My Servant is Naughty Naughty!
By. Lee HyeRi
.
Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :D
Rated : M for Mature Content! :D
Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)
Genre : Romance
Summary : Kehidupan Sungmin yang berubah drastis setelah memutuskan bekerja di rumah keluarga Cho. "Cih! Kau akan menyesal karena menunjukan sisi 'liar'mu padaku, Sungmin-ah," laki-laki itu menyeringai dengan tatapan penuh nafsu. Sungmin POV. Yaoi. CH.5! Warning! NC in this chapter!
.
.
====000====
Chapter 5
.
"Jangan menolakku, Minnie!"
Kyuhyun mencoba mendekat ke arah ku. Aku berlari menjauhinya dengan masuk ke dalam rumah.
Kyuhyun ikut berlari mengejarku.
"Tidak! Aku tidak mau! Jangan mengejarku!" teriakku sambil tetap berlari.
"Jangan kabur, Minnie. Aku janji tidak akan kasar!" kata Kyuhyun sambil tetap mengejarku.
"Jangan mengejarku! Menjauh dariku!"
Aku berlari menaiki tangga untuk menuju kamarku.
"Kau sudah tidak bisa lari lagi, Minnie-chagi,"
"GYAAAAAA~"
….
===000===
Chapter 5
.
"GYAAAAAA~" aku terpeleset setelah menaiki tangga. Sial, sial, sial! Aku jatuh terduduk dilantai. Pantatku sakit.
Kyuhyun buru-buru mendekat ke arahku.
"Kau tidak apa-apa?" tanyanya.
"Kau tidak lihat aku terjatuh!" kataku sambil mengelus-elus pantatku yang sakit.
"Huh, menyusahkan," Kyuhyun memutar bola matanya dan menatap malas melihatku.
Kemudian tiba-tiba dia mengangkat tubuhku dan menggendongku dengan bridal style. Ku rasakan pipiku memanas saat kepalaku bersandar di dadanya. Lalu ku lihat Kyhyun menatapku dengan pandangan aneh.
"Jadi, mau di kamarku atau kamarmu?" tanya Kyuhyun dengan seringai mesumnya.
"Terserah," kataku malas menanggapi.
"Hum? Sudah pasrah rupanya," seringai Kyuhyun makin melebar.
Aku hanya terdiam dan menenggelamkan wajahku di dada Kyuhyun. Berharap dia tidak melihat wajahku yang pasti sangat memerah. Huh! Kenapa aku jadi gugup begini sih!
.
.
Kyuhyun menggendongku menuju kamarnya. Dia membuka pintu kamarnya dengan sedikit susah lalu menutupnya lagi. Kemudian dia membaringkanku di sofa dekat ranjangnya. Posisi sofa itu membelakangi ranjang. Dan di depan sofa ada sebuah meja dan Televisi flat 45 inc.
Aku sedikit bingung. Aku kira dia akan langsung mulai. Atau dia akan melakukannya di sofa? Uh! Kenapa aku jadi memikirkan hal seperti itu sih? Kenapa sepertinya aku yang menjadi tidak sabar ingin mulai? Ini memalukan!
"Kenapa? Sudah tidak sabar ya?" tanyanya sambil tersenyum jahil.
"Si-siapa yang tidak sabar? Enak saja!" aku memalingkan mukaku. Apa-apaan si Kyuhyun itu? Kenapa kali ini dia seperti dapat membaca pikiranku. Ugh, aku malu! Benar-benar malu.
"Sabarlah, kita akan melakukan sedikit permainan kecil sebentar," kata Kyuhyun sambil membelai pelan rambutku.
"Kau pasti akan suka," lanjutnya.
"Eh?" aku menatap Kyuhyun dengan pandangan bingung.
Dia kembali menyeringai ketika melihat wajahku yang sedang kebingungan dengan kata-katanya tadi.
.
.
Kyuhyun melangkah menuju lemari pakaian miliknya. Dia mengambil sesuatu dari dalam sana. Sebuah benda yang mirip sarung tangan berwarna biru. Tetapi sarung tangan itu hanya menutup tiga jarinya, yaitu jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis. Benda itu di pakai sampai menutup pergelangan tangan. Di pergelangan tangan ada bulatan seperti jam. Entahlah, tapi sepertinya itu pengatur batrai-nya. Agak aneh sih benda itu. Aku baru pertama kali melihatnya.
Lalu Kyuhyun mengeluarkan sebotol wine dan dua buah gelas dari dalam lemarinya. Kapan dia menyiapkan semua itu?
Aku bangun dan duduk di sofa saat Kyuhyun menaruh botol wine dan dua buah gelas di meja depan sofa.
Kyuhyun duduk di sebelahku dan menuangkan wine-nya pada dua buah gelas itu. Hanya seperempat gelas yang terisi. Dia mengambil kedua buah gelas itu dengan kedua tangannya, kemudian menyerahkan satu gelas padaku.
"Minumlah," katanya.
Dengan sedikit gugup, aku langsung meminumnya dengan sekali teguk sampai habis. Seketika aku tersedak dengan sensasi rasa yang diberikan minuman itu pada kerongkonganku.
"Bodoh!" kata Kyuhyun sambil melirikku dan meminum wine-nya sedikit lalu menaruhnya di meja lagi.
"Aku punya penawaran yang bagus untukmu," lanjut Kyuhyun sambil menuang wine lagi ke dalam gelasku. Berbeda dengan tadi, kini dia menuangnya sampai setengah gelas.
"Apa itu menguntungkan bagiku?" tanyaku sambil meneguk minumanku. Aku memang suka wine. Apalagi yang mahal dan berkelas seperti ini. Terlebih lagi aku sudah lama tidak merasakan wine karena keadaan ekonomi-ku. Hanya jika aku sedang punya cukup uang, aku akan membelinya –itu saja hanya mampu untuk membeli wine murahan. Karena itulah aku begitu senang saat Kyuhyun menyuruhku meminum wine-nya.
"Begini, jika kau mampu bertahan lima belas menit dari 'seranganku', kau menang,"
"Apa yang akan terjadi jika aku menang?" tanyaku.
"Kita akan bertukar profesi dalam tiga hari," Kyuhyun menuang wine lagi di gelasku. Tanpa ragu aku meminumnya lagi.
"Maksudmu?"
"Jika kau menang, aku akan jadi pelayanmu dalam tiga hari. Kau bebas tugas dan mendapat pelayanan khusus dariku,"
"Sepertinya akan menarik," aku menyeringai kecil membayangkan jika Kyuhyun menjadi pelayanku dan aku bisa menyuruhnya semauku.
"Tapi jika kau kalah…" Kyuhyun diam sesaat lalu menyeringai liar.
"Aku akan menikmatimu selama tiga hari penuh," lanjutnya.
Mataku terbelalak mendengarnya. Tiga hari penuh? I-itu tidak mungkin, 'kan? Aku meneguk semua wine di gelasku dengan wajah gugup.
"Deal?" Kyuhyun mengulurkan tangan kanannya.
Aku berpikir sebentar. Hanya bertahan darinya lima belas menit, kan? Aku pasti tidak akan kalah!
"Deal!" aku mengulurkan tangan kananku untuk bersalaman dengannya sebagai tanda setuju dengan permainan kecil kami.
"Well, bersiaplah menerima seranganku!" Kyuhyun menyeringai lagi.
"Dan ber-bersiaplah untuk kalah, Kyuhyun-sshi," jawabku dengan sidikit gugup.
.
====000====
.
Kyuhyun mengatur alarm di ponselnya. Dia menunjukannya padaku sebagai bukti kalau dia memang mengatur alarm itu berbunyi lima belas menit kedepan.
Aku mengangguk tanda setuju.
"Bisa kita mulai?" tanyanya?
Aku hanya kebali mengangguk meski dengan sedikit ragu.
Kyuhyun meminum wine di gelasnya. Dia meraih tubuhku dan mencium bibirku. Perlahan, dia memindahkan wine dari mulutnya kedalam mulutku dan membuatku meneguknya. Wine itu benar-benar terasa lebih nikmat saat aku meneguknya langsung dari mulut Kyuhyun. Rasanya benar-benar berbeda.
Lidahnya menekan-nekan lidahku agar tidak bisa bergerak bebas. Seakan menurut, aku membiarkan mulutku dikuasai olehnya. Mempersilahkannya untuk mengeksplorasi bagian-bagian mulutku. Menggelitik langit-langit mulutku dan menyapu seluruh rongga mulutku.
"Emmh.. mmmh…mhh" aku tidak bisa mengontrol suara yang keluar dari mulutku di sela-sela ciuman kami.
Kyuhyun membaringkanku di sofa tanpa melepas ciumannya. Dia menindih tubuhku dan mulai menikmati leherku. Aku merasa tangan kiri Kyuhyun yang memakai sarung tangan aneh bergerak menuju selangkanganku yang masih tertutup celana. Dia meremas milikku. Tubuhku menggelinjang merasakan sensasi aneh yang melanda daerah di sekitar organ sensitifku. Jari-jari tangan Kyuhyun seperti bergetar dan menciptakan rangsangan aneh di luar celanaku.
"Akh! Ahh… a-apa.. yang.. kau.. ahh.."
Seperti tidak mendengar suaraku, Kyuhyun terus menciumi leherku. Aku pastikan dia membuat tanda merah yang begitu banyak di sana. Tangannya kanannya meremas nipple-ku yang masih tertutup baju. Sementara tangan kirinya sudah bisa membuka kancing celanaku dan menurunkan celana sekaligus underwear-ku.
"Engh.. ahh.. henti.. kaaan.." aku menggelinjang liar saat jari-jari tangan kiri Kyuhyun memanja kejantananku. Menggenggamnya dan memanju-mundurkan tangannya untuk membuatku merasa nikmat. Jari-jari itu terasa bergetar dan membuat organ sensitifku menjadi tegang begitu cepat. Oh, apa yang dia lakukan? Kenapa bisa begitu nikmat?
"Ohhh... Kyuuu~" sekarang jari tengah tangan kiri Kyuhyun menyapa lubangku. Tiga jari Kyuhyun yang tertutup sarung tangan itu menciptakan getaran nikmat di sekitar lubang cincinku. Dia mengelus lubang itu, menekan-nekannya dan membuat-gerakan berputar-putar di sekitar hole-ku, untuk menggodaku.
"Kyuuu~ Nghh..." aku tidak tahu pasti, tapi aku yakin getaran aneh ini adalah pengaruh dari sarung tangan itu.
"Akh! Ohh.. hah.. ahh.. Kyuu.. Ahh.." tubuhku bergerak semakin liar saat Kyuhyun memasukan jari tengahnya. Jarinya seperti bergetar. Seperti sebuah vibrator. Entahlah, apa pun itu, yang jelas aku tidak bisa menahan sesuatu yang ingin segera keluar dari dalam tubuhku.
"Uhh.. Kyuuuhh.. henti.. kaaan.."
Kyuhyun menghentikan ciumannya di leherku dan menatapku dengan penuh hasrat. Tetapi dia tidak menghentikan remasananya di kedua nipple-ku yang sekarang sudah tersingkap dari baju yang ku kenakan.
"AKH! SAKIT!" aku memekik saat Kyuhyun memasukan jari kedua dan ketiga tanpa pelumas apapun. Ketiga jarinya yang tertutup dengan sarung tangan aneh itu kini mengeksploitasi bagian rectumku. Bergetar hebat disana dan membuatku semakin menggelinjang liar saat dia terus menekan-nekan prostatku.
"Kyuu.. ohh.. hah.. Kyu.. aahh~ Kyuhyun!" aku meneriakan namanya saat puncak kenikmatan sampai padaku. Aku memejamkan mataku untuk merasakan desir-desir kenikmatan melanda tubuhku.
Ku buka mataku. Dan aku bisa melihat Kyuhyun yang tersenyum penuh kemenangan.
Dia melepaskan diri dari tubuhku dan beranjak menuju ponselnya. Dia menunjukan ponselnya padaku. Baru delapan menit! Oh, tidak! Aku kalah! I-ini tidak mungkin!
"Aku tidak akan memulai sebuah permainan jika aku tidak yakin akan menang, sayang," Kyuhyun tersenyum sinis padaku.
"Kau curang! Ada sesuatu di sarung tanganmu!"
"Ini?" dia menunjuk sarung tangannya.
Aku hanya mengangguk lemah. Aku bangun dan duduk di sofa. Ku tuang wine itu kedalam gelasku. Aku menuangnya sampai penuh di gelasku dan meminumnya langsung sampai habis.
"Sarung tangan apa itu?" tanyaku.
"Ini adalah sarung tangan vibrator tiga jari. Alat ini dapat mengubah tiga jari si pengguna menjadi alat vibrator yang dapat bergetar 45000 getaran per menit. Kau suka?"
"I-itu curang! Kenapa kau tidak bilang akan memakai alat seperti itu?"
"Kau tidak tanya," jawabnya santai.
Mataku membulat. Dia benar-benar menyebalkan!
Aku menuang wine lagi dalam gelasku dan buru-buru meminumnya untuk meredam kekesalanku pada Kyuhyun. Seketika kepalaku pusing. Oh, tidak! Sekarang sepertinya aku mulai mabuk. Aku memukul pelan kepalaku untuk mengembalikan kesadaranku.
"Darimana kau dapat benda seperti itu?" tanyaku.
"Haruskah ku jawab?"
Cih! Menyebalkan. Aku juga tahu di internet banyak yang menjual berbagai alat aneh seperti itu. Tak ku sangka Kyuhyun adalah salah satu pembelinya.
Sekali lagi, aku menuang wine di gelasku. Baru separuh gelas yang terisi, botol itu sudah kosong. Hh, rupanya aku minum sampai satu botol. Segera ku teguk wine terakhir di gelasku sampai habis. Rasa pusingku bertambah. Pandanganku mulai berkunang-kunang.
.
.
===Warning! Smut with NORMAL POV!===
Normal POV
.
Sungmin mendengus kesal menatap botol wine yang telah kosong. Dia masih ingin minum meski kini merasa sedikit pusing.
Dengan raut wajah sayu, dia menatap Kyuhyun yang sedang berdiri di dekatnya. Pandangan namja manis itu mulai mengabur. Tubuhnya terasa panas sekarang. Rasanya dia benar-benar menginginkan seseorang untuk mencumbuinya sekarang juga.
Perlahan, Sungmin yang telah mabuk berat mendekat pada Kyuhyun yang baru saja melepas sarung tangannya. Namja manis itu memeluk tubuh Kyuhyun erat-erat. Hal itu membuat Kyuhyun sedikit terkejut. Dia sama sekali tidak menyangka Sungmin bisa menyerangnya duluan jika sedang mabuk.
Sungmin melingkarkan tangannya di leher Kyuhyun dan menawan bibir kekasihnya itu dalam sebuah ciuman panjang. Namja yang lebih muda dari Sungmin itu pun hanya bisa tersenyum kecil sambil menikmati ciuman liar yang Sungmin berikan padanya.
Lama sekali mereka dalam posisi seperti itu, sampai Sungmin akhirnya melepas ciumannya dan menarik tangan Kyuhyun untuk mengajaknya menuju ranjang.
"Sayang... ayo cepaaaat..." kata Sungmin dengan suara seduktifnya.
Kyuhyun hanya bisa menyeringai melihat kekasihnya senakal itu.
.
.
.
Sungmin mendorong tubuh Kyuhyun ke atas ranjang dan mulai menindihnya.
Diperlakukan seperti itu, Kyuhyun hanya terdiam. Dia penasaran dengan apa yang akan Sungmin lakukan padanya. Sungmin yang begitu agresif saat di ranjang tidak pernah terpikirkan oleh Kyuhyun sebelumnya. Meski agresif, Kyuhyun sangat tahu bahwa Sungmin tipe orang yang submissive dalam bercinta. Namja manis itu tipe orang yang mudah dikendalikan.
Seolah tak ingin waktu terbuang percuma, Sungmin turun dari ranjang dan langsung melepas pakaiannya, kemudian melemparnya begitu saja. Dengan cepat dia membuka seluruh kain yang menempel di tubuhnya dan perlahan mulai membuka kemeja Kyuhyun.
Mata Kyuhyun tak berkedip melihat pemandangan indah di hadapannya. Dia hanya bisa menelan ludah melihat tubuh polos Sungmin yang kini sedang berusaha menelanjanginya. Celana Kyuhyun benar-benar terasa sesak.
.
.
.
Sungmin kembali menindih tubuh Kyuhyun lalu menyerang leher namja yang lebih tinggi darinya itu dengan ganas. Namja manis itu menghujani leher Kyuhyun dengan ciuman yang bertubi-tubi. Dia menjilat, menggigit, dan menghisap leher Kyuhyun sampai bercak-bercak kemerahan terlihat disana.
"Engh... ahh..." Kyuhyun mengerang pelan saat ciuman Sungmin mulai turun ke bagian dadanya.
Namja evil itu hanya bisa meringis menahan nikmat ketika Sungmin kini memainkan kedua nipple-nya. Kyuhyun terus melengguh kecil setiap kali namja manisnya itu menciumi bagian-bagian sensitif di tubuhnya.
Kyuhyun benar-benar tidak habis pikir. Kelinci manisnya ini benar-benar nakal. Sangat agresif ketika sedang mabuk dan dilanda hasrat seperti ini. Oh, Kyuhyun benar-benar tidak tahan untuk menyentuhnya. Dia sangat tidak sabar ingin mencumbui kelincinya.
.
.
Buru-buru Kyuhyun membalikan posisinya menjadi menindih Sungmin.
Sekali lagi Kyuhyun menyeringai.
Bagai serigala lapar, dia menatap tubuh Sungmin dengan hasrat yang begitu menggebu. Kyuhyun benar-benar ingin menyantap tubuh mulus yang menggoda itu saat ini juga.
Sementara itu, Sungmin yang mabuk berat pun hanya bisa menatap Kyuhyun dengan mata nanar.
Hanya saja, ada nafsu yang begitu besar pada diri mereka berdua.
.
===000===
.
"Ahh.. kyuuu.. ohh.. mmhh... sayang... t-terus.. aaahh.." Sungmin mendesah hebat saat Kyuhyun terus menjilati kedua nipple sensitifnya.
"Egh! Kyuu.. uhh.. lagiii... ngahh~" desahan namja manis itu semakin menggila saat Kyuhyun menggigit-gigit pelan putingnya dan menghisapnya dengan kuat.
Tangan Kyuhyun tak tinggal diam. Dia menyusuri tubuh Sungmin dan membelai lembut paha kelinci manis itu. Bagaikan meminta sesuatu yang lebih, Sungmin merentangkan kedua pahanya lebar-lebar. Kemudian Kyuhyun menghentikan aktivitasnya untuk menatap Sungmin atas aksinya tadi.
"Kau sudah tidak sabar, sayang?" Kyuhyun menyeringai dan membelai lembut kejantanan Sungmin.
"Aaahh... Kyuu.. Nnhh.. cepatlah. Aahhh... masuki aku, sayang. Oohhh~" Sungmin menggelinjang liar saat Kyuhyun memanja organ sensitif miliknya yang telah menegang sempurna.
Tangan Kyuhyun begitu pintar memanjakannya. Namja kelinci itu sampai benar-benar terlarut dalam kenikmatan. Tampaknya Sungmin sudah tidak sabar ingin menyatukan tubuhnya dengan kekasihnya. Lubang kenikmatan miliknya kini sudah berkedut-kedut minta dimasuki.
"Bagaimana jika aku tidak mau memasukimu?" bisik Kyuhyun di telinga Sungmin.
"T-tidak! Please Kyuuu~ aku mau sekarang... mmhh,"
Perlahan namja evil itu memasukan jari tengah yang telah dilumuri lube ke dalam hole Sungmin. Kyuhyun hanya memasukan jarinya tanpa bergerak sedikit pun.
Dia hanya mendiamkan jarinya di lubang itu sambil mengamati reaksi Sungmin saat diperlakukan begitu.
"Ohh... Kyuu~ ahh... jarimu panjang... nghh~"
.
.
"Egghh.." Sungmin memaju-mundurkan pinggulnya untuk membuat gesekan antara jari tengah Kyuhyun dengan dinding rektumnya.
"Kyuhyun... nghh.. please... aahh~"
"Memangnya apa yang sekarang kau inginkan, sayang?" bisik Kyuhyun sambil memasukkan jari kedua dan tidak bergerak sama sekali.
"K-kau.. ahh.. hah.." Sungmin terus berusaha memaju-mundurkan pinggulnya.
"Siapa?" bisik Kyuhyun lagi. Jari ketiga pun masuk.
"K-kyuhyun... Cho Kyu-nghh- hyun... ohh~"
"Siapa itu Cho Kyuhyun?" namja evil itu masih saja terus menggoda Sungmin dengan bisikan-bisikannya.
"Ke.. ahh.. kekasih-ku~ ahh!"
Kyuhyun menyeringai puas dengan jawaban Sungmin. Sebagai gantinya, dia pun menggerakan ketiga jarinya di dalam tubuh Sungmin.
.
.
.
"Aaahh.. Kyuu.. aku mau seka.. rang.. mhh~" Sungmin menggelinjang menikmati ketiga jari Kyuhyun yang berada di dalamnya. Namun dia masih menginginkan sesuatu yang lebih lagi. Dia tidak akan puas hanya dengan katiga jari panjang itu.
"Memohonlah, sayang.." bisik Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum kecil melihat kekasihnya begitu menginginkan kehadirannya dalam tubuh seksi itu.
"Please.. Kyu-baby... aku menginginkanmu. Aku butuh sesuatu yang lebih besar dari jari-jarimu. Aku butuh milikmu. Oh...sayang, cepat masuki aku~" ucap Sungmin dengan susah payah.
"Benarkah kau menginginkanku?" lagi-lagi Kyuhyun menggoda Sungmin yang sedang begitu dilanda hasratnya.
"P-please... Kyuhyun..." kini air mata mulai menggenang di mata indah Sungmin. Dia menatap Kyuhyun dengan wajah yang terlihat begitu 'membutuhkan' dan tersiksa.
Namja manis itu sudah benar-benar tidak tahan ingin menyatukan tubuhnya dengan tubuh besar Kyuhyun. Tetapi namja evil itu terus saja menggodanya dan tidak juga mau memasuki tubuhnya.
Kyuhyun menyeringai kecil. Dia malah berpikir, sungguh menyenangkan menggoda kekasihnya itu di saat seperti ini.
"Baiklah, sayang. Jangan menatapku seperti itu. Kau benar-benar membuatku tidak tahan!" ucap Kyuhyun.
Kyuhyun melepas semua kain yang tersisa di tubuhnya dan membebaskan sesuatu yang dari tadi begitu menyesakkan celananya. Kembali dia rengkuh tubuh Sungmin dalam pelukan. Dan akhirnya dia pun memasukan sesuatu yang telah mengeras itu ke dalam lubang kenikmatan milik Sungmin tanpa pelumas apapun.
"Aahh... so big... kyuhyunnie~ ohh... perih.. ahh.. pelan sayang,"
"Nghh... Min!" Kyuhyun ngegertakan giginya sambil berusaha memasukan kenjantannya secara perlahan.
"Akh! Sa.. kit.. pelan.. kyu.. ahh," Sungmin merintih.
"Ugh! Sshh.. sempiiit.."
"Aaahh," Sungmin mendesah nikmat saat sesuatu yang besar itu telah masuk semua ke dalam tubuhnya.
Kemudian tanpa membuang waktu, Kyuhyun pun memaju-mundurkan tubuhnya dalam tempo yang tidak pelan. Tubuh Sungmin hanya mampu menggelinjang menerima kenikmatan yang bertubi-tubi hadir dalam dirinya.
.
====000====
.
.
"Ahh.. Kyu~ ahh.. terusss.."
"Egh,"
"Hah.. ahh.. Kyuhyunnie... ohh, nikmat sayang~"
"Hnh.. mhhh.."
Desahan-desahan bersahutan menggema di kamar Kyuhyun. Irama malam yang sangat erotis menaunggi mereka. Kedua insan manusia yang sedang dimabuk hasrat duniawi. Merengkuh nikmat dengan berbagi erangan, desahan, dan sentuhan. Tak mempedulikan rasa lelah dan kantuk yang menyerang mereka seiring berjalannya waktu malam.
Hanya satu yang mereka tunggu, sampai pada puncak-puncak kenikmatan yang membawa mereka ke garis batas kebahagiaan dan melambung tinggi dalam balutan kepuasan.
"Kyuhyun.. aaahh.. aku datang, sayang... AKH!" tubuh Sungmin menggelinjang liar mengeluarkan kenikmatan yang begitu hebat.
Entah sudah berapa kalinya Sungmin sudah merasakan puncak kenikmatannya. Hanya saja, yang terakhir tadi adalah yang paling hebat.
Bagaikan tersalur oleh kenikmatan Sungmin, Kyuhyun pun akan mencapai puncak kenikmatan itu. Dengan cepat, dilesakkannya kejantanan besar itu ke dalam hole Sungmin dengan begitu liar sampai seluruh cairan kenikmatannya memenuhi rektum kekasih manisnya itu.
"Aaahh," desah Kyuhyun dengan nafas yang terengah-engah setelah menggenjot tubuh kelinci seksinya dengan begitu bernafsu.
.
.
Sementara itu Sungmin merasa dunianya menjadi putih dan seketika rasa pusing yang sangat hebat melanda kepalanya.
"Sungmin?"
Kyuhyun melihat Sungmin yang kini telah tertidur kelelahan. Dia tersenyum tipis dan tidur di samping namja manis itu.
Perlahan, Kyuhyun menyelimuti tubuh mereka berdua dan membawa tubuh Sungmin dalam dekapannya.
Dikecupnya kening Sungmin sebagai bentuk ungkapan rasa sayangnya pada kekasihnya itu. Terakhir, Kyuhyun mengecup kedua kelopak mata Sungmin dengan sedikit lama. Sentuhan itu seperti sebuah ungkapan untuk memberitahu Sungmin bahwa dia begitu ingin membahagiakannya.
"Gomawo, chagiya," ucap Kyuhyun pelan.
Kyuhyun pun kini memejamkan matanya dan membawa dirinya ikut terlelap menyusul Sungmin.
.
====000====
.
Sungmin POV
.
Aku membuka mataku perlahan. Ugh! Rasa pusing yang sangat hebat melanda kepalaku. Buru-buru ku pegang kepalaku dengan dua tanganku. Aku meremas rambutku pelan. Masih sangat pusing dan emm... lelah.
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku untuk mengembalikan kesadaranku dan mengingat-ingat apa yang ku lakukan semalam. Mataku membulat setelah aku sedikit mengingatnya. I-itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin seperti itu. Pasti salah! Aku salah ingat!
Kemudian, aku mendengar suara pintu kamar mandi yang terbuka. Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Serta handuk kecil melingkari leher Kyuhyun untuk mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan tetesan-tetesan air.
"Kau sudah bangun?" tanya Kyuhyun sambil melangkah dan duduk di pinggir ranjang.
"Iya. Err.. begini, apa yang kita lakukan semalam?" tanyaku.
"Kita-"
"Jangan katakan kalau kita telah melakukan 'itu?'" potongku cepat.
"Tentu saja kita melakukannya," jawab Kyuhyun santai sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
"I-ini tidak mungkin. A-apa semalam aku mabuk?"
"Ya. Kau mabuk."
Aku menatap tubuh Kyuhyun yang duduk di tepi ranjang. Mataku terpaku pada bercak kemerahan yang begitu banyak di lehernya. Wajahku memanas. Buru-buru ku sentuh bibirku dengan kedua tanganku. Ti-tidak mungkin aku yang melakukannya. Tidak mungkin aku seliar itu.
"A-apa aku.. eng... menyerangmu?" tanyaku dengan wajah gusar.
"Tentu,"
Aku menggigit bibirku pelan. Ku tutup seluruh tubuhku dengan selimut sampai kepalaku juga tertutup. Aku sangat malu. Benar-benar malu.
Samar-samar aku ingat kalau semalam aku menyerangnya.
"Tidak mungkin! Aku tidak mungkin begitu! Gyaaaaaaa~" teriakku.
Bisa ku pastikan wajahku benar-benar memerah.
Kyuhyun menyingkap selimut yang menutupi kepalaku. Kini selimut itu hanya menutup sampai leherku.
"Tidak apa-apa. Aku suka," ucapnya.
"Tapi kan-"
"Sstt... ada yang lebih penting dari itu," kata Kyuhyun sambil meletakan telunjuknya di depan bibirku.
Tangan Kyuhyun yang berada di depan bibirku kemudian mulai membelai pipiku dengan pelan.
"Tidak lupa dengan kekalahanmu, 'kan?" tanya kekasihku dengan seringai evil andalannya.
"Eh?" aku mengingat-ingat sebentar.
Akh! Yang ti-tiga hari itu? A-aku tidak mungkin sanggup, 'kan?
Kyuhyun mendekat ke arah leherku dan membisikan sesuatu ditelingaku.
"Aku mau sekarang," bisiknya.
"Bu-bukannya semalam sudah?"
"Apa kau pikir aku puas hanya dengan main sekali?"
"Tapi-"
"Anggap saja hukuman karena semalam kau ketiduran,"
"Aku pingsan! Bukan ketiduran! Kalau aku tidak pingsan aku juga masih sanggup untuk-" aku tidak melanjutkan kata-kataku.
Ups! Sepertinya aku salah bicara.
"Jadi, kau juga belum puas?" Kyuhyun menyeringai lebar.
Dia langsung menindihku dan bersiap memulai melanjutkan 'kegiatan' semalam.
"Ahh.. kau.. ti-tidak ke sekolah?" kataku yang berusaha bicara disela-sela cumbuan Kyuhyun di leherku.
"Bolos," jawabnya singkat.
"Itu.. tidak.. boleh... aahhh~"
"Cerewet! Jangan melarangku. Nikmati sajalah,"
"Ta-tapi.. ahh… AKH!"
Aku memejamkan mataku sejenak untuk berpikir. Kalau sudah begini, jika ku paksa Kyuhyun untuk berhenti, dia pasti marah besar. Tidak ada salahnya sih jika dia bolos satu hari. Akan ku telpon sekolahnya untuk mengabari kalau Kyuhyun ada urusan keluarga.
Aishh, lama-lama aku bisa gila jika dia terus begini.
"Kau siap, sayang?" Kyuhyun menyeringai menatapku.
"Tak pernah sesiap ini," aku balas menyeringai.
"Kau pasti akan suka yang sekarang,"
"Aww!" aku menatap sebal pada Kyuhyun yang tiba-tiba mencubit nipple kiriku.
Aku mendelik kesal padanya. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihatku. Sebuah rencana untuk beberapa jam kedepan tergambar jelas di wajah sempurna kekasihku itu.
Mataku membulat menyadari ada sesuatu yang aneh.
"J-jangan… Ahh.. Kyu~ AKH!,"
TBC
===000===
a/n : Mianhae, NC-nya memang gituh. Maaf kalau gak berasa sama sekali. Failed NC~
Hehe... chapter depan masih ada NC lagi, tapi gak full NC karna udah lanjut cerita lagi.
.
.
Special thanks to All my reviewers. aku sudah membaca review kalian. *happy tears* Terima kasih banyak atas dukungannya. Aku senang kalian menyukai fic ini. Jeongmal Mianhae kali ini gak bisa disebutin satu-satu. *hugs all* Lain kali pasti aku sebutin... :D
.
.
Mind to review? :)
