My Servant is Naughty Naughty!

By. Lee HyeRi

.

Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :D

Rated : M

Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)

Genre : Romance

Summary : Kehidupan Sungmin yang berubah drastis setelah memutuskan bekerja di rumah keluarga Cho. "Cih! Kau akan menyesal karena menunjukan sisi 'liar'mu padaku, Sungmin-ah," laki-laki itu menyeringai dengan tatapan penuh nafsu. Sungmin POV. Yaoi. KyuMin! Warning Inside! RnR!

.

.

Annyeong~

Saya update cepet kan? ^_^

Wah, saya tidak menyangka kalau lumayan banyak yang tahu fic TBS. Hehe...

Apa yang paling beda dari fic ini sama fic TBS? Yang 'dipegang-pegang' kan beda. LoL *nyengir gaje* hehe

.

.

Selamat membaca~ :D

===000===

Chapter 2

Hari ini hari minggu, juga hari pertama aku bekerja. Dari yang telah aku tahu, sekolah Kyuhyun libur di hari sabtu dan minggu. Walaupun hari ini dia tidak ke sekolah, aku tetap harus membangunkannya meski dengan toleransi jam yang berbeda dengan jadwal hari biasa.

Aku bersiap-siap untuk menuju kamar Kyuhyun. Hari ini aku memakai kemeja putih polos dengan celana panjang kain berwarna biru muda. Pakaianku memang terkesan terlalu sederhana. Tapi menurutku ini tidak aneh mengingat seorang pelayan tidak mungkin memakai pakaian yang lebih berkelas dari majikannya, -itu menurutku. Sebenarnya ada seragam sendiri untuk para pelayan di rumah ini, tapi karena aku masih baru maka pakaianku pun masih belum ada.

Aku membuka pintu kamar Kyuhyun sambil membawa nampan dengan secangkir teh hangat dan poci kecil. Kyuhyun masih tertidur. Aku duduk di pinggir tempat tidurnya. Terdiam sebentar untuk memikirkan apa yang harus aku lakukan berikutnya. Sebenarnya aku bingung bagaimana cara membangunkannya. Takut kalau-kalau caraku membangunkannya terkesan tidak sopan atau semacamnya.

Tiba-tiba aku teringat kejadian semalam. Tanpa sadar aku meraba bibirku. Aku masih ingat jelas bagaimana ciuman kami semalam. Dan kini aku bisa merasakan wajahku memanas. Buru-buru aku hilangkan pikiran-pikiran tentang semalam. Aku tidak mau hal-hal seperti itu mengganggu pekerjaanku.

"Kyuhyun-sshi," kataku pelan sambil menyentuh bahunya dan berharap dia segera bangun. Tapi tidak ada respon dari Kyuhyun yang masih terlelap. Ku buka tirai jendela kamarnya dan aku pikir sinar matahari yang masuk akan membangunkannya. Tetapi dia tidak bergerak sedikitpun. Ku bunyikan alarm jam di sebelahnya. Dia tetap tidak bergeming. Aku bunyikan suara ponselku keras-keras di dekat telinganya berharap dia kaget dan bangun. Tetapi tetap sia-sia. Aku jadi ragu sebenarnya dia benar-benar tidur atau hanya pura-pura?

Dengan sedikit kesal, perlahan aku dekatkan wajahku ke wajahnya. Mengamati wajahnya yang polos dan manis saat tertidur. Entah kenapa kini aku merasa mengagumi wajah itu. Wajah yang kini begitu terlihat manis tanpa seringai evil-nya.

Namun aku begitu terkejut saat tiba-tiba dia membuka matanya.

"Kyuhyun-sshi! Gyaaaa~" dia menarikku ke tempat tidurnya dan memelukku erat.

Aku berusaha menenangkan diriku yang masih terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan oleh Kyuhyun.

"Pagi-pagi sudah berisik," ucap Kyuhyun dengan mata yang terpejam lagi. Sepertinya dia mau tidur lagi.

"Kyuhyun-sshi, ini sudah pagi. Dan kumohon lepaskan aku,"

Dia malah mempererat pelukannya. Aku menghela nafas pelan sambil memperhatikan Kyuhyun yang berniat tidur lagi sambil memelukku. Melihat dari dekat wajahnya yang sedang tertidur membuatku semakin mengaguminya. Mungkin jika ku biarkan dia tertidur sebentar lagi juga tidak apa-apa.

.

.

.

Sudah hampir satu jam aku biarkan dia tertidur sambil memelukku seperti ini. Aku rasa ini sudah cukup. Aku harus benar-benar membangunkannya sekarang.

Tapi, tiba-tiba aku jadi berpikir, apa dia juga melakukan hal seperti ini pada semua pelayannya? Maksudku apa dia bersikap mesum pada semua pelayannya?

"Kyuhyun-sshi,"

"Hmm?" gumamnya untuk menjawab panggilanku.

"Apa kau begini juga pada pelayanmu yang sebelumnya?"

"Apa kau pikir aku akan begini pada Yeongrin-ahjumma?"

"Ahjumma? Jadi dia sudah tua ya?"

"Hmm," jawab Kyuhyun yang masih tetap tidak membuka matanya.

Aku tersenyum mendengar jawabannya. Entah kenapa aku senang dia hanya begini padaku. Tapi dia pasti sudah mempunyai kekasih.

'Aigooo, Sungmin! Apa sih yang kau harapkan dari namja yang dua tahun lebih muda darimu?' pikirku.

Aku baru ingat ini sudah hampir jam 8, artinya sebentar lagi para pelayan akan datang. Aku tidak mungkin membiarkan orang lain melihat Kyuhyun tidur di ranjangnya sambil memelukku.

"Kyuhyun-sshi, ini sudah hampir jam 8. Aku tidak menutup pintu kamar ini. Kalau ada orang yang lewat dan melihat kita seperti ini bagaimana? Mereka pasti salah paham,"

"Biarkan saja," jawabnya dengan begitu santai.

Aku hanya balas menatapnya dengan pandangan yang seolah mengatakan 'kau-sudah-tidak-waras-atau-apa!'.

.

.

Tidak lama kemudian aku mendengar derap langkah orang yang menaiki tangga. Kamar Kyuhyun memang dilantai dua. Aku benar-benar takut. Bagaimana kalau seseorang melihat kami? Sudah pasti aku yang akan disalahkan dengan tuduhan menggoda majikan. Saat itu aku pasti dipecat. Oh! Tidak! Aku tidak boleh dipecat!

"Ayolah Kyuhyun-sshi, lepaskan aku..." kataku memelas.

"Cium aku," kata Kyuhyun sambil membuka kedua matanya untuk menatapku.

"Aku tidak mau!"

"Kalau begitu biarkan saja mereka melihat kita," ucap Kyuhyun dengan nada begitu santai seakan dia merasa tidak ada yang salah dari tindakannya.

'Kau benar-benar menyebalkan Cho Kyuhyun sialan!' jeritku dalam hati.

Ku dengar suara langkah itu semakin mendekat. Makin mendekat. Celaka!

Ugh! Akhirnya dengan terpaksa ku dekatkan bibirku untuk menyentuh bibirnya. Hanya sekilas ku cium bibirnya yang kemudian dibalas dengan lumatan bertubi-tubi dari bibir Kyuhyun. Tapi dia belum juga melepaskanku. Hampir bersamaan dengan seseorang yang akan melewati pintu kamar ini, Kyuhyun menutup seluruh tubuh kami dengan Selimut tebalnya. Dia menindihku tanpa melepas ciumannya. Ku dengar langkahnya terhenti di depan kamar ini. Mungkin seseorang sedang melihat ke arah kamar yang pintunya ku biarkan terbuka.

"Apa-apaan ini? Kenapa jam segini Tuan Muda belum bangun?" sepertinya itu suara Nari-ahjumma. Aku tutup mataku. Aku masih bersembunyi di bawah selimut dan posisiku ditindih oleh Kyuhyun. Ya! Dia menindihku! Di atas tubuhku! Dan tetap tidak melepas ciuman kami. Aku benar-benar takut kalau ketahuan oleh Ahjumma dalam keadaan seperti ini. Jantungku berdegup kencang. Aku tidak mau Ahjumma tahu keadaanku sekarang. Dia pasti kecewa melihat kelakuanku.

"Emh..emmh.." aku tidak bisa mengontrol suara eranganku saat lidah Kyuhyun terus menjilat langit-langit mulutku dan terus mengintimidasi mulutku. Aku tidak bisa melawannya di situasi seperti ini. Celaka! Aku tidak boleh bersuara! Aku pejamkan mataku erat-erat. Mencoba menahan untuk tidak bersuara sekecil apapun.

"Hhh, Sungmin benar-benar tidak bisa diharapkan! Kemana anak itu? Dan kenapa pintu kamar Tuan Muda tidak ditutup? Aneh!" gumam Nari-ahjumma pelan sambil menutup pintu kamar Kyuhyun dan melangkah pergi. Dia pasti akan mencariku. Mungkin dia pikir aku bangun kesiangan dan lupa membangunkan Kyuhyun.

Ku dengar derap langkah Ahjumma yang menjauh dari kamar ini. Aku sedikit bernafas lega. Kyuhyun melepas ciuman kami dan menatapku yang masih berada di bawahnya. Aku balas dengan mendelik kesal padanya. Tatapanku seolah mengatakan 'apa-yang-kau-lakukan-dasar-bodoh!'. Dia hanya menyeringai kecil.

"Tidak akan ketahuan," kata Kyuhyun pelan.

"Hhh, yakin sekali," ucapku sebal.

"Tidak ada yang akan mengira kalau dibawah selimut ini ada dua orang."

"Kenapa begitu?"

"Kau 'kan pendek," jawabnya asal.

Aku melempar death glare pada namja menyebalkan itu. Sial! Seenaknya saja dia mengataiku pendek! Apa-apan sih! Siapa yang pendek? Hanya karena dia lebih tinggi dariku, bukan berarti dia bisa bicara seenaknya seperti itu. Huh!

"Kenapa kau melihatku seperti itu? Aku 'kan hanya bicara kenyataan. Wah, wah... aku baru sadar kalau pantatmu besar," ucapnya sambil salah satu tangannya menepuk-nepuk pantatku.

Arrgh! Rasanya aku benar-benar ingin membenturkan kepalaku ke tembok. Oh, Tuhan... dosa apa yang aku perbuat di masa lalu sampai aku harus punya majikan mesum dan kurang ajar seperti ini.

Namun, baru saja aku bisa bernafas lega karena Nari-ahjumma sudah pergi, tiba-tiba kurasa ada seseorang yang membuka pintu kamar ini. Gawat!

Refleks, Kyuhyun menutup tubuh kami dengan selimut lagi. Dan lagi-lagi aku harus bersembunyi dengan cara seperti ini. Lagi-lagi dia menindihku! Menyebalkan!

Ugh! Ku rasakan nafas Kyuhyun yang memanas di leherku. Entah apa yang aku rasakan saat ini. Aku benci mengakuinya! Tapi jujur saja, kegugupanku menghadapi Kyuhyun dengan posisi seperti ini lebih besar dari rasa takut ketahuan pada seseorang yang kini melangkah masuk ke kamar Kyuhyun.

"Kau gugup ya?" bisik Kyuhyun pelan. Cukup pelan dan tidak mungkin terdengar oleh orang yang sepertinya berjalan mendekat ke arah ranjang ini.

"Ti-tidak!" bisikku yang tidak kalah pelan. Sial! Dia mulai bisa membaca pikiranku. Aku memalingkan wajahku ke arah kiri untuk menyembunyikan wajahku yang mulai memanas. Berlawan arah dengan wajahnya yang masih menempel di leher sebelah kananku. Tanpa ku sadari hal itu malah memberikan akses yang lebih padanya untuk menikmati leherku.

.

.

"Sssh…" aku mendesis pelan ketika dia mulai menciumi leherku dan sepertinya membuat tanda kemerahan disana.

Ketika itu aku merasa seseorang yang datang ke kamar Kyuhyun kini menyentuh selimut yang menutupi kami. Aku benar-benar takut! Perasaanku campur aduk antara perasaan nikmat yang disebabkan lidah terampil Kyuhyun yang bermain dileherku dan perasaan takut ketahuan. Semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Antara ingin Kyuhyun tidak menghentikan aksinya dan ingin semuanya cepat berakhir tanpa ketahuan.

Detik dimana orang yang baru datang itu akan menyingkap selimut yang menutupi tubuh kami, adalah detik dimana Kyuhyun menahan selimutnya agar tidak menyingkap tubuh kami sambil mengeluarkan kepalanya dari selimut. Hanya kepalanya yang keluar dari selimut.

Otomatis tubuhnya bergeser maju dan wajahku tepat dibawah dadanya.

"Jangan ganggu ak-" kata-kata Kyuhyun terhenti, mungkin setelah melihat siapa seseorang yang datang itu. "...Eomma," lanjutnya pelan.

APA? 'Eomma' dia bilang? Berarti yang datang adalah Nyonya Cho! MATI AKU! Kalau ketahuan aku benar-benar akan dipecat! Oh Tuhan, tolong aku.

"Eomma kira anak kesayangan eomma belum bangun," ku dengar Nyonya Cho mengatakannya.

"Dia sudah membangunkanku," ucap Kyuhyun santai.

"Eh? 'Dia'? Pelayan barumu?"

"Hmm,"

"Begitu ya? Baguslah. Eomma hanya ingin memberitahu kalau hari ini Eomma akan ke Jepang selama satu minggu. Nari-sshi juga akan ikut pergi bersama Eomma."

"Bukannya hari ini Eomma baru pulang?" tanya Kyuhyun.

Aku berpikir sebentar. Iya, Nyonya Cho 'kan baru pulang ke rumah dini hari tadi. Sekarang sudah harus pergi lagi? Apa dari dulu dia sesibuk ini ya... huft... aku benar-benar tidak mengerti urusan orang kaya jaman sekarang.

"Iya. Tapi Kyuhyunnie tahu sendiri kalau Eomma sibuk, 'kan? Jadi tolong nanti kau bilang pada pelayanmu kalau sementara Nari-sshi tidak ada, dia yang akan mengurus semua keperluan rumah ini. Err, siapa namanya? Eomma lupa,"

"Sungmin,"

"Oh, iya. Sungmin."

"Jadi, Kyuhyunnie, selama Eomma pergi, kau baik-baik ya dengan Sungmin," lanjut Nyonya Cho.

"Pasti. Bahkan akan sangat baik," kata Kyuhyun pelan. Bisa ku pastikan sekarang dia sedang menyeringai. Pasti dia merencanakan sesuatu. 'Sangat baik' ya? Apapun yang dia rencanakan, aku tidak mau tahu dan tidak ingin melibatkan diri sama sekali.

"Enghh…" aku mengerang pelan ketika tiba-tiba jemari tangan Kyuhyun meremas lembut daerah disekitar pangkal pahaku. Oh, tidak! Kali ini pasti ketahuan! Ku gigit bibirku kuat-kuat agar tidak mendesah dan menahan untuk tidak bergerak atau bergeser seinci pun. Dan sialnya, Kyuhyun terus meremasnya.

Ugh! Dia malah semakin intens membelai dan meremas daerah yang masih tertutup celana biru mudaku.

"Ssshh..," mati-matian ku tahan suaraku walaupun memang sangat sulit. Dan aku benar-benar susah payah menahan tubuhku untuk tidak menggelinjang nikmat menerima sentuhannya.

Ku bunuh kau, Cho Kyuhyun sialan!

"Sepertinya Eomma mendengar sesuatu,"

GAWAT! Aku takut!

"Oh ya? Mungkin hanya perasaan Eomma saja," jawab Kyuhyun santai.

Dasar IBLIS! Aku berani jamin dia seratus persen bisa mendengar desahanku.

"Hmm... benar. Mungkin hanya perasaan Eomma saja. Emh, apa kau sudah mulai akrab dengan pelayan barumu, Kyuhyunnie?" tanya Nyonya Cho.

"Yaaa, tentu. Bahkan sangat akrab," kata Kyuhyun sambil tiba-tiba memasukan tangannya ke dalam celanaku dan meremas keras milikku yang sudah menegang di dalam sana.

"Akhhh!" pekikku sepelan mungkin. Ku gigit bibir bawahku kuat-kuat. Ku rasakan sedikit darah segar mengalir dibibirku.

"Barusan, Eomma dengar-"

"Sudahlah, Eomma… aku mau tidur lagi," Kyuhyun memotong kata-kata ibunya sambil menghentikan aktivitas tangannya.

"Baiklah, jaga dirimu ya. Eomma pulang seminggu lagi,"

"Yeah, Eomma," kata Kyuhyun dengan nada malas.

Aku mendengar pintu kamar ditutup dan derap langkah yang menuruni tangga. Hhhh, sudah aman.

Kemudian Kyuhyun menyingkap selimut yang menutupi kami. Saat ini kami duduk berhadapan di ranjang.

Aku mendelik marah padanya. Tatapanku seolah mengatakan 'Aku-ingin-membunuhmu-Cho-Kyuhyun-iblis-sialan!'

"Sampai dimana kita tadi?" tanya Kyuhyun dengan wajah datar seolah-olah dia tidak merasa telah melakukan sesuatu yang 'berbahaya'.

"Tidak ada yang harus dilanjutkan!" jawabku kesal.

"Kita belum selesai, Sungminnie~"

Aku kembali melempar death glare padanya. Oh, Tuhan... namja gila ini benar-benar mempermainkan emosiku.

"KAU-ORANG-PALING-MESUM-DI DUNIA INI-KYUHYUN BODOH!" jeritku padanya sambil memberikan penekanan pada setiap kata-katanya.

"Berani sekali kau berteriak padaku. Tidak sopan!" Kata Kyuhyun dengan wajah polosnya yang seolah-olah dia lupa dengan apa yang tadi dia lakukan padaku.

"Berani sekali kau menyentuhku! Mana yang lebih tidak sopan?" tanyaku sinis.

Kyuhyun mendecih mendengar kata-kataku.

"Baiklah, hari ini cukup sampai situ saja,"

"Kau pikir aku mau melanjutkannya?" nada bicaraku sedikit meninggi.

Kyuhyun bangun dari tempat tidur dan melangkah beberapa meter menuju kamar mandi. Dia berhenti di depan pintu kamar mandi.

"Aku kira kau menyukai apa yang ku lakukan tadi, Sungmin-ah?" Kyuhyun menatapku yang sedang berdiri di samping ranjangnya.

"Begitukah? Yakin sekali!" jawabku yang masih kesal dengan tingkahnya tadi.

Kyuhyun tersenyum sinis. "Lalu itu apa?" Kyuhyun menunjuk celana yang ku kenakan.

Aku melihat sesuatu yang ditunjukan Kyuhyun. Oh Tuhan! Ini tidak mungkin!

"A-aku..." aku tidak percaya celana biru mudaku terlihat basah di daerah sekitar pangkal pahaku. Oh! Tidak! Ku lihat senyum kemenangan di bibir Kyuhyun.

"Anggap saja itu balasan dari ciuman liar-mu semalam. Akhirnya aku bisa membalasmu juga,"

"K-kau!" aku meraih bantal besar di sebelahku dan melempar Kyuhyun dengan bantal itu. Sebelum bantal itu mengenai kepalanya, dia sudah masuk ke kamar mandi.

Aku berlari menuju kamarku. Malu sekali rasanya! Kyuhyun sialan! Mulutku sibuk menggumamkan kata-kata yang tidak jelas untuk mencacimaki namja mesum itu.

Akhirnya aku masuk ke kamarku dan mengunci pintunya. Seenaknya saja! Gara-gara dia aku jadi malu seperti ini!

Tapi, aku baru ingat kalau belum menyiapkan sarapan untuk Kyuhyun. Untungnya koki dirumah ini sudah datang. Aku minta koki itu saja yang membuatkannya sarapan.

Huh, aku benar-benar masih tidak habis pikir dengan kelakuan mesumnya!

.

.

===000===

.

.

Sudah hampir malam. Kyuhyun pergi kemana ya? Ah! Tunggu! Kenapa aku jadi memikirkannya sih? Orang mesum seperti dia, lebih baik hari ini tidak usah pulang! Huh!

Tiba-tiba ponsel-ku berdering. Aku tidak mengenali nomor yang menelponku. Ku tekan tombol 'answer' untuk mengangkat teleponnya.

"Halo?" kataku pelan.

"Sungmin-ah, ini aku."

Aku coba mengenali suara ini. Suaranya seperti milik Kyuhyun.

"Kyuhyun-sshi?" tebakku ragu.

"Iya."

"Ada apa?"

"Aku meninggalkan memo di meja belajar. Tolong siapakan keperluanku,"

"Baiklah,"

Dia mematikan telponnya.

Segera ku ambil kertas di meja belajar Kyuhyun. Sepertinya ini bahan-bahan yang harus dibawa untuk praktek Biologi. Apa-apaan sih namja itu? Kenapa tidak menyuruhku dari tadi pagi? Ini sudah hampir malam dan aku tidak tahu harus kemana untuk mencari semua bahan-bahan itu. Aisshhhh~

====000====

Akhirnya aku sampai juga dirumah. Ini sudah jam 11malam. Rumah pasti sudah sepi. Aku lelah sekali belanja barang-barang ini. Kyuhyun sudah pulang belum ya? Tunggu! Kenapa aku memikirkan dia terus sih? Mungkin lama-lama aku bisa benar-benar gila kalau hidup di rumah ini terus.

Aku melangkah menuju kamarku dengan membawa barang-barang belanjaanku. Dan, betapa kagetnya aku ketika melihat kamarku sudah kosong.

Dimana barang-barangku?

"Sudah dapat semua bahannya?" kata seseorang dibelakangku. Aku berbalik untuk melihatnya. Kyuhyun!

"Sudah. Tapi, dimana barang-barangku?" aku menunjuk kamarku yang telah kosong.

"Aku menyuruh beberapa orang untuk memindahkannya,"

"Dipindahkan? Kemana?"

"Ke kamar yang di sebelah kamarku. Ini kunci kamarnya,"

"Tu-tunggu!"

"Apa?" Kyuhyun menatapku serius. Sejenak aku tertegun menatapnya. Pipiku memanas mengingat kejadian tadi pagi. Dan kurasa aku tak kuasa menolak apapun keputusan namja di depanku ini. Mendadak pikiranku kalut.

"Tidak apa-apa. Err, kau sudah makan?"

Dan aku malah mengatakan hal lain yang berbeda dengan mauku. Sebenarnya aku 'kan mau protes tentang kamar!

"Sudah," jawabnya singkat.

.

.

===000===

.

.

Aku membuka pintu kamar yang terletak di sebelah kamar Kyuhyun. Perlahan aku memasuki kamar tersebut. Dinding dengan cat biru muda. Ranjang berukuran king size dengan seprai biru bermotif bunga. Lemari yang besar. Kamar mandi yang cukup luas dengan bathtub didalamnya. Dan yang lebih gila lagi, ada televisi flat 29 inc beserta dvd player dan radio. Menurutku ini terlalu berlebihan untuk kamar seorang pelayan.

Aku membuka lemari pakaiannya. Aku terkejut melihat isinya. Ini bukan bajuku. Aku ambil satu baju. Kaus tipis dengan kerah V-neck. Lalu aku mencoba melihat-lihat pakaian yang lainnya. Kemeja dengan ukuran yang terlalu besar untukku. Kemeja itu masih bisa dibilang pakaian wajar yang mungkin bisa aku pakai. Namun aku lihat banyak sekali pakaian yang 'tidak pantas pakai' berada di lemari ini. Memalukan! Mana mungkin aku memakainya!

Ku lihat ada kertas kecil di pintu lemari yang satunya. Aku coba untuk membacanya.

.

.

Bajumu sangat kuno.

Aku sudah membuang semua bajumu.

Mulai sekarang harus pakai baju ini.

Kalau tidak mau pakai, ya telanjang saja!

_Tuan Muda-mu_

.

.

Cih! Seenaknya saja membuang baju orang! Kyuhyun bodoh!

Tapi…

Ku rasakan pipiku memanas melihat kata 'Tuan Muda-mu'. Apa artinya dia itu milikku?

Tunggu! Itu tidak mungkin! 'Jangan terlalu berharap, Sungmin!' pikirku pada diriku sendiri.

.

.

Aku coba merebahkan diriku di ranjang yang empuk ini. Rasanya begitu nyaman. Aku hampir terlelap saat ku dengar ada SMS di ponselku. Aku raih ponselku untuk membaca pesan yang masuk.

.

.

Kyuhyun_EvilMesum

11.30 PM

Besok teman-temanku datang.

Menurutku baju warna pink sangat cocok untukmu.

jaljayo.

.

.

Entah apa yang sekarang ada dipikiranku setelah membaca pesan tadi. Ku rasakan wajahku memanas. Aku menatap wajahku di cermin. Pipiku bersemu merah. Ugh! Sepertinya aku benar-benar terjerat pada setan mesum yang satu ini. Aku rebahkan tubuhku ke tempat tidurku. Aku kembali tersadar dengan statusku di rumah ini. Tidak sepantasnya aku memiliki perasaan seperti itu pada majikanku.

Aku menutup mataku dan menghilangkan semua pikiran-pikiran itu. Semoga saat pagi datang perasaan ini akan hilang.

Tapi... bagaimana mungkin aku bisa menahan perasaanku kalau dia terus bersikap seenaknya seperti tadi pagi? Rasanya aku takut kalau nantinya aku yang akan terluka jika berani berharap sesuatu seperti cinta dari seseorang seperti Kyuhyun.

Oh Tuhan, besok apa lagi yang akan dilakukan Kyuhyun padaku?

.

.

===000===

TBC

.

.

A/N : Yeah, akhirnya selesai juga chapter 2. Bagaimana menurut kalian? :D

.

.

Balasan Review :

Unyukunyuky, gamers cho, KyuMinnie.

Iya saya bikin Ming jadi 'naughty' disini. Biar skali-skali dia ga jadi namja polos mulu. Hehe... :D

Thanks udah suka fic-nya~

Orange Tomato, Lupe, Zhie Hikaru, Momoelfsparkyu, Kim Min Lee, widiwMin, Laven agrava gaciall 134.

Gyaaa~ pada tau fic TBS ya? *pelukin satu2* :D

Saya masih ragu dengan konsep cerita ini. Mungkin endingnya yang saya buat berbeda. Untuk sementara saya masih pakai alur yang sama dengan fic TBS. Semoga kalian tidak bosan. ^_^

Aoora, Aiko Okinawa, Parkyoonha Evil Princess, AraPidooy, Jung hana cassie, MegaKyu, Park Kyumin, Mimiyeon, Just13, shakyu, cholee kyumin, honey26, KyuHyunJiYoon, vitaminielf, kyuminielf, onew jinki lup chiken, Princess kyumin, KyuLoveMing, Dina LuvKyumin.

Iya, ini udah dilanjut. :D

Thanks for review... *lempar Ming ke kalian* ^_^

eLizxie Aire, Kyuminlinz92, Kim Fishy Kwangwook, Myblackfairy, arapidooy, Han je mi.

iya, ini udah di-update. ^_^

NC-nya sabar yaa, gak lama lagi kooo~

Thanks for review... :D

Kyuanae, Saeko Hichoru.

Masih belum yakin ini nantinya berapa chapter. Kalau antusiasme reviewers-nya banyak yang suka dengan alurnya, yaa... mungkin lebih dari 5chapter. ^_^

Thanks for review... :D

.

.

.

Thanks for reading.

.

.

Mind to review?