A Super Junior Fanfiction
Kuchiki Hirata presents
PAPARAZZI
Disclaimer: Super Junior © SM Entertainment
Genre: Romance, drama
Warning: AU, Shonen-ai, OOC, typo bertebaran. I propose if you do not like this story please leave this page. I say many thanks for you who read this fanfiction. May you enjoy it, chingudeul :D
CHAPTER 1: I
Hyundai
Apa yang kau pikirkan jika mendengar kata tersebut? Mungkin jika kau mendeskripsikannya akan sama dengan orang kebanyakan. Perusahaan yang berasal dari negara gingseng yang sudah tersohor kemajuannya. Perusahaan yang sukses menangani berbagai macam bidang. Mulai dari alat-alat konstruksi sampai alat-alat transportasi. Mereka kini juga tengah menyiapkan sebuah department store baru yang tentu saja akan bersaing dengan sejumlah perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang yang sama.
Tapi tahukah engkau, tidak semua perusahaan yang sukses dengan cara halal, bukan? Seperti halnya yang dilakoni oleh presiden direktur Hyundai ini, Choi Siwon. Beliau dengan suksesnya mendirikan sebuah grup tersembunyi, bersifat rahasia, yaitu grup yang berisikan para paparazzi professional. Berbeda dengan paparazzi yang tidak terikat dengan apapun alias bebas, paparazzi di sini tentu saja terikat. Mau menghancurkan seseorang? Panggil saja mereka, mereka pasti siap membantu anda.
.
.
.
Di sebuah tempat tersembunyi pukul 12.00 Waktu Korea Selatan
Semua tampak sibuk. Banyak orang yang berlalu lalang di sana. Seperti yang dilakukan pemuda mungil ini, ia terus saja berjalan memasuki tempat tersebut dengan tergesa-gesa. Dia sudah sangat terlambat, bayangkan saja, seharusnya ia masuk pukul 09.00. Memangnya ia kira ini perusahaan milik ayahnya ya? Dasar.
Ia masih saja terus berjalan. Yang dipikirkannya saat ini hanya satu, takut dimarahi sang atasan. Saking takutnya dimarahi, ia tak sengaja menabrak pemuda yang lebih mungil dari dirinya. Sudah pasti mereka berdua jatuh ke lantai yang tak ada empuk-empuknya itu.
"Aduh. Hati-hati dong kalau jalan. Eh Minnie hyung? Baru datang sekarang? Kau sudah sarapan atau belum? Kalau belum biar aku yang traktir," berondong pemuda mungil kepada pemuda mungil lain yang dipanggil 'Minnie hyung' tadi.
"Ne, aku baik-baik saja Wookie-yah. Aku pergi dulu, aku ada keperluan dengan Siwon. Annyeong," jawab Sungmin dengan cueknya melambaikan tangan kepada Ryeowook yang masih saja memunguti kertas-kertasyang berjatuhan di lantai. Kasihan.
.
.
.
'Tok! Tok! Tok!'
Sungmin mengetuk pintu eboni hitam di hadapannya. Sudah berulang kali ia mengetuk pintu tersebut. Tidak sopan jika ia memasuki pintu tersebut jika tidak ada persetujuan dari empunya. Walaupun Sungmin dan sang presiden direktur tersebut bersahabat dekat, ia tetap menomorsatukan profesionalisme. Sungmin memang karyawan yang baik.
Setelah diizinkan untuk masuk, Sungmin membuka pintu itu perlahan. Dilihatnya sang presiden direktur yang diketahui bernama Choi Siwon kini tengah lihai bermain dengan penanya. Sungmin berjalan perlahan menghampiri Siwon yang masih menandatangani file-file yang bertumpuk di mejanya. Sejenak Sungmin bergidik. Dalam hati ia bersyukur setidaknya menjadi paparazzi lebih menyenangakan daripada menjadi presiden direktur yang kerjanya hanya menandatangani berkas saja seharian di kantor tanpa melakukan hal-hal lain, pikirnya sok tahu.
Sungmin meletakkan map hijau di atas meja Siwon, merasa ada interupsi, Siwon lalu mendongakkan kepalanya yang disambut dengan dengusan kesal oleh pemuda yang berada di depannya. Melihat hal tersebut Siwon hanya terkekeh kecil yang memperlihatkan lesung pipi yang dalam di pipinya.
"Jadi mengapa kau bisa terlambat, Hyung? Tumben," ujar Siwon sambil memeriksa berkas yang dibawa Sungmin tadi.
"Ck! Menjadi paparazzi itu tidak mudah Siwonnie. Lagipula Seo Joo Hyun bukan orang yang bodoh. Asal kau tahu, semenjak dia tahu kalau ia dikuntit, ia langsung menyewa beberapa bodyguard. Menyebalkan sekali, bukan?" jawab Sungmin sambil menggembungkan pipinya kesal. Siwon yang dihadapannya hanya menggeleng-menggelengkan kepala melihat ke-aegyo-an hyung imutnya itu.
Sejenak keheningan melanda ruangan yang luas tersebut. Siwon asyik berkutat dengan hasil stalker Sungmin, sedangkan Sungmin sendiri tengah mengelilingi ruangan yang luas tersebut. Bosan dengan kegiatan yang dilakukannya, ia lalu menghidupkan televisi yang tak jauh dari tempatnya dan Siwon duduk. Iseng-iseng ia menonton acara gossip yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi Seoul. Bisa saja hasil kerja kerasnya ia lihat di sini. Memikirkan itu membuat Sungmin menyeringai senang.
.
.
.
"Wonnie, coba lihat tv," ujar Sungmin semangat sambil menepuk pipi Siwon yang masih berkutat dengan file-file yang diberikan Sungmin tadi. Siwon lalu melirik tanpa minat ke arah televisi 42 inch itu. Matanya membelalak kaget melihat berita di televisi tersebut, tapi tak lama kemudian seringaian mengerikan terpasang di wajah tampan tersebut. Well, ternyata sang bocah gereja telah terkontaminasi oleh setan yang bersemayam di perutnya, mungkin.
"Langsung bunuh diri ya. Aku tak menyangka Hyung. Bagaimana kalau kita merayakannya di café seperti biasa, Hyung? Biar aku yang traktir," tanya Siwon yang disambut dengan anggukan antusias ia dengan makan-makan dapat menjernihkan otak Sungmin yang sudah lelah akibat perkerjaannya.
"Hyung, aku ada pekerjaan untukmu. Terserah kau mau mengerjakannya kapan. Batas akhirnya akhir bulan ini," ujar Siwon sambil meminum soft drink yang diambilnya di kulkas kecil beberapa waktu yang lalu.
"Hmm… siapa korban kita kali ini?" tanya Sungmin yang disambut senyuman misterius Siwon yang membuatnya agak bergidik.
"Lee Soo Man. Kau pasti tahu, Hyung," jawab Siwon yang langsung di'iya'kan Sungmin
"Bukankah dia itu penyanyi senior yang sudah membuat beberapa lagu?" tanya Sungmin memastikan yang disambut anggukan kepala Siwon yang sedang meminum colanya.
"Ne, lusa akan aku kerjakan. Aku pergi dulu. Jangan lupa janjimu, Siwon," Sungmin beranjak meninggalkan ruangan itu tanpa mendengar jawaban Siwon yang kini mendengus kesal melihat kelakuan hyungnya itu.
'Blam'
Pintu tertutup rapat meninggalkan Siwon dan berkas-berkas yang menumpuk di mejanya. Oh, poor Siwon.
.
.
.
Saat ini Sungmin, Siwon, Ryeowook, dan teman-teman mereka kini sedang berpesta di sebuah café yang terkenal di Seoul. Semua ini dilakukan karena kerja keras Sungmin yang berhasil membuat sang korban mati dengan cara yang mengenaskan. Sebelumnya Sungmin dan Siwon hanya memprediksikan bahwa korban kejahatan mereka yakni 'Lee Dong Hee' akan terganggu jiwanya. Ia dipergok Sungmin saat sedang berpesta narkoba di apartmentnya. Sungmin tentu saja tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Segera ia memfoto sebanyak mungkin kejadian tersebut dan memberikan hasil buruannya kepada Siwon yang langsung disebarluaskan melalui internet, mengingat jaringan internet negara Korea Selatan yang terkenal akan kecepatannya.
"Chukkae Hyung. Besok-besok aku harus lebih giat bekerja agar bisa mendapatkan hasil seperti Sungmin hyung," seru Ryeowook yang disambut dengan gelak tawa dari hyung-hyungnya. Ryeowook yang ditertawai hanya menggembungkan pipinya kesal membuat tawa mereka lebih keras dari sebelumnya.
"Ya! Mengapa tertawa? Hyungdeul gak asyik ah," seru Ryeowook lagi yang membuat mereka terdiam. Sungmin yang tidak ingin suasana memanas hanya mengacak pelan rambut Ryeowook, "kami hanya bercanda Wookie-yah. Aku yakin kau bisa menggantikan posisiku nanti," ujar Sungmin yang membuat Ryeowook tersenyum senang. Dipeluknya Sungmin sekilas lalu menjulurkan lidahnya kepada yang lainnya yang kini hanya mendengus kesal. Dasar magnae.
Makanan yang di tersedia di atas meja kini telah ludes dihabiskan oleh mereka semua. Saat ini Donghae dan Ryeowook sedang berlomba siapa yang paling banyak mengahabiskan sake yang paling banyak. Eunhyuk dan Siwon memilih mendukung Donghae, sedangkan Yesung dan Shindong memilih mendukung Ryeowook. Sungmin? Jangan ditanya, sekarang dia sedang asyik memikirkan rencana menghancurkan Lee Soo Man.
.
.
.
Pagi telah menjelang. Saat semua orang masih terlelap Sungmin sudah sibuk mengendap-ngendap di sebuah rumah elit yang diketahui rumah seorang penyanyi senior Lee Soo Man. Merasa sudah aman Sungmin lalu pergi ke kamar utama tempat Lee Soo Man sedang terlelap. Dibukanya pintu perlahan dan terlihat pemandangan yang membuatnya menyeringai senang. Cepat-cepat momen tersebut ia abadikan, merasa cukup ia lalu bergegas menutup pintu dan pergi dari rumah itu secepat mungkin agar tidak ketahuan.
'Hup'
Dengan sekali lompatan, sang martial arts master berhasil melompati pintu gerbang yang tinggi itu. Setelah merapikan pakaiannya yang kusut ia melangkah pergi menjauhi rumah elit tempat sang korban yang kini masih terlelap tanpa tahu bahaya yang akan menghampirinya.
.
.
.
Seperti biasanya, Sungmin langsung ke ruangan Siwon untuk memberikan hasil kerjanya. Malas mengetuk pintu, Sungmin lalu memasuki ruangan tersebut yang langsung disambut dengan pemandangan rated M oleh Siwon dan kekasihya Kibum. Merasa ada orang yang melihat kegiatan mereka Siwon lalu melepaskan ciuman panasnya dan melihat Sungmin sedang asyik bermain dengan kameranya. Jiwa paparazzinya sedang kambuh ternyata.
"Hyung, kau mengambil gambarku LAGI?" tanya Siwon sambil menekankan kata 'lagi' yang disambut oleh cengiran Sungmin.
"Haha… tenang saja, kapan-kapan akan ku hapus," jawab Sungmin yang langsung membuat sepasang kekasih itu menggeram marah. Sungmin yang hanya bercanda tertawa melihat keduanya yang tertipu olehnya. Setelah menyelesaikan tawanya Sungmin lalu mengatakan, "karena aku sedang baik hari ini, gambar tersebut akan aku hapus. Well, setelah aku pergi dari ruangan ini silahkan lanjutkan 'kegiatan' kalian tadi." Sungmin terkekeh lalu melemparkan map biru yang berisikan hasil buruannya tadi pagi yang langsung ditangkap oleh Siwon.
"Itu hasil pekerjaanku. Apa ada tugas lagi?" tanya Sungmin to the point.
"Ada,"
"Apa?"
"Sekarang kau aku tugaskan untuk menguntit Cho Kyuhyun. Buat karirnya hancur. Kau mengerti?"
Sungmin menyeringai, "hn. Bukan perkara yang sulit,"
"Satu hal yang harus kau ingat. Jangan jatuh cinta kepadanya. Atau kau benar-benar akan hancur Lee Sungmin." Siwon berujar pelan lalu menarik Kibum keluar dari ruangan itu tanpa mendengarkan jawaban Sungmin.
Sekarang hanya ada Sungmin di ruangan tersebut. Dipejamkannya matanya lalu menjawab " ya, aku mengerti." Lalu meninggalkan ruangan itu dan menutup pintunya pelan.
Tidak boleh jatuh cinta? Tentu saja tidak boleh. Jika aku jatuh cinta maka dendam ibuku tidak akan terbalaskan, pikir Sungmin sambil mengepalkan tangannya kuat. Terlihat dari buku-buku jarinya yang telah memutih.
Tidak boleh
Tidak boleh
Apalagi dengan Cho Kyuhyun.
TBC
A/N: Hehehe... chapter dua sudah saya publish, kemungkinan besar di chpter tiga saya bakal buat kenapa Min oppa bilang dendam-dendam (?). Sejak kapan Lee Soo Man jadi penyanyi senior? Hehe... namanya juga fiction, Sungmin jadi yeoja aja bisa apalagi Soo Man yang kualitas suaranya misterius itu bisa dong XDD ^^v. Nama Lee Dong Hee itu saya ambil dari nama Shondong oppa dan Donghae oppa yang saya gabungkan, mian oppa :P #geplaked. ada yang mau baca ff gaje ini?
Balasan review:
Wuhs: Ne chingu, udah diupdate, silahkan dinikmati :D thanks udah review XDD
Yenni gaemgyu: Kekekeke~ ini udah lanjut chingu. Untuk masalah itu tanyakan saja ke Umin XDD thanks udah review XDD
Jidegon: Ini udah masuk chapternya ^^. thanks udah review XDD
kyumin137: Ini iudah lanjut chingu ^^ thanks udah review XDD
kiannielf: saya juga KyuMin shipper *nebar confetti*. mwo? bwnarkah chingu? o.o thanks udah review XDD
YuyaLoveSungmin: iya, cuma iklan ^^v. udah apdet chingu :D thanks udah review XDD
Sarah Melati: Bukan sama Kyu, tapi sama orang yang ada hubungannya sengan Kyu, di sini namja, kan udah ada kata Sho-ainya :3. mute lanjutnya kapan-kapan aja, males buatnya XDD #dibantai. ne, bubye :D thanks udah review XDD
Maki Kisaragi: huehehehe nih udah lanjut nee-chan XDD uwoo... aku gak yakin bakalan bagus /pundung/ thanks udah review XDD
Pity MbumKyumin Elf4ever: ini udah lanjut ^^ thanks udah review XDD
lee hye rin: iya, ini udah apdet chingu :D thanks udah review XDD
Mafharanisa'o: saya juga geli digelitik adek saya (?) sipp, ini udah lanjut :D thanks udah review XDD
Kyuminana: ini udah lanjut chingu ^^ thanks udah review XDD
Ira Julian: ne Ira-sshi, ini udah lanjut ^^ samakah? thanks udah review XDD
LittleLiappe: udah lanjut chingu ^^ thanks udah review XDD
Yuera Kichito Akihime: SAYA JUGA KYUMIN SHIPPER XDDDDDD (capslock jebol) makasih atas pujiannya chingu :D terharu #plakk ini udah apdet CX thanks udah review XDD
Unykyuminmin: ini udah apdet CX thanks udah review XDD
DeztyaJj: saya juga gak suka kalau Min oppa jadi lemah /curcol/ kemungkinan besar di chap 3 taunya ibu Min wafat gara-gara apa ^^v thanks udah review XDD
Special thanks for:
YOU
Ada yang mau review? CXX
