" Turunkan aku disini ." Yunho sama sekali tak menoleh kepadaku , ia tetap fokus pada jalanan gelap ini .

" Mianhae , Su . "

Aku mengigit pelan bibirku . Mata ini mulai samar karena air mata .

Ini bukan masalah untukku , tapi aku tau bahwa ini adalah sebuah masalah . Aku mencintainya , sangat mencintainya . Aku tau aku sangat bodoh karena mempunyai hubungan dengan seseorang yang telah menikah . Tapi entah mengapa , perasaan bodoh ini memberitahuku untuk tidak melepaskannya . Tapi di sisi lain , aku pun tak mau mengkhianati sahabatku sendiri .

" Saranghaeyo , Yun . " Air mata ini mengalir di pipiku .

Aku tak tau apa arti semua ini , bahkan aku tak berfikir apa tanggapan-mu . Aku tau jika aku akan menyakiti perasaan orang lain . Tapi aku tak bisa menahannya , aku terlalu mencintaimu .

" Nado , Su . Tapi , aku juga mencintai-nya . " Ia menggenggam tanganku , sementara matanya masih setia pada jalanan gelap . Air mata ini kembali mengalir setelah mendengar perkataannya . Sakit , tapi aku tau , inilah yang harus kuhadapi jika aku memang ingin terus bersamanya .

" Aku tau .. "

Mobil ini berhenti di depan apartemen-ku , dengan tergesa gesa aku pun turun dari mobil miliknya . Dan untuk pertama kali-nya , aku tak ingin melihat wajahnya . Seandainya aku bisa melepaskan-mu , mungkin perasaan-ku tak akan se-sakit ini .

" Terimakasih kau telah mengantarkan-ku pulang , Yun . " Tanpa kusangka ,Yunho turun dari mobil . Ia berlajalan mendekatiku , dan ia berada di hadapanku sekarang .

" Mianhae , Su . Tapi aku benar benar mencintai kalian berdua . " Aku menunduk , dan ia mulai memeluk tubuhku .

" Tapi , kenapa harus Jaejoong , Yun ? . " Aku tau jika ia memang mempunyai istri . Tapi aku tak pernah sekalipun membayangkan bahwa orang yang aku khianati itu adalah Kim Jaejoong , sahabat-ku sendiri .

" Mianhae . Mungkin inilah takdir yang harus kita hadapi . " Aku muak jika kau terus menerus mengucapkan kata itu . Aku bosan mendengar perkataan-mu yang itu-itu saja . Aku ingin kepastian . Aku tak ingin hubungan kita terus begini . Aku hanya menunggu kau melakukan hal yang tak pernah bisa ku-lakukan padamu , meninggalkan-ku .

****Affair****

Jaejoong melirik jam dinding di sudut ruangan . 23.30 . Ia menggenggam handphone yang ada di tangannya , menekan nomor yang sangat dihafalnya . 4 jam yang lalu , ia menyuruh Yunho untuk mengantarkan Junsu pulang . Namun , hingga saat ini suami-nya itu belum juga kembali .

" Yun , kau dimana ? " Ia tak bisa menyembunyikan nada ke-khawatiran-nya .

" Sebentar lagi aku sampai, baby . Tadi , aku menemani Junsu menunggu kakak-nya pulang . Ia lupa tak membawa kunci apartemennya . " Jaejoong hanya menggumam pelan . Setidaknya , rasa ke-khawatiran yang ada di hati-nya sedikit berkurang . Tapi , apakah harus Yunho menemani sahabatnya itu hingga larut malam ? Junsu sudah dewasa , ia bisa menjaga dirinya sendiri .

" Ne , aku mengerti . Hati-hati , Yun ." Ucapnya lebih seperti bisikan .

**** Affair ****

" Kau darimana saja , su ? " Yoochun menggenggam lengan sang adik , Junsu .

" Apa urusan-mu ? " Jawab Junsu dingin . Ia melepaskan genggaman Yoochun di-tangannya dengan sedikit kasar .

" Su , please , jangan seperti ini . " Yoochun tau pasti kesalahanya dan ia pun tak heran jika Junsu bersikap seperti ini kepadanya .

Junsu terdiam , ia tak tau lagi apa yang harus dikatakanya kali ini . Sebenarnya , ia pun tak ingin bersikap seperti ini terhadap hyung satu-satu-nya . Tapi , ia tak punya pilihan lain .

" Apa—kau membenciku karena aku mencintai-mu, Su ? "

TBC -

Keep or delete yaaa ? Itu semua terserah readeerss :D haha :D

Hehe makasihh yaa yang udah bacaa :D
Review please , karena satu rieview pun bisa membuat author semangat nulis lanjutannya ehehe :D