Kembali lagi dengan Kida! Inilah ch. 2 yang sama sekali tak ada yang menantikannya untuk muncul! Kida langsung publish + update pada hari yang sama! Padahal Kida mau publishnya kemarin, tapi apa daya pulsa modem Kida abis T_T. Tapi kemarin udah Kida minta Otou-san Kida buat isiin ^^V

Dari pada Kida nulis curcolan yang tak jelas, selamat membaca chap. 2 yang tak tau bagaimana nasibnya.

-Cerita sebelumnya-

Mr. N: Aku harus memperhatikannya!

Lucy: Orang baru itu terlalu mencampuri urusanku!

Lucy telah kesal pada Natsu yang terlalu mencampuri urusannya, sehingga ia berlari keluar kelas. Tapi saat dia sedang kesal-kesalnya, dia menabrak Gray orang yang paling ia benci. Sehingga ia menjadi tambah sangat kesal, ia berlari ke sebuah danau yang merupakan kenangan dimana Gray menembak Lucy.

"Uh~

Menyebalkan!"

Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima

Pairing: NaLu atau GraLu? Silahkan pilih yang cocok!

.

.

.

*_* Revenge! *_*

ch. 2

_Ω_

Lucy bersandar di batang pohon sambil selalu membatinkan perkataan 'menyebalkan' pada dirinya sendiri. Bel sekolah tanda masuk untuk memulai pelajaran baru telah berdentang, tapi Lucy memutuskan untuk bolos saja. Pasti kalau ia masuk ke dalam pelajaran itu ia akan menemukan rambut pink hiperaktif yang menyebalkan itu.

Di saat Lucy sedang santai-santainya melamun untuk menenangkan pikirannya, tiba-tiba terlihat seseorang berambut pink yang entah dari mana muncul dan mengagetkan Lucy.

"Ah?"

"Aloha~ Luce!" Ucap Natsu dengan cengiran lebarnya, urat pelipis Lucy menjadi sebuah tanda marah. Lagi-lagi Natsu tidak bisa menyebutkan nama Lucy dengan benar, Lucy pun menonjok Natsu sehingga ia terpental ke danau.

Lucy pun pergi meninggalkan Natsu, tapi Natsu mempunyai niat untuk mengerjai Lucy. Natsu pura-pura tak bisa berenang, melihat hal itu Lucy segera menolong Natsu, Lucy membawa Natsu ke pinggiran Danau. Terlihat Natsu yang telah berpura-pura tersedak, Lucy hanya bisa mengucapkan apakah kau baik-baik saja dan maaf, aku tak tahu kalau kau tak bisa berenang.

Natsu hanya ketawa, Lucy melihat Natsu dengan tatapan bingung. Akhirnya Natsu menceritakan semuanya pada Lucy bahwa ia pura-pura tak bisa berenang, Lucy pun kembali memukul Natsu.

"Dasar Menyebalkan!" Lucy pun pergi dari tempat itu, tapi Natsu tengah menahan tangannya supaya Lucy tak bisa kabur. Lagi-lagi Natsu membahas tentang niat balas dendam Lucy.

"Apa kau berniat ingin balas dendam?" Natsu kembali membuat Lucy ntah mau menujukkan ekspresi seperti apa.

"Ya, aku harus balas dendam!" Ucapnya dan menundukkan kepalanya.

"Apa kau tak ingin mengurungkan niatmu untuk balas dendam?"

"Tidak!"

"Aku hanya ingin memperingatkan kamu saja, suatu hari nanti kamu akan menyesal" Natsu mengucapkan kata-kata yang tak dimengerti oleh Lucy. Lucy kembali kemarahannya memuncak.

"Kamu tak perlu ikut campur urusanku, aku pasti akan membunuh dia!" Tubuh Lucy bergetar, badannya berkeringat dingin, dia tak tahu kenapa rasanya dia lemah kalau menghadapi orang seperti Natsu.

Natsu tak bisa mengerti lagi dengan kemauan Lucy, akhirnya pun dia ikut-ikut marah "Kalau kau ingin balas dendam, bunuhlah dia sekarang! Di depan mataku!" Natsu sedikit membentak pada perkataannya tersebut.

Lucy kaget dan juga teringat bahkan terbayang oleh perkataan Mr.N yang tak beda jauh dengan perkataan Natsu sekarang.

'Haha, kalau kau mau balas dendam kenapa tak langsung bunuh saja dia?'

Kali ini Lucy tak bisa berkata apapun, kenapa perkataan dia dengan paranormal itu bisa mirip? Lucy berpikir dalam hatinya. "Ada apa heh?" Natsu membuka pembicaraan di antara mereka setelah terjadi keheningan beberapa saat yang lalu melanda mereka.

"Kau tak usah mencampuri urusanku!" Teriak Lucy dan meninggalkan Natsu dalam keadaan basah kuyup. Natsu pun bangkit dan tidurnya dan duduk sambil memegang kepalanya.

"Dasar!" Natsu menggeleng-gelengkan kepalanya.

Hari itu pun berlalu, sekarang hari kedua jadi Lucy belum bisa melaksanakan rencana balas dendamnya. Ia baru bisa balas dendam lusa mendatang, hari-hari Lucy pun diakhiri dengan hal biasa saja.

"Bosan~ Gak bisa balas dendam!" Lucy yang sedang tiduran di atas atap rumahnya hanya bisa mendengus kebosanan. Memang, hari ini dia tak melakukan apapun. Saat ini, dia sedang duduk melihat matahari terbenam. Cahaya jingganya ntah kenapa membuat perasaan Lucy menjadi tenang. Ntah apa yang ia pikirkan sampai ia tertidur di sana, lalu ntah ada apa juga Natsu bersama dengan roh kucingnya Happy lewat situ.

'Aye Sir! Ada gadis yang membuat keributan saat ingin minta alat balas dendam, Sir!' Happy menunjukkan tempat dimana Lucy tertidur. Saat ini Natsu sedang senggang, maka dari itu ia berkeliling untuk melepaskan kelelahan karena pekerjaannya sebagai paranormal yang kadang ramai dan juga kadang sepi.

"Hah?" Natsu menengok ke arah dimana Happy menunjukkan dimana keberadaan Lucy, Natsu pun memanjat dan duduk di samping Lucy yang sedang tertidur. 'Dasar, anak ini bisa saja tidur saat sore-sore begini. Padahal udara sedang dingin-dinginnya!' Natsu berbatin ria dan perlahan akan mengelus rambut pirang Lucy, tapi saat itu dia dihentikan.

"Kau menyukainya heh?" Natsu berhenti seketika dengan perbuatannya dan tiba-tiba wajahnya merona, Natsu menjadi gelagapan.

"A.. Apa maksudmu Happy?" Natsu salah tingkah sendiri.

"Sudahlah Natsu, lebih baik kau bawa dia ke dalam supaya ia tak masuk angin" Happy memperingatkan Natsu dan dibalas dengan anggukkan oleh Natsu. Natsu pun menggendong Lucy ala bridal style (bener gak ya tulisannya?) dan membaringkannya di atas ranjangnya.

Natsu dan Happy lalu pergi meninggalkan Lucy dan jalan-jalan lagi. Beberapa saat setelahnya Lucy terbangun dari tidurnya dan bingung kenapa dia ada di ranjang, padahal tadi dia sedang berada si atas atap menatap matahari sore. Serkarang, hari sudah gelap terlihat bintang berkelip dengan sangat indahnya. Lucy menuju jendela kamarnya, melihat bintang dan setelah itu melihat bungkusan coklat yang terletak di atas meja belajarnya.

Dia teringat perkataan Natsu "Menyesal? Aku tak akan menyesal! Aku akan membunuhnya!" Lucy kembali menuju ke sisi gelapnya diman ia ingin membunuh orang yang telah mencampakkannya. "Aku tak akan kalah oleh perkataan Natsu!" Lucy pun berbalik dan tidur lagi.

2 hari kemudian

"Hari ini aku akan membalas dendam lagi!" Lucy mengambil tas sekolahnya dan berangkat menuju sekolah. Di tengah jalan Lucy bertemu dengan Natsu "Hari ini kamu mau balas dendam lagi, hah?" Natsu mengucapkan kata-kata dan Lucy ntah bagaimana langsung lari meninggalkan Natsu sendirian.

"Hah~"

.

.

.

'Permintaanku...

Buatlah kaki Gray terkilir sehingga ia tak bisa melakukan hal yang disukainya yaitu main sepak bola'

Lucy telah memakan coklat ke-3nya dan ia meninggalkan Gray yang telah terkilir di lapangan, Gray pun dibawa ke UKS dan dibiarkan berbaring dulu. Melihat hal itu Natsu Cuma menggeleng-gelengkan kepalanya, "Lucy, Lucy!" Natsu melihat Lucy dari atap sekolah. Sekarang ini Natsu hanya menghawatirkan keadaan tubuh Lucy, sudah 3 butir yang ia makan.

Lucy yang sedang berjalan di koridor sekolah tiba-tiba merasakan kepusingan di kepalanya "Aduh~ Kepalaku sakit!" Ucapnya "Aku belum pernah sakit kepala sebelumnya, tapi kenapa tiba-tiba kepalaku jadi sakit?" Lucy terus memegang kepalanya yang sakit sambil menopangkan dirinya pada tembok supaya ia tidak jatuh pingsan.

-coklat 3: Sakit kepala-

Natsu sudah memperkirakan kalau Lucy akan sakit kepala, maka dari itu ia menyusul untuk menemui Lucy. Saat menemukannya ditemukan Lucy yang hampir pingsan, dan akhirnya Lucy jatuh, tapi sebelum jatuh Natsu sudah menahannya sehingga kepalanya tak terbentuk lantai.

"Lucy, munkgin kalau kau makan coklat itu lagi, kau..." Natsu tak bisa melanjutkan kata-katanya dan membawa Lucy ke taman sekolah karena kalau dibawa ke UKS pasti ia akan mengamuk karena ada Gray disana.

Segera setelah Natsu menaruh Lucy di atap, ia meninggalkan Lucy disana. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam pulang sekolah, Lucy baru terbangung dari pingsannya. Lucy sadar bahwa ia sama sekali ak mengikuti pelajaran pada hari itu, sudahlah toh~ waktu tak dapat terulang kembali.

Lucy berjalan menuju kelasnya, sesampainya disana dilihat Natsu sedang merapihkan semua buku Lucy dan memasukkan ke dalam tasnya. Lucy pun mendekat ke Natsu dan pergi meninggalkan Natsu setelah mengambil tasnya. Lalu ia pergi dan pulang menuju rumahnya, setelah itu ia langsung membereskan keperluannya dan langsung tidur setelahnya.

-Kediaman Natsu-

"Natsu, apa tak sebaiknya kita segera menghentikannya?" Happy mulai pembicaraan karena suasana hati Natsu sedang buruk-buruknya.

Khawatir.

Natsu merasa khawatir, karena sebelum membuat coklat itu Happy telah memperingatkan kalau Lucy sampai menghabiskan ke-10 coklatnya orang itu akan meninggal. Kenapa hal berbahaya seperti itu harus dijual woy!

Natsu berkepikiran kalau orang yang akan membutuhkan itu adalah orang jahat yang ingin menguasai dunia atau melakukan hal buruk lainnya, jadi kalau ia memakan coklat itu sampai habis...

"Dia akan lupa ingatan dan kembali ke kehidupan lalu yang menyenangkan tanpa mengingat kehidupan setelah ia memakan coklat itu"

Natsu Lupa memperingatkan hal itu pada Lucy, ntah kenapa hatinya menjadi sakit. Setelah Lucy memakan coklat terakhirnya, ia akan meninggal-tak bisa dibilang meninggal. Ia akan kembali ke masa lalunya dan melupakan semua kenangannya. Natsu tak mau semua itu terjadi.

Karena,

Karena,

Karena,

"Kau menyukainya, Natsu!" Happy membuat lamunan Natsu terbuyar, Natsu gelagapan.

Apa benar yang ia rasakan suka?

Apa itu hanya sebuah rasa peduli pada kliennya?

Ataukah ia takut kalau membuat kliennya terluka?

Atau...

Jika, ia benar-benar menyukai kliennya tersebut.

"Aku tidak tahu!" Natsu kembali menghadap jendela dan melihat bintang-bintang dimana dunia ia berasal, Natsu bukan berasal dari bumi. Maka dari itu dia mempunyai kekuatan untuk melakukan hal yang tak bisa dilakukan oleh manusia biasa.

Sekarang,

Disinilah Natsu, ia berbaring di ranjangnya dan terlelap, Happy hanya memperhatikan Natsu dan ia pun juga ikut tertidur. Keesokan harinya Natsu tengah membereskan tokonya sebelum dibuka, Tanpa ia sadari Lucy ingin bertemu dengan Mr. N yang ternyata adalah Natsu. Tapi sebelum Lucy masuk, ia melihat kedalam melalui jendela terlebih dahulu, Lucy terkaget-kaget dengan apa yang dilihatnya dan langsung berlari meninggalkan tempat paranormal itu.

'Natsu?Dia Mr. N? Tidak mungkin!

Tapi... Aku menemukan kelemahannya!' Lucy terus berlari dan langsung saja dia menuju sekolah. Saat sekolah sudah masuk, Natsu duduk di sebelah Lucy dan seperti biasa Natsu masih meminjam buku Lucy. Karena buku Natsu belum selesai dicetak ulang, dia pun harus meminjam terus.

"Ne, Natsu kau Mr.N kan?" Lucy memulai pembicaraan saat-saat guru sedang menerangkan pelajaran yang menurut semua murid kelas itu adalah pelajaran yang tak terlalu berguna.

"Hah? Aku tak mengerti maksudmu!" Natsu berusaha menyembunyikan identitasnya dari Lucy, Natsu pun tertawa pelan. "Tidak mungkin Luce! Kau ada-ada saja!" Ucapnya lagi.

"Lucu sekali, kau hanya menyembunyikan identitas aslimu kan, Mr.N?" Lucy tersenyum sinis, Natsu terlihat gelagapan. Dari mana ia tahu? Itu yang saat ini dipikirkan oleh Natsu. Natsu berusaha menyakinkan Lucy kalau ia bukan Mr.N, tapi sepertinya sia-sia saja.

"Baik, kalau aku Mr.N bukan urusanmu kan?" Akhirnya Natsu menyerah juga, karena takut kelas jadi heboh kalau Lucy mengamuk akibat Natsu yang tidak mau mengakui kalau dirinyalah Mr.N.

"Bagus, kau mau mengakuinya. Sekarang kau harus membantuku untuk balas dendam, kalau kau tidak mau identitasmu kubocorkan ke media massa" Lucy mengancam Natsu, Tapi Natsu sama sekali tak takut dengan ancaman Lucy.

"Aku tak perduli, kalau mau balas dendam lakukan sendiri dong! Aku juga tak takut dengan ancamanmu membocorkan identitasku" Ucap Natsu "Pak, boleh saya ke toilet?" Tanya Natsu dan diberikan anggukkan oleh guru tersebut. Akhirnya Natsu keluar dari kelas itu pergi meninggalkan Lucy.

'Bagaimana Natsu? Identitasmu ketahuan oleh Lucy?' Happy kembali membuka pembicaraan, Happy khawatir jika identitas masternya ketahuan ia kan diculik dan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak benar oleh orang jahat.

"Aku tak peduli, yang penting sekarang adalah aku menghentikan Lucy melakukan balas dendam.

Hanya itu" Natsu memutuskan tidak akan kembali ke sekolah itu, ia akan keluar dan pergi menemui Lucy dengan wujud sebagai Mr. N.

1minggu berlalu, Lucy seudah memakan 5 butir coklat dan keadaan tubuh Lucy tambah melemah. Lucy berpikir ini pasti salah satu akibat efek samping dari coklat itu, tapi ia tak peduli tentang hal itu. Ia memutuskan pergi menemui Natsu di tokonya kerena sekarang Natsu sudah keluar dari sekolah tersebut. Karena Lucy sudah mengetahui identitasnya tak ada alasan bagi Natsu untuk memperhatikan Lucy dari dekat.

"Natsu!" Panggil Lucy yang menerobos masuk ke dalam toko, seperti biasa Natsu sedang mempersiapkan alat kerjanya.

"Ada apa hah?" Natsu menanggapinya singkat.

"Ada hal yang ingin kubicarakan denganmu!,

Soal...

Coklat ini!" Ucap Lucy yang memperlihatkan bungkus coklat yang tersisa 5butir di dalamnya.

"Kau sudah memakan 5butir, apa kau sehat-sehat saja?" Natsu memastikan bahwa Lucy sehat-sehat saja, tapi menurut Natsu pasti tubuh Lucy semakin melemah.

"Tidak, maka dari itu aku ingin menanyakan sesuatu padamu!"

"Silahkan duduk!" Ucap Natsu dan menarik kursi yang akan Lucy dudukin, Lucy pun duduk di sana.

"Apa efek samping jika aku memakan coklat ini sampai habis?" Lucy langsung menanyakan initi dari masalahnya.

"Kau hanya akan kembali ke masa lalu dan hidup bahagia bersama Gray tanpa merasakan kejadian buruk yang kau alami sebelumnya. Dan kau juga akan melupakan semua kejadian bersama dengan coklat itu dan juga...

Aku" Ucap Natsu panjang lebar dan juga membuat Lucy terkejut.

"Aku tak mau kembali ke masa lalu. Aku akan membuat Gray bunuh diri sebelum coklat terakhirnku habis!" Lucy pun berlari keluar.

"Pergilah kau kemana itu cahaya hatimu" Lucy berhenti sebentar saat mendengar perkataan Natsu dan berlanjut pergi meninggalkan Natsu di tempat.

"Hah~ Merepotkan" Kini telah berulang kali Natsu mengucapkan kata merepotkan pada gadis itu, Natsu berharap dia tak melakukan apapun untuk membunuh Gray. Lalu dengan coklat itu, mungkin dengan coklat itu ia akan berpisah dari Lucy.

( Ch. 2 End, To be Continue )

Selesai! Chap. 2 Selesai! #guling-guling di ranjang

Semoga cerita ini lebih bagus dari chap sebelumnya.

Oh ya, kalian mau sad end atau happy end?

Kida sedang berpikir untuk membuat fic ini menjadi sad ending loh~ #plak

Ok

Tunggu chap. 3nya~

Jangan lupa kasih jejak ya!

Jaa~~~~~

R

I

V

I

E

W

V