Title : My lovely enemy
Genre : Humor, Romance, hurt/comfort (?)
Rated : T (?).
Author: atikayunjae
Chara : YunJae, YooSu and others
Warning! Gaje, abal, Yaoi, Humor gagal,,
DON'T LIKE DON'T READ = ="
Length : 1 of (?)
Disclaimer : Jae-umma milik Yunho-appa. yang jelas fic ini milik saya..
Summary:
BRUK!
ucapan yunho terputus saat jaejoong tiba-tiba tergeletak tak berdaya.
"YA! Kim jaejoong! kau kenapa? " panggil nya saat melihat jaejoong tiba-tiba pingsan. "Ya! Bangunlah! Apa kau mengerjai ku? Lelucon mu tidak lucu!" rancaunya. Ia sangat kwatir melihat jaejoong sekarang.
Setelah tidak mendapat respon lagi dari jeajoong, Tanpa ba-bi-bu lagi yunho membawa namja cantik itu segera menuju ruang kesehatan. ia menggendong jaejoong ala bridal -style.
Tak di pedulikannya lagi, tatapan aneh dan penuh tanya dari siswa dan siswi kepadanya dan jaejoong saat ia menuju ruangan kesehatan. bahkan yoochun yang menyapanya pun tak di acuhkannya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah satu, yaitu kim jaejoong.
.
.
.
BRAK!
Di bukanya pintu ruang kesehatan itu dengan sekali tendangan. Membuat sang guru kesehatan terlonjak kaget. Dengan cepat di letakkannya tubuh lemah jaejoong di atas tempat tidur.
"cepat.. cepat periksa dia!" suruh yunho pada yeoja cantik di depannya. sang yeoja hanya menangguk paham dan segera memeriksa jaejoong.
"dia demam.. suhu badannya sangat panas" ujar yeoja itu pada yunho. yunho hanya diam dan menatap cemas kearah jaejoong yang pucat.
"jangan kwatir.. mungkin sekitar 30 menit lagi dia akan sadar.." ujar yeoja itu lagi.
"nde.."ujar yunho pelan.
Teng..teng..teng..
Terdengar suara bel tanda waktu belajar mengajar telah habis menggema di satu sekolah. Semua murid segera meinggalkan kelas untuk pulang kerumah masing-masing. Tapi hal itu tak berlaku untuk yunho. ia terus menatap tubuh lemah namja cantik di depannya.
"yunho-shi, apa kau tidak pulang?" Tanya yeoja sang guru kesehatan itu pada yunho.
yunho hanya menggeleng. Pertanda dia tidak akan pulang.
"baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu.. dan pastikan ia meminum obat ini." Suruh yeoja cantik itu pada yunho sambil memberikan sebutir kapsul obat.
"nde.. gomawo ahra-seonsangnim" ucap yunho. guru kesehatan yang di panggil ahra itu hanya tersenyum dan keluar dari ruangan.
Yunho kembali menatap jaejoong di depannya. ia berharap dan berdo'a agar jaejoong cepat sadar.
"uughhh.." terdengar erangan dari bibir merah milik namja cantik itu. Sontak membuat yunho tersenyum. "jaejoong-ah.. kau sudah sadar? Apakah ada yang sakit?" tanya yunho sambil menatap cemas namja cantik itu.
"uh… dimana ini? Akh.. pusing.." ujar jaejoong sambil memegang kepalanya. "kau ada di ruang kesehatan. tadi kau pingsan. Ahra-seonsangnim bilang kau demam."terang yunho pada jaejoong.
Jaejoong hanya diam sambil mengurut kepalanya yang pusing.
"oh iya.. tadi ahra-seonsangnim berpesan agar kau meminum obat ini setelah siuman" suara berat yunho terdengar menghapus suasana hening diantara mereka.
"obat? shiro! Aku benci obat!" teriak jaejoong menggema di ruangan itu.
"ya! tapi kau harus mimum! Apa kau tidak mau sembuh eoh?" bentak yunho sambil memberikan jaejoong segelas air dan sebutir kapsul obat.
"hyaa.. aku tidak mau.. jauhkan 'benda' mengerikan itu.."ujar jaejoong sambil menyingkirkan 'hal' yang di bencinya itu.
"aiish.. kau harus minum obat ini?"ujar yunho sedikit keras sambil memajukan tangannya tepat di depan mulit jaejoong.
"aku benci obat! Singkirkan itu.." kesal jaejoong sambil menyingkirkan tangan yunho dari bibirnya.
Yunho mulai tak sabar sekarang. Ia memasukkan obat tadi kemulutnya dan meneguk air tersebut. lalu di tariknya badan jaejoong yang ada di depannya hingga terduduk dari tempat tidur dan 'meraup' mulut jaejoong. Sedangkan jaejoong terlonjak kaget dan memelalakkan mata indahnya.
Dengan segera Yunho memasukkan obat tadi ke mulut jaejoong dan menekan lidahnya ke mulut namja cantik itu. membuat mau tak mau jaejoong menelan obat tersebut.
GLUP..
Kini 'sang' obat telah berhasil di telan oleh jaejoong. Kemudian yunho melepaskan 'raupan'nya pada bibir jaejoong.
"a-apa yang kau la..lakukan hah?" gugup jaejoong dengan muka memerah.
"hanya melakukan cara praktis untuk membuatmu minum obat itu" ucap yunho dengan santai menutupi kegugupannya. 'ah.. sial.. sepahit apapun obat sial itu, bibir merah itupun masih terasa manis.. aku sangat ingin 'mencicipi'nya lagi! ck!' batin yunho yang hampir hilang kendali.
"t-tapi.. tidak mesti men..menciumku kan.."ujar jaejoong sepelan mungkin. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam. Mukanya yang putih bersih, jadi bersemu merah. Hah.. pose yang sangat er.. menggairahkan.. membuat yunho sudah tidak tahan lagi..
Entah ada setan apa. Yunho mendekati jaejoong dan mengangkat wajah namja cantik yang sedang tertunduk itu. Ia mendekati bibir ranum jaejoong yang merah menggoda. Sedangkan namja cantik itu hanya menutup matanya karena wajah yunho yang sangat dekat dengannya.
DEG!
Jantung jaejoong memompa dua kali lebih cepat dari biasanya saat bibir yunho menempel pada bibirnya. Bisa dirasakkannya kelembutan bibir berbentuk hati itu. yunho mulai melumat bibir jaejoong pelan. Memberikan sensasi aneh pada namja cantik tersebut. setelah dirasakannya jaejoong membalas ciumannya, yunho tersenyum kecil disela-sela ciuman itu. kini yunho mulai berani menghisap-hisap kecil bibir cherry tersebut.
Jaejoong kini menikmati setiap sentuhan bibir yunho pada bibirnya. terbukti dari kedua lengannya yang sudah memeluk erat leher yunho untuk memperdalam ciuman mereka. Saat ini di fikiran jaejoong hanya kenikmatan dari bibir yuho. Sehingga tidak rela melepaskan pangutan bibir yunho. padahal ia membenci namja itu bukan? Ah entahlah saat ini dia hanya ingin menikmati perbuatan yunho pada dirinya.
Lidah yunho kini telah menari-nari di dalam mulut jaejoong. Ia mengabsen setiap deretan gigi putih bersih namja cantik itu. lidahnya mengajak lidah jaejoong untuk bertarung. Membuat lelehan salvia mengalir diantara mulut mereka.
"ah..yunh…hohh..shh.. akh..hu.. bhhtuh.. okhshigenhhs.." desah jaejoong saat merasa cadangan oksigennya sudah habis. Yunho yang mengetahui itu melepas ciuman mereka dan menatap wajah jaejoong yang sedang menarik nafas dengan terengah-engah.
"kau sungguh cantik dan sangat manis boo~" bisik yunho menggoda di telinga jaejoong. Membuat namja cantik itu tambah memerah. mengingat telinga adalah tempat sensitivenya.
"jj-jangan menggoda ku!" elaknya sambil menundukkan kepalanya.
"hei..hei.. mengapa menunduk? Apa kau malu eoh?" tanya yunho sembari mengangkat wajah jaejoong agar menatap matanya.
"a-apa mau mu huh?"ujarnya saat dilihatnya mata musang yunho menatapnya tak berkedip. Ia mempoutkan bibirnya saat yunho hanya bengong sambil tetap menatap lekat wajah cantiknya.
'ck! Wajahnya sungguh mempesona.. matanya sangat berbinar membuatku tak bisa berpaling.. sungguh ciptaan tuhan yang paling indah..'batin yunho. kini tangannya mengelus pipi jaejoong pelan. Sedangkan jaejoong hanya diam menikmati sentuhan yunho dengan muka memerah.
"kim jaejoong.. mungkin kau mengatakan aku gila atau apa.."ujar yunho sambil mengambil sebelah tangan jaejoong dan menggenggamnya
"tapi.. aku benar-benar tidak bisa berpaling darimu.. maka dari itu.. jangan membenciku seperti apa yang kau katakan tadi..karena.. karena aku mencintai mu.. Jeongmal saranghaeyo boo.."lanjut yunho sambil mencium punggung tangan jaejoong.
Sedangkan jaejoong hanya terkejut atas perkataan dan perbuatan yunho disangka nya ternyata yunho mencintainya. Kini dia sudah berdebar tak menentu. Perasaan senang, terkejut, cemas, dan ragu bercampur menjadi satu. Namja cantik itu kembali menundukkan kepalanya.
"lihatlah mataku boo.. kau akan bisa merasakan kalau aku bersungguh-sungguh.." jaejoong mengangkat wajahnya dan melihat mata musang yunho. ia melihat tidak ada kebohongan disana. Tapi Ia bingung harus berkata apa. Sejujurnya dia tidak bisa berkata apa-apa.
"aku tau kau masih bingung atas perkataanku yang mendadak.. kau pasti juga bingung karena aku yang selalu jahat dan usil padamu tiba-tiba menyatakan cinta.."ujarnya sambil melepas genggaman tangannya pada tangan jaejoong saat namja didepannya hanya diam.
"sejujurnya aku melakukan itu semua agar mendapatkan perhatian mu.. perhatian dari seseorang yang kucintai.." ujarnya lagi sambil membalikkan badannya membelakangi jaejoong.
"huft..aku sungguh tidak punya malu.. setelah berbuat begitu aku malah meminta kau mencintai ku.. aku memang benar benar bodoh"lanjutnya sambil melangkahkan kakinya menuju pintu ruang kesehatan itu.
BRUK!
Langkahnya terhenti saat dirasakannya seseorang memeluk erat tubuhnya dari belakang.
"nado..nado sarangheo yunho..jangan meninggalkanku setelah kau mencuri hatiku"ucap jaejoong sambil membalikkan tubuh yunho menghadapnya.
Yunho hanya membelalak kaget atas kejadian yang di alami nya. 'apakah ini nyata? Apakah aku tidak bermimpi?'batinya.
Cup…
Jaejoong mencium bibir yunho sekilas. Membuat namja tampan itu sadar bahwa ini adalah kenyataan. Ia kemudian menarik tubuh jaejoong dan mendekapnya erat.
"mianhe.. membuatmu menunggu tadi.. sejujurnya aku tadi sangat kalut dan cemas dengan perasaanku sendiri.. selama ini berfikir jika aku membencimu.." ujar jaejoong sambil mengeratkan pelukannya.
"hm? Benarkah? Tetapi kenapa kau berubah pikiran eoh?" tanya yunho sembari tersenyum manis pada jaejoong.
" molla..saat setelah melihat ketulusan dari sorot matamu hatiku berdebar kencang.. aku menjadi yakin kalau ini cinta..saranghae yunnie.."jawab namja cantik itu dengan muka yang merona.
"yunnie?" yunho menaikkan alisnya dan menyeringai setelah mendengar panggilan barunya itu.
"ck! Apakah aku tak boleh memanggilmu dengan sebutan yunnie?" tanya jaejoong dengan bibir yang dimajjukan beberapa senti. "haha.. jangan marah.. kurasa itu sangat manis.." kekeh yunho sambil mencubit pipi jaejoong.
"hah…aku benar-benar sangat senang. akhirnya aku bisa mendapatkan mu..mulai sekarang kim jaejoong adalah milik jung yunho!"ujarnya mantap sambil mencium puncak kepala jaejoong.
Mendengar perkataan yunho tadi membuat jantung jaejoong berdetak sangat kencang. dia makin mengeratkan pelukannya pada dada bidang yunho. Cukup lama mereka saling berbagi rasa cinta dan merasa bahwa dunia hanya milik mereka berdua –lebayyy- =.=
"hachim.. hachim" jaejoong melepaskan pelukan dan mengusap hidungnya. "ungh~ disini sangat dingin" ujarnya sambil mengeratkan jaket yang dikenakannya.
"ahh! Aku sampai lupa… kau kan sedang demam.." ujar yunho sambil menepuk jidatnya.
"ayo kuantar kau pulang udara disini sangat dingin dan kau tidak boleh pulang sendirian dalam keadaan sakit begini, dan selain itu mulai sekarang kau aku ku antar jemput sekolah" ujar yunho sambil menarik tangan jaejoong untuk pergi meninggalkan ruangan kesehatan itu.
"ya!jangan memperlakukanku seperti yeoja!" ujarnya kesal sambil mempoutkan bibirnya lucu. Membuat yunho terkikik geli. 'hei apa kau tidak pernah berpikir.. sikapmu yang seperti itu sangat mirip yeoja tau' ujar yunho dalam hati. tidak mungkin kan ia mengucapkannya di depan jaejoong. Itu akan membuat jaejoong mengamuk seperti saat pertama kali mereka bertemu dulu.
#
keesokan harinya
-sekolah-
"ciut..cuit.. ada pasangan baru nih.." ujar yoochun yang melihat yunho menggenggam erat tangan jaejoong saat di koridor sekolah.
Kemudian setelah menggoda pasangan yunjae. Lau ia bersama dengan sang namjachingu sedang mendekati pasangan YunJae. Sedangkan yang di 'cuit-cuit'kan hanya tersenyum gaje.
"selamat yun.. akhirnya kau mendapatkannya.."ucap yoochun sambil merangkul bahu sahabatnya itu.
"gomawo.. hm.. selamat juga untuk mu.. kau juga sudah mendapatkan 'nya' kan?" ujar yunho setengah berbisik sambil melirik seseorang yang taklain adalah kim junsu yang ada di sebelah yoochun.
Jaejoong hanya menautkan alisnya bingung atas perkataan yunho. sedangkan junsu hanya tertunduk malu sambil memainkan tangannya. "nde gomawo.."jawab yoochun sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"maksud mu? Kau dan junsu berpacaran?" tanya jaejoong sambil menatap yoochun dan junsu secara bergantian. Selama yang ia tahu junsu dan yoochun tidak dekat. Bagaimana mereka bisa berpacaran. Aneh bukan?
"nde.. sekarang dia adalah namjachigu ku.." ujar yoochun cepat setelah dilihatnya junsu yang hanya diam sambil menundukkan wajahnya.
" tapi bagaimana bisa?" tanya namja cantik ini pada namja imut di depannya.
Teng..Teng..
Beruntung bagi junsu karena bell jam pertama ini menyelamatkannya atas pertanyaan beruntun jaejoong.
"hyung.. nanti akan ku jelaskan.. sekarang kira masuk ne?" ujar junsu yang kini sudah berani menatap sepupunya itu.
"nde.. kau benar junsu-ya.. titip joongie ku ne? kajja chun.. jam pertama adalah jam fisika. Kau tidak mau di hukum kan?" ujar yunho sambil menarik lengan sahabatnya itu menuju kelas mereka yang berada di lantai dua.
"ne..ne.. chagiya.. nanti saat istirahat kutunggu di tempat kemarin ne?" ujar yoochun sambil tersenyum mesum sebelum benar-benar meninggalkan junsu dan jaejoong.
Junsu hanya diam. Terlihat sembrutan merah di pipi mulusnya.
"hei.. kau harus menjelaskan padaku nanti!" ujar jaejoong membuat junsu menelan ludahnya takut.
#
-kelas-
"HYUNG!" pekik seorang namja tinggi entah berapa oktaf. Membuat seisi kelas reflek menutup telinganya. Tak terkecuali junsu dan jaejoong yang baru melangkah memasuki kelas.
"YA! dari mana saja kalian eoh? Tega-teganya meninggalkan aku sendiri di sini!" bentak changmin pada junsu dan jaejoong. Sontak membuat kedua namja itu menutup telinganya lagi.
"pabo-ya! yang berteriak!" ujar jaejoong kesal pada namja monster makanan ini.
"jawab pertanyaanku hyung! Dari mana saja kalian huh?" tanya changmin lagi. kini suaranya sudah mulai pelan. Membuat desahan lega junsu dan jaejoong secara bersamaan. Karena telinga mereka akan terselamatkan dari ancaman bahaya (?)
"nanti akan ku ceritakan ne? lihat soo man-seonsangim sudah memasuki kelas"ujar namja cantik itu pada changmin hanya menggerutu kesal melihat kedua sepupunya itu.
TAP..TAP..TAP..
Terdengar langkah kaki menggema di seisi kelas. Siapa lagi jika bukan Lee soo man-seonsangnim. Sang guru menakutkan. Kali ini dia tidak membawa penggaris besi ataupun buku. Ada apa gerangan? apakah ia mogok ngajar?
"murid-murid.. mulai saat ini pelajaraan ku akan di gantikan oleh guru magang yang akan praktek megajar selama 2 bulan di sini."
Sontak hal itu membuat beberapa siswa senang. Ah bukan.. semuanya senang. Suatu anugrah bagi mereka untuk tidak melihat wajah seram lee soo man-seonsangnim.
"kyuhyun-shi.. silahkan masuk" ujar soo man-seonsangnim memecah keributan yang terjadi di kelas itu.
DEG!
'kyuhyun?'batin changmin. 'ani.. tidak mungkin dia.. nama kyuhyun tidak satu di dunia ini'ujarnya lagi pada dirinya sendiri. membuat author bingung.. readers bingung.. semua bingung.. end. *autor di jitak changmin*
TAP..TAP..TAP..
Langkah kali terdengar di ruangan kelas itu saat seorang namja yang usianya masih tergolong muda memasuki kelas tersebut.
"KYAAA!" terdengar teriakan brutal yeoja yang ada di kelas tersebut.
Mengapa? Pastinya karena namja tersebut sangan tampan.. ani.. bukan tampan melainkan sangat manis dan imut.
BRUK!
Tedengar suara yang cukup keras yang berasal dari salah satu meja seorang siswa. Ternyata ia terjatuh dari tempat duduknya saat ini. Bukan karena terpesona oleh sang guru magang. Tetapi karena merasa terkejut yang amat sangat luar binasa.
"min..minnie?" ujar sang guru magang tak kalah terkejutnya saat melihat siapa orang yang terjatuh tadi..
Tbc..
Mind to review?
Ah! Ceritanya makin gaje aja! Mianhe chingu..
*nangis di pojokan sambil meluk jae-umma* -dijitak yunpa-
Hahah.. udah taukan kalau siapa pasangan changmin? Hehe..
Gomen ne.. saya dari awal emang pengen pasangannya kyuhyun.. jadi jika diantara chigu semua ada yang kecewa maafin ne.. hehe..
Akhir kata.. author meminta readers semua untuk mereview..
Arigatou minnaaa..
Gomawo~~
