-KYUMIN FANFICTION- Shounen-ai

-Chocolate with Poem-

MAIN PAIRING : KyuMin (Kyuhyun Sungmin)

WARNING : BOYS LOVE, Shounen-ai , typo(s), tidak sesuai EyD, masih banyak kesalahan-kesalahan lain yang tidak dapat di deskripsikan satu per satu . DON'T LIKE…DON'T READ…DON'T BASH

DISCLAIMER : Semua ini hasil buah pikiran yang cetek milik sang author tak berbakat, semua nama cast hanya ketidak sengajaan author yang g tahu lagi mau di kasih nama siapa itu cast-nya #plakkk. Tapi sayangnya semua cast tidak dpat ku miliki #maunya… =_="

SUMMARY :

Sejuta manis kupersembahkan untukmu, terimalah dan maafkan aku!

.

.

.

.

.

Previous...

"sigh..., apa tidak cukup cokelat yang begitu banyak setiap harinya di lokermu sampai kau mengambil jatah orang lain Cho Kyuhyun"

.

.

.

.

.

"Sigh…, ternyata sekarang kau menjadi mata-mata Lee Sungmin!", cibir Kyuhyun tak senang aksinya sudah diketahui.

"Apa untungnya untukmu mengambil semua coklat Sungmin?", tanya Donghae kesal.

"Dan apa untungnya untukmua mengetahuinya", kata Kyuhyun tidak mau kalah.

Mata donghae berkilat marah penuh emosi, ingin sekali rasanya ia memukul wajah stoic 'sialan' itu. Donghae berjalan mendekati Kyuhyun, ia menatap tajam mata obsidian tanpa rasa bersalah.

"Kau benar-benar manusia tidak tahu diri! Kau membuat Sungmin sama sekali tidak terlihat di sekolah ini karena tingkah klepto mu itu!", bentak Donghae tepat di depan wajah Kyuhyun.

Kyuhyun sedikit terusik merasa suara Donghae terdengar begitu memekakan gendang telinganya. Namun, Kyuhyun menatap santai ke arah Donghae, tidak terbesit sedikitpun rasa bersalah maupun penyesalan di wajahnya.

"Sigh…", Kyuhyun memutar bola matanya –sebal–, "Kau sangat perhatian dengannya Lee Donghae-ssi, Apa kau menyukainya?"

"Itu bukan urusanmu! Jangan mengalihkan pembicaraan! Untuk apa kau mengambil semua coklat SUngmin HAH!", bentak Donghae urat-urat pada bagian lehernya timbul, menandakan kemarahannya yang sudah di atas kepala.

"Ouuh…, kau jangan marah-marah Donghae-ssi, aku hanya ingin menyadarkan yeoja-yeoja yang terlihat babo mengagumi seorang Lee Sungmin"

"Maksudmu?"

"heuh…, kau terlalu banyak bertanya Donghae-ssi!", Kyuhyun melangkah meninggallkan Donghae yang masih terlihat marah.

Donghae sudah tidak bisa lagi menahan emosinya, ia segera mengejar Kyuhyun, dan…

-Buugh-

Pukulan telak tepat mengenai pipi tirus Kyuhyun bagian kanan, terlihat darah keluar sudut bibirnya, Kyuhyun hanya sedikit oleng namun tidak sampai terjatuh.

-Buugh-

Donghae menerima balasan yang sama dari Kyuhyun, membuat Donghae jatuh terjerembab, namun Donghae segera berdiri dan kembali memukuli Kyuhyun dengan amarah yang sudah sangat membuncah di dirinya.

Mereka saling adu kekuatan, wjah, dada, perut dan bahu menjadi sasaran telak atas pukulan yang membabi buta datang bergantian –saling balas membalas–.

OoOoOoOoOoOoOoO

Namja itu tengah sibuk dengan kertas-kertas yang ia pilih dan menurutnya yang terbaik, dapur menjadi persinggahannya menjelang hari valentine, 'tugas' ini selalu ia lakukan memberikan hadian yang special.

"ah, yang ini saja!", pilihnya pada satu kertas yang paling terbaik.

Mustahil…

Aku bisa menggenggam cahayamu,

Mustahil…

Aku bisa meraih sinarmu,

Mustahil…

Aku bisa merasakan pancaranmu,

Teramat dalam dari sebuah perasaan kekagumanku padamu,

Kesadaranku akan duniaku yang teramat jauh dari sisi indahmu,

Manisnya sebuah rasa kupersembahkan dengan uraian keindahanmu.

Salamku dari sebuah rasa penyesalan.

:::

:::

Wajah manis namja itu terlihat sudah tidak beraturan, "ah~, kenapa salah?tsk~, padahal setiap tahun aku membuatnya, tapi kenapa selalu harus mengulang?", umpatnya kesal,ia mempoutkan bibirnya pertanda kesal.

Namun sedetik kemudian ia kembali mengulas senyum penuh semangat, "Sungmin-ah HWAITING!"

Dialah Sungmin, namja manis yang sedang sibuk mengadon semua bahan-bahan yang ia butuhkan dalam menyiapkan 'suatu' hal yang special, wajahnya sudah penuh dengan peluh keringat, tapi semangatnya belum pudar sama sekali, mengingat coklat ini begitu istimewa untuknya.

Cukup lelah untuknya, menghabiskan waktu yang lebih dari 12 jam, namun kegiatannya tak kunjung siap. Untungnya, sekolah akan libur besok.

OoOoOoOoOoOoO

"hosh…hosh…hosh…"

Suara deru nafas kelelahan terdengar dari mereka yang sedang duduk –lebih tepatnya jatuh– saling berhadapan. Pandangan mata mereka saling beradu –berkilat marah–.

"hosh~…, aku tidak akan memberi tahu hal ini pada Sungmin, sampai kau yang mengakuinya sendiri!"

Donghae mencoba bangkit dan pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih terdiam.

"Seharusnya kau senang Donghae-ssi karena aku telah membantumu ,menjauhkan 'mereka' dari Sungminmu!"

Donghae terdiam sejenak "Kau gila!", ucapnya tanpa mengalihkan pandangannya, dan kemudian Donghae benar-benar pergi.

Sebuah senyum sinis(?) tersungging dari sudut bibir Kyuhyun. Ia mengambil secarik kertas yang ada di dalam tasnya.

Secarik kertas yang selalu ia ambil setiap harinya dari loker namja yang ia curi cokelatnya.

Kekagumanku padamu tiada batas,

Kau bagai nafas yang terselubung jauh di dalam hatiku.

Melihat gemerlapmu dari tempatku yang gelap,

Kau begitu berkilau, cahayamu masuk menusuk kornea mataku,

Dentuman jantungku lirih menghentakkan namamu,

Sadari keberadaanku,

Lihat aku kembali,

Menolehlah padaku lagi.

Tulisan ini di buat saat namja itu tengah melamun saat jamm pelajarran, yang pada akhirnya memmbuat namja cantik –si penulis puisi– harus rela di usir saat jam pelajaran.

"Apa maumu sebenarnya Min-ah…?", tanya Kyuhyun pada kesendiriannya.

Ia ingin sekali menepis sebuah nama yang selalu membuat keresahan di dalam hatinya, menepis perasaan yang selalu membuncah saat nama itu mengisi pikirannya. Wajah stoic serta tubuh Kyuhyun sudah penuh dengan luka lebam. Namun luka disekujur tubuhnyanya tidak sesakit dengan luka yang ada dihatinya.

Kyuhyun ingin meremas kertas yang ada tengah di genggamnya, namun hatinya menolak, tangannya bergerak ragu-ragu untuk meremas kertas tersebut. Garis wajahnya menggambarkan kemarahan yang terselip sebuah kesedihan disana.

Kyuhyun meletakkan kertas tersebut di dadanya yang terasa sangat nyeri(?).

OoOoOoOoOoOoO

-Skip time-

Sungmin melangkahkan kakinya dengan sangat berhati-hati, mengendap-endap masuk ke sekolah yang jelas-jelas takberpenghuni saat hari libur.

Ia berjalan mendekati melirik kanan dan kiri, melihat-lihat situasi, dan akhirnya ia sampai pada sebuah tempat yang ia tuju.

Seulas senyum kemenangan tersungging dari bibir mungil miliknya, Sungmin membuka loker yang tidak terkunci sama sekali, ini akan selalu terjadi saat valentine menjelang, petugas sekolah lebih memilih tidak mengunci loker-loker tersebut, ketimbang harus melihat loker itu tidak berfungsi dengan baik laagi di kemudian hari –hancur–.

Berpuluh-puluh bingkisan sudah menunpuk bak gunung tinggi di dalam loker itu, Sungmin tahu jelas, yeoja-yeoja sudah pada berdatangan sebelum ia datang. Tanpa keraguan dihatinya, Sungmin meletakkan bingkisan cokelat miliknya bersama dengan hadiah-hadian lain disana,berharap setidaknya hadiah ini akan terlihat oleh si pemiliki loker.

"Semoga kau suka Kyuhyun-ah!", ia tersenyum memandang bingkisanny, kemudian kembali menutup loker itu.

"Menurutmu dia akan suka…"

Suara yeoja berikut dengan deraap langkahnya mendekat ke arah Sungmin, Sungmin terlihat panik dan langsung berlaridari sisi lain meninggalkan loker tersebut.

OoOoOoOoOoOoOoO

Valentine's day~

Suasana benar-benar ramai pagi ini di sekolah, di setiap sudut koridor terlihat para siswa-siswi sibuk dengan bingkisan0bingkisan di tangannya, dan sudah ada yang beberapa tengah memberikan kepada orang-orang yang ia sukai.

Sungmin melihat ke semua penjuru, bola matanya berputar meihat semua pemadangan yang begitu sempurna di hari kasih sayang ini, semua saling menyatakan cinta satu sama lain.

"Seandainya aku bisa melakukan itu…", pintanya dalam hati, Sungmin sebenarnya ingin sekali berbuat hal semacaam itu –mengungkapkan perasaan kepad orang yang di sukai–, namu ia mengurungkan niatnya mengingat seberapa bencinya namja itu padanya.

-DAARR-

Sungmin kembali dikagetkan pagi ini, sebelum ia sempat berbalik, Donghae sudah ada disampingnya.

"Ommo…, wajahmu kenapa Hae-ah?", Sungmin panik saat melihat luka lebam membiru di wajah Donghae, sampai-sampai matanya juga ikut –sedikit– menyipit karena lukanya yang membengkak. Sungmin menyentuh sudut-sudut bagian wajahnya yang tidak terluka.

"Oh ini…, kemarin aku berkelahi dengan Marcus", jawab Donghae santai.

"Marcus, nuguya ?"

"Nama peliharaan tetanggaku, tsk~ sudahlah ini Cuma luka kecil Min, kalau sering terkena angin lukanya juga mengempis", jelas Donghae tersenyum seraya menyentuh tangan Sungmin yang berada di wajahnya.

Tak sengaja lewaat~ depan rumahmuu~

#duaaghh..plakkk..buugghh…

*RALAT*

Tanpa disengaja atau secara kebetulan Kyuhyun melintasi HaeMin begitu saja seraya menggandeng seorang yeoja yang dapat ditebak sebagai yeojachingu-nya yang baru. Ekor mata Kyuhyun sedikit melirik kearah Sungmin dengan pandangan tidak senang, matanya menangkap pandangan tangan Sungmin yang tengah digenggam Donghae, namun seketika Kyuhyun membuang arah pandangnya dan merangkul erat yeoja yang berada disampingnya.

Sungmin tersentak kaget dan menarik tangannya yang berada di wajah Donghae. Ia terkejut saat melihat wajah Kyuhyun yang –sama– penuh dengan luka lebam seperti Donghae.

Sungmin melirik tajam kearah Donghae dengan tatapan menginterogasi.

:"Anniyo… Min-ah, untuk apa aku berkelahi dengannya…", Donghae menjawab tanpa adanya sebuah pertanyaan, ia sudah tahu jelas dengan arti pandangan Sungmin.

Sungmin semakin menyipitkan matanya dan mendekati wajahnya kea rah Donghae, tatapannya benar-benar mencari kejujuran dari mata Donghae.

"Kau berbohong Hae, aku bisa baca itu!"

"Anniyo Min-ah! Percayalah padaku, aku tidak berbohong, aku berkelahi denngan Marcus…"

Sungmin mempoutkan bibirnya tidak senang, dan beranjak meninggalkan Donghae.

"Tsk~, Min tunggu aku, aku tidak berbohong", Donghae masih terus berusaha menjelaskan pada Sungmin.

Sungmin berjalan dengan menutup kedua telinganya, ia malas mendengar penjelasan Donghae yang terdengar tidak masuk akal.

.

.

.

.

.

Kyuhyun sudah berada tepat di depan lokernya, ia sedikit menghela nafasnya berat –jengkel–.

-Brugghh-

Semua cokelat berhamburan keluar dari lokernya, pastinya ini menjadi saat-saat bahagia untuknya, ekor matanya menangkap pada sekotak cokelat yang diatasnya dihias oleh pita berwarna pink dan ada sebuah sign kecil berinisial 'LS' di sudut kotak tersebut, Kyuhyun tahu dan sangat paham siapa yang memberikan cokelat tersebut.

"Waaahh Kyuhyun, coklat dari siapa ini...?", yeoja itu teramat bahagia melihat Kyuhyun yang sedang memegang sebuah coklat yang begitu cantik bentuknya.

Coklat yang setiap tahun selalu di dapatkan Kyuhyun, selalu dengan coklat yang sama, coklat putih berbentuk kertas, dan selalu ada untaian kata puitis yang ditulis rapi menggunakan lelehan coklat.

"Apa ini untukku Kyuhyun...?", yeoja itu terlalu berharap dengan coklat indah itu untuknya.

Kyuhyun melirik tajam yeoja itu, "Bukan..., kau bisa mengambil coklat lain, tapi bukan coklat ini arra!", Kyuhyun membanting pintu loker itu kuat-kuat.

:::

:::

:::

:::

:::

:::

Semua murid sibuk mengeluarkan buku-buku pelajarannya dari dalam tas masing-masing. Sungmin tersenyum simpul, ia sangat menyukai pelajran pagi ini, pelajaran yang sesuai dengan minatnya –puisi–.

"Baiklah untuk tugas kemarin, aku ingin kalian membacakannya satu per satu di depan kelas! Silahkan maju Jung Yoon!", perintah songsaenim.

Songsaenim memberikan tugas membuat puisi pada mereka kemarin, Sungmin senang dengan tugas itu. Namun ia tidak menyangka sama sekali tugas itu harus dibacakan ke depan satu per satu, jujur itu sangat memalukan untuknya mengingat ia sama sekali tidak tterampil dalam masalah berinteraksi dengan siapapun.

"Selanjutnya Lee Sungmin!"

Deg…

Semua pandangan langsung tertuju pada namja cantik itu, Sungmin langsung membeku, ia tidak menyangka namanya bakal secepat ini dipanggil, Kyuhyun yang ikut menoleh hanya menatap dingin ke arah Sungmin –seakan tak peduli–.

"Lee Sungmin ayo cepat!", Songsaenim sudah memberikan interuksi tegas kepada Sungmin.

Sungmin mulai bangkit ragu-ragu, kakinya bergetar hebaat, bukan bermaksud melebih-lebihkan situasi hanya saja, Sungmin benar-benar malu harus membacakan karyanya itu di depan kelas. Matanya sempat bertemu pandang dengan Kyuhyun saat melintas, ia sempat melihat Kyuhyun yang sedang menyeringai –mengejek– kearahnya.

"Nah! Cepat bacakan!

Sungmin memutar pandangannya ke seluruh kelas yang masih setia menatapnya dengan seksama, Sungmin benar-benar gugup, haruskah ia bacakan karyanya ini di depan semua orang.

"Ayo Lee Sungmin! Atau kau ingin nilaimu 'merah' untuk pelajaranku!", Songsaenim sudah sangat jengkel menunggu Sungmin yang tidak juga bergeming dalam diamnya.

Sungmin menghela nafasnya secara beraturan, mencoba menghilangkan kegugupannya, mau tak mau tugas ini harus ia laksanakan dengan baik.

Nafas

By : Lee Sungmin

Semerbak udara singgah dalam hidupku,

Membantuku mengisi sebuah keindahan dalam sukmaku,

Sepersekian detik aku menghela, membutuhkanmu

Ini bukan suatu kecanduan, namun ini sebuah keharusan

Batinku menolak, namun ragaku mengharuskannya…

Jiwaku terbawa saat aku ingin menghentikannya,

Kau menjelma menjadi nafas untukku

Sungmin menghentikan sejenak puisinya, melirik keseluruh penjuru yang tertegun mendengar puisinya.

"Ayo lanjutkan!", perintah songsaenim melembut, songsae ikut tergtegun dengan kalimat puisi Sungmin yang indah.

Saat sebuah harapan terdampar menjadi kosong

Bayangmu tak pernah luput dari sanubariku yang terdalam

Teratur, kau bagai sebuah nafas yang datang dalam hidupku

Keinginanku akan dirimu melebihi keinginanku akan hidupku

Saat ragaku membutuhkan nafas

Jiwaku juga membutuhkanmu

Udara tak mampu ku miliki

Kau bagaikan sama berbayang semu tak terlihat

Ingin kugapai namun tak tertangkap

Ingin kudekap namun tak teraih

Nafas…

Aku membutuhkanmu.

Prokk…Prokk…Prokk…

Semua memberikan sebuah kekaguman untuk karya Sungmin, Songsaenim ikut terhanyut dengan puisi Sungmin, ia mendekat "Kau hebat Lee Sungmin!"

Sungmin menunduk dalam mengucapkan terima kasih, namun seorang temannya tidaak senang mendengar karya Sungmin, matanya berkilat marah menatap Sungmin. Sungmin tanpoa sengaja melihat tatapan –sangar– itu kearahnya, inilah yang sangat ditakutinya sedari tadi, orang itu pasti sadar untuk siapa puisi itu ditujukan.

:::

:::

:::

:::

:::

-Teng…Teng…-

"Baiklah semuanya pelajaran hari ini cukup sampai disini!", Songsaenim segera berbenah dan beranjak keluar kelas.

Tanpa banyak basa-basi, Kyuhyun sudah sangat menunggu datangnya waktu ini sedari tadi. Kyuhyun segera menyambar tasnya dan menghampiri meja yang berada 3 meja dibelakangnya.

"Ayo ikut aku!", tanpa meminta perizinan terlebih dahulu, Kyuhyun langsung menarik tangan namja cantik itu –tanpa perlawanan-

.

.

Kyuhyuu berjalan dengan langkah ttergesa-gesa, diikuti namja cantik yang ia genggam tangannya seerat mungkin.

Kyuhyun menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap Sungmin dan…

"Kau kan yang selalu memberikanku cokelat bodoh ini...!", Kyuhyun melemparkan cokelat itu kewajah Sungmin, tentunya membuat cokelat yang begitu indah hancur berkeping-keping sama seperti hatinya.

Sungmin berjongkok dan mengutip kepingan-kepiungan coklat yang siudah di rangkainya bsemalam suntuk, membentuk setiap kata, menatanya dengan sabar, tanpa sadar air matanya menetes terjatuh ke lantai.

"hikkss~..hikkss~...", bahu Sungmin bergetar hebat, ia terisak pilu.

Kyuhyun hanya memandang pilu kepada Sungmin, bukan maksudnya untuk berbuat seperti itu, tapi kecemburuannya pada Sungmin yang membuatnya marah seperti itu.

"Kenapa kau tidak memberikannya pada Donghae, bukankah kalian sepasang kekasih, kenapa kau memberikannya padaku hah...?", suara Kyuhyun melantang penuh menggema lorong koridor yang begitu sepi.

Sungmin hanya diam, ia beranjak bangun dan membenahi kepingan cokelatyang sudah hancur itu, Sungmin segera beranjak meninggalkan Kyuhyun.

Belum sempat Sungmin menjauh, Kyuhyun langsung mencengkram tangan Sungmin begitu erat.

"Apa kau tidak lelah mengikutiku selama ini ?", tanyanya sarkastik.

Sungmin hanya diam menunduk dalam, bibirnya seakan keluh, terkatup rapat.

"sigh…, bahkan kau membuatkan puisi-puisi konyolmu itu, kau begitu romantis dengan pasanganmu itu, jadi jangan memberikanku cokelat rendahanmu itu, arra!", Kyuhyun berlalu meninggalkan Sungmin yang masih berdiri di tempatnya.

Air mata tak terbendung, ia menangis bersamaan dengan isakan yang sangat miris terdengar, apa salahnya sampai perasaan cinta ini begitu menyakitkan untuknya.

Tanpa ia sadari seseorang tengah mengepalkan tangannya –geram– melihatnya.

"Dasar namja tidak tahu malu, awas kau!"

OoOoOoOoOoOoO

Sungmin berjalan dengan langkah yang terkesan lesu, untungnya keadaan sekolah sudah sepi, paling tidak, tidak aka nada yang mellihatnya dalam keadaan yang semenyedihkan seperti ini.

"Kau darimana Min-ah ?", Donghae menyambut Sungmin tepat di depan kelasnya, gurat kekhawatiran terlihat jelas diwajahnya.

Sungmin hanya merunduk diam tanpa jawaban, Donghae mendapati 'sesuatu' yang tengah digenggam Sungmin, dengan segera Donghae menariknya.

"Kau masih memberikan ini padanya! Min-ah pasti karena iblis itu kau jadi seperti ini kan!", ucap Donghae sedikit membentak, ia benar-benar tak tega melihat Sungmin sesakit ini..

Sungmin sudah tidak tahan, ia memeluk DOnghae seerat mungkin, dan menangis sekuat-kuatnya di bahu sahabatnya itu, Donghae mengelus rambut Sungmin –mencoba menenangkannya–.

"Aku tidak ingin melihatmu sedih Min-ah, Hyukkie akan marah padaku kalau aku tidak menjaga baik-baik hyung kesayangannya, sudah kau jangan menangis karena iblis itu lagi, aku menyayangimu! Sudah…sudah!", Donghae menenangkan Sungmin penuh perhatian.

OoOoOoOoOoOoOoO

"Kyuhyun! Aku bilang tunggu…", yeoja itu berlari mengejar Kyuhyun yang melangkah sangat cepat.

Kyuhyun berbalik –malas–.

"Ada apa lagi Yuna?"

"Tadi, aku lihat, kau membuang cokelat yang aku minta tadi pagi, jasi yang memberikan itu Lee Sungmin, namja aneh itu!", ucap Yuna kesal.

"Lalu ?"

"Apa kau merasa terganggu dengannya, dia sering mengganggumu bukan Kyu~ ?", tanya Yuna penasaran.

Kyuhyun sudah sangat kesal, ia sebenarnya malas meladeni yeoja yang baru menjadi yeojachingu-nya itu, baginya yeoja itu terkesan sangat agresif. Bahkan Yuna rela mengikuti Kyuhyun sampai rumah, padahal Kyuhyun sama sekali tidak mengajaknya.

"Terserah kau menanggapinya, aku capek lebih baik kau pulang saja sana!", usir Kyuhyun, dan berjalan memasuki gerbang rumahnya, sama sekali tidak mengizinkan Yuna masuk.

Yuna mengepalkan tangannya kuat, ia sudah sangat geram tidak diiperhatikan Kyuhyun, Kyuhyun hanya akan bersikap mesra dan baik padanya hanya saat di depan semua teman-temannya.

OoOoOoOoOoOoOoO

Pagi ini Sungmin pergi ke sekolah dengan wajah yang terlihat sangat murung, sekelebat ingatannya tentang sikap Kyuhyun kemarin masih terus berputar-putar diingatanya, dan itu sangatt menyakitkan baginya, ia berjalan dengan langkah gontaii memassuki gerbang sekolah.

Tiba-tiba seorang yeoja menarik paksa Sungmin.

"Ikut aku!", yeoja itu memaksa bersama dengan teman-temannya yang lain.

Ia dan teman-temannya menyeret Sungmin ke arah koridor.

.

.

-Braakkk-

Yeoja yang bernama Yuna dengan lantangnya, meghempaskan tubuh Sungmin ke lantai koridor. Semua pandangan berpusat penuh pada mereka.

"KAU INI TIDAK TAHU MALU HAH!", Yuna benar-benar tersulut emosi, menjijikkan rasanya melihat tingkah Sungmin.

Sungmin hanya menunduk dalam diam, malu hanya itulah rasa yang tengah ia rasakan, semua orang memandang tidak suka padanya.

Yuna menarik paksa wajah Sungmin, menatap dengan manik mata penuh kemarahan, namun Sungmin merasa begitu lemah, ia hanya diam, walau ia seorang namja, tapi dengan posisi dikeroyok seperti ini bagaimana bisa ia melawan.

"Benar-benar tidak tahu diri, ciiihhh..., apa kau tidak tahu Kyuhyun itu kekasihku hah!", bentak Yuna tepat di depan wajah Sungmin.

Sungmin hanya menutup paksa matanya, suara Yuna benar2 memekakkan telingannya.

"Ada apa ini...?", seperti seorang pahlawan, Donghae datang menyusup di antara kerumunan.

Donghae menatap sinis ke arah Yuna, dan memapah Sungmin agar berdiri.

"Apa yang kalian lakukan...?", tanya Donghae dengan tatapan sinis, giginya saling mengerat kuat, Donghae mengepalkan tangannya, ia benar-benar tidak terima dengan perlakuan yeoja-yeoja angkuh itu kepada Sungmin.

Yeoja-yeoja yang lain mulai melangkah mundur, mereka masih bisa mengingat bekas-bekas luka di wajah Donghae setelah perkelahian sengitnya, namun tidak dengan Yuna, ia tetap lantang memandang penuh kemarahan.

"Kau tanya saja pada temanmu itu, apa yang sudah ia lakukan pada kekasihku...", ucap Yuna meninggikan nada suaranya.

Donghae melirik Sungmin sekilas yang tengah menunduk.

"Kenapa kau tidak tanyakan pada kekasihmu itu, apa yang sudah ia lakukan pada Sungmin !", jawab Donghae menantang.

Yuna mengepalkan tangannya geram, wajah cantiknya benar-benar sudah merah padam.

Segerombolan kerumunan mulai menyingkir saat sosok namja yang menjadi bahan perkelahian itu muncul dengan langkah yang terlihat 'stay cool', tangannya bersembunyi di balik saku celananya.

Donghae, Yuna dan Sungmin memandang fokus pada sosok itu, namun Sungmin sedetik kemudian ,mengeratkan genggaman tangan Donghae, ia benar-benar takut melihat mata obsidian itu.

Kyuhyun melirik pada genggaman tangan yang begitu mengerat, langkahnya terhenti di samping Yuna, dan Kyuhyun langsung merangkul bahu Yuna dan menatap mengejek ke arah Donghae.

"Ciihh, menjijikkan", desisi Donghae memalingkan wajahnya, melihat sikap kekanak-kanakan Kyuhyun.

"Ada apa ini chagiya, hmm...?", Kyuhyun mengelus lembut pipi Yuna, membuat emosi Yuna meredam sedikit demi sedikit.

Rasanya air matanya ingin jatuh sekarang juga, namun Sungmin menahannya sekuat mungkin, ia menggigit kuat bibir bawahnya.

"Katakan pada yeojachingu-mu jangan bersikap kurang ajar pada Sungmin", ucap Donghae tegac, dan mulai beranjak menarik Sungmin meninggalkan kerumunan, Donghae tahu jelas Sungin tidak suka situasi seperti ini.

"Hya! Lee Donghae yang kurang ajar itu temanmu", ucap Yuna tidak senang.

Donghae berhenti sejenak, kemudian membalikkan tubuhnya, sedangkan Sungmin tetap menghadap ke depan, mereka belum jauh dari Yuna.

"Apa kau bilang...?", Donghae benar-benar sudah tidak tahan.

"Sudahlah Hae-ah...", Sungmin menenangkan Donghae menepuk lembut bahu Donghae.

Kyuhyun benar-benar tidak suka dengan mereka, ia memandang marah pada pasangan HaeMin.

"ne..., temanmu itu sudah berani-beraninya mendekati Kyuhyun, dasar tidak tahu malu, ya kan Kyu...?", Yuna melirik Kyuhyun, meminta bantuan Kyuhyun atas pertanyaannya.

"ne...", jawab Kyuhyun singkat.

"Apa kau bilang hah...!", Donghae sudah bergerak maju untuk memkul Kyuhyun, ia lepas kendali melihat Kyuhyun dengan wajah tanpa rasa bersalah.

Tapi...

-Plakkk...

Tamparan telak mendarat di pipi tirus Kyuhyun, bukan Donghae pelakunya, tapi...

Lee Sungmin yang melakukannya.

Semua pandangan melotot kaget, mereka tak percaya seorang Lee Sungmin yang begitu pendiam bisa melawan.

"Kau benar-benar mennjijikkan Cho Kyuhyun, aku membencimu", Sungmin menangis menatap Kyuhyun, dan segera berlari meninggalkan kerumunan.

Donghae tersenyum penuh kemenangan.

"Rasakan itu Cho Kyuhyun"

"Sungmin tunggu aku!", Donghae ikut berlari mengejar Sungmin.

Kyuhyun memegangi pipinya yang memerah yang berbekas lima jari, ia menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya.

"Aiisshhh, namja sialan, aku tidak apa-apa chagiya...?", Yuna menyentuh wajah Kyuhyun lembut.

Namun Kyuhyun menepis kasar tangan Yuna.

"Jangan bersikap bodoh seperti ini lagi arra!", ucap Kyuhyun sarkastik.

Yuna menegang, matanya membulat -shock-, melihat perubahan sikap Kyuhyun yang mendadak.

Kerumunan mulai pergi meninggalkan Kyuhyun dan Yuna.

"Kalau kau sekali lagi berani mempermalukan Sungmin, aku bisa pastikan namamu masuk dalamm daftar nama yeoja paling menjijikkan di sekolah ini"

Kyuhyun berlalu meninggalkan Yuna yang sudah membatu kaku.

=TBC=

Gimana ?

Makin aneh, makin g jelas(?)

Tapi aku suka itu #plakkk...

Review

parkirkan Review anda segera!

(/*o*)/

Top of Form

Bottom of Form