My Servant is Naughty Naughty!
By. Lee HyeRi
.
Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :D
Rated : M
Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)
Genre : Romance
Summary : Kehidupan Sungmin yang berubah drastis setelah memutuskan bekerja di rumah keluarga Cho. "Cih! Kau akan menyesal karena menunjukan sisi 'liar'mu padaku, Sungmin-ah," laki-laki itu menyeringai dengan tatapan penuh nafsu. Sungmin POV. Yaoi. KyuMin! Warning Inside! RnR!
.
.
a/n : Mianhae... saya update lama. Tiba-tiba beberapa hari kemarin kondisi tubuh saya tidak begitu baik, jadi sekarang baru sempat untuk meng-update cerita ini.
.
Happy reading~~ :D
===000===
Chapter 4
.
Aku berjalan sedikit gugup menuju kamar Siwon-sshi. Ini bukan karena aku terlalu berprasangka buruk dengannya. Hanya saja meski dia bicara dengan senyum manis, aura di sekitarnya tetap terasa gelap. Sepertinya dia sedang sedih atau semacamnya. Entahlah, aku tidak begitu yakin.
Siwon-sshi membuka pintu kamarnya setelah aku mengetuk pintu. Dia mempersilahkan aku masuk dan menyuruhku duduk di sofa yang berada di dekat ranjangnya.
"Sebentar ya," dia terlihat mencari-cari sesuatu yang berada di dalam kopernya.
"Tadi kau bilang namamu Sungmin 'kan?" lanjutnya sambil terus membongkar koper.
"Iya, Tuan," jawabku sopan.
"Ah, ketemu!" ucapnya sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru tua. Sepertinya itu kotak perhiasan atau semacamnya.
Dia menyodorkan kotak itu padaku.
"Ambilah, itu untukmu,"
"Ini apa, Tuan Muda?" tanyaku bingung.
"Aish, jangan terlalu sopan padaku. Berapa umurmu?"
"Sembilan belas,"
"Hum... aku hanya lebih tua tiga tahun darimu. Kau bisa memanggilku 'hyung' kalau kau mau. Aku tidak keberatan," katanya sambil tersenyum manis.
"Tapi 'kan-"
"Tidak apa. Panggil saja aku dengan 'hyung'."
"Iya, h-hyung," ucapku canggung.
"Haha... kau manis sekali," dia mencubit pipiku pelan.
Oh, Tuhan, dia baru saja mencubit pipiku. Kenapa tiba-tiba aku jadi gugup begini 'sih?
"Hei, kenapa gugup seperti itu? Tenang saja, aku sudah tidak semesum dulu. Kau aman bersamaku," ucap Siwon-hyung yang terdengar seperti menenangkanku.
"Nah, Sungminnie, kau bisa membuka kotak itu sekarang," lanjutnya.
.
.
Aku sedikit menahan nafas saat membukanya. Di dalam kotak itu terdapat sepasang gelang tali berwarna biru tua dan biru muda. Keduanya benar-benar terlihat sangat indah meski bukan terbuat dari berlian. Perlahan aku mengambil salah satu gelang tali itu. Di tengah gelang itu terdapat sebuah bulatan logam kecil. Saat aku cermati baik-baik, di tegah logam itu terukir huruf 'S'. Sementara yang satunya terukir huruf 'K'.
Aku menatap Siwon-hyung dengan pandangan bingung. Kenapa dia memberikan ini untukku?
"Namamu Sungmin 'kan? Namamu berawalan dengan huruf 'S'. Karena itulah, benda itu cocok untukmu. Kau akan terlihat manis memakainya," ucapnya sambil tersenyum getir.
"T-tapi..." aku bingung ingin mengatakan apa. Ingin menolak pemberiannya tapi tidak enak hati melihat wajahnya yang kini terlihat sedih.
"Benda itu tidak begitu mahal. Meski aku harus membayar designer ternama untuk membuatnya. Haha... pasti kau akan mengatakan aku sedang pamer,"
Aku hanya menggeleng pelan. Dia benar-benar terlihat sedih. Beberapa saat kemudian dia terdiam. Aku juga tidak mengerti harus bicara apa. Takut kalau nantinya aku salah bicara atau semacamnya.
"Sebenarnya... aku berencana melamar kekasihku dengan itu. Tapi dia bilang kalau benda itu terlalu norak dan dia tidak akan menerima lamaranku kalau aku tidak melamarnya secara benar. Haha... dia benar-benar unik," katanya dengan senyum miris.
"Ah, maaf ya Sungmin. Aku malah cerita seperti itu padamu. Padahal kita baru kenal,"
"Tidak apa-apa, hyung. Aku mau mendengarkan," jawabku sambil tersenyum tulus padanya.
"Biar aku tebak. Inisial 'S' dan 'K' itu untuk nama hyung dan kekasih hyung 'kan? Jadi, kekasih hyung berinisial 'K'?" tebakku.
"Ne. Tepat sekali."
"Tapi sekarang itu tidak penting Sungminnie. Benda itu untukmu saja dari pada aku buang sia-sia. Aku jadi kesal setiap melihat benda itu di dekatku. Itu membuatku ingat saat kekasihku menolak lamaranku," Siwon-hyung agak mengerucutkan bibirnya. Sepertinya dia memang benar-benar mencintai kekasihnya. Beruntungnya si 'K' itu.
.
Hari ini benar-benar di luar perkiraanku. Setelah beberapa hari bekerja di rumah ini, hari inilah pertama kalinya aku merasakan kedamaian. Haha... agak berlebihan memang. Tapi biasanya 'kan hari-hari yang aku lalui tidak jauh dari ancaman kemesuman Kyuhyun. Kali ini bersama Siwon-hyung benar-benar berbeda.
Beberapa menit berlalu, tidak terasa satu jam lebih aku berbincang dengan Siwon-hyung. Dia menceritakan tentang kekasihnya padaku. Namanya Kim Kibum, dan Siwon-hyung baru berpacaran dengannya sekitar satu bulan ini. Hyung langsung berniat melamarnya karena dia sudah merasa benar-benar cocok dan pas dengan pilihannya. Tapi sayang sekali, sudah dua kali ini lamarannya ditolak. Kekasihnya menginginkan Siwon-hyung melamarnya dengan cara yang berbeda. Entahlah, aku juga tidak mengerti.
"Hyung, lalu gelang dengan inisial 'K' ini aku berikan pada siapa?" tanyaku bingung.
"Berikan saja pada salah satu temanmu yang berinisial 'K'. Atau..."
"Atau apa?" tanyaku untuk menanyakan kelanjutan kata-kata Siwon-hyung.
"Atau kau bisa berikan pada Kyuhyun," lanjutnya dengan nada santai.
"Eh?" entah kenapa tiba-tiba wajahku memanas saat Siwon-hyung malah menyebut nama Kyuhyun.
"Kenapa dengan wajahmu itu? Kau malu? Ah! Jangan-jangan... kau suka dengan adikku ya?" goda Siwon-hyung
"T-tidak. Siapa bilang," kataku dengan wajah yang semakin memanas. Bisa aku tebak sekarang wajahku benar-benar memerah.
"Aku tidak percaya, wajahmu bisa semerah itu. Atau jangan-jangan kau malah menyukaiku?" godanya lagi.
"Yah! Jika aku menyukai hyung, maka inisialnya akan sama-sama 'S'. Bukankah itu tidak menarik? Gelang ini jadi tidak berguna," kataku dengan asal.
"Jadi kau tidak menyukaiku?" tanyanya dengan wajah sedih yang sangat terkesan dibuat-buat.
Aku hanya bisa memutar bola mataku melihat sikap hyung-nya Kyuhyun ini. Mereka benar-benar berbeda.
"Mungkin kalau saja kita bertemu lebih dulu, aku bisa saja menyukaimu, hyung," kataku dengan nada setengah bercanda.
"Itu wajar, Sungmin. Aku 'kan memang tampan!"
"Yah!" aku memukul pelan lengan Siwon-hyung yang malah menunjukan kenarsisannya padaku.
Sesaat kami tertawa bersama. Rasanya benar-benar asik berbincang dengannya.
"Aishh... kau lucu sekali, Sungmin-ah. Mungkin seandainya aku belum jatuh hati pada Snow White-ku, aku juga bisa saja menyukaimu," ucap Siwon-hyung yang hanya aku balas dengan senyum.
.
"Yah! Apa maksud hyung bicara seperti itu pada Sungmin?" tiba-tiba terdengar sebuah suara dengan nada marah.
"Kyuhyun-sshi..." aku sedikit terkejut melihat Kyuhyun berada di depan pintu kamar Siwon-hyung.
"Mencuri dengar pembicaraan orang itu tidak baik loh, KyuKyu," kata Siwon-hyung.
"Kenapa Hyung pulang tidak memberi tahuku? Pasti sengaja agar aku tidak minta oleh-oleh, 'kan?" cibir Kyuhyun.
"Heh? Kau tidak berubah yah, KyuKyu,"
"Aish, hyung! Berhenti memanggilku seperti itu!" bentak Kyuhyun pada hyung-nya.
"Huh! Aku haus! Sungmin, ambilkan minum untukku!" lanjut Kyuhyun.
"Eh? Iyah," aku akan melangkah ke dapur saat Siwon-hyung tiba-tiba menahan lenganku.
"Tidak usah diambilkan! Biar Kyuhyun ambil minum sendiri! Dia sudah besar,"
Aku hanya mengangguk. Menurutku itu ada benarnya. Apa susahnya sih mengambil minum sendiri. Sekali-kali dia ke dapur kan tidak apa-apa.
"Sungmin! Kau tidak dengar perintahku, hah?" bentak Kyuhyun padaku.
"Ambil sendiri! Sungmin sedang bicara denganku. Jangan ganggu kami!" kata Siwon-hyung pada Kyuhyun.
"Eng, ambil minum sendiri tidak apa-apa, 'kan, Kyuhyun-sshi?" tanyaku dengan sedikit takut.
"Jadi kau membelanya, Sungmin!" Kyuhyun terlihat kesal dan meninggalkanku berdua dengan Siwon-hyung.
Aku jadi merasa bersalah pada Kyuhyun. Aku bisa melihat wajah Kyuhyun yang sedikit memerah karena menahan marah. Aku mengenali wajahnya yang seperti itu. Wajah yang sama seperti saat dia pikir Donghae menciumku. Bukan! Bukan karena aku tidak mengambilkan dia minum. Pasti karena dia mendengar semua pembicaraanku yang terakhir dengan Siwon-hyung. Aish, padahal aku dan Siwon-hyung sama-sama tidak serius saat mengatakannya. Tapi Kyuhyun pasti marah padaku. Terlebih lagi, aku malah membela Siwon-hyung. Kyuhyun pasti kesal padaku.
===000===
"Kyuhyun masih ngambek?" tanya Siwon-hyung.
"Iya. Dia masih tidak mau keluar kamar," jawabku.
"Kau terlalu memanjakan dia, Sungmin. Dia itu sudah bukan anak kecil lagi,"
Aku hanya terdiam dan melangkah ke dapur. Yang terpikir olehku hanya keadaan Kyuhyun sekarang. Aku ingat Kyuhyun belum makan apa pun dari tadi siang. Dia pasti kelaparan. Aku buatkan nasi goreng sajalah.
Aku berjalan ke kamar Kyuhyun dengan membawa makan malam untuknya. Pintu kamarnya masih terkunci. Aku mengetuk pintu kamarnya. Tak ada jawaban.
Lalu ku keluarkan kunci kamarku dari dalam saku celanaku. Di bawah gantungan kunci berbandul boneka beruang kecil ada dua kunci kamar yang tergantung di sana. Yang satu adalah kunci kamarku. Lalu entah kenapa aku berpikir kunci yang satunya adalah kunci kamar Kyuhyun
Kemudian, aku coba membuka pintu itu dengan kunci itu. Dan.. berhasil!
.
.
Aku melangkah ke dalam kamar Kyuhyun lalu menutup pintunya. Aku merasa saat ini Kyuhyun pasti tidak mau bertemu denganku atau pun Siwon-hyung.
Kyuhyun sedang tiduran di tengah ranjangnya sambil mendengarkan music dari earphone. Sepertinya dia menyadari kehadiranku.
"Mau apa kau kesini?" tanya Kyuhyun dengan wajah yang menyiratkan ketidaksukaannya atas keberadaanku di kamarnya. Kyuhyun melepas earphone-nya.
"Membawakan makanan. Aku tau Kyuhyun-sshi pasti lapar,"
"Aku tidak butuh! Keluar dari kamarku sekarang juga!" bentaknya padaku.
Seolah tak mendengar kata-katanya tadi, aku mendekat ke arahnya dan meletakan nampan itu di tepi kasurnya.
"Aku akan keluar setelah Kyuhyun-sshi makan," kataku.
"Aku tidak lapar!"
"Bohong,"
"Jangan ganggu aku! Pergi saja urus hyung tercintamu itu!"
Aku terdiam sesaat. Mencoba mencerna maksud kata-kata Kyuhyun.
Dugaanku benar. Kyuhyun marah karena kata-kata itu.
.
'Mungkin kalau saja kita bertemu lebih dulu, aku bisa saja menyukaimu, hyung,' kataku.
.
"Baiklah, aku minta maaf. Tapi aku tidak serius saat mengatakan hal itu pada Siwon-hyung tadi siang,"
"Aku tidak butuh kata maafmu! Cepat pergi! Urus saja hyung-mu itu!"
"Sampai kapan sih, kau akan marah padaku?" ucapku yang sudah mulai tidak sabar dengan sikap Kyuhyun yang terus mengacuhkanku.
"Selamanya!" dia membentakku.
"Baik! Aku akan berdiri disini sampai kau mau makan dan memaafkanku,"
"Terserah! Aku tidak peduli!"
.
Kami terdiam. Kyuhyun kembali memasang earphone-nya dan tidur miring membelakangiku –yang masih berdiri di samping ranjang. Sesekali ku lihat Kyuhyun melirikku. Aku hanya diam. Aku terus melihat jam dinding di kamar Kyuhyun. Uh, sepertinya sudah satu jam aku berdiri, kakiku pegal.
Dan jika Kyuhyun pikir hanya dia yang kelaparan, tentu saja salah! Aku juga belum makan dari tadi siang. Seharian mengurus rumah, bicara dengan Siwon-hyung, lalu tiba-tiba Kyuhyun marah padaku. Bagaimana bisa aku bisa makan di saat seperti itu.
.
2 jam.
3 jam.
.
Kali ini ku rasakan kakiku sakit. Kepalaku pusing. Seketika pandanganku meredup.
.
===000===
.
Aku membuka mataku perlahan. Rasa pening yang luar biasa melanda kepalaku. Samar-samar ku lihat daerah di sekitarku. Ini kamar Kyuhyun.
Kyuhyun! Dimana dia?
Ku rapatkan selimutku karena AC-nya terlalu dingin. Hum, sepertinya ini sudah pagi. Akh! Kakiku sakit. Pasti karena semalam aku terus berdiri sampai aku pingsan.
Tiba-tiba ada seseorang yang membuka pintu kamar. Kyuhyun masuk dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman. Aku tersenyum lemah melihatnya.
"Kau sudah sadar, Sungmin-ah?" Kyuhyun mendekat ke arahku dan meletakan nampannya di tepi tempat tidur.
"Apa ini artinya Kyuhyun-sshi memaafkanku?" tanyaku.
"Bodoh!" Kyuhyun mengacak rambutku pelan.
"Bangunlah, kau makan dulu," lanjut Kyuhyun. Aku menurutinya. Aku duduk di ranjang dan bersandar pada tumpukan bantal di belakangku. Lalu Kyuhyun duduk di tepi ranjang.
"Maaf," kata Kyuhyun sambil mengusap pelan pipi kananku.
Aku melihat tatapan Kyuhyun kali ini berbeda dengan biasanya. Tatapannya seperti mengatakan 'aku-sangat-menyesal'. Walaupun dia tidak mengatakannya, aku tahu kalau dia menyesal.
"Tidak apa-apa," sama dengan yang Kyuhyun lakukan padaku, aku juga balas mengusap pelan pipi kanannya.
Kini Kyuhyun memelukku.
"Maaf," ulang Kyuhyun.
"Iya... tidak apa-apa,"
"Aku mencintaimu," kata Kyuhyun lirih.
Sejenak aku terpaku mendengarnya. Kyuhyun melepas pelukkannya dan menatap mataku. Dia menggenggam erat kedua tanganku.
"Sungmin... apa... kau mau menjadi kekasihku?"
Mataku membulat seakan tak percaya jika Kyuhyun telah mengatakan hal itu padaku. Oh Tuhan, apa aku sedang bermimpi?
Tidak! Kakiku masih terasa sakit. Ini bukan mimpi!
"Sungmin, jawab aku!"
"Eh?" aku tersadar dari lamunanku.
"Kau mau, 'kan?"
Aku berpikir sebentar, lalu mengangguk pelan. Entah kenapa aku mulai sadar kalau aku terpikat oleh sifat manja Kyuhyun. Aku begitu bodoh sampai tanpa sadar bisa terjerat oleh Tuan Muda yang manja dan pemarah itu.
"Baguslah," Kyuhyun memeluk aku lagi. Tapi hanya sebentar saat ku rasa ada seseorang yang datang ke kamar ini. Siwon-hyung.
"Sudah jadian ya?" tanyanya.
"Kau mencuri dengar, hyung! Tidak sopan!" kata Kyuhyun dengan wajah kesal.
"Kau sudah merasa lebih baik 'kan, Sungmin? Aku tidak tahu kalau kau punya penyakit anemia. Asal kau tahu, semalam KyuKyu hampir menangis karena telah membuatmu pingsan! Haha... seandainya kau lihat wajah KyuKyu semalam," Siwon-hyung bicara denganku tanpa mempedulikan Kyuhyun.
"Eh? Benarkah?" tanyaku sambil menatap Kyuhyun dengan wajah tak percaya.
"Siwon-hyung penipu!" jawab Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya dariku. Ku lihat ada sedikit semburat merah di pipi Kyuhyun. Hal itu menegaskan kalau ucapan Siwon-hyung sangat tepat. Aku tak menyangka Kyuhyun begitu mengkhawatirkanku.
.
.
===000===
.
.
Lihat! Aku hanya perlu istirahat sehari, kakiku bisa kembali normal lagi. Sudah tidak sakit sama sekali. Meski aku masih harus banyak makan karena anemia-ku.
Sekarang aku sedang keluar dari kamar menuju halaman depan rumah, tempat mobil yang akan mengantar Siwon-hyung ke bandara. Ku lihat Siwon-hyung akan berpamitan untuk pergi ke luar negeri lagi. Dia bilang ada panggilan mendadak dari kantornya, sehingga malam ini juga dia harus kembali ke sana. Aku yakin setelah sampai sana, dia akan kembali melamar kekasihnya. Entah kenapa meski aku tidak tahu si Mr.K-nya Siwon-hyung itu seperti apa, tapi aku yakin dia pasti orang yang baik.
Aku lihat di sebelah Siwon-hyung ada Kyuhyun yang menunjukan wajah kesalnya.
"Kapan hyung pulang lagi?" tanya Kyuhyun.
"Kau ini! Aku belum pergi saja, kau sudah merindukanku," kata Siwon-hyung sambil menusuk-nusuk pelan pipi kiri Kyuhyun dengan jari telunjukanya. Hal itu membuat muka Kyuhyun semakin terlihat kesal.
"Pokoknya aku mau oleh-oleh! Kau tidak boleh pulang jika tidak membawakanku mobil baru!" rajuk Kyuhyun.
Aku hanya tersenyum. Tak ku sangka Kyuhyun bisa merajuk seperti itu karena akan di tinggal Siwon-hyung.
Kyuhyun jadi terlihat seperti anak kecil yang menginginkan mobil-mobilan. Manis sekali. Mungkin dari Kyuhyun kecil, hanya Siwon-hyung yang menemaninya di rumah ini.
"Iya, nanti aku bawakan mobil baru. Sekarang kau baik-baik ya dengan Sungmin. Ingat! Jangan buat Sungmin pingsan lagi!"
"Aku tahu! Jangan mengaturku!" kata Kyuhyun sambil merangkulku.
"Aku titip Kyuhyun ya, Sungmin. Kau jangan terlalu memanjakannya loh!" kata Siwon-hyung padaku.
"Aku mengerti,"
"Nah! Untuk KyuKyu, nanti jangan 'melakukannya' terlalu sering dengan Sungmin. Kau juga harus memperhatikan sekolahmu. Dan cepat atau lambat, Eomma pasti tahu hubungan kalian,"
"Aishh, hyung. Aku bisa 'kok 'main' kapan saja dengan Sungmin. Kau tidak perlu mengaturku. Lagi pula aku 'kan genius," kata Kyuhyun dengan wajah cemberut.
Baru kali ini aku tahu sisi lain dari Kyuhyun, jika di depan Siwon-hyung. Kyuhyun benar-benar menjadi sosok yang unik. Dia menjadi sangat manja dan penuh ekspresi. Menggemaskan.
"Baiklah, boleh saja. Tapi jangan sampai nilaimu turun ya?"
"Iyah, tenang saja! Aku bisa 'main' dengan Sungmin kapan saja. Iya 'kan sayang?" tanya Kyuhyun padaku.
Mukaku dari tadi memanas mendengar pembicaraan mereka. Aish, kakak beradik ini, kenapa dari tadi membicarakan hal mesum terus sih.
"Eh? I-iya, Kyuhyun-sshi,"
"Sungmin, jangan panggil dia 'Kyuhyun-sshi'. Kau kan kekasihnya!"
"Eng... lalu apa?" tanyaku bingung.
"Tenang saja sayang, kau akan punya banyak nickname untukku setelah kita bercinta," kata Kyuhyun dengan santainya.
Aish, lagi-lagi Kyuhyun begitu. Dasar evil mesum!
"Nah, aku pergi yaa~ jaga dirimu, KyuKyu," ucap Siwon-hyung sambil masuk ke dalam mobilnya.
"Aishh, hyung! Sudah ku bilang berhenti memanggilku seperti itu!"
.
.
Mobil Siwon-hyung meninggalkan halaman depan rumah keluarga Cho yang dikendarai oleh sopir pribadi keluarga ini. Setelah mengantar Siwon-hyung ke bandara, sopir itu akan membawa mobil milik Siwon-hyung kembali lagi kesini.
"Ayo kita masuk," ajakku pada Kyuhyun
Namun dia hanya balas menatapku dengan senyum mengerikan.
"Nah, sayang.. bagaimana kalau kita melakukannya sekarang. Mumpung sudah tidak ada pengganggu," lanjut Kyuhyun dengan seringai mesumnya.
Aura disekitarku tiba-tiba menjadi gelap. Aku sadar benar apa yang diminta Kyuhyun sekarang. Sedikit-sedikit aku mulai bisa memahami sifat kekasih baruku ini.
Kyuhyun itu bisa menjadi seperti SINGA yang angkuh, dingin, dan berwibawa di hadapan orang-orang. Bisa juga menjadi seperti anak KUCING yang manja di depanku dan kakaknya. Dan sewaktu-waktu bisa menjadi SRIGALA lapar yang siap memangsaku. Sisi yang mengerikan dari seorang Cho Kyuhyun. Dan aku menyukai semua sisi dari Kyuhyun-ku. Hmm.. sebenarnya aku tidak sabar menunggu apa lagi yang akan iblis itu lakukan padaku?
"Aku tidak mau!" jawabku ketus.
"Jangan menolakku, Minnie!"
Kyuhyun mencoba mendekat ke arah ku. Aku berlari menjauhinya dengan masuk ke dalam rumah. Kyuhyun ikut berlari mengejarku.
"Tidak! Aku tidak mau! Jangan mengejarku!" teriakku sambil tetap berlari.
"Jangan kabur, Minnie. Aku janji tidak akan kasar!" kata Kyuhyun sambil tetap mengejarku.
"Jangan mengejarku! Menjauh dariku!"
Aku berlari menaiki tangga untuk menuju kamarku.
"Kau sudah tidak bisa lari lagi, Minnie-chagi,"
"GYAAAAAA~"
….
TBC
===000===
a/n :
Okeh, jangan bunuh saya karena NC-nya saya potong. #plak
Karena gak asik kalau NC-nya digabung sekarang. :p
Chapter depan saya buat FULL NC. Jadi bagi yang nunggu NC, chapter depan kalian bisa menikmati NC satu chapter penuh...
Ada rikues tidak? Kalian mau NC yang seperti apa? Soft? Medium? Atau Hardcore? :D
.
.
Sorry buat alur yg kecepeten dan typo. saya buru2. #ngeles hehe
.
Special thanks to :
Ikkimassu, KyuMinnielf, Han Je Mi, YuyaLoveSungmin, Mimiyeon, Melani kyuminElf, Matsuka99, cholee kyumin, Evil baby magnae, kyumin forever, jung hana cassie, elforeveRYE, Minyu, Kim Fishy Kwangwook, Shin Ah Chan, MegaKyu, Princess kyumin, gaeming eternalove, park soohee, Dina LuvKyumin, , Rainy heart, Meong, Miyu1905, Lianzzz, E.L.F, blackivy, sashakyumin, Cho Kyutamin 1322, KarooMinnie, Elsa Kyung, Mettoy98, Saeko Hichoru, vitaminielf, widiwMin, Park KyuMin, SungminnieMyChagiya, Han Eun Sungreshfly3424, sakuyaelf, Kyumin forever, Ming kyu, umin.
.
Mind to review?
