merasa sesuatu yang buruk akan terjadi sebentar lagi. "Sudahlah, kajja kita pulang" Yesung tidak ingin memikirkan apa-apa lagi, yang ada dipikirannya hanya ingin cepat-cepat sampai rumah!
"Oppa aku mau ice cream itu" tunjuk Taeyeon pada pedagang ice cream yang ada disebrang jalan.
"Tapi tadi kan sudah Taeyeonnie"
"Tapi kan aku mau lagi oppa, ayolah oppa" rengek Taeyeon sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya.
Yesung menghela nafas "Baiklah, kau tunggu disini sebentar ya! Biar oppa yang kesana" Yesung meninggalkan Taeyeon, lalu menuju pedagang ice cream di sebrang sana
Taeyeon melambaikan tangannya seraya tersenyum kepada Yesung yang ada di sebrang jalan, dilihatnya Yesung membawa dua buah ice cream coklat kesukaannya. Senyum Taeyeon luntur seketika tatkala dia melihat sebuah mobil yang melaju dengan cepat menuju Yesung, "OPPAAA…." Teriak Taeyeon.
Tanpa pikir panjang, Taeyeon segera belari menuju Yesung yang tidak melihat kedatangan mobil tersebut, didorongnya tubuh Yesung menuju pinggir jalan, dia hendak berlari untuk menghindari mobil itu. Tapi kakinya terasa lemas. Dia mulai memejamkan matanya pasrah akan apa yang akan dialami nantinya.
BRUAAGH….
"TAEYEON…." Teriak Yesung melihat Taeyeon terjatuh dijalan dengan darah segar membanjiri (?) kepalanya. Ice cream ditengannya telah jatuh sewaktu Taeyeon mendorongnya tadi. Dihampirinya tubuh Taeyeon "O-oppa sa-saranghae" itulah kata terakhir yang diucapkan Taeyeon sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya. Taeyeon, gadis yang biasanya selalu ceria kini telah pergi dari dunia ini. Pergi untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah kembali lagi.
Air mata mengalir dengan deras dari mata Yesung "TAEYEON…." Teriak Yesung.
Yesung berjalan gontai setelah selesai menghadiri upacara kematian Taeyeon, airmata terus membasahi wajah tampannya. Kekasih yang sangat dicintainya meninggal karena dirinya, penyesalan yang teramat sangat pun menyelubungi hatinya.
"Kau keterlaluan hyung, aku merelakannya denganmu agar kau bisa menjaganya? Tapi apa yang kau lakukan? HAH?" bentak Changmin, emosinya sudah berada diubun-ubun. Dia tidak bisa menerima jika Taeyeon harus pergi secepat itu.
Changmin menarik kerah seragam Yesung, lalu memukul wajah pucat Yesung, Yesung hanya diam menerima serangan dari Changmin. Dia tahu jika ini semua salahnya.
Jika saja waktu itu dia tidak mengajak Taeyeon pergi, jika saja waktu itu dia tidak membeli ice cream, jika saja waktu itu dia menyebrang dengan hati-hati. Ini semua tidak akan pernah terjadi. Terlalu banyak kata 'jika' tetap tak bisa membuatnya kembali, bahkan walau Yesung mencegah itu semua Taeyeon pasti tetap akan pergi dengan cara yang lain pula. Ini sudah takdirnya, hanya seginilah umur yang diberikan oleh Tuhan kepadanya. Taeyeon telah pergi meninggalkan dunia ini dengan tenang.
Sejak itu persahabatan Changmin dan Yesung pun mulai renggang, Changmin terus menjauhi Yesung. Bahkan jika sesekali mereka berpapasan dia selalu menatap penuh kebencian kepada Yesung.
.
Hari kelulusan murid kelas IX di Sapphire Junior High School telah diumumkan, Yesung pun telah dinyatakan lulus. Yesung memutuskan untuk melanjutkan sekolah di Seoul, dia ingin melupakan masa terburuknya di Cheonan ini.
Akhirnya Yesung dan keluarganya pun pindah dari Cheonan menuju Seoul. Sejak itu Yesung yang memiliki kepribadian hangat, kini berubah menjadi dingin, dia juga jadi sering berkelahi. Dan sejak itu pulalah dia mengubah nama panggilannya menjadi 'Yesung'
Flashback end
"Mianhae" Yesung menundukan kepalanya.
"Sudahlah Yesung, toh sekarang aku bisa mendapatkan penggantinya"
"Apa maksudmu?"
Changmin menyeringai "Bukankah aku masih punya Ryeowook?"
"Neo! Awas saja kalau kau berani mendekatinya!" ancam Yesung.
Changmin tersenyum meremehkan "Memangnya kenapa?" Yesung menatap Changmin tajam, tapi itu semua tak membuat namja bermarga Shim ini takut "Bukankah kalian juga sedang ada masalah?"
"Apa maksudmu?" Tanya Yesung dingin.
"Bukankah dia menjauhimu?"
"Ba-bagaimana kau bisa tahu? Atau jangan-jangan_"
"Yap benar sekali, akulah yang membuat hubungan kalian berdua renggang" Changmin mendudukan dirinya dikursi yang ada dibelakang sekolah itu "Apa kau mau tahu bagaimana aku melakukannya?"
Yesung hanya diam, ada sedikit penasaran dihatinya "Biaklah, diam berarti iya" putus Changmin "Kau adalah orang yang sangat mudah dejebak Yesung. Apa kau ingat saat kau berciuman dengan Luna?" Yesung diam, dia ingat 'Apa karena itu Wookie menjauhiku? Lalu apa Luna itu_' batinnya "Benar sekali" Yesung menatap Changmin tajam "Luna bekerja sama denganku untuk menjebakmu, saat kau dan Luna berciuman, Ryeowook lewat disaat yang tepat. Bukankah aku pintar?"
"Kau!" Yesung menarik kerah baju Changmin "Kenapa kau harus datang lagi dikehidupanku? Apa kau ingin balas dendam? HAH?" bentak Yesung kalap.
"Kalau kujawab iya, kanapa?" balas Changmin santai, dia sama sekali tidak takut dengan raut marah Yesung. Dia malah tertawa meremehkan.
"Dasar iblis" umpat Yesung, segera diberinya bogem mentah di wajah tirus Changmin.
Changmin mengelap sudut bibirnya yang baru saja terkena bogem gratis dari Yesung, berdarah. "Pukulanmu lumayan. Oh wajar saja ya, kau kan berandalan haha" ledek Changmin seolah tak kapok
"HAHA aku iblis, lalu KAU? Bukankah kau telah membuat satu nyawa tak bersalah hilang?"
Yesung kembali menyerang Changmin, memukulnya membabi buta.
"Sudahlah Sung! Lihat dia sudah seperti itu!" Heechul, Siwon, serta Hankyung yang dari tadi diam segera memegang tangan Yesung untuk menenagkannya. Namun Yesung seolah tak peduli, dia seperti dibutakan oleh kemarahan
"HAHAHA…. Kalian tidak perlu menyuruhnya berhenti, biarkan saja dia memukulku hingga aku mati! Hahaha"
Heechul yang melihat ada seorang siswa lewat belakang sekolah segera memanggilnya "Ya kau! Cepat panggilkan Kim Ryeowook sekarang juga!" orang itu menurut, lalu berlari kedalam sekolah untuk memanggil Ryeowook.
Ryeowook datang dengan nafas terngah-engah (?) karena dia berlari. "Ye-yesung oppa?"
Disitu terlihat Heechul, Siwon dan Hankyung yang tengah memegang Yesung, yang sedang tersulut emosi. Yesung yang mendengar namanya dipanggil segera menoleh, "W-wookie?"
Yesung mulai berhenti menonjok wajah Changmin setelah Ryeowook datang. Ryeowook segera berlari memeluk Yesung dari belakang "Oppa hentikan, jangan memukulnya lagi!"
Perlahan Yesung melepaskan tangannya yang ada di kerah baju Changmin, Yesung memegang tangan mungil Ryeowook yang ada di perutnya, "Ne, mianhae"
"Wah wah wah… romatis sekali" ejek Changmin
"Neo!"
Ryeowook yang seperti mengerti akan gelagat Yesung segera mengeratkan pelukannya dipinggang Yesung "Sudah oppa, jangan memukulnya lagi!"
"Changmin sebaiknya kau pergi!" perintah Siwon tegas.
"Hahaha, tanpa kalian suruh aku juga akan pergi"
.
Yesung memegang tangan Ryeowook yang bersarang (?) diperutnya, lalu segera membalikkan tubuhnya menghadap Ryeowook. "Kenapa kau menjauhiku?" Tanya Yesung dingin. Sebenarnya bukan keinginannya untuk bersikap seperti itu didepan Ryeowook, tapi entah kenapa malah ucapan dingin itu yang keluar dari bibirnya.
Ryeowook yang ditatap sedingin itu oleh Yesung menundukan kepalanya takut "Sudahlah oppa, Wookie mau kembali kekelas lagi. Wookie sudah terlambat" Ryeowook segera membalikan badannya menuju ke dalam sekolah, tapi dengan cepat lengan Ryeowook ditahan oleh Yesung.
Ryeowook memberontak, untuk saat ini dia masih belum ingin berbicara dengan Yesung. Hatinya masih terlalu sakit bahkan hanya untuk melihat wajah tampan Yesung "Wookie-ya dengarkan aku!" Yesung memegang kedua pipi Ryeowook, memaksanya untuk melihat kearahnya "Lihat aku! Ada apa denganmu?" Tanya Yesung lembut "Apa kau melihat kejadian waktu itu?"
Ryeowook menunduk, rasa sakit itu kembali menyerang hatinya "Mianhae" sesal Yesung "Itu semua jebakan dari Changmin. Dia bekerja sama dengan Luna untuk melakukan ini semua!" jelas Yesung
Ryeowook hanya diam, "Jeongmal mianhae" ucap Yesung tulus
Ryeowook mengangguk, lalu tersenyum manis "Ne, maafkan Wookie juga"
Yesung segera mendekap tubuh Ryeowook, "Gomawo chagiya, gomawo" bisik Yesung ditelinga Ryeowook
Yesung mulai melepaskan pelukannya, ditatapnya wajah cantik Ryeowook dalam. Perlahan didekatkan wajahnya dengan wajah Ryeowook, mengeliminasi jarak yang ada. Ryeowook yang mengerti apa yang akan dilakukan Yesung pun menutup matanya, deru nafas Yesung terasa menerpa wajah Ryeowook.
Hingga bibir mereka pun akhirnya bersatu, awalnya hanya ciuman ringan. Namun lama-lama, Yesung mulai melumat bibir mungil Ryeowook, menggigit bibir bawahnya. Ryeowook membuka mulutnya sedikit. Membiarkan Yesung menjelajahi gua hangatnya.
Yesung melepaskan ciuman mereka saat dirasakannya nafas Ryeowook yang mulai menipis (?) "Saranghae"
"Nado saranghae" Yesung kembali memeluk tubuh Ryeowook.
Biarkanlah seperti ini dulu, biarkan mereka menikmati dunia mereka berdua. Bahkan mereka berdua tidak sadar jika Heechul, Siwon, dan Hankyung telah pergi meninggalkan mereka sedari tadi.
.
.
Tbc
a/n
apakah kali ini sudah apdet cepat? Hehe XD
Mianhae chappie ini makin ancur + ngebosenin + ga nyambung
Yewook moment'a dikit ajj pula..
Ya sudahlah terima nasib aja *Nangis dipojokan*
Ayo kita ripiu reply
JiYoo861015 : luna memang sialan XD. Ya wookie hrs'a jgn mndem mslah ndiri ya, mnding crita ama author ajj :P . yesung mah emang udh dsr'a gaje hehe *Dirajam clouds*
Cloud1124 : dri pada nangisin yesung, mnding maen ama author ajj #Plakk
ryeocloud : ini udh dlnjut, sma ga rela jga si yesung kissuan ama luna.
Eternal Clouds : gomawo ya udh dikasi tw. Insya allah chappie dpn slese, doain ajj. Apkh ini sdh trmsk cpt? Rikues epep? Hehe, liat ntar ajj dh. Klo author lgi ada ide XD
Shin HyeRim : salam kenal Hyerim, gomawoyo udh mo bca epep abal + gaje ini. Enak? Kan ga bisa dmkn.
Penasaran kea lgu'a abank roma irama ajj.. hehe *author gaje*
Shin Hyu Ra : huwaa mianhae author pemalas yg slalu mngapdet epep lama ini *bow* ini udh cpt kn apdet'a?
yongie13 : yewook'a nih lgi mkan drmh author author :P #plakk *Dilindes YWS*
R-E-V-I-E-W P-L-E-A-S-E
