My Servant is Naughty Naughty!

By. Lee HyeRi

.

Disclaimer : Semua chara disini milik Tuhan YME dan milik diri mereka masing-masing. Kyuhyun milik Sungmin, dan Sungmin milik Kyuhyun. :D

Rated : M

Main pairing : KyuMin (Kyuhyun x Sungmin)

Genre : Romance, Drama

Summary : Kehidupan Sungmin yang berubah drastis setelah memutuskan bekerja di rumah keluarga Cho. "Cih! Kau akan menyesal karena menunjukan sisi 'liar'mu padaku, Sungmin-ah," laki-laki itu menyeringai dengan tatapan penuh nafsu. Sungmin POV. Yaoi. CH.6! Warning Inside!

.

.

====000====

Chapter 6

"Aww!"

Aku menatap kesal pada Kyuhyun yang tiba-tiba mencubit dada kiriku.

Aku mendelik kesal padanya. Sementara Kyuhyun hanya tersenyum kecil melihatku.

Sebuah rencana untuk beberapa jam kedepan tergambar jelas di wajah sempurna kekasihku itu.

Mataku membulat menyadari ada sesuatu yang aneh.

"Akh! Ja-jangan," aku menggeliat saat Kyuhyun mengikat kedua tanganku dengan dasi hitam ke sisi bagian atas ranjang.

Kemudian yang terjadi berikutnya adalah Kyuhyun menutup kedua mataku entah dengan apa. Ugh! Apa lagi sih yang akan dilakukan si bodoh itu?

"Kyuhyun-ah, lepaskan aku!" aku menggeliat lagi mencoba untuk melepaskan kedua tanganku.

"Tidak sebelum kita menyelesaikan permainan ini!"

Berikutnya, yang aku rasakan adalah kecupannya di bibirku dan sesuatu yang keras kini mencoba memasuki rektumku.

"Ugh! K-kyu..." aku meringis menahan sakit yang luar biasa.

Brengsek! Bagaimana bisa dia 'menusuk'ku tanpa pemanasan sedikit pun.

"Aghh... Kyu..."

"Kenapa?" tanyanya dengan santai.

"Bu-ka mataku," pintaku.

"Tidak!" katanya sambil memaju-mundurkan miliknya di dalam tubuhku dengan cepat.

"Ahh..haaahh.. K-kyu..ughh.." aku menggelinjang liar menerima serangan bertubi-tubi darinya.

Rasanya perih. Sakit meski kini begitu nikmat saat Kyuhyun terus mengenai titik tersensitif dalam rektumku. Sepertinya hanya dengan semalam, kekasihku ini sudah sangat hafal dimana letak prostatku.

Namun kini sensasinya benar-benar berbeda dari semalam. Semalam dengan kesadaranku yang tidak seratus persen dan sekarang dengan keterbatasan gerakanku karena diikat. Dan yang paling membuatku lebih menikmatinya adalah karena penutup mata yang kini menutupi mataku. Entah apa yang ku rasakan, sepertinya aku menjadi lebih berkonsentrasi pada kenikmatan yang dirasakan oleh tubuhku di bawah sana.

"Aaah..nghh...Kyu..ahhh..Kyuuu!" ku rasakan gelombang kenikmatan menerpaku. Seketika cairan putih itu keluar dari tubuhku. Sepertinya aku terlalu cepat keluar. Rasanya lemas.

"Cepat sekali," kata Kyuhyun sambil memainkan dadaku.

"Enghh..."

"Masih sanggup?" tanya Kyuhyun sambil kini menekan-nekan putingku.

"Emhhh..."

"Kita lanjutkan ya, chagi. Aku belum keluar."

"Aakh! Aaah.. Kyu.. nghh.."

.

===000===

.

.

.

Aku bangun dari tidurku. Ku lihat Kyuhyun masih tertidur di sampingku. Entah berapa lama dia mempermainkan tubuhku. Bahkan aku tidak ingat kapan aku tertidur, yang jelas sekarang aku ingin tidur sendirian di kamarku.

Dengan langkah pelan, aku berjalan menuju kamar mandi. Rasa nyeri begitu terasa di bagian bawah tubuhku. Sial! Pabboya Cho Kyuhyun! Bisa-bisanya dia membuatku sampai seperti ini!

Selesai mandi, aku kembali ke kamarku dengan langkah yang begitu pelan. Aishh, rasanya benar-benar sakit. Namun aku ingat bahwa aku masih harus mengurusi rumah ini karena Nari-ahjumma dan Nyonya Cho belum kembali. Sepertinya aku harus menyuruh Ryeowook memeriksa keperluan dan kerapian rumah ini. Aku benar-benar lelah sekarang.

.

===000==

.

.

.

Aku melangkah keluar dari kamarku. Jam sudah menunjukan pukul 7 malam dan aku baru saja selesai menyiapkan makan malam untuk Kyuhyun. Sepertinya Kyuhyun terlihat sibuk. Selesai makan malam dia langsung menuju ke kamarnya.

Sedikit penasaran, aku mengikutinya. Tetapi hanya sampai pintu kamarnya saja. Ku lihat dia sedang duduk di depan meja belajar sambil menulis sesuatu dan membolak-balikan halaman dari sebuah buku besar. Hmm.. sepertinya dia sedang mengerjakan PR.

Ah, aku hampir lupa kalau dia masih seorang anak SMA.

Aku tersenyum menatapnya dari balik pintu kamar. Kyuhyun dengan wajah serius seperti itu terlihat begitu tampan. Bahkan aku terkadang masih tidak percaya bahwa sosok laki-laki yang hampir sempurna itu adalah kekasihku.

Perlahan aku masuk ke dalam kamar Kyuhyun. Paling tidak aku tahu kalau sekarang dia tidak mungkin menyerangku lagi. Aku mendekat ke arahnya dan melihat apa yang sedang dia kerjakan. Matematika.

"Sedang apa kau disini?" tanyanya sambil tetap berkonsentrasi pada bukunya.

"Hanya ingin tau apa yang sedang kau kerjakan," kataku sambil duduk di tepi kanan ranjang.

Meja belajar itu terletak di sisi sebelah kanan tempat tidur Kyuhyun. Sehingga posisiku kini ada di sebelah Kyuhyun.

"Hum." Kyuhyun terus mengerjakan PR-nya tanpa mempedulikan aku sedikit pun.

Aku menggembungkan pipiku dan menatapnya kesal. Apa matematika jauh lebih menarik daripada aku? Huh!

Tiba-tiba aku jadi ingin menjahili Kyuhyun. Tanpa sadar otakku sudah berpikir kemana-mana. Sepertinya sekali-kali aku ingin membuatnya kesal.

"Hahaha,"

"Apa yang kau tertawakan?" tanya Kyuhyun dengan menatapku.

"Eh? Eee.. tidak ada," jawabku sedikit gugup.

"Huhh? aneh." Kyuhyun melanjutkan mengerjakan tugasnya lagi.

.

.

Aku melangkah dan berdiri di belakang kursi yang sedang diduduki Kyuhyun. Sedikit mencondongkan badanku dan melingkarkan tanganku ke lehernya untuk memeluknya dari belakang. Aku merendahkan kepalaku dan meletakan daguku di bahu kirinya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun sambil tetap menulis angka-angka di bukunya.

"Hanya memelukmu," jawabku santai.

"Aku sedang sibuk, Minnie," Kyuhyun melirikku sebentar.

"Aku tahu," jawabku sambil tersenyum dan mengeratkan pelukanku yang melingkari bahu Kyuhyun.

"Terserah kau sajalah," kata Kyuhyun dengan wajah yang seolah-olah malas menanggapiku.

Untuk membalas perbuatannya yang mengabaikanku, dengan sangat pelan aku meniup telinga kirinya. Kyuhyun hanya menggeliat dan memberikan death glare untukku. Setelah itu, lagi-lagi dia meneruskan mengerjakan tugasnya.

Merasa tidak dihiraukan lagi, kali ini aku mencium leher sebelah kirinya dengan lembut serta menggerakan tangan kananku untuk meraba tengkuknya. Lalu tangan kiriku ku gerakan untuk membelai tubuhnya. Menyusuri bentuk wajahnya, lehernya, dadanya, dan berhenti di perutnya.

Ku lihat Kyuhyun berhenti menulis dan menatap lurus ke depan menikmati sentuhanku.

Merasa sudah berhasil, aku menggerakan tangan kananku untuk membelai sesuatu yang mulai menegang di balik celana Kyuhyun. Aku tersenyum penuh kemenangan ditengah ciuman di leher kekasihku itu.

"Eghh!" Kyuhyun sedikit menggeliat ketika aku meremas sesuatu di bawah sana dengan lembut.

Tiba-tiba Kyuhyun menutup bukunya dengan kasar dan menatapku tajam.

"Apa maumu?"

Aku sedikit terkejut dan melangkah ke belakang. Kyuhyun berdiri dan melangkah mendekatiku dengan tatapan kesal.

"A-aku hanya.." aku berjalan mundur sampai tubuhku terhimpit oleh tembok dan tubuh Kyuhyun. Aku menggigit bibir bawahku karena sedikit takut dengan tatapan tajam dari kekasihku itu.

Kyuhyun meletakan kedua tangannya di tembok. Tepat di sebelah kanan dan kiri kepalaku.

"Apa maumu?" Kyuhyun mengulang pertanyaannya.

Aku hanya menggeleng pelan, "A-aku..."

"Jadi? Kau menginginkanku, Sungmin-ah?" kini tatapan tajam Kyuhyun telah berganti dengan seringai liar yang membuat tubuhku merinding.

Lagi-lagi aku hanya bisa menggeleng untuk menjawab pertanyaannya.

"Jawab aku, Minnie!" kali ini Kyuhyun mencengkram kedua lenganku dan mendekatkan wajahnya ke telinga kananku.

"Kyu, aku-"

"Jadi? Kau ingin menagih yang tiga hari itu?" tangan kanan Kyuhyun menyentuh daguku dan mendongakkan kepalaku sehingga tatapan kami bertemu.

Sejenak aku tertegun menatap matanya. Mata yang sejak pertama telah menjeratku sampai sejauh ini. Mata yang terus membuatku menyerah. Menyerah pada pesonanya yang selalu saja membuatku gila.

"Kelinci nakal."

"Kyu- emmh.." belum sempat aku menjawab, dia sudah menawan bibirku dalam ciumannya.

Tangannya berada di belakang kepalaku dan menekan kepalaku untuk memperdalam dominasinya dalam mengintimidasi mulutku.

"Emmh.. mmhh," aku tidak bisa memungkiri bahwa aku sangat menikmati permainan lidahnya. Dia sudah banyak kemajuan daripada saat pertama kali menciumku dulu. Ah, rasanya baru kemarin-kemarin aku mengenalnya.

"Kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu tadi! Terima konsekuensinya dariku, Minnie!"

Mataku melebar mendengarnya.

"Akh!" tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung membaringkan tubuhku di lantai.

Menyingkap bajuku dan menurunkan underwear-ku. Dalam hitungan detik sudah bisa ku rasakan benda keras yang memasuki rektumku.

"Ssshh.. akhh.." aku sedikit menggeliat merasa bagian bawahku telah penuh oleh milik Kyuhyun. Sekali lagi rasa perih dan terbakar itu begitu terasa. Demi Tuhan, mulai sekarang aku harus membawa lube kemana pun aku pergi. Kekasihku ini bukan tipe orang yang sabar jika menyangkut seks.

"Kyu.."

"Apa?" Kyuhyun menatapku.

"Jangan lagi, ku mohon," pintaku.

Tadi 'kan aku hanya ingin menjahilinya. Kenapa aku yang jadi korbannya lagi?

"Salahmu yang menggodaku duluan, kelinci nakal! Enghh..." kata Kyuhyun sambil memaju mundurkan miliknya dengan pelan.

"Ugh.. Kyu.. emmhh.."

Clekk!

Aku mendengar suara pintu kamar ini dibuka.

"Kyuhyun, Eomma pu-..lang.." seseorang yang membuka pintu itu kaget melihat posisi kami.

Senyum yang tadi menghiasi wajahnya berubah menjadi wajah pucat yang menunjukan betapa terkejutnya dia melihat apa yang sedang kami lakukan.

"Eomma…" mata Kyuhyun membulat menatap seseorang di depan pintu itu.

"Nyonya Cho…" kataku dengan wajah tak kalah terkejutnya.

Bruk!

Begitu terkejutnya aku saat kini ku lihat Nyonya Cho ambruk di depan pintu. Dia pingsan! Oh, Tuhan, dia pasti sangat terkejut melihat kami. A-apa yang harus aku lakukan? Bagaimana ini?

.

.

====000====

TBC

.

a/n : *ngumpet di kolong sebelum ditimpuk readers* iya-iya, ini pendek banget. Saya tauuuuu~ *pundung*

Tapi di fic TBS juga gituh... ^_^ #alesan

Maaf kalo bahasanya berantakan, ini masih ngikut alurnya TBS (yg saya bikin jaman dulu). Tapi chapter depan udah beda kooo~ dan lebih panjang. :D

Okeh, terima kasih untuk yang masih mau membaca... ^_^

.

.

Spesial thanks to :

Yelavender YunJae 134 , Fujoshisjcm, Ms. KMS, aoora, Lianzzz, elforeveRYE, ChoZhouHyun, Dina LuvKyumin, kim kwangwook, melani kyuminElf, Cho Hyun Jin , Jeng Kyura, Zhie Hikaru, KyuHyun'JiYoon , MegaKyu, Rosa Damascena, Princess kyumin, AIDASUNGJIN, Myeolchi's wife, E.L.F, , ar13n, minIRZANTI , widiwMin, Jung Hyesun, Saeko Hichoru, ndoek, BarbeKyu , riliana mecca, kyumin forever, jojojooo, Rima KyuMin Elf , The, Momoelfsparkyu, taekyumin, Kazuma Arakida , RamuCa, kyokyorae , 2093, winter boy, cholee kyumin, JusT 4Hae, Princekyu, Chikyumin, Park KyuMin, jewELFishy, Leeyasmin, Yunkyuhyun KMS, Reyza Apriliyani, Tiffany Ming, RitSuKa-HigaSasHi, lia jillbelly, kiminkaanggi, jielf02.

And thanks for my partner in crime : Miyu1905-chagi, and rainy hearT-eonnie... ^_^

.

Oiyah, bagi yang kemarin nanya fb ama twitter saya, ini saya jawab.
Facebook : Lee HyeRi (fb baru)
Twitter : Airi137 (mention for follback) ^_^

.

Saya juga masih mau promo fic colab saya 'My lover's skill' di akun KyuMin hearT137. Rated M. Bagi yang belum baca, silakan dicoba(?). Hehe...

.

.

Mind to review this chapter? ^_^