Chapter 4
Title : My lovely enemy
Genre : Humor, Romance, hurt/comfort (?)
Rated : T (?).
Author: atikayunjae
Chara : YunJae, YooSu, and others.
Warning! Gaje, abal, Yaoi, Humor gagal,,
DON'T LIKE DON'T READ = ="
Length : 1 of (?)
Disclaimer : Jae-umma milik Yunho-appa. yang jelas fic ini milik saya.
.
.
.
-mobil yunho-
hujan tampak masih menghiasi kota Seoul siang itu. Tampak sebuah mobil audi hitam yang melaju di jalan raya kota seoul. Di dalamnya terlihat seorang namja cantik sedang menggerutu kesal. Terbukti dari bibir cherrynya yang terus mengkrucut. Membuat namja tampan di sebelahnya gemas melihatnya.
"apa kau kedinginan?" tanya yunho memecah suasana hening di mobil itu.
"ani.." jawab jaejoong singkat. Yunho yang melihatnya terkikik geli 'apanya yang tidak dingin? badanmu bergetar begitu'.
"wae? mengapa kau tertawa? Apakah ada yang lucu?"ketus jaejoong saat melihat yunho yang sedang tertawa.
"nde.. kau sangat lucu dan menggemaskan~" goda yunho sambil memberikan senyuman mesumnya. Sontak membuat jaejoong bergidik ngeri. 'omo! Manusia yang satu ini sangat mesum! Ck!' batin jaejoong yang melihat sikap yunho yang menurutnya aneh.
Bbrrr…Brrrr…
'kyaa!dingin sekali.. ck! Aku tidak memakai jaket lagi. haaah..pabo!'rutuk jaejoong dalam hati. bibirnya sekarang sudah memucat sangkin dinginnya. ia menutup matanya dan berdo'a agar hujan cepat berhenti dan ia cepat sampai rumahnya. Ia sudah tak sabar untuk meringkuk di selimut tebalnya.
CKIIIIITTTT….
Tiba-tiba mobil yunho berhenti di pinggir jalan. Jaejoong yang baru saja ingin menutup matanya(?) kini terlihat sedang membelalakkan matanya kaget. Di tatapnya yunho horor. Ingin rasanya ia mencekik leher namja yang ada di depannya itu.
"YA! pabo! Mengapa ka-" ucapan jaejoong terputus saat dilihatnya yunho membuka sabuk pengamannya dan melepas jaketnya. 'omo! Apa lagi sekarang? Apakah ia mencoba melakukan hal yang tak senonoh pada ku?' jerit jaejoong dalam hati.
Setelah melepas jaketnya kini yunho membuka sabuk pengaman jaejoong. Sontak membuat namja cantik itu terkejut. Ia menggigit bibir bawahnya serta menutup matanya.
Yunho yang melihatnya tersenyum geli. "hei boo~ mengapa kau menutup mata mu eoh? Apa kau berpikir yang macam-macam huh?" tanya yunho sambil menyeringai mesum.
Seketika itu juga jaejoong membuka matanya dan menjauhkan tubuh yunho yang berda dekat dengannya. "menyingkir!" ucapnya sinis dengan muka yang sudah memerah seperti udang rebus(?) *bosen kepiting rebus mulu.. ganti ke udang rebus ahh*
"haha.. muka mu merah boo~"ujar yunho sambil tertawa geli melihat tingkah jaejoong yang menurutnya sangat manis.
Jaejoong hanya diam dan menundukkan wajahnya. "pakailah.. aku tau kau kedinginan" ujar yunho sambil memberikan jaketnya.
Jaejoong terlonjak kaget. 'hyaa! Kim jaejoong! Apa yang tadi kau pikirkan! Dia ternyata ingin memberimu jaket pabo!" rutuk jaejoong dalam hati.
Namja cantik itu lalu mengambil jaket yunho dan memakainya. "go..mawo"ujarnya lirih tapi masih bisa didengar oleh yunho. namja cantik itu tetap menunduk untuk menutupi mukanya yang merah karena dalam hati jaejoong bersyukur karna saat ini hujan, karna suara derasnya hujan dapat menutupi suara jantungnya yang sudah menggila. Entah kenapa jika ia berada di dekat 'beruang' ini ia selalu berdebar tak menentu. Apakah arti perasaan ini?
#
Sementara itu kita beralih ke mobil yang satunya lagi. terlihat seorang namja imut yang sedang mengatur nafasnya yang terengah-engah karna ulah namja tampan di depannya.
"hosh.. hosh.. hosh.." terdengar deru nafas namja imut tadi.
"ah.. tampaknya kau masih kedinginan chagi~ apakah ciuman tadi kurang untuk menghangatkan badanmu hm? Tanyanya menggoda sambil menatap lapar namja imut yang ada di depannya.
"ani.. ak-hhmmptt"erangnya ketika bibir namja tampan tadi telah melumat bibirnya. Lumatan tadi berganti dengan hisapan-hisapan kasar. Namja tampan tadi menyeringai senang setalah dirasakannya namja imut didepannya membalas ciumannya. Cukup lama mereka berciuman hingga salvia mereka saling bertumpahan
"ah..ck..ck… hen..thi..ah..khan.."ujar namja imut tadi di tengah ciuman panas mereka karna merasa pasokan oksigennya mulai menipis. Tapi namja tampan tadi serasa ditulikan oleh nafsu. Kini ia mulai menyusupkan tangannya dibalik kemeja sekolah namja imut tersebut.
"yoo..chun…khu..mhohonhh.."desahnya sambil mendorong tubuh atletis di depannya dengan sisa tenaga yang ia miliki. Usahanya berhasil. Terlihat yoochun yang sudah melepaskan pangutan bibirnya.
yoochun menyeringai nakal saat melihat sosok manis di depannya yang sedang menghirup udara sebanyak-banyaknya dengan muka memerah akibat 'ulahnya' tadi.
"apa kau menyukainya junsu-chagi?" tanya yoochun saat dilihatnya junsu yang sudah mulai bernafas teratur.
"me-mengapa kau melakukannya terhadapku?" tanya junsu dengan suara pelan dan mengabaikan pertanyaan yoochun tadi. Yoochun menyeringai mendengar pertanyaan junsu.
"itu karna aku menyukaimu. Saranghae su-ie" ujarnya sambil mengusap pipi junsu pelan.
Junsu terkejut mendengarnya. Mukanya yang sudah memerah tambah memerah karena perkataan yoochun tadi.
"a-apakah aku bisa mempercayai mu? Kudengar kau seorang playboy"ucap junsu dengan muka yang di tundukkan menahan malu.
"hei.. dari mana kau dapat gosip murahan seperti ini eoh?" tanyanya sambil mengangkat wajah junsu agar dapat melihatnya. Di tatapnya mata junsu lama. Itu membuat junsu mengeliat gelisah.
"tatap mataku dan dengarkan perkataan ku.." junsu segera melirik mata yoochun yang sedari tadi telah menatapnya.
"tentu.. tentu kau dapat mempercayaiku.. saranghae" ujar yoochun sambil mencium lembut junsu dengan penuh cinta.
"n-nado.. nado saranghae"lirih junsu setelah yoochun melepaskan ciuman mereka. Yoochun tersenyum senang dan memeluk tubuh kecil namja imut yang sedang menatapnya malu.
Keesokan harinya
Seorang namja cantik tampak menggerutu pelan karna meja dan kursinya sudah bertuliskan hal yang membuat bulu kuduk menjadi berdiri. ya! Namja jelek pergilah kau. 'namja jelek? Aku?'batinya.
jangan mengganggu uri yunho-oppa! Dasar rumput liar. Tulisan tersebut sukses membuat mata besarnya membelalak kaget. 'u..uri? yunho-oppa? Aiissh!'gerutunya dalam hati. Ia benar benar kesal dengan nama jung yunho. 'mengapa beruang itu selalu mengganggu hidup ku?'batinya lagi. yah.. walaupun disisi lain yunho selalu sukses membuatnya berdebar tak menentu.
"YA! Hyung.. apa-apaan itu?"tanya changmin. Tapi jaejoong hanya diam. Matanya terus menatap horor tulisan-tulisan di atas mejanya itu. "hyung.. gwenchana?" tanya junsu takut. Ia tau bahwa hyungnya ini sedang menahan amarah. "YA! Hyung~ ayo jawab pertanyaan ku!"tanya changmin untuk kedua kalinya.
Jaejoong pun menatap changmin dengan tatapan seolah mengatakan –diam atau ku patahkan lehermu, tiang listrik-. Changmin yang innocent hanya bisa memiringkan .
junsu yang mengetahui itu. Langsung menarik changmin pergi keluar kelas. Changmin yang polos (?) hanya diam.
'JUNG YUNHO! Kau Tak akan kubiarkan kau lolos! Kau akan membayar semua ini!'geram jaejoong.
Dia benar benar marah sekarang. Ia pergi keluar kelas dengan tatapan ingin membunuh. Namja cantik itu sangat kesal dengan apa yang terjadi pada dirinya. 'apa salah ku? Mengapa aku mendapatkan cobaan yang begini berat?'batinnya. ia ingin melampiaskan kekesalannya, segera saja ia pergi ke atap sekolah untuk melampiaskan amarahnya.
#
-atap sekolah-
TRANG!
Pagar atap sekolah yang tak bersalah, menjadi sasaran empuk jaejoong untuk melampiaskan kemarahannya.
"YA! Jung yunho! Ayo maju! Kenapa kau diam saja? Apa kau takut eoh?' cerocosnya, seolah pagar yang di tendangnya adalah yunho.
"KAU! Ku pastikan kau akan menyesal telah membuat masa SMA ku yang menyenangkan menjadi suram!" teiaknya lagi.
Jaejoong terus menendang dan menggerutu, ia tak sadar sedari tadi ada sepasang mata musang yang menperhatikan setiap gerak-geriknya.
"hosh..hosh..hah.. haus .. aku butuh air.." ternyata selama lebih kurang lima belas menit fitnes dan ceramah (?) membuat tenggorokannya kering. Tiba-tiba saja sebotol minuman dingin berada di depannya. "minumlah.."kata seseorang sambil menyodorkan minumanya.
Pikiran jaejoong belum bekerja sepenuhnya. Yang ada di otaknya saat ini adalah air. Dengan segera saja ia meminum minuman itu. Dan setelah beberapa teguk ia baru menyadari sesuatu. Sesuatu.. ya sesuatu.. KALAU DIA TIDAK SENDIRIAN DI ATAP SEKOLAH INI!
Dan yang lebih parahnya ia telah meminum minuman siapa? 'ya! Pabo! Si..siapa kira-kira yang memberikan ku minuman?' pikirnya dalam hati. ia tak barani untuk menoleh karna malu yang teramat sangat.
"sepertinya kau sangat haus sekali.. boo~"kata namja itu lagi.
BRUSS!
Jaejoong menyemprotkan air yang baru saja ia teguk. Haus nya benar-benar hilang. Berubah menjadi keterkejutan yang luar binasa(?) . ia mendengar suara yang sangat familiar itu. 'matilah kau kim jaejoong! Mimpi buruk mu benar-benar datang!' ucapnya dalam hati.
"wae?"tanya namja yang memiliki bibir berbentuk hati itu. "apa aku seburuk itu dimatamu, Hm?" ujarnya lagi. Setelah tidak mendapat respon dari lawan bicaranya.
"k-kau? A-apa kau mendengar semuanya?" tanya jaejoong takut-takut.
"hm? Mendengar apa? Mendengar kalau kau akan membuat aku menyesal setelah kau merasa aku menghancurkan masa SMA mu, hm?" jawabnya penuh dengan penekanan.
GLEK!
'KYAA! Dia dengar semuanya! Kali ini aku benar-benar tewas. Tuhan bantulah hamba mu ini!' pintanya dalam hati.
TRANG!
Yunho membalikkan badan jaejoong sehingga membuat punggung namja cantik itu membentur pagar tersebut. 'kyaa! Ada apa dengan nya? Apakah dia akan membunuh ku?' ucap jaejoong dalam hati.
Saat ini mata musang itu menatap tajam kearah namja cantik itu. "kau.."mulainya. "apa kau benar-benar membenciku, hm?" ucapnya tepat di depan wajah jaejoong. Sontak membuat jaejoong menundukkan wajahnya.
TRANG!
Sekali lagi yunho menggebrak pagar tersebut. "JAWAB PERTANYAAN KU!" teriaknya pada jaejoong. Mata jaejoong mulai memanas. Ia takut. Sangat takut. Tubuhnya bergetar hebat. Tapi sekuat tenaga ia menahan tangisnya. Ia tak mau terlihat lemah di mata namja yang satu ini.
"a-ku.."ucap jaejoong terputus.
"jawab saja! Apa kau membenciku huh?" bentaknya lagi.
Emosi jaejoong sudah mulai tersulut. "BENAR! AKU MEMBENCI MU! SANGAT MEMBENCI MU!JUNG YUNHO-PABO!" jawabnya sambil berteriak. Tetesan air bening mengalir begitu saja dari mata indah nya. Ia menatap yunho dengan penuh kemarahan.
Yunho melepaskan cengraman nya dari bahu jaejoong setelah melihat jaejoong menangis. Ia paling tidak kuat melihat namja cantik ini menangis.
"wae? wae? mengapa kau selalu mengganggu ku? Hah?" isak jaejoong. "apa kau memang sangat suka menghancurkan kehidupan orang?" ujarnya lagi. Hati nya benar benar sakit. Membuat matanya berkunang-kunang. Tubuhnya sangat lemas.
"ani.. aku hanya-"
BRUK
ucapan yunho terputus saat jaejoong tiba-tiba tergeletak tak berdaya.
"YA! Kim jaejoong! kau kenapa? " panggil nya saat melihat jaejoong tiba-tiba pingsan. "Ya! Bangunlah! Apa kau mengerjai ku? Lelucon mu tidak lucu!" rancaunya. Ia sangat kwatir melihat jaejoong sekarang.
Setelah tidak mendapat respon lagi dari jeajoong, Tanpa ba-bi-bu lagi yunho membawa namja cantik itu segera menuju ruang kesehatan. ia menggendong jaejoong ala bridal -style.
Tak di pedulikannya lagi, tatapan aneh dan penuh tanya dari siswa dan siswi kepadanya dan jaejoong saat ia menuju ruangan kesehatan. bahkan yoochun yang menyapanya pun tak di acuhkannya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah satu, yaitu kim jaejoong.
Tbc
Mind to review?
Kyaa! Kisahnya makin gaje aja..
Mianhe chingu karna telat update.. saya lagi ujian semester.. do'ain saya ya.. hoho
mian kalo alurnya muter-muter monas(?)
Oh ya.. buat pasangan changmin bakal ada di next chap lho! Kalo penasaran siapa Ikutin terus ne chingu?
Akhir kata.. author meminta readers semua untuk mereview..
Arigatou minnaaa..
Gomawo~~
