My Servant is Naughty Naughty!
By. Lee HyeRi
.
Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :D
Rated : M
Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)
Genre : Romance
Summary : Kehidupan Sungmin yang berubah drastis setelah memutuskan bekerja di rumah keluarga Cho. "Cih! Kau akan menyesal karena menunjukan sisi 'liar'mu padaku, Sungmin-ah," laki-laki itu menyeringai dengan tatapan penuh nafsu. Sungmin POV. Yaoi. KyuMin! Warning Inside! RnR!
.
.
Saya ingin menjelaskan terlebih dahulu sebelum kalian membacanya.
Kembali saya ingatkan kalau fic ini saya adaptasi dari fic "The 'Baby'sitter" yang memang fic itu juga karya saya. Jadi jangan berpikir kalau saya menjiplak atau semacamnya. :D
Lalu, jika yang sudah pernah membaca fic itu di fandom sebelah, mungkin kalian ingat kalau konflik ceritanya terjadi setelah NC. Ya 'kan?
Nah, karena itulah...
Saya sudah menyiapkan plot-nya. Jauh berbeda dengan fic TBS.
Namun saya akan memasukan konflik dari plot baru itu juga setelah NC. Tidak apa-apa 'kan?
Jadi di chapter ini juga masih sama dengan chapter di fic TBS.
Fic ini akan mulai berbeda setelah KyuMin NC-an.
Saya minta maaf kalau ada yang kecewa...
Terima kasih untuk yang mau memakluminya. :D
.
.
Oke, Selamat membaca~
.
.
===000===
.
.
Chapter 3
.
Sepertinya ini akan jadi pagi yang cerah di hari keduaku bekerja di rumah keluarga Cho. Sekarang baru menunjukan pukul 5pagi di hari Senin yang dingin. Semoga akan menjadi awal pekan yang indah dan tanpa masalah.
Aku bangun dari ranjang empuk yang baru semalam aku tempati. Ranjang di kamar baru yang kemarin diberikan oleh Kyuhyun padaku, benar-benar bisa membuatku tidur nyenyak. Aku tersenyum kecil mengingat-ingat kejadian kemarin. Tiba-tiba ingatanku sampai pada saat aku harus satu selimut dengan Kyuhyun karena bersembunyi. Senyumku langsung hilang berganti dengan wajahku yang mulai memanas. Benar-benar memalukan. Uh!
Selesai mandi aku melangkah menuju lemari pakaian dengan handuk putih yang masih melilit di pinggangku. Aku baru ingat kalau semua pakaianku dibuang oleh Kyuhyun. Hmm.. aku memilih-milih baju yang akan aku pakai hari ini. Sepertinya yang biru muda cocok untukku. Lalu aku mencoba mencari pakaian dalam yang akan aku kenakan. Wow! Sampai pakaian dalam pun sudah dia siapkan untukku. Cho bungsu yang satu itu benar-benar membuatku gila! Kapan dia membeli semua barang-barang ini? Apa dia membeli ini semua kemarin saat dia keluar rumah dan pulang malam? Sepertinya sih begitu. Dan dia sengaja menyuruhku membeli bahan-bahan untuk praktek Biologinya. Tapi kenapa semua pakaian dalam yang dibelinya terlihat, err.. seksi? Ah! Sudah! Aku tidak peduli lagi dengan apapun pakaianku! Daripada aku harus telanjang.
Aku merapikan pakaianku di depan cermin. Kemudian menyisir dan merapikan rambut hitamku yang sudah mulai sedikit memanjang (Seperti rambut Sungmin di Mini Drama/ di MV 'U'). Mungkin aku harus merubah penampilanku. Melihat rambutku yang begini membuatku semakin terlihat seperti yeoja. Aishhh...
Sekilas aku melirik ponsel yang aku letakan di meja sebelah tempat tidur. Ada dua pesan.
.
Nari-ahjumma
11.45 PM
Sungmin, seperti yang kau tahu,
Aku pergi ke Jepang bersama Nyonya Cho.
Dan aku harap kau tidak mengacaukan rumah!
Aku tidak akan memaafkanmu jika kau tidak mengurus rumah itu dengan baik!
Satu lagi! Jaga Tuan Muda baik-baik!
.
.
Aku berpikir sebentar untuk mengingat kata-kata Nyonya Cho kemarin saat aku bersembunyi di selimut dengan Kyuhyun. Ah, aku ingat! Dalam seminggu ini aku yang akan mengurus rumah ini sebagai pelayan Kyuhyun sekaligus sebagai Kepala Pelayan menggantikan tugas Nari-ahjumma untuk sementara. Begitu, 'kan?
Err.. dan menjaga Kyuhyun baik-baik ya?
Yang benar saja! Yang ada juga aku yang harus menjaga diri baik-baik dari Cho Kyuhyun mesum itu! Huh! Satu minggu di rumah ini tanpa Nari-ahjumma. Mengurus rumah sebesar ini, pasti akan melelahkan.
Lalu ku buka pesan yang berikutnya.
.
Kyuhyun_EvilMesum
00.30 AM
Mianhae
.
"Eh? 'Mianhae'?" gumamku.
Dia pasti mengirimnya semalam saat aku tertidur. Maaf untuk yang mana ya? Kesalahan dia padaku kan sangat banyak! Aku mendecih pelan. Ternyata orang seperti dia bisa juga minta maaf.
Kemudian aku taruh ponsel ku di meja lagi. Setelah aku pikir-pikir, sudah aku putuskan untuk bersikap professional. Apapun yang terjadi, kemarin adalah hal yang tidak diharapkan. Anggap saja tidak pernah terjadi. Aku bekerja disini bukan untuk mengharapkan perasaan dari majikanku.
.
.
===000===
.
.
Aku melangkah menuju kamar Kyuhyun -yang terletak di sebelah kamarku sekarang- sambil membawa teh pagi untuk tuan muda pemarah itu. Aku buka pintunya dan menuju tempat tidur Kyuhyun.
Sudah jam enam pagi. Ku lihat dia masih terlelap. Aku buka tirai jendela dan membiarkan sinar matahari masuk. Kyuhyun sedikit menggeliat. Aku hanya bisa tersenyum melihat wajah polosnya saat tertidur.
Perlahan aku mendekat dan duduk di pinggir ranjang. Seperti permintaannya, morning kiss untuk membangunkan pangeran yang tertidur.
Ku dekatkan bibirku ke bibirnya. Dan ciuman panjang di pagi ini pun dimulai. Untuk kesekian kalinya lidah kami bertaut mesra. Suara kecupan bibir kami pun menjadi simfoni pagi hari yang mungkin terdengar sedikit erotis.
"Emmh," aku mengerang pelan dan menyudahi ciumanku saat Kyuhyun benar-benar telah sadar seratus persen.
"Good job, Sungminnie," kata Kyuhyun sambil berjalan menuju kamar mandi.
Aku menghela nafas pelan dan beranjak menuju dapur untuk membuatkan sarapan untuknya.
.
.
Sekarang Kyuhyun sedang menikmati sarapan dengan duduk di sofa dekat ranjang besarnya. Dia masih menggunakan piama mandi.
Sementara aku kini melangkah ke arah lemari pakaian milik Kyuhyun. Ku siapkan seragamnya untuk hari ini.
Kemudian aku membantu untuk mengancingkan kemeja dan memakaikannya dasi –semua ku lakukan setelah dia selesai sarapan tentunya. Lalu aku cek buku pelajaran yang dibawa Kyuhyun untuk memastikan tidak ada buku yang salah atau tertinggal dirumah. Aku periksa semua isi tasnya. Mukaku memerah melihat sesuatu yang tidak seharusnya ada di tas sekolahnya. Sebuah botol kecil berisi Lube dan beberapa bungkus 'pengaman'.
"Kyuhyun-sshi? Kau... selalu membawa seperti ini ke sekolah?"
Dia melirikku dan melihat sesuatu yang aku maksudkan.
"Iya. Kenapa?" jawabnya santai.
"Tidak apa-apa," jawabku sebal. Entah kenapa aku merasa kesal. Sepertinya aku tidak rela kalau Tuan Muda-ku disentuh orang lain. Dan Kyuhyun sepertinya melihat perubahan di wajahku yang menjadi tidak senang.
"Aish... baiklah, tidak usah ditaruh di tasku. Kau simpan saja untuk kita nanti,"
"Eh?" aku kaget mendengarnya.
Apa maksudnya? Aku simpan untuk kita nanti? Aku masih belum mengerti. Otakku masih belum bisa mencerna kata-kata tadi. Aku menatapnya seolah mengatakan 'Apa-maksudnya?'
"Kau sudah pernah melakukan 'itu' kan?" lanjut Kyuhyun.
Aku menatapnya seolah tak percaya. Cho Kyuhyun… kau gila! Aku akui aku memang pernah malakukannya dengan kekasihku yang dulu. Tapi aku tidak pernah berpikir melakukan hal itu dengan majikanku.
"A-apa maksudmu?" aku menatapnya tajam.
Aku hanya pernah melakukannya dengan kekasihku! Sekali lagi aku tekankan, AKU HANYA MELAKUKANNYA DENGAN KEKASIHKU! Aku bukan tipe orang yang tidur dengan sembarang orang. Apa Kyuhyun berpikir aku tipe orang yang mudah ditiduri atau bagaimana? Ugh!
Lagi-lagi sepertinya Kyuhyun menyadari tatapanku yang sangat tidak senang dengan kata-katanya tadi.
"Aishh, sudahlah. Kita bahas ini nanti. Jangan lupa sepulang sekolah, teman-temanku akan datang kesini,"
"Aku mengerti, Kyuhyun-sshi," jawabku sopan.
"Oh iya, aku lupa! Kau ingat ucapan Eomma-ku yang kemarin kan?"
DEG! Tiba-tiba aku jadi ingat kejadian memalukan kemarin. Pipiku jadi panas rasanya.
"Ya-yang mana ya?" tanyaku.
"Tentang kau yang menggantikan tugas Nari-ahjumma. Memangnya kau pikir kemarin Eomma-ku bilang apa lagi?"
"Eh? Ti-tidak," jawabku gugup.
'Ouh, Sungmin! Apa sih yang sedang kau pikirkan! Kenapa kejadian kemarin yang paling teringat malah hal 'itu' lagi!' jeritku dalam hati.
"Jadi.. kau sedang mengingat yang kita lakukan kemarin? Haha.. apa kau mau lagi?" Kyuhyun menyeringai.
Aku balas mendelik padanya.
"Tidak akan!" jawabku yakin.
"Terserah kaulah. Paling-paling nanti juga kau yang akan memohon padaku agar menyentuhmu," kata Kyuhyun dengan nada tegas seolah yakin seratus persen dengan apa yang dikatakannya.
Ku rasakan pipiku memanas. Uh! Aku yakin wajahku menjadi merah sekali sekarang. Huh! Dasar Kyuhyun! Pagi-pagi sudah membicarakan hal mesum!
Belum sempat aku menjawab kata-kata Kyuhyun tadi, dia memberi ciuman sesaat dibibirku dan langsung melangkah menuju mobilnya.
.
===000===
.
Aku melihat tiga buah mobil mewah memasuki kawasan rumah keluarga Cho. Aku buru-buru membuka pintu rumah dan berdiri di depan pintu untuk menyambut tamu-tamu dari Kyuhyun. Sekilas aku melihat Kyuhyun turun dari mobilnya diikuti oleh laki-laki tinggi berambut merah yang juga satu mobil dengan Kyuhyun. Mereka berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Sesekali aku lihat laki-laki berambut merah itu tersenyum manis pada Kyuhyun.
Aku benci mengakuinya, tetapi mereka memang terlihat err... mesra. Aku sangat tidak senang dengan pemandangan di depanku! Siapa sih laki-laki tinggi berambut merah itu?
Buru-buru aku mengalihkan pandanganku dari dua orang itu ke sebuah mobil lainnya. Tampak laki-laki tampan yang terlihat seperti orang China keluar dari mobil dengan seorang perempuan... err atau laki-laki? Sepertinya sih laki-laki. Harusnya sudah jelas dia laki-laki –dia memakai celana untuk seragamnya. Tetapi, yang jelas laki-laki itu cantik dengan rambut panjang yang diikat ke belakang.
Mereka berjalan beriringan sambil tangan laki-laki –yang-menurutku-cantik-itu merangkul lengan laki-laki yang tadi keluar dari mobil bersamanya. Melihat mereka, aku benar-benar kagum. Mereka terlihat sangat serasi.
Lalu aku melihat mobil yang terakhir. Kembali dua laki-laki keluar dari mobil. Aku heran, ternyata teman-teman Kyuhyun laki-laki semua. Mereka semua memakai seragam yang sama dengan Kyuhyun. Mereka pasti teman satu sekolahnya.
.
.
Mereka semua berjalan untuk masuk ke dalam rumah. Aku masih berdiri di depan pintu.
"Waaaah~ sudah lama aku tidak main kesini," kata laki-laki berambut pirang yang tadi keluar dari mobil terakhir.
"Kyuhyun-ah, ayo kita kedalam!" kata laki-laki tinggi yang berambut merah sambil berusaha terlihat manis di depan Kyuhyun.
Entah mengapa rasanya aku benar-benar kesal pada laki-laki berambut merah itu. Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa tidak rela?
"Selamat datang, Kyuhyun-sshi," kataku sambil menunduk memberi hormat.
Kyuhyun melihat pakaian yang aku kenakan. Warna pink sesuai permintaannya. Dia tersenyum kecil melihatnya.
"Sungmin, tolong siapkan minum untuk mereka,"
"Baik, Kyuhyun-sshi,"
Aku melangkah menuju dapur. Sesaat aku mendengar bisik-bisik dari teman-teman Kyuhyun.
"Kyuhyun, siapa dia?"
"Pelayan baruku,"
"Eh? Jadi dia yang kemarin kau ceritakan. Enaknya punya pelayan manis dan seksi seperti itu. Boleh untukku?" tanya laki-laki yang berambut pirang dan hanya dibalas deathglare oleh Kyuhyun. Aku hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.
.
.
====0000====
.
.
Aku berjalan ke ruang tengah tempat Kyuhyun dan teman-temannya sekarang. Tiga orang pelayan mengikuti di belakangku. Masing-masing pelayan membawa nampan yang berisi makanan kecil dan minuman segar untuk tamu-tamu dari Kyuhyun.
"Permisi, Kyuhyun-sshi, minumannya sudah aku siapkan," kataku sesopan mungkin.
Kyuhyun hanya melirikku sekilas.
"Kau taruh di meja saja,"
"Baik, Kyuhyun-sshi," aku segera menyuruh pelayan-pelayan itu untuk menaruh makanan dan minuman itu di meja.
Kyuhyun sedang duduk di lantai yang beralaskan karpet permadani yang lebar dan tebal bersama teman-temannya juga. Di tengahnya ada meja panjang yang berukuran sekitar 2x1 meter. Kyuhyun dan teman-temannya duduk mengelilingi meja itu. Di depan meja ada seperangkat TV flat 45 inc. Sepertinya mereka berniat menonton film.
"Apa ada sesuatu yang Anda butuhkan lagi, Kyuhyun-sshi?"
"Tidak ada," jawabnya dingin.
"Kalau begitu aku permisi dulu," kataku sambil beranjak untuk menuju dapur.
.
.
"Tunggu! Kau disini saja. Bergabunglah bersama kami!" kata laki-laki yang berambut pirang padaku.
"Benar. Kemarilah!" kata laki-laki di sebelahnya.
Aku melirik Kyuhyun. Sedikit takut melihat wajah Kyuhyun yang melukiskan ketidaksukaannya jika aku bergabung dengan teman-temannya.
Tetapi laki-laki berambut pirang itu menarik tanganku untuk mendekat ke arah mereka.
"Kyuhyun memang menyebalkan! Masa ada pelayan manis di rumahnya, tidak dikenalkan pada kita!" kata laki-laki berambut pirang lagi sambil menyuruhku untuk duduk. Aku duduk di antara Kyuhyun dan laki-laki berambut pirang itu.
"Aku Hyukjae. Lee Hyukjae. Kau?" laki-laki berambut pirang yang ternyata bernama Hyukjae itu mengulurkan tangannya padaku.
"Lee Sungmin," jawabku dengan menyambut tangan Hyukjae untuk sekedar bersalaman.
"Wah, kita sama-sama 'Lee'. Mulai sekarang, kita berteman ya, Sungmin-ah. Kau bisa memanggilku Eunhyuk," kata Hyukjae yang hanya aku balas dengan senyum.
"Hei, aku juga 'Lee' loh. Lee Donghae," kata laki-laki tampan yang berada di seberangku.
Sejenak aku tersenyum menatapnya.
"Hai Sungminnie, aku Kim Heechul. Dan laki-laki disampingku ini adalah Hangeng, –kekasihku. Jadi kalau kau tertarik padanya, itu artinya kau tidak punya otak," kata laki-laki yang-menurutku-cantik-itu dengan nada bercanda.
Sekali lagi aku hanya mampu tertawa kecil melihat teman-teman Kyuhyun.
"Hey, Sungmin, salam kenal ya," sapa laki-laki yang bernama Hangeng itu.
Lalu aku melempar pandanganku pada laki-laki berambut merah yang dari tadi terus menempel pada Kyuhyun.
"Aku Zhoumi. Kekasihnya Kyuhyun," ucap laki-laki tinggi itu sambil tersenyum licik padaku.
Aku kaget mendengarnya. Kyuhyun sudah punya kekasih? Memang sudah seharusnya sih. Mana mungkin dia belum punya. Mungkin aku yang salah paham dan salah mengartikan sikap Kyuhyun padaku.
Kyuhyun tidak mungkin tertarik padaku. Pasti dia hanya iseng menggodaku. Walaupun begitu, kenapa rasanya sakit?
Aku menatap Kyuhyun. Dia tidak menyangkal kata-kata laki-laki yang bernama Zhoumi itu. Berarti sudah bisa dipastikan mereka memang sepasang kekasih.
.
Aku... kenapa aku merasa ada sesuatu yang terluka dalam diriku. Rasanya sangat sakit.
Beberapa saat kemudian mereka menyalakan DVD Player untuk memutar film yang akan mereka tonton.
Aku duduk terdiam. Aku sama sekali tidak memperhatikan film-nya. Bahkan judulnya pun aku tidak tahu. Tatapanku kosong. Rasanya ada yang salah di otakku. Dan ada semacam rasa sakit yang melanda hatiku.
"Sungmin-ah, sudah pernah bercinta?" tanya Eunhyuk dengan senyum polosnya. Aku kaget mendengar pertanyaan frontalnya yang langsung membuyarkan lamunanku.
"…" tak ada jawaban dariku. Aku hanya menatapnya dengan bingung. Kenapa tiba-tiba dia bertanya seperti itu?
"Kau mau mencobanya denganku?" Eunhyuk mengulurkan tangannya untuk merangkulku. Aku mencoba menghindar dengan merapat ke Kyuhyun dan mencengkram lengan Kyuhyun yang berada di sebelahku. Bagaimana pun juga aku takut dengan orang yang bernama Eunhyuk itu. Jangan-jangan semua teman-teman Kyuhyun sama mesumnya dengan dia? Oh, tidak! Jika itu benar, maka akan sangat mengerikan.
"HAHAHAHA… Kau maunya dengan Kyuhyun ya, Sungminnie?" Eunhyuk menertawakanku yang malah mendekat pada Kyuhyun. Aku langsung menarik tanganku dari lengan Kyuhyun.
"Maafkan aku, Kyuhyun-sshi," aku kembali menunduk.
"Hum," gumam Kyuhyun singkat.
"Berani sekali kau menyentuh Kyuhyun-ku!" bentak Zhoumi padaku.
Aku terkejut mendengarnya. Oh, tidak. Sesaat aku hampir lupa kalau dia kekasihnya Kyuhyun. Sepertinya tanpa sadar aku melakukan hal yang tidak seharusnya.
"Aku hanya-"
"Hei, pelayan... kau menyukai kekasihku 'kan?" tanya Zhoumi dengan menekankan kata 'pelayan'. Aku terdiam saat dia memotong perkataanku. Bahkan aku tidak bisa menjawab pertanyaannya. Dan aku tidak bisa menyangkalnya. Mulutku terasa kaku. Bahkan untuk sekedar mengatakan kata 'tidak' pun aku tak mampu.
"Huh! Semuanya memang sama saja! Hanya karena bisa dekat dengan Kyuhyun, bukan berarti Kyuhyun tertarik padamu 'kan? Heh! Kau sama menjijikannya dengan fans Kyuhyun lainnya! RENDAH dan menggelikan!"
"Hey, kita kesini kan bukan untuk ribut! Kau diamlah!" kata Heechul pada Zhoumi.
"Aku tidak mengajak ribut! Tapi kalian juga pasti sadar, 'kan? Pelayan itu dari tadi melihatku dengan tatapan iri! Aku hanya mencoba mengingatkannya. Karena sudah seharusnya dia sadar diri! Dia tak lebih dari seorang PELAYAN yang mengharapkan majikannya! Menjijikan!" Zhoumi menatapku dengan wajah penuh kebencian. Rasanya mataku mulai memanas. Butir-butir air mata jatuh di pipiku. Aku merasa semua tuduhan Zhoumi padaku itu sangat benar. Aku iri padanya! Aku menjijikan. Semua hinaan Zhoumi seakan tepat sasaran. Aku mencengkram ujung bajuku. Rasanya aku sangat hina. Apa aku salah jika sekarang aku memiliki perasaan ini?
Dan Kyuhyun, jangankan membelaku, bahkan untuk sekedar menatapku pun dia tidak mau.
Tiba-tiba ada seseorang yang menarik tanganku untuk berdiri. Dia menarik tubuhku untuk berdiri dihadapannya, dan posisiku membelakangi orang-orang yang sedang duduk itu. Dalam hitungan detik, dia mendekatkan wajanya ke wajahku. Kurasakan ada sesuatu yang menyentuh bibirku. Aku tersadar! Orang itu! Donghae menciumku!
Aku mencoba melepaskan diri. Tetapi dia mencengkram pinggangku kuat-kuat untuk tidak bergeser dari posisiku sekarang. Dia juga menahan belakang kepalaku untuk tidak melepaskan bibirku.
"Danghae-hyung! Kau-" aku mendengar Kyuhyun tidak melanjutkan kata-katanya.
Ku rasakan Kyuhyun menarik tubuh Donghae dariku. Dia mencengkram kerah baju laki-laki yang lebih tua darinya itu. Sebuah pukulan dia berikan tepat di wajah Donghae. Aku kaget melihatnya. Kyuhyun memukul Donghae sampai Donghae terjengkal beberapa langkah ke belakang.
"Berani sekali kau menyentuhnya, hyung!" teriak Kyuhyun.
Darah segar keluar dari sudut bibir Donghae yang menandakan kerasnya pukulan dari Kyuhyun.
Semua orang di tempat itu terdiam. Bagaimana pun semua orang pasti kaget melihat Kyuhyun dengan wajah marah yang meletup-letup.
Kyuhyun maju ke arah Donghae, menundukkan badan untuk menatap tubuh Donghae yang tersungkur, lalu bersiap untuk memukul Donghae sekali lagi.
Tiba-tiba Donghae tertawa keras. Dia menunjukan sebuah kartu kredit di tangannya. Hal itu membuat Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk memukul hyung-nya lagi.
"Apa kau berpikir aku benar-benar menciumnya, Kyuhyun-ah?"
"K-kau," Kyuhyun menatap tidak percaya pada Donghae.
Iya! Donghae tidak benar-benar menciumku. Dia menempelkan kartu kredit di bibirku sebagai pembatas dari bibirnya yang menciumku. Dengan kata lain dia tidak menciumku. Tetapi dia mencium kartu kredit yang dia tempelkan di bibirku. Kyuhyun tidak melihatnya, karena posisiku tadi membelakanginya.
Lalu ku dengar Eunhyuk bertepuk tangan atas aksi pemukulan yang dilakukan Kyuhyun tadi.
"Sempurna! Sesuai dengan rencana kami yang meminta datang kemari. Kami ingin mengerjaimu, hei magnae tengil! Hahaha," kata Eunhyuk dengan tertawa keras.
"Tidak ku sangka Kyuhyun bisa semarah itu," kata Hangeng dengan nada heran.
"Kalian akan tahu seberapa besar kemarahannya, jika kalian bisa merasakan kerasnya pukulan di wajahku ini. Haha," kata Donghae sambil mengusap darah segar yang masih mengalir dari sudut bibirnya.
"Kalian! Berani sekali kalian memancing emosiku, hah! Akan ku bunuh kalian!" kata Kyuhyun dengan pandangan yang menunjukan kekesalan yang luar biasa.
"Santai saja, Kyuhyun. Kami kan hanya ingin memastikan perasaanmu pada namja itu. Salahmu sendiri yang memaksa kami semua menemanimu belanja pakaian sebanyak itu. Siapa pun pasti akan curiga dengan sikapmu," kata Hangeng lagi –sambil mengaduk minumannya dengan santai.
Jadi, semua pakaian itu, Kyuhyun membelinya bersama teman-temannya? Sepertinya Kyuhyun mempunyai teman-teman yang sangat menyayanginya.
"Tebakanku benar 'kan? Kyuhyun menyukai pelayannya! Ayo bayar! Kalian kalah taruhan! Total 30juta untuk kalian bertiga. Aku harap nanti sore sudah ada di rekeningku," kata Heechul sambil membawa kotak tisu ke arah Donghae dan membantu membersihkan darah di bibir namja tampan itu.
"Cih! Kalian lihat awalnya, Kyuhyun tidak membela pelayan itu saat aku maki, 'kan? Padahal ku kira aku yang akan menang! Haah, baiklah, 10juta dariku, nanti sore ku transfer," kata Zhoumi.
"Baiklah, aku mengaku kalah. 10juta dariku, ku transfer sekarang," kata Eunhyuk sambil menekan tombol-tombol di ponselnya. Sepertinya dia sedang mentransfer uang melalui ponselnya.
"10juta dariku, nanti sore saja ya," kata Donghae.
"Oke. Aku tunggu uangnya sampai nanti sore! Waah, Hannie, aku untung besar nih. Ayo kita rayakan di hotel," ajak Heechul pada kekasihnya.
"Kau mau sekarang? Baiklah, ayo pergi."
Hangeng bangun dari duduknya dan mengajak Heechul pergi dari rumah Kyuhyun.
"Tunggu sebentar, Hannie." Heechul berhenti berjalan dan berbalik menatapku.
"Nah, Sungminnie, selamat ya. Kau tahu, semua pakaian dalammu, aku dan Hannie-ku yang memilihkan loh! Kau suka?" tanya namja cantik itu padaku.
"Eh? Iya, suka," jawabku asal dengan wajah bingung. Aku masih tidak begitu mengerti dengan apa yang terjadi. Kepalaku jadi pusing rasanya.
"Kyuhyun, kami pergi yaa~" kata Heechul sambil melambaikan tangan.
Sesaat kemudian terdengar bunyi mobil Hangeng yang meninggalkan rumah ini.
"Kalian! berani sekali menjadikan perasaanku sebagai bahan taruhan!" teriak Kyuhyun pada Eunhyuk, Donghae, dan Zhoumi.
"Ah, sudahlah Kyuhyun, yang penting 'kan sekarang sudah jelas. Kau baik-baik dengan Sungminnie yaa~" kata Eunhyuk sambil berjalan ke belakang tubuhku.
"GAHHH~" aku menjerit karena kaget Eunhyuk tiba-tiba mendorong tubuhku.
Aku yang terdorong ke depan menjadi kehilangan keseimbangan. Hampir saja aku terjatuh seandainya Kyuhyun tidak segera datang ke arahku dan menahan tubuhku.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Kyuhyun padaku.
Aku mengangguk pelan.
"Apa yang kau lakukan, hyung! Hampir saja kau buat dia jatuh!" kata Kyuhyun dengan wajah panik.
Eunhyuk hanya tertawa dengan keras.
"Kau lucu sekali, Kyuhyun! Baru kali ini ku lihat kau begitu mengkhawatirkan orang lain. Hahaha, kau beruntung sekali, Sungmin-ah," kata Eunhyuk.
"Ini tidak lucu, hyung!" Kyuhyun kembali terlihat kesal.
"Hehehe... sudahlah, ayo kita pulang!" ajak Eunhyuk setelah dia ber-high five ria dengan Donghae dan Zhoumi.
"Sebentar!" Zhoumi menatapku.
"Aku minta maaf ya, Sungmin. Aku tadi hanya pura-pura loh. Tenang saja, Kyuhyun bukan kekasihku. Aku sudah punya kekasih yang jauuuuuuuh lebih manis dari Kyuhyun. Haha..Tapi kenapa kau diam saja waktu aku mengaku menjadi kekasihmu, eh Kyuhyun?" tanya Zhoumi pada Kyuhyun.
"Itu karena dari pagi aku sudah curiga dengan tingkah kalian semua. Kalian pasti merencanakan sesuatu. Makanya aku diam saja. Aku tidak menyangka kalian berani menjebakku! Sampai membuat Sungmin menangis seperti itu," kata Kyuhyun dengan deathglare-nya.
"Haha.. kau harus mentraktirku, Kyuhyun! Kau tidak lihat wajahku yang tampan ini jadi jelek gara-gara pukulanmu?" ucap Donghae.
"Jangan harap! Kau sudah menipuku, hyung! Itu salahmu sendiri!" sekali lagi Kyuhyun menunjukan kekesalannya.
"Err, apa pukulan Kyuhyun-sshi tadi sangat sakit?" tanyaku pada Donghae. Aku hanya tidak tega melihat memar di pipinya.
"Eh?" Donghae menatapku. Dia mendekat ke arahku yang masih berdiri di samping Kyuhyun.
"Kalau sekarang aku benar-benar bisa menciummu, pasti sakitnya akan langsung sembuh," kata Donghae dengan seringainya.
Ku lihat Kyuhyun mendelik ke arah hyung-nya itu.
"Jangan mimpi, hyung! Dia milikku!" kata Kyuhyun sambil tiba-tiba merengkuh tubuhku dan membawaku ke dalam pelukannya.
Ku rasakan wajahku benar-benar memanas saat dipeluk seperti ini oleh Kyuhyun. Apa lagi dengan kata-katanya tadi pada Donghae. Bisa ku pastikan wajahku sekarang menjadi sangat merah.
"Waah, kau terlalu posessive, Kyu. Humm... Sungmin-ah, kalau kau bosan dengan Kyuhyun, kau bisa datang padaku! Okey?" kata Donghae dengan mengedipkan sebelah matanya padaku, –yang lagi-lagi membuat Kyuhyun mendelik kesal padanya.
"BERHENTI MENGGANGGU KAMI! CEPAT KALIAN PERGI DARI RUMAHKU! MANUSIA MENYEBALKAN!" teriak Kyuhyun yang kali ini sukses membuat mereka bertiga pulang dengan mobil Donghae.
.
====0000====
.
Setelah teman-temannya pulang, Kyuhyun meninggalkanku begitu saja. Mungkin dia ingin istirahat di kamarnya.
Aku mematikan DVD Player yang masih memutar film yang tadi mereka tonton. Dan aku menyuruh beberapa pelayan untuk membereskan makanan dan minuman yang masih ada di meja itu.
Salah satu dari pelayan itu mendekatiku dan membisikan sesuatu di telingaku.
"Aku melihatnya loh, Sungmin-hyung! Hyung sudah jadian dengan Tuan Muda ya?" tanya seorang pelayan yang bernama Ryeowook. Ryeowook memang satu-satunya pelayan yang mau menjadi temanku. Dia adalah pelayan yang waktu itu hampir ditampar oleh Kyuhyun karena memecahkan vas.
"Eh? Be-belum," jawabku dengan sedikit malu.
"Yah! Jangan bohong!" kata Ryeowook yang terus mengintrogasiku dengan berbagai pertanyaan.
"Hey, sudahlah. Jangan bicarakan itu dulu. Masih banyak pekerjaan yang harus aku lakukan. Aku harus mengecek persediaan bahan makanan," kataku yang mencoba menghindar dari pertanyaan Ryeowook.
"Iya-iya, baiklah. Tapi nanti hyung harus cerita padaku ya?"
"Iya, Wookie. tapi nanti." Kataku sambil mencubit gemas pipi kirinya.
.
===000====
.
'Ije dashi One better day... One better day...'
Sebuah lagu 'One Better Day' milik MBLAQ mengalun indah dari ponselku yang menandakan ada telfon masuk. Ku lihat nama yang tertera di layar ponselku.
Calling…
Kyuhyun_EvilMesum
Ku tekan tombol 'answer' untuk menjawabnya. Dasar! Ini kan jam sekolah. Mau apa dia menelponku?
"Ada apa, Kyuhyun-sshi?"
"Tidak ada apa-apa. Eung, kau sedang apa?"
"Eh? Tidak biasanya kau menelpon hanya untuk menanyakan apa yang sedang ku lakukan,"
"Apa tidak boleh?"
"Tidak boleh! Kyuhyun-sshi sedang di sekolah 'kan? Aku juga sedang sibuk mengurus kamar Siwon-sshi,"
"Eh? Kamar Siwon-hyung? Dia akan pulang?"
"Iya, tadi ada telpon. Katanya hari ini dia pulang. Mungkin sebentar lagi dia sampai ke rumah," kataku.
"Aishh! Hyung-ku yang pabbo itu... dia tidak memberitahuku kalau dia akan pulang! Dengar Sungmin, kau tunggu aku! Sebentar lagi aku pulang sekolah! Pokoknya jangan dekat-dekat dengan Siwon! Dia itu bisa lebih mesum dariku! Kau mengerti?"
"I-iyah. Tapi... hei, kau tidak boleh bicara seperti itu. Dia 'kan hyung-mu,"
"Pokoknya jangan dekat-dekat dengannya!" bentak Kyuhyun padaku.
"Iya, iyaaa..." jawabku yang mencoba mengalah.
Kyuhyun menutup teleponnya.
.
.
Tiba-tiba, aku mendengar suara lagkah seseorang yang memasuki rumah. Sepertinya itu kakaknya Kyuhyun. Dia memakai setelan jas coklat panjang yang panjangnya mencapai pahanya. Namja itu tinggi dan bentuk tubuhnya terlihat begitu bagus. Terlebih lagi dia memakai kacamata hitam yang membuatnya terkesan lebih berwibawa jika dibandingkan dengan Kyuhyun –yang notabene masih SMA.
"Selamat datang, Tuan Muda," kataku sambil membungkuk memberi hormat.
"Siapa kau?" kata orang itu sambil melepas kacamata hitamnya dengan gaya yang benar-benar memikat.
Mataku sedikit melebar melihat wajahnya. Sesaat aku seperti terpesona dengannya. Oh, Tuhan... dia benar-benar tampan.
Aishh... buru-buru aku buang jauh pemikiranku itu –karena aku sedang bekerja.
"Nama saya Lee Sungmin. Untuk seminggu ke depan, saya yang menggantikan tugas Nari-ahjumma sebagai kepala pelayan di rumah ini. Dan satu lagi, saya adalah-" ucapanku terhenti saat aku melihat Siwon menatapku dari atas sampai bawah. Aku sedikit menelan ludah karena gugup ditatap seperti itu olehnya.
"Begitu ya. Humm... apa kau sedang sibuk?" tanyanya.
"Eh?"aku menatapnya bingung.
"Aku tanya apa kau sedang sibuk?" dia mengulangi pertanyaannya.
"Iya, Tuan. Masih banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan," jawabku sopan.
Dia mengangguk paham sambil tersenyum manis kepadaku.
"Baiklah, Sungmin-sshi, setelah kau selesai bekerja, datang ke kamarku!" kata namja itu sambil mengedipkan sebelah matanya padaku.
Aku kembali menatap Siwon dengan pandangan bingung saat dia melangkah pergi menuju kamarnya. Oh Tuhan... aku tidak yakin ini pertanda baik atau buruk. Tetapi sepertinya namja itu terlihat lebih mengerikan dari Kyuhyun.
Aishh, apa yang harus aku lakukan?
.
TBC
===000===
.
Mianhae~
Ini sama dengan chapter 3 di fic TBS, hanya beberapa yang saya ubah –terutama di bagian Siwon. Tadinya mau langsung saya ganti plot-nya, tapi saya terlalu suka dengan scene di chapter ini. Jadi saya pakai juga di fic ini...
Jangan marah yaaaa~ :D
.
.
Chapter depan sudah saya siapkan...
Saya belum yakin apa NC-nya akan langsung saya masukan ke chapter depan atau tidak. Karena word-nya terlalu banyak kalau NC-nya sekalian disatukan di chapter depan. Tapi saya akan lebih berusaha untuk mencari cara agar NC-nya bisa secepatnya saya publish.
Sabar yaaa~
:D
.
Special Thanks to :
Unyukunyuky, Momoelfsparkyu, Jung hana cassie, MinnieGalz, rainy hearT, aoora, Miyu1905, Mimiyeon, 33ppoppo33, KyuLoveMing, Kim Min Lee, AraPidooy, kyuminlinz92, MrsLeeHyukjae, Orange Tomato, Kim Fishy Kwangwook, Saeko Hichoru, Black sapphire597, vitaminielf, Princess Kyumin, Zhie Hikaru, ar13n, MegaKyu, widiwMin, KyuHyunJiYoon, choi young woon, novaGyuMin, Lianzzz, Rima KyuMin Elf, Park KyuMin, onew jinki, YuyaLoveSungmin, Han je mi, Laven agrava gaciall 134, dewiikibum, KyuMinnielf, elforeveRYE, evil baby magnae, Dina LuvKyumin, Melani kyuminElf, Rizkyeonhae, SungminnieMyChagiya, myhyukkiesmile, f3, Minyu, winter boy, KimHanKyu, Shin Ah Chan, Cho Kyuki, biya-kyuke, Secret Admirer, Kim Hanny, cholee kyumin, ELF, Meong.
.
.
Saya akan mem-publish chapter depan secepatnya kalau kalian masih tertarik untuk membaca kelanjutannya. :D
.
Mind to review? :D
