A/N: Minna-san~ Konnichiwa~ Fukuhara Aya is back~! Saia kembali untuk membawakan chapter 2 "Strawberry Ice" nyo~ terima kasih ya kepada yang sudah bersedia me review fic abal saia, dan semoga kalian masih mau me review fic saia, yang baru baca juga jangan lupa review fic saia ya~ Oke deh, daripada banyak cing-cong, langsung saja, HAPPY READING MINNA!
Disclaimer: Bleach belong to Tite Kubo
Warning: OOC, OC, gaje, abal, humor garing, de el el
Strawberry Ice
Pagi hari yang cerah di Bikini Bottom *plak! Ini bukan SpongeBob woi!* Ah ralat, pagi hari yang cerah di Karakura Town, semua orang sudah bangun dan bersiap-siap melakukan aktifitas mereka masing-masing.
Hal itu pun berlaku untuk keluarga Kurosaki.
"GOOOOD MOOORNIIING ICHIIIIGOO!" setelah teriakan itu, kalian akan mendengar suara pecahan kaca dan suara jatuh yang keras sekali, lalu jika kalian pergi untuk melihat apa yang terjadi, kalian dapat melihat Kurosaki Isshin, kepala keluarga Kurosaki, tengah terkapar di tanah setelah jatuh dari lantai 2.
Lalu dari jendela lantai 2, kita dapat melihat Kurosaki Ichigo, putra Isshin, yang menatap Isshin dengan wajah kesal sambil bilang "Baka Oyaji." lalu dengan cueknya, dia menutup gorden kamar tanpa mempedulikan ayahnya yang terkapar di tanah.
Kalau kita melihat ke dalam rumah, tampak Kurosaki Yuzu yang tengah menata sarapan di meja makan, dan Kurosaki Karin yang sudah makan duluan, ah tunggu, sepertinya ada satu orang lagi yang sedang makan.
Orang yang sedang makan itu memiliki rambut putih, bermata hijau bagaikan emerald, dan berwajah sangat manis dan uke-ish, dialah Hitsugaya Toshiro, kapten Divisi 10 Gotei 13 yang sedang dalam misi untuk menyelidiki kejadian penculikan para remaja laki-laki di Karakura Town.
Karena dia tidak punya rumah di Karakura Town, dia pun menginap di rumah Keluarga Kurosaki atas perintah Soutaichou.
"Pagi-pagi begini, Ayah dan Kakak kalian berisik sekali." kata Hitsugaya yang tetap makan dengan tenang walaupun di lantai atas terjadi Perang Dunia ke-100(?) yang disebabkan oleh Isshin dan Ichigo.
"Begitulah Oyaji dan Ichi-nii, sama bodoh nya." kata Karin yang tenang juga seperti Hitsugaya.
"Gomen nee Toshiro-kun, Oyaji dan Onii-chan mainnya berisik." kata Yuzu sambil ikut duduk di meja makan.
"Yang seperti itu kau sebut bermain?" gumam Hitsugaya sambil sweatdrop.
Tak lama kemudian, muncullah Ichigo yang sudah berseragam sekolah lengkap, dengan wajah cemberut, dia berjalan ke meja makan dan duduk di samping Hitsugaya, membuat Hitsugaya langsung blushing dengan manisnya.
Yang membaca chapter 1 fic ini pasti sudah tau, Hitsugaya kan jatuh cinta pada Ichigo, jadi hanya dengan Ichigo duduk di sebelahnya saja, bisa membuat jantungnya deg-degan tak beraturan.
"Baka Oyaji itu, padahal aku sedang enak-enak tidur setelah semalaman begadang untuk persiapan ulangan bahasa inggris, tapi dia seenaknya membangunkanku seperti itu, awas saja nanti, akan kubuat dia tak bisa menggerakkan ujung jarinya sekalipun!" ujar Ichigo sambil tersenyum licik ala Ichimaru Gin hingga membuatnya mendapatkan tabokan dari Hitsugaya.
"Jangan pasang senyum begitu! Jijik tau!" seru Hitsugaya yang tiba-tiba bernafsu untuk menghajar Ichigo.
"Iya maaf, maaf, Aku kan cuma bercanda." kata Ichigo sambil berlindung di bawah kursi(?).
"Huh, dasar kekanak-kanakkan." ucap Hitsugaya sambil melanjutkan makannya.
"Liat dulu tampangmu tuh, dasar anak SD." ejek Ichigo, yang langsung mendapat bogeman dari Hitsugaya.
Setelah selesai sarapan, Ichigo dan Hitsugaya pun bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Sebenarnya Hitsugaya tidak mau ikut sekolah juga, tapi Soutaichou menyuruhnya ikut sekolah di SMU Karakura agar kalau terjadi apa-apa ada Ichigo yang bisa menolongnya.
"Ittekimasu." seru Ichigo dan Hitsugaya, lalu mereka pun berangkat.
"Jadi seperti ini ya, rasanya pergi ke sekolah bersama Kurosaki… waktu sedang berlatih untuk Winter War kan, aku selalu berangkat sekolah dengan Inoue dan Matsumoto, dan kalau dipikir-pikir, ini pertama kalinya aku berjalan santai dengan Kurosaki, biasanya kan kami selalu berlari dengan terburu-buru untuk pergi ke tempat adanya Hollow, entah kenapa… aku merasa senang sekali…" batin Hitsugaya sambil tersenyum kecil dan blushing yang membuatnya terlihat manis sekali.
"Oh iya Toshiro, hari ini kan ada Ulangan Bahasa Inggris, sedangkan kau belum belajar sama sekali, bagaimana dong?" tanya Ichigo.
"Nanti aku akan baca-baca buku pelajaran, bahasa inggris tidak sulit kok, hanya perlu menghafalkan kosa katanya saja." kata Hitsugaya dengan santainya.
"Bagimu sih mudah, tapi bagiku susah tau." gerutu Ichigo.
Akhirnya, Ichigo dan Hitsugaya pun sampai di SMU Karakura, setelah pergi melapor ke ruang kepala sekolah tentang kepindahan Hitsugaya, Ichigo pergi ke kelas duluan, sementara Hitsugaya baru akan pergi ke kelas bersama wali kelasnya ketika waktunya masuk nanti.
"Haah… Kurosaki pergi duluan ke kelas ya… padahal kuharap dia mau menemaniku disini…" batin Hitsugaya yang kecewa.
"Nah Hitsugaya-kun, semua urusan kepindahanmu kesini sudah selesai, sekarang kita tinggal menunggu wali kelasmu datang untuk mengantarmu ke kelas." ujar Kepala Sekolah.
"Aku sudah tau letak kelasku dimana, dan wali kelasnya pasti Ochi-sensei, aku kan pernah sekolah disini." batin Hitsugaya.
Tiba-tiba, pintu kantor Kepala Sekolah diketuk, setelah Kepala Sekolah mengatakan "Masuk", masuklah seorang laki-laki yang kira-kira berusia 20 tahun.
"Gomen Pak Kepala Sekolah, aku bangun kesiangan karena harus bergadang untuk mempersiapkan bahan ulangan bahasa inggris kelasku." kata orang itu.
Hitsugaya menatap laki-laki itu penuh kekaguman.
Wajah laki-laki itu tampan, kulitnya putih halus, matanya berwarna hitam pekat, rambut hitamnya yang panjang sepunggung diikat ponytail, tinggi tubuhnya kira-kira 160 cm, dan aura yang dipancarkannya langsung membuat Hitsugaya merasa nyaman dan tenang.
"Tidak apa-apa, lagipula kelas belum dimulai, oh iya, perkenalkan, dia Hitsugaya Toshiro, murid baru yang akan menempati kelasmu, Hitsugaya-kun, dia adalah Sugiura Maki, wali kelasmu." terang Kepala Sekolah.
"Eh…? Bukankah, wali kelasku Ochi-sensei ya? Apa Ochi-sensei sudah berhenti?" batin Hitsugaya.
"Sugiura-sensei hanyalah wali kelas sementara, karena Ochi Masato-sensei yang merupakan wali kelasmu mengalami kecelakaan dan harus istirahat dalam waktu yang cukup lama." terang Kepala Sekolah lagi, seolah dia menjawab apa yang dipikirkan Hitsugaya.
"Wah, wah, murid yang manis sekali, aku Sugiura Maki, yoroshiku." sapa Maki sambil tersenyum ramah dan mengulurkan tangannya pada Hitsugaya, mengajak salaman.
"A-ah… Hitsugaya Toshiro, yoroshiku." balas Hitsugaya sambil menjabat tangan Maki, wajahnya sedikit memerah karena melihat senyuman Maki yang membuatnya terlihat semakin tampan.
"Teng… Teng… Teng… Teng…" bel masuk sekolah berbunyi.
"Ah, sudah waktunya masuk ya, ayo kita ke kelas bersama, Hitsugaya-kun." ajak Maki sambil tetap tersenyum ramah.
"Ha-ha'i…" ucap Hitsugaya terbata-bata sambil mengikuti Maki.
Begitu sampai di depan kelas, Maki menyuruh Hitsugaya menunggu di luar sampai dia menyuruhnya masuk.
"K-kenapa jantungku berdebar-debar seperti ini… d-dan… k-kenapa wajahku jadi panas begini… b-biasanya aku hanya mengalami hal ini s-saat bersama Kurosaki saja…" batin Hitsugaya yang kini tengah blushing parah dan memegang dadanya erat-erat karena jantungnya berdebar tak terkendali.
"Minna-san, hari ini kita kedatangan teman baru, dia manis sekali loh~ perkenalkan, silahkan masuk Hitsugaya-kun~!" panggil Maki.
Hitsugaya pun buru-buru masuk ke mode cool dan berjalan masuk ke dalam kelas.
"Hitsugaya Toshiro desu, kore kara wa Yoroshiku Onegaishimasu." ucap Hitsugaya dengan tenang.
"KYAAA~! MANISNYAAAA~!" teriak ala fangirl seluruh siswi di kelas itu.
Sementara para siswanya (kecuali Ichigo) tampak terpana melihat Hitsugaya yang walaupun laki-laki tapi berwajah sangat manis, bahkan lebih manis dari author! *plak!*
Ada yang nosebleed akut, ada yang ngiler 100 ember, ada yang kejang-kejang, ada yang pasang tampang mesum, dan lain-lain, dalam sekejap, Hitsugaya pun menjadi idola di kelas.
Dan hari itu juga, walaupun Hitsugaya baru masuk sekolah, dia harus mengikuti ulangan Bahasa Inggris, dan ternyata, guru Bahasa Inggrisnya adalah Maki.
"Ukh, jantungku berdebar kencang sekali, aku jadi tak bisa berkonsentrasi…" batin Hitsugaya yang belum mengerjakan satu soal pun.
"Eh? Kau belum mengerjakan satu soal pun loh Hitsugaya-kun, padahal waktu ulangannya tinggal sebentar lagi." kata Maki yang tiba-tiba muncul di samping Hitsugaya.
"UWAAA!" Hitsugaya yang kaget langsung berteriak kencang, lalu tanpa sengaja, dia jatuh ke belakang dan kepalanya membentur meja di sebelahnya dengan keras sekali hingga membuatnya pingsan.
"Eh? loh? Hitsugaya-kun? Daijoubu ka?" seru Maki yang panic melihat Hitsugaya pingsan.
Ichigo yang melihat hal itu buru-buru menghampiri Hitsugaya dan memeriksa kepalanya yang terbentur.
"Benjolnya besar juga, aku akan membawanya ke UKS!" kata Ichigo sambil menggendong Hitsugaya ala bridal style lalu berlari ke UKS, tanpa memperdulikan tatapan iri para siswa dan teriakan para fujoshi yang mendapat adegan sho-ai(?).
Setelah sampai di UKS, Ichigo segera membaringkan Hitsugaya di tempat tidur lalu mengobati lukanya.
"Tumben dia ceroboh begini, padahal biasanya kalau kaget dia akan langsung memukul orang yang membuatnya kaget, tapi kok sekarang malah jadi begini, dasar aneh." gumam Ichigo.
Ichigo memperhatikan wajah Hitsugaya yang sedang tertidur, wajah Hitsugaya tampak manis sekali.
Pipinya yang halus, hidungnya yang mancung, dan bibir kecilnya yang manis.
Ichigo terus memelototi bibir Hitsugaya yang terbuka sedikit itu, dan tanpa sadar, perlahan-lahan, dia mendekatkan wajahnya ke wajah Hitsugaya.
Dan saat bibirnya akan menyentuh bibir Hitsugaya…
"Ngh…" Hitsugaya tiba-tiba menggeliat sedikit, tanda bahwa dia akan bangun, dan Ichigo pun buru-buru kembali ke posisi duduknya semula.
"Loh…? Kurosaki..? ini… dimana…?" tanya Hitsugaya yang baru sadarkan diri.
"Di UKS, tadi aku terjatuh dan kepalamu terbentur meja, untung hanya benjol, ngomong-ngomong, kenapa kau tiba-tiba berteriak begitu melihat Sugiura-sensei ada di sampingmu?" tanya Ichigo.
"I-itu…" Hitsugaya tiba-tiba blushing mengingat hal itu, dia pun buru-buru menutupi wajahnya dengan selimut yang dia dapat entah darimana.
"T-tidak ada apa-apa kok, a-aku hanya kaget…" jawab Hitsugaya terbata-bata sambil tetap menutupi wajahnya dengan selimut.
Ichigo pun jadi curiga melihat kelakukan Hitsugaya, dan entah kenapa, dadanya terasa panas sekali.
"Jangan-jangan kau menyukai Sugiura-sensei ya." kata Ichigo.
Kontan, Hitsugaya pun langsung blushing akut dan panik mendengarnya, membuat Ichigo jadi ingin ngakak melihatnya.
"Kau itu bodoh ya? Aku itu laki-laki tau! Masa aku menyukai sesama laki-laki?" bentak Hitsugaya.
"Siapa tau kau itu Maho kan?" tanya Ichigo santai, yang membuatnya langsung mendapatkan bogeman kedua di hari itu dari Hitsugaya.
"Kau cari mati-." tiba-tiba saja, mereka berdua merasakan energi yang sangat besar dan kuat.
"E-energi macam apa ini? K-kuat sekali!" seru Ichigo yang reiatsunya agak tertekan oleh energI itu.
"Kurosaki! Cepat berubah ke wujud Shinigami mu! Setelah itu, kau cepat susul aku." kata Hitsugaya yang langsung menelan pil Mod Soul dan kembali ke wujud Shinigami nya lalu ber shunpo ke arah energi itu berasal.
"Energi yang sangat kuat, bahkan aku langsung merasa lelah karenanya, sebelum aku kehabisan reiatsu, aku harus cepat-cepat menyingkirkan pemilik energi ini!" batin Hitsugaya.
Semakin Hitsugaya mendekati asal energi itu, reiatsu nya pun semakin tertekan, tapi dia berusaha bertahan hingga akhirnya dia sampai di tempat energi itu berasal.
"A-apa itu?" seru Hitsugaya yang terkejut melihat suatu benda seperti lendir berwarna ungu yang berjumlah banyak sekali, di dalam lendir itu, terdapat seorang remaja laki-laki yang tak sadarkan diri.
"Ternyata benda ini pelaku penculikan remaja laki-laki itu ya, tapi mana mungkin sebuah lendir dapat melakukan hal ini, pasti ada orang yang mengendalikannya." batin Hitsugaya sambil berusaha mendeteksi reiatsu orang yang mengendalikan lendir itu.
"Hoo, Shinigami kelas Taichou ya, dilihat dari penampilanmu, kau pasti Hitsugaya Toshiro, Kapten termuda dalam sejarah Gotei 13, rumor yang beredar ternyata benar ya, rumor bahwa kau berwajah SANGAT MANIS itu." ujar sebuah suara yang entah datang darimana.
"Ternyata kau tau juga tentang aku-eh… TUNGGU DULU! APA MAKSUDMU DENGAN RUMOR KALAU AKU MANIS? AKU TIDAK MANIS TAU! MASA COWOK MANIS? MATAMU RUSAK YA HAH? AYO CEPAT KELUAR DAN HADAPI AKU! DASAR ORANG MESUM!" bentak Hitsugaya yang langsung naik darah karena merasa terhina dibilang manis.
"Rumor yang mengatakan kalau kau galak itu pun benar, haaah… sayang sekali, padahal wajahmu manis, sudahlah, sekarang aku mau membawa anak manis ini dulu~ lain kali aku akan membawamu juga kok~ sampai jumpa~." ujar suara itu, bersamaan dengan munculnya sebuah lubang hitam di samping lendir raksasa itu.
"Takkan kubiarkan kau kabur! Soten ni Saze, Hyourinmaru!" seru Hitsugaya sambil menyerang lendir itu dengan menggunakan naga es Hyourinmaru.
Lendir itu pun membeku akibat serangan Hitsugaya, lalu pecah berkeping-keping, dan remaja laki-laki yang terjebak di dalam lendir itu pun bebas.
"Wah, wah, kau hebat juga ya, bisa menghancurkan peliharaan kesayanganku, fufufu~ aku jadi semakin tertarik padamu, kuberikan anak yang manis itu padamu, lagipula aku masih punya banyak anak yang tidak kalah manis dari anak itu, sampai nanti, Ore no Kawaii Yukihime." ujar suara itu, dan dalam sekejap, es dari Hyourinmaru hancur, dan lendir-lendir itu kembali seperti semula.
"A-apa? Bagaimana bisa?" seru Hitsugaya.
Lendir itu pun segera masuk ke dalam lubang hitam, lalu menghilang tanpa jejak sebelum Hitsugaya sempat menghentikannya.
"Toshiro! Daijoubu ka?" panggil Ichigo yang baru saja sampai di tempat itu.
"Hitsugaya-Taichou! Aku baik-baik saja, tapi pemilik energi itu berhasil melarikan diri, dan dia itu mesum!" teriak Hitsugaya yang masih geram karena di goda oleh suara itu, hingga Ichigo sweatdrop dibuatnya.
"Sudahlah jangan dipikirkan Toshiro, lebih baik kita tolong saja anak itu." kata Ichigo sambil pergi ke tempat anak itu dan menggendongnya di punggung.
"Panggil aku Hitsugaya-taichou! Kau benar juga, sebaiknya kita bawa di ke toko Urahara." kata Hitsugaya.
Mereka pun segera ber-shunpo ke Toko Urahara dengan membawa anak itu, dan begitu mereka sampai, Tensai pun segera merawat anak itu, sedangkan Ichigo dan Hitsugaya berkumpul dengan Urahara dan Yoruichi.
"Hm… jadi ada semacam lendir raksasa yang menelan anak itu, dan lendir itu dikendalikan oleh seseorang? Hm hm… menarik." gumam Urahara.
"Aku sudah berusaha mendeteksi reiatsu orang yang mengendalikan lendir itu, tapi energi yang dikeluarkan lendir itu begitu kuat, hingga aku tak bisa konsentrasi." ujar Hitsugaya.
"Baiklah, terima kasih informasinya~ sekarang aku dan Yoruichi akan menyelidikinya, kalian pulanglah dan istirahat." kata Urahara.
Setelah memastikan kalau kondisi remaja laki-laki itu baik-baik saja, Ichigo dan Hitsugaya pun pulang ke rumah.
"Lendir ya… orang yang mengendalikannya pasti kepribadiannya menjijikkan." kata Ichigo.
"Bukan hanya menjijikkan, dia itu mesum! Siapa yang Yukihime hah? Aku itu cowok! Panggil Yuki Ouji kek! Hime itu buat perempuan tau!" seru Hitsugaya yang mencak-mencak gak karuan, membuat Ichigo sweatdrop.
"Tapi… benda yang dikendalikannya saja memiliki tenaga sebesar itu, apalagi pengendalinya ya." kata Ichigo lagi.
"Itulah yang harus kita waspadai, walaupun mesum, dia bukan orang sembarangan, selain itu, kita juga harus mencari tau dimana si mesum itu menyembunyikan remaja laki-laki lainnya, bisa saja kita mengetahuinya dengan masuk ke lubang hitam yang dibuat orang itu, tapi kita tidak tau apa yang akan terjadi kalau seenaknya masuk kesana, benar-benar membingungkan." ujar Hitsugaya.
"Yah… yang bisa kita lakukan sekarang hanyalah menunggu hasil penyelidikan Urahara-san dan juga mencegah si Lendir itu menculik remaja laki-laki lainnya." kata Ichigo sambil menepuk pundak Hitsugaya.
"Kau ada benarnya, tapi… apa kira-kira motif orang itu menculik para remaja laki-laki dan mengembalikan mereka dalam keadaan trauma, apa yang dia lakukan pada mereka?" ujar Hitsugaya.
"Haah… kepalaku pusing memikirkan hal-hal itu, ah, ngomong-ngomong… kita harus sekolah lagi ya?" tanya Ichigo saat melihat jam menunjukkan pukul 12, sedangkan waktu pulang sekolah jam 2.
"Tentu saja, kewajiban setiap murid adalah belajar di sekolah, apa kau mau bolos?" tanya Hitsugaya.
"Habis sayang kan, 2 jam lagi juga pulang, mending bolos saja sekalian." kata Ichigo.
"Dasar pemalas, kau mau tidak naik kelas? Pokoknya sekarang kita ke sekolah, titik." kata Hitsugaya.
"Iya iya, dasar tuan rajin." kata Ichigo sambil mengacak-acak rambut Hitsugaya.
"Oi! Jangan mengacak-acak rambutku! Merapikannya susah tau! Awas kau ya! Jangan kabur kau Kurosaki!" teriak Hitsugaya sambil mengejar Ichigo yang kabur sambil tertawa.
"Huh, Kurosaki memang pemalas, bodoh, dan seenaknya sendiri! Tapi… aku tetap mencintainya…" batin Hitsugaya sambil tersenyum melihat sosok Ichigo yang berlari di depannya.
Xx Strawberry IcexX
Di sebuah ruangan yang luas dan gelap, dan hanya diterangi oleh cahaya dari monitor komputer, tampaklah seorang laki-laki yang memakai jubah berwarna ungu dan juga topeng berwarna hitam tengah memperhatikan sebuah monitor raksasa yang menunjukkan gambar Ichigo dan Hitsugaya yang sedang berkejar-kejaran.
"Fufufu~ percintaan yang indah sekali~ dan aku sangat tidak menyukainya~ Hitsugaya Toshiro, akan kubuat kau menjadi milikku." Kata laki-laki itu.
Laki-laki itu lalu menjentikkan jarinya, dan dalam sekejap, lampu di ruangan itu menyala, dan di bagian dinding ruangan itu, tampaklah tabung-tabung air dalam jumlah yang banyak, dengan banyak remaja laki-laki dalam keadaan tak sadarkan diri di dalamnya.
Di antara semua tabung itu, ada sebuah tabung yang ukurannya jauh lebih besar dari tabung-tabung lainnya, selain itu, warna cairan di tabung itu berwarna emas, bukan hijau seperti di tabung-tabung lainnya.
"Aku sudah menyediakan tabung yang paling bagus untukmu loh~ karena itu, cepatlah jatuh ke pelukanku~ AHAHAHAHAHAHAHAHA~!" tawa jahat laki-laki itu, bersamaan dengan menggelapnya kembali ruangan itu…
TO BE CONTINUE…
A/N: ….Adegan penutupnya gaje ya *sweatdrop* Tapi ya sudahlah~ *nari balet* gomen ya minna kalau hasilnya jelek, tapi walaupun begitu, bersediakah anda membaca dan mereview fic ini? Pokoknya tolong review ya nyo! *maksa, taboked* daripada di tabok lagi, ini dia balasan review!
Mori Kousuke18: Ohohoho, Hitsu-chan ku yang manis *taboked* emang maniak semangka sejati nyo~, tapi present tense dan past tense emang suka ngebingungin nyo, saia aja kadang suka bingung, ini chapter 2 nya nyo~ baca and review~
Kiruna Neophilina Phantomhive: Arigatou sambutannya~ Iya juga ya, oke deh, lain kali saia akan melakukannya sesuai yang anda ajarkan! Makasih nasihatnya ^^ Ufu~ untuk sekarang Hitsu-chan belum boleh ngungkapin dulu ya~ *bekep Hitsu-chan*, saia malah suka review yang panjang XD Baca and Review chapter 2 ini ya nyo~
NamikazeNoah: Ohoho, membuat tokoh cool jadi OOC emang menyenangkan~ *plak!* Hitsu-chan emang manis nyo~ ini udah update, baca and review~
Diarza: Terima kasih karena udah di sambut~ XD Sama-sama anak baru dong~ untunglah kalau kocak~ ini udah update, baca and review~
CCloveRuki: Syukurlah kalau anda terhibur, apakah sekarang masih stress? Sekarang giliran saia yang stress *gak nanya* Udah saia update nyo~ baca and review~
4869fans-nikazemaru: Arigatou karena sudah me-review~ ICHIHITSU FOREVEEER! *PLAK!* Ohoho, saia kurang bagus di humor nyo, untung aja lumayan lucu nyo, sebenarnya saia kepikiran yang Aizen duet sama A**el itu gara-gara habis denger lagunya Pet**P*n nyo~ jadi tanpa sadar udah ngetik itu nyo~ XD Berarti… kita bertiga senasib ya, payah di grammar *pundung* Tsundere Hitsu-chan manis ya nyo~! Eit, sekarang nggak boleh di ungkapin dulu nyo~ Ah… *baru nyadar gak gunain saran Nikazemaru-san* Gomen, saia lupa nyo, habis udah enaknya kayak gini, nanti di chapter selanjutnya saia gunain saran Nikazemaru-san deh, baca and review fic ini ya~
Terima kasih ya bagi yang sudah me-review chapter 1~ semoga kalian puas dengan chapter 2 ini dan tak lupa me-reviewnya~
Sampai Jumpa di chapter 3 ya~
Our Heart will Always be a Syncron
Kimagure 'Aya' Author
