Chapter ini pendek dan ringan, karena sebenarnya awal pembuatan fic ini, Cha mau bikin drabble ringan. Hehehe... :)

Please enjoy this story, minna! ^^


Byakuya adalah pria tampan. Aneh rasanya kalau ia tidak mempunyai fans di kalangan para shinigami wanita. Namun sayangnya, para fans harus gigit jari melihat wajah dingin Byakuya memudar dan terlihat sangat lembut hanya ketika di depan sang istri.

Dan Byakuya adalah pria setia, makanya Hisana tidak perlu khawatir.

Bleach (Another Story):
Byakuya and Hisana

-#-

-Anata no Egao-
[あなたの笑顔, Your Smile]

-#-

Lima: Jealous
Bleach © Tite Kubo

Hari ini ada surat penggemar lagi, ada lima buah surat yang diletakkan di depan mansion Kuchiki. Orang pertama yang menemukan surat itu Hisana Kuchiki, tatkala wanita manis beriris violet itu hendak berjalan-jalan pagi—sekedar memberi udara segar untuk bayi dalam kandungannya yang kini sudah berusia tujuh bulan.

Byakuya tidak membaca satupun dari surat itu, alih-alih membukanya, pria itu malah meremasnya, kemudian membuang di tempat sampah terdekat. Pria itu lantas menghela napas sambil memijat kepalanya, kemudian memandang sang istri yang duduk di hadapannya.

"Ada apa, Byakuya-sama?"

"Kau tidak cemburu, Hisana?"

"Cemburu?"

"Surat itu banyak sekali, hampir setiap hari datang."

Hisana tertawa kecil, kemudian menggeleng sambil mengelus perutnya. Untuk apa ia cemburu pada orang lain? Jelas sekali bahwa suaminya memperlakukan dirinya dengan sangat istimewa. Bahkan bagi Hisana, bisa mendampingi Byakuya sebagai istrinya saja, adalah suatu kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

"Tapi saya kasihan pada yang menulis surat itu."

"Kenapa? Aku sudah pernah berkata pada mereka bahwa aku sudah punya kau, kok."

"Mereka hanya penggemar Anda, Byakuya-sama."

Byakuya menghela napas lagi, kemudian kembali menatap Hisana, sang istri masih memandangnya dengan senyum di wajah. Ah, apa wanita ini tidak bisa dibuat cemburu dengan fans-fans fanatik Byakuya itu?

"Penggemar," gumam Byakuya tidak jelas.

"Anda tampan, kuat, keren, semuanya sempurna. Wanita mana yang tidak akan jatuh hati pada Anda, Byakuya-sama?"

Hisana menundukkan wajah, menyembunyikan wajahnya yang memerah, membuat Byakuya tersenyum kecil. Pria beriris abu-abu itu lantas memutuskan untuk berpindah tempat duduk dari hadapan Hisana—yang dipisahkan oleh meja, menuju ke sisi sang istri.

"Kau tahu, kesempurnaan hidupku baru kurasakan ketika bertemu denganmu."

"Byakuya-sama?" Hisana menoleh, memandang suaminya.

"Dan ketika kau mengandung si kecil yang membuat perhatianmu padaku berkurang ini," Byakuya mengelus perut Hisana lembut.

"Anda tidak perlu cemburu pada seorang bayi kecil, Byakuya-sama," Hisana tersenyum.

Byakuya berhenti mengelus perut Hisana, kemudian mengecup kening wanita yang amat dicintainya itu. Hisana menunduk sambil menggenggam erat tangan Byakuya, meresapi setiap perhatian yang diberikan suaminya itu.

Hisana tidak perlu cemburu, ia yakin Byakuya tidak akan berpaling.


— Jealous: End —

— 400 words (story only) —


#curhat: Anata no Egao... sebaiknya ditamatkan chapter berapa? 10 kah? Atau 20? Atau 5 saja cukup? Hihihi... :) Menulis fic ini sambil mendengarkan lagu Monokuro Sekai oleh Kamui Gakupo dan Megurine Luka rasanya tidak buruk juga.